Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
HAMBATAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERBATASAN ANTARA INDIA-CINA DI WILAYAH ARUNACHAL PRADESH
Sengketa perbatasan antara India dan Cina ini
terletak di wilayah Arunachal Pradesh. Sengketa ini
berjalan sangat alot dalam jangka waktu yang sangat
panjang, diwarnai dengan eskalasi konflik yang
meningkat diantara tahun 1962 dengan perang yang
melibatkan kedua negara yang kemudian disebut dengan
Sino Indian War. Perang yang menyebabkan ribuan orang
meninggal dunia ini menjadi catatan kelabu di masa lalu
bagi hubungan kedua negara.
Pasca perang, kedua negara sepakat memulai upaya
penyelesaian sengketa perbatasan ini dengan upaya
damai, yakni perundingan. Perundingan pertama kali
digelar di tahun 1981 dan berlanjut hingga tahun 2010.
Namun hingga perundingan di tahun 2010 nyatanya kedua
negara tidak juga mampu menyelesaikan sengketa
perbatasan ini, meskipun ada kesepakatan-kesepakatan
yang terjalin seperti untuk menjaga stabilitas daerah
perbatasan, dan mengadakan patroli bersama.
Ini jelas menunjukkan bahwa terdapat hambatan dalam
upaya penyelesaian sengketa perbatasan antara IndiaCina
di Wilayah Arunachal Pradesh. Dalam perspektif
India, hambatan itu berupa kepentingan nasional India
di wilayah ini yang meliputi dua hal yaitu, SosialPolitik
dan Ekonomi.
Kepentingan nasional India dalam aspek SosialPolitik
meliputi multikulturalisme India di wilayah ini
dan integrasi nasional India. Sementara kepentingan
nasional India di wilayah ini dalam aspek Ekonomi
meliputi aspek pariwisata dan pertanian. Dua
kepentingan nasional India ini menjadikan India tidak
bergeming sedikitpun dari posisinya semula bahwa
Arunachal Pradesh adalah bagian integral dari India,
dan bagian dari kedaulatan India yang harus
dipertahankan dengan cara apapun.
Kata kunci: Hambatan, Sengketa Perbatasan, Kepentingan
Nasional, India, Cina
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB PEMETAAN TINGKAT RESIKO GEMPABUMI MENGGUNAKAN METODE GUTENBERG-RICHTER DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Study kasus pada BMKG Stasiun Geofisika Yogyakarta
v
ABSTRAK
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat aktifitas gempabumi
yang sangat tinggi di dunia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak diantara pertemuan tiga
lempeng dunia yang aktif (triple function plate convergen) yaitu lempeng indo-australia,
lempeng eurasia dan lempeng pasifik. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu
propinsi di indonesia yang mempunyai tingkat aktivitas gempabumi yang cukup tinggi.
Ada beberapa penyebab timbulnya gempabumi di daerah Yogyakarta, antara lain adanya
pergerakan lempeng Indo-Australia di perairan bagian selatan maupun pergerakan patahan
lokal yang tersebar di beberapa wilayah. Prediksi akan datangnya gempabumi sampai
sekarang masih dalam penelitian, sehingga faktor mitigasi pencegahan bencana
gempabumi lebih diutamakan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Berdasarkan hal tersebut maka dirasa perlu membangun sebuah sistem informasi
geografis pemetaan tingkat resiko gempabumi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem
yang dibangun berupa sitem informasi geografis yang memanfaatkan data gempabumi dari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang terekam selama tahun 2009-2011.
Data-data tersebut selanjutnya dilakukan pengolahan untuk mengetahui Intensitas
gempabumi dan Percepatan Tanah Maksimum (PGA) di daerah tersebut dengan
menggunakan metode Gutenberg-Richter. Sehingga akan diperoleh daerah-daerah di
Yogyakarta yang mempunyai tingkat resiko gempabumi yang cukup tinggi. Metode
pengembangan sistem menggunakan metode waterfall. Dimana output program berupa
sistem informasi geografis berbasis web dengan peta kartografi tingkat resiko gempabumi
di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Software pengembangan sistem informasi geografis ini menggunakan bahasa
pemrograman PHP, sedang untuk penerapan Teknologi Web Mapping digunakan ArcView
GIS 3.3 sebagai pengolahan basisdata spasial, Apache 2.0.50 sebagai web server dan
MapServer sebagai software yang men-generate peta secara dinamis agar dapat diupload
dalam halaman Internet dan bekerja secara server side.
