Jurnal Online Universitas Madura
Not a member yet
1311 research outputs found
Sort by
Pendampingan Implementasi dan Miskonsepsi Projek Penguatan Profil Pelajar Palajar di MI kabupaten Pamekasan
Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Namun, implementasinya di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) masih menemui berbagai miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk meluruskan pemahaman dan implementasi P5 melalui pendampingan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pamekasan. Metode pelaksanaan melibatkan koordinasi, pendampingan intensif, evaluasi, dan penyusunan luaran berupa artikel pengabdian. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru-guru MIN 1 Pamekasan mengalami peningkatan pemahaman tentang esensi P5 sebagai kegiatan berbasis projek yang berdiri sendiri, fleksibel, berfokus pada proses, dan tidak memerlukan biaya besar. Miskonsepsi yang umum ditemukan, seperti mengaitkan P5 dengan mata pelajaran, alokasi waktu yang kaku, dan fokus pada hasil akhir, berhasil diluruskan. Pendampingan berkelanjutan, kolaborasi antara guru, pemangku kepentingan, dan komunitas lokal, serta penguatan kapasitas guru melalui pelatihan menjadi kunci keberhasilan implementasi P5. Dengan demikian, P5 dapat menjadi instrumen efektif dalam membentuk siswa yang berkarakter, kreatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
STRATEGI RSUD dr. MOHAMMAD ZYN KABUPATEN SAMPANG DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA ASPEK PARTISIPASI MASYARAKAT
Setiap penyelenggara pelayanan publik memiliki klasifikasi aspek-aspek kunci yang menjadi konsentrasi atau prioritas pada upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Aspek partisipasi masyarakat merupakan salah satu aspek yang jarang digarap serius oleh penyelenggara pelayanan publik. Hal tersebut yang menjadi pendorong untuk mengetahui bagaimana strategi RSUD dr. Mohammad Zyn sebagai penyelenggara pelayanan publik dalam menumbuhkan dan memanfaatkan partisipasi masyarakat pada upaya peningkatan kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data spiral [Creswell, 1998;143]. Sementara itu, kajian teoritis Koles, et al [2004;11] meliputi 1) Raise public awareness of the planning project and related planning issues, dilakukan dengan mengkomunikasikan kegiatan dan produk rumah sakit melalui sosialisasi dengan proses jaring masyarakat sekitar, 2) Educate the public about these issues so that an informed opinion be can given, dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat tentang informasi pelayanan kesehatan dan aturan yang ada di RSUD dr. Mohammad Zyn, 3) Gather input from the public regarding their opinion , dilakukan dengan proses penjaringan masyarakat yang dilakukan untuk menyampaikan masukan berdasarkan keinginan masyarakat, 4) Engage the public in decision making , dilakukan dengan menampung segala masukan dari masyarakat untuk diproses pada beberapa tahap level manajerial. Meskipun demikian, masih diperlukan strategi yang lebih efektif dan efisien bagi RSUD dr. Mohammad Zyn dalam upaya menumbuhkan dan memanfaatkan partisipasi masyarakat
DISIPLIN KERJA APARATUR KECAMATAN TORJUN KABUPATEN SAMPANG
Penelitian ini bertujuan. Untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang Disiplin kerja Aparatur Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang. Dalam penelitian ini menggunakan teori Rivai (dalam Rifki & Restu,2017:463) dengan indikator: (1) Kehadiran. (2) Ketaatan pada peraturan. (3) Ketaatan pada standar kerja. (3) Tingkat Kewaspadaan tinggi. (5) Bekerjaetis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi, dan cara menentukan informan menggunakan porposive sampling sebanyak 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja Aparatur Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang berdasarkan 5 hal yaitu: (1) Kehadiran ASN di Kecamatan Torjun dapat dikatakan cukup baik kerena tidak tepat waktu dan masih ada pegawai yang datang terlambat. (2) Ketaatan pada peraturan, Aparatur Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang cukup baik dimana pengawai menyelesaikan tugas. namun ada juga pegawai yang meningggalkan ruangan pada saat jam kerja dan berdampak pada pelayanan yang di berikan kepada . (3) Ketaatan pada standar kerja, Aparatur Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang dapat dikatan cukup baik pegawai melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, namun kurang mematuhi prosedur pemerintah seperti menggunaka baju dinas (seragam).(4) Kewaspadaan tinggi, Pegawai disiplin dengan baik terlihat ketelitian pegawai dalam melaksanakan pekerjaan. (5) Bekerja etis, Pegawai kecamatan Torjun Bekerja disiplin dan ramah
