Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI FORMASI BATURAJA DAN TALANG AKAR SERTA PENENTUAN ZONA RESERVOAR BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIK PADA LAPANGAN “dhans”, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN
Well Logging merupakan data rekaman parameter-parameter fisika dalam
lubang bor terhadap kedalaman sumur, data logging tersebut dapat dikonversi
untuk memberikan informasi secara kualitatif maupun kuantitatif tentang formasi
batuan pada sumur dan jumlah cadangan minyak bumi yang dapat diproduksi.
Logging juga memberikan data yang diperlukan untuk mengevaluasi secara
kuantitas banyaknya hidrokarbon pada situasi dan kondisi yang sesungguhnya.
Kurva log juga memberikan informasi yang cukup tentang sifat batuan dan cairan.
Penelitian ini bertujuan menghitung parameter petrofisika menggunakan
data log. Penelitian ini dilakukan di Lapangan “dhans”, Formasi Baturaja dan
Formasi Talang Akar, Cekungan Sumatera Selatan. Evaluasi Formasi Baturaja
melalui analisis kuantitatif petrofisika dilakukan dengan menghitung nilai
porositas, saturasi air, menentukan litologi, dan permeabilitas. Metodologi secara
umum dari data log yang didapat, ditentukan litologinya kemudian menghitung
nilai porositas, saturasi air (persamaan Indonesian) dan permeabilitas.
Hasil dari penelitian diperoleh 6 zona reservoar dan 4 zona produktif
hidrokarbon yaitu Gon 06 zona I, Kilua 21, Kurapika 24 dan Leorio 25 zona I.
Gon 06 zona I dengan nilai Φ 10.1%; Sw 0.22; Vshale 0.2688; K 32.553 mD; Rt
82,969ohm m. Kilua 21 dengan nilai Φ 17.7%; Sw 0.3; Vshale 0,1942; K 32.04
mD; Rt 26,273 ohm m. Kurapika 24 dengan nilai Φ 9.5%; Sw 8.4; Vshale 0.2055;
K 2.9 mD; Rt 50,437 ohm m. Leorio 25 zona I dengan nilai Φ 9.3%; Sw 0.3;
Vshale 0.274; K 65.8 mD; Rt 153,68 ohm m.
Kata Kunci : Well Logging, Petrofisika, Reservoa
DIPLOMASI ENERGI NUKLIR PERANCIS TERHADAP INGGRIS TAHUN 2010-2012 DALAM UPAYA MEMASARKAN ENERGI NUKLIR
Energi nuklir sipil semakin hari dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan energi di sebuah negara. Dengan adanya perkembangan dalam mengelola energi nuklir sipil ini, maka setiap negara berusaha untuk menemukan sebuah teknologi dalam pengelolaannya. Ini dikarenakan perkembangan teknologi dapat menjamin keamanan dalam penggunaannya. Banyaknya sektor yang sangat berpengaruh akibat dari kebutuhan ini menjadikan kebutuhan energi menjadi sesuatu hal yang sangat vital. Banyak negara menjadikan sektor energi menjadi suatu sektor yang sudah harus dipikirkan. Ini dikarenakan peran dari sektor energi yang berkaitan dengan kelangsungan hidup semua proses yang ada di sebuah negara. Perancis yang sangat maju dalam perkembangan energi nuklirnya mampu melakukan kerjasama bilateral dengan Inggris. Hal ini ditunjukan oleh Perancis melalui surplusnya ketersediaan energi nuklir sipil yang dihasilkan melalui pasokan energi listrik. Inilah yang kemudian mendapat sorotan dari masyarakat internasional, dimana ketika keamanan energi nuklir dipertanyakan, pasca kegagalan Jepang untuk mengamankan reaktor Fukushima. Akhirnya, Perancis dapat meyakinkan kepada dunia internasional betapa peran energi nuklir sipil memiliki peran