STIT Raden Wijaya: Journal Online of Education
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Digital Interactive Workbook pada Pembelajaran Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP masih didominasi metode ceramah dan media konvensional, sehingga kurang menarik dan berdampak pada rendahnya pemahaman siswa. Diperlukan media interaktif untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas belajar, khususnya pada materi Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba pada siswa kelas IX SMP Islam Brawijaya Mojokerto. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 4,18 dari ahli materi (kategori Baik) dan 4,35 dari ahli media (kategori Sangat Baik). Uji coba awal memperoleh persentase kelayakan 94% tanpa revisi, sedangkan uji lapangan meningkat menjadi 97%. Nilai N-Gain Score sebesar 0,4 (kategori Sedang) menunjukkan efektivitas media dalam meningkatkan pemahaman siswa. Interactive Workbook terbukti layak dan cukup efektif sebagai media digital untuk pembelajaran PAI. Media ini mampu membantu siswa memahami materi secara lebih interaktif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran
Model Transformasi Pendidikan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik
Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahami kembali identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam, sementara di pihak lain, pesantren juga dihadapkan pada tuntutan untuk membuka diri terhadap beberapa sistem pendidikan modern yang bersumber dari luar pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren dihadapkan pada tuntutan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, kualitas sumber daya insani yang dibutuhkan dalam kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model transformasi pendidikan pesantren pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan pengujian keabsahan data dengan tekhnik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, model transformasi pendidikan di pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, pesantren ini mengadopsi model integrasi penuh yang memadukan antara sistem salaf dan modern secara penuh. Terdapat dua sebab yaitu, sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus di pondok pesantren Mamba’us Sholihin adalah transformasi itu terjadi dilatarbelakangi oleh pendidikan pesantren yang ditempuh oleh seorang kiai. Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Sebab umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren mempunyai lima aspek yang menjadi sebab umum, yakni: aspek kultural, aspek politis, aspek ekonomis, aspek kepemimpinan dan aspek edukasional. (3) implikasi transformasi ini menggunakan pendekatan manajemen pendidikan dalam mengembangkan pesantren yaitu: a) Transformasi kepemimpinan pesantren; b) Transformasi sistem pendidikan pesantren; c) Transformasi kurikulum pesantren; d) Transformasi metode pendidikan pesantren; d) Transformasi institusi pesantren
Konsep Pendidikan Klasik dan Modern Perspektif Ibn Khaldun dan Muhammad Abduh
Ibnu Khaldun sebagai tokoh dan pembaharu di dalam pembahasan pendidikan dan pengajaran termasuk pembahasan yang bersifat historis, dan pembahasan Ilmu Jiwa Pendidikan dan Pengajaran. Selanjutnya penulis komparasikan dengan tokoh pemikir modern yaitu Muhammad Abduh. Menurut sebagai tokoh yang mewakili konsep pendidikan klasik Ibnu Khaldun, ilmu pengetahuan dan ilmu pembelajaran adalah pembawaan manusia karena adanya kesanggupan berpikir. Dalam proses belajar manusia harus sungguh-sungguh dan memiliki bakat. Dalam mencapai pengetahuan yang beraneka ragam, seseorang tidak hanya membutuhkan ketekunan, tapi juga bakat. Seseorang perlu mengembangkan keahliannya dibidang tertentu. Ibnu Khaldun membagi pendidikan menjadi tiga: (1) Ilmu lisan yaitu Ilmu bahasa dan sastra, (2) Ilmu Naqli yaitu Ilmu yang bersumber pada al-Qur’an dan Hadits, (3) Ilmu Aqli yaitu Ilmu yang berdasarkan pada akal. Sedangkan program pembaharuan pendidikan yang diajukan Muhammad Abduh adalah: memahami dan menggunakan ajaran Islam dengan benar, sebagai salah satu fondasi utama untuk mewujudkan kebangkitan masyarakat. Dia mengkritik sekolah-sekolah modern yang didirikan oleh misionaris asing, juga mengkritik sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah. Menurutnya, di sekolah-sekolah misionaris yang didirikan bangsa asing (al-madrasah al-ajnabiyyah) siswa dipaksa untuk mempelajari kristen, sementara itu di sekolah-sekolah pemerintah, siswa tidak diajar agama Islam sama sekali. Muhammad Abduh membagi pendidikan menjadi dua, yaitu: Ibadah dan Muamalat
