Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
    13172 research outputs found

    The IMPACT OF RATIONAL, EMOTIONAL, AND SPIRITUAL MOTIVES ON GEN Z'S SKINCARE PURCHASING DECISIONS IN JAMBI CITY

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of rational, emotional, and spiritual motives on skincare purchasing decisions among Generation Z in Jambi City. A quantitative approach was employed, with a total of 99 respondents selected through a purposive sampling technique. Data were collected using an online questionnaire distributed via Google Forms. The collected data were then processed using SPSS version 21, utilizing multiple linear regression analysis. The findings indicate that rational motives have a positive and significant impact on purchasing decisions. Additionally, emotional and spiritual motives also significantly influence skincare purchasing decisions. Furthermore, the simultaneous test results confirm that rational, emotional, and spiritual motives collectively have a significant effect on the skincare purchasing decisions of Generation Z in Jambi City

    english

    No full text
    This study aims to examine the influence of flash sales and discount programs on impulsive buying, with positive emotions as a mediating variable, in the Shopee marketplace in Jambi. A quantitative approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to 96 Shopee users in Jambi. The data were analyzed using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results indicate that the flash sale program does not have a significant effect on impulsive buying or positive emotions. In contrast, discount programs significantly influence both impulsive buying and positive emotions. Additionally, positive emotions have a significant impact on impulsive buying. While flash sales do not indirectly affect impulsive buying through positive emotions, discount programs do. These findings suggest that discount-based promotional strategies are more effective in driving impulsive purchases than flash sales. This study provides valuable insights for e-commerce businesses in designing more effective marketing strategies to enhance consumer engagement and sales performance. Keywords: Flash Sale, discount, impulsive buying, positive emotions, marketplace Shopee

    The IMPACT OF SUPPLY CHAIN DIGITALIZATION ON SUPPLY CHAIN RESILIENCE AND PERFORMANCE

    Full text link
    In the recent era after the COVID-19 pandemic has ended, many companies, both large and small, are still experiencing difficulties caused by increasing inflation in shipping and import costs. As a result, companies experience a drastic decline in demand levels that can lead to losses and damage to the supply chain system. To be able to address these problems, companies must be able to innovate in the use of digital technology in an effort to achieve better supply chain performance so as to be able to mitigate price inflation and also reduce the risk of potential problems. Data collection  was gathered with the help of questionnaires which targeted at industrial companies that involve supply chain systems in their operations. The results of the collected data and later analysis show that use of digital technology has a big effect on resilience and performance of the supply chains system, thus having a positive impact for the company. This research is anticipated to serve useful for other researchers as a concrete data source to determine the impact it brings on a company's performance.Pada masa sekarang setelah pandemi COVID-19 berakhir, masih banyak perusahaan baik besar maupun kecil mengalami kesulitan yang disebabkan oleh peningkatan inflasi pada biaya pengiriman dan impor barang-barang. Akibatnya, perusahaan mengalami penurunan drastis pada tingkat permintaan yang dapat berujung pada kerugian dan kerusakan sistem rantai pasok. Untuk dapat menangani permasalahan tersebut, perusahaan harus dapat berinovasi pada penggunaan teknologi digital dalam upaya mencapai kinerja rantai pasok yang lebih baik sehingga mampu memitigasi inflasi harga dan juga mengurangi risiko permasalahan yang mungkin akan datang. Pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan melalui kuesioner yang ditargetkan pada perusahaan-perusahaan industri yang melibatkan sistem rantai pasok pada operasionalnya. Hasil analisis pada pengujian data yang telah terkumpul menunjukan bahwa penggunaan teknologi digital berpengaruh signifikan terhadap ketahanan dan kinerja rantai pasok, sehingga membawa dampak yang baik terhadap perusahaan.  Penelitian ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi para peneliti lainnya sebagai sumber data yang konkrit untuk mengetahui dampak yang diberikan teknologi digital bagi suatu rantai pasok perusahaan