tersendiri. Dalam hal ini ditunjukan melalui teknologi energi nuklir sipil yang dikembangkannya. Kerjasama Lancaster ini memungkinkan Perancis dan Inggris dapat bekerjasama untuk mengembangkan nuklir bersama. Meskipun pemanfaatan energi nuklir ini dalam bidang keamanan, tetapi kemudian Inggris berusaha untuk meningkatkan hubungan tersebut ke dalam bidang energi itu sendiri.Dalam hal ini, kita dapat melihat persediaan Perancis yang cukup besar dalam kapasitas energi listriknya. Selain itu, melalui perusahaan EDF-nya Perancis menjadi salah satu negara sebagai produsen energi listrik terbesar di dunia. Fakta ini semakin menambah keinginan Inggris untuk dapat bekerjasama. Kerjasama yang telah berjalan tersebut tentu akan meningkat dengan adanya keinginan atau kepentingan Inggris dalam memenuhi kekurangan energi listriknya
RANCANGAN TEKNIS PENANGANAN MATERIAL OVERBURDEN YANG BERPOTENSI MENIMBULKAN AIR ASAM TAMBANG DI BLOK 5D CB PT TANITO HARUM KALIMANTAN TIMUR
RINGKASAN
PT Tanito Harum merupakan perusahaan pertambangan yang bergerak
dalam bidang pertambangan batubara. Perusahaan tersebut dalam melakukan
penambangan menggunakan sistem tambang terbuka (Tamka). Salah satu pit yang
aktif yaitu pit blok 5D CB. Pit tersebut mengandung material pembentuk asam
(PAF/Potential Acid Forming) sehingga memungkinkan menimbulkan potensi air
asam tambang.
Data permodelan geologi didapatkan pada batuan penutup pit blok 5D
tersebut menunjukan bahwa overburden yang harus ditimbun sebesar
9.404.159,105 LCM. Terdiri dari overburden pembentuk asam sebesar
3.574.716,421 LCM dan overburden yang tidak pembentuk asam (NAF) sebesar
5.829.442,684 LCM
Pembuatan rancangan teknis penimbunan memerlukan beberapa parameter
penting yang digunakan sebagai dasar pembuatan rancangan, antara lain
,rekomendasi geoteknik untuk tinggi jenjang 5-10 m ,lebar jenjang 5 m,
kemiringan jenjang 30°. Jalan tambang dengan kemiringan (grade) yang
ditentukan 10% dengan lebar jalan 15 m. Jenis dump yang digunakan valley fill
atau crest dump dan terraced dump. Bentuk saluran terbuka yang digunakan
trapesium dengan dimensi B = 2,3 m; b = 1,1 m; d = 1 m; h = 1,1 m; a = 1,1 m.
Kegiatan penimbunan dilakukan perquaterly. Metode yang digunakan untuk
penimbunan batuan penutup adalah metode encapsulation. Batuan penutup pada
pit blok 5D di tempatkan didua lokasi yaitu : di inpit dump dan outpit dump.
Quarterly pertama volume PAF sebesar 1.056.490 LCM dan volume NAF
sebesar 1.037.859,334 LCM. Quarterly kedua volume NAF sebesar 2.328.473,052 LCM
dan volume PAF sebesar 1.037.859,334 LCM. Quarterly ketiga volume NAF sebesar
1.692.481,526 LCM dan volume PAF sebesar 1.037.859,334 LCM.
Kata kunci : Air asam tambang, overburden, encapsulation.
ABSTRACT
PT Tanito Harum is a coal mining company. It using open pit mining
system. One of the active pit is a pit 5D block CB. The pit contains Potential Acid
Forming (PAF) to enable the potential cause acid mine drainage.
Geological modeling of data obtained in the pit overburden blocks 5D
shows that the overburden that must be dumped for 9,404,159.105 LCM. acidforming
overburden of 3,574,716.421 LCM and non acid forming (NAF)
overburden of 5,829,442.684 LCM.