Kata Kunci : sistem informasi geografis, metode Gutenberg-Richte
KAJIAN TEKNIS PROSES PEREMUKAN BATU ANDESIT PADA TARGET PRODUKSI 420 TON/HARI DI PT. JOMBOR PERMAI INDAH KLATEN JAWA TENGAH
Pabrik peremuk batu andesit PT. Jombor Permai Indah berlokasi di Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Kegiatan peremukan batu andesit pada unit peremuk terdiri dari 3 tahap, yaitu dua jaw crusher dan satu cone crusher. Produk yang dihasilkan berupa batu pecah dengan ukuran:
1) ( Pasir ) = 13,60 ton/jam ( 26,09 % ) 2) ( -30 mm + 20 mm ) = 10,26 ton/jam ( 19,69% )
3) ( -20 mm + 10 mm ) = 9,10 ton/jam ( 17,46% )
4) ( -10 mm + 5 mm ) = 9,21 ton/jam ( 17,67% )
5) ( -5 mm ) = 9,95 ton/jam ( 19,09% )
Saat ini produksi yang dihasilkan adalah sebesar 297,09 ton/hari. Target produksi yang ditetapkan yaitu sebesar 420 ton/hari dan untuk presentase material yang diinginkan :
1. ( Pasir ) : 14,74 ton/jam ( ≤ 20% ) 2. ( – 30 mm + 20 mm ) : 11,05 ton/jam ( ≤ 15% ) 3. ( – 20 mm + 10 mm ) : 14,74 ton/jam ( ≤ 20% ) 4. ( – 10 mm + 5 mm ) : 14,74 ton/jam ( ≤ 20% ) 5. ( -5 mm ) : 18,42 ton/jam ( ≥ 25% )
Upaya yang dilakukan untuk memenuhi target produksi adalah dengan melakukan 2 alternatif :
1. Menambah jumlah umpan sebanyak 21,56 ton/jam, dari 52,12 ton/jam agar menjadi 73,69 ton/jam. Modifikasi ayakan getar I menjadi double deck vibrating screen. Opening ayakan getar I deck I 100 mm dan deck II menjadi 5 mm. Closed Setting Jaw Crusher I tidak dirubah ( tetap) 70 mm. Merubah Closed Setting Jaw Crusher II dari 45 mm menjadi 40 mm. Setelah dilakukan upaya perbaikan, efektifitas alat peremuk rahang II meningkat dari 89,87% menjadi 94,94%, dan efektifitas cone crusher meningkat dari 27,57% menjadi 67,34%.
2. Menambah jumlah umpan sebanyak 21,56 ton/jam, dari 52,12 ton/jam agar menjadi 73,69 ton/jam. Menggunakan dua buah alat peremuk. Closed setting Jaw Crusher I tidak dirubah ( tetap) 70 mm. Closed setting cone crusher juga tidak dirubah ( tetap) 15 mm. Setelah dilakukan upaya perbaikan, efektifitas cone crusher meningkat dari 27,57% menjadi 73,55%.
Hasil yang diperoleh setelah dilakukan upaya perbaikan produksi ( alternatif I ) adalah :
1. ( Pasir ) = 13,91 tpj ( 18,88% ) 2. ( -30 mm + 20 mm ) = 11,63 tpj ( 15,78% )
3. ( -20 mm + 10 mm ) = 13,54 tpj ( 18,37% )
4. ( -10 mm + 5 mm ) = 14,31 tpj ( 19,42% )
5. ( -5 mm ) = 20,30 tpj ( 27,55% ) Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka produksi berupa batu pecah
mencapai 420,033 ton/hari, sehingga dengan target 420 ton/hari dan persen target distribusi produknya sesuai dengan target produksi PT. Jombor Permai Indah
RESPON PEMANGKASAN PUCUK DAN KONSENTRASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (URIN SAPI) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS NEW ROBERTO
Mentimun termasuk salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Buah ini banyak disukai banyak golongan masyarakat mulai dari golongan berpenghasilan rendah sampai berpenghasilan tinggi, sehingga buah mentimun dibutuhkan dalam jumlah yang relatif besar dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi pemangkasan pucuk dan pemberian urin sapi untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil mentimun. Penelitian dilaksanakan di Dusun Gamol, Kelurahan, Balecatur, Kecamatan, Gamping, Kabupaten, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret sampai bulan Mei 2012. Metode yang digunakan adalah metode percobaan lapangan dengan menggunakan Rancangan Percobaan Petak Terbagi ( Split Plot ) yang ter diri atas pemangkasan pucuk sebagai petak utama ( Main Plot ) dan konsentrasi pemberian urin sapi sebagai anak petak ( Sub Plot ) . Parameter yang diamati meliputi Parameter Pertumbuhan ( Diameter batang, Jumlah cabang, Umur berbunga, Jumlah bunga, Umur panen ) , Parameter Hasil ( Jumlah buah per tanaman , Bobot buah per tanaman, Panjang buah, Diameter buah, Bobot buah per hektar ) , Parameter Kualitas ( Kadar air buah ) . Berdasarkan analisis hasil dan pembahasan pada perlakuan pemangkasan pucuk dan konsentrasi pemberian urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun varietas new roberto dapat diketahui bahwa, 1. Adanya interaksi antara perlakuan pemangkasan pucuk dan konsentrasi pemberian urin sapi pada parameter hasil yaitu pada kadar air buah dan bobot buah per hektar. 2.Pemangkasan pucuk pada semua perlakuan tidak berpengaruh nyata, sehinga tidak dapat menunjukkan waktu yang tepat terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil. 3.Perlakuan konsentrasi pemberian urin sapi 40 % merupakan konsentrasi terbaik pada parameter jumlah bunga 14 hst, 28 hst, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, bobot buah per hektar, dan kadar air buah.
