Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
1771 research outputs found
Sort by
Evaluation Study of Green Open Space in Pulogadung Industrial Area Based on Ministry of Industry Standards Towards Green-Blue Open Space
One of the harmful effects of limited green space is high air pollution. As many as 7.78% of residents who live in East Jakarta suffer from ISPA. This problem can be overcome by building green open spaces around settlements. This study aims to analyze and evaluate green open spaces located in the Pulogadung Industrial according to the Minister of Industry's regulation towards the green-blue open space concept. The method used in this research is descriptive quantitative. The results of this study are that the Pulogadung industrial area has land that functions as a green open space of 30.49 hectares, or around 6% of the entire area. Based on the Minister of Industry regulation, a minimum green open space is 10% of the total area. It proves that green open space in the Pulogadung industrial area must meet the assessment criteria. The Pulogadung industrial area has green-blue open space. However, it does not fulfill the green-blue open space concept according to the ATR/BPN ministerial regulations in terms of fulfilling socio-cultural and aesthetic functions because it does not provide recreational facilities, and tree planting does not show a symmetrical pattern. ABSTRAKSalah satu dampak buruk dari RTH yang terbatas adalah polusi udara yang tinggi. Sebanyak 7,78% warga yang bertempat tinggal di Jakarta Timur menderita penyakit ISPA. Masalah tersebut dapat diatasi dengan cara membangun ruang terbuka hijau di sekitar permukiman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa dan mengevaluasi ruang terbuka hijau yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung berdasarkan peraturan menteri perindustrian menuju konsep green-blue open space. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil pembahasannya adalah Kawasan industri pulogadung memiliki lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau sebesar 30,49 Ha atau sekitar 6% dari total luas areal. Berdasarkan peraturan menteri perindustrian, minimal luas RTH yaitu 10% dari keseluruhan luas kawasan. Hal ini menunjukkan bahwa RTH yang berlokasi di kawasan industri pulogadung belum memenuhi kriteria penilaian. Kawasan industri pulogadung memiliki ruang terbuka hijau-biru namun belum memenuhi konsep green-blue open space sesuai peraturan menteri ATR/BPN dalam hal pemenuhan fungsi sosial budaya dan fungsi estetika karena tidak menyediakan fasilitas rekreasi dan penanaman pohon tidak menunjukkan pola simetris
HARGA DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa biasanya akan mengalami beberapa perubahan biologis, social ldan spiritual ditambah lagi masa covid-19 ini, tentunya akan berdampak pada harga dirinya serta kualitas hidupnya. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahuiphubungan harga diri pdengankualitashidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan cross sectional, populasi dalam penelitian ini merupakan semua pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sebanyak 96 orang dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu harga diri, sedangkan variabel dependennya adalah kualitas hidup. Instrumen yang digunakan untuk harga diri adalah self esteem scale dan untuk kualitas hidup menggunakan kuesioner The World Health Organization Quality of Life (WHOQoL)-BREF. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa harga diri rendah akan memiliki kualitas hidup kurang pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa pada masa pandemi covid-19 dengan nilai (P-value = 0,006). Diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk dapat menggali psikologis yang dirasakan oleh pasien gagal ginjal kronis pada masa pandemic covid-19
UJI KUALITAS MINUMAN KESEHATAN SANTAN KELAPA DAN KECAMBAH KEDELAI (KAJIAN DARI PENGARUH PERBANDINGAN SANTAN KELAPA DENGAN EKSTRAK KECAMBAH KEDELAI DAN LAMA INKUBASI)
Coconut milk hydrolyzed using lipase enzymes (endogenous) produces free fatty acids (lauric acid, capric acid, and myristic acid) and monoglycerides that are useful as anti-bacterial and anti-viral. Hydrolysis for 72 hours at 40 oC produced 25.86% lauric acid and 14% monoglycerides from the total oil. Soybean sprouts contain protein, vitamin E, vitamin B, vitamin C, antioxidants, anthocyanins, and isoflavones which are very good for health. Soybean sprouts contain lipase enzymes. If coconut milk mixed with soybean sprout extract is then incubated, the hydrolysis process will be faster so that the amount of free fatty acids produced is higher. This study aimed to study the proportion of coconut milk with soybean sprout extract and incubation time on the quality of health drinks from coconut milk and soybean sprouts. The study used two factors arranged in a