Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEUDA)
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS TEORI KEYNESIAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI GLOBAL DI TENGAH RESESI DUNIA 2024 MELALUI KEBIJAKAN FISKAL: STUDI PADA NEGARA BERKEMBANG
Penurunan aktivitas perekonomian di berbagai sektor suatu negara menjadi tanda awal terjadinya resesi. Diperkirakan resesi ini akan terjadi secara global. Dalam konteks global, permasalahan ekonomi yang muncul semakin kompleks, tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang semakin beragam. Resisi global tahun 2024 telah membawa dampak signifikan bagi perekonomian dunia. Resi tersebut ditandai dengan kontraksi output, pendapatan, lapangan kerja, dan perdagangan, biasanya disertai dengan penurunan aktivitas bisnis secara umum dan penurunan belanja konsumen. Selama resesi, ketika aktivitas ekonomi menurun, pembuat kebijakan sering kali beralih ke kebijakan fiskal sebagai alat untuk meningkatkan permintaan agregat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal mempunyai peranan krusial dalam usaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Teori Keynesian menjadi sangat relevan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal. Teori efektivitas Keynesian pada negara berkembang, Tiongkok, Nigeria dan Eropa dapat efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dunia tengah resesif, namun harus tetap diterapkan sesuai dengan kondisi ekonomi dan sosial pada negara tersebut
Analysis of Accountability and Transparency in The Management of Fund Allocation in Panggung Village and Panggung Baru Village, Pelaihari District
Analysis was carried out on the management of Village Fund Allocation (ADD) in Panggung Village and Panggung Baru Village, Pelaihari District. This research is based on differences in the implementation of accountability and transparency in the two villages, as well as cases of irregularities in village financial management in Panggung Baru Village in the previous year\u27s budget. The aim of the research is to spread accountability and transparency based on Minister of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews, documentation and observation. Panggung Village shows fairly good implementation of accountability and transparency, but is still lacking in providing open information. Panggung Baru Village has used the Siskeudes application, but transparency is not optimal because social media is not active and there are no financial information billboards. Both villages need to increase information disclosure and community participation in ADD management
TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS MEMBANGUN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF UNTUK PENCEGAHAN KECURANGAN: STUDI KASUS ENTITTAS SEKTOR PUBLIK
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis mengenai sistem pengendalian internal (SPI) yang efektif dalam pencegahan kecurangan di sektor publik. SPI memiliki peranan penting dalam pengelolaan keuangan, memastikan akuntabilitas, dan mencegah penyalahgunaan wewenang. Metodologi yang digunakan melibatkan pencarian dan pemilihan artikel dari berbagai database elektronik, menghasilkan 15 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan. Temuan menunjukkan bahwa penerapan SPI yang baik dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meskipun sering menghadapi tantangan dari faktor politik, budaya, dan organisasi. Rekomendasi untuk pengambil kebijakan mencakup pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, pelatihan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi informasi. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan SPI yang lebih efektif dalam entitas sektor publik guna mengurangi risiko kecurangan
Menakar Kemandirian Keuangan Daerah: Studi Kasus Ketergantungan Fiskal Kabupaten Magelang 2020–2024
Kemandirian suatu daerah dilihat dari kemampuan daerah dalam mengelola anggaran yang dimiliki daerah tersebut dengan pengalokasian tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan lokal daerahnya. Namun, ketergantungan terhadap dana pusat membuat suatu daerah kehilangan cara mengelola pemasukan daerah secara transparansi dan tertata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemandirian fiskal pada pemerintah daerah Kabupaten Magelang. Hal tersebut dapat menggambarkan bagaimana pengelolaan pendapatan dan pengeluaran daerah Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan kali ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang didapat adalah rasio ketergantungan Kabupaten Magelang meningkat pada periode 2020-2024. Rasio kemandirian daerah Kabupaten Magelang pun memiliki trend naik pada periode 2020-2024, tetapi pengelolaan potensi daerah masih perlu ditingkatkan agar tidak terlalu bergantung pada pemerintah pusat. Rasio desentralisasi fiskal Kabupaten Magelang juga mengalami kenaikan dari tahun 2020-2024, tetapi besaran kontribusi PAD Kabupaten Magelang terhadap pendapatan daerah masih relatif rendah.
