Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
Not a member yet
    3043 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI FLY ASH DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt) VARIETAS PARAGON TANAH ULTISOL

    Get PDF
    Fly ash waste that contains a lot of minerals can be combined with goat manure to improve soil texture, so it can help increase the growth and yield of Sweet Corn plants (Zea mays L. saccharata Sturt). The study aimed to determine the effect of real differences and the best dose of the combination of fly ash and goat manure on the growth and yield of sweet corn plants (Zea mays L. saccharata Sturt) ultisol soil paragon varieties. The research was carried out on land owned by the Republic of Indonesia Money Printing Company (PERURI) from December 2023 to February 2024. The method used is an experimental method using a single-factor Group Random Design (RAK) with 12 treatments and 3 repeats, so that there are 36 experimental units consisting of: A (Control), B (Goat manure 10 ton/ha), C (Goat Manure 20 ton/ha, D (Fly Ash 15 ton/ha), E (Fly Ash 15 ton/ha + Goat Manure 10 ton/ha),  F (Fly Ash 15 ton/ha + Goat Manure 20 ton/ha), G (Fly Ash 20 ton/ha), H (Fly Ash 20 ton/ ha + Goat Manure 10 ton/ha), I (Fly Ash 20 ton/ha + Goat Manure 20 ton/ha), J (Fly Ash 25 ton/ha), K (Fly Ash 25 ton/ha + Goat Manure 10 ton/ha),  L (Fly Ash 25 ton/ha + Goat Manure 20 ton/ha). The results showed that the treatment had a real effect on plant growth and yield. Fly Ash Treatment 20 ton/ha + Goat Manure 20 ton/ha (I), gives the highest yield of sweet corn plants (187.00 cm), Stem Diameter (27.13mm), Number of leaves (14.67 strands), Wet stash weight (657.00 grams), Cob Length (28.97 grams), Cob Diameter (62.93 mm), Cob weight with cob (516.00 grams) Without cob (394.00 grams) and Number of Cob Seed Rows (15.33 rows).   Keywords: Fly Ash, Goat Manure, Sweet Corn and Ultiso

    UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP HAMA KUTU BERAS (Sitophilus oryzae L.)

    Get PDF
    Kutu beras (Sitophilus oryzae L.) merupakan hama utama yang menyerang beras. Serangan kutu beras (S. oryzae) dapat menyebabkan bulir beras patah sampai hancur menjadi tepung, perubahan rasa dan aroma, sehingga nilai jualnya menurun. Pengendalian yang umum dilakukan yaitu secara kimiawi dengan cara fumigasi, hal ini berbahaya karena akan meninggalkan residu sehingga diperlukan alternatif pengendalian. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pestisida nabati yang dapat menekan dan mengendalikan kutu beras (S. oryzae) pada masa penyimpanan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas 9 perlakuan yaitu P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (ekstrak daun sirsak 10%), P2 (ekstrak daun sirsak 15%), P3 (ekstrak daun pandan wangi 10%), P4 (ekstrak daun pandan wangi 15%), P5 (ekstrak daun sukun 10%), P6 (ekstrak daun sukun 15%), P7 (ekstrak daun serai wangi 10%), dan P8 (ekstrak daun serai wangi 15%) dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 (ekstrak daun pandan wangi 15%) memberikan hasil rata-rata tertinggi pada mortalitas (97,50%) dan tingkat efikasi (97,50%). Penggunaan ekstrak daun pandan wangi 10% efektif dalam pengendalian kutu beras

    Manajemen Integrasi Kurikulum Ketakhassusan dan Kurikulum Merdeka dalam Meningktkan Mutu Lulusan

    No full text
    This study aims to examine how the management of the unique curriculum and the Merdeka curriculum can improve the quality of school graduates, thereby increasing the quality of school education. Using a qualitative approach, this study collected and analyzed data from interviews, observations, and documentation on matters related to the integrated management of the unique curriculum and the Merdeka curriculum. This research process used source triangulation techniques, namely collecting data sources from several informants and then validating the data. In this model, it is explained that: First, planning is carried out using a pattern combining administrative, arena, and inverted models. Second, implementation is carried out by developing two models: a fragmented model in scientific disciplines and learning subunits and a shared model between scientific disciplines and learning. Third, the evaluation is developed using the Stufflebeam's evaluation model, without including curriculum context assessment. Thus, the results of the overall assessment serve as the basis for continuous reformulation of curriculum integration management. In addition, several aspects of learning outcomes are evaluated in terms of psychomotor and student effectiveness. From these two assessments, an integrated assessment system is developed