factorial manner. The first factor is the ratio of coconut milk with soybean sprout extract 100%: 0%: 75%: 25% and 50: 50%. The second factor is the incubation time (hydrolysis) which is 24, 38, and 72 hours at 40 oC. The results showed that the ratio of coconut milk with soybean sprout extract had no significant effect on levels of free fatty acids, N-amino, taste, color, and aroma. While the incubation time significantly affects free fatty acids, N-amino, taste, and smell. Health drinks from coconut milk and soybean sprout extract with a ratio of 75%: 25% incubation time (hydrolysis) 48 hours is the best treatment with a free fatty acid content of 0.74% N-amino 0.158%, taste score of 4.3 (like), color 3,9 (like) and scent 4 (like)
Teknologi Silase dan Pakan Komplit untuk Meningkatkan Pendapatan Usaha Penggemukan Domba Muda
The young sheep fattening business, which was developed with funding from the PPUPIK Program, was to develop a profit unit and increase the income of the sheep fattening business at the Experimental Farm Laboratory of the UMM Department of Animal Husbandry. In addition, it also fosters a culture of commercialization of research results by lecturers and students and builds cooperation with business actors engaged in sheep breeding. The results of PPUPIK's 2nd year of young lamb fattening have been achieved, namely the cultivation of 151 sheep, with details of 85 sheep cultivated from PPUPIK, consisting of 1 male, 3 broods and 81 enlargements, and 66 heads from UMM. Sales for qurban 48 tails. There is a diversification of sales in the form of carcasses of 5 sheep. Currently available 98 tails, for sale in September to December. To maintain and increase the population, the plan is to purchase 60 cempe starting in October. Silage production reaches 81,000 kg or 81 tons for livestock purposes managed by PPUPIK, and outbound sales only reach 1350 kg, there are problems with raw materials, because the status of an 11 ha land area must be off to support the isolation environment for Covid 19 patients. Sales of pellet concentrate as a substitute for production silage is constrained by raw materials, starting in June as much as 3000 kg. The involvement of students who take part in PPUPIK activities is converted as the value of Animal Husbandry Practices, as many as 3 teams or 9 peopleABSTRAKUsaha penggemukan domba muda yang dikembangkan dengan pendanaan Program PPUPIK ini untuk mengembangkan unit profit dan meningkatkan pendapatan usaha penggemukan domba di Laboratorium Experimental Farm Jurusan Peternakan UMM. Selain itu juga menumbuhkan budaya komersialisasi hasil penelitian dosen maupun mahasiswa dan membangun kerjasama dengan pelaku usaha yang bergerak dalam pembibitan domba. Hasil PPUPIK penggemukan domba muda tahun ke 2 telah dicapai yaitu budidaya domba sejumlah 151 ekor, dengan perincian 85 ekor domba hasil budidaya dari PPUPIK, terdiri dari 1 pejantan, 3 induk dan 81 pembesaran, dan 66 ekor dari UMM. Penjualan untuk qurban 48 ekor. Ada diversifikasi penjualan dalam bentuk karkas sebanyak 5 ekor domba . Saat ini tersedia 98 ekor, untuk penjualan bulan september sampai dengan desember. Untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi maka rencana pembelian cempe 60 ekor mulai bulan Oktober. Produksi silase mencapai 81.000 kg atau 81 ton untuk keperluan ternak yang dikelola PPUPIK, dan penjualan keluar hanya mencapai 1350 kg, ada kendala bahan baku, karena status lahan seluas 11 ha harus off untuk mendukung lingkungan isolasi pasien Covid 19. Penjualan konsentrat pellet sebagai pengganti produksi silase yang terkendala bahan baku, mulai Juni sebanyak 3000 kg. Keterlibatan mahasiswa yang ikut dalam kegiatan PPUPIK dikonversi sebagai nilai Praktek usaha Peternakan, sebanyak 3 tim atau 9 orang
PENGARUH IKLAN HIJAU (GREEN ADVERTISING) DAN CITRA MEREK HIJAU (GREEN BRAND IMAGE) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN (GREEN PRODUCT)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan hijau (green advertising) dan citra merek hijau (green brand image) terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan (green product). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Garnier di Kabupaten Kolaka dan diambil 60 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknis analisis yang digunkan untuk menguji hipotesis adalah metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan teknik analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa iklan hijau (green advertising) terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan (green product) pada brand Garnier. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung atau t-statistik yaitu 3,844 lebih tinggi dari nilai t-tabel yaitu 1,672 dan pada variabel citra merek hijau (green brand image) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan karena nilai t-hitung atau t-statistik yaitu sebesar 5,288 lebih tinggi dari nilai t-tabel yaitu 1,672. Maka dapat disimpulkan kedua variabel dependen berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel independen.Kata Kunci: Iklan hijau; citra merek hijau; keputusan pembelian produk ramah lingkungan
