Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
Not a member yet
    3043 research outputs found

    Phonological Deviations Produced By Dyslexic Adolescent in Indonesian Language

    Full text link
    Despite Indonesian’s transparent orthography and frequent reading exposure, dyslexic students continue to experience reading impairments into adolescence. This study aimed to analyse the phonological deviations observed during dyslexic adolescents’ reading activities in an inclusive school in Surabaya. This qualitative study involved face-to-face reading tests using a corpus-informed instrument comprising 180 phonologically selected keywords arranged into 55 sentences, administered to two adolescent participants with dyslexia.  Of 55 total errors, 33 were phonological; most outputs were non-words (20/33). Feature-changing was the predominant process (16/33), typically preserving at least one feature (often place of articulation), consistent with subtle but systematic sub-lexical grapheme–phoneme mapping weaknesses. Vulnerabilities clustered around velar segments (/k, g, ŋ, x/) and high-load contexts—consonant clusters (e.g., /st/, /tr/), digraphs (<ng>, <kh>), and vowel/consonant sequences—often managed via epenthesis (e.g., schwa insertion in /st/, /ŋ/→/ŋg/) or deletion (e.g., coda /k/). Some patterns (e.g., /v/→/f/, /ʃ/→/s/, schwa in /st/) aligned with Javanese phonotactics, while others (e.g., certain velar substitutions) were not L1-explainable, underscoring a core phonological-decoding deficit.  Findings indicate that, even after years of literacy exposure, phonological decoding remains the major handicap for Indonesian-speaking dyslexic adolescents; assessments and interventions should therefore target sub-lexical mapping in clusters, digraphs, codas, and velars, while accounting for local phonotactic influences

    PELAKSANAAN GUGATAN SEDERHANA (SMALL CLAIM COURT) DI PENGADILAN NEGERI KEDIRI

    Full text link
    Penelitian ini membahas terkait gugatan sederhana di Pengadilan Negeri Kediri. Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan dan tata cara gugatan sederhana di Pengadilan Negeri Kediri. Hal ini dimaksudkan untuk (1) menganalisis pelaksanaan gugatan sederhana di Pengadilan Negeri Kediri dan untuk (2) menganalisis hambatan tentang pelaksanaan gugatan sederhana di Pengadilan Negeri Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan Perma no 4 Tahun 2019 di Pengadilan Negeri Kediri masih memiliki banyak kendala dalam Penerapan asas sederhana cepat dan biaya ringan walaupun kelihatannya sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang ada namun masih ditemukannya hambatan dan dalam praktiknya di lapangan, hal ini bisa dilihat dimana masih banyak nya problem yang berasal dari internal dan eksternal pengadilan Negeri Kediri. Pengadilan diharapkan agar dapat memberikan informasi yang disampaikan dengan cara lebih menggiatkan lagi sosialisasi mengenai Perma no 4 tahun 2019 ini, karena masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui tentang Perma ini, hal ini diharapkan agar untuk mempermudah para pencari keadilan dalam menyelesaikan Perkaranya di Pengadilan

    PELAKSANAAN PENETAPAN WALI HAKIM AKIBAT WALI ADHAL DI PENGADILAN AGAMA KOTA KEDIRI ( Studi Kasus Penetapan Perkara No. 23/pdt.p/2020/pa.kdr)

    Full text link
               Dalam pernikahan Islam terdapat syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Salah  satunya yaitu wali nikah. Keberadaan seorang wali dalam akad nikah merupakan suatu yang harus dipenuhi, dalam arti perkawinan yang dilangsungkan tanpa wali, maka perkawinan tersebut batal atau tidak sah. Namun perlu diketahui bahwa dalam kenyataannya wali nikah seringkali menjadi permasalahan atau kendala dalam pelaksanaan pernikahan, karena wali nikah tidak bersedia atau menolak untuk menjadi wali bagi calon mempelai perempuan baik alasan yang dibenarkan oleh syara‟ maupun alasan yang bertentangan dengan syara‟. Fenomena tersebut terjadi di Pengadilan Agama Kota Kediri.. Sehingga ada dua permasalahan yang dikaji dalam thesis ini yaitu, (1) Bagaimana pelaksanaan penetapan wali hakim akibat wali adhal di Pengadilan Agama Kota Kediri? (2) Apakah pertimbangan hakim dalam menetapkan perkara No.0023pdt.p/ 2020/pa.kdr. mengenai wali adhal sesuai dengan Hukum Islam? Jenis penelitian menggunakan hukum empiris. yaitu penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum (pertimbangan hakim) secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang yang terjadi dalam masyarakat. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara  dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Perkara wali adhal di Pengadilan Agama Kota Kediri tahun 2020 diputuskan dengan beebrapa pertimbangan. yaitu karena tidak ada larangan dan halangan untuk menikah antara pemohon dan calon suami pemohon, penolakan wali nikah tidak berdasarkan hukum, ketidak hadiran wali nikah dalam persidangan, dibuktikan dengan bukti-bukti dan keterangan dari saksi, dan berorientasi pada kemaslahatan. (2) Dalam Putusan Nomor 0023/Pdt .P/2020/pa.kdr. apabila ditinjau maqashid as-syariah