Kata Kunci: mentimun, pemangkasan pucuk, urin sapi.
Cucumber is one vegetable that has many benefits in people's lives everyday. The fruit is much liked by many segments of society ranging from low-income groups to higher income, so the cucumber needed in relatively large amounts and continuous. This study aimed to examine the interaction trimming buds and giving cow urine to obtain growth and yield of cucumber. The experiment was conducted in Gamol Balecatur, Sleman, Yogyakarta in March to May 2012. The method used is the method of field experiments using Divided Plots Experiment Design (Split Plot), which consists of trimming the topping of the main plot (Main Plot) and the concentration giving cow urine as a sub plot (sub-plots). The parameters observed were growth parameters (stem diameter, number of branches, Age flowering, number of flowers, Age harvest), Parameter Results (number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit length, fruit diameter, fruit weight per hectare), Quality Parameters (the water content of the fruit). Based on the analysis of the results and discussion on the treatment of topping and giving cow urine concentration on the growth and yield of cucumber roberto new varieties can be seen that, 1. The interaction between treatment trimming buds and giving cow urine concentration on the parameters that yield the water content of fruits and fruit weight per hectare. 2. Cut shoots in all treatments had no significant effect, so that can not show the right time for all parameters of growth and yield. 3.Treatments cow urine concentration giving 40% is the best concentration of the parameter number HST rate of 14, 28 HST, the number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit length, fruit diameter, fruit weight per hectare, and the water content of the fruit.
Keywords: cucumber, topping, cow urine
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR KUPING (Auricularia sp) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN INTENSITAS PENYEMPROTAN "KUMBUNG"
Dewasa ini, kebutuhan konsumsi akan jamur kayu meningkat dan nilai gizi yang tinggi juga nilai komersialnya relatif baik, maka jamur mulai dibudidayakan. Sehubungan dengan hal tersebut maka agribisnis jamur khususnya jamur kuping memperlihatkan prospek dan masa depan yang cerah dan menguntungkan. Saat ini hasil dalam budidaya jamur kuping sangat dipengaruhi oleh ketersediaan media dan intensitas penyemprotan "kumbung", namun kendala yang dihadapi, yaitu kesulitan mendapatkan media dan pengaturan kelembaban dalam ruang tumbuh jamur yang belum tepat. Tujuan dari penelitaian ini mengkaji interaksi macam media dengan intensitas penyemprotan, serta untuk memperoleh media tanam dan intensitas penyemprotan kumbung yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil jamur kuping. Penelitian dilaksanakan di Desa Plotengan, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juni-Oktober 2012. Metode yang digunakan adalah Rancangan Percobaan Petak Terbagi (Split Plot) yang terdiri atas intensitas penyemprotan sebagai petak utama (Main Plot) dan media tanam sebagai anak petak (Sub Plot). Main Plot terdiri atas 3 aras, yaitu: penyemprotan volume 3 liter untuk 1 kali/hari (K1), penyemrotan volume 3 liter untuk 2 kali/hari (K2), penyemprotan volume 3 liter untuk 3 kali/hari (K3). Sub Plot terdiri atas 3 aras, yaitu: M1= serbuk gergaji sengon : sekam padi (1:0), M2= serbuk gergaji sengon : sekam padi (0:1), M3= serbuk gergaji sengon : sekam padi (1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara kombinansi macam media dengan intensitas penyemrotan "kumbung" pada paramerter, jumlah badan buah yang terbentuk, jumlah tudung buah yang terbentuk bobot segat jamur kuping, dan bobot kering jamur kuping. Perlakuan serbuk gergaji sengon dan penyemprotan dengan volume 3 liter disemprot 2 kali/hari dan disemprot 3 kali/hari meunjukkan hasil yang paling baik.
