Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
EVALUASI GEOTEKNIK JALAN TAMBANG DI PT. PESONA KHATULISTIWANUSANTARA, DESA KELUBIR, KECAMAMATAN TANJUNG PALAS UTARA, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMATAN TIMUR
Penambangan batubara PT. PESONA KHATULISTIWA NUSANTARA terletak di Daerah Kelubir,
Bulungan, Kalimantan timur. Kegiatan penambangan yang dilakukan menggunakan sistem tambang terbuka
sehingga seluruh rangkaian kerja penambangan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim daerah tersebut.
Jalan tambang yang berada di PIT 1 mempunyai nilai CBR sebesar 13,62 %, PIT 2 mempunyai nilai CBR
sebesar 13,27 %, PIT 3 mempunyai nilai CBR sebesar 10,69 % dan jalan tambang menahan beban dari alat
angkut sebesar 40.583 lb. CBR yang terdapat di jalan tambang tersebut digunakan sebagai surface jalan
tambang.
Jalan tambang yang ada di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara hanya layak digunakan sebagai subgrade.
Cara penanggulangan permasalahan ini dengan cara melakukan perkerasan jalan, perawatan jalan dan pembuatan
drainase. Perkerasan jalan tambang dapat menggunakann material yang ada sebagai subgrade. Perkerasan juga
bisa dengan menambahkan batu gamping pada material jalan yang digunakan sebagai subgrade. Semakin besar
penambahan batu gamping maka keadaan material penyusun jalan tambang juga akan semakin keras. Perawatan
jalan dapat menggunakan cara scrapping. Penanggulangan air yang berlebihan pada badan jalan tambang dapt
dilakukan dengan pembuatan drainase agar air tidah menggenang pada badan jalan tambang.
Hasil dari kajian geoteknik pada jalan tambang dengan beban alat angkut sebesar 40.583 lb diperoleh tebal
perkerasan sebesar 14 in untuk Tanah Asli PIT1 dan 2, 18 in untuk Tanah Asli PIT 3, batu gamping dapat
menaikan nilai CBR tanah asli sehingga layak digunakan untuk meterial subbase. Semakin tinggi nilai CBR
subgrade yang digunakan maka ketebalan lapisan perkerasan diatas subgrade seperti base, subbase dan surface
juga akan semakin tipis sehingga menghemat material yang digunakan untuk perkerasan
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI PERALATAN MEKANIS UNTUK PENGUPASAN DAN PENIMBUNAN TANAH PENUTUP DALAM UPAYA MENCAPAI TARGET PRODUKSI 230 BCM/JAM DI PT. AMAN KOKOH MANDIRI KALIMANTAN TENGAH
PT. Aman Kokoh Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dibidang jasa pertambangan batubara yang berlokasi di Kalimantan
Tengah. Sistem penambangan menggunakan sistem tambang terbuka. Proses
pembongkaran lapisan tanah penutup di lokasi penelitian menggunakan ripper
dozer Komatsu D155. Proses pemuatan menggunakan back hoe Hitachi ZX870
dan untuk proses pengangkutan menggunakan dump truck Hino FM320
selanjutnya, material tersebut diangkut menuju lokasi penimbunan dengan jarak
angkut 1.200 meter. Pada lokasi penimbunan terdapat dozer Komatsu D85 untuk
meratakan timbunan material tanah penutup.
Belum tercapainya target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan
menjadi permasalahan saat ini. Target produksi yang ditetapkan saat ini adalah
230 BCM/jam sedangkan produksi rata-rata bulan Maret adalah 153,34 BCM/jam.
Hal ini disebabkan beberapa hal antara lain kurangnya efisiensi kerja dari
peralatan mekanis, selain itu juga disebabkan kurangnya keserasian kerja antara
peralatan mekanis untuk pengupasan dan penimbunan tanah penutup. Efisiensi
kerja peralatan mekanis saat ini paling rendah adalah 71,33 % dan produksi aktual
saat ini ripper dozer adalah 226,48 BCM/jam back hoe adalah 262,30 BCM/jam
dump truck adalah 153,34 BCM/jam dan produksi dozer adalah 223,42 BCM/jam
sedangkan nilai match factor saat ini untuk kombinasi ripper dozer dengan back
hoe adalah 1,03, back hoe dengan dump truck adalah 0,58, dan dump truck
dengan dozer adalah 1,64.
Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi agar
target produksi dapat tercapai dengan cara perbaikan terhadap waktu hambatan
yang ada sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja menjadi 75,17 % dan
dengan menambah jumlah peralatan mekanis.
