Jurnal Online Universitas Madura
Not a member yet
1311 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BATIKMATIKA UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN DAN BERMAKNA
Abstrak:Berawal dari anggapan bahwa matematika itu rumit, membosankan, sulit difahami, tidak disukai, hingga berdampak pada minimnya minat, motivasi, hasil belajar belajar matematika dan penguasaan konsep matematika yang belum maksimal mengispirasi dilakukannya inovasi pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan BATIKMATIKA untuk media pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, dengan analisis datanya menggunakan uji kelayakan dan kepraktisan. Selanjutnya hasil yang diperoleh yaitu pengembangan BATIKMATIKA untuk media pembelajaran melalui lima tahapan utama ADDIE. Kemudian hasil berikutnya menunjukkan bahwa BATIKMATIKA merupakan media yang layak digunakan untuk membuat pembelajaran matematika menyenangkan dan bermakna. Selain itu juga dapat dikatakan bahwa BATIKMATIKA merupakan media yang praktis digunakan untuk mengajar matematika. Dengan saran yang dapat disampaikan yakni sebagai seorang guru khususnya matematika kita harus mampu membuat kondisi belajar yang tidak nyaman menjadi nyaman bagi siswa supaya dapat menumbuhkan minat dan motivasinya serta dapat mencipkatan lingkungan belajar menyenangkan hingga akhirnya dapat tecipta pembelajaran matematika yang bermakna. Abstract:Starting from the assumption that mathematics is complicated, boring, difficult to understand, and disliked, to the impact on the lack of interest, motivation, learning outcomes of learning mathematics, and mastery of mathematical concepts that have not been maximized inspires innovation in mathematics learning. This study aims to describe the process and results of developing BATIKMATIKA as a learning media for joy and meaningful learning. This type of research is developed using qualitative and quantitative approaches. The development model used is ADDIE which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data collection used observation, interviews, questionnaires, and documentation, with the data analysis using feasibility and practicality tests. Furthermore, the results obtained are the development of BATIKMATIKA as a learning media through the five main stages of ADDIE. Then, the next result shows that BATIKMATIKA is a feasible medium for joy and meaningful learning. In addition, it can also be said that BATIKMATIKA is a practical media used to teach mathematics. With suggestions that can be conveyed, namely as teachers, especially in mathematics, we must be able to make uncomfortable learning conditions comfortable for students so that they can foster their interest and motivation and create a joyful learning environment in the end it can be meaningful learning
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI MATEMATIS SISWA
Pembelajaran matematika sangat bergantung pada kemampuan numerasi matematis sebagai salah satu aspek utamanya, hal ini disebabkan oleh keterkaitannya dengan keterampilan individu dalam mengaplikasikan lambang serta angka-angka matematika dasar dalam mengatasi persoalan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari. Namun kenyataannya, kemampuan numerasi matematis masih rendah pada banyak siswa. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengkaji dampak penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap peningkatan kemampuan numerasi matematis siswa kelas X SMA Al-Islam Krian. Pendekatan Kuantitatif melalui rancangan quasi eksperimen diimplementasikan dalam penelitian ini. Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan menetapkan kelas X-04 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-05 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini berbentuk tes uraian (post-test). Temuan penelitian dianalisis menggunakan uji perbandingan rata-rata (t-test). Perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung=2,919>ttabel=1,99346, karena thitung>ttabel maka dapat disimpulkan. bahwasanya pendekatan RME memberikan pengaruh terhadap meningkatnya kemampuan numerasi matematis siswa. Kata Kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Kemampuan Numerasi Matemati
AN ANALYSIS OF PEDAGOGICAL GESTURE PERFORMED BY NOVICE TEACHER IN TEACHING ENGLISH
