Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERILAKU KERJA, MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA YANG HIJAU TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PDAM SLEMAN
Sumberdaya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat
penting dalam suatu perusahaaan di samping faktor yang lain seperti modal. Oleh
karena itu, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan yang dikenal
dengan Manajemen Sumberdaya. Salah satu fungsi dari manajemen SDM adalah
meningkat kinerja karyawannya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
kinerja karyawan diantaranya adalah perilaku kerja, motivasi dan lingkungan
kerja yang hijau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
perilaku kerja, motivasi dan lingkungan kerja yang hijau terhadap kinerja
karyawan PDAM Sleman. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
seluruh karyawan pada PDAM Sleman yang berjumlah 175 karyawan. Sedangkan
metode pengambilan menggunakan Proportional Stratified Sampling yaitu teknik
pengambilan sampel berdasarkan strata yang proporsional, dengan jumlah sampel
sebanyak 110 karyawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup
data primer dan data sekunder. Metode analisis data meliputi Analisis Deskriptif,
dan Analisis Kuantitatif dengan teknik Analisis Regresi Linier Berganda .
Hasil penelitian menemukan bahwa (1) terdapat pengaruh signifikan
positif variabel perilaku kerja terhadap kinerja karyawan PDAM Sleman. Hal ini
berarti semakin baik perilaku kerja maka kinerja karyawan semakin meningkat.
(2) terdapat pengaruh signifikan positif variabel motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan PDAM Sleman. Hal ini berarti semakin tinggi motivasi kerja maka
kinerja karyawan semakin meningkat dan (3) terdapat pengaruh signifikan positif
variabel lingkungan kerja hijau terhadap kinerja karyawan PDAM Sleman. Hal ini
berarti semakin baik lingkungan kerja hijau maka kinerja karyawan semakin
meningkat. Hasil pengujian secara serentak menunjukkan bahwa perilaku kerja,
motivasi dan lingkungan kerja yang hijau berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan PDAM Sleman. Sedangkan besarnya pengaruh ketiga variabel tersebut
adalah sebesar 84,2% dan sisanya sebesar 15,8% kinerja karyawan dapat
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Kata Kunci : Perilaku Kerja, Motivasi, Lingkungan Kerja Hijau dan Kinerja
Karyawa
EVALUASI KINERJA KEUANGAN PT ANGKASA PURA II DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN VALUE FOR MONEY
Pengukuran kinerja di hampir semua organisasi baik sektor privat maupun
publik telah menjadi penekanan utama untuk menilai keberhasilan suatu
organisasi. Karena selama ini pengukuran akuntabilitas organisasi publik dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsinya sulit dilakukan secara objektif karena
belum tersedianya suatu sistem pengukuran yang menginformasikan tentang
tingkat keberhasilan saat organisasi serta masih adanya anggapan bahwa
keberhasilan suatu instansi tergantung dari kemampuan instansi tersebut
menyerap anggaran tanpa mengukur hasil maupun dampak yang dicapai dari
pelaksanaan program.
Tuntutan pembaharuan sistem keuangan muncul agar pengelolaan uang
rakyat
(public money) dilakukan secara transparan dengan mendasarkan konsep
value for money sehingga tercipta akuntabilitas publik (public accountability).
Kampanye implementasi konsep
value for money pada organisasi sektor publik
perlu gencar dilakukan seiring dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas publik
dan pelaksanaan
good governance. Implementasi konsep tersebut diyakini dapat
memperbaiki akuntabilitas sektor publik dan memperbaiki kinerja sektor publik
dengan meningkatkan efektivitas layanan publik, meningkatkan mutu layanan
publik, menurunkan biaya layanan publik karena hilangnya inefisiensi, dan
meningkatkan kesadaran akan penggunaan uang publik.
Hasil pengukuran mengenai nilai ekonomis dilihat dari rasio ekonomis
secara rata-rata selama tahun 2009 sampai 2012 berada pada kriteria yang tidak
ekonomis. Hasil pengukuran nilai efisiensi dilihat dari rasio efisiensi secara ratarata
selama tahun 2009 sampai 2012 berada pada kriteria yang efisien. Hasil
pengukuran nilai efektifitas dilihat dari rasio efektifitas secara rata-rata selama
tahun 2009 sampai 2012 berada pada kriteria yang sangat efektif.
Kata Kunci : Pengukuran Kinerja, Aspek Finansial, Akuntabilitas Sektor Publik,
Value for Money
RANCANGAN SALURAN TERBUKA, SUMURAN DAN POMPA PADA PENAMBANGAN DI PIT I CV. CINTA PURI PRATAMA KABUPATEN BANJAR BARU KALIMANTAN SELATAN
CV . Cintapuri Pratama is a company engaged in coal mining . CV mining
sites . Cintapuri Cintapuri Primary in the village , Banjar Baru , South
Kalimantan.
