Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PENGARUH CELEBRITY ENDORSER, BRAND ASSOCIATION, BRAND PERSONALITY, DAN PRODUCT CHARACTERISTICS DALAM MENCIPTAKAN INTENSI PEMBELIAN
SAFIK BUDI PRASETYO. Pengaruh Celebrity Endorser, Brand Association, Brand
Personality, Dan Product Characteristics Dalam Menciptakan Intensi Pembelian (Studi Pada
Iklan Sepeda Motor Yamaha Mio J Versi Girlband JKT48 Di Condong Catur, Sleman,
Yogyakarta). (Dibimbing oleh Dra. Sri Kussujaniatun, M.Si dan Titik Kusmantini, SE, M.Si).
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh celebrity endorser, brand
association, brand personality, dan product characteristics secara bersama-sama terhadap
intensi pembelian konsumen; (2) Menganalisis pengaruh celebrity endorser, brand
association, brand personality, dan product characteristics secara parsial terhadap intensi
pembelian konsumen.
Penelitian dilakukan pada pemirsa bertempat tinggal di daerah Condong Catur,
Sleman, D.I Yogyakarta, pernah melihat iklan Yamaha Mio J sebanyak tiga kali, dan pernah
melihat iklan Yamaha Mio J selama kurun waktu tiga bulan terakhir. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan
analisis deskriptif dan analisis kuantitatif.
Hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa pengaruh celebrity endorser,
brand association, brand personality, dan product characteristics secara bersama-sama
terhadap intensi pembelian diperoleh hitung F sebesar 11,492 pada tingkat signifikansi 0,05
dengan derajat kebebasan (df) 4 ; 94 maka diperoleh Ftabel sebesar 2,47 yang berarti
signifikan. Secara parsial, variabel celebrity endorser mempunyai hitung t sebesar 2,227 dengan
tingkat signifikan (α) = 0,05 maka ttabel = 1,66 yang berarti berpengaruh signifikan. Variabel
brand association mempunyai hitung t sebesar 3,071 dengan tingkat signifikan (α) = 0,05 maka
ttabel = 1,66 yang berarti berpengaruh signifikan. Variabel brand personality mempunyai
hitung t sebesar 0,777 dengan tingkat signifikan (α) = 0,05 maka ttabel = 1,66 yang berarti tidak
berpengaruh signifikan. Variabel product characteristics mempunyai hitung t sebesar 2,885
dengan tingkat signifikan (α) = 0,05 maka ttabel = 1,66 yang berarti berpengaruh signifikan.
Kata kunci: celebrity endorser, brand association, brand personality, product
characteristics, intensi pembelian
REKONSILIASI INTERNAL PALESTINA (ANTARA HAMAS & AL-FATAH), MEI 2011
Sejak gencatan senjata yang diamankan di Gaza, Hamas dan Fatah tampaknya telah
mencapai kesepakatan dengan satu sama lain yang mengendurkan pembatasan sebelumnya yang
dipegang mengenai kegiatan publik dan visibilitas. Adanya perdamaian yang disepakati oleh
kedua belah pihak menimbulkan banyak pertanyaan dan asumsi yang berkembang apa yang
membuat kedua belah pihak mau melakukan rekonsiliasi setelah berbeda pendapat selama ber
tahun – tahun. Perbedaan pemikiran antara Hamas dan Fatah terletak pada keinginan Hamas
untuk memfokuskan pada perang terhadap Israel, demi memperjuangkan tanah wakaf Islam
(Palestina), sedangkan Fatah lebih memprioritaskan upaya diplomasi.
Masyarakat Palestina mengharapkan kemerdekaan seperti deklarasi yang telah dibuat.