    Tinjauan Yuridis Pemidanaan Terhadap Penyalahgunaan Narkotika (Studi Putusan Nomor 2106/Pid.Sus/2018/Pn Tng)

    Full text link
    Pemidanaan terhadap penyalahgunaan narkotika menjadi fokus penting dalam hukum pidana, khususnya di Indonesia, karena dampak seriusnya bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini meninjau pemidanaan melalui analisis putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 2106/PID.SUS/2018/PN TNG. Tinjauan yuridis pada putusan tersebut mencakup proses hukum dari penyidikan hingga penjatuhan hukuman, serta relevansi dengan perundang-undangan yang berlaku. Aspek-aspek seperti ketentuan pidana, bukti-bukti, dan pertimbangan hukum menjadi subjek kajian penting. Putusan tersebut menunjukkan kompleksitas dalam penegakan hukum terkait penyalahgunaanan narkotika. Dalam putusan tersebut, upaya rehabilitasi bagi penyalahgunaan narkotika tidak selalu dapat dilakukan meskipun terdakwa terbukti bersalah. Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara dengan pertimbangan bahwa perbuatan terdakwa melanggar hukum pidana narkotika, norma hukum Indonesia, dan dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain. Meskipun demikian, upaya rehabilitasi tetap menjadi penting dalam penanganan kasus penyalahgunaanan narkotika untuk mengurangi risiko kambuhnya perilaku tersebut di masa depan

    Pengaruh GCG, CSR, Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi

    Full text link
    Penelitian ini menelaah implikasi GCG, CSR, serta Leverage terhadap value perusahaan dalam bidang perbankan yang resmi terlisting di Bursa Efek Indonesia selama kurun 2019–2023, dengan profitabilitas diposisikan sebagai variabel pemoderasi. Metode yang dipakai berupa pendekatan kuantitatif memakai teknik purposive sampling pada 20 perusahaan, sedangkan pemrosesan informasi dilakukan melalui Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS v4. Temuan riset menampilkan bahwa CSR memberi efek positif signifikan atas nilai perusahaan, namun GCG dan Leverage tidak memperlihatkan pengaruh yang berarti. Profitabilitas hanya berfungsi menjadi moderator pada keterkaitan GCG terhadap nilai perusahaan. Secara garis besar, implementasi CSR mampu meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan GCG dan Leverage tidak memberikan dampak langsung. Profitabilitas terbukti memperkuat hubungan GCG terhadap nilai perusahaan. Rekomendasi diberikan agar perusahaan memperkuat praktik GCG dan CSR melalui program nyata yang menghasilkan dampak konkret dan positif bagi perusahaan

    Analisis Pengelolaan Dana Desa Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Infrastruktur Serta Kesejahteraan Masyarakat

    Full text link
    This study aims to analyze the management of village funds and their impact on infrastructure development and community welfare in Tunggulsari Village, Kedungwaru District, Tulungagung Regency. This research employs a quantitative approach using a survey method through questionnaires distributed to residents and village officials. The variables examined include transparency, participation, fund usage effectiveness, quality of village government human resources, and fund management infrastructure as independent variables, with community trust, government-community communication, and social welfare as mediating variables, and infrastructure, economic welfare, public services, and social inequality as dependent variables. The results indicate that effective village fund management significantly influences infrastructure development and enhances community welfare. These findings highlight the importance of transparency and active community participation in the planning and implementation processes of village fund management

    Pengaruh Tingkat Kompetensi, Pengalaman Inseminasi Buatan (IB) Dan Pendidikan Terhadap Peningkatan Angka Kebuntingan Di Kabupaten Tulungagung

