Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
Not a member yet
2850 research outputs found
Sort by
USULAN PEMETAAN PADA PROSES KAIN BENANG MENGGUNAKAN METODE SIPOC DI PT. WINNER SUMBIRI KNITTING FACTORY
Pada era dalam persaingan perusahaan sekarang ini yang sangat ketat, pabrik harus tetap berinovasi; salah satunya adalah dengan cara menciptakan suatu sistem yang baik dan, optimal. Sistem yang baik bisa dilihat dari metode kerja dan tata letak fasilitas suatu perusahaan. Metode pekerjaan yang bagus dan optimal akan memiliki dampak positif melawan keuntungan yang akan diperoleh suatu perusahaan. Selain itu, perusahaan juga harus mampu mengatur tata letak fasilitasnya sehingga proses operasi perusahaan dapat berjalan secara efisien Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lalu memahami suatu proses produksi. Di PT. Winner Sumbiri menggunakan metode SIPOC, pada peta proses operasi menunjukkan adanya kegiatan operasi berjumlah 10 dengan waktu total 170 menit; selanjutnya, kegiatan pemeriksaan berjumlah satu dengan waktu total 10 menit. Peta aliran proses, untuk kegiatan operasi dan pemeriksaan memiliki jumlah yang sama dengan peta proses operasi. Namun, didapatkan dua kegiatan delay selama 300 menit. Maka, dalam proses delay tersebut, operator seharusnya dapat memanfaatkan waktu delay tersebut untuk kegiatan produktif lainnya. Fasilitas disusun secara berdekatan sehingga memudahkan pergerakan material dan operator. Berdasarkan peta pekerja mesin, pada kegiatan penggilingan kedelai, didapatkan waktu kerja operator sebesar 100%; artinya, operator bekerja secara penuh sedangkan penggunaan mesin hanya sebesar 54%. Maka, perbaikan yang dapat dilakukan adalah dengan menambah peralatan yang mendukung proses tersebut. Berdasarkan peta tangan kanan dan tangan kiri, pada kegiatan pemotongan tahu, Penggunaan tangan kanan dan tangan kiri sudah dilakukan dengan seimbang sesuai dengan elemen Gerakan Therblig
Effectiveness of Implementing Home Ownership Kredit Restructuring in Efforts to Reduce Problem Loans (Case Study of Bank BTN KC Sukabumi)
Since its founding in 2017, Bank BTN KC Sukabumi has succeeded in maintaining its credit quality from non-performing loans with an NPL percentage of 0%, but in March 2023, NPLs began to appear with a percentage of 0.03%. This research aims to determine the effectiveness of implementing home ownership credit restructuring in an effort to reduce non-performing loans at Bank BTN KC Sukabumi. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The research results show that the implementation of credit restructuring at Bank BTN KC Sukabumi follows POJK guidelines Number 40/POJK.03/2019 which includes six main stages, namely debtor mapping, application submission, document verification, analysis, approval and monitoring. Even though various strategies have been implemented such as early identification, evaluating debtor criteria, determining restructuring patterns that are appropriate to the debtor's condition, and post-credit restructuring guidance, data as of June 2024 shows that the percentage of Special Mention Collectibility (DPK) is 15.49% and Non-Performing Loans are 3.52%, exceeding the maximum ideal limit set by the bank internally. Measuring effectiveness using Sondang P. Siagian's theory and historical comparison of NPL percentages shows that the implementation of credit restructuring at Bank BTN KC Sukabumi has not been effective in reducing problem loans, with an increase in NPL from 0.03% in March 2023 to 3.52% in June 2024. Causes of ineffectiveness include long-term economic impacts, factory closures resulting in layoffs, and an imbalance between the number of problem debtors and the capacity of the collection team. Even though the bank has increased the number of officers in March 2024, the effectiveness of the collection team is still not optimal
Pengaruh Kompentensi SDM dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan PT. Pelindo Regional I
This research aims to determine and analyze the influence of human resource (HR) competence and the use of information technology on the quality of financial reports at PT. Pelindo Regional 1. The research method used is multiple regression analysis, which makes it possible to test the relationship simultaneously between several independent variables and the dependent variable. In this case, the independent variables studied are HR competency and use of information technology, while the dependent variable is the quality of financial reports. The population in this study consisted of 30 employees at PT. Pelindo Regional 1, and by using a saturated sample, all of them were used as samples, so that 30 respondents were obtained. The type of data used in this research is primary data, which was obtained through distributing questionnaires to employees selected as respondents. The collected data was then analyzed using multiple regression statistical tools to test the influence of independent variables on the quality of financial reports. The results of this research show that human resource competency has a significant influence on the quality of financial reports at PT. Pelindo Regional 1. This shows that the higher the competency possessed by employees, especially