Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
    1771 research outputs found

    Optimization of Education System Implementation in Aceh Besar Regency

    Get PDF
    In some developed countries, education is one of the main problems in increasing human resource capacity, especially in Indonesia. The principle of decentralization allows the government to create independent laws that give local governments the authority to manage all aspects of education. This study aims to determine the implementation of the education system in Aceh Besar Regency. This study uses a qualitative approach to understand the optimization of the implementation of the education system in Aceh Besar District. Data were collected through interviews, observation, and analysis of data from various literature and previous research. The research findings show that the Aceh Besar District government has taken systematic steps in formulating policies, developing programs, implementing, and monitoring and evaluating education programs. Some of the main programs implemented include the Mobilizer School Program, data-based planning, implementation of the Independent Curriculum, and development of educational facilities and infrastructure. Monitoring and evaluation is carried out through periodic assessments, collecting feedback from stakeholders, and field visits. The evaluation results show an increase in student and teacher performance, as well as the positive impact of the implementation of the policy.AbstrakDi beberapa negara maju pendidikan menjadi salah satu masalah utama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di Negara Indonesia. Asas desentralisasi memungkinkan pemerintah untuk membuat undang-undang mandiri yang memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengelola semua aspek pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan sistem pendidikan di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami optimalisasi penyelenggaraan sistem pendidikan di Kabupaten Aceh Besar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis data dari berbagai literatur dan penelitian terdahulu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah melakukan langkah-langkah sistematis dalam merumuskan kebijakan, menyusun program, mengimplementasikan, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program-program pendidikan yang dijalankan. Beberapa program utama yang diimplementasikan antara lain Program Sekolah Penggerak, perencanaan berbasis data, implementasi Kurikulum Merdeka, dan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui penilaian berkala, pengumpulan feedback dari stakeholder, dan kunjungan lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kinerja siswa dan guru, serta dampak positif dari implementasi kebijakan tersebut

    Penerapan Absensi Berbasis Biometric dalam Disiplin Jam Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS)

    Get PDF
    Workers in an organization use attendance to indicate their presence or absence from work. This study aims to determine the use of biometrics in terms of the discipline of civil servant working hours, as well as supporting and inhibiting factors. The main informant is a BKD officer who is the attendance admin of the Sukun Village office based on biometrics, and the informant identification method is a snowball sampling approach. Data analysis includes data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The research results show that the Sukun Village, Malang City has involved the participation of unique biometric-based signs to implement the government authorities' plans to complete the work. The utilization of fingerprint participation empowers the grounded, precise and high-security use of government representative discipline during working hours. Absenteeism is a training exercise used by individual staff to indicate their presence or absence at work in the office. Variables supporting the implementation of biometric-based participation include the presence of biometric-based participation, the appropriateness of the time used is very good and the existence of a unique finger impression machine can help see employee delays which have a big impact on TPP. The use of biometric-based attendance is hampered by factors such as poor interference with the internet network which hinders the operation of information systems, and outdated equipment which often causes problems (errors).AbstrakPekerja dalam suatu organisasi menggunakan absensi untuk menunjukkan kehadiran atau ketidakhadiran mereka dari pekerjaan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan biometrik dilihat dari disiplin jam kerja PNS, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Informan utama adalah petugas BKD yang merupakan admin absensi kantor Kelurahan Sukun berdasarkan biometrik, dan metode identifikasi informan adalah dengan pendekatan snowball sampling. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Sukun Kota Malang telah melibatkan partisipasi tanda unik berbasis biometrik untuk melaksanakan rencana otoritas pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan. Pemanfaatan partisipasi sidik jari memberdayakan penggunaan disiplin perwakilan pemerintah yang membumi, tepat, dan aman tinggi selama jam kerja. Ketidakhadiran adalah pelatihan yang digunakan oleh individu staf untuk menunjukkan kehadiran atau ketidakhadiran mereka di tempat kerja di kantor. Variabel pendukung pelaksanaan partisipasi berbasis biometrik antara lain adanya partisipasi berbasis biometrik, kelayakan waktu yang digunakan sangat baik dan adanya mesin finger impression yang unik dapat membantu melihat keterlambatan pegawai yang sangat berpengaruh pada TPP. Penggunaan absensi berbasis biometrik terkendala oleh faktor-faktor seperti gangguan yang kurang baik pada jaringan internet yang menghambat pengoperasian sistem informasi, dan peralatan yang sudah ketinggalan zaman yang sering terjadi masalah (error)