Kata kunci: jamur kuping, media, penyemprotan kumbun
PRA STUDI KELAYAKAN POTENSI SUMBERDAYA BATUBARA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI
Tanjung Jabung West at this time there are many points that indicated coal deposits and some already exploited by the government and foreign investors, while the coal deposits that have not been in ekspoloitasi in because of the lack of information about the potential and the investment must be spent to take advantage of this potential.
Prospecting activities have been obtained from the resource potential that has been divided into five Blocks of coal-spread spread across two districts, namely Batang Asam and Renah Mendaluh. Territory mining area in Tanjung Jabung western mining region belonging to the region keprospekan development ( WKKKP ) . For recommendations coal transport line going through the village roads and across provinces.
After doing a break-even stripping ratio analysis Block-1 is not feasible to use the system as a system of open pit mining, while Block-2-5 feasible using open-pit mining system as penambanganya system. Based on the analysis of sensitivity to changes in selling prices ( recoverable value/tons ) Block-3 is insensitive, while Block-1, 2, 4 and 5 are sensitive to changes in selling prices.
Keywords: pre-feasibility study, the break-even stripping ratio, the area of mining, the analysis of sensitivit
PERAN MOTIVASI DALAM MEMEDIASI PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BUANA ALAM TIRTA YOGYAKARTA
Seiring dengan semakin banyaknya tempat hiburan masyarakat, maka PT. Buana Alam Tirta yang bergerak dalam bidang pelayanan hiburan mayarakat dalam hal ini kebun binatang, dituntut untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan, salah satunya adalah dengan memperhatikan faktor tenaga kerja. Permasalahan yang dialami oleh tenaga kerja diantaranya stres kerja, motivasi kerja dan kinerja.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pengaruh langsung variabel stress kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Buana Alam Tirta Yogyakarta; (2) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung variabel stress kerja terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh motivasi pada PT. Buana Alam Tirta Yogyakarta.
Penelitian dilakukan pada PT. Buana Alam Tirta yang berlokasi di Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan mulai bulan Agustus hingga Oktober 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan path analisis.
Hasil pengujian hipotesis pertama ditemukan koefisien path (p 3
) pengaruh langsung Stress kerja terhadap kinerja sebesar -0,340 (negatif) dan signifikan pada taraf signifikansi 0,05 (Sig.t = 0,000 < 0,05), yang berarti Stress kerja berpengaruh langsung secara negatif dan signifikan terhadap kinerja. Semakin tinggi Stress kerja maka semakin rendah pula kinerja dan sebaliknya, semakin rendah Stress kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan.
Hasil pengujian hipotesis kedua ditemukan bahwa Stress kerja secara signifikan mempunyai pengaruh tak langsung terhadap kinerja melalui motivasi dengan koefisien indirect effect (p 1
p 2
) sebesar -0,286 (negatif) dan Z hitung
= 5,687 > 1,96. Ini berarti motivasi merupakan perantara negatif antara Stress kerja dan kinerja. Semakin tinggi Stress kerja yang dialami karyawan maka semakin rendah pula motivasiya dimana hal ini akan menurunkan kinerjanya. Sebaliknya, semakin rendah stres kerja maka semakin tinggi motivasinya, dimana hal ini akan menaikkan kinerja karyawan tersebut
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Indigo (Indigofera tinctoria) pada Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam dan NPK.
