eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
EVALUASI STRES DAN KECEMASAN PADA CAREGIVERS: PERAWATAN PALIATIF DI RUMAH SINGGAH
Perawatan paliatif merupakan elemen penting dalam memberikan perawatan berkualitas tinggi bagi pasien dengan penyakit kronis atau serius. Penyakit serius berhubungan dengan risiko kematian yang tinggi dan memberikan dampak besar pada aspek fisik, psikologis, maupun spiritualitas pasien, caregiver, ataupun keluarga. Peran caregiver dalam perawatan pasien dengan penyakit terminal atau serius sering kali membawa beban emosional dan fisik yang berat, yang dapat menimbulkan kecemasan dan stres. Perawatan paliatif berperan dalam mengelola gejala serta memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup pasien, caregiver, maupun keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) ini dilaksanakan di lima rumah singgah di Jakarta (RHI, WNH, CISC1, CISC2, dan RSL), dengan melakukan terapi seni yaitu inkblot dan mengevaluasi menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk menilai tingkat stres dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD) untuk menilai tingkat kecemasan caregiver. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver mengalami tingkat kecemasan rendah (44,8%) hingga sedang (20,7%) dan memiliki tingkat stres ringan (41,4%) hingga sedang (51,7%). Dukungan sosial, spiritual, dan religius sangat penting, disertai dengan beberapa teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan olahraga sehingga membantu mengurangi stres dan kecemasan
BMPP Metode Percepatan Waktu Pekerjaan Pemancangan Infrastruktur Barge Mounting Power Plan (BMMP) Di Wolo - Kolaka
PLN Indonesia Power is developing a floating type power plant, namely BMPP (Barge Mounted Power Plant) which is located in Wolo District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi. This power plant was built to meet the electrical power needs for a smelter mine with a capacity of 60 MW. The duration of work set by the employer is 4.5 months for completion of work on the BMPP facility. Based on confirmation results from partners, steel pipe pile production takes 45 days and erection takes 71 working days. There is critical work, namely piling work, which requires an implementation time of 116 working days. Taking into account the steel pipe pile production period and driving duration, it is proposed to add additional sets of piling tools. The addition of a set of piling tools can speed up the duration of the piling work
Gambaran Status Identitas Remaja di Persekutuan Remaja Gereja "F"
Adolescence is a crucial phase for identity formation, requiring proper guidance to avoid confusion or inappropriate development. The Youth Fellowship at Church "F" seeks to assess the identity status of adolescents they mentor to create tailored programs. This study used a descriptive quantitative approach with 40 participants aged 13-16 from the fellowship. Data were collected using The Revised Objective Measure of Ego Identity Status, validated for reliability and contextual relevance. The study revealed that none of the adolescents had achieved identity achievement status. Most were in the diffusion status for both ideological (career, religion, politics, and philosophy) and interpersonal (friendships, partnerships, gender roles, and recreation) aspects. Adolescents in this status showed limited desire to explore or commit to these areas. Additionally, some adolescents were in foreclosure status, characterized by identity development shaped by external influences like parents or schools without personal exploration. The findings highlight the importance of mentors addressing the needs of adolescents at all identity statuses. Special attention is recommended for those in foreclosure status, as their identity development may lack the autonomy required for healthy growth. Tailored mentoring programs should encourage exploration and self-discovery to support identity development effectively. These results provide valuable insights for designing programs that cater to the unique developmental needs of adolescents in the Youth Fellowship at Church "F.
