Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
Not a member yet
    2850 research outputs found

    POLA KOMUNIKASI BINTANG PT MAHARAJA PUSAKA NUSANTARA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN POLA KOMUNIKASI BINTANG PT MAHARAJA PUSAKA NUSANTARA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi organisasi di divisi gudang PT. Maharaja Pusaka Nusantara meningkatkan kinerja karyawan. Metode penelitian ini menggunakan gaya kualitatif yang kemudian dijelaskan secara deskriptif. Paradigma penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme. Subjek penelitian adalah divisi gudang PT Maharaja Pusaka Nusantara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan informan, serta pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi organisasi di PT. Maharaja Pusaka Nusantara, manajer mengarahkan admin divisi gudang untuk dapat memimpin staf gudang dengan baik dan sesuai dengan fungsi yang sejalan dengan struktur di PT. Maharaja Pusaka Nusantara. Dalam penelitian ini, divisi gudang menggunakan pola komunikasi bintang, rantai, dan y sebagai pola komunikasi utama dalam komunikasi sehari-hari. Setiap anggota dapat berkomunikasi secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pola komunikasi bintang di divisi gudang di PT. Maharaja Pusaka Nusantara mampu mengatasi hambatan atau masalah yang terjadi, baik dari dalam maupun di luar divisi. Penggunaan pola komunikasi bintang juga mampu memperkuat hubungan pribadi antar anggota sehingga tercipta kekompakan dan kemudian dapat meningkatkan kinerja di divisi WarehousePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi organisasi di divisi gudang PT. Maharaja Pusaka Nusantara meningkatkan kinerja karyawan. Metode penelitian ini menggunakan gaya kualitatif yang kemudian dijelaskan secara deskriptif. Paradigma penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme. Subjek penelitian adalah divisi gudang PT Maharaja Pusaka Nusantara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan informan, serta pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi organisasi di PT. Maharaja Pusaka Nusantara, manajer mengarahkan admin divisi gudang untuk dapat memimpin staf gudang dengan baik dan sesuai dengan fungsi yang sejalan dengan struktur di PT. Maharaja Pusaka Nusantara. Dalam penelitian ini, divisi gudang menggunakan pola komunikasi bintang, rantai, dan y sebagai pola komunikasi utama dalam komunikasi sehari-hari. Setiap anggota dapat berkomunikasi secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pola komunikasi bintang di divisi gudang di PT. Maharaja Pusaka Nusantara mampu mengatasi hambatan atau masalah yang terjadi, baik dari dalam maupun di luar divisi. Penggunaan pola komunikasi bintang juga mampu memperkuat hubungan pribadi antar anggota sehingga tercipta kekompakan dan kemudian dapat meningkatkan kinerja di divisi Warehous

    A CRITICAL ANALYSIS OF RACISM OF AFRICAN WOMAN IN THE FILM “HIDDEN FIGURES”

    No full text
    This study examines the representation of racism and the structural limitations experienced by African-American women in the film Hidden Figures (2016) through a critical analytical approach. The film portrays the true story of three African-American female scientists—Katherine Johnson, Dorothy Vaughan, and Mary Jackson—who worked at NASA during the era of racial segregation in the United States. Employing the theoretical framework of intersectionality and racial critique, this research explores how these women confronted systemic barriers rooted in both racial and gender discrimination within a white male–dominated professional environment. The findings reveal that Hidden Figures powerfully represents the dual struggle of Black women against stereotypes, social exclusion, and institutional inequality. The study underscores the importance of recognizing the visibility and contributions of minority women in historical and cultural narratives. Furthermore, it highlights the necessity of adopting an intersectional perspective to understand the complex dynamics of race, gender, and power within popular culture and formal institutions

    ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI FAKTOR PEMBENTUK PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA KONSENTRASI MARKETING AND COMMUNICATION UNIVERSITAS BUDDHI DHARMA ANGKATAN 2021 DALAM BERBELANJA ONLINE

    No full text
       Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mahasiswa Universitas Buddhi Dharma, konsentrasi Pemasaran dan Komunikasi, angkatan 2021, sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, dan dianalisis menggunakan Teori Masyarakat Konsumen, Teori Perilaku Konsumen, dan Teori Ketergantungan Media. Temuan menunjukkan bahwa TikTok secara signifikan membentuk perilaku konsumtif mahasiswa, berfungsi sebagai platform untuk hiburan, interaksi sosial, mengikuti tren, pencarian informasi, dan referensi belanja melalui konten influencer, ulasan produk, dan penjualan langsung. Konten promosi yang dipersonalisasi TikTok memicu ketergantungan pengguna, yang mengakibatkan perubahan pola konsumsi. Mahasiswa sering melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kepuasan setelah pembelian yang dipengaruhi TikTok, namun juga mengalami penyesalan ketika barang-barang tersebut tidak memiliki kegunaan jangka panjang. Pada akhirnya, TikTok mendorong konsumsi yang lebih didorong oleh aspirasi gaya hidup, penampilan status, dan pembentukan citra diri daripada kebutuhan fungsional

    PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI NR BEAUTY ARIA DIGITAL SOLUTIONS

    Full text link
    Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran di berbagai industri, termasuk sektor kecantikan. Sebagai platform yang berorientasi visual, Instagram memiliki potensi besar untuk meningkatkan interaksi dengan pasar sasaran. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan akun Instagram @nrbeautyofficial oleh Aria Digital Solutions dalam meningkatkan interaksi audiens. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi akun dan konten visual, wawancara mendalam dengan CEO Aria Multi Digi dan seorang Spesialis Media Sosial, serta dokumentasi statistik interaksi. Temuan menunjukkan bahwa Instagram dimanfaatkan secara kolaboratif sesuai dengan peta jalan yang terdokumentasi—mencakup pilar konten, konsep kreatif, dan definisi pasar sasaran. Fitur-fitur spesifik platform (Reels, Stories, Feed, Notes, dan Live) dioptimalkan sesuai dengan tujuan merek (misalnya, Reels untuk kesadaran merek; Stories untuk jajak pendapat dan testimoni). Strategi pemasaran yang autentik dan tampak spontan daripada direkayasa menghasilkan interaksi tertinggi, dengan lebih dari 900.000 tayangan. Pemantauan sistematis dan evaluasi yang konsisten berdasarkan data menjadi landasan strategi pemanfaatan media selanjutnya. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara riset, analisis pasar, penggunaan fitur platform secara strategis, dan evaluasi yang terus-menerus dan terukur sangat kritis untuk membangun keterlibatan yang bermakna di Instagram bagi merek kecantikan lokal

    PERSEPSI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2021 UNIVERSITAS BUDDHI DHARMA TERHADAP IDENTITAS DIRI DI APLIKASI TIKTOK

    Full text link
    This study focuses on how Communication Science students from the 2021 cohort at Buddhi Dharma University perceive and construct their self-identity through the use of TikTok. This phenomenon has emerged alongside the rapid development of social media, in which TikTok functions not only as a source of entertainment but also as a space for self-expression and personal image building in the digital world. Through this platform, users can share various types of content, follow trending topics, and interact with a wide audience, thereby directly or indirectly influencing how they perceive their self-identity.  This study employs a qualitative descriptive method, with data collected through in-depth interviews and direct observation of students’ TikTok accounts. This approach provides an opportunity to gain a detailed understanding of how students express their identities, whether authentically or intentionally constructed for specific purposes. The findings indicate variations in identity formation strategies: some students present their genuine personalities, others construct a particular image for social or professional purposes, while some adapt to trends and popular culture developing on the platform. In addition, this study reveals several factors influencing identity construction, such as the social environment, the need for recognition from others, and TikTok’s algorithm, which tailors content according to users’ preferences. Thus, TikTok becomes a unique space where self-identity can emerge authentically, while also being shaped by social interactions and the dynamics of digital culture. This study emphasizes the importance of understanding social media as a complex arena for identity construction among the younger generation.  Penelitian ini berfokus pada cara mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Buddhi Dharma memandang dan membentuk identitas diri melalui penggunaan TikTok. Fenomena ini muncul seiring perkembangan pesat media sosial, di mana TikTok berperan tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengekspresikan diri serta membangun citra pribadi di dunia digital. Melalui platform ini, pengguna dapat membagikan berbagai konten, mengikuti tren yang sedang populer, dan berinteraksi dengan audiens yang luas, sehingga secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi cara mereka memandang identitas diri. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung akun TikTok mahasiswa. Pendekatan ini memberikan kesempatan untuk memahami secara rinci bagaimana mahasiswa mengekspresikan identitas mereka, baik yang muncul secara autentik maupun yang sengaja dikonstruksi untuk tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi strategi dalam pembentukan identitas: sebagian mahasiswa menampilkan kepribadian asli mereka, sebagian membentuk citra tertentu untuk keperluan sosial atau profesional, sementara yang lain menyesuaikan diri dengan tren dan budaya populer yang berkembang di platform. Selain itu, penelitian ini mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas, seperti lingkungan sosial, kebutuhan akan pengakuan dari orang lain, serta algoritma TikTok yang menyesuaikan konten sesuai preferensi pengguna. Dengan demikian, TikTok menjadi ruang yang unik, di mana identitas diri dapat lahir secara autentik, namun juga dipengaruhi oleh interaksi sosial dan dinamika budaya digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami media sosial sebagai arena kompleks dalam konstruksi identitas bagi generasi muda. &nbsp

