Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
Not a member yet
3043 research outputs found
Sort by
Politik Hukum Pembangunan Hukum Nasional dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1973 dan Tahun 1978
This article aims to explore the legal policy on national legal development in the 1973 and 1978 Guidelines of State Policy of the Republic of Indonesia (GBHN). Through a normative legal research approach, incorporating statutory, historical, and conceptual analysis, the study reveals several key insights. First, the GBHN serve as the overarching framework for national development, ensuring continuity across various sectors to realize the national goals outlined in the Preamble to the 1945 Constitution. Pancasila and the 1945 Constitution are positioned as enduring legal policy. Second, both the 1973 and 1978 GBHN emphasize the creation, renewal, codification, and unification of laws. The legal policy on legal development outlined in the 1978 GBHN not only build upon but also expand the initiatives of the 1973 GBHN. The development of the national legal system in both guidelines occurs simultaneously, addressing the legal substance, structure, and culture within society. Third, while legal development is crucial, it is not the highest priority, as it is seen as a supportive element to the economic sector, which was considered more pressing at the time.Tujuan artikel ini adalah menganalisis politik hukum tentang pembangunan hukum nasional dalam GBHN tahun 1973 dan tahun 1978. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan politik hukum tentang pembangunan hukum di dalam kedua GBHN sebagai berikut: Pertama, GBHN sebagai pola umum pembangunan nasional yang merupakan kontinuitas program pembangunan di segala bidang untuk mewujudkan tujuan nasional dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila dan UUD 1945 merupakan landasan pembangunan. Dalam hal ini Pancasila dan UUD 1945 diposisikan sebagai politik hukum yang bersifat tetap. Kedua, kedua GBHN berorientasi pada mengadakan pembaharuan, kodifikasi serta unifikasi hukum. Politik hukum dalam pembangunan hukum, termasuk dengan pembaruan hukum, dalam GBHN 1978 tidak hanya diteruskan bahkan akan ditingkatkan dari GBHN tahun 1973. Pembangunan sistem hukum nasional dalam kedua GBHN dibangun secara simultan baik yang menyangkut substansi hukum, struktur hukum, maupun budaya hukum masyarakat. Ketiga, pembangunan hukum nasional bukan merupakan prioritas, karena sebagai penunjang bidang ekonomi yang dipandang lebih mendesak
Komedi Gelap (Dark Jokes) dan Batasannya dalam Hukum Pidana Indonesia
Studi ini mengkaji implikasi hukum dari lelucon gelap dalam konteks hukum pidana Indonesia, khususnya berkaitan dengan masalah pencemaran nama baik dan penghinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batasan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab hukum dalam ranah humor gelap, dengan menyelidiki bagaimana lelucon semacam itu dapat berpotensi melanggar Pasal 27 (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 310-311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Menggunakan metode penelitian normatif, studi ini menganalisis teks hukum, keputusan pengadilan, dan literatur terkait untuk memahami kerangka hukum yang mengelilingi lelucon gelap. Temuan menunjukkan bahwa, meskipun lelucon gelap sering dimaksudkan sebagai humor, lelucon tersebut dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang signifikan ketika menargetkan individu atau kelompok. Penelitian ini menekankan pentingnya menetapkan standar hukum yang jelas untuk menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan perlindungan reputasi individu. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi tantangan dalam menafsirkan dan menerapkan hukum terkait pencemaran nama baik elektronik di Indonesia, serta mengadvokasi pemahaman yang lebih mendalam tentang persimpangan antara humor dan akuntabilitas hukum.Studi ini mengkaji implikasi hukum komedi gelap (dark jokes) dalam konteks hukum pidana Indonesia, khususnya berkaitan dengan masalah pencemaran nama baik dan penghinaan. Penelitian ini untuk menganalisis apakah dark jokes dapat dikategorikan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik serta menganalisis batasan penghinaan dan pencemaran nama baik dalam hukum pidana terkait dark jokes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris. Temuan menunjukkan bahwa, meskipun lelucon gelap sering dimaksudkan sebagai humor, lelucon tersebut dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang signifikan ketika menargetkan individu atau kelompok. Penelitian ini menekankan pentingnya menetapkan standar hukum yang jelas untuk menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan perlindungan reputasi individu. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi tantangan dalam menafsirkan dan menerapkan hukum terkait pencemaran nama baik elektronik di Indonesia, serta mengadvokasi pemahaman yang lebih mendalam tentang persimpangan antara humor dan akuntabilitas hukum
The Effect of Work Life Balance and Career Development on Employee Productivity (Case Study of the Medan Regional Office of AJB Bumiputera 1912)
Ketika karyawan mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, produktivitasnya meningkat. Pengembangan profesional diketahui berdampak negatif dan rendah terhadap produktivitas karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh work-life balance dan pengembangan profesional terhadap produktivitas karyawan AJB Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Medan. Pada penelitian asosiatif, jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini mencakup 66 pekerjanya, sehingga memberikan sampel yang mewakili total populasi. Analisis regresi berganda menggunakan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir dan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pekerja di Kantor Wilayah AJB Bumiputera 1912 Medan. Pengembangan karir dan work-life balance secara simultan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan AJB Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Medan. Hal ini menandakan bahwa AJB Bumiputera 1912 kantor wilayah Medan perlu memberikan perhatian khusus terhadap work-life balance dan pengembangan profesional untuk meningkatkan produktivitas karyawan
Increasing Brand Awareness: Health Knowledge, Environmental Focus and Green Innovation
This study's objective is to establish, evaluate, and advance health information that can serve as a mediator between green innovation, brand awareness, and an environmental focus. The nature of this investigation is causal. Each individual in the sample was 200. Using SEM (partial least squares), the data was processed (PLS). Health Knowledge (X3), Environmental Focus Variable (X1), and Green Innovation (X2) all have an effect on brand awareness, according to the findings of this study (Y). Nevertheless, the impact of the health knowledge variable (X3) as a mediating factor between environmental focus (X1) and brand awareness (Y) is non-significant. With the intention of increasing customer brand awareness for green firms, this research suggests that business professionals should be guided toward environmentally focused initiatives and green innovation. A corporation or organization can encourage consumers to utilize itself by gaining greater recognition from them through the promotion of brand awareness
Literature Study of Stock Investment Risk Analysis for Beginner Investors
Awareness of investment has been owned by all parties, including young people who unfortunately still do not understand the risks of investment. This can certainly have a negative impact that is far from the expectations or objectives of the investment itself. This article was compiled using a literature review based on the Google Scholar database for the period 2014-2024, with one of the objectives to study the risks often experienced by novice investors. The results of the literature review show that investment decisions whose decision making is ideally rational, but often become irrational and this condition is very relevant to various theories such as the theory of Efficient Market Hypothesis (EMH), the theory of Behavioral Finance, the Theory of Planned Behavior
PENGGUNAAN ACTIVITY BASED COSTING DAN CUSTOMER LIFETIME VALUES GUNA PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIK PROFITABILITAS PELANGGAN
Perusahaan haruslah menghitung biaya secara rinci terhadap biaya pelanggan, sehingga biaya dikeluarkan terhadap pelanggan dapat sebanding dengan keuntungan yang didapatkanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Activity Based Costing dan Customer Lifetime Value guna pengambilan keputusan strategik profitabilitas pelanggan.
