Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
APLIKASI VISUALISASI ANATOMI KEPALA MANUSIA
Biologi merupakan salah satu mata pelajaran siswa SMA kelas XI jurusan IPA.
Salah satu materi adalah anatomi khususnya anatomi kepala termasuk otak, mata, hidung,
telinga, tengkorak dan mulut, yang merupakan bagian tubuh terpenting untuk dipelajari.
Sampai saat ini pengajar/guru yang mengajarkan materi tersebut menggunakan cara
tradisional (membaca buku dan menjelaskan di papan tulis). Hal ini menjadikan siswa
kurang cepat memahami materi anatomi kepala. Sedangkan pembelajaran anatomi kepala
yang menggunakan aplikasi visual interaktif jarang dijumpai.
Metode pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini adalah
metodologi pengembangan multimedia, yang terdiri dari 6 tahap concept, Design, material
collecting, assembly, dan testing. Perangkat lunak (software) yang digunakan pada
penelitian ini yaitu menggunakan Adobe Flash Profesional CS3, Adobe Soundbooth CS3,
CorelDRAW X5, Action Script 2.0, Adobe Photoshop CS3.
Aplikasi ini menjelaskan materi anatomi kepala yang mencangkup: otak,
tengkorak, mata, telinga, hidung, mata. Aplikasi ini menggunakan teks, suara dan gambar
yang menarik dapat membuat user memahami dalam materi anatomi kepala
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA ISOBUTIL AKRILAT DARI ASAM AKRILAT DAN ISOBUTANOL KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN
Pabrik Isobutil Akrilat ini dirancang dengan kapasitas 100.000 ton/tahun
menggunakan bahan baku asam akrilat dan isobutanol. Pabrik direncanakan
didirikan di Kawasan Industri Gresik (KIG), Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Pemasarnnya diutamakan untuk konsumsi dalam negeri jika memungkinkan dapat
dipasarkan ke luar negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT).
Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri
dari shift dan non shift dengan jumlah karyawan 220 orang.
Bahan baku berupa asam akrilat dan isobutanol direaksikan dalam
reaktor dengan kondisi operasi suhu 800C dan tekanan 1 atm. Reaktor yang
digunakan adalah RATB dengan koil sebagai pendingin. Produk yang keluar
reaktor selanjutnya di alirkan ke Netralizer untuk menetralkan asamnya. Keluar
dari Netralizer kemudian diumpankan ke Dekanter untuk memisahkan garamgaramnya.
Produk atas keluaran Dekanter selanjutnya diumpankan ke Menara
Distilasi. Hasil bawah menara distilasi diambil sebagai produk. Produk ini
kemudian didinginkan dan disimpan dalam tangki penyimpanan, sedangkan
campuran Isobutanol dan air sebagai hasil atas di recycle kembali ke umpan
Reaktor. Utilitas pabrik Isobutil Akrilat meliputi kebutuhan air sebesar 330570
kg/jam dengan air make up sebesar 19996 kg/jam. Air tersebut disuplai dari PT.
Petrokimia Gresik. Steam yang digunakan pada pabrik Isobutil Akrilat adalah
steam jenuh sebesar 4467 kg/jam. Listrik sebesar 150 KWatt dipenuhi dari PLN.
Kebutuhan bahan bakar fuel oil untuk mengoperasikan boiler sebesar 1459
gallon/tahun. Kebutuhan bahan bakar diesel oil untuk mengoperasikan generator
sebesar 1459 gallon/tahun. Kebutuhan udara tekan 36 m3/jam.
