Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
Not a member yet
    3043 research outputs found

    Application of K-Nearest Neighbor (KNN) Algorithm to Predict Drinking Water Quality

    Full text link
    Peningkatan kebutuhan akan air minum berkualitas menuntut pengembangan metode yang andal untuk menentukan potabilitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) dalam memprediksi kualitas air minum berdasarkan dataset Water Quality dari Kaggle. Dataset mencakup 3.276 data dengan 9 parameter, seperti pH, kekerasan, dan kandungan karbon organik, serta satu atribut target yang menunjukkan kelayakan konsumsi. Penelitian ini akan menerapkan algoritma KNN dengan berbagai nilai (k), dan mengevaluasi kinerja model menggunakan metrik akurasi dan Jaccard Similarity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma KNN dalam memprediksi kualitas air minum mencapai akurasi terbaik sebesar 58% pada nilai (k) = 2, hasil ini menunjukkan bahwa metode ini cukup baik meskipun perlu pengembangan lebih lanjut dengan metode lain untuk meningkatkan akurasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada implementasi teknologi pembelajaran mesin dalam pengelolaan sumber daya air

    PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBERI JAMINAN FIDUSIA (DEBITUR) DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KENDARAAN BERMOTOR PADA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN WANPRESTASI PADA PT. SGMW MULTIFINANCE INDONESIA DI KEDIRI

    Full text link
    Pada prinsipnya, pencantuman klausula baku dalam setiap perjanjian baku tidaklah dilarang. Yang dilarang hanyalah pencantuman klausula baku yang memberatkan atau merugikan konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK. Selama pencantuman klausula baku tidaklah memenuhi kriteria dari 8 (delapan) dari daftar klausula baku terlarang yang disebutkan di dalam UUPK, maka pencantuman klausula baku tersebut masih dibenarkan dan dibolehkan. Klausula Baku menyebabkan pihak konsumen tidak dapat menentukan keinganannya dengan bebas. Dalam pusat perbelanjaan ditampilkan klausula dengan kalimat “Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar kembali”. Atau “Barang yang tidak diambil 2 (dua) minggu, kami batalkan atau menjadi milik pihak manajemen”. Dan “barang pecah berarti membeli”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana perlindungan hukum konsumen terhadap perjanjian baku yang dibuat pelaku usaha?, 2) bagaimana akibat hukumnya perjanjian baku yang dibuat pelaku usaha?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa perlindungan hukum konsumen terhadap perjanjian baku yang dibuat pelaku usaha, untuk menganalisa akibat hukumnya perjanjian baku yang dibuat pelaku usaha. Penelitian ini penulis gunakan penelitian penelitian hukum normatif, teknik analisa data dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu data yang penulis analisis menjelaskan dengan secara deskriptif dan kata-kata yang mudah dimengerti, dengan ditarik kesimpulan dengan menggunakan ataupun yang sejenisnya, kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif. Kesimpulan dari penelitian ini yakni sudah tercantum atau dituangkan dalam bentuk undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Hak-hak tersebut sudah diakui keberadaannya dan memiliki kepastian hukum yang diatur dalam undangundang positif. Upaya hukum yang dilakukan oleh konsumen yang merasa dirugikan bisa menggunakan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 ini, namun dalam kaitannya perjanjian baku yang dibuat oleh pelaku usaha sekarang sudah dibuat dalam peraturan huku

    Potential Land Selection for Rubber Plantation Using Topsis in Banyumas

    Full text link
    Pemilihan lahan yang berpotensi merupakan aspek krusial dan bagian dari strategi perencanaan tata guna lahan di banyak negara di dunia, baik untuk sektor agrikultur, pariwisata, industri, pusat perdagangan, jalur transportasi, maupun bidang lainnya. Penelitian ini bertujuan menyusun metode praktis dalam memilih lahan potensial untuk perkebunan karet di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Kabupaten Banyumas memiliki potensi untuk tanaman karet, namun hanya sebagian kecil wilayah yang dimanfaatkan. Oleh karena itu, penelitian ini mengidentifikasi lahan terbaik berdasarkan kriteria suhu, curah hujan, drainase, tekstur tanah, kedalaman tanah, kebatuan, dan kelembaban lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TOPSIS efektif dalam menentukan lahan yang sesuai untuk budidaya karet secara objektif dan ekonomis. Penggunaan metode ini dapat dikombinasikan dengan sistem pakar berbasis multikriteria untuk meningkatkan akurasi pemilihan lahan. Berdasarkan perhitungan nilai preferensi (V), wilayah D3, D7, dan D12 memperoleh skor tertinggi, sehingga disarankan sebagai lokasi paling optimal untuk budidaya karet. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan sektor sosial-ekonomi dan sosial-budaya di Kabupaten Banyumas