KEMITRAAN STAKEHOLDERS DALAM PENGELOLAAN JALUR WISATA HERITAGE TRAINZ LOKO TOUR CEPU DI KABUPATEN BLORA
The purpose of this study was to analyze the partnership between Perum Perhutani KPH Cepu and CV Hargo Dumilah Group in managing the Cepu Heritage Trainz Loko Tour tour route in Blora Regency. The Heritage Trainz Loko Tour Cepu tour is a tour package through the teak forest pulled by a steam locomotive made by Berliner Maschinnbau Germany in 1928. This research uses qualitative methods with a descriptive case study approach and focuses on the parameters of Commitment, Coordination of Interdependence, Trust, Communication Behavior with indicators of Communication Quality, Communication Sharing, Participation and Conflict Resolution Techniques. The results of the study show that tourism management is based on a cooperation agreement which contains the rights and obligations of each party and is running well. However, there were problems faced when the Covid-19 pandemic had an impact on tourism development which could not go according to plan. So it can be concluded that the indicator of trust is not optimal, this is due to problems that hinder sustainability in terms of development and arrangement of tourist objects.AsbtrakTujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kemitraan antara Perum Perhutani KPH Cepu dengan CV Hargo Dumilah Group dalam pengelolaan jalur wisata Heritage Trainz Loko Tour Cepu di Kabupaten Blora. Wisata Heritage Trainz Loko Tour Cepu adalah paket perjalanan wisata melintasi hutan jati yang ditarik dengan lokomotif uap buatan Berliner Maschinnbau Jerman tahun 1928. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif serta fokus pada parameter Commitment, Coordination of Interdependence, Trust, Communication Behavior dengan indikator Communication Quality, Communication Sharing, Participation and Conflict Resolution Techniques. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wisata didasarkan atas perjanjian kerjasama yang memuat hak dan kewajiban dari masing masing pihak dan berjalan dengan baik. Namun terdapat permasalahan yang dihadapi saat adanya pandemi covid-19 berdampak pada pada pengembangan wisata yang tidak dapat berjalan sesuai rencana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator kepercayaan tidak optimal hal ini disebabkan adanya permasalahaan yang menghambat pada keberlangsungan dalam hal pembangunan maupun penataan pada objek wisata
IMPLEMENTASI 5 PILAR CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DI PT. PJB UBJOM PACITAN
The implementation of CSR is important for companies to balance between aspects of economic, social, and environmental communities. This study aims to determine the implementation of CSR and what are the supporting factors and inhibitions of PT CSR implementation. PJB UBJOM Pacitan. The method used is qualitative with data collection through observation, interview, and documentation. Results of this study explain that PT. PJB UBJOM Pacitan has implemented CSR in various aspects, including employee training and certification, community empowerment in the economic field, distribution of street lighting, implementation of handling management systems, and building conservation turtles and water. The target of the program also includes the village, sub-district, and the district. Community enthusiasm and support from the government are supporting factors in CSR, while the lack of budget and social jealousy are factors inhibiting CSR. In the future, it is necessary to set long-term and short-term targets in CSR implemented and the programs implemented are well focused on empowerment. Penerapan CSR penting dilakukan bagi perusahaan guna menyeimbangkan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi CSR serta apa faktor pendukung dan penghambat implementasi CSR PT. PJB UBJOM Pacitan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa PT. PJB UBJOM Pacitan telah menerapkan CSR di berbagai aspek, meliputi pelatihan dan sertifikasi karyawan, pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, pemerataan penerangan jalan, penerapan sistem manajemen penanganan, serta membangun konservasi penyu dan air. Sasaran program yang dijalankan juga mencakup pada tingkat Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten. Antusias masyarakat dan dukungan dari pemerintah menjadi faktor pendukung dalam CSR, sedangkan minimnya anggaran dan kecemburuan sosial menjadi faktor penghambat CSR. Untuk kedepannya, perlu menentukan target jangka panjang dan jangka pendek dalam CSR yang diterapkan dan program yang diterapkan baiknya berfokus pada pemberdayaan.Â