Parameters that are used as the basis for the design, geotechnical
recommendations for bench high of 5-10 m, width 5 m , angle 30 °. Mine road
with a grade 10% , width 15 m. Dump type used valley fill or crest dump and
terraced dump. Drainage is used trapezoidal shape with dimensions B = 2,3 m; b
= 1,1 m; d = 1 m; h = 1,1 m; a = 1,1 m.
Dumping activities conducted quaterly. The method used an encapsulation.
Overburden in the pit 5D block is placed on two locations: in inpit dump and
dump outpit.
First quarterly PAF volume of 1.056.490 LCM and NAF volume
1.037.859,334 LCM. Second quaterly NAF volume of 2.328.473,052 LCM and volume
PAF of 1.037.859,334 LCM. Third quarterly NAF volume of 1.692.481,526 LCM and
PAF volume of 1.037.859,334 LCM.
Keyword: Acid mine drainage, overburden, encapsulation
KAJIAN PENERAPAN MANAGED PRESSURE DRILLING – DENGAN MENGENDALIKAN BACK PRESSURE DI ANNULUS PADA RENCANA PEMBORAN SUMUR Y-6 – TRAYEK 8,5” OPEN HOLE, LAPANGAN Y, LAPINDO BRANTAS INC.
RINGKASAN
Pada pemboran sumur “Y-1” dan “Y-4” di lapangan “Y”, terdapat masalah
pemboran yang disebabkan karena tekanan, yaitu kick dan loss circulation. Pada
perencanaan pemboran selanjutnya yaitu sumur “Y-6”, berdasarkan hasil korelasi
dari sumur “Y-1” dan sumur “Y-4”, pada trayek 8,5” open hole section, interval
kedalaman 3000 ft – 3318 ft, pemboran diprediksikan akan menemui formasi
batuan dengan kondisi pressure window yang sempit dimana selisih antara
tekanan formasi dan rekah formasi pada kedalaman 3318 ft yaitu sebesar 104 psi
atau setara dengan 0,60 ppg. Hal ini menyebabkan sulitnya mengontrol tekanan
dasar sumur agar tidak terjadi masalah kick dan loss.
Penerapan teknik MPD – dengan mengendalikan Back Pressure di annulus
(Annulus Back Pressure Control/ABP) mengijinkan proses pemboran untuk
mengendalikan profil tekanan di annulus dengan menggunakan MPD Choke
untuk memberikan surface back pressure sehingga tekanan di dasar sumur dapat
disesuaikan terhadap pressure window formasi yang ditembus baik pada kondisi
statis maupun dinamis. Kajian penerapan teknik MPD – ABP dilakukan untuk
mengetahui apakah metode tersebut dapat mengendalikan tekanan dasar sumur
agar tetap berada di antara pressure window pada pemboran sumur “Y-6”. Metode
yang dilakukan yaitu dengan menentukan batasan laju pompa untuk operasi MPD
– ABP pada densitas lumpur yang lebih besar dan lebih kecil dari EMW formasi
pada kedalaman target, sehingga dapat dilakukan perhitungan kehilangan tekanan
di annulus akibat gesekan untuk menentukan besarnya surface back pressure yang
harus diberikan untuk menjaga ESD dan ECD tetap diantara pressure window.
Berdasarkan hasil analisa, penerapan teknik MPD – ABP pada trayek 8,5”
open hole section pada sumur ”Y-6” dapat mengatasi kondisi pressure window
yang sempit, sehingga tidak terjadi masalah kick dan loss circulation. Secara
teknis, penerapan MPD - ABP dapat menggunakan densitas lumpur sebesar 12,85
ppg dengan batasan surface back pressure yang harus diberikan antara 46,30 psi –
71,67 psi
pada kondisi statik.
vi
PENDUGAAN PENYEBARAN BATUAN TERDAPAT MINERAL LOGAM DENGAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER DI DAERAH “OETALUS BLOK B”, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Telah dilakukan penelitian menggunakan metode Resistivitas Konfigurasi
Wenner-Schlumberger di daerah “Oetalus Blok B”, Kabupaten Timor Tengah
Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang bertujuan melokalisir daerah yang
diindikasikan berpotensi sebagai lapisan batuan yang terdapat mineral logam dan
mengetahui penyebaran dan kedalamannya di bawah permukaan, berdasarkan
interpretasi penampang resistivitas 2D dan rekonstruksi model 3D.
