Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
1401 research outputs found
Sort by
Pendampingan Pembentukan Koperasi Sebagai Upaya Peningkatan Produksi Dan Pendapatan Petani Garam Di Desa Gersik Putih Kecamatan Gapura
Sebagian besar penduduk di desa Gersik Putih bermata pencaharian sebagai petani garam, berbagai usaha produksi garam dilakukan oleh petani, namun masih menghadapi hambatan terutama di bidang permodalan. PKM Universitas Wiraraja tahun 2023 mengadakan kegiatan “pendampingan pembentukan koperasi sebagai upaya peningkatan produksi dan pendapatan petani garam di desa gersik putih kecamatan gapura”. Kegiatan pendampingan pembentukan koperasi di beri nama “koperasi mandiri jaya satu” desa gersik putih, adapun kegiatannya berpusat di balai desa, Mall Pelayanan Publik dan di kantor notaris pada saat penandatanganan akta pendirian koperasi. Dari hasil evaluasi masyarakat desa gersik putih berhasil mendapatkan pengetahuan tentang koperasi, melalui penyuluhan dan pembentukan koperasi berbadan hukum. Terwujudnya koperasi yang berbadan hokum di tandai oleh sertifikat dari kementrian koperasi Repubik Indonesia dengan nomor induk koperasi (NIK) : 3529170120002. Adanya pembentukan koperasi diharapkan dapat mengakses modal yang lebih besar serta berkesempatan untuk mendapatkan pembinaan lanjutan dari pemerintah, khususnya dari Dinas koperasi
Peningkatan Produksi dan Pendapatan Melalui Penyuluhan Pada Petani Kakao
Sulawesi Tengah menjadi sentra komiditas kakao Sulawesi Tengah menjadi sentra komoditas kakao terbesar di Indonesia dan Kabupaten Poso merupakan wilayah pengembangan komoditas kakao. Desa Tangkura sebagai salah satu areal komoditas kakao di Kabupaten Poso. Adapun tujuan kegiatan untuk, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui peningkatan kompetensi petani, dan peningkatan produksi dan pendapatan petani kakao. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berbasis paradigma penyuluhan yang bersifat partisipatif. Metode meliputi pendampingan, demontrasi cara, kunjungan lapangan serta pendampingan dan monitoring evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat pada petani kakao Rukun Majulea 1 di Desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Selain itu, meningkatkan 15 kg per bulan biji kering kakao dan penerimaan sebesar Rp. 390.000 per bulannya. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis paradigma penyuluhan bersifat partisipatif dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dalam hal ini petani perlu diperhatikan pemerintah, sebagai program pemberdayaan masyarakat yang memandirikan petani
Pemanfaatan Tanaman Toga Untuk Pengendalian Hama Tanaman Hidroponik
Pemanfaatan TOGA sebagai bahan dasar biopestisida nabati dapat mengendalikan hama hidroponik. Karang Taruna Anugerah Maju berada di Jl Parit Haji Muksin, RT 004, RW 009, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang berpotensi dalam mengembangkan tanaman hortikultura secara hidroponik. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dari kelompok tani mitra kemudian dilakukan persiapan, sosialisasi, diseminasi teknologi (simulasi), evaluasi, dan montoring. Pemanfataan tanaman TOGA dari ekstrak jahe, serai, dan daun pepaya sebagai bahan pestisida nabati dapat untuk mengendalikan hama tanaman hidroponik. Selain itu, dapat untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetis dan meminimalisir pencemaran lingkungan. Peserta PKM mendapat informasi tambahan terkait manfaat tanaman TOGA juga menjadi bahan baku pembuatan pestisida nabati untuk mengendalikan hama tanaman. Sehingga serangan hama menjadi berkurang pada tanaman hidroponik
Pemanfaatan Isi Rumen Sapi Sebagai Substitusi Dedak pada Pembuatan UMB (Urea Mollasses Block) untuk Pakan Sapi di Kelompok Tani Jaya Abadi Desa Larangan dalam Pamekasan
This devotion aims to utilise cow rumen contents as a substitute for bran in making Urea Molasses Blok (UMB), which is used as additional feed for the Jaya Abadi Farmer Group, Larangan Dalam Village, Pamekasan Regency. The form of community service activities are: (1) train participants\u27 skills to be able to make UMB products; (2) produce UMB products as a business product for the Farmer group. The activity consists of three stages, namely (1) preparation of service activities; (2) preparation of UMB training activities; (3) training in making UMB rumen contents. The extension activities were attended by 20 participants, consisting of 55% women and 45% men. The participants owned 55% goats and 45% cows, so the training results were expected to be developed. The results of the training on making UMB from rumen contents have provided additional knowledge to members of the Jaya Abadi Farmer Group. In conclusion, the evaluation results after the UMB making training, there is a very real increase in the understanding of the training participants on how to make UMB and its utilisation for livestock
Peningkatan Pemahaman Going Concern Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Melalui Kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB)
Nomor Induk Berusaha merupakan nomor registrasi usaha atau identitas usaha yang dikeluarkan oleh lembaga OSS (Online Single Submission). Akan tetapi, mitra Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bunga Cemerlang belum memiliki NIB sebagai legalitas usaha. Hal ini dikarenakan rendahnya pemahaman tentang pentingnya NIB untuk keberlanjutan usaha (Going Concern). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman KUBE tentang pentingnya kepemilikan NIB sebagai strategi awal untuk mempertahankan keberlanjutan usaha. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 20 orang anggota KUBE. kegiatan pengabdian terdiri dari kegiatan pretest, sosialisasi tentang pentingnya NIB untuk keberlanjutan usaha, pendampingan pembuatan NIB, dan kegiatan posttest, serta monitoring dan evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan pemahaman tentang pentingnya kepemilikan NIB KUBE meningkat sebesar 76% setelah dilaksanakan pengabdian, 55% anggota KUBE memiliki NIB secara personal atau pribadi setelah dilakukan kegiatan pengabdian. Berdasarkan selisih nilai pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berdampak positif dan signifikan dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kepemilikan NIB sebagai strategi awal dalam mempertahankan keberlanjutan usaha (going concern) KUBE. Sehingga dapat disimpukan bahwa 96% kegiatan pengabdian ini tercapai dan bermanfaat bagi anggota KUBE.  