Desain Lanskap Koridor Jalan Raya Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
Lanskap pedesaan yang memiliki potensi sebagai desa wisata adalah Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. KPSP Setia Kawan yang berada di Dusun Nongkojojor, Desa Wonosari merupakan koperasi dibidang peternakan sapi perah yang ingin mengembangkan wisata desa berbasis pertanian dan peternakan. Namun pihak KPSP Setia Kawan menyadari bahwa pengembangan wisata disertai dengan penataan lanskap desa yang indah dan fungsional. Salah satu elemen desa yang perlu diperbaiki adalah koridor jalan raya Desa Wonosari. Berdasarkan kebutuhan tersebut dibutuhkan sebuah konsep desain lanskap yang estetika dan fungsional pada koridor jalan raya Desa Wonosari. Tujuan kegiatan pengabdian adalah mendesain lanskap koridor jalan raya Desa Wonosari yang estetika dan fungsional. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah  Metode yang digunakan adalah metode Focussed Group Discussion (FGD). Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi terhadap mitra Desa Wonosari memberikan manfaat yang besar dalam pengembangan desa wisata. Konsep yang diusulkan pada kawasan lanskap koridor jalan raya Desa Wonosari yaitu desain yang estetika dan fungsional dengan mempertimbangkan penggunaan elemen hard material dan soft material lokal sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan. Â
Upaya Peningkatan Penjualan Bibit Durian Berbasis Digital Marketing Melalui Pemberdayaan di Era Pasca Pandemi Covid-19
This community service activity aims to provide counseling related to efforts to increase sales of UD durian seeds. Tunas Baru Mulya is in economic recovery after the Covid-19 pandemic through digital marketing sales. Service activities are carried out using observation, training, mentoring and evaluation methods. The results showed that UD. Tunas Baru Mulya experienced a problem, namely a decline in sales turnover during the covid-19 pandemic. This is a result of government policies related to social and space restrictions, thereby triggering a decline in selling power. With the problems that occur, a solution is needed, namely providing empowerment through digital marketing marketing strategies so that the sales turnover of durian seeds can increase again in the future. The results obtained from the empowerment carried out by researchers after this activity was carried out were UD. Tunas Baru Mulya has additional insight and skills in marketing durian seeds by utilizing digital marketing and increasing sales.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan terkait upaya meningkatkan penjualan pada bibit durian UD. Tunas Baru Mulya dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 melalui penjualan digital marketing. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode observasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD. Tunas Baru Mulya mengalami masalah yakni terjadi penurunan omzet penjualan ketika pandemi covid-19. Hal ini diakibatkan dari kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial dan ruang sehingga memicu penurunan daya jual. Dengan permasalahan yang terjadi maka diperlukan solusi yaitu memberikan pemberdayaan melalui stratategi pemasaran digital marketing sehingga omset penjualan bibit durian dapat kembali meningkat di masa yang akan datang. Hasil yang diperoleh dari pemberdayaan yang dilakukan peneliti setelah kegiataan ini dilakukan adalah UD. Tunas Baru Mulya memiliki tambahan wawasan dan keterampilan dalam memasarkan bibit durian dengan memanfaatkan digital marketing dan peningkatan penjualan
PERBEDAAN UKURAN UMBI BENIH DAN JARAK DALAM BARIS PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
The aim of this study was to know the effect of the combined use of seed tuber size and row spacing on the growth and yield of shallots. The experiment used a Randomized Block Design with two factors and three replications. The first factor was the use of seed tuber size consisting of three levels:Â U1: small, U2; medium, and U3: large and the second factor is spacing in the row, namely: D1 : 15 cm, D2 : 20 cn and D3 : 25 cm. Parameters observed: plant height, number of leaves, tuber diameter, number and weight of tubers per hill. The results showed that the interaction between seed tuber size and row spacing had no significant effect on all of the observed parameters. The size of the seed tubers and the spacing in rows had a significant effect on plant height, number of leaves, tuber diameter, and number and weight of tubers per hill. Medium and large tuber sizes resulted in tuber diameter, number, and tuber weight per hill being the same and higher than small seed tuber sizes. Row spacing of 15 cm produced the lowest, while the spacing of 25 cm produced the highest diameter, number, and weight of tubers per clump and was significantly different from other treatments