Gambaran Resiliensi Remaja Akhir Laki-Laki Yang Pernah Mengalami Perundungan Di Sekolah
Bullying is a common phenomenon among adolescents, particularly in school settings. It involves acts of violence against individuals perceived as weaker within the school environment. Victims of school bullying may experience lasting negative effects that persist into late adolescence. Resilience, the ability to navigate and recover from difficult experiences, plays a crucial role in helping individuals cope with adversity. Research has identified differences in resilience between males and females, but there is limited exploration of resilience specifically in late adolescent males who have experienced bullying in schools. This study aims to examine resilience among late adolescent males who have faced bullying in schools. Using a qualitative approach with a thematic reflexive analysis, data was collected through semi-structured interviews with three late adolescent male participants, and then analyzed thematically. The findings indicate that all three participants demonstrate resilience in their current lives, reflected in key aspects such as emotional regulation (managing emotions effectively), impulse control (restraining harmful impulses), optimism (maintaining positive expectations for the future), causal analysis (recognizing bullying as a result of power imbalance), empathy (understanding the emotions of others), self-efficacy (confidence in their own abilities), and reaching out (taking initiative to achieve results). Additionally, social support played a significant role in fostering resilience among the participants
Pelatihan Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan Pada Santri di Pesantren Mas Ulul Albab Kota Ternate
Kekerasan seksual dan bullying/perundungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental korban, termasuk di lingkungan pendidikan seperti pesantren. Kegiatan yang dirancang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Ulul Al Baab Ternate dalam mencegah kekerasan seksual dan perundungan melalui pelatihan. Pelatihan dilaksanakan sebagai bagian dari program pendampingan tim pengabdian universitas Khairun dan melibatkan 38 santri dari kelas X, XI, dan XII, dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Materi pelatihan meliputi sosialisasi peraturan pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di satuan pendidikan, pengenalan tanda-tanda awal korban, dan penanganan dasar kasus kekerasan seksual dan perundungan. Tim pelatihan bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Khairun (SATGAS PPKS UNKHAIR). Keberhasilan pelatihan dinilai berdasarkan peningkatan pengetahuan santri tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dan perundungan, yang diukur melalui tes awal dan tes akhir. Pengetahuan santri dalam hal pencegahan kekerasan seksual dan perundungan secara umum meningkat sebanyak 56% dari 31% menjadi 67% setelah pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keamanan dan kesejahteraan di lingkungan pendidikan pesantren serta menjadi acuan bagi pesantren lain dalam mengembangkan program pencegahan kekerasan dan perundungan.Kekerasan seksual dan bullying/perundungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental korban, termasuk di lingkungan pendidikan seperti pesantren. Kegaiatan yang dirancang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Ulul Al Baab Ternate dalam mencegah kekerasan seksual dan perundungan melalui pelatihan. Pelatihan dilaksanakan sebagai bagian dari program pendampingan tim pengabdian universitas Khairun dan melibatkan 38 santri dari kelas X, XI, dan XII, dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Materi pelatihan meliputi sosialisasi peraturan pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di satuan pendidikan, pengenalan tanda-tanda awal korban, dan penanganan dasar kasus kekerasan seksual dan perundungan. Tim pelatihan bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Khairun (SATGAS PPKS UNKHAIR). Keberhasilan pelatihan dinilai berdasarkan peningkatan pengetahuan santri tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dan perundungan, yang diukur melalui tes awal dan tes akhir. Pengetahuan santri dalam hal pencegahan kekerasan seksual dan bullying/perundungan secara umum meningkat sebanyak 56% dari 31% menjadi 67% stelah pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keamanan dan kesejahteraan di lingkungan pendidikan pesantren serta menjadi acuan bagi pesantren lain dalam mengembangkan program pencegahan kekerasan dan perundungan
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Sebagai Solusi Inovatif Pencegahan Stunting Di Desa Seruawan, Maluku
Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Desa Seruawan, Maluku, dengan prevalensi mencapai 30,2% pada tahun 2023. Program “Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting dengan Kekayaan Alam Seruawan” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan tulang ikan sebagai sumber kalsium dan protein sebagai solusi inovatif dalam pencegahan stunting. Sosialisasi dilakukan kepada Ibu rumah tangga dan kader kesehatan desa, diikuti dengan pemeriksaan antropometri pada balita. Program ini mencakup pelatihan pengolahan tulang ikan menjadi kaldu dan bakso tepung tulang ikan melalui demonstrasi dan praktik langsung oleh peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai gizi seimbang, pemanfaatan sumber daya alam lokal, dan pengolahan tulang ikan. Persentase jawaban benar pada post-test meningkat menjadi 87%-100% dibandingkan pre-test yang berkisar antara 20%-80%. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan pengolahan tulang ikan dan menunjukkan antusiasme tinggi untuk menerapkan teknik ini di rumah. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran gizi seimbang dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal untuk pencegahan stunting, serta membuka peluang inovasi produk pangan lokal bergizi tinggi. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka stunting di Desa Seruawan.Stunting is a serious health problem in Seruawan Village, Maluku, with prevalence reaching 30.2% by 2023. The “Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting dengan Kekayaan Alam Seruawan” program aims to increase community awareness about the importance of balanced nutrition and the use of fish bones as a source of calcium and protein as an innovative solution in stunting prevention. Socialization was conducted to housewives and village health cadres, followed by anthropometric checks on toddlers. The program included training on processing fish bones into broth and fish bone meal meatballs through demonstration and hands-on practice by participants. The results of the program showed a significant increase in community knowledge and skills regarding balanced nutrition, utilization of local natural resources, and fish bone processing. The percentage of correct answers in the post-test increased to 87%-100% compared to the pre-test which ranged from 20%-80%. In addition, participants were able to practice fish bone processing and showed high enthusiasm to apply this technique at home. This program succeeded in increasing awareness of balanced nutrition and community skills in utilizing local natural resources for stunting prevention, as well as opening up opportunities for innovation of highly nutritious local food products. This program is expected to contrIbute to the reduction of stunting rates in Seruawan Village
Edukasi Multivitamin dengan Metode Ceramah pada Masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Bandung
Vitamin dan mineral berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh, namun banyak individu yang kekurangan mikronutrien, meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan. Konsumsi multivitamin dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh, namun penggunaannya yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan multivitamin yang bijak sangat diperlukan, terutama di daerah dengan masalah kesehatan seperti stunting. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai jenis, manfaat, dosis, dan potensi efek samping multivitamin kepada masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Edukasi dilakukan pada Oktober 2024 dengan metode ceramah, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kegiatan diikuti oleh 55 peserta, mayoritas perempuan (83,6%) dan usia >45 tahun (50,9%). Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta; sebelum edukasi, 23,1% peserta memiliki pengetahuan baik, dan setelah edukasi meningkat menjadi 48,7%. Tidak ada peserta dengan pengetahuan rendah setelah edukasi. Edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan multivitamin yang tepat.
Vitamin dan mineral berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh, namun banyak individu yang kekurangan mikronutrien, meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan. Konsumsi multivitamin dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh, namun penggunaannya yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan multivitamin yang bijak sangat diperlukan, terutama di daerah dengan masalah kesehatan seperti stunting. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai jenis, manfaat, dosis, dan potensi efek samping multivitamin kepada masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Edukasi dilakukan pada Oktober 2024 dengan metode ceramah, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kegiatan diikuti oleh 55 peserta, mayoritas perempuan (83,6%) dan usia >45 tahun (50,9%). Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta; sebelum edukasi, 23,1% peserta memiliki pengetahuan baik, dan setelah edukasi meningkat menjadi 48,7%. Tidak ada peserta dengan pengetahuan rendah setelah edukasi. Edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan multivitamin yang tepat.
 
Eksplorasi Potensi Tanaman Tropis Indonesia sebagai Bahan Alami Anti-Aging Kulit: Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan
Pendahuluan: Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk paparan sinar ultraviolet (UV) yang menyebabkan photoaging. Proses ini ditandai dengan degradasi kolagen dan elastin akibat peningkatan enzim matrix metalloproteinases (MMPs), sehingga menyebabkan keriput dan hilangnya elastisitas kulit. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, penggunaan senyawa bioaktif dari tanaman tropis Indonesia sebagai agen antioksidan dan anti-aging semakin mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tanaman tropis Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit alami.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental kuantitatif yang melibatkan 16 jenis tanaman tropis Indonesia. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode sonikasi dengan pelarut etanol 99,5%, diikuti dengan analisis fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, tanin, triterpenoid, dan saponin. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH, sedangkan total flavonoid dan total fenolik dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Hasil: Tanaman seperti parijoto, pegagan, dan dandang gendis menunjukkan kandungan flavonoid dan fenolik yang signifikan, berpotensi sebagai inhibitor alami dalam perawatan kulit. Selain itu, identifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak tanaman ini mendukung pengembangan bahan alami sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan sintetis dalam produk anti-aging.