Pabrik direncanakan bekerja selama 330 hari efektif dalam setahun dan
24 jam perhari. Hasil analisa ekonomi pabrik isobutil akrilat ini memerlukan
modal tetap sebesar Rp 159.151.466.000,- + 2,442,917, ROI sebelum pajak 40,49 % per tahun dan
ROI sesudah pajak 26,32 % per tahun, POT sebelum pajak 1,98 tahun dan POT
sesudah pajak 2,75 tahun, Shut Down Point (SDP) 18,40 %, Break Event Point
(BEP) 45,98 % dan DCF 28%. Berdasarkan hasil perhitungan evaluasi ekonomi
tersebut, maka pabrik Isobutil Akrilat dengan kapasitas 100.000 ton/tahun layak
dipertimbangkan untuk didirikan
EVALUASI PROBLEM PRODUKSI AIR YANG TINGGI PADA SUMUR “MENARA-46” PETROCHINA INTERNATIONAL JABUNG LTD
Evaluasi pada sumur “MENARA-46” interval perforasi terpasang 6570 – 6578 ft (MD)
diproduksikannya minyak pada laju produksi awal sebesar 372 BOPD, air langsung ikut terproduksi
pada hari pertama dengan water cut 15.6 %. Seiring berjalannya waktu produksi, air yang terproduksi
terus meningkat terlihat dari water cut sudah mencapai 90.3 %. Hasil perhitungan waktu water
breaktrhough dengan metode Sobocinski dan Cornelius adalah 9.5 bulan. Dalam penelitian ini
digunakan Metode K.S. Chan untuk analisa water problem pada sumur tersebut. Pada diagnostic plot
WOR dan WOR’ dari produksi kumulatif harian menunjukkan bahwa sumur telah mengalami
masalah water coning with late time channeling behavior. Berdasarkan hasil perhitungan laju
produksi minyak bebas water coning dengan interval perforasi terpasang sepanjang 8 ft diperoleh
hasil sebesar 155.77 BOPD untuk metode Chierici, sedangkan metode Craft dan Hawkins sebesar
185.87 BOPD. Laju produksi minyak awal 372 BOPD lebih besar dari laju produksi kritisnya
sehingga akan mengakibatkan masalah water coning. Dari beberapa asumsi harga interval perforasi
dan harga laju produksi dengan metode Chierici, metode Craft dan Hawkins, didapatkan harga
interval perforasi yang optimum yaitu sepanjang 6.5 ft dan harga laju produksi minyak optimum
bebas water coning sebesar 160 BOPD atau pada laju produksi total 189.5 BLPD saat WC 15.6 %.
Untuk mendapat laju produksi total yang sesuai dengan yang diharapkan dapat diatur dengan
pemilihan choke yang tepat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan
pertimbangan untuk sumur-sumur sekitar berikutnya, agar produksi minyak bisa semaksimal mungkin
dengan kadar air yang rendah
KAJIAN TEKNIS POTENSI SUMBERDAYA BATUBARA SAMPAI KEDALAMAN 500 METER KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
RINGKASAN
Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi yang memiliki
sumberdaya batubara yang cukup besar, menurut data dari Badan Geologi,
Kementrian ESDM menyatakan bahwa total sumberdaya batubara di Provinsi
Kalimantan Timur sebesar 52,3 miliar ton, yang diukur dari data singkapan hingga
kedalaman 100 meter. Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara
merupakan salah satu penghasil batubara, terutama pada daerah sekitar sungai
Mahakam batubara berkembang baik. Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006
tentang kebijakan energi, menyatakan untuk penggunaan batubara pada tahun
2025 menjadi lebih dari 33%. Menyikapi hal tersebut maka perlu dilakukan
pengkajian sumberdaya batubara yang lebih mendalam, sehingga pada penelitian
ini dilakukan kajian teknis potensi sumberdaya batubara sampai kedalaman 500
meter, untuk mengantisipasi terkurasnya cadangan batubara yang ada.
Kegiatan observasi lapangan dilakukan di Kecamatan Anggana,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Hasil observasi
lapangan ditemukan sebanyak 10 singkapan yang tersebar di 3 desa, yaitu : Desa
Sidomulyo, Desa Kutai Lama, dan Desa Anggana. Berdasarkan data singkapan
yang ada, dibagi menjadi 4 blok dari 2 formasi pembentuk batubaranya, blok A
(Desa Sidomulyo) dan blok C (Desa Anggana dan Desa Kutai Lama) pada
Formasi Balikpapan dan blok B (Desa Kutai Lama) dan blok D (Desa Anggana)
pada Formasi Kampungbaru, dengan rata-rata kemiringan singkapan 150- 400 dan
tebal batubara berkisar 1,65-2,5 meter.