    IMPLEMENTASI BIROKRASI DIGITAL DALAM PELAYANAN PUBLIK UNTUK MEWUJUDKAN SMART CITY DI KABUPATEN GRESIK

    Full text link
    Perkembangan teknologi informasi mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan tata kelola pemerintahan yang berbasis elektronik atau biasa disebut e-goverment. E-goverment sendiri merupakan bagian dari konsep smart city di Indonesia. Salah satu wilayah yang saat ini mengembangkan konsep smart city di bidang pemerintahan adalah Kabupaten Gresik. Strategi baru yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten gresik dalam mendukung pengembangan smart city yakni dengan penciptaan inovasi berbasis aplikasi atau mobile dalam pelayanan publik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan temuan dilapangan secara langsung. Pemilihan informan dipilih secara sengaja yang dianggap paham mengenai hal yang akan dikaji, mengambil data dari sumber yang dianggap relevan sesuai dengan permasalahan dan tema yang diangkat, sehingga menghasilkan data yang dapat dipercaya dan menentukan ketepatan hasil penelitian.Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam Implementasi Birokrasi Digital Dalam Pelayanan Publik Untuk Mewujudkan Smart City di Kabupaten Gresik pelaksanaanya masih belum maksimal berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, implementasi birokrasi digital dalam pelayanan publik dianalisis berdasarkan komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, serta struktur birokrasi yang belum terkoordinasi dengan baik dan terstruktur. Untuk itu pemerintah perlu melakukan evaluasi baik dari inovasi pelayanan maupun masyarakat sebagai penerima layanan, dengan begitu smart city di Kabupaten Gresik dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.Perkembangan  teknologi  informasi  mendorong  pemerintah  daerah  untuk  melaksanakan  tata kelola  pemerintahan  yang  berbasis  elektronik atau biasa disebut e-goverment. E-goverment sendiri merupakan bagian dari konsep smart city di Indonesia. Salah satu wilayah yang saat ini mengembangkan konsep smart city di bidang pemerintahan adalah Kabupaten Gresik.  Strategi baru yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten gresik dalam mendukung pengembangan smart city yakni dengan penciptaan inovasi berbasis aplikasi atau mobile dalam pelayanan publik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan temuan dilapangan secara langsung. Pemilihan informan dipilih secara sengaja yang dianggap paham mengenai hal yang akan dikaji, mengambil data dari sumber yang dianggap relevan sesuai dengan permasalahan dan tema yang diangkat, sehingga menghasilkan data yang dapat dipercaya dan menentukan ketepatan hasil penelitian.Hasil penelitian menyatakan bahawa dalam Implementasi Birokrasi Digital Dalam Pelayanan Publik Untuk Mewujudkan Smart City di Kabupaten Gresik pelaksanaanya masih belum maksimal berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, implementasi birokrasi digital dalam pelayanan publik dianalisis berdasarkan komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, serta struktur birokrasi yang belum terkoordinasi dengan baik dan terstruktur. Untuk itu pemerintah perlu melakukan  evaluasi baik dari inovasi pelayanan maupun masyarakat sebagai penerima layanan, dengan begitu smart city di Kabupaten Gresik dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.  Kata Kunci: Birokrasi Digital, Implementasi, Smart City