in terms of knowledge and skills in accounting and finance, the better the quality of the financial reports produced.This research aims to determine and analyze the influence of human resource (HR) competence and the use of information technology on the quality of financial reports at PT. Pelindo Multi Terminal. The research method used is multiple regression analysis, which makes it possible to test the relationship simultaneously between several independent variables and the dependent variable. In this case, the independent variables studied are HR competency and use of information technology, while the dependent variable is the quality of financial reports. The population in this study consisted of 30 employees at PT. Pelindo Multi Terminal, and by using a saturated sample, all of them were used as samples, so that 30 respondents were obtained. The type of data used in this research is primary data, which was obtained through distributing questionnaires to employees selected as respondents. The collected data was then analyzed using multiple regression statistical tools to test the influence of independent variables on the quality of financial reports. The results of this research show that human resource competency has a significant influence on the quality of financial reports at PT. Pelindo Multi Terminal. This shows that the higher the competency possessed by employees, especially in terms of knowledge and skills in accounting and finance, the better the quality of the financial reports produced
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA DI INDONESIA
The phenomenon of globalization increases the intensity of interconnection among countries worldwide, so that the demand of each country is determined by the nature of its foreign trade. Undoubtedly, to conduct international business, the common currency, the US Dollar, must be used, as every country uses the dollar as a medium for transactions with one another. This increases the risk that changes in exchange rates themselves can lead to changes in currency values. The exchange rate of the Rupiah has a significant impact on the commercial efforts of individuals and organizations by comparing the value of one country's money with that of another. Indonesia's participation in the global economy exposes it to negative impacts from export and import activities and inflation, which influences the value of the Rupiah. This research aims to determine how exports, imports, and inflation affect the volatility of the Indonesian Rupiah exchange rate against the US Dollar. This study employs a quantitative model approach using data sourced from government agencies, namely BPS (Central Statistics Agency) and BI (Bank Indonesia). The research shows that the independent variables used (exports, imports, and inflation) have a simultaneous effect on the value of the Rupiah. The Rupiah exchange rate is greatly influenced by the export and import variables but is not affected by the inflation variable. The coefficient of determination (R²) is 84.1%. This indicates that exports, imports, and inflation are factors that can cause changes in the value of the Rupiah against the US Dollar.Nilai tukar Rupiah memiliki dampak besar pada upaya komersial masyarakat, organisasi dengan membandingkan nilai mata uang masing-masing negara. Sebagai negara yang ikut andil dalam perekonomian global, Indonesia terkena dampak negatif dari aktivitas ekspor, impor dan inflasi yang mempengaruhi nilai tukar mata uang Rupiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekspor, impor, dan inflasi terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan sumber data yang dipublikasikan oleh pemerintah dalam hal ini BPS dan BI. Adapun hasil dari penelitian ini ialah variabel ekspor, impor dan inflasi berpengaruh secara simultan terhadap nilai tukar Rupiah. Sedangkan secara parsial variabel ekspor berpengaruh signifikan (+) terhadap nilai tukar rupiah, variabel impor berpengaruh signifikan (+) terhadap nilai tukar rupiah, dan variabel inflasi tidak berpengaruh (-) terhadap nilai tukar rupiah. Nilai koefisien determinasi sebesar 84,1%. Hal ini menunjukkan bahwa ekspor, impor, dan inflasi menjadi faktor yang sangat mempengaruhi perubahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat
Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Desain terhadap Keputusan Pembelian Laptop Axioo Pada Masyarakat Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang
Pergeseran zaman ke arah Revolusi Industri 4.0 telah mendorong metamorfosis substansial di berbagai lini, termasuk sektor teknologi informasi, yang berimbas pada lonjakan permintaan perangkat digital seperti laptop. Studi ini berupaya untuk menelaah secara mendalam sejauh mana pengaruh atribut produk, banderol, dan rancangan terhadap keputusan pembelian laptop merek Axioo di kalangan penduduk Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Metodologi penelitian yang diterapkan mencakup serangkaian uji analisis, yakni uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, regresi linier berganda, serta pengujian koefisien korelasi (R), koefisien determinasi (R²), uji T, dan uji F. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner, dengan jumlah responden valid sebanyak 156 orang. Riset ini mempergunakan teknik sampling non-probabilitas, yakni accidental sampling. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 25. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kualitas produk, harga, dan desain memiliki korelasi terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, ketiga variable ini memberikan dampak signifikan terhadap keputusan konsumen. Harga, sebagai salah satu faktor yang dikaji, teridentifikasi memiliki pengaruh yang paling kuat, dengan nilai koefisien regresi 0,563 atau 56,3%. Nilai Pearson Correlation (R) yang mencapai 0,841 menunjukkan adanya keterkaitan yang sangat kuat antara kualitas produk, harga, dan desain terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, nilai R Square sebesar 0,727 mengindikasikan bahwa ketiga variable tersebut secara kolektif memengaruhi keputusan pembelian sebesar 72,7%, sementara 27,3% terdapat faktor-faktor tambahan yang tidak termasuk dalam penelitian ini, yang juga memiliki andil dalam hasil akhir.assd
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Corporate Social Responsibility, Capital Intensity, dan Inventory Intensity terhadap Agresivitas Pajak pada Perusahaan Manufaktur sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019-202
Penelitian ini menguji secara empiris bagaimana faktor profitabilitas, likuiditas, corporate social responsibility, capital intensity, dan inventory intensity mempengaruhi perilaku agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur di sektor consumer non-cyclicals yang tercatat di BEI selama rentang waktu 2019-2023. Penelitian menggunakan pmetode kuantitatif dengan menganalisis 75 sampel yang diperoleh dari 15 perusahaan selama 5 tahun berturut-turut melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS versi 27. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pengaruh negatif antara profitabilitas dan agresivitas pajak, yang berarti semakin tinggi profitabilitas perusahaan, semakin rendah kecenderungan perusahaan untuk melakukan praktik agresivitas pajak. Sementara itu, faktor likuiditas, corporate social responsibility, capital intensity, dan inventory intensity tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku agresivitas pajak pada perusahaan-perusahaan yang diteliti.as
Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan, Audit Tenure, Return On Asset Dan Financial Distress Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Idx80 Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2021 – 2023
Audit delay merupakan tantangan krusial dalam pelaporan keuangan perusahaan yang berdampak pada kredibilitas perusahaan dan pengambilan keputusan investor. Keterlambatan proses audit dapat menghambat pemangku kepentingan dalam membuat keputusan secara tepat dan akurat, sehingga penting untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi audit delay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh pertumbuhan perusahaan, audit tenure, ROA, dan financial distress terhadap audit delay pada perusahaan yang tergabung dalam IDX80 di Bursa Efek Indonesia selama 3 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari website IDX, yang mencakup 46 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dari populasi 80 perusahaan. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS versi 25 menunjukkan bahwa financial distress dan ROA memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay. Sebaliknya, pertumbuhan perusahaan dan audit tenure tidak menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap audit delay. Secara simultan, keempat variabel ini memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan keuangan dan kinerja perusahaan untuk memitigasi keterlambatan audit, yang dapat meningkatkan kepercayaan publik dan efektivitas pengambilan keputusan.as
Pengaruh Tingkat Pemahaman, Penerapan Sistem E-Filing, Kesadaran Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus pada Karyawan Catur Putra Group)
Kepatuhan wajib pajak beberapa tahun kebelakang angkanya termasuk rendah. Kepatuhan ni bisa berasal dari pengaruh sejumlah faktor. Penelitian ini ditujukan dalam rangka menyelidiki apakah Tingkat Pemahaman, Penerapan Sistem E-Filing, Kesadaran Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan dan Sanksi Perpajakan memengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus pada Karyawan Catur Putra Group). Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, mempergunakan data primer melalui cara menyebarkan kuesioner dengan sampelnya sejumlah 89 responden. Metode dalam mengambil sampelnya mempergunakan Purposive Sampling Method. Uji yang digunakan adalah uji frekuensi, statistik deskriptif, validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t serta uji f yang selanjutnya pengolahan mempergunakan SPSS versi 25. Temuan penelitian mengndikasikan Penerapan Sistem E-Filing, Kesadaran Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan dan Sanksi Perpajakan memengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi secara signifikan. Namun, Tingkat Pemahaman tak memengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi secara signifikan. Seluruh variabel independennya memengaruhi secara simultan terhadap variabel dependennya.ad