1. Produksi dari pengupasan tanah penutup menggunakan alat ripper dozer
Komatsu D155 meningkat menjadi 238,67 BCM/jam.
2. Produksi pemuatan tanah penutup menggunakan alat back hoe Hitachi ZX 870
meningkatkan menjadi 276,42 BCM/jam.
3. Produksi pengangkutan tanah penutup menggunakan dump truck Hino FM320
dengan menambah dua unit dump truck meningkat menjadi 242,40 BCM/jam.
4. Produksi penimbunan tanah penutup menggunakan alat dozer Komatsu D85
meningkat menjadi 235,45 BCM/jam.
Nilai match factor dari upaya perbaikan untuk kombinasi ripper dozer
dengan back hoe adalah 1,03, back hoe dengan dump truck adalah 0,88, dan dump
truck dengan dozer adalah 1,09.
Jika menggunakan upaya perbaikan efisiensi kerja dan penambahan
jumlah alat maka target produksi tanah penutup dapat tercapai
STUDI SIMULASI RESERVOIR UNTUK INJEKSI KIMIA PADA LAPANGAN“X” LAPISAN“Y”
Lapangan “X” merupakan lapangan minyak milik perusahaan migas nasional yang terletak didaerah Sumatera bagian Selatan. Lapangan ini berproduksi tahun 1938 hingga data terakhir Februari 2011 dengan kumulatif produksi minyak 22,78 MMBBL dan harga recovery factor 21,98 %. Terdapat 141 sumur yang menembus Lapisan “Y” terdiri dari 6 producer, 12 injector, 101 suspended producer, 18 suspended injector dan 4 abandoned. Telah dilakukan studi simulasi reservoir untuk injeksi air berpola like five spot dengan jangka waktu prediksi dari 2011 sampai 2031. Lapangan ini ingin dilakukan studi injeksi kimia untuk melihat apakah akan terjadi penambahan NP dan RF bila dibandingkan dengan injeksi air yang sudah dilakukan sebelumnya.
Adapun tahapan yang dilakukan adalah melakukan konversi dari model reservoir pada simulasi sebelumnya (IMEX) menjadi STARS. Selanjutnya dilakukan inisialisasi OOIP dan tekanan dengan memodifikasi datum depth dan data tekanan kapiler vs saturasi (Pc vs Sw). Tahap inisialisasi Lapangan “X” Lapisan “Y” memiliki persen perbedaan tekanan aktual dan simulasi 0,003 % sedangkan untuk persen perbedaan OOIP aktual dan simulasi 0,008 %. Setelah tahap inisialisasi selesai dilanjutkan dengan tahap history matching sejarah produksi dan tekanan. Dilakukan dengan memodifikasi parameter kekuatan akuifer dan kurva permeabilitas relatif. Constraint yang digunakan adalah liquid rate. Persen perbedaan kumulatif produksi liquid 1 %, minyak 0,9 % dan air 1,2 %. Untuk prediksi terdapat beberapa tahap pengembangan hingga tahun 2031. Basecasenya adalah injeksi air dengan pola like five spot dengan NP 25,156 MMBBL dan RF 24,058 %. Skenario selanjutnya adalah injeksi kimia (Alkaline, Surfactant, Polymer, Surfactant-polymer dan ASP) dengan sensitivitas pore volume injeksi 0,1 PV, 0,3 PV dan 0,5 PV dan laju injeksi 3000 bbl/day serta tekanan injeksi 1200 psi.
Kumulatif minyak maksimum dan recovery factor untuk masing-masing injeksi kimia adalah injeksi alkaline 25,446 MMBBL (0,5 PV) 24,322 %, injeksi surfactant 25,253 MMBBL (0,3 PV) 24,138 %, injeksi polymer 25,210 MMBBL (0,3 PV) 24,097 %, injeksi surfactant-polymer 25,274 MMBBL (0,1 PV) 24,166 % dan injeksi ASP 25.283 MMBBL (0,3 PV) 24,166 %. Terjadi penambahan kumulatif produksi dan recovery factor bila dibandingkan dengan injeksi air namun tidak signifikan. Hal ini menandakan bahwa reservoir Lapangan “X” Lapisan “Y” dinilai kurang sensitif terhadap penambahan injeksi ki
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA ASAM SITRAT DARI MOLASES KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Asam sitrat merupakan produk yang banyak digunakan sebagai bahan
baku dalam industri, seperti industri makanan, industri minuman, industri
kosmetik, industri farmasi dan sebagainya. Oleh karena penggunaan asam sitrat
yang luas dalam dunia industri, maka pemenuhan kebutuhan asam sitrat baik di
dalam maupun luar negeri juga semakin besar. Pabrik Asam Sitrat dari molases
dirancang dengan kapasitas 10.000 ton/tahun. Pabrik direncanakan didirikan di
Gresik, propinsi Jawa Timur, di atas tanah seluas 28.062 m2 dengan jumlah
karyawan sebanyak 255 orang.
