Jurnal Online Universitas Madura
Not a member yet
1311 research outputs found
Sort by
Pengaruh Fraksi SARA Terhadap Sifat Temperatur Rendah Pengikat
Efek dari fraksi kimia pada perilaku reologi suhu rendah dari pengikat aspal dieksplorasi dalam penelitian ini. Empat fraksi, yaitu saturate, aromatic, resin dan asphaltene (SARA), diperoleh dari sebelas bahan pengikat aspal dengan metode pemisahan kromatografi kolom baru. Selain itu, kurva master viskoelastik untuk pengikat dan subsetnya dikarakterisasi dengan dynamic shear rheometer (DSR) pada frekuensi tinggi (suhu rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modulus kompleks dan sudut fasa pengikat aspal berhubungan erat dengan perubahan fraksi SARA. Selain itu, sifat temperatur rendah dari pengikat aspal yang ditandai dengan modulus kekakuan mulur dan nilai-m diukur dengan menggunakan uji bending beam rheometer (BBR). Peningkatan kadar aspal dalam bahan pengikat aspal mengakibatkan penurunan modulus kekakuan rangkak aspal dan nilai m. Selanjutnya, temperatur transisi gelas (Tg) resin, aspal dan pengikat aspal diukur dengan uji differential scanning calorimetry (DSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Tg dari bahan pengikat aspal terutama ditentukan oleh fraksi jenuh dan aromatik. Namun, nilai Tg dari pengikat aspal akan meningkat seiring dengan peningkatan kandungan aspal. Akhirnya, hubungan yang signifikan antara fraksi SARA dan parameter suhu rendah spesimen pengikat aspal ditemukan dan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier, yang menunjukkan bahwa fraksi SARA akan memberikan efek yang signifikan pada sifat suhu rendah pengikat aspal
Analisis Manajemen Pemeliharaan dan Pendapatan Usaha Karapan Sapi Tangghe’ di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep
Karapan sapi tangghe’merupakan pesta kecil dalam upaya ungkapan doa dan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa. Pesta atau selamatan turun tanah dan panen hasil tani dalam satu tahun masa tanam. Tradisi masyarakat dalam budaya selamatan melibatkan ternak sapi Madura yang dikenal dengan tangghe’ (pameran, tampilan dan kebersamaan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemeliharaan dan kontribusi pendapatan usaha Karapan Sapi Tangghe’ di Kecamatan Saronggi. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling atau secara sengaja dengan memiliki tujuan tertentu. Penentuan responden dengan metode sensus terhadap 40 orang peternak sapi Karapan sapi tangghe’. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan sapi Tangghe’ di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep sangat bergantung pada sistem pemeliharaan dan budaya menjadi kunci utama dalam meningkatkan performa sapi karapan tangghe'. Karakteristik peternak karapan sapi tangghe’ jumlah responden adalah 94% laki-laki dan 6% perempuan, umur peternak 45-54 tahun dan >55 tahun sebesar 32%, Pendidikan terakhir Tamat SD sebesar 58%, tanggungan keleuaraga >5 orang sebesar 32%, Pekerjaan utama sebagai petani dan peternak sebesar 87% serta pengalaman beternak >30 tahun sebesar 51%. Karakteristik Usaha ternak karapan sapi tangghe’ adalah jumlah kepemilikan 2 ekor/1 pasang sebesar 84%, Jenis Kelamin Jantan Betina 50%, Umur sapi 1-2 tahun 77%, Lama pemeliharaan 3-4 tahun 23%, tujuan pemeliharaan 68%. Hasil Analisa usaha ternak menunjukkan Usaha karapan sapi Tangghe’ di wilayah Saronggi merupakan bentuk kegiatan peternakan rakyat yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, namun juga sangat kental dengan nilai budaya, sosial, dan prestise masyarakat Madura. Meskipun secara hitung-hitungan ekonomi usaha ini menunjukkan pendapatan negatif atau mengalami kerugian sebesar Rp3.897.924 per tahun, hal ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi, terutama untuk pakan, perawatan, kontes, dan aksesoris
OPTIMIZING EMPLOYEE PERFORMANCE THROUGH EFFECTIVE WORK DISCIPLINE, WORK EXPERIENCE AND WORK ENVIRONMENTAL
One of the main challenges faced by electronic cigarette distributor companies is low employee performance, which refers to the effectiveness and efficiency of employees in carrying out their duties and responsibilities according to organizational standards. This study aims to analyze the influence of work discipline, work experience, and work environment on employee performance in one of the electronic cigarette distributor companies in the Surabaya area. In this context, employee performance reflects the contribution of employees in achieving company goals optimally and sustainably. This research uses a quantitative descriptive approach, with a population of all employees in the company. The research sample was determined through simple random sampling, with a total of 66 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the help of the SPSS version 28 program. The analysis shows that work discipline sig. value of 0.013, work experience sig. value of 0.008, and work environment sig. value of 0.005 have a positive and significant effect on employee performance. The F test with a sig. value of 0.002 confirms that the regression model that combines the three variables is feasible and able to explain variations in employee performance simultaneously. This finding underscores the strategic role of work environment in improving employee performance, so companies need to create a work environment that supports workforce effectiveness. In addition, attention to work experience is crucial in maintaining employee well-being, which contributes to improving overall performance. By understanding the interrelationship between these three variables, companies can design more appropriate strategies to improve employee performance, while ensuring operational stability and business competitiveness in a growing industry