    Digital Health Readiness, Leadership Agility, and Interprofessional Collaboration as Drivers of Hospital Innovation Performance

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of Digital Health Readiness, Interprofessional Collaboration, and Leadership Agility on Hospital Innovation Performance in hospitals. Data were collected from 202 hospital staff using a structured questionnaire. Analysis was conducted using the PLS-SEM approach to test the direct effects, total effects, and constructual performance of each variable. The results showed that Leadership Agility had the most dominant and significant influence on hospital innovation performance, emphasizing the importance of adaptive leadership, responsiveness to change, and the ability to lead teams effectively. Interprofessional Collaboration also contributed positively and significantly, indicating that cross-professional coordination and cooperation enhance innovation effectiveness through team synergy and collective decision-making. Conversely, Digital Health Readiness did not show a significant influence on innovation performance, despite its relatively high constructual performance, indicating that digital readiness needs to be optimized through more mature technology implementation and utilization strategies. These findings confirm that the success of hospital innovation depends heavily on the combination of agile leadership, effective professional collaboration, and strategic use of digital technology. The results of this study are expected to serve as a basis for developing managerial strategies and increasing hospital innovation capacity in the era of digital transformation

    The Effect of Teamwork, Communication, and Work Discipline on Job Satisfaction at PT. Indonesia Synthetic Textile Mills

    Full text link
    This study was conducted to find out and analyze the Influence of Teamwork, Communication, and Work Discipline on Employee Job Satisfaction at PT ISTEM. In conducting this study, the author used the saturated sampling method. There were 52 respondents who filled out the questionnaire (g-form) and were supported by SPSS version 25. From the results of the research that has been carried out, it is shown that the value of the Adjusted R Square is 0.710 or 71.0%, while for the rest, which is 29%, is explained by variables or other factors that are not explained in this regression analysis. Based on the t-test, it was shown that the variable X1 (Teamwork) had a value of 1.750 > 1.67655 with a significant value of 0.086 > 0.05, meaning that Ho was rejected Ha was accepted, the variable X2 (Communication) was 1.855 >1.67655 with a significant value of 0.070 > 0.05, meaning that Ho was rejected and Ha was accepted, the variable X3 (Work Discipline) was 2.987 > 1.67655 with a significant value of 0.004 < 0.05,  meaning that Ho is rejected and Ha is accepted. Based on the F test of 42.697 > 2.57 with a significant level of 0.000 < 0.05, it can be concluded that what means that Ho is rejected and Ha is accepted means that there is a simultaneous influence of independent variables on dependent variables

    IMPLEMENTASI SISTEM DETEKSI FRAUD TRANSAKSI PADA APLIKASI LOYALTY PROGRAM BERBASIS WEB DENGAN PENDEKATAN RULE-BASED

    Full text link
    Perkembangan teknologi digital telah mendorong peningkatan penggunaan transaksi daring dan penerapan loyalty program sebagai strategi pemasaran untuk meningkatkan retensi pelanggan. Namun, tingginya volume dan kompleksitas transaksi digital turut meningkatkan risiko terjadinya fraud, khususnya dalam bentuk penyalahgunaan sistem insentif seperti poin, cashback, dan promosi. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi penyedia layanan digital dalam menjaga integritas sistem transaksi dan efektivitas loyalty program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi pola anomali transaksi yang berpotensi menjadi indikasi fraud, mengembangkan metode deteksi fraud berbasis rule-based yang sederhana dan transparan, serta menerapkannya dalam bentuk prototipe aplikasi berbasis web. Pendekatan rule-based dipilih karena tidak memerlukan dataset berlabel dalam jumlah besar dan mampu memberikan keputusan yang mudah ditelusuri. Sistem deteksi dikembangkan menggunakan aturan berbasis nilai ambang dinamis yang ditentukan dari rata-rata dan simpangan baku transaksi historis, sehingga mampu menyesuaikan perubahan pola transaksi. Evaluasi sistem dilakukan untuk menilai kemampuan deteksi terhadap aktivitas transaksi abnormal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengidentifikasi pola anomali seperti frekuensi transaksi tidak wajar, akumulasi poin berlebih dalam waktu singkat, serta penyimpangan dari perilaku pengguna normal. Metode rule-based yang dikembangkan mampu mendeteksi transaksi terindikasi fraud secara efektif dan diimplementasikan secara fungsional dalam prototipe aplikasi berbasis web. Dengan demikian, penelitian ini memberikan solusi awal berupa sistem deteksi fraud yang adaptif, transparan, dan mudah diimplementasikan sebagai sistem dasar dalam mendukung pengawasan aktivitas transaksi pada loyalty program digital