    No full text
    This research have purpose to the effect of competency level, insemination experience, and education level on increasing pregnancy rates in cattle in Tulungagung Regency. The background of this study is based on the low pregnancy rate in several areas even though the AI program has been promoted nationally. Tulungagung Regency as one of the areas with the highest cattle population in East Java is a strategic object in this study. The method used is a quantitative approach with data collection techniques through questionnaires, interviews, and observations. The research sample consisted of 40 inseminators selected by purposive sampling. Data analysis was carried out by validity test, reliability test, classical assumption test, and multiple linear regression analysis. The results of the study showed that simultaneously, the level of competency, experience, and education of inseminators had a significant effect on pregnancy rates. Partially, the three variables also had a positive and significant effect. Technical competence and field experience have been shown to increase the success of AI implementation, while education provides a deep understanding of reproductive management. This study recommends increasing training and continuing education for inseminators and strengthening technical support from local governments to optimize the AI program. These findings are expected to be a reference in designing strategies to increase livestock productivity based on improving the quality of human resources. &nbsp

    Faktor Internal Dan Eksternal Dalam Perolehan Nilai Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perolehan nilai evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Pemerintah Kabupaten Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan nilai hasil evaluasi SAKIP pada Pemerintah Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penilaian SAKIP dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan kinerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai evaluasi meliputi budaya kerja dan etos kerja pegawai, perencanaan kinerja yang belum optimal, kepemimpinan dan komitmen pimpinan, peran pengawasan Inspektorat dan eksternal, pengaruh kebijakan Kementerian PAN-RB serta respon terhadap rekomendasi evaluator eksternal. Penurunan nilai SAKIP berdampak terhadap menurunnya efektivitas pelaksanaan program, transparansi, mutu layanan publik, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah

    Fungsi Manajemen POAC pada Literasi Kopi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno

    Full text link
    The library is not only a center of information resources but also a place for self-transformation into a socio-cultural hub by empowering and democratizing the community and local populations in an effort to improve public welfare. "Coffee Literacy" is one of the social inclusion programs of the UPT Proklamator Bung Karno Library, conducted in the form of a three-day workshop. It includes theoretical and practical materials about barista skills, attended by participants from the Greater Blitar area who are either already involved in or interested in learning about the coffee industry business. This qualitative research, using a case study strategy, was carried out through data collection methods such as interviews, observation, and focused group discussions to analyze the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) management and to identify challenges and find solutions to optimize the management of the Coffee Literacy program. The results of the study show that the POAC analysis of the Coffee Literacy program indicates: Planning: The concept and technical implementation of Coffee Literacy has been partially achieved, and fully achieved in terms of the objectives, location, timing, and actors involved in the program. Organizing: The planning and development to achieve the program’s goals have not yet been achieved. Resource allocation has been partially achieved, while task delegation and assigning responsibilities have been accomplished. Actuating: Two indicators — staffing and motivating — have not yet been achieved. Controlling: This consists of four indicators — setting implementation standards, determining performance metrics, measuring actual performance and comparing it with standards, and taking corrective actions when deviations occur — none of which have been achieved. From year to year, Coffee Literacy has met the targets set by the Social Inclusion Team of UPT Proklamator Bung Karno Library, which are still limited to participant quotas and have not referred to specific goals and measurable performance indicators (Key Performance Indicators/ KPIs). This has led to several implementation complaints, including technical issues such as delays in the event schedule, diverse levels of participants’ knowledge about coffee, and a mismatch between practice equipment and the large number of participants. It also results in content being perceived as less relevant to current issues in the coffee industry, presentations considered monotonous, and the absence of practical modules that can serve as guides for running a business in the coffee industr

    Pengaruh Rotasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Bea Cukai Kediri Melalui Work Life Balance

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of job rotation on employee performance with work-life balance as a mediating variable at the Kediri Customs Office. Using a quantitative approach with a survey method, data were collected from 83 active employees through a closed questionnaire. Data analysis employed Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS 4.0. The results show that job rotation has a positive effect on work-life balance and directly improves employee performance. Work-life balance also positively influences performance and mediates the effect of job rotation on performance. These findings suggest that structured and planned job rotation can enhance employee skills, reduce burnout, and support a healthier work environment, ultimately boosting organizational performance.

    2,756

    full texts

    3,043

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