eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    Pengaruh PENGARUH JUMLAH KOMISARIS INDEPENDEN PADA NILAI PERUSAHAAN DENGAN EFISIENSI PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI: STUDI PADA SEKTOR PERBANKAN DI INDONESIA

    No full text
    This study aims to analyze the influence of the number of independent commissioners on company profitability with operational efficiency as a moderating variable. The study focuses on the banking sector in Indonesia listed on the Indonesia Stock Exchange for the years 2016-2020. The sample analyzed consists of 37 banks with 167 observations over 5 years. This study conducted hypothesis testing through panel data regression analysis processed using the STATA 17 statistical program. From the panel data regression analysis results, it can be concluded that the number of independent commissioners significantly positively impacts company profitability. It was also found that operational efficiency significantly moderates the relationship between the number of independent commissioners and company profitability.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah komisaris independen terhadap profitabilitas perusahaan dengan efisiensi operasional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini berfokus pada sektor perbankan di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2020. Sampel yang dianalisis terdiri dari 37 bank dengan total 167 pengamatan selama 5 tahun. Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis regresi data panel yang diolah menggunakan program statistik STATA 17. Berdasarkan hasil analisis regresi data panel, dapat disimpulkan bahwa jumlah komisaris independen memiliki dampak positif yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Selain itu, ditemukan pula bahwa efisiensi operasional memiliki efek moderasi yang signifikan dalam hubungan antara jumlah komisaris independen dan profitabilitas perusahaan

    Kesepian berhubungan dengan sindrom kerapuhan pada lansia

    Get PDF
    Pendahuluan: Sindrom kerapuhan merupakan sindrom geriatrik dengan karakteristik terjadinya penurunan performa fungsional, menurunnya berbagai sistem tubuh dan meningkatnya kerentanan terhadap stressor sehingga fungsi adaptasi dan kemampuan fungsional juga berkurang yang menyebabkan ketergantungan kepada orang lain. Kesepian merupakan masalah psikososial terbesar kedua pada lansia di Indonesia. Kesepian berdampak buruk bagi kesehatan seperti sindrom kerapuhan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan kesepian dengan sindrom kerapuhan pada lansia. Metode: Penelitian observasional analitik (potong lintang). Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2023 di Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah, Cengkareng, Jakarta Barat, sebanyak 74 responden dipilih melalui consecutive non-random sampling dengan kriteria inklusi adalah laki-laki atau perempuan berusia minimal 60 tahun, mampu mendengar dan melihat dengan/tanpa alat bantu dan berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia. Kriteria eksklusi adalah lansia yang mengalami imobilisasi, disabilitas atau menderita stroke. Alat ukur menggunakan kuesioner Tilburg Frailty Indicator (TFI) untuk mengukur sindrom kerapuhan dan UCLA Loneliness scale version 3 untuk kesepian. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan nilai kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 68,9 % adalah lansia perempuan, 73 % berusia 60 – 74 tahun, 64,9 % lansia kesepian dan 62,1 % lansia dengan sindrom kerapuhan pada kategori rapuh dan  pra-rapuh. Uji Chi-square menilai hubungan antara usia (p=0,02), jenis kelamin (p=0,04) dan kesepian (p<0,01) dengan sindrom kerapuhan pada lansia. Simpulan: Usia, jenis kelamin dan kesepian berhubungan dengan sindrom kerapuhan pada lansia. Lansia penghuni panti dihimbau aktif berkegiatan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup sehingga mencegah kesepian dan kerapuhan.Pendahuluan: Lansia di Indonesia meningkat dari 18 juta jiwa pada tahun 2010 menjadi 27 juta pada tahun 2020. Sindrom kerapuhan ditandai penurunan fungsi adaptasi dan fungsional tubuh memiliki dampak buruk pada kesehatan seperti kecacatan dan  mortalitas. Kesepian merupakan masalah psikososial terbesar kedua pada lansia di Indonesia. Kesepian berdampak buruk bagi kesehatan seperti sindrom kerapuhan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan kesepian dengan sindrom kerapuhan pada lansia. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2023 di Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah, Cengkareng, Jakarta Barat, sebanyak 74 responden dipilih melalui consecutive non-random sampling dengan kriteria inklusi adalah laki-laki atau perempuan berusia minimal 60 tahun, mampu mendengar dan melihat dengan/tanpa alat bantu dan berkomunikasi dengan Bahasa. Kriteria eksklusi adalah lansia yang mengalami imobilisasi atau disabilitas dan menderita stroke. Alat ukur menggunakan kuesioner Tilburg Frailty Indicator (TFI) untuk mengukur sindrom kerapuhan dan UCLA Loneliness scale version 3 untuk kesepian. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan nilai kemaknaan p  < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 68,9 % lansia berjenis kelamin perempuan, 73 % berusia 60 – 74 tahun, 64,9 % lansia kesepian dan 62,1 % lansia yang frailty dan pre frailty. Uji Chi-square untuk menilai hubungan antara usia, jenis kelamin dan kesepian dengan sindrom kerapuhan pada lansia mendapatkan nilai kemaknaan masing-masing p=0,02; p=0,04; dan p<0,01. Simpulan: Usia, jenis kelamin dan kesepian berhubungan dengan sindrom kerapuhan pada lansia

