Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
Not a member yet
    7373 research outputs found

    KARAKTERISTIK LAPISAN BATUBARA FORMASI WARUKIN BERDASARKAN DATA WELL LOG DAN PROXIMATE PADA DAERAH “X”, KABUPATEN TABALONG, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    Research for Warukin Formation has been done. The target of this research is characteristics of coal based on data from well logs and proximate to the area "X ", Tabalong District, South Kalimantan Province. Well log data used to determine the characteristics of the coal based on gamma ray log and density logs. To determined ash content, total moisture and calorific value, the writer used poximate data. The target of this reserach areto know the correlation between well log data and proximate data to identify coal quality. The characteristic of coal in Warukin Formation based on well log data are the gamma ray has ranged from 2.24-18.87 cps , density at high resolution density ranging from 1.44-1.86 gr/cc. Besides it the characteristics of the data by proximates are Ash Content of coal has values between 2-15.6 % , 37-47.8 % for Total Moisture, and Calory Value has range 3148-4441 cal/gr. The qualitative analysis was also performed based on the data well log and proximate, be approached with a linear equation between volume Shale and Ash Content and Calory Value. The correlation between Volume shale - Ash Content show good correlation. It can showed by the coefficient of determination that representated until 80.2 %. Volume Shale - Calory Value shows good correlation too, it can representated by coefficient of detemination that show value until 60% and density – Total Moisture show reversible correlation with 81.7% to coefficient determination. Keywords: Well logging, gamma ray log, density log, proximate, croos trendline plot

    POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MENGGUNAKAN BLACKBERRY MESSENGER (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2009 UPN “Veteran” Yogyakarta dalam Menggunakan BlackBerry Messenger sebagai Media Komunikasi)

    Get PDF
    Penelitian ini mengidentifikasi pola komunikasi interpersonal mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2009 dalam menggunakan BlackBerry Messenger. Mengingat hampir semua kegiatan komunikasi dilakukan dengan menggunakan media elektronik, khususnya media komunikasi yang bersifat mobile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengarah pada deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi, serta menggunakan teknik wawancara kepada delapan belas informan mahasiswa dan satu informan dari pengamat ilmu komunikasi. Dari hasil penelitian, pola komunikasi interpersonal melalui BlackBerry Messenger dimulai sejak para informan penelitian memulai berkuliah di Yogyakarta. Isi pesan yang sering dibahas adalah tentang informasi perkuliahan dan mengatur janji untuk bertemu. BlackBerry Messenger hanyalah sebatas alat bantu komunikasi yang interaktif, sedangkan komunikasi interpersonal dengan bertatap muka adalah bentuk komunikasi yang paling efektif, karena bahasa verbal dan nonverbal dapat dilihat secara langsung sehingga pesan yang akan disampaikan akan tepat sesuai makna pesan. Hambatan sinyal masih menjadi masalah bagi penggunanya. BlackBerry sebagai produk dari perkembangan teknologi, juga memiliki efek yang berpengaruh pada budaya komunikasi. Dalam penelitian ini para informan sadar akan dampak tersebut, namun dengan menempatkan BlackBerry Messenger hanya sebagai alat bantu komunikasi dan mengutamakan komunikasi interpersonal secara langsung. Kesimpulannya adalah mahasiswa angkatan 2009 memiliki pola-pola komunikasi tersendiri tergantung dari cara penggunanya memposisikan BalckBerry Messenger sebagai media komunikasi dan teknologi komunikasi yang terbukti mampu merubah cara dan budaya penggunanya dalam berkomunikasi. Kata kunci: Pola Komunikasi Interpersonal, Media Komunikasi, BlackBerry Messenger

    PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN ASAM NITRAT 65 % DARI AMONIA DAN UDARA KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    ABSTRACT Asam Nitrat pada umumnya digunakan sebagai bahan baku untuk beberapa industri kimia seperti industtri obat-obatan, fiber sintesis dan insektisida. Selain itu asam nitrat juga digunakan sebagai bahan sintesa dalam industri pupuk, nitart organik (nitrogliserin, glikol nitrat, selulosa nitrat) dan senyawa-senyawa nitro (TNT, RDX, asam pikrat). Pabrik asam nitrat dengan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dirancang dengan kapasitas 100.000 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan didirikan di Bontang Kalimantan Timur dengan luas tanah 40.000 m 2 dengan jumlah karyawan 265 orang. Pabrik Asam Nitrat membutuhkan bahan baku ammonia yang diperoleh dari PT. Pupuk Kaltim dan disimpan di tangki penyimpanan (T – 01) yang dilengkapi dengan sistem refrigerasi. Ammonia dan udara mengalami proses oksidasi dengan bantuan katalis cobalt oxide didalam reaktor fixed bed multitube (R – 01) pada tekanan 3 atm dan suhu 670 iii o C menghasilkan gas NO. Selanjutnya gas NO dioksidasi lanjut di dalam reactor alir pipa single tube (R – 02) pada tekanan 2,64 atm dan suhu 150 o C menghasilkan gas NO 2 . Gas NO di serap oleh air di dalam menara absorber (AB – 01) pada tekanan 1,2 atm dan suhu 80 C. Hasil bawah menara absorber yang merupakan produk utama yaitu asam nitrat dengan kemurnian 65 % disimpan di dalam tangki penyimpanan (T – 02) yang berjumlah 2 buah pada suhu 45 o C dan hasil atas menara absorber berupa gas sisa dilepas ke atmosfer. Pabrik asam nitrat membutuhkan sarana dan prasarana pendukung proses meliputi air bersih, listrik, udara tekan dan bahan bakar. Air bersih sebanyak 200 m 3 /jam dibeli dari unit penyediaan air PT. Pupuk Kaltim. Kebutuhan listrik sebesar 6500 kW diperoleh dari PLN dengan cadangan generator dengan bahan bakar diesel sebanyak 138 m 3 /tahun dan udara tekan sebanyak 36 m 3 2 /jam. Asam nitrat mempunyai harga dasar sebesar Rp. 6400, harga pasar sebesar Rp. 8700 dan harga jual ke konsumen sebesar Rp. 7.500 /kg. Modal tetap sebesar Rp. 128.013.000.000 + $.8.660.000 serta modal kerja sebesar Rp.1.061.780.000.000. Biaya produksi yang dikeluarkan Rp. 644.871.000.000. Tingkat pengembalian modal (ROI) sebelum pajak 45,11% dan sesudah pajak 29,32%. Waktu pengembalian modal (POT) sebelum pajak 1,75 tahun dan setelah pajak 2,42 tahun. Break event point (BEP) sebesar 43,79% dan shut down point (SDP) 27,71% dan discounted cash flow (DCF) 30,86%. Berdasarkan evaluasi ekonomi maka prarancangan pabrik asam nitrat dari ammonia dan udara cukup menarik untuk dikaji dan dipertimbangkan lebih lanjut.

    PENGARUH CASH DIVIDEN COVERAGE RATIO, EARNING PER SHARE (EPS), DAN RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cash Dividen Coverage Ratio (CDC), Earning Per Share (EPS), dan Return On Asset (ROA) terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi yang menjadi obyek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur periode 2010-2012. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 78. Penelitian ini dalam mengambil sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dan kriteriakriteria tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Sampel penelitian ini menggunakan kriteria tertentu yaitu perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan lengkap selama periode 2010-2012 dan membagikan dividen serta memiliki arus kas operasi positif secara terus menerus. Penelitian ini menggunakan variabel bebas (independen) yaitu Cash Dividen Coverage (CDC), Earning Per Share (EPS), dan Return On Asset (ROA), sedangkan variabel terikat (dependen) yaitu return saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cash Dividen Coverage (CDC), berpengaruh terhadap return saham , sedangkan Earning Per Share (EPS) dan Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan manufaktur. Kata kunci: Cash Dividen Coverage Ratio (CDC), Earning Per Share (EPS), dan Return On Asset (ROA), dan return saham