Generasi Z dan Resistensi terhadap Pancasila: Dekonstruksi Narasi Krisis Berdasarkan Social Identity Theory
Pancasila menghadapi tantangan baru di era digital, terutama di kalangan Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan media sosial. Generasi ini cenderung menunjukkan resistensi terhadap simbol ideologis formal, yang sering disalahartikan sebagai krisis ideologi. Namun, resistensi tersebut lebih tepat dilihat sebagai pergeseran identitas sosial dari negara ke komunitas digital. Studi ini mendekonstruksi narasi krisis ideologi dan menganalisis relasi Gen Z dengan nilai-nilai Pancasila menggunakan pendekatan Social Identity Theory melalui metode literature review. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan demokrasi masih hadir dalam kesadaran Gen Z, meskipun tidak selalu terasosiasi langsung dengan Pancasila. Tantangan utama terletak pada cara negara mengkomunikasikan ideologi tersebut. Diperlukan pendekatan pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual, digital, dan partisipatif agar sesuai dengan identitas sosial Generasi Z
Optimalisasi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literatur, wawancara, dan observasi untuk memetakan praktik, tantangan, dan strategi integrasi teknologi pada pembelajaran PAI. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan teknologi dan prasyarat keberhasilannya. Integrasi teknologi seperti Learning Management System (LMS), aplikasi interaktif, media sosial, dan platform video meningkatkan motivasi belajar, memperluas akses sumber belajar, serta memfasilitasi interaksi guru–siswa. Strategi gamifikasi dan augmented reality (AR) memperkuat pemahaman konsep keagamaan. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, dan kesenjangan digital. Optimalisasi teknologi PAI menuntut pendekatan strategis dan kontekstual melalui pelatihan berkelanjutan bagi guru, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi pemangku kepentingan. Temuan menegaskan potensi besar teknologi untuk mendukung pembelajaran PAI yang efektif dan interaktif, dengan syarat implementasi adaptif yang selaras dengan konteks pendidikan lokal
Quantum Of Knowledge: Dialog Al-Qur\u27an Dan Filsafat Ilmu Di Abad Ke-21
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, literatur filsafat ilmu, serta teori kuantum modern. Metode hermeneutis digunakan untuk menafsirkan keterhubungan antara nilai-nilai Qur’ani dan konsep-konsep ilmu pengetahuan. Kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam teori kuantum, seperti ketidakpastian, dualitas partikel-gelombang, entanglement, dan keberlanjutan pengetahuan, memiliki korelasi dengan nilai-nilai epistemologis yang terkandung dalam Al-Qur’an. Konsep Quantum of Knowledge menegaskan bahwa pengetahuan berkembang secara bertahap dan berkesinambungan, dengan wahyu sebagai penuntun arah etis dan moral perkembangan ilmu. Dialog antara Al-Qur’an dan filsafat ilmu di era modern mengarah pada integrasi antara wahyu dan rasionalitas. Integrasi ini memungkinkan lahirnya paradigma ilmu pengetahuan yang lebih holistik, berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab moral, serta membentuk generasi ilmuwan yang etis dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Konsep Quantum of Knowledge memberikan perspektif baru dalam menjembatani spiritualitas dan sains. Al-Qur’an, sebagai mitra dialog filsafat ilmu, mampu menjadi dasar pembangunan ilmu pengetahuan yang tidak hanya rasional dan empiris, tetapi juga transendental, beretika, dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat manusia
Al-Qur’an dan Dinamika Pemikiran Islam di Indonesia