Asam Sitrat dibuat melalui tahap hidrolisis molases menjadi glukosa.
Selanjutnya glukosa difermentasi menggunakan Aspergillus niger menghasilkan
asam sitrat. Fermentasi dilakukan secara batch pada suhu 30,4 oC, 1 atm. Reaksi
berlangsung secara isotermal. Hasil fermentasi selanjutnya dimasukkan ke dalam
Rotary Drum Vacuum Filter untuk memisahkan biomassa (sel Aspergillus niger).
Filtrat hasil Rotary Drum Vacuum Filter diendapkan dengan Ca(OH)2 di dalam
Tangki Pengendap. Hasil reaksi yang berupa kalsium sitrat dipisahkan dengan
kalsium sulfat di dalam Clarifier I. Selanjutnya kalsium sitrat akan diasamkan
dengan menggunakan H2SO4 di dalam Tangki Pengasam. Asam sitrat kemudian
dipisahkan di dalam Clarifier II dengan kalsium sulfatnya. Kemudian Asam sitrat
dikristalkan dalam evaporatif crystalizer. Selanjutnya dikeringkan di dalam
pneumatic conveying dryer. Pabrik asam sitrat ini membutuhkan bahan baku
molases sebanyak 23846,9565 ton/tahun.
Pabrik Asam Sitrat ini membutuhkan sarana dan prasarana pendukung
proses yang digunakan meliputi air , steam, listrik, udara tekan dan bahan bakar.
Air sebanyak 83930,85 m3/jam yang diperoleh dari Sungai Brantas. Kebutuhan
Listrik sebesar 400 kWh diperoleh dari PLN dengan cadangan generator, bahan
bakar minyak diesel sebanyak 271,28 m3/jam dan udara tekan sebanyak 38,4
m3/jam.
Pabrik asam sitrat ini memerlukan modal tetap sebesar Rp.
81.160.000.000, $ 12.994.000 dan modal kerja sebesar Rp. 65.587.000.000. Untuk
kelayakan investasi dilakukan Disounted Cash Flow.diperoleh % ROI sebelum
pajak sebesar 41,39 % dan % ROI sesudah pajak sebesar 20,69 %. POT sebelum
1,95 tahun dan POT sesudah pajak 3,26 tahun. Dan dari kajian Discounted Cash
Flow diperoleh nilai tingkat suku bunga (tingkat pengembalian modal) sebesar
37,09 %. Kapasitas untuk mencapai BEP yaitu sebesar 53,79 % dari kapasitas
produksi, sedangkan SDP pada 30,40 % dari kapasitas produksi. Berdasarkan data
analisis ekonomi di atas, maka pendirian Pabrik Asam sitrat dari Molases cuku
PRARANCANGAN PABRIK ETBE DARI ISOBUTYLENE DAN ETHANOL DENGAN KAPASITAS 60.000 TON/TAHUN
INTISARI
Pabrik ETBE dari isobutylene dan ethanol ini dirancang dengan kapasitas 60.000 ton/tahun. Pabrik beroperasi secara kontinyu 24 jam per hari dan bekerja 330 hari per tahun. Pabrik direncanakan didirikan di wilayah Indramayu Jawa Barat dan pabrik ini membutuhkan tanah seluas 30.000 m2. Bentuk badan perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas dan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 161 orang. Untuk menghasilkan ETBE sebanyak 60.000 ton/tahun di butuhkan bahan baku Isobutylene yang diperoleh dari PT. Pertamina Balongan dan Ethanol yang diperoleh dari PG.Madukismo dan pabrik ethanol yang terdapat di Mojokerto. Kebutuhan unit utilitas berupa air, diambil dari sungai salam dharma, sebanyak 44779,48 kg/jam, daya listrik terpasang 2500 kW, fuel oil 370,29 liter/jam bahan bakar solar 81933,63 liter/tahun, dan udara tekan 2 m3/jam.