Tanaman indigo (Indigoferatinctoria) merupakan tumbuhan penghasil zat warna biru alami. Penggunaan zat pewarna pakaian ini terutama dilakukan dalam pembuatan batik atau tenun ikat tradisional dari Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon dan interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang ayam dan NPK terhadap pertumbuhan tanaman indigo dan menentukan dosis pupuk kandang ayam dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman indigo. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapang yang disusun menurut Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang ayam yang terdiri dari 3 aras yaitu : 20, 25, 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPKyang terdiri dari 4 aras yaitu : 150, 200, 250, 300 kg/ha. Setiap kombinasi terdapat 25 tanaman dan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali ulangan. Data pengamatan dianalisis keragamannya dengan sidik ragam pada jenjang perbedaan 5 %. Perlakuan yang menunjukkan beda nyata diuji lebih lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan atau Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang perbedaan 5 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi respon dan interaksi antara perlakuan berbagai macam dosis pupuk kandang ayam dan NPK pada parameter tinggi tanaman 14, 16 mst, pada parameter jumlah daun 12 serta 16 mst. Perlakuan dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah cabang 14 mst, perlakuan dosis pupuk kandang ayam 30 ton/ha memberikan respon hasil terbaik pada parameter diameter batang tanaman 14 mst. Perlakuan dosis pupuk NPK 300 kg/ha memberikan respon hasil terbaik pada parameter jumlah cabang 6 mst, jumlah daun 2 mst, dan diameter batang 4, 6, 12, 14.
Kata kunci : indigo, pupuk kandang ayam, pupuk NP
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BUANA ALAM TIRTA YOGYAKARTA
Salah satu masalah nasional yang dihadapi oleh bangssa Indonesia saat ini adalah penanganan terhadap rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Melimpahnya sumberdaya manusia yang ada saat ini mengharuskan berfikir secara seksama yaitu bagaimana dapat memanfaatkan sumberdaya manusia secara optimal denga ki nerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variable-variabel yang mempengaruhi kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei. Haasil penelitiaan ini Budaya Organisasi, Motivasi, dan Kepuasan Kerja secara serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan karena signifikan F=22,297 dan p=0,000 , dengan koefesien determinasi sebesar 0,339 yang berarti bahwa 33,9% variasi pada variable kinerja mampu diterangkan oleh ketiga variable.
Secara parsial variable Budaya Organisasi berpengaruh Positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada taraf signifikan 0,05 diperoleh sebesar 1,992. Karena t hitung > t tabel (3,494 > 1,992) dan p < 0,05 , maka H0 ditolak dan sebaliknya Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa, uji signifikan koefisien t hitung sebesar 5,353 dan p= 0,000. Karena t hitung > t tabel (5,353 > 1,992) dan p < 0,05 , maka Ho ditolak dan sebaliknya Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial variable Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Karena t hitung < t tabel (1,614 < 1,992) dan p > 0,05 , maka Ho ditolak dan sebaliknya Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial variable kepuasan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Variable motivasi mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan di PT. Buana Alam Tirta Yogyakarta.
Kata Kunci : Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Kinerja Karyawa
PERHITUNGAN CADANGAN MINYAK BUMI PADA PROSPEK SUMUR “X”, FORMASI BEKASAP, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH BERDASARKAN DATA SEISMIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE VOLUMETRIK
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kualitas dan karakteristik reservoir berdasarkan analisa log di lapangan Prospek Sumur ”X”. menggunakan peta bawah permukaan dan menghitung besarnya cadangan hidrokarbon dengan metode volumetrik. Pada Lapangan Sumur “X” termasuk kedalam kategori perangkap struktur. Lapangan Sumur “X” dapat dibagi menjadi 2 bagian antiklin (Block A and Block B) dimana masing masing blok secara umum relative terpisah dengan batas OWC (Oil Water Contact) yang berbeda.
Metodologi penelitian ini adalah menentukan litologi dari data log yang digunakan
sebagai dasar korelasi antar Sumur dan menghitung nilai saturasi air serta porositas dengan persamaan Archie. Kemudian nilai tersebut digunakan untuk menghitung volume reservoar dengan metode volumetrik, sedangkan potensi cadangan hidrokarbon dihitung menggunakan persamaan IOIP ( Initial Oil In Place) . Dari analisa data dan pembahasan diinterpretasikan bahwa Lapisan Bekasap merupakan lapisan produksi yang menghasilkan minyak dari reservoar batupasir di Formasi Bekasap.
Karakterisasi reservoar telah dilakukan dengan data Sumur dan seismik, reservoar
tersebut umumnya mempunyai nilai porositas 20% dan saturasi air 40%. Hasil perhitungan cadangan dengan metode perhitungan volumetrik dari reservoar tersebut sebesar 477,528,315 STB ( Stock Tank Barrels).
Kata kunci : Perangkap struktur ,Volume Bulk, IOI