    PERAN NEGARA DALAM PERLINDUNGAN INVESTOR MELALUI TRADING HALT DI BURSA EFEK INDONESIA

    Get PDF
    Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan suatu saham atau seluruh perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dilakukan untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi pasar.  Penghentian sementara ini juga harus dimengerti dalam konteks memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil memiliki landasan hukum yang berlaku dan memberikan pelindungan yang memadai bagi investor. Penelitian ini mengangkat permasalahan terkait bagaimana peran negara dalam trading halt di Bursa Efek Indonesia dan bagaimana pelindungan terhadap investor ketika terjadi trading halt di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yaitu mengkaji ketentuan-ketentuan yang berlaku yang berkenaan dengan kebijakan dan mekanisme penghentian perdagangan sementara dan pelindungan investor ketika terjadi penghentian sementara perdagangan. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran negara dalam trading halt di Bursa Efek Indonesia terwujud dengan dibuatnya beberapa regulasi yaitu Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tentang Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa dalam Kondisi Darurat, Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025. Pelindungan terhadap investor ketika terjadi trading halt dilakukan dengan memberikan waktu jeda agar investor dapat mencerna informasi secara rasional dan menghindari panic selling.Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan suatu saham atau seluruh perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dilakukan untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi pasar.  Penghentian sementara ini juga harus dimengerti dalam konteks memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil memiliki landasan hukum yang berlaku dan memberikan pelindungan yang memadai bagi investor. Penelitian ini mengangkat permasalahan terkait bagaimana peran negara dalam trading halt di Bursa Efek Indonesia dan bagaimana pelindungan terhadap investor ketika terjadi trading halt di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yaitu mengkaji ketentuan-ketentuan yang berlaku yang berkenaan dengan kebijakan dan mekanisme penghentian perdagangan sementara dan pelindungan investor ketika terjadi penghentian sementara perdagangan. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran negara dalam trading halt di Bursa Efek Indonesia terwujud dengan dibuatnya beberapa regulasi yaitu Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tentang Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa dalam Kondisi Darurat, Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025. Pelindungan terhadap investor ketika terjadi trading halt dilakukan dengan memberikan waktu jeda agar investor dapat mencerna informasi secara rasional dan menghindari panic selling

    PERAN BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA DALAM KASUS SERANGAN SIBER YANG MENGAKIBATKAN KEBOCORAN DATA PRIBADI PUSAT DATA NASIONAL SEMENTARA 2 (PDNS2)

