Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
1771 research outputs found
Sort by
Program Pembinaan Karakter Anak Cacat: Meningkatkan Kualitas Hidup Yayasan Bakti Luhur di Kota Malang
This article aims to describe the Community Service Program (PkM) conducted at Bakti Luhur Foundation in Malang City, with a focus on character development for children with disabilities. Children with disabilities often face challenges in character development due to their physical or mental limitations. In this research, a series of activities and approaches were implemented to help foster the development of positive character traits, enabling them to face daily life confidently and independently. The research findings indicate that through structured and continuous character development programs, children with disabilities were able to develop positive traits such as courage, honesty, cooperation, and discipline. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menggambarkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan di Yayasan Bakti Luhur Kota Malang dengan fokus pada pembinaan karakter anak cacat. Anak-anak cacat sering menghadapi tantangan dalam pengembangan karakter karena keterbatasan fisik atau mental yang mereka miliki. Dalam penelitian ini, dilakukan serangkaian kegiatan dan pendekatan untuk membentuk mengembangkan karakter positif sehingga dapat menghadapi kehidupan sehari-hari dengan percaya diri dan mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui program-program pengembangan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan, anak-anak cacat mampu mengembangkan karakter positif seperti keberanian, kejujuran, kerja sama dan disiplin
PENGARUH PERILAKU GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR DESA
Village government in running the organization requires a leader who can know how to deal with employees who have an unruly nature. This study aims to find out how behavioral leadership style affects employee performance and what are the supporting and inhibiting factors of behavioral leadership style on employee performance in the Jatiguwi Village Office, Sumberpucung District, Malang Regency by using qualitative research methods. Data collection techniques in this study using interview techniques, observation and documentation. The results of behavioral leadership style research tend to be carried out by giving trust to employees in carrying out the duties and responsibilities of each head of department and section head and being able to complete tasks without supervision from superiors. Behavioral leadership style has a positive impact on employee performance because it is seen from several aspects, namely quality, namely in carrying out tasks that can be carried out professionally, quantity, namely the cycle of activities produced is carried out according to the specified target, independence in work, namely employees can complete the tasks set. given without supervision from superiors, timeliness that is seen from the picket schedule of employees entering the office on time and the work program is completed within the specified time.AbstrakPemerintahan desa dalam menjalankan roda organisasi memerlukan seorang pemimpin yang dapat mengetahui cara menghadapi pegawai yang memiliki pembawaan yang susah diatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan perilaku terhadap kinerja pegawai dan apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat gaya kepemimpinan perilaku terhadap kinerja pegawai di Kantor Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang dengan menggunakaan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian gaya kepemimpinan perilaku cenderung dilakukan dengan memberikan kepercayaan terhadap pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing kaur maupun kasie dan dapat menyelesaikan tugas tanpa pengawasan dari atasan. Gaya kepemimpinan perilaku memiliki dampak positif terhadap kinerja pegawai karena dilihat dari beberapa aspek yaitu kualitas yakni dalam menjalankan tugas dapat di jalankan secara profesional, kuantitas yakni sirklus kegiatan yang dihasilkan di jalankan sesuai dengan target yang di tentukan, kemandirian dalam bekerja yakni pegawai dapat menyelesaikan tugas yang diberikan tanpa pengawasan dari atasan, ketepatan waktu yakni di lihat dari jadwal piket pegawai masuk kantor tepat waktu dan program kerja selesai dalam jangka waktu yang ditentukan
IMPLEMENTASI MARKETING MIX 7P PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai implementasi marketing mix 7P pada skala usaha dengan fokus rumah makan dan produksi makanan ringan. Jenis dan pendekatan penelitian ini dilakukan melalui analisis kualitatif deskriptif dengan mencari informasi secara empiris dan mendalam pada objek yang diteliti dengan salah satu teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi marketing mix 7P berdasarkan aspek Product (produk), Price (harga), Place (Lokasi/Tempat), Promotion (promosi), People (orang/sumber daya manusia), Physical Evidence (bukti fisik), Process (proses) sudah dapat dilaksanakan dengan baik, sedangkan faktor penghambat yang terjadi adalah sumber daya manusia yang belum memebuhi keandalan dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi. Selain itu, ada faktor modal yang menjadi kendala untuk melakukan pengembangan usaha