Gestures are one technique commonly used by teachers in delivering material. This study aims to investigate types of gestures as well as the benefits of using them that are used by novice teachers in teaching English and in the learning process. This research is a qualitative descriptive study that examines novice teachers from different schools. It takes four observations for each class. From the research conducted, this study resulted in four types of gestures generally used and five benefits for novice teachers and also three benefits for students. The types of hand gestures are deictic, iconic, metaphor, and beat gesture. While the benefits of using gestures are that teachers can easily clarify their ideas in explaining some difficult vocabulary, it can also help students understand the materials easily, and it reduces their nervousness toward the students and allows them to enjoy the class. This study is hoped to be able to provide insight to teachers about the importance of using gestures in learning English by considering the benefits
ASAS ITIKAD BAIK PELAKU USAHA DALAM TRANSAKSI BISNIS ATAS INFORMASI PEMAKAIAN KONDIMEN UNTUK PENYAKIT TERTENTU
Abstrak Semakin tinggi daya konsumtif sebuah produk saat ini dan luasnya inovasi produk oleh pelaku usaha mengakibatkan daya kreativitas juga harus bisa bersaing antar produk mulai dari kemasan, bentuk, rasa, khasiat atau manfaat dari produk itu sendiri hingga kondimen atau komposisinya. Yang mana kondimen ini akan menjadi peran utama dalam sebuah produk sebagai suatu bentuk dari kandungan kandungan sebuah produk. Kondimen dalam produk harus di informasikan dengan secara terbuka dimana hal tersebut besar kaitannya dengan keadaan bahkan kesehatan dari konsumen yang menggunakan produk tersebut. Produk yang di pasarkan oleh pelaku usaha juga harus sesuai dengan standart dari Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM). Sebagai pelaku usaha yang memproduksi makanan, minuman ataupun barang yang memiliki daya konsumtif seharusya sudah memahami bahwa pelaku usaha wajib memiliki itikadbaik sebagaimana yang disuratkan dalam Pasal 7 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Itikad baik itu sendiri adalah bagian dari tanggung jawab atau ganti rugi pelaku usaha atas produk yang telah di keluarkan dan di pasarkan. Ganti rugi yang dimaksud dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyelasaian dari sengketa konsumen ini dapat di selesaikan oleh lembaga-lembaga yang sudah di tunjuk langsung guna untuk menyelesaikan masalah sengketa konsumen.Kata Kunci: Asas Itikat baik, Pelaku usaha, pemakaian kondime
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN (Studi Kasus di RSUD dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Indonesia)
Kebijakan Publik Secara umum, istilah “kebijakan” atau “policy” digunakan untuk menunjuk perilaku seorang aktor (misal seorang pejabat, suatu kelompok maupun suatu lembaga pemerintah) atau sejumlah aktor dalam suatu bidang kegiatan tertentu (Winarno, 2007:16). Kebijakan (policy) berbeda dengan kebijaksanaan, karena kebijaksanaan merupakan perwujudan atau pelaksanaan aturan yang telah ditetapkan sesuai situasi dan kondisi setempat oleh pejabat yang berwenang. Dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Henry, Bryant dan White dalam Samodra Wibawa, maka perlu adanya pengukuran efektivitas kebijakan public yang menunjukkan apakah suatu kebijakan publik dapat dikatakan baik atau buruk. Jadi, Efektivitas Kebijakan Disiplin Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang dapat dikatakan baik apabila kebijakan yang diterapkan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang yang bertempat di kabupaten Sampang. Metode pengumpulan data penentuan informan menggunakan metode purposive sampling dan metode analisa data menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui secara umum mengenai Efektivitas Kebijakan Disiplin Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang. Sumber data yang digunakan berasal dari informan yaitu Staf sub bag. Evaluasi dan pelaporan, staf resepsionis, petugas satpam, dan pengunjung RSUD dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang. Hasil penelitian dapat diuraikan berdasarkan lima Indikator yang digunakan dapat ditarik kesimpulan bahwa Pertama, dalam waktu pencapaian masyarakat sudah semakin meningkat terhadap kebijakan protokol kesehatan yang ada. kedua, dari tingkat pengaruh yang diinginkan sudah semakin baik masyarakat sudah mulai terbiasa dengan kebijakan protokol kesehatan yang ada. ketiga, perubahan perilaku masyarakat semakin baik sudah menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan di RSUD dr. Mohammad Zyn. Keempat, pelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan rata-rata masyarakat sudah memahami manfaat dari diterapkannya kebijakan protokol kesehatan tersebut dan mematuhi sesuai dengdengan kebijakan yang dibuat. Kelima, tingkat kesadaran masyarakat akan kemampuan dirinya saat pandemic semakin tingg
Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Peternak Domba di Kabupaten Bondowoso
Populasi dan karakteristik wilayah Kabupaten Bondowoso menunjukkan bahwa kabupaten ini memiliki potensi pengembangan domba. Potensi ini dimanfaatkan salah satunya dengan cara beternak dan dilakukan oleh Komunitas Peternak Domba Indonesia di Kabupaten Bondowoso. Peternak yang didalamnya mempunyai dua sistem budidaya yaitu sistem breeding dan sistem fattening menyebabkan fenomena berupa bakalan yang dihasilkan sistem breeding tidak sesuai dengan harapan peternak sistem fattening, dimana hal ini dapat berpengaruh terhadap pendapatan. Selain itu, fenomena lainnya adalah peternak kedua sistem tersebut tidak mengetahui pasti lebih untung mana antara kedua sistem tersebut, dimana seharusnya pengembangan potensi domba harus melalui pendekatan yang bersifat ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analitik dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis Uji-t Independent, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik peternakan domba di Kabupaten Bondowoso yang dijelaskan secara kualitatif, menghasilkan pendapatan atas biaya tunai dan atas biaya total peternak domba sistem breeding sebesar Rp1.070.070/Ekor/Tahun dan Rp418.397 Rp1.070.070/Ekor/Tahun serta pendapatan tas biaya tunai dan biaya total peternak domba sistem fattening sebesar Rp2.253.302/Ekor/Tahun dan Rp1.456.496/Ekor/Tahun. Selain itu Uji-t menunjukkan adanya perbedaan antara pendapatan kedua peternak sistem breeding dan sistem fattening, sementara untuk analisis regresi linier berganda menghasilkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan adalah faktor pengalaman dan faktor sistem budidaya
ALGORITMA OKAPI BM25 DALAM SISTEM PENCARIAN INFORMASI BERBASIS TEKS
BM25 (Best Matching 25), atau yang dikenal sebagai Okapi BM25, adalah algoritma pemeringkatan dokumen yang banyak digunakan dalam sistem pencarian informasi berbasis teks karena pendekatannya yang probabilistik dan kemampuannya dalam menangani pencocokan kueri terhadap dokumen dalam skala besar. Tidak seperti metode heuristik klasik seperti Term Frequency (TF) dan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), BM25 memperhitungkan faktor seperti frekuensi kemunculan kata, panjang dokumen, dan distribusi kata dalam korpus untuk menghasilkan skor relevansi yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas BM25 dalam konteks bahasa Indonesia, dengan membandingkannya terhadap TF dan TF-IDF menggunakan dua dataset relevan, yaitu IndoQA dan IndoNLI. Sebanyak 1.000 pasangan kueri-dokumen dipilih sebagai sampel uji, dan seluruh teks mengalami proses pra-pemrosesan berupa tokenisasi, lowercasing, penghapusan tanda baca, stopword removal, dan stemming. Setiap model digunakan untuk menghasilkan peringkat 10 dokumen teratas, yang kemudian dievaluasi menggunakan metrik Precision@5, Mean Average Precision (MAP), dan Normalized Discounted Cumulative Gain (nDCG). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa BM25 secara konsisten memberikan hasil terbaik dalam semua metrik evaluasi dibandingkan dengan dua metode lainnya, baik dari segi presisi maupun kualitas ranking. Temuan ini menegaskan bahwa BM25 tetap menjadi baseline yang kuat dan efisien dalam berbagai aplikasi pencarian informasi berbasis teks berbahasa Indonesia, serta memberikan dasar yang dapat diandalkan untuk pengembangan sistem pencarian cerdas berbasis bahasa alami.Kata kunci: BM25, Pengambilan Informasi, Pembobotan Dokumen, TF-IDF, Bahasa Indonesia
UANG ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM PERDATA INTERNASIONAL