    Geologi dan Pengaruh Intrusi Terhadap Kualitas Batubara Berdasarkan Parameter Analisa Proksimat Daerah Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

    No full text
    The area is located in the village of Rantau Nangka, District Sungai Pinang, Banjar regency, South Kalimantan Province is geographically located at coordinates 0°12'2, 5 "- 0°13'06, 0" latitude and 115°14 '22 "- 115°16'35" longitude. The location is located in the northeast of the city of Banjarmasin and can be reached for ± 153 minutes by using ground vehicles as far as 102 km from the airport Syamsudin Noor Banjar Baru. This study aimed to determine the effect of intrusion on the quality coal in terms of calorific value, and the results of the proximate analysis. The methodology used in this study in the form of direct observation in the field, sampling rocks in the field and analysis of data in the form of studio and petrographic analysis Proximate analysis to determine the calorific value of coal and using literature as well in the form of literature. The area is divided into five formations origin (Verstappen, 1985), namely the formation of structural landforms homoklin hills, formed by the origin denudasional the form of land, eroded hills, forms volcanic landform hill intrusion, forms the human aspects of the basin landform results mining, mining heap hill results (waste dump), forms fluvial landform body with rivers, alluvial plains, and ponds (sump). Stratigraphy is divided into five regions lithologies, namely Tanjung unit Sandstone, claystone member of the Cape formation, igneous units, units and unit material alluvial sediment accumulation. Geological structure of the region is homoklin telitian and stocky - muscular. Telitian area there are 4 layers namely coal seam A, B, C, and D with physical characteristics, chemistry and biology, as well as thick vary both laterally and vertically, relative to the direction of the slope towards the northwest (N 275° E - N 280° E ). From the analysis of the environment of deposition according deposition models Horne (1978), the rock units in the area on the lower delta plain with subunit, swamp, chanel, levee, and Spay deposited on the Middle Eocene (R.Heryanto, 2009). The results of the analysis sample (sample) coal zone located at the far zone intrusion and intrusion obtained from the variation of the calorific value of coal, direct intrusion on local affect caloric value. The temperature and pressure generated by the intrusion increases maturation of organic material so that there is also an increase in calorific value of coal. Keywords: intrusion, coal, proximat

    Karakteristik Reservoar dan Perhitungan Cadangan Minyak Lapisan KKN 3, Formasi Bekasap, Lapangan Kedaung, Cekungan Sumatera Tengah Berdasarkan Data Log Sumur dan Seismik

    No full text
    Lokasi penelitian terletak di salah satu lapangan eksplorasi BOB PT BSP-Pertamina Hulu yang Propinsi Riau pada Cekungan Sumatra Tengah. Lapangan “KEDAUNG” termasuk dalam Cekungan Sumatra Tengah, untuk fokus penelitian ialah lapisan reservoar “KKN 3”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data meliputi data log sumur dan data seismik. Data log yang digunakan berasal dari sumur pemboran yang berada di Lapangan “KEDAUNG” dengan jumlah keseluruhan sebanyak 6 sumur. Analisa ini untuk mengetahui karakteristik reservoar dan perhitungan cadangan hidrokarbon secara volumetrik sehigga mengetahui gambaran bawah permukaan meliputi peta Depth Structure, Vsh, Isoporositas, Isopermeabilitas, Isosaturasi Air, Gros Sand, Net Sand, Ketebalan Fasies dan Net Pay. Berdasarkan analisis data log, lapisan reservoar “KKN 3” disusun oleh litologi berupa batupasir. Hasil analisa data mud log dan pola elektrofasies bahwa Lapisan sand “KKN 3” ini diketahui lingkungan pengendapan adalah estuarin, dengan fasiesnya braided channel dan transgresif channel fill. Pada reservoar ini terdapat 2 area cadangan sehingga memiliki properti dan cadangan yang berbeda. Berdasarkan analisis fluida menunjukkan bahwa Reservoar “KKN 3” memiliki kandungan fluida berupa minyak. Dari perhitungan cadangan secara volumetrik diperoleh cadangan pada lapisan “KKN 3” area utara sebesar 159288,9908 STB dan area selatan sebesar 197456,1753 STB, dan Cadangan hidrokarbon yang dapat diambil area utara sebesar 37273,6239 STB dan area selatan sebesar 46204,745 STB. Kata-kata kunci: mud log dan elektrofasies, karakteristik, net pay, area, volumetrik

    ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP PRATIK PERATAAN LABA

    No full text
    Penelitian ini betujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage dan net profit margin terhadap pratik perataan laba pada perusahaan sector industri food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2009-2011. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik. Hal ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen, yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage dan net profit margin pada status perataan laba. Status perataan laba didasarkan pada indeks Eckel. Terdapat empat kesimpulan dalam penelitian ini. Kesimpulan tersebut yaitu, ukuran perusahaan tidak mempengaruhi pratik perataan laba, profitabilitas tidak mempengaruhi pratik perataan laba, financial leverage tidak mempengaruhi pratik perataan laba, dan net profit margin tidak mempengaruhi pratik perataan laba. Kata kunci: ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage, dan net profit margin

    Geologi dan Studi Potensi Bencana Lahar Kaligendol dan sekitarnya, Daerah Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

    No full text
    Gunung Merapi merupakan gunung api paling aktif di Indonesia yang memiliki letusan khas, yakni tipe Merapi. Letusan tipe ini dicirikan dengan robohnya kubah lava sehingga menghasilkan produk perselingan antara lava di kerucut puncak, dengan piroklastik jatuhan, piroklastik aliran dan lahar pada topografi dibawahnya. Kuantitas lahar dapat dihitung melalui parameter intensitas curah hujan dengan jumlah material yang dihasilkan terhadap volume sungai yang dilalui. Hasil dari perhitungan parameter ini dapat digunakan sebagai analisa potensi bencana lahar. Kata kunci : Gunung Merapi, stratigrafi gunung api, curah hujan, laha

    ANALISIS KETERSEDIAAN DAN PERMINTAAN BERAS DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK (Studi Kasus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

    Get PDF
    Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Masalah yang dihadapi provinsi Yogyakarta berkaitan dengan ketahanan pangan adalah peningkatan jumlah penduduk tidak sepadan dengan jumlah bahan pangan yang diproduksi per tahun. Keadaan tersebut semakin buruk dengan semakin berkurangnya lahan pertanian produktif untuk ditanami. Bila hal tersebut terus berlanjut maka diprediksikan dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan, hasil produksi bahan pangan wilayah Yogyakarta tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan penduduknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengakomodasi masalah di atas dengan cara membuat model perilaku sistem produksi dan permintaan konsumsi bahan makanan. Kasus yang akan diteliti dalam penelitian ini dikhususkan pada komoditas beras. Dengan model yang dibuat maka akan dengan mudah memprediksikan bagaimana tingkat produksi dan tingkat konsumsi beras di masa yang akan datang. Penyelesaian masalah dilakukan dengan pendekatan sistem dinamis dengan bantuan software Powersim Studio 7 menunjukkan bahwa pendekatan sistem dinamik yang dilakukan dapat digunakan untuk memprediksi jumlah produksi dan kebutuhan konsumsi beras di masa yang akan datang, serta dapat mempresentasikan hasil skenario untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan beras. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperhitungkan aspek finansial seperti harga beras dan harga input produksi terhadap pengaruh produksi dan konsumsi serta memperhitungkan jumlah beras yang dipakai dalam kegiatan industri. Kata Kunci : beras, produksi, ketahanan pangan, model, sistem dinamis

    PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KABUPATEN/KOTA D.I YOGYAKARTA TAHUN 2007-2012

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, pengujian metode dengan analisis regresi berganda dengan melakukan uji asumsi klasik sebelum mendapatkan model penelitian yang terbaik. Variabel dalam penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal sebagai variabel independen serta Indeks Pembangunan Manusia sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi D.I Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota di Provinsi D.I Yogyakarta. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs www.djpk.depkeu.go.id dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan Belanja Modal berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan nilai signifikansi sebesar 0,044. Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

    6,886

    full texts

    7,373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