Pentagon Fraud Factors: Impact and Implications on Cash Theft by Employees of Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep
In the world of economics, fraud is a problem that is still inherent and growing in the global community to this day. Fraud can be found not only in small organizations but also in large companies are not immune to fraud within them. Pentagon fraud is the result of the development of previously discovered fraud theories. Starting from the fraud triangle theory with the elements of pressure, rationalization, and opportunity which then continued to develop into the fraud pentagon. The purpose of this study is to determine whether pressure, opportunity, rationalization, ability and arrogance influence cash theft. This type of research is quantitative research. The data source used is primary data. The data collection technique used a questionnaire. The population in this study were employees of Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep. Sampling in this study used a purposive sampling technique. Data analysis techniques used are Validity Test, Reliability Test, Descriptive Statistics, Classical Assumption Test, Multiple Linear Analysis, Coefficient of Determination Test, T-Test, F-Test. Data management used the SPSS program. The results of this study indicate that partially pressure has an effect on cash theft, opportunity has an effect on cash theft, rationalization has no effect on cash theft, ability has an effect on cash theft, arrogance has an effect on cash theft
Meningkatkan keberlanjutan rekayasa geoteknik dengan pemanfaatan Fly Ash
Fly ash (FA) dalam jumlah besar dibuang secara sembarangan sehingga menimbulkan pengaruh negatif terhadap lingkungan. Namun, FA memiliki beberapa keuntungan jika digunakan dalam proyek-proyek teknik geoteknik dan teknik sipil yang tidak hanya membuang limbah tetapi juga meningkatkan keberlanjutan. Selain menawarkan solusi yang menjanjikan untuk masalah pembuangan, penggunaan material limbah dalam proyek teknik sipil juga menawarkan pengganti yang terjangkau untuk material konvensional yang menggunakan sumber daya alam. Banyak penelitian para ahli menunjukkan bagaimana FA digunakan dan bagaimana pengaruhnya terhadap karakteristik geoteknik tanah. Meskipun telah banyak dilakukan penelitian, penilaian kesesuaian FA menjadi rumit karena komposisi kimia FA yang sangat bervariasi antar sumber. Variabilitas ini dapat mempengaruhi bagaimana FA berinteraksi dengan jenis tanah yang berbeda, yang mengarah pada hasil yang tidak konsisten dalam hal perbaikan tanah dan sifat geoteknik. Oleh karena itu, diperlukan tinjauan komprehensif yang mengkompilasi semua data yang efektif dan memberikan petunjuk sederhana kepada pengguna tentang penggunaan FA. Artikel ini mengulas penelitian terkini mengenai sifat-sifat fisik FA, komposisi kimia FA dari berbagai negara, batas Atterberg, sifat-sifat pemadatan, rasio bantalan California, kuat tekan tak terkekang, kuat geser kompresi, dan indeks pembengkakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan FA pada tanah dapat meningkatkan kualitas geotekniknya, namun pengaruhnya tergantung pada jenis tanah dan kondisi tertentu, seperti kadar air, pemadatan, dan persentase FA yang ditambahkan
Efek Inertia dan Heterogenitas dalam Perjalanan Kerja Fairus Zabadi , Sendika Renaldi
Penelitian ini berfokus pada investigasi empiris efek inersia dari perilaku masa lalu dalam perilaku peralihan moda komutasi dan memberikan kontribusi terhadap kondisi saat ini melalui tiga aspek. Pertama, studi ini memperkenalkan dan menguji potensi pengaruh efek inersia dari perilaku masa lalu terhadap preferensi pelaku perjalanan terkait dengan variabel level-of-service (LOS), selain dampak dari efek inersia terhadap preferensi moda transportasi yang sering digunakan di masa lalu. Kedua, efek inersia spesifik moda diselidiki untuk membedakan perbedaan efek inersia pada moda transportasi yang berbeda berdasarkan estimasi parameter spesifik individu. Ketiga, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap heterogenitas efek inersia, termasuk demografi dan konteks perjalanan, dikaji secara kuantitatif. Sebuah model logit parameter acak gabungan menggunakan survei preferensi yang diungkapkan dan yang dinyatakan mengenai perilaku komutasi digunakan untuk mengungkap ketiga aspek tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara variabel inersia dengan variabel LOS yang mengindikasikan pengaruh perilaku masa lalu terhadap evaluasi pelaku perjalanan terhadap atribut- atribut pilihan mereka sebelumnya. Nilai rata-rata dan variasi efek inersia untuk moda transportasi yang berbeda berbeda secara signifikan dan substansia