Simpulan: Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tanaman tropis Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami dan agen anti-aging dalam industri kosmetik. Pemanfaatan tanaman ini dapat mendukung inovasi produk skincare berbasis bahan alami, sejalan dengan tren konsumen yang semakin peduli terhadap keamanan dan efektivitas produk perawatan kulit.Abstra
PREDIKSI HARGA SAHAM PT. BANK BCA Tbk. DENGAN MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING LONG SHORT-TERM MEMORY PERIODE 2014-2024
One of the most advanced tools for predicting current stock prices is using artificial intelligence, specifically machine learning using the Long Short-Term Memory (LTSM) method, which is a development of the previous recurrent neural network method. This prediction trial was conducted on one of the largest banking stocks in Indonesia, namely PT. Bank BCA shares for the 2014-2024 period. The research was processed with machine learning using Python coding with a total of 2503 data observations where the model was divided into 80% for training and 20% for testing. Next, an evaluation of model performance was carried out using RMSE (Root Mean Squared Error), MAE (Mean Absolute Error), and MAPE (Mean Absolute Percentage Error) and conducted a test of predicted vs. actual data. The results of the study showed that the predicted results were quite close to the actual results, therefore it was concluded that stock price prediction with the LTSM method was quite reliable
TEKS DAN KONTEKS LITERASI GEN ALPHA PADA INSTAGRAM DAN TIKTOK : KAJIAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL
Generasi Alpha merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital dengan akses yang luas terhadap internet dan media sosial sejak usia dini. Media sosial seperti Instagram dan TikTok telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka, membentuk gaya komunikasi yang cepat, singkat, visual, dan penuh kreativitas. Gaya bahasa yang digunakan cenderung dinamis, penuh singkatan, serta dipengaruhi oleh tren dan budaya populer digital. Fenomena ini menimbulkan kesenjangan komunikasi antar generasi dan berpotensi memengaruhi kemampuan literasi Generasi Alpha dalam konteks formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola literasi teks dan konteks komunikasi Generasi Alpha di media sosial, serta implikasinya terhadap komunikasi lintas generasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi yang dipadukan dengan teori Linguistik Sistemik Fungsional (LSF). Data berupa 20 percakapan digital dari Instagram dan TikTok dipilih berdasarkan tingkat viralitas dan kekhasan bahasa Gen Alpha. Teori LFS meliputi tiga metafungsi bahasa yaitu: ideasional, interpersonal, dan tekstual, namun dalam penelitian data dikaji pada makna interpersonal. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks literasi yang dilakukan oleh gen Alpha pada media sosial dengan bantuan teknologi digital berdampak secara signifikan bagi kemampuan literasi Gen Alpha. Secara umum percakapan informal, humor dengan pola teks pendek dipersingkat atau bahkan istilah lain yang sangat tidak berhubungan dengan konteks menjadi tipikal pola komunikasi mereka. Meningkatnya kemampuan multibahasa, kreatifitas untuk menciptakan istilah baru, kemampuan untuk menyebarluaskan istilah baru sehingga menjaadi viral dan berbagai dampak positif lainnya. Disisi lain dampak negatif pun menjadi perhatian bagi pola perilaku bahasa anak Gen Alpha. Pendampingan dari orang tua dan lingkungan memiliki peran krusial dalam memberikan bimbingan, arahan, membatasi dampak negatif, serta memperkuat kemampuan literasi dan apresiasi terhadap bahasa Indonesia. Makalah ini memberikan rekomendasi strategis untuk mendukung perkembangan linguistik generasi Alpha di tengah perkembangan era digital