    Get PDF
    Perkembangan teknologi menjadi semakin masif di kehidupan manusia. Teknologi membawa begitu banyak kemanfaatan yang dapat manusia rasakan dan gunakan. Akan tetapi, teknologi juga datang dengan hal-hal negatif. Pada tanggal 20 Juni 2024, server PDNS2 yang berada di Surabaya, mengalami serangan siber yang diidentifikasi sebagai serangan siber ransomware buatan kelompok peretas Brain Cipher. Terdapat beberapa permasalahan yang muncul dari  kasus tersebut. Pertama, adanya tidak jelasan mengenai siapa lembaga negara yang bertanggung jawab terhadap insiden siber ini. Kedua, adanya ego-sektoral terhadap penyelenggaraan keamanan siber di Indonesia. Ketiga,  terdapat kekosongan hukum terkait keamanan siber yang menyeluruh termasuk pengaturan teknis mengenai pengelolaan PDNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya permasalahan sinergitas, kekosongan hukum serta kejelasan tanggung jawab yang berimplikasi pada lemahnya praktik pengamanan di bidang siber di Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah bersama-sama dengan DPR RI wajib untuk bersama-sama melakukan pengamanan siber secara bersama-sama guna memenuhi hak privasi warga negaranya.Perkembangan teknologi menjadi semakin masif di kehidupan manusia. Teknologi membawa begitu banyak kemanfaatan yang dapat manusia rasakan dan gunakan. Akan tetapi, teknologi juga datang dengan hal-hal negatif. Pada tanggal 20 Juni 2024, server PDNS2 yang berada di Surabaya, mengalami serangan siber yang diidentifikasi sebagai serangan siber ransomware buatan kelompok peretas Brain Cipher. Terdapat beberapa permasalahan yang muncul dari  kasus tersebut. Pertama, adanya tidak jelasan mengenai siapa lembaga negara yang bertanggung jawab terhadap insiden siber ini. Kedua, adanya ego-sektoral terhadap penyelenggaraan keamanan siber di Indonesia. Ketiga,  terdapat kekosongan hukum terkait keamanan siber yang menyeluruh termasuk pengaturan teknis mengenai pengelolaan PDNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya permasalahan sinergitas, kekosongan hukum serta kejelasan tanggung jawab yang berimplikasi pada lemahnya praktik pengamanan di bidang siber di Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah bersama-sama dengan DPR RI wajib untuk bersama-sama melakukan pengamanan siber secara bersama-sama guna memenuhi hak privasi warga negaranya

    Perilaku Termal Baterai Kendaraan Listrik pada Siklus Mengemudi NEDC dan WLTP: Studi Simulasi Menggunakan GT-Suite

    No full text
    This study examines the thermal behaviour of a LiFePO₄ battery pack in a converted electric vehicle using GT-Suite simulation. The base vehicle, a Toyota Avanza originally powered by a 1.3-litre engine, was retrofitted with a 60 kW synchronous AC motor and a 268.8 V, 40.32 kWh battery pack. Simulations were conducted under NEDC and WLTP driving cycles, both with and without passive cooling. Results showed that battery temperature peaked at 45.3°C (NEDC) and 71.6°C (WLTP) without cooling, and was reduced to 36.6°C and 48.0°C respectively with passive cooling. Temperature spikes coincided with rapid acceleration and high-speed phases, highlighting the influence of discharge current on battery heating. These findings demonstrate the importance of thermal management in EV conversions and the effectiveness of passive cooling. Future work will focus on experimental validation and discharge current control via a battery management system (BMS) to ensure battery safety and longevity.Penelitian ini menganalisis perilaku termal dari paket baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄) pada kendaraan listrik hasil konversi dengan menggunakan perangkat lunak simulasi GT-Suite. Kendaraan dasar yang digunakan adalah Toyota Avanza dengan mesin 1.3 liter yang dikonversi menjadi kendaraan listrik, dilengkapi motor AC sinkron berdaya puncak 60 kW dan paket baterai sebesar 268,8 V dan 40,32 kWh. Simulasi dilakukan berdasarkan dua siklus pengujian standar, yaitu New European Driving Cycle (NEDC) dan Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure (WLTP), baik dalam kondisi tanpa sistem pendingin maupun dengan sistem pendingin pasif. Hasil menunjukkan bahwa suhu maksimum baterai mencapai 45,3°C (NEDC) dan 71,6°C (WLTP) tanpa pendinginan, yang kemudian menurun menjadi 36,6°C dan 48,0°C dengan pendinginan pasif. Peningkatan suhu terutama terjadi saat akselerasi cepat dan laju kendaraan tinggi, menunjukkan bahwa arus pelepasan memiliki pengaruh signifikan terhadap pemanasan baterai. Temuan ini menegaskan pentingnya sistem manajemen termal dalam konversi kendaraan listrik serta efektivitas strategi pendinginan pasif. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk validasi eksperimental dan pengendalian arus melalui sistem manajemen baterai (BMS) guna meningkatkan keselamatan dan masa pakai baterai