Hingga saat ini kemerdekaan yang sesungguhnya belum didapat oleh masyarakat Palestina yang
masih harus hidup sebagai pengungsi di negara Israel dan sekitarnya. Dengan adanya rekonsiliasi
antara Hamas dan Fatah diharapkan bisa membawa Palestina pada cita-cita Palestina yang
sesungguhnya. Meskipun rekonsiliasi Palestina merupakan langkah pertama kuat terhadap
penyelesaian konflik Israel-Palestina, banyak kendala masih berdiri di jalan. Pertanyaan seputar
apakah kesepakatan Palestina akan terus dan reaksi dari masyarakat internasional, tidak boleh
diabaikan
KOMPARASI PENANGANAN KASUS KEJAHATAN MONEY LAUNDERING OLEH NATIONAL CENTRAL BUREAU (NCB)-INTERPOL INDONESIA (Studi Kasus: Muhammad Nazaruddin dan Rafat Ali Rizvi-Hesham Al-Warraq)
ABSTRACT
This thesis aims to study and examine further the role
of National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia in
handling criminal cases of money laundering in
Indonesia. The case study highlighted was the case of
Muhammad Nazaruddin and the case of Bank Century bailout
involving two controlling shareholders, Rafat Ali
Rizvi and Hesham Al-Warraq. Both of these cases
illustrate two dimensions, namely the success of which
is illustrated by the success of NCB Interpol Indonesia
to repatriate Muhammad Nazaruddin, and failure is
illustrated by the failure of INCB Interpol ndonesia in
repatriating Rafat Ali Rizvi and Hesham al-Warraq.
Keywords: NCB Interpol Indonesia, money laundering,
Muhammad Nazaruddin, Rafat Ali Rizvi, Hesham A-Warra
DUKUNGAN CINA TERHADAP REZIM OMAR HASAN AL BASHIR DALAM KONFLIK DARFUR, SUDAN
Inti permasalahan pada penelitian ini adalah sikap
Cina yang mendukung pemerintah Sudan dan memilih untuk
abstain pada resolusi yang dibentuk Dewan Keamanan PBB
ternyata tidak memberikan kontribusi secara signifikan
bagi upaya perdamaian di Darfur.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hal-hal
apa saja yang melatarbelakangi Cina melakukan dukungan
terhadap pemerintah Sudan pada konflik darfur.
Dalam penelitian ini, cara pandang atau pendekatan
yang digunakan untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang
melatar belakangi Cina melakukan dukungan terhadap
pemerintah Sudan pada konflik darfur adalah konsep
kepentingan nasional.
Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan
sebagai berikut : pertumbuhan ekonomi yang dialami Cina
menjadi faktor paling penting melakukan dukungan
terhadap pemerintahan Sudan. Pertumbuhan ekonomi
menyebabkan cina ketergantungan tinggi dalam sektor
energi. Oleh sebab itu, mengapa Cina melakukan dukungan
secara aktif terhadap pemerintah Sudan
ANALISA PEMODELAN JARINGAN DAN OPTIMASI LIFTING PADA LAPANGAN “E” MENGGUNAANKAN SIMULATOR PIPESIM
Analisa nodal merupakan analisa pendekatan dalam menganalisa tekanan yang berdasarkan performance sumur dan tekanan kerja tangki. Ada dua performance
yang memegang peranan penting dalam setiap sistem produksi sumuran, yaitu inflow performance (IPR) yang menggambarkan produktivitas dari formasi dan outflow performance yang menggambarkan distribusi tekanan sepanjang media yang dilalui oleh fluida formasi.
Pada penelitian ini, metode Vogel adalah metode yang digunakan dalam membuat kurva IPR, sedangkan pada aliran fluida dalam pipa secara horisontal
menggunakan korelasi Hagedorn & Brown. Pemilihan metode yang digunakan telah disesuaikan atau mendekati dengan kondisi sumur produksi sebenarnya. Analisa tekanan ini pun dapat mengevaluasi lapangan minyak yang ditinjau dari aspek produksinya, sehingga dapat teridentifikasi apabila terjadi gangguan atau kondisi
yang kurang optimum pada jaringan pipa, dan melakukan berbagai pengembangan dalam upaya mengoptimalkan produksi pada lapangan tersebut. dalam penelitian ini digunakan data produksi pada tanggal 30 Agustus 2012, dengan kumulatif produksi lapangan “E” sebesar 7109.179 BOPD. Data tersebut akan di-input untuk membangun model agar dapat dieksekusi oleh simulator. Selanjutnya membangun
model Lapangan “E”, mulai dari membuat model sumuran (single branch) sebanyak 11 sumur dan dilanjutkan melakukan pemodelan network Lapangan “E”.
Model statis jaringan minyak eksisting yang telah dibuat sudah layak sehingga tidak dilakukan perubahan jaringan. Dengan pembuktian tekanan hasil simulasi menggunakan pipesim dengan data tekanan aktual match tidak lebih dari 3%.