STRATEGI PEMASARAN EVENT ORGANIZER DALAM KETERBATASAN EVENT PADA SAAT PANDEMI COVID-19
Bisnis event sebagai sebuah bisnis yang produknya merupakan sebuah jasa, yaitu menyelenggarakan sebuah acara event dengan tujuan perayaan, edukasi, pemasaran maupun untuk tujuan reuni. Pandemi Covid-19 mengubah dunia bisnis secara masif, industri bisnis event menjadi salah satu industri yang terdampak dengan adanya pandemi. Event yang biasanya diselenggarakan dengan mengumpulkan khalayak umum dalam suatu tempat menjadi terhambat atau bahkan menjadi tidak terselenggara, jika pun terselenggara harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan pengetatan pembatasan kerumunan khalayak. Dengan adanya pembatasan dan pengetatan tersebut maka fungsi dari strategi pemasaran sebuah bisnis event menjadi penting dalam keberlangsungan bisnis. Maka dari itu penerapan strategi pemasaran pada industri bisnis event mengalami perubahan yang cukup signifikan dengan adanya pandemi. Perubahan utama adalah prioritas dari klien dan audience yang mementingkan faktor keamanan dan kesehatan dan terbukanya kesempatan untuk menyelenggarakan event secara virtual dengan lebih luas. Selain itu elemen-elemen dalam lima bauran strategi pemasaran suatu event (5Ps of event marketing) yakni product (produk), place (tempat), price (harga), public relations (humas), dan positioning (penempatan), juga mengalami perubahan dan penyesuaian terhadap pandemi Covid-19
PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK DOMBA DI PETERNAKAN DOMBA BERKAH FARM, JUNREJO, KOTA BATU, JAWA TIMUR
The purpose of this research is to determine the right marketing strategy to improve the Berkah Farm business. This research was carried out using a survey method which aims to find out which strategy is considered appropriate for developing a sheep farming business. This research was conducted at Berkah Farm, Junrejo, Batu City, East Java. Data was obtained through interviews with the management and employees of Berkah Farm. The data obtained were analyzed using SWOT analysis. Based on the research results, four alternative strategies were offered to develop the business, namely 1) maintaining production quality, 2) conducting disease prevention management training and 3) information technology, 4) maintaining relationships with buyers and marketing agenciesÂ
Penguatan Brand Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Kota Malang Melalui Company Profile Video
Kampung tematik saat ini telah menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah Kota Malang. Salah satu kampung tematik yang telah lama berdiri adalah Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Namun kampung ini belum mampu mengungguli kampung wisata lainnya yang lebih baru. Karena itu, dibutuhkan branding melalui pembuatan video company profile agar dapat disebarkan melalui berbagai media sosial. Metode pelaksanaan pengabdian ini dimulai dari survei dan pemetaan masalah yang ada di Kampung Keramik, melakukan diskusi dan wawancara dengan Ketua Paguyupan Wisata Kampung Keramik, lalu diputuskan pembuatan video profil. Pra produksi video profil melalui pembuatan script dan story board, casting, penyiapan talent dan aktor. Tahap produksi dilakukan selama satu bulan untuk memperoleh gambar yang menarik. Tahap terakhir adalah pasca produksi yaitu pembuatan profil menggunakan aplikasi Kine Master Pro. Video profil kemudian disebarkan melalui media sosial yang dimiliki oleh Pemerintah Desa Dinoyo, serta paguyupan yang ada di Kampung Keramik
Analisis Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Perilaku Berisiko Dengan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Desa Mayangrejo
Dengue hemorrhagic fever emerges in tropical countries like Indonesia. Bojonegoro is one of the highest districts with increased cases in East Java. The high incidence of dengue hemorrhagic fever in Bojonegoro is riveting to be explored related to some causative factors, including education and community behavior. Moreover, education affects an individual level of knowledge, which will impact a person's behavior that potentially affects the public health degree, especially the incidence of dengue hemorrhagic fever. This study aimed to determine the relationship between education and risky behavior in dengue hemorrhagic fever incidence in Mayangrejo Village, Bojonegoro Regency, East Java. A cross-sectional approach was used within a total population of 302 participants, and the Lemeshow sampling technique reached 67 respondents. Data were collected using a questionnaire distributed to residents' homes, while the Fisher's Exact Test was used for data analysis. The results showed a significant relationship between behavior and the incidence of dengue hemorrhagic fever (p-value = 0.024), and there was a relationship between education level and the incidence of the disease (p-value = 0.022). Performing health education and undertaking one House one Jumantik program is then recommended.Â
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DESA GADINGKULON KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG
The development of human resources is a very important factor in improving the quality of village development. The increase in human resources in Indonesia is inseparable from village government governance. Development of human resources is a major factor in improving the quality of social life of the community. This study aims to determine the development of human resources in Gadingkulon Village, Dau District, Malang Regency. The type of research used is qualitative research using data collection techniques through interviews, observation and documentation. Sampling used perposive sampling, to test the validity of the data researchers used a triangulation technique. Data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The process of developing human resources in improving the development of Gadingkulon village can be done through a training process such as training in making yogurt, making fertilizer, and plant seeds. The development of human resources in the development of Gadingkulon Village that must be considered is the quality of education because education is the main key in increasing human resources as a driver, manager and in improving work performance.AbstrakPengembangan sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan desa. Meningkatnya sumber daya manusia di Indonesia tidak terlepas dari tata kelola  pemerintah desa. pengembangan Sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sumber daya manusia desa Gadingkulon, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Pengambilan sampel menggunakan perposive sampling, untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses pengembangan sumber daya manusia Dalam meningkatkan pembanguan desa Gadingkulon dapat dilakukan melalui proses pelatihan seperti pelatihan dalam pembuatan yougurt, pembuatan pupuk, dan bibit tanaman. Pengembangan sumber daya manusia dalam pembangunan Desa Gadingkulon yang harus diperhatikan adalah kualitas pendidikan karena pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan sumber daya manusia sebagai penggerak, pengelola dan dalam meningkatkan kinerja kerja yang dimiliki
Prototipe Aplikasi Hepatitis BC Maps Meningkatkan Pengetahuan Pendonor Sukarela di UDD PMI Kota Kediri Tentang Hepatitis B dan C
The prevalence of Hepatitis B and C remains high in Indonesia. These diseases impact health, productivity, social interactions, and financial status. Applying digital technology to prevent the spread of hepatitis B and C using the Hepatitis BC Maps application is an important innovation. The objective of this study was to compare people's knowledge of hepatitis B and C before and after receiving education via the Hepatitis BC Maps application prototype at the PMI Kediri. The research design was quasi-experimental with a time-series design for a single group. To obtain a sample of 66 people, a simple random sampling technique was used to determine the research sample. This study employed univariate descriptive analysis and the Wilcoxon signed-rank test for data analysis. Pretest and posttest questionnaires were utilized for data collection. After receiving an education using the Hepatitis BC Maps application prototype, the level of knowledge of voluntary blood donors at the PMI Kediri increased. Numerous variables, including education, information, occupation, and age influence the knowledge level. This educational feature is a visual medium that can aid in memory retention because it allows one to visualize something that is explained more concretely and realistically.Â
Pemanfaatan Limbah Tembakau Sebagai Insektisida Alami Guna Meningkatkan Produktivitas Argopreneur Muda Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan
Purwokerto Village, located in Ngimbang District, Lamongan Regency, is a village that is very dependent on the tobacco farming sector as the main livelihood of its residents. However, pest attacks and plant diseases often cause significant losses in agricultural production, threatening the welfare of farmers. From agricultural products carried out by farmers, waste is obtained from chopping tobacco leaves which are not used. Tobacco waste contains compounds that have natural insecticidal properties, meaning it can be used to effectively control pest attacks and plant diseases. Therefore, community service is carried out using the science and technology diffusion method to develop knowledge and skills in the context of sustainability through young agropreneurs and farmers in Purwokerto Village. By carrying out this training, it is hoped that village communities can make natural insecticides independently by utilizing existing resources.ABSTRAKDesa Purwokerto terletak di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan adalah sebuah desa yang sangat bergantung pada sektor pertanian tembakau sebagai mata pencaharian utama penduduknya. Akan tetapi serangan hama dan penyakit tanaman seringkali menyebabkan kerugian yang signifikan dalam produksi pertanian, mengancam kesejahteraan petani. Dari hasil pertanian yang dilakukan petani, diperoleh limbah dari pencacahan daun tembakau yang tidak dimanfaatkan. Limbah tembakau mengandung senyawa yang memiliki sifat insektisidal alami, artinya dapat digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman secara efektif. Â Oleh karena itu, dilakukan pengabdian Masyarakat dengan metode difusi iptek guna mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks keberlanjutan melalui agropreneur muda dan petani di Desa Purwokerto. Dengan dilakukan pelatihan ini, diharapkan masyarakat desa dapat membuat insektisida alami secara mandiri dengan memanfaatkan sumberdaya yang telah ada