Penelitian ini adalah penelitian deskripstif kuantitatif pada Nobby Hijab Kediri & Blitar. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berupa dokumentasi, wawancara. Teknik Analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa biaya activity based costing Nobby Hijab Kediri memiliki biaya yang terendah daripada Nobby Hijab Blitar dengan biaya pertransaksi sebesar Rp.194.935/transaksi. Sedangkan perhitungan Customer Lifetime Value pada toko Nobby Hijab Kediri memiliki nilai lebih tinggi daripada Nobby Hijab Blitar dengan nilai Rp.732,583,000. Penerapan Activity Based Costing dan Customer Lifetime Value dalam menentukan customers profitabilitas analisis diketahui bahwasanya pelanggan yang lebih baik adalah pelanggan yang berada pada Nooby Hijab Kediri dengan profitablitas pelanggan sebesar Rp.665,984,545, sedangkan pelanggan segmen passive yang menguntungkan pada toko Nobby Hijab Kediri sebanyak 56 orang dan pada toko Nobby Hijab Blitar sebanyak 66 orang
RSAL FM Ad Registration Chatbot Application Using Black-Box and White-Box Testing Methods
Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL) FM merupakah stasiun radio pemerintah daerah Nganjuk, telah meraih banyak penghargaan, termasuk sebagai program siaran berjaringan terbaik oleh Pascasarjana Universitas Airlangga. Meskipun situs web resmi RSAL FM seringkali kurang lengkap dalam informasi, terutama terkait pendaftaran iklan radio, hal ini menyulitkan pengelolaan permintaan informasi. Solusi yang diusulkan adalah pengembangan chatbot dengan metode Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing/NLP) untuk memberikan informasi yang tepat dan detail kepada pengguna sebelum mereka melakukan pemesanan iklan. Chatbot ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam mengelola pertanyaan dengan respons konsisten dan akurat, tersedia 24/7, dan meningkatkan aksesibilitas informasi RSAL FM. Pengujian Blackbox menunjukkan aplikasi dapat digunakan dengan baik, sementara pengujian Whitebox menunjukkan nilai yang konsisten untuk metrik Cyclomatic Complexity (8), Region (8), dan Independent Path (8). Hasil pengujian beta dengan pengurus RSAL FM dan pengguna, dengan jumlah 10 orang, hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan rata-rata keseluruhan hasil jawaban (87%) merasa chatbot efektif dalam membantu menangani masalah di RSAL FM
Pendampingan Literasi Numerasi Berbasis Go Green dengan Menerapkan Nilai Profetik di MIS Kota Langsa
Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan literasi numerasi berbasis go green pada guru dan siswa dengan menanamkan nilai-nilai profetik. Pelaksanaan pendampingan dilakukan di dalam dan di luar ruang kelas dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi berbasis go green. Teknik pendampingan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Langkah-langkah pendekatan ABCD diawali analisis kebutuhan dengan melihat aset-aset yang dimiliki madrasah, merumuskan permasalahan, merancang/mengembangkan bahan pembelajaran bersama guru-guru kelas II yang terlibat, mendampingi guru melaksanakan kegiatan pembelajaran materi penjumlahan bilangan bulat berbasis go green di dalam dan di luar kelas dengan menanamkan nilai profetik, melakukan evaluasi dan umpan balik terhadap kemajuan siswa, serta melaksanakan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan pengabdian ini melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru kelas II, dan seluruh siswa kelas II MIS Terpadu kota Langsa. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi partisipatif yaitu abdimas turut serta terlibat langsung dalam subjek yang diteliti. Adanya keterlibatan langsung pada aktifitas keseharian subjek yang diamati untuk memperoleh pandangan dan pemaknaan subjek terhadap kegiatan-kegiatan yang berlangsung.Berdasarkan analisis kebutuhan di MIS Terpadu Kota Langsa ditemukan kurangnya kepekaan siswa terhadap lingkungan, minimnya kemampuan literasi numerasi siswa, guru cenderung menggunakan bahan ajar yang telah ada yang diperoleh dari penerbit sehingga tidak sesuai dengan karakteristik serta budaya siswa. Tujuan dari makalah ini adalah untuk melakukan pendampingan literasi numerasi berbasis go green pada guru dan siswa dengan menanamkan nilai-nilai profetik. Pelaksanaan pendampingan dilakukan di dalam dan di luar ruang kelas dalam menumbuhkan kemampuan literasi numerasi berbasis gogreen. Tehnik pendampingan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Langkah-langkah pendekatan ABCD diawali analisis kebutuhan dengan melihat aset-aset yang dimiliki Madrasah, merumuskan permasalahan, dan merancang/mengembangkan bahan pembelajaran bersama guru-guru kelas 2 yang terlibat, dan mendampingi guru melaksanakan kegiatan pembelajaran materi penjumlahan bilangan bulat berbasis gogreen di dalam dan di luar kelas dengan menanamkan nilai profetik, melakukan evaluasi dan umpan balik terhadap kemajuan siswa, serta melaksanakan Focus Group Discution (FGD). Kegiatan pengabdian ini melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru kelas 2, dan seluruh siswa kelas II MIS Terpadu kota Langsa. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi partisipatif yaitu abdimas turut serta terlibat langsung dalam subjek yang diteliti. Adanya keterlibatan langsung pada aktifitas keseharian subjek yang diamati untuk memperoleh pandangan dan pemaknaan subjek terhadap kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Angket respon guru dan siswa terhadap kegiatan yang dilaksanakan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data emic dan data etic kemudian dianalisis kata, prasa, selanjutnya diorganisasi. Data yang telah terorganisasi tersebut dirangkum kemudian digeneralisasi dan dibuat kesimpulan
PERLINDUNGAN HAK ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN PADA PROSES REKONSTRUKSI
This study aims to examine children's rights in carrying out the reconstruction of cases of abuse carried out by investigators, the obstacles that are often faced by investigators in carrying out reconstruction, and the efforts of investigators to deal with obstacles when carrying out reconstruction, this study uses empirical juridical research, namely examining applicable legal provisions and what actually happens in society. As for the results of the first study, Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection regulates the protection of the rights of children who become suspects in criminal acts because criminal justice for children is not merely a punishment but for improvement. conditions, maintenance and protection of children and preventing repetition of acts by using constructive courts. Second, the obstacle in the process of reconstructing the crime itself is that ideally in carrying out the reconstruction of the crime it must be carried out at the scene of the incident. Because by carrying out the reconstruction of the crime at the scene of the case, it will make it easier for the suspect to carry out his actions thereby facilitating the examination. However, it is not uncommon for the reconstruction of a crime to be carried out at the scene of the actual incident. This is because there are obstacles from the community, whose emotions usually have not subsided due to cases that have happened to their families and their environment. Usually, in big cases and this worries the community, reconstruction of the crime is not carried out at the place where the case occurred. So that in cases like this the reconstruction of the crime is carried out at the scene determined by the investigator, and the third is that obstacles arising from the investigation process in overcoming obstacles that arise due to the loss of evidence can be prevented by providing information to the public. through legal counseling as well as to law enforcement agencies themselves and related agencies. In this way, it is hoped that the public will know more about the importance of evidence in the context of the case settlement process. Meanwhile, other obstacles can be overcome by increasing public legal awareness through legal counseling. This counseling does not have to be carried out in a formal setting but can be carried out informally by each member of the Police in their daily interactions in the community. So that this will bring citizens and the police closer together in a friendly and open relationship
PENERAPAN ANALISA JABATAN PADA UPTD PUSKESMAS SUKORAME BERDASARKAN PERMEN PANRB NOMOR 1 TAHUN 2020 TENTANG PEDOMAN ANJAB DAN ABK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Penempatan Pegawai Pada UPTD Puskesmas Sukorame Kota Kediri dan untuk mengetahui bagaimana spesifikasi penempatan PNS. Dengan dilakukan penempatan pegawai pada posisi yang tepat berarti secara tidak langsung sudah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk menduduki jabatan tersebut. Meskipun penempatan pegawaipada UPTD Puskesmas Sukorame sudah diterapkan atau dilaksanakan dengan optimal, namun berdasarkan data yang di dilihat, masih terdapat hal-hal atau kejanggalan yang ditemuakan di dalam pelaksanaan penempatan pegawai, yaitu bahwa dalam penempatan pegawai mereka tidak melihat dari sisi masa kerja/pengalaman kerja, pendidikan dan golongan yang pegawai miliki. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan besarnya pengaruh analisis jabatan, terhadap kinerja pegawai secara parsial dan simultan. . Oleh karena itu, untuk melakukan penelitian metode normatif, Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 42 orang dan sampel sebanyak 3 orang, yang dimana terdapat Kasubbag Tata Usaha, Bendahara serta staf. Analisis data Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, wawancara, observasi dan dokumentasi, Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh hipotesis yang diusulkan diterim