Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
13172 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Berbasis Etnosains Pembuatan Batik Jambi pada Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Sains Siswa SMA : (Development of E-Module Learning Based on Ethnoscience Making Jambi Batik in Independent Curriculum to Improve Science Literacy Skills of High School Students)
Improving students science literacy skills is one of the important focuses in education today. This study seeks to integrate local values, especially Jambi batik making, into science learning through the development of an E-Module based on ethnoscience. Through a series of development stages, this E-Module was then tested for validity, practicality, and effectiveness in improving the science literacy skills of high school students. This study uses the Research & Development (R&D) method by applying the ADDIE model. Research & Development aims to produce a product, and in this context, the product developed is an E-Module learning based on ethnoscience of making Jambi batik to improve the science literacy skills of high school students. The ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The type of data in this study is qualitative and quantitative. The results of the validation from material experts obtained a percentage of 94,16% with a very feasible category. Furthermore, the results of the validation of media experts obtained a percentage of 91,8% with a very feasible category. The results of the biology teacher assessment obtained 91% with a very feasible category. The results of the trial to see the response of students in small groups obtained a percentage of 88,49% with a very good category and the trial of large groups obtained a percentage of 93.7% with a very good category. Thus, this study makes a positive contribution to improving the science literacy skills of high school students and promoting the sustainability of cultural heritage through integrated learning.
Abstrak. Peningkatan keterampilan literasi sains siswa menjadi salah satu fokus penting dalam Pendidikan saat ini. Penelitian ini berupaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal, khususnya pembuatan batik jambi, ke dalam pembelajaran sains melalui pengembangan E-Modul berbasis etnosains. E-Modul ini kemudian diuji validitas, kepraktisan, dan efektifitasnya dalam meningkatkan keterampilan literasi sains siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan menerapkan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Research & Development bertujuan untuk menghasilkan produk, dalam konteks ini produk yang dikembangkan adalah E-Modul pembelajaran berbasis etnosains pembuatan batik jambi untuk meningkatkan keterampilan lierasi sains siswa SMA. Jenis data penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi dari ahli materi diperoleh sebesar 84,72% dengan kategori sangat layak. Selanjutnya hasil validasi ahli media diperoleh 90,6% dengan kategori sangat layak. Hasil penilaian guru biologi diperoleh sebesar 96,25% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba untuk melihat respon peserta didik pada kelompok kevil diperoleh persentase sebesar 87,96% dengan kategori sangat baikdan uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 93,9% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan literasi sains siswa SMA dan mempromosikan keberlanjutan warisan budaya melalui pembelajaran yang terintegritas pada kearifan lokal.
Modul Pembelajaran Sistem Reproduksi Manusia Berbasis Problem Based Learning: Suatu Upaya Penguatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Kelas XI : (Developing a Problem-Based Learning Module on the Human Reproductive System to Strengthen the Critical Thinking Skills of Grade XI Senior High School Students)
This study aims to develop, validate, and determine the effectiveness of a Problem-Based Learning (PBL)-based Human Reproductive System Module for Grade XI senior high school students. The research employed the 4D development model, consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The module includes three learning activities: the male reproductive system, the female reproductive system, and disorders of the reproductive system, all designed following the PBL syntax. Validation results indicate a very high level of feasibility from material experts (87.83), learning experts (88.75), design experts (95.31), and biology teachers (91.50). Student responses were also highly positive, with an attractiveness score of 93.33. The effectiveness test showed that learning using this module was effective, with an average individual learning score of 80, a classical completeness of 86%, and an N-gain of 70.51. Therefore, the PBL-based module is feasible and effective in improving students’ learning outcomes and critical thinking skills.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas modul sistem reproduksi manusia berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk siswa SMA kelas XI. Penelitian menggunakan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Modul terdiri atas tiga kegiatan pembelajaran: sistem reproduksi pria, sistem reproduksi wanita, dan gangguan sistem reproduksi, yang disusun mengikuti sintaks PBL. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dari ahli materi (87,83), ahli pembelajaran (88,75), ahli desain (95,31), dan guru biologi (91,50). Respon siswa juga sangat positif dengan nilai kemenarikan 93,33. Uji efektivitas menunjukkan pembelajaran menggunakan modul ini efektif dengan rata-rata hasil belajar 80, ketuntasan klasikal 86%, dan N-gain 70,51. Dengan demikian, modul berbasis PBL ini layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis siswa