    Pengaruh Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung

    Full text link
    The purpose of this research is to know and analyze the influence of culture on the performance of work organization and discipline employees at office of public order police Tulungagung district. This study using descriptive quantitative methods. With a population of all employees of state civil apparatus (ASN). The sample of this research are 86 respondents employees of state civil apparatus (ASN) office of public order police Tulungagung district. Data collection method using a questionnaire, literature and methods of observation field. While the data analysis using analysis linear regression. This research result indicates that cultural organization and discipline work led to the employee performance. This is supported by income value r square or coefficient determination  shows 0,641 so interpreted if variable X1 cultural organizations and X2 the discipline 64,1% having contribution of Y the employee performance and influenced by factors other than variable X about 35.9 %. In addition, in the f count 5,496 receive is worth of 0,002 sig. Thus showing that the f count > f table or 5,496 > 3,11 with the sig 0,002< 0,05. Thus received hypothesis. While on the outcome of the t known for partial that cultures organization and discipline work led to the employee performance in office of public order police Tulungagung district

    Strategi Pengembangan Peternakan Sapi Perah UD. Saputra Jaya Menggunakan Metode Business Model Canvas

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi pengembangan peternakan sapi perah UD. Saputra Jaya menggunakan metode Business Model Canvas. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan lokasi didasarkan pada metode purposive. Jumlah informan sebanyak 5 orang yang berwenang di UD. Saputra Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan peternakan sapi perah UD. Saputra Jaya dari Sembilan komponen BMC yaitu : 1) Key Partner, penambahan kemitraan dengan peternak Kecamatan Brangkal. 2) Key Activities yaitu pembuatan pupuk kompos dari limbah feses sapi. 3) Value Proposition yaitu memberi edukasi kepada peternak yang mempengaruhi kualitas. 4) Customer Relationship, penambahan SDM berkualitas di bidang IT sebagai pengelola aplikasi promosi. 5) Customer Segment tidak terdapat penambahan. 6) Key Resource pembuatan pabrik pakan baru. 7) Elemen Channels yaitu melalui akun sosial media Instagram dan facebook. 8) Cost Structure yaitu biaya pembangunan untuk pembangunan pabrik pakan baru. 9) Revenue Streams yaitu pengolahan pupuk kompos dan pembuatan pabrik pakan baru.  The aim of the research is to determined the strategy for developed UD's Saputra Jaya dairy farm. Saputra Jaya uses the Business Model Canvas method. The research methods used are observation and interviews. Data analysis uses qualitative descriptive methods. Location determination is based on the purposive method. The number of informants was 5 people who were authorities at UD. Saputra Jaya. The research results showed that the strategy for developing UD’s Saputra Jaya dairy farm from nine BMC components, including: 1) Key Partner, additional partnership with breeders in Brangkal District. 2) Key Activities, namely making compost from cow feces waste. 3) Value Proposition, namely providing education to breeders that influences quality. 4) Customer Relationship, adding quality human resources in the IT sector as promotional application managers. 5) There are no additions to the Customer Segment. 6) Key Resource for creating a new feed factory. 7) Channels elements, namely through Instagram and Facebook social media accounts. 8) Cost Structure, namely the construction costs for building a new feed factory. 9) Revenue Streams, namely processing compost fertilizer and creating a new feed factory

    RESPON PEMBERIAN DOSIS PUPUK KIESERITE TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS YANGAMBI DAN DUMPY PADA FASE MAIN NURSERY

    Full text link
    Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat penting di Indonesia karena merupakan salah satu sumber pendapatan devisa nonmigas yang cukup besar. Dalam budidaya kelapa sawit, pembibitan menjadi salah satu kunci keberhasilan penanaman di lapangan. Pada fase pembibitan ini, terutama pada fase Main Nursery pemupukan menjadi salah satu hal yang sangat penting. Salahsatunya pemupukan dengan pupuk kieserite. Pupuk Kieserite adalah magnesium yang sangat cocok untuk menyeimbangkan nutrisi dalam sistem pertanian intensif yang bertujuan untuk menghasilkan hasil tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk Kieserite yang memberikan pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terbaik pada setiap jenis varietas pada fase Main Nursery. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiapperlakuan diambil 3 sampel, sehingga total terdapat 72 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu varietas (V) memiliki 2 taraf yaitu v1 (varietas DxP Yangambi) dan v2 (varietas DyxP Sungai Pancur 1 (Dumpy). Faktor kedua yaitu dosis pupuk kieserite (K) memiliki 3 taraf yaitu k1 (6 gram/bibit), k2 (9 gram/bibit), dan k3 (12 gram/bibit). Hasil analisis menunjukkan terdapat interaksi perlakuan varietas kelapa sawit dan dosis pupuk kieserite pada parameter pengamatan laju pertumbuhan tinggi tanaman, laju pertumbuhan jumlah pelepah per tanaman, dan luas daun. Dosis pupuk kieserite 9 gram/bibit pada varietas DxP Yangambi memberikan hasil tertinggi pada parameter laju pertumbuhan tinggi tanaman dan luas daun sedangkan Dosis pupuk kieserite 6 gram/bibit pada varietas DyxP Dumpy memberikan hasil terbaik pada parameter laju pertumbuhan jumlah pelepah per tanaman dan luas daun