Beberapa sumur produksi memiliki potensi optimasi lifting, dilihat dari kemampuan produksi sumur (IPR) yang masih dapat ditingkatkan dengan cara mengubah metode lifting.\Sumur yang memiliki potensi optimasi lifting adalah sumur K14, K-22, K-31 dan K-34
ESKALASI KONFLIK NAGALAND DI INDIA (2009–2012)
Salah satu konflik bersenjata berkelanjutan tertua di dunia merupakan
salah satu yang paling dikenal konflik antara pemerintah India dan Naga. Sejak
tahun 1997, telah terjadi gencatan senjata antara pemerintah India dan gerilyawan
Naga, dan telah ada pembicaraan intermiten untuk mengakhiri konflik. Pemimpin
Naga tampaknya bersedia untuk membuat konsesi pada permintaan utama mereka
yaitu kedaulatan. Namun proses perdamaian telah tersandung pada rintangan yang
tak terduga: aspirasi Naga ke penyatuan semua bidang Naga yang dihuni. Karena
tidak mungkin untuk menyepakati yang merupakan Naga dan yang tidak. Masalah
ini telah menghasilkan beberapa konflik baru di kawasan itu. Seperti dalam semua
konflik etno-nasional, politik pengakuan adalah tema utama dalam konflik Naga.
Tapi proyek tentang pengakuan juga proyek-proyek tentang membangun identitas.
Gagasan jajahan berbatasan tinggal di tanah air nasional bergantung pada wacana
spasial yang sangat berbeda dari yang tumpang tindih batas-batas dan polities
hirarkis yang mendahului itu. skripsi ini menyatakan bahwa hubungan historis
antara bukit bangsa dan negara dataran rendah di perbatasan wilayah ini yang
didasarkan pada tata ruang, budaya, dan politik yang dinamis terutama
kompleks. Proses perdamaian Naga akan menghadapi konstruksionisme identitas
moderen oleh aktor-aktor politik itu sendiri.
Kata kunci : Konflik, Poltik, Ekonomi
ANALISA DELIVERABILITAS DAN PENENTUAN LAJU PRODUKSI OPTIMUM SUMUR GAS MB-01 PADA RESERVOIR “X” LAPANGAN “Y”
Sumur gas MB-01 yang baru selesai dibor pada reservoir “X”
perlu dilakukan uji Pressure Build-Up dan uji Deliverability. Pengujian pengujian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan
reservoir pada sumur tersebut untuk dapat diproduksikan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Berapa tekanan awal reservoir gei uji Pressure Build-Up dan uji deliverabilitas. Langkah-langkah penyelesaiannya yaitu
: M empersiapkan dan mengumpulkan data-data yang akan digunakan, yaitu data
hasil uji sumur, data reservoir, dan data teknis; Menentukan eksponen turbulensi ws2 ws2 dari data DST,
kemudian mentabulasikannya dan menghitung tp dengan menggunakan persamaan;
Menentukan tekanan awal reservoir ieg dengan analisa nodal IPR. opt Hasil analis pada sumur MB-01, didapatkan harga tekanan awal reservoir ieg whopt= 1550 psia. op
PENDETEKSIAN PENYEBARAN ZONA MINERALISASI MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET, RESISTIVITY, DAN INDUCED POLARIZATION (IP) KAWASAN FREKUENSI DAERAH NUNGGUL GUNUNG PONGKOR KABUPATEN BOGOR PROPINSI JAWA BARAT
Telah dilakukan penelitian geofisika dengan menggunakan metode geomagnet dan
induced polarization (IP) kawasan frekuensi di daerah prospek Nunggul Gunung
Pongkor. Penelitian bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi daerah
penyebaran alterasi-mineralisasi dari hasil interpretasi peta total intensitas magnet,
penampang 2D resistivity dan IP, model 3D resistivity dan IP. Lintasan pengukuran
yang digunakan berjumlah 6 lintasan untuk pengukuran metode geomagnet, dengan
spasi antar titik 5 meter, spasi antar lintasan 400 meter, dan total jumlah titik
pengukuran geomagnet 3329 titik, arah lintasan pengukuran N 60
E. Dari 6
lintasan geomagnet terdapat 4 lintasan yang dilakukan pengukuran IP, yaitu
GP1700, GP2100, GP2500, dan GP2900. Pengukuran IP dilakukan dengan jarak
antar titik elektroda 50 meter. Pengolahan data penelitian ini menggunakan
software Geosoft Oasis Montaj v6.4.2, Res3Dinv, Surfer 10, dan Rockware
Rockwork v.2006 dan v.15.