Perhitungan sumberdaya batubara menggunakan metode daerah pengaruh
berdasarkan pada aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) Amandemen I SNI 13-
5014-1998. Pada daerah penelitian dengan jenis kegiatan eksplorasi berupa
prospeksi dikategorikan sebagai sumberdaya batubara tereka, dari sumberdaya
batubara ini dibuat kedalaman yang dihitung tegak lurus dari permukaan
ditemukannya singkapan sampai kedalaman 500 meter. Sumberdaya batubara
pada kedalaman 0-100 meter sebesar 7.990.996,89 ton, pada kedalaman 100-200
meter sebesar 7.419.927,25 ton, 200-300 meter sebesar 5.641.728,18 ton, 300-400
meter sebesar 2.411.008,16 ton dan kedalaman 400-500 meter sebesar
1.281.048,93 ton, sehingga total sumberdaya batubara sampai kedalaman 500
meter sebesar 24.744.709, 9 ton, dengan nilai kalori batubara 4.330-5.306 cal/gr
dalam Kondisi As Received Basis. Dari Klasifikasi sumberdaya batubara, kategori
potensial menurut Taylor dan Steven (1983) dan dari pemanfaatan batubara
daerah penelitian berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
vi
ABSTRACT
East Kalimantan is a province that has a fairly large coal resources,
according to data from the Geological Agency, Ministry of Energy and Mineral
Resources stated that the total amount of coal resources in the province of East
Kalimantan of 52.3 billion tonnes, the data measured from outcrop to a depth of
100 meters. Anggana subdistrict, Kutai Kartanegara Regency, is one of them as a
producer of coal, especially in the area around the river Mahakam coal well
developed. PP No 5 of 2006 on energy policy, declared to the use of coal in 2025
to more than 33%. To reaction to this it is necessary to research the deeper coal
resources, especially at depths greater than 100 meters, to anticipate the depletion
of existing coal reserves.
The exploration activities were done in this research it was found that as
many as 10 scattered outcrops in 3 villages, namely: Sidomulyo Village, Kutai
Lama Village, and the village of Anggana. Based on data from existing outcrops,
divided into 2 blocks, Balikpapan block and Kampungbaru block, in which each
blocks has 2 coal seam when seen from the description of coal. Balikpapan block
consists of coal seam A (Sidomulyo Village) and coal seam C (Anggana Village
and Village of Kutai Lama), and Kampungbaru block consists of coal seam B
(Kutai Lama Village) and coal seam D (Village Anggana) with calorific value
ranged from 5724-6214 cal/g and thick of coal ranged from 1.65 to 2.5 meters.
Coal resource calculations using area of influence method based on the
rule of Indonesian National Standard (SNI) Amendment I SNI 13-5014-1998. In
the area of research with that type of exploration activities in the form of
prospecting is categorized as an inferred coal resources, coal resources is made of
the calculated depth of the surface perpendicular to the discovery outcrop .
Shallow coal resources at depths of 0-100 meters of 7,990,996.89 tonnes and deep
coal resources at depths of 100-200 meters is 7,419,927.25 tons, amounting to
5,641,728.18 tonnes of 200-300 meters, 300-400 meters amounting to
2,411,008.16 tons and depth of 400-500 meters is 1,281,048.93 tons. From the
classification of coal resources, coal utilization and coal potentiall by taylor and
steven (1983) which analyzed the Sidomulyo Village, Kutai Lama village, and
the the village of Anggana are an area that could potentially if want to develop
more further
PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, PROMOSI, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK NAAVA GREEN DI WILAYAH KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
YULFIKA INDRIANA WIDOWATI. Pengaruh Kualitas Produk, Harga , Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Produk Naava Green di Wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta. (Dibimbing oleh DRA. CHAULA ANWAR. MM dan DRS. ABDUL GHOFAR, M.SI )
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya produk kecantikan yang muncul dan menawarkan berbagai macam manfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama kaum wanita dibidang kecantikan dan kesehatan kulit. Produk Naava Green adalah produk perawatan kecantikan kulit wajah yang menggunakan bahan-bahan botanical alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh kualitas produk, harga, promosi, dan kualitas pelayanan secara bersama-sama dan secara parsial terhadap keputusan pembelian produk Naava Green.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuisioner terhadap 100 responden yang menggunakan produk Naava Green. Dengan menggunakan perangkat lunak SPSS, hipotesis diformulasikan dan diuji menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil dari analisis regresi linier berganda yaitu
Y= 5.200+0.413X1+0.284X2+0.216X3 0.372X4+1.635. Dari hasil uji F didapatkan F hitung sebesar 23.170. Hasil uji F membuktikan bahwa kualitas produk, harga, promosi dan kualitas pelayanan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Naava Green. Variabel independent yang paling berpengaruh terhadap variabel dependent adalah variabel kualitas pelayanan (3.178), diikuti oleh kualitas produk (3.166), harga (2.352) dan terakhir promosi (2.106). Hasil uji t membuktikan bahwa kualitas produk, harga, promosi dan kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Naava Green. Dan koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0.494. hal ini berarti sebesar 49.4% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk, harga, promosi dan kualitas pelayanan. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian.