Assessing the Performance of Public Sector Entities in Nepal: A Cash Flow Ratios Perspective
The aim of this study is to examine and analyze the financial performance of three Nepalese public enterprises - Nepal Electricity Authority (NEA), Nepal Oil Corporation (NOC) and Nepal Telecom (NTC) - using cash flow ratios as suggested by Giacomino & Mielke (1993). The study used judgmental sampling technique. Employing a descriptive and analytical research design, the study analyzes financial statements from 2020/2021 to 2022/2023. The analysis focus on sufficiency and efficiency ratios to assess the enterprises’ cash generation and management. Results indicate diverse financial performances: NTC shows strong cash flow, NEA moderate efficiency, and NOC significant financial distress with negative cash flow ratios. This research emphasizes the applicability of cash flow ratio analysis in evaluating the financial health of public enterprises in Nepal
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KEMAMPUAN RENDAH MENURUT TEORI WANKART DAN OREOVOCZ DITINJAU DARI GENDER
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kemampuan rendah menurut teori wankat dan oreovocz ditinjau dari perbedaan gender. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII D dari kelas tersebut diambil siswa kategori kemanmpuan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan, tes tertulis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa perempuan dan siswa laki-laki, keduanya berada pada kategori rendah. Keduanya memiliki kemampuan pemecahan masalah yang setara dapat dikatakan keduanya masih belum memenuhi 3 tahapan pemecahan masalah menurut Wankart dan Oreovocz yaitu mengerjakan,mengecek kembali dan generalisasi. Keduanya hanya memenuhi 4 tahapan pemecahan masalah yaitu saya mampu atau bisa, mendefinisikan, mengeksplorasi, dan merencanakan. Sehingga berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sangat berpengaruh terhadap hasil pengerjaan siswa pada saat dihadapkan kesuatu permasalahan. Guru diharapkan dalam proses pembelajaran lebih sering memberikan soal pemecahan masalah agar dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah siswa, dan setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan permasalahan, termasuk dalam kemampuan pemecahan masala
PENERAPAN KOMPETENSI RELATIF DALAM GUGATAN PERKARA WANPRESTASI KESEPAKATAN KERJASAMA INVESTASI MODAL KERJA (STUDI KASUS PUTUSAN No:847/Pdt.G/2022/Pn Jkt.Sel)
AbstrakGugatan wanprestasi kesepakatan Kerjasama investasi modal kerja yang dilakukan oleh PT. Dua Mitra Global kepada CV. Tonada Jaya diputus tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengadili. Alasan penggugat mengajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berdasarkan kesepakatan dalam kontrak perjanjian pemilihan domisili kompetensi relatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gugatan wanprestasi berdasarkan aturan hukum yang benar berdasarkan kompetensi relatif, bagaimana pertimbangan Hakim dalam menerapkan kompetensi relative dan bagaimana akibat hukum bagi para pihak. Metode penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif dengan pendekatan yuridis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum melalui peraturan perundang-undangan, serrta yurisprudensi, literatur buku, makalah, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa gugatan wanprestasi kesepakatan kerjasama investasi modal kerja yang dilakukan oleh penggugat tidak sesuai dengan kompetensi relatif karena dalam pertimbangan hakim menyatakan klausul pemilihan domisili pengadilan yang berwenang tidak dengan tegas menunjuk Pengadilan Negeri mana yang berwenang sehingga klausul tidak jelas dan hanya ditafsirkan sendiri oleh penggugat. Akibat hukum dari putusan tersebut gugatan penggugat mengalami cacat formil namun dapat menggugat kembali di Pengadilan Negeri Cianjur sehingga kewajiban tergugat dalam kontrak harus tetap dipenuhi