    Pelatihan Pembuatan Elisitor Biosaka Di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri

    Get PDF
    Kecamatan Mojo yang terletak di Kabupaten Kediri dengan luas wilayah sebesar 150,49 km. Permasalahan pupuk mahal dan pupuk langka ini menjadi salah satu permasalahan yang disampaikan dalam RPJM hasil musrenbang dari keseluruhan lokus desa tersebut di atas sejak tahun 2022 (kebijakan penghapusan subsidi pupuk).  Dari hasil tersebut masih banyak desa-desa yang belum mendapatkan kesempatan memperoleh pelatihan dari pemerintah daerah setempat. Justifikasi bersama pihak mitra yakni Kecamatan Mojo yang membawahi desa-desa lokasi serta di bawah binaan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Strategis Tahun 2023 ini dilaksanakan pada 25 Juli 2023 yang diikuti masyarakat khususnya petani sebagai perwakilan dari 8 desa lokasi tentang pelatihan dan pendampingan pupuk ramah lingkungan yang yang meliputi biosaka, pestisida nabati, dan maggot. Pelaksaan kegiatan dilaksanakan di kantor Kecamatan Mojo secara langsung dengan mengundang sebanyak 56 petani yang mewakili dari 8 desa lokus. Petani diberikan pelatihan membuat pupuk ramah lingkungan dengan sosialisasi terlebih dahulu meliputi persamaan persepsi tentang bahan-bahan pembuatan. Berikutnya petani diberi didampingi melakukan praktek baik pembuatan biosaka, pestisida nabati, maupun pupuk organic dari maggot. Sebelum dan sesudah pelatihan terlebih dahulu dilaksanakan pre test dan post test dengan membagikan kuesioner untuk melihat sejauh mana persepsi petani dalam memahami materi pelatihan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakan pelatihan sekitar 45% petani yang memahami materi tentang pupuk yang ramah lingkungan. Namun setelah mengikuti pelatihan sebanyak 87% petani sudah memahami. Â

    Pemantapan Distribusi Peluang Kontinu Pada Guru MGMP Matematika SMA Negeri 22 Surabaya

    Get PDF
    Dosen Program Studi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melaksanakan pengabdian dalam bentuk pelatihan atau workshop secara luring (tatap muka) yang berlokasi di SMA Negeri 22 Surabaya. Sasaran kegiatan pengabdian msyarakat ini adalah guru MGMP Matematika SMA Negeri 22 Kota Surabaya dengan materi distribusi peluang kontinu dan menggunakan software minitab. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan penerapan distribusi peluang kontinu oleh para guru dalam MGMP Matematika SMA Negeri 22 Kota Surbaya. Melalui pendekatan ini, para guru diberdayakan untuk lebih efektif mengajarkan konsep-konsep matematika yang berkaitan dengan distribusi peluang kontinu kepada para siswa. Pemantapan ini tidak hanya mencakup pengembangan keterampilan mengajar guru, tetapi juga peningkatan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Metode kegiatan pengandian kepada masyarakat yang dilakukan adalah pelatihan penjelasan studi simulasi menggunakan software minitab. Hasil menunjukkan mayoritas guru MGMP Matematika SMA Negeri 22 Kota Surabaya sangat puas dengan adanya pelatihan ini karena kegiatan ini sangat sesuai dengan kebutuhan guru penggunaan software dan perhitungan manual dalam konteks distribusi peluang kontinu. Dampak dari kegiatan ini para guru dan siswa dapat memahami dan menggunakan software minitab dalam konsep matematika yang berkaitan dengan distribusi peluang kontinu dengan baik. Â