    Penerapan E-System Perpajakan, Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 100 responden yang terdaftar di KPP Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-system perpajakan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, karena manfaat yang diberikan dan kemudahan penggunaannya. Dan pengetahuan perpajakan secara parsial berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi, semakin banyak pengetahuan yang dimiliki wajib pajak tentang perpajakan maka semakin tinggi pula Tingkat kepatuhan wajib pajak. Kemudian penerapan e-system perpajakan dan pengetahuan perpajakan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Pengetahuan tentang adanya e-system perpajakan, yang memberikan kemudahan terhadap wajib pajak dapat membantu merubah perilaku wajib pajak tersebut dari yang kurang patuh menjadi patuh akan melaksanakan kewajiban perpajakannya.   Kata Kunci: E-System Perpajakan, Pengetahuan Perpajakan. Kepatuhan Wajib Pajak.. ABSTRACT This research is a type of quantitative research with a total of 100 respondents registered at KPP Blitar. The results of the study show that the implementation of the tax e-system partially has a significant effect on taxpayer compliance, due to the benefits provided and the ease of use. And tax knowledge partially affects the compliance of individual taxpayers, the more knowledge taxpayers have about taxation, the higher the level of taxpayer compliance. Then the application of the tax e-system and tax knowledge simultaneously affects the compliance of individual taxpayers. Knowledge of the existence of a tax e-system, which provides convenience to taxpayers, can help change the behavior of taxpayers from those who are less compliant to those who will comply with their tax obligations. Keywords: E-System of Taxation, Tax Knowledge. Taxpayer Compliance

    PENGATURAN AKTIVITAS SEBAGAI IMPLEMENTASI PIDANA KERJA SOSIAL DALAM PENJELASAN PASAL 85 UNDANG UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PIDANA

    Get PDF
    The sanction of Community Service as formulated in Article 85 of Law Number 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code still contains regulatory ambiguity in determining the activities that constitute community service punishment. The purpose of this research is to determine: 1) The urgency of establishing the specific activities in the implementation of community service punishment in accordance with the explanation of Article 85 of Law Number 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code; and 2) How the determination of activities in the implementation of community service punishment is carried out in the Netherlands. This research is a normative legal study using a statutory approach. The results indicate that community service punishment in Indonesia has a clear legal basis as stipulated in Article 85 of Law Number 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code. However, there remains ambiguity in the determination of community service punishment since no implementing regulation currently exists to govern the specific activities to be performed. The explanation of Article 85 paragraph (1) only provides a general description of the places where community service may be conducted, such as hospitals, orphanages, nursing homes, schools, or other social institutions, but does not clearly specify the types of activities that must be undertaken by the offender at those locations. Therefore, implementing regulations are needed to establish standard procedures for the execution of community service punishment. The Netherlands has detailed implementing regulations supporting community service punishment, as stipulated in Articles 9 and 22c–22k of the Criminal Code of the Netherlands. The implementation of these provisions is carried out by the organization Reclassering Nederland, which could serve as a model for Indonesia in drafting its own implementing regulations to ensure that community service punishment functions effectively. Currently, the regulation of community service punishment in Indonesia relies solely on Article 85 of Law Number 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code. Therefore, implementing regulations are essential to complement existing policies and ensure that community service punishment can be effectively enforced in Indonesia

    PENYELESAIAN SENGKETA PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN JALAN TOL KEDIRI-TULUNGAGUNG YANG BERKAITAN DENGAN WARIS OLEH BADAN PERTANAHAN NASIONAL KOTA KEDIRI