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Kemampuan Awal Dalam Pembelajaran Biologi Di Kelas X SMA Pembangunan Laboratorium UNP: (Analysis of Problem-Solving Ability Based on Prior Knowledge in Biology Learning in Grade of SMA Pembangunan Laboratorium UNP)
This study aims to examine students' abilities in solving problems based on their level of prior knowledge in biology learning, particularly on the topic of environmental changes. The research was conducted using a qualitative descriptive method and implemented in Grade X of SMA Pembangunan Laboratorium UNP during the odd semester of the 2024/2025 academic year. Data were collected through problem-solving tasks based on Polya’s (1973) indicators, which are divided into four stages: understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and reviewing the solution.The observations showed that students' problem-solving abilities were generally categorized as low to very low, with an average achievement percentage across all indicators of 23.43%. Students experienced difficulties in fully understanding the problems, formulating relevant solutions, and developing logical and systematic steps for problem-solving. Furthermore, their ability to evaluate the solutions they had created was also not yet optimally developed.This condition is closely related to the students’ weak prior knowledge, which directly affects higher-order thinking processes such as reasoning and analysis. Therefore, these findings highlight the importance of strengthening prior knowledge as a foundation for improving the quality of problem-solving in biology learning.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah berdasarkan tingkat kemampuan awal mereka dalam pembelajaran biologi terutama pada topik perubahan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang diimplementasikan di kelas X SMA Pembangunan Laboratorium UNP pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Data diperoleh melalui pemberian soal pemecahan masalah berbasis indikator Polya (1973), yang terbagi menjadi empat tahap yaitu memahami masalah, merumuskan strategi penyelesaian, melaksanakan solusi, dan memverifikasi kembali jawaban. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik secara umum tergolong rendah hingga sangat rendah, dengan rata-rata persentase capaian pada seluruh indikator sebesar 23,43%.Peserta didik menunjukkan kesulitan dalam memahami masalah secara menyeluruh, merumuskan solusi yang relevan, serta menyusun langkah-langkah penyelesaian yang logis dan sistematis. Selain itu, kemampuan mengevaluasi kembali solusi yang telah dibuat juga belum berkembang secara optimal. Kondisi ini berkaitan erat dengan kemampuan awal peserta didik yang lemah, yang berdampak langsung pada proses berpikir tingkat tinggi seperti penalaran dan analisis. Dengan demikian, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan awal sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas pemecahan masalah dalam pembelajaran biologi
Pengaruh Pembelajaran Model Stem Berbasis Projek Sampah Organik Terhadap Hasil Belajar: (The Effect of Stem Learning Model Based on Organic Waste Project on Learning Outcomes)
This article aims to analyze the effect of organic waste project-based STEM model learning on learning outcomes. The development of science and technology in the 21 st century is an era of globalization that requires everyone to master science and technology (IPTEK). To master science and technology requires quality human resources who can act quickly, precisely, creatively and innovatively. Therefore, education has an important role in creating quality human resources. The results of the research show that there is a difference between the experimental class and the control class, as seen in the t test results for the pretest scorel of students from both classes, with t hit (0.840)< t tab (56), so ho is accepted. This means that the initial abilities of students in both classes are considered the same. However, the t test for students” posttest scores shows t hit (1.105) < t tab (56), so Ho is rejected. This indicates that the average posttest score of students in the experimental class is better and significantly different from the control class. Further analysis of the t1 test (equality of two means) shows t hit (0.465)< t tab (56), so Ho rejected. This indicates that there is a significant difference between the average N-gain of students in the experimental class and the average N-gain of students in the control class.