Kata kunci: Desentralisasi fiskal, PAD, ketergantungan daerah, kemandirian daera
The The Effect Of Regional Original Revenue, General Allocation Funds, And Special Allocation Funds On Regional Expenditure In Regencies/Cities Of Central Java 2017-2020
This study aims to evaluate the extent to which Local Own Revenue (PAD), General Allocation Funds (DAU), and Special Allocation Funds (DAK) affect regional spending in regencies/cities in Central Java Province during the period from 2017 to 2020. The data used is sourced from secondary data obtained through publications from the Directorate General of Financial Equalization and the Central Bureau of Statistics during that period. The variables analyzed include PAD, DAU, DAK, and regional spending. This study uses panel data analyzed with multiple linear regression. Based on the analysis results, the most suitable model in this research is the Common Effect Model (CEM). The findings indicate that PAD and DAU have a significant impact on regional spending, while DAK does not show a significant effect. Collectively, the three variables (PAD, DAU, and DAK) have been proven to have a significant effect on local government spending in the regencies/cities of Central Java from 2017 to 2020. Keywords: Regional Original Revenue, General Allocation Fund, Special Allocation Fund, regional spending
 
PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KUALIATS LAPORAN KEUANGAN DI BPKPAD KABUPATEN DEMAK
Kualitas laporan keuangan sangat penting untuk pengelolaan keuangan yang efektif, terutama pada organisasi sektor publik seperti BPKPAD Kabupaten Demak. Penelitian ini bertujuan untuk pemperoleh pemahaman yang lebih baik tentang komponen-komponen yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan, yang akan berdampak pada peningkatan pengelolaan keuangan di BPKPAD Kabupaten Demak. Data dikumpulkan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner yang dibagikan kepada 35 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem akuntansi, kompetensi sumber daya manusia, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualiats informasi laporan keuangan di BPKPAD Kabupaten Demak. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan komponen ini sangat penting untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik
Effect Of Budget Deficit, Government expenditure and Foreign Direct Investment on Evonomics Growth ASEAN
This study aims to analyze the effect of budget deficit, government spending and foreign direct investment on ASEAN economic growth in 2012-2021. The data used in this research is secondary data in the form of panel data from 2012-2021, sourced from the World Bank and Countryeconomy. In this study using a quantitative approach to panel data regression analysis. The results of this study indicate that the budget deficit variable has a positive but not significant effect on economic growth, the government expenditure variable has a significant positive effect on economic growth and foreign direct investment has a significant positive effect on economic growth in ASEAN countries in 2012-2021.Keywords: Budget Deficit, Government Expenditure, Foreign Direct Investmen
PENILAIAN PERFORMA KEUANGAN DAERAH SERTA EFEKTIVITAS PAJAK KOTA SURABAYA TAHUN 2019-2023
Penilaian kinerja penerimaan dan pengeluaran suatu daerah bertujuan untuk mengetahui kemampuan daerah dalam mengelola keuangan dan sebagai tanggung jawab dalam pelaksanaan otonomi daerah. Tujuan penelitian untuk menilai performa keuangan serta pajak dengan perhitungan rasio keuangan tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik dan website Kementerian Keuangan. Hasil rasio kemandirian keuangan Kota Surabaya yaitu 40,78% dengan kriteria rendah dan pola hubungan konsultif. Rasio derajat desentralisasi mencapai 58,68% yang menunjukkan kriteria sangat baik dalam pembiayaan kegiatan pemerintah daerah. Rasio efektivitas PAD sebesar 88,16% yang berarti masih belum optimal dalam mencapai sasaran. Rasio BOTB sebesar 82,52% yang berarti pengeluaran untuk kegiatan operasional masih dominan. Sementara itu, rasio BMTB sebesar 19,79% menunjukkan alokasi belanja modal relatif baik. Rasio belanja langsung lebih tinggi dibandingkan rasio belanja tidak langsung, yakni 70,54% dan 29,45%, yang menunjukkan bahwa pengeluaran langsung untuk pelayanan publik lebih tinggi dari pengeluaran tidak langsung. Dan efektivitas pajak sebesar 86,95% dengan penilaian kurang efektif.
Kata kunci: Kinerja Keuangan Daerah, Kota Surabaya, Rasio Keuanga
PENGARUH PENGELOLAAN KEUANGAN, AKUNTABILITAS, DAN TRANSPARANSI SERTA BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROVINSI PAPUA
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh budaya organisasi, pengaruh akuntabilitas terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh budaya organisasi, dan menganalisis pengaruh transparansi terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh budaya organisasi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan sebuah metode penelitian yang di dalamnya menggunakan banyak angka. Penelitian ini dilaksanakan pada selama empat bulan dan akan dimulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2023. Lokasi penelitian di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Propinsi Papua. Pengelolaan keuangan, akuntabilitas keuangan, dan transparansi dengan moderasi budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah sebesar 96,4%, sisanya 3,6% dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor lain. Koefisien korelasi (R) = 0,982 yang menunjukkan bahwa derajat hubungan antara variabel dependen dan variabel independen sebesar 98,2%, artinya pengelolaan keuangan, akuntabilitas keuangan, dan transparansi dengan moderasi budaya organisasi mempunyai hubungan dengan kinerja keuangan. Adapun kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu pengelolaan keuangan dengan moderasi budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, akuntabilitas keuangan dengan moderasi budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, dan transparansi keuangan dengan moderasi budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Propinsi Papua
Kopi Sebagai Komoditas Ekonomi: Pengaruh Ekspor, Harga Global, Dan Inflasi Terhadap PDB Nasional
Kopi merupakan komoditas strategis Indonesia yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekspor kopi, harga kopi global, dan inflasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, International Coffee Organization (ICO), dan World Bank selama periode 1994–2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDB, sedangkan ekspor kopi memberikan dampak positif yang signifikan pada lag ke-2. Sementara itu, harga kopi global tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Model ARDL yang digunakan memenuhi semua uji asumsi klasik dan stabilitas, dengan nilai adjusted R-squared sebesar 72,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian inflasi dan peningkatan ekspor kopi merupakan faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya strategi stabilisasi harga domestik dan penguatan daya saing kopi di pasar global