    Membangun Peta Pendaftaran Tanah Kecamatan Lengkap, di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Jawa Barat

    Get PDF
    The Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning (ATR/BPN) plays a crucial role in ensuring the validity of land data to support legal certainty, public services, and sustainable development. The Complete Systematic Land Registration (PTSL) and the Complete Land Registration for Cities/Districts (PTKL) programs aim to create high-quality land maps. The mapping process is carried out in stages, starting from the village level up to cities and districts, with the goal of mapping all land parcels accurately and efficiently. This study was conducted in Ciparay District, Bandung Regency, West Java, chosen due to the large number of unregistered land parcels and the varied topography. The research began with the preparation of human resources, initial data collection, and the use of tools such as AutoCAD and ArcGIS. The results showed that through the application of appropriate mapping technology, a more complete and accurate map of Ciparay District was produced, supporting legal certainty in land tenure, reducing the potential for land disputes, and enhancing the quality of land services

    Analisis Performansi Jaringan Saraf Dalam terhadap Dataset Digit Berderau

    No full text
    This work investigates the impact of noise on model performance by training a neural network on a digit dataset with varying Signal-to-Noise Ratios (SNR) to assess its resilience and generalization ability. The experimental setup involved training the model on datasets with noise levels ranging from clean images to highly distorted ones (SNR 5%–25%), analyzing accuracy, mini-batch loss, and training time. Results indicate that while the model achieves high accuracy (96.88%) at mild noise levels (SNR 5%), performance declines significantly at higher noise levels, with accuracy dropping to 78.91% at SNR 25%. The analysis of mini-batch loss and training time reveals that noise slows convergence and increases computational complexity. The confusion matrix further confirms that while the model effectively distinguishes between classes, noise-induced misclassifications become more frequent at lower SNRs. These findings emphasize the importance of noise reduction techniques and data preprocessing to improve model robustness in real-world applications.Jaringan saraf tiruan banyak digunakan untuk pengenalan gambar, tetapi kinerjanya dapat terpengaruh secara signifikan oleh keberadaan noise. Tulisan ini bertujuan menyelidiki bagaimana jaringan saraf yang dilatih pada dataset digit dengan berbagai tingkat noise dapat mengenali gambar, dengan tujuan mengevaluasi ketahanan dan kemampuan generalisasinya. Eksperimen dilakukan dengan melatih model pada dataset dengan Signal-to-Noise Ratio (SNR) yang bervariasi, mulai dari gambar normal hingga kondisi dengan berbagai Tingkat noise (SNR 5%–25%), kemudian menganalisis akurasi, mini-batch losses, dan waktu pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa model mencapai akurasi tinggi (96,88%) pada SNR 5%, tetapi kinerjanya menurun seiring meningkatnya noise, dengan akurasi turun menjadi 78,91% pada SNR 25%. Analisis juga menunjukkan bahwa noise memperlambat konvergensi dan meningkatkan kompleksitas komputasi, yang terlihat dari waktu pelatihan yang lebih lama dan kehilangan yang lebih tinggi pada SNR rendah. Matriks kebingungan mengonfirmasi bahwa meskipun model dapat mengklasifikasikan sebagian besar sampel dengan baik, misklasifikasi lebih sering terjadi pada tingkat noise yang lebih tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya teknik reduksi noise dan prapemrosesan data untuk meningkatkan ketahanan model dalam aplikasi dunia nyata

