Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
1771 research outputs found
Sort by
PENGUATAN PARIWISATA UNTUK MENINGKATKAN MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN BELU, NUSA TENGGARA TIMUR
Tourism is a sector that plays an essential role in efforts to increase income. Indonesia is a country that has natural beauty and cultural diversity, so it is necessary to increase the tourism sector. This study aims to determine the communication strategy the Belu Regency Tourism Office carried out to increase the interest of tourists, especially domestic ones. The research method uses a qualitative approach by collecting data through interviews and documentation. The results of this study indicate that the Tourism Office of the Belu Regency Government has two broad ways of promoting tourism, namely offline/direct socialization and online socialization. Offline/direct outreach is a communication strategy in promoting tourism that involves the community regarding the importance of managing tourist destinations because they are each region's most significant revenue assets. Second, socialization online (social media) through social media such as websites, Facebook, YouTube, and Instagram. Efforts that are smoothly carried out are through publicity via social media because it is easier to monitor, evaluate, and persuade the public overall. The objectives of the Belu Regency Tourism Office have been achieved, but they still need help with minimal human resources and tourist transportation.AbstrakPariwisata telah memberikan kontibusi yang besar dalam meningkatkan keuangan negara, sehingga sektor pariwisata perlu mendapat perhatian serius dalam hal penguatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu untuk meningkatkan minat wisatawan khususnya domestik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Belu memiliki dua cara promosi wisata secara garis besar yaitu sosialisasi secara offline/langsung dan sosialisasi secara online. Sosialisasi secara offline/langsung adalah strategi komunikasi dalam mempromosikan pariwisata yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat mengenai pentingnya mengelola destinasi wisata karena merupakan aset pendapatan terbesar setiap daerah. Kedua, sosialisasi secara online (media social) melalui media sosial seperti website, facebook, youtube, dan Instagram. Upaya yang lancar dilakukan adalah melalui publisitas lewat media sosial karena lebih mudah dimonitoring, dievaluasi dan lebih mudah dalam mempersuasi masyarakat dan secara keseluruahan tujuan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu sudah tercapai namun masih mangalami kendala pada SDM dan Transportasi Wisata yang Minim
Peningkatan Wawasan Orangtua dalam Mencegah dan Menangani Perilaku Perundungan Pada Anak
The increasing bullying trends become a fear and worry of the parents who are members of PKK cadres in Kedungrejo Village, Pakis District, Malang Regency. Therefore, parents should take a proper role in order to prevent the behavior, particularly those involving their children, either as victims, perpetrators, or witnesses. In order to realize that, the government of Kedungrejo Village cooperated with Universitas Wisnuwardhana Malang Team to conduct Anti-Bullying Education activity for the cadres of PKK. This educational activity aimed to improve the parents’ insight regarding Bullying Behavior. Based on the educational activity that has been done, there was an increase in the cadres’ insight regarding bullying behavior, in which before the education was carried out, 2 participants understand the behavior, 2 others a little bit understand the behavior, while 17 others did not understand the behavior. Meanwhile, after the educational activity was carried out, all 21 participants strongly understand the bullying behavior, in which they can describe how the bullying behavior is, and how to prevent and overcome the behavior. Hence, it can be summed up that this educational activity can successfully increase the PKK cadres’ insight.ABSTRAKKecenderungan kasus perundungan yang semakin meningkat menjadi ketakutan dan kekhawatiran para orang tua yang tergabung dalam Kader PKK Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Karena itu orang tua harus mengambil peran yang tepat untuk mencegah perilaku perundungan, terutama yang melibatkan anaknya, baik sebagai korban, tersangka, maupun saksi. Agar orang tua dapat mengambil peran yang tepat, pemerintah Desa Kedungrejo bekerjasama dengan Tim Universitas Wisnuwardhana Malang untuk memberikan edukasi pada para kader PKK mengenai perilaku perundungan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan orangtua mengenai Perilaku Perundungan. Berdasarkan kegiatan edukasi yang dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada orang tua, di mana sebelum edukasi di lakukan, 2 orang peserta memahami, 2 orang peserta sedikit memahami, dan 17 orang perserta tidak memahami perilaku perundungan. Namun setelah edukasi di lakukan, didapatkan data bahwa seluruh peserta yang berjumlah 21 orang sangat paham dengan perilaku perundungan, dimana mereka dapat mengambarkan apa yang dimaksud dengan perundungan, bagaimana cara mencegah dan menanganinya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan wawasan dan pemahaman para kader PKK
Safety Evaluation of Rockfill Dam Based on Seepage Discharge Data