Akhir-akhir ini, dinamika dan paradigma-paradigma penafsiran al- Qur’an bukan hanya dilakukan oleh pemikiran barat dan timur. Namun demikian, seiring perkembangan zaman dan meluasnya epistemologi pengetahuan sehingga penafsiran terhadap al-Qur’an terus mengalami perkembangan dan konstruk berpikir dilakukan khususnya para mufasir dan cendekiawan-cendekiawan yang ada di Indonesia. Fokus penelitian ini, akan melihat dinamika perkembangan pemikiran tafsir di Indonesia dengan melihat beberapa tokoh-tokoh yang sering melakukan rekonstruksi berpikir seperti, M. Quraish Shihab, Buya Hamka, Nasaruddin Umar yang selama ini berkembang, sehingga pemikiran penafsiran di Indonesia telah melakukan upaya dan membangun argumen melalui metodologi dan kontekstualisasi dalam hal penafsiran khusunya penelitian ini melihat perkembangan penafsiran yang berbasis ayat-ayat gender. Adapun pendekatan penelitian yaituhistoris-analitis, yaitu mengkaji menurut akar-akar historis secara analitis untuk melihat dinamika dan keragaman penafsiran al-Qur’an dalam bidang perkembangan tafsir Indonesia tersebut. Hasil Penelitian bahwa, pemikiran tafsir di Indonesia telah mengalami dinamika dan perkembangan. Lebih-lebih ketika ayat- ayat al-Qur’an berbasis gender, maka hakikat tafsir adalah sebagai solusi dan menafsirkan secara kontekstual yang bercorak (hermeneutika) dengan menimbang secara adil dengan melihat historis al-Qur’an dengan aspek pendekatan (tahlîlî) yaitu analisis keragaman pendekatan keilmuanbukan pada jalan pemahaman secara tekstual yaitu apa yang nampak dalam subtansi teks tersebut
Peran Guru dalam Mengatasi Bullying di SMP Negeri 9 Kota Mojokerto Jawa Timur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengatasi bullying di SMP Negeri 9 Kota Mojokerto, Jawa Timur. Meningkatnya kasus bullying di sekolah yang mengganggu kenyamanan dan prestasi belajar siswa menjadi kondisi yang harus mendapatkan perhatian serius. Guru sebagai salah satu pihak yang paling berperan di lingkungan sekolah perlu memiliki strategi efektif dalam menghadapi masalah tersebit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa guru, siswa, kepala sekolah, serta observasi langsung terhadap aktivitas di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SMP Negeri 9 Mojokerto telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi bullying, seperti memberikan pemahaman tentang dampak bullying, menerapkan peraturan sekolah yang tegas, dan menciptakan suasana belajar yang penuh kasih sayang. Namun, tantangan yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran dari sebagian siswa tentang pentingnya menghormati sesama. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan orang tua dalam mendukung penangan bulliying di sekolah
Nilai-nilai Pendidikan Akidah dalam Ibadah Kurban: Perspektif Al-Qur’an Surat Ash‑Shaffat Ayat 100‑103
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan akidah yang terkandung dalam peristiwa ibadah kurban sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 100–103. Melalui pendekatan tafsir tematik (maudhū’ī) dengan analisis terhadap karya-karya tafsir klasik dan kontemporer seperti tafsir Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Al-Misbah (Quraish Shihab), dan Al-Azhar (Hamka), ditemukan bahwa ayat-ayat tersebut bukan sekadar mengisahkan ketaatan Nabi Ibrahim dan Isma’il dalam peristiwa penyembelihan, tetapi juga memuat fondasi nilai-nilai pendidikan akidah yang mendalam. Nilai-nilai tersebut mencakup tauhid, tawakal, keimanan kepada takdir (qadha dan qadar), kepatuhan terhadap wahyu, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kepasrahan total (istislam) kepada kehendak Allah. Penelitian ini menegaskan bahwa peristiwa kurban merupakan momentum edukatif-spiritual yang sangat relevan dalam membentuk karakter keimanan individu, keluarga, dan masyarakat. Ibadah kurban, dalam konteks pendidikan akidah, menjadi simbol dari kesiapan spiritual untuk mengutamakan cinta kepada Allah di atas segalanya
Transformasi Nilai Karakter di Era Digital: Pendekatan Integratif untuk Pendidikan Berbasis Teknologi
Pendidikan karakter menjadi kunci dalam menghadapi tantangan moral era digital, di mana peserta didik tidak hanya mengakses informasi, tetapi juga menciptakan konten digital yang menuntut tanggung jawab etis. Terdapat kesenjangan antara kurikulum karakter dan realitas digital yang dihadapi siswa, terutama dalam integrasi nilai seperti integritas, empati, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur untuk mengkaji pendekatan integratif dalam pendidikan berbasis teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa penggabungan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran digital dapat memperkuat internalisasi nilai karakter. Media seperti LMS, media sosial edukatif, dan gamifikasi terbukti efektif menyampaikan nilai secara bermakna. Namun, masih ada kendala seperti rendahnya literasi digital guru, ketimpangan infrastruktur, dan minimnya pelatihan karakter berbasis teknologi