    Bagaimana Social Identity Theory Menjelaskan Aksi Kolektif: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Menggunakan Basis Data Scopus.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Teori Identitas Sosial (SIT) dalam menjelaskan fenomena aksi kolektif dalam konteks sosial kontemporer. Metode yang digunakan adalah systematic literature review yang mengkaji studi-studi yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2014 hingga 2024. Studi yang terpilih dalam review ini berfokus pada penggunaan SIT dalam menjelaskan keterlibatan individu dalam aksi kolektif yang berbasis identitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT dapat menjelaskan aksi kolektif dengan menekankan pentingnya identifikasi diri terhadap kelompok. Semakin kuat identifikasi sosial seseorang dengan kelompoknya, semakin besar kemungkinannya untuk terlibat dalam aksi kolektif tersebut. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa SIT memiliki kelebihan dalam konsistensinya dalam memprediksi keterlibatan dalam aksi kolektif. Namun, beberapa kelemahan ditemukan terkait dengan keterbatasan aplikasinya dalam konteks budaya dan kelompok yang berbeda. Kesimpulannya, SIT menawarkan kerangka yang kuat dalam memahami motivasi individu untuk berpartisipasi dalam aksi kolektif, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi kelemahan dalam penerapannya di berbagai konteks sosial yang lebih luas.Penelitian ini melakukan kajian literatur sistematis menggunakan basis data Scopus untuk mengeksplorasi bagaimana Social Identity Theory (SIT) menjelaskan aksi kolektif. Berdasarkan analisis 13 studi yang memenuhi kriteria inklusi dan kualitas, SIT didefinisikan sebagai proses di mana individu secara alami mengidentifikasi diri dengan kelompok sosial melalui mekanisme self-categorization dan ingroup favoritism. Studi-studi tersebut umumnya mengacu pada definisi Tajfel (1978) dan Tajfel & Turner (2004), yang menekankan bahwa identifikasi kelompok meningkatkan persepsi ketidakadilan serta mendorong solidaritas kolektif. Selanjutnya, penelitian menguraikan bagaimana SIT memprediksi aksi kolektif melalui Social Identity Model of Collective Action (SIMCA). Dalam SIMCA, individu dipicu untuk bertindak apabila mereka merasa bahwa ketidakadilan menimpa kelompok serta memiliki keyakinan terhadap efikasi kelompok dalam mencapai perubahan sosial. Selain itu, pembahasan juga mengidentifikasi perbedaan antara aksi kolektif normative dan non-normative, serta menggarisbawahi peran norma sosial dan interaksi lingkungan sebagai faktor pendukung. Kelebihan SIT terletak pada fleksibilitas dan konsistensinya dalam berbagai konteks, sedangkan kekurangannya mencakup penyederhanaan proses identifikasi dan minimnya perhatian terhadap pengaruh lingkungan eksternal. Hubungan SIT dengan teori lain, seperti perceived injustice, collective efficacy, dan model IDEAS, memberikan wawasan komprehensif bagi mobilisasi sosial dan pengembangan strategi aksi kolektif

    The Influence of Taste Sensitivity on Fruit and Vegetable Intake among Young Adult Subjects

    Full text link
    Abstract— Individual food preferences are crucial predictors of food intake and can be highly influenced by taste sensitivity and perception. It is well known that fruit and vegetables have a variety of tastes and are not only dominated by bitterness. This study aimed to investigate the relationship between taste sensitivity and fruit and vegetable intake. Sensitivity for three basic tastes (e.g sweet, sour, and bitter) was measured using the staircase method whereby individual's sensitivity to the bitter compound 6-n-propylthiouracil (PROP) known as PROP taster status was determined by PROP disc determination. Food frequency questionnaire (FFQ) was used to record the fruit and vegetable intake of subjects. All data were analysed either using one way ANOVA or Pearson correlation at 0.05 confidence level. A total of 80 respondents were involved in this study and it was discovered that among them, 2.5% were PROP nontasters (n=2), 42.5% were medium tasters (n=34), and 55.0% were supertasters (n=44). PROP supertasters were found to have higher sensitivity on bitterness, whereby supertasters had higher bitter intensity ratings (p<0.05) compared to nontasters and medium tasters. In terms of fruit and vegetable intake, the highest consumed fruit was banana while the highest consumed vegetable was onion. Except for onion (p=0.044), no significant difference (p>0.05) was obtained between PROP taster groups and fruit and vegetable intake. Pearson correlation indicated that sweet sensitivity was positively correlated with durian intake (r=0.305) whereas bitter sensitivity was positively correlated to the intake of long bean (r=0.221). No significant relationship was present between sour taste sensitivity on the fruit and vegetable intake

    Pengembangan Media Pembelajaran Booklet Berbasis Etnobotani Sayuran Lokal Di Kecamatan Semitau: (Development of a Booklet-Based Learning Media on Local Vegetable Ethnobotany in Semitau District)

    Full text link
    This study aims to develop an instructional medium in the form of a booklet based on the ethnobotany of local vegetables found in Semitau District, to be used as a learning resource on biodiversity for tenth-grade high school students. The background of this research is rooted in the lack of integration of local potential into the biology learning process in schools, which has resulted in students’ limited understanding of the importance of conserving biological resources in their surroundings. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4-D model, which was modified into a 3-D model consisting of define, design, and develop stages. The research procedure included needs analysis of teachers and students, identification of local vegetable species, and the design and validation of the booklet. Validation results by experts indicated that the developed booklet had a high level of validity, with an average score of 87.22% from media experts, 84.44% from material experts, and 78.44% from language experts. Trials conducted with students on a small and large scale showed highly positive responses, with percentages of 84.61% and 87.72%,respectively. Therefore, the ethnobotany-based local vegetable booklet developed in this study is considered highly valid and feasible to be used as a learning medium for biodiversity material.  Key words: Booklet, Ethnobotany, Local Vegetables, Biodiversity, Learning Medi