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS ARGUMETASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SMP NEGERI DI KABUPATEN CIREBON
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model pembelajaran yang lebih efektif antara model pembelajaran berbasis Argumentasi dengan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Cirebon yang tediri dari 360 siswa. Adapun Sampel pada penelitian ini diambil 2 kelas dengan teknik random sampling menggunakan undian kelas, diperoleh kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Kelas VII A diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran berbasis Argumentasi, sedangkan kelas VII D menggunakan model pembelajaran langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan tes.. Untuk pengujian hipotesis pada penelitian ini, digunakan uji t satu pihak dengan taraf signifikansi 5%. Dari hasil uji-t satu pihak, diperoleh bahwa thitung= 2,34 dan ttabel= 1,66. Berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak, dan H1 diterima. Artinya model pembelajaran berbasis Argumentasi lebih efektif daripada model pembelajaran langsung terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas VIII SMP N di Kabupaten Cirebon
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI SPLDV BERDASARKAN TAHAPAN KASTOLAN
The purpose of this research is to find student’s errors when they solve story problems related to SPLDV material, by referring to the theory of Kastolan’s approach. This research is descriptive quantitative type. The population and sample of the study were students of class VIII MTs. Mambaul Hisan Sidayu, totaling 20 students. The data collection method involves a written test with one item of SPLDV story problems as a research tool. The results of this study showed three types of errors: conceptual errors 40% (8 students), procedural errors 70% (14 students), and technical errors 60% (12 students). So that all the errors made by students of class VIII MTs. Mambaul Hisan Sidayu as many as 34 errors with the total percentage of errors 56,7%. Analysis of the results shows that procedural errors are more common than other types of errors. Overall, lack of understanding of the meaning of the given problem is the main factor that causes students to make mistakes when solving SPLDV story problems, lack of mastery of SPLDV material, and lack of accuracy in performing calculations
THE STUDENTS’ NERVOUSNESS MODEL IN TEACHING LEARNING PROCESS
This study attempts to discover the models of students' anxiousness. This is a qualitative study conducted utilizing a descriptive case study. The study's participants are English Department students. Observation and interviews with students were performed to get information about the models and elements driving their worry. The study's findings show that pupils encounter two types of Nervousness models: interference and deficiency models. Interference models are more powerful than deficit models. Their English talents become the second determining element. Students seldom feel nervous when conversing with their classmates. When they are around their friends, they are able to communicate in English naturally and without concern
Performa Reproduksi Sapi Persilangan Berdasarkan Ketepatan Waktu IB Di Desa Angsanah Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Saat ini banyak pemuda Indonesia yang belajar di bidang lain karena kurang begitu tertarik dengan peternakan dan menganggap peternakan identik dengan kerja kasar atau pun kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai karakteristik responden serta persepsi dan minat pemuda terhadap budaya Sapi Sonok di Desa Batu Kerbuy Kecamatan Pasean. Teknik Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dengan metode penelitian kualitatif sampel yaitu 40 pemuda yang berusia 16-30 tahun dan berdomisili di Desa Batu Kerbuy Kecamatan Pasean. Adapun pengumpulan data penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah persepsi Pemuda Desa Batu Kerbuy Kecamatan Pasean, Menurut mereka bekerja di sektor peternakan memerlukan kerja keras, namun pendapatannya sedikit, sehingga tidak akan menjadi kaya. Adapun Minat Pemuda Desa Batu Kerbuy secara umum dengan kondisi sosial ekonomi pemuda saat ini menyatakan kurang yakin dan cenderung tidak berminat pada pekerjaan sebagai peternak