The problem faced by CV . Primary Cintapuri one of which is a problem
because there is no draft mine draining system which will result in many puddles
on the work area occur mainly during the rainy season . It is very disturbing and
working conditions affect production . The main source of mine water in the coal
mining area by CV . Primary Cintapuri is rainwater . Plan 123 mm rainfall / day
with rainfall intensity of 20.38 mm / h and rainfall return period
Location mine draining not have an adequate system . Areas which
become providers rain water and run off water on site mining plan is divided into
6 Catchment Area .
a.Catchment Area I, area = 0.5247 km
b.Catchment Area II , area = 0.1152 km
c.Catchment Area III , area = 0.0049 km
d.Catchment Area IV , area = 0.0093 km
e.Catchment Area V , area = 0.0287 km
f.Catchment Area VI , area = 0.0453 km
2
2
2
2
2
2
The volume of water that enters the mine at 2.3987 m
3
/second . Open
Channel planned is a combination of mine drainage and mine dewatering . Mine
Drainage channel made in the KP boundary in order to prevent the ingress of
water from outside the mine site , namely :
a.
Open Channel 1 : a = 0.7 m , b = 0.7 m, B = 1.3 m, α = 60
With diameter of culvert is 1,2 m
Runoff water that flowed through the channel and then get into the sinks .
Sinks are made with dimensions of length 118 m , width 60 m , and a depth of
sinks is 5 m . After the water is pumped into settling ponds . Pumps are needed as
much as 1 unit vertical centrifugal pump type pump with a maximum discharge of
540 m
3
/second pump . In the flow of run off water itself contained dissolved
material was 121 mg / l , and the percent solid on settling ponds at 1.35 % . With
such a large percent of the solid , long deposition of material required for 3 days .
The dimensions of the settling ponds is 28 m long , 12 m wide , and a depth of
settling ponds is 4 m with a volume of 1152 m
3
settling ponds . Ultimately
expected after discharge from the settling ponds , the water that comes out will not
pollute the environment around the mine .
PENGGUNAAN PEG 6000 DAN BERBAGAI MEDIA SIMPAN UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU BENIH MANGGIS DALAM SIMPANAN
Mangosteen seeds belonging to the recalcitrant seeds which have a short lifespan
due to drought prone and easily germinated seed storage place . It is necessary for
the proper storage to maintain seed viability during storage . The study aims to
assess the concentration of PEG - 6000 and the appropriate kinds of storage media
to maintain seed quality mangosteen . This research was conducted at the Seed
Technology Laboratory of the Department of Agro Technology Faculty of
Agriculture, University of National Development " Veteran " Yogyakarta . The
method used was completely randomized design ( CRD ) and a 3x3 factorial
repeated 3 times . Factor I concentrations of PEG - 6000 consists of 3 levels ie 0
% , 15 % , and 30 % . Factor II kinds of storage media consists of 3 levels ie
without storage media , storage media sawdust and rice husk storage media . The
data were analyzed variability at 5% significance level , to know the difference
between cedar followed by Duncan 's Multiple Range Test ( DMRT ) at 5%
significance level . The results showed that the interaction parameter germination
and speed of germination of seeds . Treatment concentration of 30 % PEG 6000
with sawdust storage media provide and speed germination of seeds germinated
better . The use of PEG 6000 concentration of 15 % and 30 % were able to
suppress the moldy seed , seed germination , and hit the high electrical
conductivity values . Sawdust is the best storage media to maintain seed quality
during storage mangosteen
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA BUTYL METHACRYLATE DARI METHACRYLIC ACID DAN BUTANOL KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN
Pabrik Butyl Methacrylate dari Methacrylic Acid dan Butanol dirancang
dengan kapasitas 100.000 ton/tahun, dengan waktu operasi 330 hari dalam
setahun. Pabrik direncanakan didirikan di Gresik, propinsi Jawa Timur, di atas
tanah seluas 15.000 m
2
dengan jumlah karyawan sebanyak 255 orang.