Abstrak. Artikel ini bertujuan pada Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad 21, ini merupakan era globalisasi yang menuntut setiap orang untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Untuk menguasai IPTEK dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang dapat bertindak secara cepat, tepat, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peranan penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.pembelajaran yang berkualitas dapat terjadi jika peserta didik dapat menghubungkan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu, dengan pendekatan kuantitatif. Metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkendalikan. Hasil dan kesimpulan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat hasil uji t untuk nilai pretes siswa dari kedua kelas, dengan t hit (0,840) < t tab (56), sehingga Ho diterima. Artinya, kemampuan awal siswa pada kedua kelas tersebut dianggap sama. Namun, uji t untuk nilai postes siswa menunjukkan t hit (1,105) < t tab (56), sehingga Ho ditolak. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata nilai postes siswa pada kelas eksperimen lebih baik dan secara signifikan berbeda dengan kelas kontrol.Analisis lebih lanjut dari uji t1 (kesamaan dua rata-rata) menunjukkan t hit (0,465) < t tab (56), sehingga Ho ditolak. Hal ini menandakan adanya perbedaan signifikan antara rata-rata N-gain siswa pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-gain siswa pada kelas kontrol
Integrasi Video dalam Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA pada Materi Ekosistem: (Video Integration in Problem-Based Learning Model to Improve High School Students' Biology Learning Outcomes in Ecosystem Material)
This study aims to analyze the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by video on students’ learning outcomes in the ecosystem topic at SMA Negeri 1 Barusjahe. The research was motivated by low student engagement and understanding in biology learning, which is still dominated by conventional methods. This study employed a quasi-experimental design with two groups: an experimental class using PBL assisted by video and a control class using conventional learning methods. The research instrument was a cognitive achievement test administered before and after treatment (pretest and posttest). Data were analyzed using a t-test to determine significant differences between the groups. The results showed that the average posttest score in the experimental class was 82.00, while in the control class it was 68.83. There was a significant difference between the two groups, indicating that the PBL model assisted by video was effective in improving students’ learning outcomes on ecosystem material. The model also encouraged active participation, critical thinking, and deeper conceptual understanding among students.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan video terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem di SMA Negeri 1 Barusjahe. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa dalam pembelajaran biologi yang masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL berbantuan video dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest). Data dianalisis menggunakan uji-t untuk menentukan perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest siswa pada kelas eksperimen mencapai 82,00, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 68,83. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, yang menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan video efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem. Model ini mendorong partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman konseptual siswa terhadap materi biologi
ANALISIS PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA MANAJERIAL PADA PT. PRUDENTIAL PRUAINI CABANG MEDAN
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan konsep Total Quality Management (TQM) dalam meningkatkan kinerja manajerial di PT. Prudential Pruaini Cabang Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Prudential Pruaini Cabang Medan telah menerapkan sepuluh unsur utama Total Quality Management (TQM) secara efektif, termasuk fokus pada pelanggan, obsesi terhadap kualitas, pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerja sama tim, perbaikan berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, kebebasan yang terkendali, kesatuan tujuan, serta keterlibatan dan pemberdayaan karyawan. Implementasi Total Quality Management (TQM) ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan kepada nasabah, koordinasi internal, serta pencapaian target kinerja manajerial. Dengan demikian, penerapan Total Quality Management (TQM) menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan di industri asuransi nasional.
Abstract
This research aims to find out and analyze the application of the concept of Total Quality Management (TQM) in improving managerial performance in PT. Prudential Pruaini Medan Branch. This study uses a descriptive qualitative method with primary data sources obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that PT. Prudential Pruaini Medan Branch has effectively implemented the ten key elements of Total Quality Management (TQM), including customer focus, obsession with quality, scientific approach, long-term commitment, teamwork, continuous improvement, education and training, controlled freedom, unity of purpose, and employee engagement and empowerment. The implementation of Total Quality Management (TQM) has a positive impact on improving the quality of Human Resources (HR), service to customers, internal coordination, and the achievement of managerial performance targets. Thus, the implementation of Total Quality Management (TQM) is an important strategy in increasing the competitiveness of companies in the national insurance industry