    Peningkatan Peran Pemanfaatan Pekarangan dan Kader Posyandu dalam Membantu Penurunan Masalah Gizi Terutama Stunting Balita di Desa Krisik (Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar)

    Get PDF
    There are 67 out of 340 toddlers will experience stunting in 2022 in Krisik village, Gandusari subdistrict, Blitar district. This service aims to reduce cases of stunting through activities: Education about balanced nutrition for families; Assistance in the use of aquaponic-based Sustainable Food Houses/RPL in the yard; Training on the creation of healthy food processing to meet the nutritional needs of toddlers and families and support family food security. Activity stages: 1) Survey of village potential locations and nutritional problems, especially stunting; 2) Survey of potential locations for land use of yards; 3) Socialization activities for stunting solutions in Krisik village; 4) BIMTEK on the creation of processed food, use of yards or RPL (Sustainable food home). ). The results of the activity were an increase in nutritional knowledge, healthy food for stunting solutions, the importance of balanced nutrition in children's growth, and Posyandu cadre mothers were able to adopt BIMTEK for healthy food creations, namely fruit/vegetable jelly (dragon fruit skin), flowers (roses), and Pigmented vegetable nuggets (spinach/mustard greens) as a natural coloring are high in antioxidants. This program has been proven to help reduce the stunting of toddlers in Krisik-Blitar village by around 15 percent. The results of the food creation training have become PMT products when the monthly Village Posyandu takes place. The trained Posyandu cadres take part in a menu competition for stunted toddlers. Utilizing the yard through the RPL application can help change people's behavior in meeting the nutritional needs of families, especially children, by providing healthy, nutritious food and maintaining their family's food security. ABSTRAKTerdapat 67 dari 340 balita yang mengalami stunting pada tahun 2022 di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kabupaten Blitar. Pengabdian ini bertujuan mengurangi kasus stunting melalui kegiatan: 1) Edukasi tentang gizi seimbang kepada keluarga, 2) Pendampingan pemanfaatan Rumah Pangan Lestari/RPL berbasis akuaponik di pekarangan, 3) Pelatihan kreasi pengolahan pangan sehat bagi pemenuhan kebutuhan gizi balita dan keluarga, serta mendukung ketahanan pangan keluarga. Tahapan kegiatan: 1) Survey lokasi potensi desa dan permasalahan gizi terutama stunting, 2) Survey lokasi potensi lahan pemanfaatan pekarangan, 3) Kegiatan sosialisasi solusi stunting di desa Krisik, 4) BIMTEK kreasi pangan hasil olahan, pemanfaatan pekarangan atau RPL (Rumah pangan lestari). Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan gizi, pangan sehat bagi solusi stunting, pentingnya gizi seimbang dalam pertumbuhan anak, serta Ibu-ibu kader Posyandu dapat mengadopsi BIMTEK kreasi pangan sehat, yaitu jelly buah/sayuran (kulit buah naga), bebungaan (mawar), dan nuget sayuran (bayam/sawi) berpigmen sebagai perwarna alami tinggi antioksidan. Program ini terbukti membantu menurunkan stunting balita di desa Krisik-Blitar sekitar 15 persen. Hasil pelatihan kreasi pangan sudah menjadi produk PMT saat Posyandu Desa bulanan berlangsung, Kader Posyandu binaan ikut lomba menu bagi Balita stunting. Memanfaatkan pekarangan melalui aplikasi RPL dapat membantu mengubah perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga terutama anak, melalui penyediaan makanan sehat bergizi dan menjaga ketahanan pangan keluargany