Butyl Methacrylate dibuat dengan mereaksikan Methacrylic Acid dan
Butanol di dalam reaktor alir tangki berpengaduk yang beroperasi dengan waktu
reaksi 12 menit pada 107
o
C, 1 atm dengan katalis asam sulfat dan konversi
sebesar 88% Reaksi pada keadaan isotermal nonadiabatis dan menggunakan air
sebagai pendingin. Kemudian Butyl Metacrylate dipisahkan dengan menggunakan
Menara Distilasi. Pabrik Butyl Methacrylate ini membutuhkan bahan baku
Methacrylic Acid sebanyak 61.511,74 ton/tahun yang diperoleh dari Jiangsu
Suanglin, Cina, dan Butanol sebanyak 53.804,06 ton/tahun yang diperoleh dari PT
Petro Oxo Nusantara Gresik.
Sarana dan prasarana pendukung proses yang digunakan meliputi air ,
steam, listrik, udara tekan dan bahan bakar. Air sebanyak 27.965,44 kg/jam dari
PT Petrokimia, listrik 330 kW dari PLN dengan cadangan generator, bahan bakar
minyak diesel sebanyak 10.836,95 kg/tahun dan udara tekan sebanyak 84,6
m
3
/jam.
Pabrik Butyl Methacrylate ini memerlukan modal tetap sebesar Rp.
252.434.275.000,00 + 67.542.476. Untuk kelayakan investasi dilakukan kajian
Non-Discounted Cash Flow dan Discounted Cash Flow. Dari kajian NonDiscounted
Cash Flow diperoleh % ROI sebelum pajak 42,97 % dan sesudah
pajak sebesar 27,92 %. POT sebelum pajak 1,89 tahun dan sesudah pajak 2,64
tahun. Dan dari kajian Discounted Cash Flow diperoleh nilai tingkat suku bunga
(tingkat pengembalian modal) sebesar 37,45 %. BEP yang diperoleh yaitu sebesar
41,39 % dari kapasitas produksi, sedangkan SDP pada 12,74 % dari kapasitas
produksi. Berdasarkan data analisis ekonomi di atas, maka pendirian Pabrik Butyl
Methacrylate dari Methacrylic Acid dan Butanol cukup menarik untuk dikaji dan
dipertimbangkan lebih lanjut
PENYELIDIKAN GEOMAGNET UNTUK PENDUGAAN BIJIH BESI PT. BERKAH ALAM SEMESTA DI DESA BANA KECAMATAN BONTOCANI KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN
PT. Berkah Alam Semesta ingin melakukan eksplorasi guna mengetahui
keberadaan bijih besi di daerah izin usaha pertambangan yang dimiliki. Metode
yang dapat memberikan gambaran lokasi penyebaran terdapatnya bijih besi secara
tidak langsung yaitu menggunakan metode geofisika. Bijih besi adalah benda
logam yang memiliki sifat kemagnetan dan salah satu metode geofisika yang dapat
digunakan untuk mengetahui penyebaran endapan bijih besi adalah geomagnet.
Penyelidikan dengan menggunakan geomagnet bermanfaat untuk mengetahui
keberadaan benda magnetik di bawah permukaan bumi dengan menangkap
intensitas magnetik total. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data anomali
magnetik dari setiap titik-titik pengukuran, sehingga dapat menduga penyebaran
bijih besi pada daerah tersebut.
Pengambilan data Geomagnet menggunakan Magnetometer G-816 dan
GEM SYSTEM 19-T yang dilengkapi dengan sebuah sensor untuk menangkap
intensitas magnetik pada setiap titik pengukuran, proses pengukuran atau
pengambilan data dilakukan menggunakan interval setiap titik sejauh 50m hal ini
tergantung pada terdapatnya singkapan ataupun informasi geologi kemudian
dilakukan koreksi dan pengolahan data menggunakan program SURFER 10
diperoleh nilai anomali magnetik tertinggi 1800nT dan anomali magnetik terendah
-1800nT serta hasil dari program MAGPICK berupa peta upward continuation
dengan anomali magnetik tertinggi 828nT dan anomali magnetik terendah 48nT
dan juga diperoleh peta reduction to the pole dengan nilai anomali magnetik
tertinggi 1329nT dan anomali magnetik terendah -660nT .
Setelah di lakukan pengambilan, pengolahan dan interpretasi data dengan
menggunakan beberapa program geomagnet, maka dari ketiga peta yang diperoleh
yaitu peta anomali magnetik, peta upward continuation, peta reduction to the pole
dapat diketahui lokasi yang dianggap prospek untuk diteliti lebih lanjut dengan
metode geolistrik yaitu berada di bagian barat lokasi penelitian terletak di desa
Bulusirua dan di bagian utara lokasi penelitian yang berada di desa Bana.