    DERAJAT FUNGSI MOTORIK KASAR DENGAN EPILEPSI PADA ANAK DENGAN PALSI SEREBRAL

    Get PDF
    Introduction: Epilepsy is a common comorbidity of cerebral palsy (CP). Variations in gross motor function affect functional outcomes in CP children significantly. This study aims to analyze the association between gross motor function and epilepsy in children with CP. Methods: A cross-sectional study was performed at the Pediatric Inpatient Ward, Outpatient Clinic, and Medical Rehabilitation Installation at Ulin General Hospital in Banjarmasin from July to September 2024. The subjects of the study were children between the ages of 2 and 18 who had been diagnosed with CP. We evaluated gross motor function utilizing the Gross Motor Function Classification System (GMFCS), categorizing the results into two groups: mild-moderate (GMFCS I-III) and severe (GMFCS IV-V) motor dysfunction. Chi-Square test was used for statistical analysis. Results: The study involved a total of 42 subjects diagnosed with CP. Twenty-eight subjects (66.7%) had epilepsy as a comorbidity. Twenty-three subjects experienced generalized seizures (82.1%), and 18 subjects were quadriplegic (64.3%). There were 17 subjects (40.5%) with mild-moderate motor dysfunction and 25 subjects (59.5%) with severe motor dysfunction. Twenty subjects with epilepsy showed severe motor dysfunction (71.4%). A significant association was identified between severe gross motor function and epilepsy in children with CP (p=0.026). Conclusion: Epilepsy was found to be significantly associated with cerebral palsy in children with severe gross motor dysfunction.Pendahuluan: Epilepsi merupakan komorbiditas yang sering ditemui pada palsi serebral. Anak dengan palsi serebral memiliki variasi derajat fungsi motorik yang berdampak signifkan terhadap luaran fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat fungsi motorik kasar dengan epilepsi pada anak dengan palsi serebral. Metode: Penelitian dengan metode potong lintang dilakukan di ruang rawat inap anak, poliklinik, dan unit rehabilitasi medik RSUD Ulin Banjarmasin sejak bulan Juli hingga September 2024. Sampel merupakan anak berusia 2-18 tahun yang didiagnosis palsi serebral. Fungsi motorik kasar dinilai menggunakan Gross Motor Function Classification System (GMFCS) dan dibagi menjadi dua kategori yaitu disfungsi motorik ringan-sedang (GMFCS I-III) dan berat (GMFCS IV-V). Hasil: Sebanyak 42 sampel memenuhi kriteria inklusi. Dua puluh delapan (66,7%) sampel menderita palsi serebral disertai dengan epilepsi. Mayoritas mengalami kejang umum (82,1%) dan kuadiplegia (64,3%). Disfungsi motorik ringan-sedang ditemukan pada 40,5% sampel sedangkan disfungsi motorik berat ditemukan pada 59,5% sampel. Sebagian besar anak dengan palsi serebral yang disertai epilepsi memiliki disfungsi motorik berat (71,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat fungsi motorik kasar dengan epilepsi pada anak dengan palsi serebral (p=0.026). Simpulan: Disfungsi motorik kasar yang berat ditemukan secara signifikan pada anak dengan palsi serebral yang disertai epilepsi. Kata Kunci: epilepsi, GMFCS, komorbiditas, palsi serebra