    MAKNA DIKSI KIASAN DAN GAYA KOMUNIKASI IDGITAF DALAM LIRIK LAGU DERMAGA (ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE)

    No full text
    Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis makna diksi kiasan dan gaya komunikasi yang terkandung dalam lirik lagu "Dermaga" karya Idgitaf. Latar belakang studi ini didasari oleh pemahaman bahwa komunikasi merupakan aspek fundamental interaksi manusia, dan musik berfungsi sebagai medium ekspresi yang kuat, di mana lirik lagu seringkali menjadi sarana penyampaian pesan kompleks melalui gaya bahasa kiasan. Lagu "Dermaga" dipilih sebagai objek penelitian karena popularitasnya di kalangan remaja hingga dewasa, serta penggunaan diksi kiasan yang kaya, seperti "kapal" dan "dermaga," yang melampaui makna literalnya untuk merepresentasikan pengalaman emosional dalam hubungan interpersonal. Metodologi penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan hubungan antara penanda (bentuk fisik kata-kata dalam lirik) dan petanda (konsep atau makna yang diwakili oleh kata-kata tersebut), sehingga dapat mengungkap signifikasi yang lebih dalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, yang mencakup studi dokumentasi lirik lagu "Dermaga" dan wawancara mendalam dengan Idgitaf sebagai pencipta lagu, dilengkapi dengan data sekunder dari berbagai literatur relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi kiasan dalam lirik lagu "Dermaga" secara efektif melambangkan pengalaman perpisahan, kerentanan emosional, harapan yang rapuh, dan kelelahan dalam menghadapi dinamika hubungan. Kata-kata seperti "dermaga" diinterpretasikan sebagai simbol individu yang letih menanti dan ditinggalkan, sementara "kapal" merepresentasikan orang-orang yang datang dan pergi dalam hidup. Lagu ini secara keseluruhan menggambarkan dilema universal antara harapan dan kenyataan, serta ketidakpastian yang melekat dalam setiap hubungan. Lebih lanjut, analisis gaya komunikasi mengidentifikasi adanya perpaduan gaya pasif (penerimaan), agresif (penegasan), pasif-agresif (kekecewaan tersirat), dan asertif (kejujuran emosional), yang secara kolektif memperkaya resonansi emosional lagu. Penggunaan diksi kiasan dan gaya komunikasi yang beragam ini tidak hanya meningkatkan nilai artistik lagu, tetapi juga menjadikannya media reflektif yang kuat untuk menyampaikan nilai-nilai emosional dan sosial yang mendalam kepada pendengar

    PENGARUH PESAN EDUKASI AKUN TIKTOK @pandawaragroup TERHADAP KESADARAN LINGKUNGAN GENERASI Z

    No full text
    TikTok kini tidak hanya berfungsi sebagai platform hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan yang efektif, terutama bagi Generasi Z yang aktif menyerap dan menyebarkan informasi. Memanfaatkan platform ini sebagai alat komunikasi lingkungan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu ekologi. Salah satu akun yang secara konsisten menyuarakan keprihatinan lingkungan melalui pendekatan kreatif adalah @pandawaragroup. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pesan pendidikan yang disampaikan oleh akun TikTok @pandawaragroup terhadap kesadaran lingkungan Generasi Z di Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik sampling purposif dan insidental yang melibatkan 100 responden Generasi Z. Hasil uji t menunjukkan pengaruh positif yang signifikan antara pesan-pesan edukatif dan kesadaran lingkungan di kalangan Generasi Z, dengan nilai signifikansi 0.000 (< 0.05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.744. Hal ini berarti 74,4% variasi kesadaran lingkungan Generasi Z dapat dijelaskan oleh pesan-pesan edukatif dari akun TikTok @pandawaragroup. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi yang relevan dan adaptif dalam membentuk kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda

    2,509

    full texts

    2,850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