    Get PDF
    Rentannya permasalahan akibat pengadaan tanah untuk kepentingan umum memerlukan adanya landasan hukum yang menjadi jaminan kepastian hukum dalam penyelesaian pertanahan. Salah satu permasalahan pengadaan tanah untuk kepentingan umum terjadi pada pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung yang mana pembebasan lahannya mengalami kendala sengketa waris. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana penyelesaian sengketa pengadaan tanah bagi pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung yang berkaitan dengan waris oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Kediri? 2) Apakah faktor penghambat dan pendukung penyelesaian sengketa pengadaan tanah bagi pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung yang berkaitan dengan waris oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Kediri? Metode penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian hukum empiris. Hasil Penelitian ini yaitu 1) Penyelesaian sengketa waris dalam pengadaan tanah bagi pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung dilakukan melalui mediasi dan konsinyasi sebagaimana telah diatur dalam Pasal 43 dan 44 Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan Dan Penyelesaian Kasus Pertanahan, Pasal 42 dan 43 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum serta Pasal 128 dan Pasal 129 Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. 2) Faktor penghambat penyelesaian sengketa pengadaan tanah bagi pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung yaitu faktor kebudayaan hukum. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu faktor hukum yang mana terdapat berbagai peraturan mengenai konsinyasi

    PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA- MENYEWA TERHADAP BARANG MILIK DAERAH YANG DILAKUKAN PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI DAN PD BPR BANK DAERAH KABUPATEN KEDIRI

    Get PDF
    This study examines the implementation of lease agreements for regional assets between the Kediri District Government and the Regional Bank of Kediri District (PD BPR). The research method employed is socio-legal jurisprudence with descriptive analysis. Primary data includes Civil Code, Agrarian Law, and regulations, supplemented by secondary data from books, journals, and other documents. Data were collected through interviews and document studies. The findings indicate that lease agreements are conducted annually between the Kediri District Government and PD BPR Kediri District. The lease period is one year, with agreed-upon prices updated annually. The Kediri District Government proposes annual rent increases, which are negotiated and incorporated into the lease agreement. Land management is leased for public interest and regional revenue. The Kediri District Government grants the right to use land and buildings for a specific period without ownership rights. Lease agreements are renewed annually to determine rental prices. Ownership rights for school building construction remain with the Kediri District Government, with PD BPR Kediri District acting solely as a lessee

    REFORMA AGRARIA TERHADAP TANAH NEGARA BEKAS HAK GUNA USAHA PT. HARTA MULIA DI KABUPATEN BLITAR

    Get PDF
    Tanah negara bekas hak guna usaha yang belum dimohonkan perpanjanganan hak baru menjadikan tanah tersebut tidak dapat dikelola dengan baik. Hal demikian menjadikan tanah negara bekas hak menjadi objek reforma agraria. Penelitian hukum ini adalah penelitian hukum yuridis-empiris dengan pendekatan undang-undang atau lazim disebut statue approach, pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah Tanah negara bekas hak guna usaha menjadi salah satu objek reforma agraria terkait dengan penataan dan pemerataan pendistribusian hak atas tanah, Pelaksanaan reforma agraria tanah negara bekas hak guna usaha PT. Harta Mulia yang berkedudukan di Kabupaten Blitar dimulai dengan pendekatan yang intens dari Tim GTRA Kabupaten Blitar kepada masyarakat, yang kemudian dilakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah. Sebagai persyaratan reforma agraria Pemerintah Daerah memberikan syarat terkait adanya keadaan Clean dan Clear. Keadaan yang demikian dimaksudkan untuk menjaga kondusifitas para pihak yang terlibat serta tanah yang menjadi objek reforma agraria. Upaya untuk reforma agraria tanah negara bekas hak guna usaha hingga penelitian ini dibuat masih berjalan dan belum menemukan titik terang. Tata Kelola Tanah Negara Bekas Hak Guna Usaha Perkebunan PT. Harta Mulia Kabupaten Blitar sepenuhnyan menjadi kewenangan Presiden melalui Kementerian ATR/BPN dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tata kelola tanah negara bekas hak guna usaha dilakukan dengantetap memperhatikan skala prioritas serta kepentingan yang lebih mendesak