Penelitian dilakaukan dengan arah lintasan Barat Daya ke Timur Laut atau
arahnya relatif ± N 45̊ E dari titik nol, dengan spasi elektroda 5 meter dan jarak
antar lintasan 5 meter. Lintasan 1 terhitung mulai dari arah Tenggara ke arah
Barat Laut, yakni semua lintasan pengukuran berjumlah 18 lintasan. Pengolahan
data pada penelitian ini menggunakan software Res2Dinv dengan output
penampang model 2D dan menggunakan software Rock work 15 dengan output
model 3D.
Pennelitian diawali dengan 1 lintasan referensi pada singkapan batuan yang
terdapat mineral logam untuk memperkirakan nilai resistivitas litologi yang
prospek terdapatnya mineral logam. Berdasarkan hasil interpretasi lintasan
referensi maka litologi yang terdapat mineral logam adalah batulempung dengan
nilai resistivitas dari 10-30 Ωm yang dipakai sebagai acuan interpretasi
selanjutnya. Batulempung yang terdapat mineral logam ini menyebar hampir
merata pada lokasi penelitian dengan arah relatif Tenggara ke Barat Laut.
Kedalaman dan ketebalan batulempung yang terdapat mineral logam ini
bervariasi, paling dangkal ±2 m sampai paling dalam ±15 m dan pada bagian
Barat Daya lokasi penelitian yang diperkirakan memiliki ketebalan yang lebih
dominan.
Kata kunci : Resistivitas, litologi, konfigurasi Wenner-Schlumberger, model 2D
dan model 3
KAJIAN RISIKO BENCANA BANJIR DI BAGIAN SUB DAS WONOREJO TERHADAP LAHAN PERTANIAN DAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN TAMBAKROMO KABUPATEN PATI PROPINSI JAWA TENGAH
Bencana banjir merupakan suatu peristiwa dimana muka air melebihi batas
yang ditetapkan pada kepentingan tertentu. Terjadinya bencana banjir merupakan hal
yang tidak dapat diprediksi dan tidak dapat dihentikan, tetapi dapat dimininimalkan.
Risiko bencana banjir mengakibatkan fungsi lahan terganggu, diantaranya lahan
pertanian dan permukiman. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan
mengetahui tingkat risiko bencana terhadap lahan pertanian dan permukiman, serta
memprediksi factor terjadi banjir dan meminimalkan risiko banjir yang terjadi.
penelitian ini dilakukan dib again Sub DAS Wonorejo Kecamatan Tambakromo,
Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode scoring, metode pembobotan
dan pemetaan. Metode scoring berfungsi untuk menilai keadaan dengan
menggunakan skor, semakin tinggi skor yang dinilai semakin berpengaruh oleh
bencana banjir. Metode pembobotan berfungsi sebagai penentu pada penilaian para
pakar untuk mendapatkan skala prioritas. Pemetaan berfungsi untuk mengetahui
seberapa besar tingkat risiko banjir di daerah penelitian.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh risiko bencan banjir terhadap
lahan pertanian dan permukiman terdapat dua tingkatan yaitu risiko rendah dan
sedang. Luas lahan pertanian berisiko rendah seluas 86,32 Ha atau 36,10 % dan luas
pertanian berisiko sedang seluas 99,34 Ha atau 41,54 %, sedangkan luas permukiman
yang berisiko rendah seluas 24,74 Ha atau 10,35 % dan permukiman yang berisiko
sedang seluas 28,73 Ha atau 12,01 % dari daerah penelitian. Potensi yang
menyebabkan terjadinya banjir diantaranya kemiringan lereng dan daya tampung
sungai yang kurang memadai. Untuk meminimalkan bencana banjir di daerah
penelitian dengan pendekatan teknologi (pembuatan tanggul permanen yang dibuat
mengikuti alur sungai) dan pendekatan vegetasi (pola dan jenis tanaman yang cocok
ditanam di daerah penelitian).