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN ANGGREK(ORCHIDACEAE) DI UTAN BONGOK DESA JETAK KECAMATAN MONTONG KABUPATEN TUBAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap pengembangan anggrek di hutan Bongok Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan analisis deskriftif dan diolah menggunakan analisis skala likert. Pengumpulan data dilakuan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 135 KK dengan menggunaan teknik Purposive Sampling, dan perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap pengembangan anggrek di Hutan Bongok dari variabel sikap dan karakteristik, pengetahuan dan pengembangan anggrek dari seluruh item pernyataan mempunyai nilai Rhitung Rtabel (0.265).dan memiliki nilai cronbach’s alpha 0.865 0,60, sehingga semua item pernyataan dinyatakan valid. Artinya seluruh jawaban dari 57 responden dijawab dengan baik. Persepsi masyarakat dilihat dari faktor internal dan eksternal sikap, karakteristik, dan pengetahuan. Kata Kunci : Persepsi Masyarakat, Aggrek, Hutan Bongo

    HUBUNGAN PIJAT BAYI DENGAN FREKUENSI MENYUSU PADA BAYI USIA 1 – 6 BULAN

    Get PDF
    Babby massage is an art of health care that is proven to have many benefits, one of which is that regular massage can improve body health vagus nerovus tone where this process causes increasesd levels of gastrin and insulin absoption enzymes so that absorption of food is better and babies feel hungry faster and often suckle.This research design use correlation analityc method wich cross sectional approach. Population and sample are mothers breastfeeding infants aged 1-6 months. Sampling technicque using non-probability sampling with purposive sampling. The number of samples as many as 30 respondents. Data collection of independent (baby massage) and dependent variables (suckle frequency) using a questionnaire. Data processingby editing, coding, scoring, tabulating, data analysis using chi square using SPSS software 16.00The result of the study showed that more then some mothers breastfeed their babies at BPM M. Susyati TAR, Amd. Keb., S. Pdas many as 23 respondents (76,7%) with most of them having frequent feedings. While mothers who do not regulary massage their babies as many as 7 respondent (23,3%) have less frequency of breastfeeding as many as 5 respondent (16,7%). So there is a relationship between baby massage and breastfeeding frequency with a significant value of 0,0001, so the hypothesis is accepted.The conclusion of this study is that there is a relationship between baby massage and the frequency of breastfeeding in infants aged 1-6 months at BPM M. Susyati TAR, Amd Keb. S.Pd desa Ledokwetan Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Introduction, counseling and training to health works or infant mothers on infant massage can improve the implementationof infant massage so that it can help improve the growth and development program for infant and toddlers

    Good Governance: Analisis Efisiensi dan Transparansi Pada Aplikasi Simaniz di Kabupaten Bojonegoro

    Get PDF
    Technological developments in an increasingly advanced era make very important needs for the community, at this time the government is required to make the fulfillment of services that can satisfy the community by utilizing technological developments and encouragement from the community to provide better services. This study aims to determine whether the simaniz application has operated effectively and openly in providing public services. This research examines the implementation of online service programs that contain data, understanding of technology, and also wider access that can also be reached easily. Qualitative research conducted with field observations and interviews with several informants. The focus of this research is on the users of the simaniz application as well as the implementors who are responsible for the implementation of the simaniz application. The results of this study are that the community, especially in the Bojonegoro district area, can use non-business and non-licensing services easily by using the simanis application, the community feels comfortable in using electronic services because they can access anywhere and the requirements in it are not too complicated. The public can also find out and monitor how far the submission has been processed.AbstrakPerkembangan teknologi di era yang semakin maju menjadikan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat, disaat ini pemerintah di tuntut untuk menjadikan pemenuhan pelayanan yang dapat memuaskan masyarakat dengan memanfaatkan dari perkembangan teknologi dan dorongan dari masyarakat untuk melakukan pelayanan yang lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah aplikasi simaniz telah beroperasi secara efektif dan terbuka dalam memberikan layanan publik. Pengkajian penelitian ini pada program pelaksanaan pelayanan dengan online yang memuat data, pemahaman teknologi, dan juga akses yang semakin luas juga dapat dijangkau dengan mudah. Penelitian kualitatif yang dilaksanakan dengan pengamatan di lapangan dan wawancara dengan bebeapa informan. Fokus penelitian ini yaitu kepada pengguna aplikasi simaniz juga kepada  implementor yang bertanggungjawab atas pelaksanaan aplikasi simaniz. Hasil dari penelitian ini yaitu masyarakat khususnya pada daerah Kabupaten Bojonegoro dapat menggunakan pelayanan non bisnis dan non perizinan secara mudah dengan menggunakan aplikasi simanis, masyarakat merasakan kenyamanan dalam penggunaan pelayanan elektronik karna dapat mengakses dimanapun dan persyaratan yang ada didalamnya tidak telalu ribet. Masyarakat juga dapat mengetahui  dan mengawasi sampaimana pengajuan yang telah diproses