The leading cause of failure of an embankment dam is the occurrence of excessive seepage, which triggers piping that can disrupt the stability and safety of the dam. This study discusses the dam's safety against the danger of seepage with a case study of the Jatibarang Dam. The safety evaluation uses V-notch monitoring data during the operational period from 2018 to 2021. The highest seepage discharge recorded during that period was 2,232 lt/sec/m, where the unsafe threshold for seepage based on the dam's height was 0,56 lt/sec/m, so seepage is unsafe. Meanwhile, based on the seepage discharge index (QI) calculation, the QI value is less than one, so the seepage discharge is still safe. Evaluating dam safety against excessive seepage discharge for dams of the same type as the Jatibarang Dam is more appropriate to use the seepage discharge index (QI) threshold because the parameters in the equation are complete.ABSTRAKPenyebab utama kegagalan suatu bendungan tipe urugan adalah terjadinya rembesan berlebih yang memicu piping yang dapat mengganggu kestabilan dan keamanan bendungan. Penelitian ini membahas keamanan bendungan terhadap bahaya rembesan dengan studi kasus Bendungan Jatibarang. Evaluasi keamanan menggunakan data pemantauan V-notch selama masa operasional tahun 2018 sampai dengan 2021. Debit rembesan tertinggi yang tercatat pada kurun waktu tersebut sebesar 2,232 lt/dt/m, dimana ambang batas tidak aman terhadap rembesan berdasarkan ketinggian bendungan adalah 0,56 lt/dt/m sehingga rembesan dalam kondisi tidak aman. Sedangkan berdasarkan perhitungan indeks debit rembesan (QI) menghasilkan nilai QI kurang dari satu sehingga debit rembesan masih dalam kondisi aman. Evaluasi keamanan bendungan terhadap debit rembesan berlebih terhadap bendungan yang se-tipe Bendungan Jatibarang lebih tepat menggunakan ambang batas indeks debit rembesan (QI) karena parameter pada persamaannya lebih lengkap
Pengolahan Data Demografi Penduduk Menggunakan Microsoft Excel di Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda
Pengelolaan data demografi penduduk disuatu wilayah merupakan hal yang sangat penting untuk memberikan informasi terkait keadaan maupun kondisi dari penduduk tersebut. Namun, dibeberapa wilayah data demografi penduduk masih belum tersedia karena kurangnya pengetahuan petugas dan masyarakat terkait pentingnya data demografi penduduk. Salah satu wilayah yang belum memiliki data demografi penduduk adalah wilayah RT. 32 Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda. Data demografi yang belum tersedia di wilayah ini membuat kepala desa atau ketua Rukun Tetangga (RT) sangat kesulitan dalam mengetahui kondisi warga didaerah tersebut. Selain itu, akurasi terkait data kependudukan di RT.32 masih kurang padahal data terkini sangat dibutuhkan sebagai salah satu cara memperlancar segala urusan demi kemajuan di suatu tempat tinggal maupun individu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendata penduduk dan menyajikan data demografi penduduk menggunakan Microsoft Excel. Data kependudukan diperoleh dengan cara melakukan sensus penduduk kepada masyarakat di RT. 32. secara door to door. Sensus penduduk di tingkat RT ini dilakukan secara door to door dengan harapan data tersebut adalah data sebenarnya (real) yang sesuai kondisi penduduk tersebut. Pada saat sensus penduduk, masyarakat diberikan penyuluhan tentang pentingnya melakukan pembaharuan data kependudukan. Hasil yang dicapai pada pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah perangkat desa memiliki data kependudukan yang lebih akurat serta menunjang pemahaman. Lebih lanjut, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan aparat desa dalam mengelola statistik demografi penduduk sehingga meningkatkan kualitas pengelolaan dan penataan data kependudukan yang dapat digunakan untuk pembangunan dan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat desa
Health Belief Model Keteraturan Pemeriksaan Antenatal Ibu Hamil Selama Pandemi Covid-19
During the Covid-19 pandemic, maternal and neonatal death still becomes a challenging issue in Indonesia, especially since there was a social restriction on maternal and newborn health services. Pregnant women are advised to perform a pregnancy check-up during the pandemic, but most are reluctant due to afraid of being infected with the virus. The health belief model is used to analyze the assessment of individual health actions. The study aimed to determine the relation of the health belief model in antenatal examinations during the covid-19 pandemic. This research was a quantitative study with a cross-sectional approach. The population was whole pregnant women in the Dukuhwaru Health Center as many as 208 people. About 53 people sample recruited using accidental sampling techniques. Independent variables include perceptions of vulnerability, perceptions of seriousness, perception of threats, perception of benefits, perception of obstacles, and cues to action, while the dependent variables are the regularity of pregnant women in conducting antenatal care examinations. Data was collected through questionnaires and analyzed using Fisher's Exact test. The results showed that there was a relationship between the perception of seriousness (p=0.03), perception of threat (p=0.000), and perception of obstacles (p=0.04) with the regularity of antenatal checks. However, there was no significant correlation between perception of susceptibility (p=0.46), perception of benefit (p=0.07), and cues for action (p=1) to the regularity of antenatal checks. 3 out of 6 of the health belief model factors were related to the regularity of antenatal checks. The regularity of antenatal visits on the incidence of Covid-19 needs to be explored in subsequent studies
ANALISIS KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MALANG