Kata kunci : Bencana, Banjir, Risiko, Lahan Pertanian, Permukima
PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA DAN PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP LIKUIDITAS PERUSAHAAN (Studi kasus pada Perusahaan Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2005-2011)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris
mengenai: (1) ada pengaruh secara simultan antara perputaran modal kerja dan
perputaran piutang terhadap likuiditas perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (2) ada pengaruh secara parsial antara perputaran modal kerja
terhadap likuiditas perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan
ada pengaruh secara parsial antara perputaran piutang terhadap likuiditas
perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Rancangan penelitian
dalam skripsi ini menggunakan assosiatif kausal. Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
selama 7 tahun periode observasi (2005-2011), total sampel sebanyak 8
perusahaan. Data dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling. Data
yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode analisis data terlebih
dahulu yakni dengan pengujian asumsi dasar klasik, kemudian pengujian hipotesis
dilakukan dengan analisis regresi linier berganda yakni dengan koefisien
determinasi, uji F dan uji t. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa (1)
perputaran modal kerja dan perputaran piutang secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap likuiditas perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (2) variabel perputaran modal kerja secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap likuiditas perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia serta variabel perputaran piutang secara parsial tidak berpengaruh
signifikan terhadap likuiditas perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
Kata kunci : Perputaran Modal Kerja, Perputaran Piutang dan Likuiditas
Perusahaa
GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK ALTERASI ENDAPAN EMAS - TEMBAGA TIPE PORFIRI DI DAERAH RANDU KUNING DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI PROPINSI JAWA TENGAH
SARI
Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat 82ᴼ 16' 28"- 82ᴼ 18' 16” bujur timur dan 116ᴼ 0' 16” – 116ᴼ 11’ 35" lintang selatan, pada koordinat UTM 485062 - 487937 mE dan 9138937 – 9135563 mN, secara administratif terletak di Bukit Randu Kuning, Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah memetakan daerah Randukuning dan sekitarnya meliputi pemetaan geologi, geomorfologi, alterasi, serta mengetahui karakteristik mineralisasi dan alterasi daerah telitian.
Metode Penelitian yang digunakan berupa pemetaan geologi, geomorfolo- gi, dan alterasi permukaan dengan pengambilan data langsung di lapangan. Deskripsi conto batuan bawah permukaan (core) bawah permukaan untuk mengetahui kondisi geologi dan alterasi serta mineralisasi bawah permukaan. Beberapa analisis yang digunakan antara lain : analisa struktur geologi, analisa petrografi, analisa XRD dan analisa AAS.
Secara geomorfik, daerah penelitian dibagi menjadi dua satuan bentuk asal, yaitu bentukan asal vulkanik terdiri atas satuan geomorfik bukit-perbukitan intrusi (V1), satuan lembah intrusi (V2), dan satuan perbukitan vulkanik (V3) dan satuan bentuk asal fluvial yaitu dataran aluvial (F1). Satuan batuan pada daerah telitian dibagi menjadi 4 satuan dan 1 endapan alluvial yakni terdiri dari satuan lava andesit, satuan breksi vulkanik, satuan intrusi mikrodiorit, satuan intrusi andesit dan endapan alluvial. Pada satuan batuan mikrodiorit di lapangan dan data core bawah permukaan mengalami alterasi batuan yang cukup kuat dengan tipe alterasi propilitik dicirikan dengan mineral klorit, epidot, magnetit, kuarsa, pirit dan tipe alterasi argilik dicirikan dengan mineral ilite, smektit dan kaolinit. Struktur sesar yang ada pada daerah telitian ada 2 yakni di daerah Dusun Geblak berupa sesar mendatar kanan dan Dusun Melikan berupa sesar mendatar kanan.