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Wajib Pajak, Penghasilanwajib Pajak, Sistem E-Samsat, Layanan Drive Thru Dan Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi S1 Universitas
Kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor masih rendah akibat kurangnya pemahaman masyarakat tentang peraturan perpajakan, keterbatasan penghasilan dan tingginya bea balik nama yang mencapai 10%. Selain itu, optimalisasi sistem e-samsat dan layanan drive-thru belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 520 mahasiswa program studi akuntansi Universitas Buddhi Dharma tahun 2022-2024. Sampel sebanyak 226 responden diambuil menggunakan rumus slovin, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linerar berganda menunjukan bahwa kelima variabel berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, dengan pembebasan bea balik nama sebagai faktor dominan. Koefisisen determinasi (R²) sebesar 0,967 mengindikasikan bahasa 96,7% variasi kepatuhan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan, penghasilan, serta optimalisasi sistem e-Samsat, layanan drive-thru, dan program pembebasan bea balik nama dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Rekomendasi diberikan kepada pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi, teknologi, dan insentif perpajakan, serta kepada peneliti selanjutnya untuk memperluas cakupan penelitian.ada
Pelatihan Mengenai Standar Mutu Kain Mori dan Cacat Kain di IKM Aleyya Batik
Meningkatkan kualitas produk bertujuan untuk memastikan kepuasan konsumen tetap terjaga. Hal ini menjadi salah satu sasaran utama bagi setiap perusahaan. Beragam jenis, mutu, dan bentuk produk yang dihasilkan dirancang untuk menarik minat konsumen, sehingga mendorong mereka untuk membeli produk tersebut. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mampu menciptakan produk dengan spesifikasi dan kualitas yang optimal. Produk berkualitas tinggi mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam memenuhi ekspektasi konsumen, yang pada akhirnya akan memperkuat citra positif perusahaan. Aleyya-Batik adalah salah satu IKM yang memproduksi batik yang berlokasi di Desa Tancep, Kapenewon, Kec. Ngawen, Kab. Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di IKM Aleyya Batik, permasalahan terjadi karena pemahaman mengenai mengenai mutu bahan baku kain mori dan cacat kain masih sangat terbatas pada proses produksi batik di IKM Aleyya Batik. Dengan memperkuat pemahaman mengenai mutu bahan baku kain mori dan cacat kain, sehingga Aleyya Batik dapat meningkatkan kualitas produknya. Program pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperkuat kemampuan IKM untuk memilih bahan baku kain yang berkualitas melalui pelatihan mengenai standar mutu kain mori dan cacat kain. Disamping itu, pengetahuan mengenai spesifikasi mutu kain berupa konstruksi kain juga dapat memperkaya pengetahuan Aleyya Batik dalam melakukan pemilihan bahan. Kegiatan PKM ini terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pelatihan telah diberikan kepada karyawan IKM Aleyya Batik yang secara langsung menangani proses produksi kain batik. Hasil umpan balik memperlihatkan bahwa kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif di IKM Aleyya Batik, terutama dalam perubahan dalam cara kerja yang lebih efektif dalam pemilihan bahan baku yang lebih berkualitas.Meningkatkan kualitas produk bertujuan untuk selalu menjaga kepuasan konsumen. Hal tersebut merupakan salah satu tujuan bagi setiap perusahaan. Banyaknya produk yang dihasilkan dengan berbagai macam jenis, mutu, serta bentuk, dimana keseluruhan tersebut ditujukan untuk menarik minat konsumen, sehingga konsumen cenderung akan melakukan aktivitas membeli produk tersebut. Oleh karena itu setiap perusahaan dituntut agar mampu menciptakan produk dengan kualitas dan spesifikasi yang baik. Produk yang berkualitas terbaik akan mencerminkan keberhasilan suatu perusahaan dalam memenuhi harapan konsumen, yang tentunya akan membawa citra baik bagi perusahaan. Aleyya Batik merupakan IKM yang memproduksi batik yang berlokasi di Desa Tancep, Kapenewon Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Di IKM Aleyya Batik, permasalahan terjadi karena pemahaman mengenai mengenai mutu bahan baku kain mori dan cacat kain masih sangat terbatas pada proses produksi batik di IKM Aleyya Batik. Padahal dengan memperkuat pemahaman mengenai mutu bahan baku kain mori dan cacat kain, maka Aleyya Batik dapat meningkatkan kualitas produknya. Pada program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan IKM dalam melakukan pemilihan bahan baku kain yang berkualitas melalui pelatihan mengenai standar mutu kain mori dan cacat kain. Disamping itu, pengetahuan mengenai spesifikasi mutu kain berupa konstruksi kain juga dapat memperkaya pengetahuan Aleyya Batik dalam melakukan pemilihan bahan. Kegiatan PKM ini dilakukan yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelatihan telah diberikan kepada karyawan IKM Aleyya Batik yang secara langsung menangani proses produksi kain batik. Hasil umpan balik memperlihatkan bahwa kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif di IKM Aleyya Batik, terutama dalam perubahan dalam cara kerja yang lebih efektif dalam pemilihan bahan baku yang lebih berkualitas