Kata kunci : Keputusan pembelian, Metode kuisioner, Analisis regresi linier berganda, Uji F, Uji T, Koefisien Determinas
PERANCANGAN SARANA EVAKUASI UNTUK KONDISI DARURAT DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA FLOYD WARSHALL PADA PT.MADUBARU YOGYAKARTA
Keadaan darurat seperti kebakaran dan bencana alam merupakan suatu kejadian
yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu antisipasi terhadap keadaan tersebut
merupakan suatu hal yang sifatnya wajib dilakukan oleh perusahaan. Salah satu
bentuk antisipasi yang dapat dilakukan pihak perusahaan untuk menghadapi kondisi
darurat adalah dengan menyediakan sarana penyelamatan diri seperti jalur evakuasi.
Namun sangat disayangkan pada PT. Madubaru Yogyakarta, sarana tersebut masih
belum tersedia.
Penelitian ini dilakukan untuk membuat usulan rancangan sarana evakuasi pada
gedung bagian ketel PT. Madubaru Yogyakarta, dimana perancangan jalur evakuasi
dilakukan dengan menggunakan algoritma Floyd Warshall untuk menentukan rute
terpendek dari berbagai alternatif jalan untuk keluar. Algoritma ini membandingkan
semua kemungkinan lintasan yang menghubungkan sebuah pasangan titik, dan
melakukannya sekaligus untuk menentukan rute terpendek dari keseluruhan sistem,
sehingga lebih menjamin untuk memecahkan permasalahan penentuan lintasan
terpendek. Selanjutnya akan dilakukan simulasi proses evakuasi berdasarkan hasil
rancangan tersebut menggunakan software arena untuk mendapatkan waktu evakuasi
Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk
mengevakuasi sebanyak 61 orang yang sedang berada dalam gedung bagian ketel PT.
Madubaru Yogyakarta yang tersebar dalam 4 lantai dan 12 stasiun kerja adalah 19
menit 26 detik.
Kata Kunci : Evakuasi, Floyd-Warshall, Simulasi, Aren
UPAYA TIMOR LESTE DALAM MERUMUSKAN IDENTITAS NASIONAL PASKA KEMERDEKAANNYA
Skripsi ini membahas mengenai Upaya Timor Leste Merumuskan Identitas Nasional Paska Kemerdekaannya. Timor Leste yang baru saja merdeka sangat memerlukan suatu identitas nasional sebagai ciri khas sendiri bagi negaranya, dan itulah yang sedang diupayakan oleh Timor Leste, Pemerintah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pengaruh Identitas yang begitu kuat dari beberapa negara yang pernah berada diTimor Leste pun menjadi suatu kendala besar yang harus dihadapi oleh Negara Timor Leste, karena untuk menjadi negara sendiri negara Timor Leste harus mampu untuk menciptakan Identitasnya sendiri tanpa mendapatkan pengaruh dari negara manapun.