Kemudian di lakukan pembuatan sayatan pada lokasi yang dianggap prospek
dengan menggunakan program MAG2DC dan diperoleh informasi berupa panjang
dan kedalaman bijih besi serta perkiraan bentuk badan bijih. Hasil pendugaan
sementara bijih besi berupa intrusi terletak pada kedalaman 40-50m dengan
panjang badan bijih sekitar 800-2500m dengan arah utara ke selatan, terbentuk
dari dua intrusi
PENGARUH VARIABEL KEDISIPLINAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN SUMBA TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR.
This research aimed to know the magnitude of working discipline variable influence jointly
influenced officers’s achievement of Regional Finance and Asset Management income Office of East
Sumba Regency and also which variable to dominate towards working achievement of Regional Finance
and Asset Management Income Office of Sumba Regency. There were 72 out of 93 research samples’
officers of Regional Finance and Asset Management Income Office of East Sumba Regency.
This Research conducted by a survey data and sample collection technique used a
proportionate
stratified random sampling.
While data collection was conducted by distributing questionnaire to the
respondents and other data obtained from the related department. Research hypothesis test used a
correlation data analysis method and a multiple linear regression,( β ). By using a free variable included
wealth (x1), threat (x2), decidedness (x3), competence (x4), role leader (x5), and working achievement as
a tied variable.
From the F- test, it was obtained a free variable conclusion consist of wealth, threat, decidedness,
competence and role leader joinly significantly affected towards officers’ working achievement of Regional
Finance and Asset
Management Income Office Of East Sumba Regency. A Beta (β) test result showed
the most affecting variable towards officers’ working achievement was a role leader variable.
Keywords : Wealth, threat, decidedness, competence, role leader and working achievement
RESPON PETANI TERHADAP INOVASI FERMENTASI JERAMI PADI PADA KELOMPOK TANI “SUBUR MAKMUR” DUSUN MANGLI DESA PRINGSURAT KECAMATAN PRINGSURAT KABUPATEN TEMANGGUNG
This research was made bilingual writer is tony dwi nugraha titled farmer Respone to innovation
fermentation straw rice on the "fertile prosperous" hamlet mangli pringsurat village district
pringsurat district Temanggung and assisted by mentors Ir.Budi Widayanto MSI and MSI
Ir.Daru Retnowati The research was conducted on farmer group "Subur Makmur" in the village
of Waterford County Pringsurat Pringsurat District. The purpose of this study is: 1) To analyze
the factors of age, education, experience and intensity of peasant farmers in the following
extension of the Respone of farmers in rice straw fermantasi technological innovation. 2) To
determine the success rate of technology innovation fermentation of rice straw to livestock. The
data used are primary and secondary data. Primary data were obtained from direct observations
or interviews with farmer groups "Subur Makmur". Secondary data was obtained from the
relevant agency or agencies with the aim of supporting the primary data. The method used is
multiple linear regression and Likert Scale.The result of this research show that factors of age,
education, farming experience and the intensity of farmers in participating in outreach activities
on the response of farmers in straw fermentation technology innovation and to determine the
success rate of technology innovation fermentation of rice straw to cattle.
Keywords: Respone of farmers, innovation fermentation, farmer group
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL OUT KARYA NATSUO KIRINO
ABSTRAK
Novel Out adalah salah satu hasil karya Natsuo Kirino, seorang penulis yang kerap mengangkat tema feminisme ke dalam novel-novel hasil karyanya. Tema feminisme yang diangkat Natsuo Kirino dalam karyanya yang berjudul Out, mampu memberikan penggambaran konsep kekuatan perempuan melalui karakter dari tokoh-tokoh yang ada di dalam novel ini. Novel ini berhasil menggambarkan kekuatan perempuan lewat cerita-cerita sederhana yang dibungkus dalam genre kriminal yang gelap. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana perempuan direpresentasikan dalam novel Out. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika. Dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, dengan mengelompokan data yang berkaitan dengan perspektif novel dalam memposisikan nilai-nilai representasi perempuan lewat bahasa tulisannya kemudian menganalisis makna tanda-tanda dalam novel melalui uraian yang bersifat penjelas untuk mengetahui mengapa muncul representasi tersebut. Kedua, merumuskan analisis yang dilakukan pada tahap pertama. Teks yang akan dipilih dalam analisis nantinya yaitu melalui tahap pemilihan potongan-potongan cerita dalam novel. Berdasarkan hasil penelitian, representasi perempuan yang terwujud melalui: Pertama, representasi perempuan dalam kepemimpinan, yang menggambarkan bahwa perempuan pun mampu mengatur dan mengambil keputusan sebagai pemimpin. Kedua, representasi perempuan dalam keluarga, yang menggambarkan bahwa perempuan mampu diandalkan dalam menjalankan perannya di rumah tangga, baik sebagai pencari nafkah maupun sebagai pengurus rumah. Ketiga, representasi perempuan sebagai objek kekerasan yang menggambarkan posisi perempuan yang selalu lebih rendah dari laki-laki membuatnya sering menjadi korban kekerasan. Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui ideologi yang dianut pengarang yaitu ideologi feminisme. Pengarang ingin mengajak pembaca untuk mengetahui makna hidup berdampingan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan adalah manusia, akan lebih baik jika saling menghargai tanpa harus membedakannya.