    EFEKTIVITAS PERAN SENTRA PENEGAKAN HUKUM TERPADU (GAKKUMDU) KABUPATEN BLITAR TERHADAP PELANGGARAN TINDAK PIDANA PEMILU PADA PEMILU TAHUN 2024 DI KABUPATEN BLITAR

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang Peran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Blitar Terhadap Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu Pada Pemilu Tahun 2024 Di Kabupaten Blitar, Tujuan Penelitian ini adalah untuk Menganalisis Peran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Blitar Terhadap Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu Pada Pemilu Tahun 2024 Di Kabupaten Blitar sesuai dengan Undang-Undang 7 Tahun 2017, untuk menganalisis Kendala yang terjadi dalam proses penanganan pelanggaran tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh Sentra Gakkumdu Kabupaten Blitar Tahun 2024, Metode Penelitian ini Menggunakan metode empiris, hasil penelitian menjelaskan tentang Peran sentra penegakan hukum terpadu kabupaten blitar terhadap pelanggaran tindak pidana pemilu pada pemilu tahun 2024 di Kabupaten Blitar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 sangat efektif dan berperan dalam penanganan pelanggarannya dibanding dengan pemilu tahun 2019. Kendala yang terjadi dalam proses penanganan pelanggaran tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh sentra penegakan hukum terpadu kabupaten blitar tahun 2024 terdiri dari 2 (dua) faktor yakni faktor regulasi dan faktor kelembagaan

    IMPLEMENTASI DANA TALANGAN HAJI DALAM SENGKETA EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Blitar Nomor 3333/Pdt.G/2014/PA.BL)

    Get PDF
    Dana Talangan Haji adalah bentuk pinjaman yang diberikan kepada individu dengan tujuan membantu mereka dalam memenuhi biaya perjalanan Akibat banyaknya masyarakat yang memanfaatkan dana talangan haji, muncul beberapa masalah, termasuk peningkatan jumlah jemaah haji yang tidak nyata. Ini terjadi ketika individu mendapatkan nomor antrean haji tanpa memiliki tabungan yang mencukupi untuk membayar biaya pendaftaran. Situasi ini menyulitkan pemerintah dalam memproyeksikan jumlah jamaah yang akan melakukan perjalanan haji. Salah satu kasus yang terjadi di masyarakat, seperti halnya yang terjadi di Wilayah Blitar Jawa Timur, Sebagaimana dalam perkara Nomor 3333/Pdt.G/2014/PA.BL, Sehingga ada dua permasalahan yang dikaji dalam thesis ini yaitu,(1) Bagaimana pelaksanaan dana talangan haji dalam sengketa ekonomi syariah studi putusan nomor 333/Pdt.G/2014/PA.BL.? (2) Apakah Pertimbangan Hakim Dalam Pelaksanaan Dana Talangan Haji Dalam Sengketa Ekonomi Syariah Studi Putusan Nomor 3333/Pdt.G/2014/PA.BL? Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris, yaitu penelitian dengan adanya data-data lapangan sebagai sumber data utama, seperti hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) dalam implementasi dana talangan haji perkara Ekonomoi Syariah No. 3333/Pdt.G/2014/PA.BL tampak bahwa pihak KBIH lalai dalam menjalankan kerjsama dengan pihak Bank Syariah Mandiri selaku pemberi dana talangan haji dengan dalih akad wadiah Yad Adhamanah yang mana bahwa akad tersebut tidak tercantum di dalam Perjanjian Kerjasama Maupun ketentuan DSN/MUI. (2) Dalam Putusan Nomor 3333/Pdt.G/2014/PA.BL tersebut telah disesuaikan dengan prinsip-prinsip Hukum Ekonomi Syariah, karena dalam penilaian ini Majelis Hakim dalam pertimbangannya dalam memutus perkara ini berdasarkan alat bukti dan dalil-dalil yang di ajukan oleh pihak penggugat kabur dan sanggahan dari pihak tergugat lebih jelas, dalam demikian hakim menolak seluruh gugatan yang di ajukan oleh penggugat

    2,756

    full texts

    3,043

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