Kata Kunci : Timor Leste, Identitas Nasiona
SIMULASI DINAMIKA SISTEM KETERSEDIAAN UBI KAYU(Studi Kasus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah kota terbesar di Indonesia
dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Masalah yang dihadapi provinsi
Yogyakarta adalah peningkatan jumlah penduduk kurang sepadan dengan jumlah bahan
pangan sepertiubikayuyang diproduksi per tahun. Keadaan tersebut semakin buruk
dengan semakin berkurangnya lahan perkebunan produktif untuk ditanami. Bila hal
tersebut terus berlanjut maka diprediksikan dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan,
hasil produksi bahan pangan wilayah Yogyakarta tidak mampu lagi mencukupi
kebutuhan penduduknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengakomodasi masalah di atas dengan cara
membuat model perilaku sistem produksi dan permintaan konsumsi bahan makanan,
untuk memprediksi jumlah produksi dan permintaan di masa mendatang. Kasus yang
akan diteliti dalam penelitian ini dikhususkan pada komoditas ubikayu. Penyelesaian
masalah dilakukan dengan pendekatan sistem dinamis dengan bantuan software
Powersim Studio 7. Model sistem dinamik dari penelitian ini mempunyai tiga skenario,
yaitu dengan melihat dari : (1) skenario luas lahan; (2) skenario jumlah ubi kayu
konsumsi; (3) skenario jumlah ubi kayu industri.
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa diprediksikan pada tahun 2026, hasil
produksi ubi kayu Yogyakarta tidak dapat lagi mencukupi kebutuhan penduduk
dikarenakan jumlah kebutuhan 646.557 ton sedangkan produksinya 624.535 ton. Dalam
hal ini, pemerintah dianggap pasif dalam upaya peningkatan produktivitas ubikayu
daerah. Pemerintah perlu menambah pasokan ubikayu dari luar daerah sebesar 22.021,99
ton untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi.Secara keseluruhan model dinamik yang
dirancang telah mampu menganalisis ketersediaan ubi kayu dan implikasinya terhadap
alternatif kebijakanyang dapat diambil untuk mendukung teknologi pengembangan ubi
kayu baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. Model yang telah dibuat
memungkinkan untuk dapat dipakai sebagai alat dalam pengambilan keputusan maupun
penentuan kebijakan pengembangan ubi kayu di masa mendatang secara lebih
komprehensif.
Kata Kunci: ubikayu, kebutuhan, model, produksi, sistem dinamis.
The special region of Yogyakarta (DIY) is one of the largest cities in Indonesia
with a high population growth rate. Issues facing the province of Yogyakarta is the
increase in the population of less commensurate with the amount of foodstuffs like
cassava are produced per year. The situation is getting worse with the decline in
productive plantation for planted. If it continues then predicted within the next few years,
the production of foodstuffs Yogyakarta region no longer able to fullfill the needs of its
inhabitants.
This research aims to accommodate the above issue by way of modeling the
behavior of systems of production and the demand for consumption of foodstuffs, to
predict the amount of production and demand in the future. The case will be examined in
this study is devoted on commodities manioc. Problem solving is done with a dynamic
systems approach with the help of software Powersim Studio 7. The Model research of
dynamical systems has three scenarios, namely by looking at the from: (1) broad land use
scenarios; (2) number of cassava consumption scenarios; (3) number of cassava industry
scenarios.
The results showed that the predicted data processing in the year 2026, manioc
production results Yogyakarta can no longer cover the needs of the population because of
the number of tons whereas 646.557 needs its 624.535 tons. In this regard, the
Government considered passivity in efforts to increase productivity of cassava area. The
Government needs to increase the supply of cassava from outside of the area of 22.022
tonnes to be able to meet the needs of consumption.Overall dynamical models designed
have been able to analyze the availability of manioc and the implications for policy
alternatives that can be taken to support the technological development of cassava for
both industrial and consumption needs. The Model has been made allowing it to be used
as a tool in decision making and the determination of policy development of cassava in
the future in a more comprehensive.
Key words: cassava, needs, model, production, dynamic systems
ANALISIS DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA HUBUNGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT DENGAN KINERJA ORGANISASI (STUDI UKM HANDYCRAFT DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA)
Dio Pradito Fajar firsada, Analisis Dukungan Organisasi Sebagai Variabel
Moderasi Pada Hubungan Total Quality Management Dengan Kinerja
Organisasi (Studi Pada Ukm Handycraft Di Kabupaten Sleman) (Dibimbing
oleh Dra. Yekti Utami, M.Si dan Titik Kusmantini SE, M.Si).