ABSTRACT
Novel Out is one of the works of Natsuo Kirino, a writer who is often the theme of feminism in the novels of his work. Natsuo Kirino’s feminism theme raised in his work entitled Out, capable of providing the power of women through the depiction of the concept of the character of the existing characters in this novel. This novel successfully illustrates the power of women through simple stories that are wrapped in a dark crime genre. The purpose of this study is to reveal how women are represented in the novel Out. Qualitative methods were used in this study is the semiotic method. In this study conducted in two phases. First, by classifying the data associated with a novel perspective to position the values of his representation of women through language then analyze the meaning of the signs in the novel through the descriptions that are explanatory to know why such representations appear. Second, formulate the analysis conducted in the first phase. Text to be selected in the later analysis through the selection stage pieces the story in the novel. These results indicate the existence of women's representation materialized through: First, the representation of women in leadership, which illustrates that women are able to manage and make decisions as a leader. Secondly, the representation of women in the family, which illustrates that women can rely on in their role in the household, as well as the breadwinner and housekeeper. Third, the representation of women in violence against women, which describes the position of women is always lower than men's making are often victims of violence. From these points, it is known that the author of the ideology espoused ideology of feminism. The author would like to invite the readers to know the meaning of coexistence between men and women. Men and women are human beings, it would be better if the mutual respect without having to set it apart
LATAR BELAKANG LEGALISASI PERNIKAHAN SESAMA JENIS DI SWEDIA PADA TAHUN 2009
Swedia merupakan salah satu negara yang berada di Eropa bagian utara
yang sebagian besar masyarakatnya beragama Lutheran. Pernikahan Sesama jenis
menjadi perbincangan hangat hampir diseluruh dunia termasuk Swedia yang
merupakan salah satu negara yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis.
Swedia adalah negara ketujuh yang melegalkan pernikahan sesama jenis setelah
negara Norwegia. Homoseksual di Swedia tidak tabu diperbincangkan karena
pada tahun 1944 pemerintah Swedia telah melegalkan homoseksual.
Latarbelakang pemerintah Swedia melegalkan pernikahan sesama jenis
karena adanya tuntutan baik dari dalam negeri maupun internasional. Tuntutan
yang diajukan agar pemerintah Swedia dapat melegalkan pernikahan sesama jenis
yaitu adanya hak asasi manusia yang setara, adanya diskriminasi antara kaum
homoseksual dengan kaum heteroseksual, dan adanya perbedaan domestic
partnership dengan pernikahan. Karena adanya perbedaan-perbedaan itulah maka
kaum homoseksual mengajukan tuntutan kepada pemerintah melalui organisasi
LGBT yaitu RFSL (The Swedish Federation For Lesbian, Gay, Bisexual and
Transgender Rights), HOMO (The Swedish Ombudsman Against Discrimination
on Grounds of Sexual Orientation), ILGA (International Lesbian, Gay, Bisexual,
Trans and Intersex Association).
Tetapi tuntutan tidak akan menjadi isu politik apabila tidak adanya
dukungan dari individu atau organisasi yang mempunyai pengaruh besar terhadap
kebijakan pemerintah. Dukungan yang diberikan baik dalam negeri negara Swedia
itu sendiri maupun internasional. Dukungan yang berasal dari dalam negeri yaitu
dukungan dari partai-partai politik di dalam parlemen Swedia; dukungan dari
Gereja Lutheran (sebagian besar masyarakat Swedia beragama Lutheran dan
gereja Lutheran mempunyai undang-undang yang memperbolehkan pasangan
homoseksual melakukan pernikahan di dalam Gereja sama seperti pasangan
heteroseksual); kelompok kepentingan lain seperti SRHR (Sexual, Reproductive,
Health and Rights). Di level internasional komite hak asasi manusia PBB (Human
Rights Comittee) dan negara Belanda juga berkontribusi terhadap mempengaruhi
kebijakan pemerintah Swedia.
Kata kunci : Swedia, homoseksual, legalisasi pernikahan sesama jenis, hak asasi
manusi