Proses ETBE dibuat dengan cara bahan baku campuran C4 disimpan dalam tangki silinder horisontal pada suhu 300C dan tekanan 3,5 atm, sedangkan ethanol disimpan dalam tangki vertikal beratap doom pada suhu 300C dan tekanan 1 atm. Umpan campuran C4 dan ethanol dipanaskan sampai suhu 400C dan tekanan 7 atm sesuai dengan kondisi operasi reaktor. Umpan masuk dari bagian bawah reaktor fixed bed adiabatic (R-01). Produk reaktor kemudian dimasukkan ke Menara Destilasi-01 (MD-01) pada titik didihnya, untuk memisahkan campuran ETBE dan ethanol. Ethanol sebagai hasil atas dan ETBE sebagai hasil bawah yang kemudian disimpan didalam tangki penyimpan produk pada suhu 50 0C dan tekanan 1 atm. Hasil atas MD-01 yang berupa campuran C4, ethanol dan ETBE sisa langsung diumpankan pada MD-2. Pada MD-2 terjadi pemisahan antara C4 dan ethanol, sebagai hasil bawah MD-2 diperoleh ethanol dan disimpan didalam tangki penyimpanan, dan hasil atas berupa C4 kemudian disimpan sebagai produk samping.
Pada pendirian pabrik ini dibutuhkan modal tetap fixed capital investment (FCI) sebesar US 249,777 + Rp. 451.561.928.000,-. Dari hasil perhitungan evaluasi ekonomi didapat ROI sebelum pajak 31,47 % per tahun dan Return On Investment (ROI) sesudah pajak 23,07 % per tahun, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 2,41 tahun dan POT sesudah pajak 3,02 tahun, Break Event point (BEP) sebesar 49,54 %, Shut Down Point (SDP) sebesar 30,46 % dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 21,60 %. Dari uraian di atas, pabrik ETBE dari Isobutylene dan Ethanol dengan kapasitas 60.000 ton/tahun layak untuk dipertimbangkan lebih lanjut
APLIKASI PENJADWALAN KEJURNAS PENCAK SILAT DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PENELUSURAN POHON
Pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman. Pada era teknologi sekarang, pencak silat dapat beradaptasi dengan
perkembangan teknologi yang sangat pesat. Dalam hal ini pemanfaatan teknologi untuk
bidang olah raga pencak silat salah satunya adalah pemanfaatan pembuatan jadwalkejuarnas. Pada suatu kejurnas pengolahan data merupakan elemen penting dalamkelancaran kegiatan, dari pendaftaran, pengundian, maupun pembuatan jadwal. Sebuahaplikasi dibutuhkan untuk pengolahan data kejurnas dari pendataan peserta, pendataanmanajer, dan pendataan official. Data dari peserta dapat langsung dijadikan sebagai datadalam melakukan undian untuk pertandingan kategori tanding dan kategori seni. Kemudiansistem penjadwalan kejurnas menghasilkan jadwal dari babak penyisihan sampai babakfinal dengan metode algoritmma penelusuran pohon.
Pada skripsi ini telah dapat dibuat perangkat lunak penjadwalan kejurnas berbasisobject oriented dengan menggunakan algoritma penelusuran pohon. Metode yang
digunakan dalam perancangan dan pembuatan perangkat lunak ini adalah metode grapple.
Perangkat lunak ini dibuat dengan menggunakan bahas pemrograman java dan sistemmanajemen database MySQL.
Program penelusuran pohon ini dapat menghasilkan penjadwalan kejurnas pencak
silat dengan jadwal terurut dan tidak ada bentrok pertandingan pada waktu yang sama
KAJIAN HIDROGEOLOGI DI DAERAH MUTIARA PT. SINGLURUS PRATAMA KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAIKARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Kajian hidrogeologi yang dilakukan meliputi kondisi Hidrologi Daerah Mutiara, debit air
impasan, sifat hujan, uji akuifer, karakteristik akuifer, dan potensi airtanah.
Data curah hujan diperoleh dari stasiun Meteorolgi dan Geofisika Bandara Temindung
Samarinda selama 10 tahun terakhir dari tahun 2002-2011. Curah hujan tahunan berkisar antara
(
Di daerah penelitian terdapat 3 daerah tangkapan hujan
Untuk mendapatkan parameter akuifer dilakukan pengujian akuifer dengan metode slug
est pada 3 lubang bor. Berdasarkan hasil uji akuifer di lapangan dengan metode Slug Test
diketahui nilai permeabilitas
Airtanah di daerah penelitian secara umum mengalir dari arah Barat ke Timur. Kualitas air
permukaan tanah secara umum relatif baik. Terdapat satu conto air yang memiliki Residu
Tersuspensi
-5
– 1,881 x 10
-
INVERSI MAGNETOTELLURIK 2D UNTUK PENENTUAN ZONA RESERVOAR, CAP ROCK, BASEMENT, DAN HEAT SOURCE DI LAPANGAN PANAS BUMI “AAA” SULAWESI UTARA – INDONESIA
Telah dilakukan survey magnetotelluric dengan frekuensi 10
Hz di
lapangan panas bumi AAA, Sulawesi Utara, Indonesia sebanyak 105 titik
sounding dengan line pengukuran N 60
o
E. Kemudian dilakukan pengolahan nilai
impedansi sampai didapatkan penampang resistivitas semu dengan metode inversi
2D.