AbstrackThe development of technology and information in the era of globalization has influenced aspects of human life, including people's social behavior. This makes developments in the economic aspect in particular to be further improved. Before the existence of money as a legal means of payment, people carried out transactions by bartering, namely exchanging goods for goods, which meant that they had the same value for both parties. Over time, bartering has a weakness, namely that it is difficult to find the same value of goods, so people use money as a means of payment because it is considered legal and regulated by the government. The aim of this research is to determine the legal strength of electronic money as a means of payment for electronic transactions and determine the impact of the use of digital currency on international business transactions. This research also aims to increase scientific insight for researchers and readers regarding digital currency as a means of payment for transactions. electronic. The statutory approach method or Statute Approach is based on Article 1 of Law Number 11 of 2008 concerning information and electronic transactions. The research results from this thesis obtained answers namely, first, before transactions and recording in electronic form receive legal recognition, the first thing that must be developed is the implementation rules and procedures. Second, even though efforts to protect business interests are publicly undertaken rapidly and seriously, natural business behaviors will be difficult to eradicate completely. Public protections, as sought through the WTO.. Keyword : electronic money, transaction, Cryptocurrency, Bitcoin
REKONSTRUKSI MODEL PENYELESAIAN SENGKETA ADMINISTRASI DAN SENGKETA HASIL PEMILU DALAM SISTEM HUKUM TATA NEGARA
AbstrakPenyelesaian sengketa administrasi pemilu dan sengketa hasil pemilu merupakan elemen penting dalam memastikan keadilan dan integritas sistem pemilu di Indonesia. Prosedur yang ada saat ini, meskipun telah diatur dalam undang-undang, masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas dan efisiensinya. Sengketa administrasi pemilu, yang berhubungan dengan pelaksanaan tahapan pemilu, sering kali terkendala oleh ketidakjelasan prosedur dan keterbatasan waktu. Sementara itu, sengketa hasil pemilu, yang melibatkan penghitungan suara dan hasil akhir pemilu, sering kali dipengaruhi oleh kompleksitas teknis dan waktu yang terbatas, terutama dalam peran Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga pengadilan tertinggi yang menyelesaikan sengketa hasil pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi model penyelesaian sengketa pemilu dalam sistem hukum tata negara Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prosedur penyelesaian sengketa sudah ada, masih terdapat celah yang perlu diperbaiki, termasuk penguatan kapasitas lembaga terkait dan penggunaan teknologi untuk mempercepat verifikasi hasil pemilu. Selain itu, rekomendasi perbaikan mencakup pembaruan regulasi yang mengatur prosedur penyelesaian sengketa, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum pemilu. Dengan rekonstruksi model penyelesaian sengketa yang lebih efektif, diharapkan dapat menciptakan sistem pemilu yang lebih adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum tata negara yang berlaku, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil pemilu di Indonesia.
PENGENAAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENADAHAN DALAM SISTEM HUKUM PIDANA DI INDONESIA (Studi Komparasi Pasal 480 KUHP Dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023)
Abstrak Dalam pengenaan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana penadahan dalam sistem hukum pidana di Indonesia dengan melakukan studi komparasi antara Pasal 480 KUHP lama dengan Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Pertama, Bagaimana kualifikasi unsur pengenaan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana penadahan dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Kedua, Apa perbedaan dan persamaan delik pidana penadahan yang diatur dalam pasal 480 KUHP dan pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan analisis terhadap bahan hukum primer, sekunder, serta tersier. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertama, Pasal 480 KUHP lama hanya mengatur secara terbatas dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun atau denda nominal yang tidak relevan dengan perkembangan zaman. Kedua, perbedaan dan persamaan delik pidana penadahan yang diatur dalam pasal 480 KUHP lama, atas pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana, Pasal 591 tentang penadahan memperluas cakupan perbuatan penadahan dan menaikkan kategori ancaman pidana denda, masuk pada kategori V (Rp 500.000.000.00) lima ratus juta rupiah, sehingga lebih kontekstual dengan perkembangan kejahatan kontemporer. Perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma hukum pidana Indonesia ke arah yang lebih progresif, kontekstual, dan berorientasi pada keadilan, kepastian, serta kemanfaatan hukum dalam upaya memutus mata rantai kejahatan.