    PENGARUH POSISI MENERAN SETENGAH DUDUK, POSISI JONGKOK, DAN MIRING PADA IBU PRIMI PARA TERHADAP PROSES PERSALINAN

    No full text
    Ada beberapa posisi yang bisa dimanfaatkan saat proses persalinan diantaranya posisi terlentang, setengah duduk/duduk, jongkok, merangkak, miring ke kiri, berdiri dan masih banyak lagi. Masing-masing dari posisi itu ada yang bisa memperlancar dan juga memperlambat proses persalinan. Posisi berbaring pada ibu bersalin dapat memperlambat kekuatan dan frekuensi kontraksi sehingga persalinanpun menjadi lambat, sebaliknya pada posisi tegak, kepala/bagian terendah bayi akan tertarik oleh gravitasi sehingga bayi mudah turun ke panggul dan akan memperlancar proses persalinan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh posisi persalinan terhadap kecepatan kala II, penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin Ny. Mudjiati Prasodjo. Sampel yang digunakan adalah 30 ibu bersalin, dengan memberikan tiga kelompok perlakuan setengah duduk, jongkok, dan miring. Penelitian ini dianalisa menggunakan model analisis varian klasifikasi satu arah. Hasil penelitian didapatkan bahwa Fhitung> Ftabel yaitu 14.286 > 3.35 hal ini berarti variabel persalinan dengan teknik setengah duduk, jongkok, dan miring mempunyai hubungan yang signifikan dengan lamanya persalinan

    HUBUNGAN KONDISI AIR MINUM, TINGKATAN ASUPAN NUTRISI DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI KLINIK MELATI HUSADA PURWODADI KABUPATEN MALANG

    Get PDF
    Berdasarkan data yang didapatkan dari Klinik Melati Husada Purwodadi Kabupaten Malang terdapat 34 balita yang menderita diare pada bulan Desember 2015 sampai Januari 2016. Dan berdasarkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan didapatkan 1 ibu yang jarang merebus air minum sebelum dikonsumsi, 2 ibu yang jarang mencuci tangan menggunakan sabun, dan 1 ibu mengatakan bahwa anaknya sering membeli makanan pada pedagang diluar rumah. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross secsional. Penelitian ini akan dilakukan di Klinik Melati Husada Purwodadi Kabupaten Malang. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - April 2016. Sampel yang digunakan adalah seluruh balita sakit diare yang datang ke tempat penelitian. Sampel yang digunakan adalah 34 balita usia 1-5 tahun. Analisa yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda. Dari hasil analisa Rsquare pada X1 (Kondisi Air Minum) sebesar 0,154 (15,4%). Nilai Rsquare pada X2 (Pemberian Nutrisi) sebesar 0,079 (7,9%). Nilai Rsquare pada X3 (Personal Hygiene) sebesar 0,271 (27,1%). Dilihat dari nilai analisa Rsquarevariabel dependent (Y) mempunyai pengaruh yang kuat atau dominan variabel independent adalah X3 (Personal Hygiene) yaitu 0,271 (27,1%

    1,634

    full texts

    1,771

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