Dari hasil interpretasi yang telah dilakukan, zona alterasi yang berkembang di
daerah penelitian adalah alterasi argilik dan dan alterasi silisik. Pada hasil
penampang peta total intensitas magnet yang telah dilakukan reduksi ke kutub dan
hasil upward continuation 200 meter, zona alterasi-mineralisasi terdapat nilai
intensitas magnetik sedang cenderung tinggi dengan harga 44800-45000 nT.
Daerah alterasi argilik memiliki nilai resitivitas dengan harga 5 ohm.m – 80 ohm.m,
dan zona alterasi silisik ditunjukkan dengan nilai resistivity dengan harga >100
ohm.m. Daerah prospek mineralisasi logam sulfida diprediksi pada nilai PFE
>2,5%.
Kata kunci : Argilik, Geomagnetik, Induced Polarization, PFE, Resistivity, Silisik.
KAJIAN TEKNIS PENCUCIAN BAUKSIT PADA WASHING PLANT 7 & 8 UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI DI PT. HARITA PRIMA ABADI MINERAL SITE AIR UPAS KETAPANG KALIMANTAN BARAT
PT. Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas yang terletak di daerah
Batang Belian, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat ini merupakan perusahaan
yang bergerak dibidang kegiatan penambangan bijih bauksit. Semua produk
bauksit yang dihasilkan ditujukan untuk memenuhi kubutuhan ekspor. Untuk
periode bulan Juni-Juli 2011 menerima permintaan bauksit dari 3 perusahaan
dengan 10 kali pengiriman. Dari pihak konsumen memiliki spesifikasi permintaan
bauksit yang berbeda baik kualitas maupun kuantitasnya. Untuk memenuhi
permintaan konsumen tersebut dioperasikan 8 unit pencucian. Dengan perincian
unit pencucian 1-4 masing-masing mempunyai kapasitas produksi 75.000
ton/bulan dan unit pencucian 5-8 masing-masing mempunyai kapasitas produksi
115.000 ton/bulan.
Khusus untuk site Air Upas baru beroperasi pada bulan februari 2009.
Untuk memenuhi produksi bauksit, perusahaan menggunakan unit pencucian
bauksit agar produk yang dihasilkan sesuai kualitas dan permintaan dari para
pembeli.
Saat ini PT. Harita Prima Abadi Mineral site Air Upas menerima
permintaan bauksit dengan kualitas sebagai berikut: SiO
2
:
≤ 8%, Fe
:
≤ 18%,
TiO
2
:
≤ 1,5%, Al
2
O
:
≥ 50%
.
Pada saat ini PT. Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas menggunakan
3
delapan unit pencucian bauksit dengan target dan produksi nyata yang berbeda,
dalam hal ini di fokuskan pada unit pencucian 7 dan 8 dimana dalam rencana
pengoperasiaanya bisa mencapai 230.000ton/bulan atau sekitar 7.666ton/hari,
akan tetapi kenyataan dilapangan terdapat beberapa kendala sehingga tidak dapat
memenuhi sasaran target produksi.
Dari produksi unit pencucian terdapat parameter yang belum memenuhi
permintaan konsumen, misalnya kadar alumina kurang dari 50%, dan kadar silika
oksida lebih dari 10%, sedangkan untuk kadar besi oksida dan titanium oksida
sudah memenuhi. Untuk mencapai target produksi 230.000ton/bulan atau 7.666ton/hari perlu
dilakukan beberapa upaya perbaikan, diantaranya:
1. Upaya Perbaikan Waktu Kerja Efektif, yang meliputi waktu kerja alat
pencuciannya maupun kedisiplinan para pekerjanya.
2. Penambahan Instrumen Alat Pada Unit Pencucian, dalam hal ini akan
di upayakan menggunakan Cone Crusher tipe SMH350F yang
diharapkan material bolder yang tidak hancur pada saat dicuci
menggunakan mesin pompa, akan hancur di dalam Cone Crusher
tersebut.
Dengan perbaikan yang dilakukan seperti tersebut diatas, diharapkan
produksi unit pencucian khususnya pada 7 dan 8 dapat mencapai produksi yang
diinginkan, yaitu 7.666ton/hari
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR
ABSTRAK
Mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh program studi berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti no 30/Dikti/Kep/2003. Kompetensi dasar mata kuliah ISBD adalah menyiapkan mahasiswa menjadi ilmuwan dan profesional yang bersikap kritis kreatif, sistematik, dan ilmiah, berwawasan luas dan etis, memiliki kepekaan dan empati terhadap masalah sosial budaya, dan secara arif mencari solusi/ masalah sosial budaya .