This analysis tries to calculate the additional income provided by restaurant levies on the Unique Income of Malang City Province between 2018 and 2022. Graphic quantitative data is the type of research used to conduct this research. The investigation findings support the theory that income from the Malang City Restaurant Tax Revenue Contribution levy for 2018–2022 varies based on annual salary; especially in 2018 it was 15%, in 2019 it increased to 18%, in 2020 it decreased to 17%, in 2021 it became 15%, and in 2022 there was a very large increase reaching 22%. Therefore, the average annual income from restaurant levies from the Malang City Territorial Unique Pay is 17.4%, which can be assumed to be relatively or moderate
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MELALUI KREDIT USAH PADA SEKTOR UMKM
The researcch objective wass to determine the effecct of business credit in an effort to increase MSME sector business income around Tribhuwana Tunggadewi University, Malang City. Thiis research method is a quantitatiive method. The researchh instrument uses a questionnairee. The data collection technique was purposive sampling with 30 respondents as MSME managers or owners. The data analysis techniquee is Simple Linear.Regression. Based onthe resultsof the study that Business.Credit has. a. posiitive and significant. influence. on MSME business. iincome. This means that the greater the provision of busiiness loans and the proper use of them will increasee the income of MSME businesses. The business credit contribution to operating income is 96.5%. Increasing business income will encourage the business to grow even more
CSR PERUSAHAAN DOMESTIK: IMPLEMENTASI, HAMBATAN, DAN SOLUSI (STUDI PADA PERUSAHAAN DOMESTIK DI JAWA TIMUR)
The aim of this research is to find out how corporate social responsibility is implemented in domestic companies and what are the obstacles to its implementation and what solutions to solve them. This research uses a qualitative approach using domestic companies in East Java as research objects. Data collection techniques were carried out using survey interviews and observations. After data triangulation was carried out, data analysis was carried out including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results found that the implementation of CSR for domestic companies in East Java includes, among other things, socialization, training, reducing environmental impacts, providing assistive devices for the disabled, free basic necessities and free cataract surgery. Obstacles in implementing CSR programs include obstacles from internal to the company, namely limited resources, while external to the organization, namely from consumers or environmental readiness. Solutions that can be implemented include CSR outreach activities and training. Conclusion: CSR in East Java is not only implemented by large companies but also domestic companies, the programs carried out are located around the company's environment. Obstacles from stakeholders are still found, both internal and external, which can be overcome by providing outreach and training
Peningkatan Usaha Kecil Industri Rumah Tangga Keripik Usus Di Kelurahan Kedungkandang
Usaha kecil rumah tangga saat ini banyak digeluti oleh masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan kesejahteraan, serta membantu mendukung ketahanan ekonomi nasional. Salah satu contohnya adalah industri kripik usus yang dimiliki oleh Ibu Siti Lailatul Muclifah, yang berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono RT: 08 RW: 06, Kota Malang. Namun, ada beberapa permasalahan yang masih dihadapi oleh pelaku usaha tersebut. Salah satunya adalah kesulitan dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produksi kripik usus, yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya penggunaan alat berbasis teknologi dan kurangnya pemahaman dalam mengelola sistem keuangan serta permasalahan dalam pemasaran produk. Dalam rangka membantu mitra usaha industri keripik usus tersebut maka metode pengabdian yang digunakan yaitu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti melakukan sosialisasi dan pelatihan, yaitu memberikan pemahaman materi terkait pengelolaan keuangan dan administrasi usaha, serta pendampingan terhadap alat inovatif berbasis teknologi untuk mengembangkan dan meningkatkan industri kripik usus yang berkualitas. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mencakup pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan alat berbasis IPTEK, serta manajemen keuangan dan pemasaran yang optimal.Â
Pengembangan Model Edukasi Telehealth terhadap Pencegahan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja: Literatur Review
Pre-marital sexual behavior in adolescents can influence developmental tasks and increase risky behaviors such as unwanted pregnancies and sexually transmitted infections. Social media, gadget influence, and inappropriate peer selection play a role in these occurrences. Peer education models through counselling centers in schools are crucial in providing insights and experiences for better and healthier behavior. Telehealth models serve as an educational method that can reduce pre-marital sexual behavior by providing information on reproductive health and preventing pre-marital sexual behavior. The research method used was a comprehensive literature review. A total of 11 articles meeting inclusion criteria were found, utilizing educational media through m-health, WhatsApp groups, videos, and leaflets. Data gathered included insights into sexual diseases, positive attitudes towards change, adolescent knowledge and interests, education level, gender, self-efficacy, general health status, socioeconomic status, living conditions, healthcare facilities, and marital status. Clinical practice implications through peer education can enhance adolescent knowledge, thus potentially reducing premarital sexual relationships and unwanted pregnancies among adolescents. Based on the literature study, the telehealth education model can be further developed using other theoretical models to make its implementation more comprehensive