MENELUSURI ARUS KAS : KUNCI KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, profitabilitas, dan pertumbuhan berbasis arus kas terhadap financial distress, yang diproksikan melalui kerugian bersih selama tiga tahun berturut-turut, serta menentukan model prediksi yang akurat. Data diperoleh dari 44 laporan keuangan tahunan milik 11 perusahaan properti dan real estat yang terdaftar di BEI periode 2020 sampai dengan 2023, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, analisis diskriminan, dan regresi logistik menggunakan bantuan SPSS. Hasil analisis diskriminan menunjukkan bahwa rasio leverage berbasis arus kas dengan proksi rasio NCFFO/LTL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, sedangkan rasio pertumbuhan berbasis arus kas dengan proksi rasio NCFFOGR berpengaruh positif tetapi secara statistik tidak signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, analisis regresi logistik menunjukkan bahwa rasio profitabilitas berbasis arus kas dengan proksi rasio NCFFO/NI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Model regresi logistik terbukti lebih akurat dibandingkan dengan model analisis diskriminan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan arus kas bersih operasional yang sehat, pencapaian laba berkualitas berbasis kas, dan perlunya kehati-hatian dalam mengelola pertumbuhan arus kas sebagai langkah strategis dalam meminimalkan risiko financial distress pada sektor industri properti dan real estat
PERAN MEDIASI INVOLVEMENT PADA PENGARUH ADVERTISING DAN KONTEN VIDEO ESTETIK YANG BERKUALITAS TERHADAP CUSTOMER ENGAGEMENT (STUDI PADA PRODUK ANALOOKS.STUFF TAHUN 2025)
Era digitalisasi yang semakin pesat menuntut bisnis termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti Analooks.Stuff untuk menggunakan media sosial dalam pemasaran produk mereka. Akun Instagram @analooks.stuff memiliki banyak pengikut, namun interaksi terhadap konten video seperti jumlah like, komentar, dan viewers masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Meta Ads dan kualitas konten video terhadap customer engagement dengan involvement sebagai variabel mediasi. Metode kuantitatif deskriptif dan verifikatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa Meta Ads dan konten video berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan pelanggan. Involvement memediasi sebagian pengaruh Meta Ads terhadap engagement, namun tidak memediasi pengaruh konten video, artinya, keterlibatan psikologis pelanggan memperkuat dampak Meta Ads, tetapi tidak pada konten video. Studi ini menunjukkan bahwa strategi konten visual yang menarik dan penggunaan Meta Ads yang tepat sangat penting untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian ini Analooks.Stuff disarankan untuk meningkatkan kualitas konten visual dan informasi untuk meningkatkan keterlibatan audiens di media sosial
BREAKTHROUGH GAYA KEPEMIMPINAN REVOLUSIONER, KOMPENSASI, DISIPLIN GUNA OPTIMALISASI KINERJA KARYAWAN PADA UKM TAMBAK UDANG PT. BERTUAH SAMUDERA ABADI BARELANG BATAM
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan revolusioner, kompensasi, dan disiplin terhadap kinerja karyawan PT. Bertuah Samudera Abadi. Responden berjumlah 78 orang karyawan, data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Teknik analisa data menggunakan model regresi berganda, dengan uji T dan uji F. Hasil analisis data diperoleh variable kepemimpinan revolusioner (x1) dengan t hitung 3.910> t table 1.655 nilai signifikan 0,004 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan revolusioner berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi (x2) dengan t hitung 4.274> t table 1.655 nilai signifikan 0.001 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Disiplin (x3) dengan t hitung 4.436 > t table 1.655 nilai signifikan 0.000 > 0.05. Hal ini menunjukan disiplin berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, Uji F diketahui F hitung 19.278 > Ftabel 2.430 signifikan 0,000 < 0,05 yang artinya kepemimpinan revolusioner, kompensasi, disiplin, secara simultas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan
ANALISIS INTEGRASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGGAJIAN DAN PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (PPh 21) PADA PT. PUTRA DUMAS LESTARI
Pada peneltian ini membahas tentang penerapan sistem informasi akuntansi dalam penggajian dan pengenaan pajak penghasilan pasal 21 (PPh Pasal 21) pada PT. Putra Dumas Lestari. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, menunjukkan bahwa dalam sistem perhitungan penggajian karyawan dilakukan disesuaikan dengan jumlah absensi dan skill karyawan. Hal ini dinilai kurang efektif jika absensi dilakukan secara manual (dengan tanda tangan karyawan) dan scan finger jika terjadi error system. Sedangkan untuk pengenaan PPh Pasal 21 atas gaji karyawan memiliki dua sistem yang berbeda berdasarkan peraturan dan kebijakan terbaru dari pemerintah