Dalam proses pembelajaran sebelum ujian tengah semester (UTS), ada beberapa kendala yang menyebabkan proses pembelajaran kurang lancar :
1. Kesiapan mahasiswa di kelas masih kurang. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat membaca buku yang referensi .
2. Mahasiswa kesulitan memahami konsep-konsep dalam ilmu sosial dan budaya dasar karena beberapa konsep bersifat abstrak
Peneliti berasumsi bahwa dua kendala tersebut akan dapat diatasi dengan memanfaatkan media teknologi informasi komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman mahasiswa dalam mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebelum memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan setelah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Penelitian ini dilakukan pada Mata kuliah ISBD kelas B dari semester genap TA. 2008/2009 dengan fokus setelah Ujian Tengah Semester. Pada pertemuan ke 9 & 10, pokok bahasan yang diberikan adalah Manusia dan Peradaban. Mahasiwa diajak ke laboratorium untuk melihat film, kemudian diminta untuk membuat resensi film sebagai tugas individu. Judul film yang diputar adalah Keruntuhan Teori Evolusi (pertemuan ke-9), dan Petaka Kemanusiaan Akibat Darwinisme (pertemuan ke-10). Hasil resensi film harus dikirim via email ke email dosen pengampu.
Pada pertemuan ke 11 disampaikan materi tentang Manusia, Sains, Teknologi dan Seni (dengan media LCD ). Setelah session tanya jawab, kemudian mahasiswa diberi tugas menyusun makalah kelompok mengenai Dampak Penyalahgunaan Ipteks pada Kehidupan. Panduan tugas penyusunan makalah ini telah di-upload melalui web site jurusan. Tugas tersebut diambil dari browsing internet. Hasil browsing yang sudah disusun sesuai format makalah harus dikirim ke e-mail dosen pengampu. Pada pertemuan ke 12, makalah kelompok tersebut dipresentasikan secara bergantian. Presentasi dari tiap kelompok diwajibkan dalam format powerpoint.
Pada pertemuan ke 13 disampaikan materi tentang Manusia dan Lingkungan (dengan media LCD) dan dilanjutkan tanya jawab. Berikutnya mahasiswa diberi tugas menyusun makalah kelompok mengenai Problema Lingkungan Hidup/ Lingkungan Sosial. Tugas tersebut diambil dari browsing internet. Hasil browsing yang sudah disusun sesuai format makalah harus dikirim ke e-mail dosen pengampu. Pada pertemuan ke-14, makalah kelompok tersebut dipresentasikan secara bergantian. Presentasi dari tiap kelompok diwajibkan dalam format powerpoint .
Indikator ketercapaian dapat diketahui dari meningkatnya pemahaman mahasiswa yang dilihat dari score UTS dan UAS. Hipotesis : Ada perbedaan tingkat pemahaman mahasiswa dalam mata kuliah Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Dasar sebelum memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan setelah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi . Uji hipotesis dilakukan dengan Uji Sampel Berpasangan (Paired Sample Test).
2
Analisis hasil penelitan ditujukan untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan Paired Samples Statistics, diketahui bahwa mean UTS 51,8 sedangkan mean UAS 56,7. Berdasarkan hasil uji dua sisi (sig.2-tailed) dengan Paired Samples Test , diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,00 . Oleh karena nilai probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak, dan Ha diterima. Artinya, ada perbedaan tingkat pemahaman mahasiswa dalam mata kuliah Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Dasar sebelum memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan setelah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi .
Kesimpulan penelitian ini adalah telah terjadi peningkatan pemahaman pada peserta matakuliah ISBD setelah diterapkannya TIK pada proses pembelajaran. Peningkatan pemahaman tersebut merupakan dampak secara langsung dari beberapa tindakan kelas yang telah dilakukan sebelumnya.
Penelitian ini hanya berdurasi waktu setengah semester. Oleh karena itu disarankan agar penelitian berikutnya bisa dilaksanakan secara utuh selama satu semester, sehingga tindakan kelas yang berbasis TIK bisa dilaksanakan lebih bervariasi