PENGATURAN CYBERSCURITY SEBAGAI BAGIAN DARI PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA
AbstrakKonfrontasi di dunia cyber tidak hanya berdampak pada individu, ekonomi, namun juga terhadap kedaulatan suatu negara dan stabilitas global. cyberwarfare merupakan ancaman serius. Ini juga menjadi medan perang intelijen dan meliter. Cyberspace menyediakan ruang dan sarana untuk baik mengancam ataupun melindungi warga negara dan negara itu sendiri. Untuk menghadapi tantangan itu, negara di seluruh dunia gencar mencari tahu untuk bisa memahmi secara pasti berbagai dampak dari kemajuan teknologi ini yang kemudian bermuara pada kebijakan-kebijakan regulasinya. Indonesia salah satu negara yang dikategorikan negara yang rentan akan cybercrime. Indonesia juga masih belum mempunyai payung hukum khusus mengenai cyber scurity. negara harus ikut andil dalam menangkal serangan siber bergandeng tangan dengan swasta yang salah satu yang harus dilakukannya adalah membuat kebijakan khusus terkait cyber attack. Namun terkadang kebijakan itu tidak berbanding lurus dengan harapan yang ada untuk menjamin keamanan dan kebebasan masyarakat. tidak mudah untuk menyatukan antara rasa keamanan digital dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu, negara sebelum membuat kebijkan terkait keamanan digital harus juga memperhatikan batasan-batasan dan aturan-aturan HAM yang ada. Sehingga bisa mengharmonikan dua aspek tersebut. Oleh karena itu, dalam menyusu kebijakan harus proporsional dengan perlindungan HAM, khususnya dalam freedom of expresion and privacy. Konsekuensi dari itu, kebijakan harus merujuk pada norma-norma tentang HAM baik Internasional ataupun nasional. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menfokuskan kajian pada norma baik di level hukum positif, teori atau azaz-azaz hukum. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Kata Kunci: cyberscurity, Hak Asasi Manusia, Kebijakan
IMPLEMENTASI HUKUM SYARI’AH DALAM RESTORASI EKOSISTEM
AbstrakRestorasi ekosistem merupakan upaya memulihkan lingkungan yang rusak agar dapat kembali seimbang dan lestari. Restorasi ekosistem berbasis syariah mengadopsi pendekatan yang mengintegrasikan nilai dan prinsip Islam dalam pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep dan implementasi restorasi ekosistem berbasis syari'ah serta kontribusinya dalam menghadapi tantangan kerusakan lingkungan global. Metode yang digunakan mencakup tinjauan literatur, analisis prinsip-prinsip syari'ah, dan studi kasus implementasi di berbagai komunitas Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorasi ekosistem berbasis syari'ah tidak hanya memberikan solusi teknis untuk pemulihan lingkungan tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral terhadap alam. Restorasi ekosistem berbasis syari'ah diharapkan menjadi solusi efektif dan holistik dalam mengatasi krisis lingkungan yang dihadapi dunia saat ini. Kata Kunci: Restorasi, ekosistem, syari’a
ANALISIS TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN TINDAK PIDANA KEJAHATAN SEKSUAL (Studi Di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Pamekasan)
ABSTRAKPerlindungan hukum yang diberikan kepada korban tindak pidana kejahatan seksual di Kabupaten Pamekasan, dengan fokus khusus pada peran dan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Korban, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pamekasan. Kejahatan seksual merupakan isu serius yang memerlukan penanganan komprehensif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan jenis penelitian Hukum Empiris. pendekatan deskriptif-analitis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Pamekasan adalah kota yang sangat memperhatikan Korban sehingga memaksimalkan segala hak-hak Korban korban kejahatan seksual bisa dipenuhi. Penelitian ini juga menemukan bahwa koordinasi antara DP3AKB dengan instansi terkait lainnya masih perlu ditingkatkan untuk memastikan perlindungan yang lebih efektif dan menyeluruh bagi korban. Perlindungan hukum yang dapat di berikan yaitu memberikan hak_hak Korban yang dimana sesuai dengan kebutuhan terhadap korban kejahatan seksual yaitu mendapatkan pelayanan kesehatan dan jaminan sosial yang sesuai kebutuhannya baik itu kebutuhan fisiknya, mentalnya, spritualnya dan sosialnya dengan begitu akan membantu untuk memulihkan kondisi yang dialami korban_korban kejahatan seksual.Sebagaimana yang telah di rasakan korban yaitu mengalami trauma yang begitu dalam. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Korban Kejahatan Seksual, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Kabupaten Pamekasa