Batuan pembawa mineralisasi di daerah ini adalah mikrodiorit. Mineral ubahan yang ada pada daerah telitian adalah klorit, kalsit, kaolinit, illite, dan smektit yang mengindikasikan tipe alterasi propilitik dan argilik dan indikasi adanya mineralisasi hidrotermal tipe porfiri. Karakteristik mineralisasi terutama dikontrol oleh enam generasi urat yang berbeda yakni di urat kuarsa-sulfida (jenis A, B, AB), urat magnetit, urat kuarsa-magnetit (M), urat karbonat-kuarsa-sulfida (CQS), urat epithermal dan urat karbonat. Mineral bijih yang ada pada daerah telitian adalah kalkopirit, magnetit, dan pirit. Kadar tertinggi Cu – Au pada penampang bawah permukaan adalah 1,34 gram/ton Au dengan Cu 2200 gram/ton.
GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK ALTERASI ENDAPAN EMAS - TEMBAGA TIPE PORFIRI DI DAERAH RANDU KUNING DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI PROPINSI JAWA TENGA
ANALISIS SOSIALISASI REDUKSI TIKET PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) OLEH HUMAS DAOP VI YOGYAKARTA PADA PENGGUNA KERETA API AKTIF (PRAMEKERS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi-strategi
sosialisasi yang digunakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam meyakinkan
masyarakat mengenai mengenai kebijakan reduksi tiket terhadap customer
khususnya anak dibawah tiga tahun. Metode penelitian yang digunakan ialah
metode kualitatif deskriptif yang mengungkapkan aktifitas komunikasi perusahaan
secara internal maupun eksternal dalam memberikan pelayanan jasa kepada
masyarakat serta hal-hal yang terjadi dalam kehidupan organisasi perusahaan.
Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sumber
data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan
dengan observasi dan wawancara. Dalam analisis data berupa penjelassan
deskriptif yang menggambarkan kejadian yang ada. Uji validitas data dalam
penelitian ini menggunakan teknik pemeriksaan triangulasi. Hasil penelitian
menjelaskan aktifitas-aktifitas komunikasi yang dilakukan PT. Kereta Api
(Persero) secara internal maupun eksternal berhasil membentuk citra positif
perusahaan. Hanya saja, masyarakat perlu lebih diyakinkan terhadap suatu
perubahan baru atau peraturan kebijakan baru karena pengguna jasa kereta api
terdiri dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini akan membentuk kepercayaan di
kalangan pengguna jasa kereta api maupun masyarakat secara keseluruhan.
Kata Kunci : Sosialisasi Reduksi, Tiket, PT. KAI (Persero), Humas Daop VI
Yogykarta, Pengguna Kereta Api Aktif, Pramekers
PEMBENTUKAN EUROPEAN CORPS OLEH UNI EROPA PADA TAHUN 1992
Uni Eropa (UE) merupakan salah satu bentuk organisasi internasional. Pada awal terbentuknya, UE bergerak dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik saja. Masalah pertahanan dan keamanan diserahkan kepada NATO. NATO merupakan organisasi pertahanan yang digunakan untuk menangkal Pakta Warsawa pada saat perang dingin. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan bersatunya Jerman barat dan Jerman Timur, muncul berbagai masalah dalam bidang pertahanan dan keamanan di Eropa. Masalah pertahanan dan keamanan di Eropa menjadi lebih kompleks. Masalah tersebut antara lain: konflik etnis, terorisme, perdagangan manusia, penyelundupan senjata dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, UE sepakat untuk membentuk kerjasama pertahanan dan keamanan yang dikenal dengan nama European Corps (Eurocorps). Eurocorps resmi berdiri pada oktober 1993, berdasarkan persetujuan antara presiden Perancis De Gaulle dan Kanselir Jerman Adaneur. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Eurocorps selalu menjunjung tinggi tiga nilai yang diusung oleh UE, yaitu: Perdamaian, Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Sejauh ini, Eurocorps sangat membantu UE dalam menangani masalah pertahanan dan keamanan. Sebagai contoh: Eurocorps berhasil menangani konflik di Bosnia-Herzegovina, Kosovo dan Arganistan