    Transformasi Minat Belajar Melalui Gamifikasi: Studi Kasus di SMA Negeri 4 Tanjungpinang: (Transforming Learning Interest Through Gamification: A Case Study at Tanjungpinang State Senior High School 4)

    Full text link
    This study aims to describe students' learning interests and learning outcomes in relation to the application of game-based learning integrated with the Discovery Learning model at SMAN 4 Tanjungpinang. The research used Classroom Action Research (CAR) with research subjects including students from classes X.3, X.6, XI.1.1, XI.1.2, and XI.1.3. Data collection was carried out through a student learning interest questionnaire using a Likert scale supported by a learning activity observation sheet. The data obtained was analyzed by converting the scores into percentages. The results showed that game-based learning had a positive effect on students' interest and learning activities. Students showed high enthusiasm, active involvement in learning, and positive perceptions of their understanding of the material. The integration of game-based learning with the Discovery Learning model was able to create an interactive, enjoyable, and student-centered learning atmosphere. Thus, game-based learning can be used as an alternative learning strategy to increase students' interest in learning Biology. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar dan hasil belajar siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis games yang diintegrasikan dengan model Discovery Learning di SMAN 4 Tanjungpinang. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian meliputi siswa kelas X.3, X.6, XI.1.1, XI.1.2, dan XI.1.3. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar siswa menggunakan skala Likert yang didukung oleh lembar observasi aktivitas belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengonversi skor ke dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis games memberikan pengaruh positif terhadap minat dan aktivitas belajar siswa. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta persepsi yang positif terhadap pemahaman materi. Integrasi pembelajaran berbasis games dengan model Discovery Learning mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, pembelajaran berbasis games dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Biologi

    PERAN CONTENT MARKETING DAN KUALITAS PRODUK DALAM MENDORONG MINAT KONSUMEN MEMBELI PRODUK ONLINE SHOP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah variabel content marketing dan kualitas produk baik secara parsial maupun secara simultan mempunyai pengaruh atau tidak terhadap variabel minat beli konsumen dalam membeli produk di online shop. Objek penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di online shop dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden dengan menggunakan rumus cochran. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebar secara acak kepada konsumen yang pernah berbelanja di online shop melalui google forms. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda, analisis koefisien determinasi, uji asumsi klasik, uji-F dan Uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa baik secara simultan maupun secara parsial variabel content marketing dan kualitas produk mempunyai pengaruh terhadap variabel minat beli konsumen

    TRANSFORMASI KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK LOKAL MELALUI SERUAN AKSI BOIKOT PADA PRODUK PRO ISRAEL

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk mengungkap makna seruan untuk bertindak untuk memboikot produk pro-Israel bagi konsumen dalam mempertimbangkan keputusan pembelian dan menjelaskan transformasi preferensi konsumen terhadap produk lokal sebagai tanggapan atas seruan boikot. Konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan telah memicu gerakan boikot sebagai protes terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis tematik, penelitian ini melibatkan wawancara terbuka dengan sembilan responden yang aktif dalam isu boikot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seruan boikot tidak hanya dipandang sebagai tindakan ekonomi, tetapi juga sebagai ekspresi solidaritas moral dan identitas agama. Responden menunjukkan peningkatan kesadaran akan asal-usul produk yang mereka konsumsi, serta beralih ke produk lokal sebagai alternatif. Namun, tantangan konsistensi pelaksanaan boikot masih ada, terutama terkait ketersediaan dan kemudahan produk. Studi ini menyimpulkan bahwa boikot dapat menjadi sarana perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan, dengan dukungan untuk produk lokal sebagai kunci keberlanjutan gerakan ini

    11,014

    full texts

    13,172

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Jambi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