    Self-Protection against UV Exposure: Behavioral Patterns and Phototype Correlations among Medical Students in North Jakarta, Indonesia

    Get PDF
    Introduction: Exposure to ultraviolet (UV) rays can cause significant skin damage, including cancer. This study examines sun protection behaviors among medical students in North Jakarta, despite their knowledge of UV risks, and correlates these behaviors with Fitzpatrick skin types. Understanding these behaviors helps inform targeted interventions to promote sun safety among future healthcare professionals. Methods: An observational study with a cross-sectional approached on 230 respondents consisting of medical students, conducted through online questionnaires within 3-month period on a systematic random sampling method. Data on demographic data, Fitzpatrick skin type scale, and 5 questions on self-protection behavior obtained was analyzed using Spearman’s rank correlation and chi-square analysis, p < 0.05 indicating a significant relationship. Results: Type III, IV, and V are the most common Fitzpatrick’s phototypes found on subjects where 69.6% of students had low sun protection behavior. Male exhibit lower sun protection behavior than female, and there was no relationship between students’ Fitzpatrick's skin type and sun protection behavior, (p = 0.112). Conclusions: Sun protection behavior among medical students at FKIK UAJ is low. There is a correlation between gender and sun protection behavior, but no correlation between Fitzpatrick's skin type and sun protection behavior among the students. The study reveals that medical students, especially males, exhibit low sun protection behaviors despite their knowledge of UV risks, emphasizing the need for targeted educational interventions. These findings are crucial for medical education and public health, making them relevant for journals focused on preventive medicine, dermatology, and medical education.

    CULTURAL REPRESENTATION IN EFL TEXTBOOKS BY INDONESIAN GOVERNMENT: A STUDY OF "WHEN ENGLISH RINGS A BELL" IN THE INDONESIAN CONTEXT

    Get PDF
    Teachers' attitudes toward English as a Foreign Language (EFL) textbooks significantly influence their effectiveness in the classroom. This study aims to examine Indonesian teachers’ attitudes in using government-provided EFL textbooks, particularly When English Rings a Bell (Rahimi et al., 2012; Amiruddin et al., 2021). However, these textbooks serve as essential resources, teachers often perceive them as supplementary rather than primary teaching materials due to concerns regarding content relevance, cultural representation, and student engagement (Latifah et al., 2023; Esa et al., 2021). There are 50 teachers participate in this study that provide and answer open-ended questionnaire that’s reflect teacher attitude on the use of EFL textbooks. A qualitative analyzed through axial, open, and preliminary coding to categorize the data into units of meaning. All teachers tend to modify and complement government textbooks with additional materials to better align with students' needs and classroom realities. After the reduction of the data, the researcher came up with major theme regarding to teachers attitudes in cultural elements represented in EFL textbooks namely When English Rings a Bell in 7th and 8th grade (Nurjanah, 2022; Herlina et al., 2020). Moreover, based on the reflection result shows that the teachers’ attitudes are shaped by their agreement with textbook content, teaching flexibility, and cultural integration and express teachers concerns about the textbooks’ lack of alignment with students’ needs, particularly in developing communicative competence and cultural awareness (Sari, 2023; Nguyen, 2017). The study highlights that while government textbooks aim to promote standardized learning; their effectiveness depends on how well they accommodate cultural diversity, foster intercultural competence, and engages students during learning. During learning process teachers referring on EFL textbooks. The findings suggest that a more teacher-inclusive approach in textbook development could enhance their usability and effectiveness in EFL education. Future research is recommended to explore how teacher feedback can be integrated into the textbook revision process to improve instructional quality and student outcomes and should focus on bridging the gap between curriculum policies and classroom realities to ensure that government textbooks adequately support language acquisition (Rashidi & Meihami, 2016)

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