Berdasarkan hasil inversi matlab pada lintasan Synyster, Rev, dan Shadow
maka variasi nilai resistivitas semu (rho) dikelompokkan menjadi tiga zona utama
yaitu zona konduktif yang memiliki nilai rho sekitar 1 – 6 Ohm.m pada elevasi
325 m apl - 500 m bpl (dangkal) dan 500 meter apl sampai 1000 meter bpl
(dalam) diinterpretasi sebagai cap rock, kemudian zona semi konduktif 7 – 70
Ohm.m pada elevasi 500 meter apl – 1500 meter bpl (dangkal) dan 100 – 2500
meter bpl (dalam) diinterpretasi sebagai reservoar, dan terakhir adalah zona
resistif 80 – 200 Ohm.m pada 500 m sampai >2500 meter bpl yang
diinterpretasikan sebagai batuan andesit kompak yang merupakan produk dari
gunung api tua berumur Tersier, namun belum merupakan zona basement. Untuk
basement dan heat source tidak terinterpretasi pada hasil inversi karena
kedalamannya terlalu besar ( > 4 km bpl). Dari penampang juga diketahui bahwa
cap rock dan reservoir dangkal relatif lebih tipis dari cap rock dan reservoar
dalam.
Kata kunci : Panas bumi, Magnetotellurik, Impedansi, Resistivitas semu,
Reservoar, Cap Rock, Basement, Heat Source, Inversi 2D
4
– 10
-
PERSEPSI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI UNTUK KEBERHASILAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (Studi pada Usaha Mikro Kecil Menengah Bakpia di Kecamatan Ngampilan Yogyakarta)
PERSEPSI PEGAWAI TENTANG KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Studi di UPTD Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo-Flores-NTT )
Abstraksi
Nama Agnes Yunita Dea, NIM 152060007, Jurusan Ilmu Adnistrasi
Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UPN “Veteran” Yogyakarta, Judul
Penelitian “Persepsi Pegawai Tentang Kepemimpinan dan Disiplin Terhadap
Kinerja Pegawai” (Studi pada UPTD Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo-
Flores-NTT), 2013, Dosen Pembimbing I Bapak DR. H. Lukmono Hadi, MS,
Dosen Pembimbing II Bapak Hastho Joko N. U, M.si.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan
antara kepemimpinan dan disiplin terhadap kinerja pegawai baik secara simultan
maupun secara parsial. Tipe penelitian yang dilakukan adalah explanatory
research. Populasi yang diteliti yaitu Pegawai Negeri Sipil sebanyak 89
responden. Sampel penelitian menggunakan rumus slovin sebanyak 48 responden.
Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling dengan metode
yang digunakan adalah proposional random sampling.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif dan analisis
statistik inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan pengujian secara Simultan
(Uji F) dan secara Parsial (Uji t). Di dalam pengumpulan data menggunakan
teknik kuesioner dan studi pustaka. Sumber data yang digunakan adalah data
primer dan data skunder.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa ada
pengaruh yang signifikan antara variabel kepemimpinan (X1) dan variable disiplin
(X2) secara bersama-sama atau secara simultan terhadap variable kinerja pegawai
(Y) pegawai, dimana F-hitung (24,112)>F-tabel (3,23). Sedangkan secara parsial,
variable Kepemimpinan (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
variable kinerja pegawai (Y), dimana t-hitung (5,335)>t-tabel (2,021), dan
variable disiplin (X2) tidak mempunyai pengaruh terhadap variable Kinerja (Y),
dimana t-hitung (0,556)<t-tabel (2,021).
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran yaitu
factor kepemimpinan yang ada dalam UPTD Dinas Kesehatan sudah baik karena
mampu mendorong atau memotivasi individu untuk melakukan sesuatu yang
dikehendaki oleh pihak lain, tetapi yang perlu diperhatikan dari instansi tersebut
adalah penegakan disiplin yang dinilai masih kurang sehingga perlu ditelusuri dan
mengurai faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya disiplin pegawai