Persaingan pasar global, tuntutan konsumen atas peningkatan kualitas
produk dan jasa semakin tinggi. Peningkatan penawaran produk dan jasa dengan
harga lebih bersaing dari negara lain dengan biaya tenaga kerja rendah,
menyulitkan para pelaku usaha lokal di Indonesia yang umumnya masih kalah
bersaing dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Semakin sadarnya
konsumen terhadap kualitas, menjadi suatu dorongan tersendiri bagi para pelaku
UKM Handycraft di Kabupaten Sleman untuk bersaing dalam menghasilkan
produk yang berkualitas. Salah satu cara yang tepat untuk mencapai hal tersebut
adalah dengan mengimplementasikan Total Quality Management (TQM).
Tujuan dari penelitian ini adalah: ( 1)Untuk mengetahui apakah praktek
TQM berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi pada UKM handycraft di
Kabupaten Sleman; (2) Untuk mengetahui apakah dukungan organisasi
memoderasi hubungan antara praktek TQM terhadap kinerja organisasi pada
UKM handycraft di Kabupaten Sleman.
Penelitian ini dilakukan pada UKM Handycraft di Kabupaten Sleman. Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Moderating Regression Analysis (MRA).
Hasil analisis data diketahui bahwa Praktek TQM berpengaruh positif
terhadap kinerja organisasi pada UKM handycraft di Kabupaten Sleman.
Dukungan organisasi memoderasi hubungan antara praktek TQM terhadap kinerja
organisasi pada UKM handycraft di Kabupaten Sleman.
Kata kunci: Total Quality Management, Kinerja Organisasi, Dukungan
Organisasi, UKM Handycraft di Kabupaten Slema
Studi Karakteristik Alterasi Hidrotermal Panasbumi, Daerah Lapangan Panas Bumi Kamojang, Jawa Barat
Lokasi daerah penelitian terletak pada daerah Lapangan Panasbumi Kamojang di Desa Laksana dan sekitarnya secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung,Propinsi Jawa Barat. Secara geografis, lapangan Kamojang terletak pada posisi 107037,5’00” sampai 107 048’00” BT dan 7 05,5’00” sampai 7016,5’00” LS. Lapangan ini berjarak 17 km Barat laut Garut atau 42 km Tenggara Bandung, dan berada pada ketinggian 1640 - 1750 m diatas permukaan laut. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui karakterisasi alterasi hidrotermal. Geologi umum Area Geothermal Kamojang dan sekitarnya tersusun dari endapan Pre Kaldera dan Post Kaldera, Satuan Pre Kaldera dari yang berumur tua sampai termuda adalah Basalt Gunung Rakutak, Basalt Dogdog, Andesit Piroksen Gunung Cibereum, Piroklastik Gunung Sanggar, Andesit Piroksen Gunung Cibatuipis, Andesit Porfiri Gunung Katomas, Andesit Basaltik Legokpulus dan Gunung Putri, Lava Andesit Pasir Jawa dan Andesit Piroksen Gunung Kancing. Satuan Post Kaldera dari yang berumur tua ke yang berumur muda terdiri dari Andesit Basaltik Gunung Batususun dan Gunung Gandapura, Lava Andesit Gunung Gajah, Andesit Basaltik Gunung Cakra-Masigit dan Guntur. Kelompok Satuan Post Kaldera menindih tidak selaras kelompok Satuan Pre Kaldera. Struktur geologi yang dijumpai di daerah telitian adalah Rendahan melingkar (rim), Sesar normal berarah Barat laut – Tenggara, Sesar normal berarah Utara – Selatan dan Sesar berarah Timurlaut – Barat daya. Berdasarkan hasil analisis petrografi, geokimia, dan XRD, zona alterasi yang terdapat di daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua zonasi,
antara lain zona alterasi propilitik dan zona alterasi argilik, yang berasosiasi dengan mineral seperti klorit, epidot, kalsit, monmorilonit, smektit dan ilit.
Kata-kata kunci: panasbumi, alterasi hidroterma