    The Influence of Macroeconomic Factors on Market Performance with Return on Assets as Moderation of Conventional Banks at IDX 2020-2023

    Full text link
    This study aims to analyze the effects of credit interest rates, inflation, and bank size on market performance, with Return on Assets (ROA) as a moderating variable. The study uses a sample of 93 conventional banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2020 to 2023. Data were analyzed using multiple regression methods with a quantitative approach. The results indicate that credit interest rates and inflation have a negative and significant effect on market performance, while bank size has a positive and significant effect. ROA moderates the relationship between bank size and market performance but does not significantly moderate the effects of credit interest rates and inflation on market performance. This study provides insights for stakeholders in understanding macroeconomic factors that influence banking stability in Indonesia

    Pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Terhutang dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang bentuk penyelesaian pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan yang terhutang pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam pengaturan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan yang terhutang pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap serta menganalisis bentuk penyelesaian pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan yang terhutang pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: Pertama, pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebagaimana diatur pada Pasal 33 ayat (2) Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 tahun 2018 bahwa Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan menyatakan bahwa dalam hal peserta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap tidak atau belum mampu membayar BPHTB maka yang bersangkutan akan membuat Surat Pernyataan BPHTB Terhutang hingga waktu yang tidak ditentukan kapan BPHTB akan dilunasi sepanjang penerima sertipikat belum mengalihkan hak sertipikat dan menjadikan sertipikat tersebut menjadi hak tanggungan; dan dalam hal penerimaan sertipikat hak atas tanah tidak atau belum mampu membayar BPHTB dan atau masih adanya tunggakan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) oleh pihak lain atas tanah yang bersangkutan maka akan diterbitkan sertipikat hak atas tanah. Kedua, Program PTSL bertujuan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. BPHTB sebagai pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan memiliki keterkaitan erat dengan PTSL. Permasalahan BPHTB terutang dapat diselesaikan dengan pemberian insentif pajak sesuai ketentuan yang berlaku

    Earnings Management Analysis of Basic Materials Firms Listed on the Indonesia Stock Exchange (2021-2023) with Firm Size as a Moderating Variable

    Full text link
    This study was conducted to investigate how Audit Quality, Profitability, Leverage, Information Asymmetry, and Tax Planning influence Earnings Management. It also aims to understand how Firm Size moderates or affects the impact and form of the connection among the variables that are independent and dependent. The methodological framework applied is causal comparative with a quantitative approach. Financial reports of firms within the Basic materials that are listed between 2021 and 2023 on the Indonesia Stock Exchange provided the data for this scrutiny. Employing a purposive sampling technique to select the research sample, resulting in 84 firms which satisfied the research requirements, yielding 252 observations. Multiple linear regression analysis was used to evaluate the first hypothesis, while the absolute difference test methodology was used to examine the second. The findings revealed that Audit Quality, Profitability, and Information Asymmetry did not have a major impact on Earnings Management. However, Leverage and Tax Planning had a negative impact on Earnings Management. The results also indicated that Firm Size significantly moderated the connection between Tax Planning and Earnings Management. However, Firm Size was not proven to moderate the connection among Audit Quality, Profitability, Leverage, and Information Asymmetry with Earnings Management

    Systemic Functional Linguistics: Mood System and Transitivity of Fast-Food Restaurant Slogans

    Full text link
    This study aims to find out types of mood systems and systems of transitivity used in fast food restaurant slogans and to find out how fast food restaurant slogans use mood systems and transitivity. The researcher used a descriptive qualitative design. The researcher takes McDonald’s, KFC, Burger King, Subway, and Pizza Hut as slogans. There are four types of mood systems, namely declarative, imperative, interrogative and exclamative. Based on the analysis of the slogans used in fast food restaurant, the most dominant types used is declarative mood (73,7%), while the second types is imperative mood (15,8%), the third place is interrogative mood (10,5%), and there is no exclamative mood (0%).  According to analysis of the transitivity system based on Halliday’s theory, the result of this analysis found material processes (47,4%) is the most dominant process, while relational processes (36,8%), mental processes (15,8%), and there is no verbal, behavioural and existential processes used in fast food restaurant slogans. Based on Halliday’s theory, mood types have their own function in the clause. Mostly, the function of the slogans is found in the declarative mood, is the writer (companies) conveys the information and makes a statement to the reader (customer). While imperative mood is found in fast food restaurant slogans also has a function. Its function is for the writer (companies) to convey the command and order to the reader (customer). Although interrogative only two clauses are found in fast food restaurant slogans, it function is the writer (companies) asks the question to the reader (customer)

    2,756

    full texts

    3,043

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