Penyuluhan Bahaya Radiasi Akibat Penggunaan Gadget Berlebih pada Anak di Desa Jatirejoyoso Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang
Gadget merupakan salah satu teknologi yang yang sedang berkembang saat ini dan diminati anak-anak. Pengguna gadget mulai dari kalangan anak, remaja dan dewasa. Bahaya radiasi elektromagnetik pada gadget lebih tinggi pada anak-anak bila dibandingkan pada orang dewasa karena anatomi tubuh anak berukuran lebih kecil. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan atau edukasi kepada anak-anak berupa penyuluhan sehingga dapat menggunakan gadget secara tepat dan mencegah bahaya radiasi elektromagnetik dari penggunaan gadget yang berlebih pada anak. Penggunaan gadget yang berlebih mempunyai dampak buruk pada sosial, psikologis, kesehatan mata dan emosional anak. Penyuluhan bahaya radiasi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi serta tanya jawab. Hasil dari penyuluhan yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan anak-anak usia dini tentang informasi kesehatan, bahaya radiasi dan penggunaan gadget yang benar. Melalui penyuluhan bahaya radiasi ini diharapkan agar anak-anak usia dini meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan menggunakan gadget yang benar. Penggunaan gadget yang benar meliputi mengatur jarak pandang, mengatur durasi penggunaan gadget dan tidak menggunakan dalam posisi tidur
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MTsN 2 PAMEKASAN
MTsN 2 Pamekasan menghadapi tantangan website yang kurang lengkap dan video profil lama, sehingga kesulitan menarik minat calon siswa dan kepercayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini, melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan guru TIK, berhasil memperbarui website dengan desain menarik dan konten informatif, membuat/memperbarui video profil yang inspiratif, serta meningkatkan media promosi digital. Hasilnya, website MTsN 2 Pamekasan memiliki lebih banyak pengunjung dan minat calon siswa meningkat, serta terjalin kerjasama yang kuat antara Universitas Islam Madura dan MTsN 2 Pamekasan
PENDAMPINGAN DIGITAL UNTUK MTS MIFTAHUL ULUM PASANGGAR MELALUI PEMBUATAN WEBSET PROFIL
Current cultural changes are reflected in the increasingly widespread use of the internet globally. The internet has become an important necessity as a medium for delivering global information. The benefits of the internet are mainly felt in various fields such as business, entertainment and education. However, Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum Pasanggar still uses a simple method of conveying information, namely through notice boards. Limitations in this method result in the information conveyed being limited. To overcome this problem, it is necessary to create a profile website for Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum Pasanggar. It is hoped that this website will make it easier for students, teachers, academic staff, parents and the general public to obtain information related to the school. The focus of this research is the creation of a website that describes the profile of Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum Pasanggar. The research methods used include observation, interviews, literature study, analysis, design, manufacture, testing and implementation. With the Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum Pasanggar profile website, it is hoped that the public can easily find information about the school. This will increase the accessibility of information and expand the range of information that can be obtained by the public regarding the profile of Tsanawiyah Miftahul Ulum Pasanggar Pegantenan Pamekasan.
 
STRATEGI MADRASAH RISET DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI RISET SISWA: (Studi Kasus Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus)
Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus merupakan salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah atas yang memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan program riset. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya fasilitas, sumber daya, dan pendidik yang terlatih untuk melakukan penelitian yang mendalam dan relevan. Program riset yang menarik ini juga menjadi salah satu keunggulan tersendiri bagi MAN 2 Kudus. Diakuinya MAN 2 Kudus sebagai madrasah penyelenggara program riset direalisasikan oleh fakta di lapangan dengan banyaknya siswa berprestasi di bidang riset. Adanya siswa berprestasi tentu melibatkan peran suatu madrasah dalam strategi pendidikannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi yang dilakukan madrasah dalam upaya meningkatkan potensi riset yang telah dimiliki siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi MAN 2 Kudus sebagai madrasah riset dalam mengembangkan potensi riset yang telah dimiliki siswa yaitu dengan: 1) memberi pengenalan riset pada siswa saat kegiatan awal masuk madrasah, 2) pemberian materi riset pada jam intrakurikuler, 3) menerapkan 5 sub divisi bidang riset dan 4) memiliki kerja sama dengan lembaga riset nasional dan Laboratorium riset ternama. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Peningkatan Kesadaran akan Pentingnya Riset, 2) Pengembangan Keterampilan Riset, 3) Pengintegrasian Riset dalam Kurikulum, 4) Mendorong Kolaborasi dan Inovasi, 5) Pembentukan Masyarakat Riset.Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus is one of the upper secondary level educational institutions that has the capacity to organize research programs. This is proven by the existence of facilities, resources and trained educators to conduct in-depth and relevant research. This interesting research program is also one of the advantages for MAN 2 Kudus. The recognition of MAN 2 Kudus as a madrasah that organizes research programs is realized by facts on the ground with the large number of students excelling in the field of research. Having outstanding students certainly involves the role of a madrasah in its educational strategy. This research was conducted to determine the strategies used by madrasas in an effort to increase the research potential of students. This research uses a qualitative descriptive approach research method with the research instruments used are interview guidelines, observation and document analysis. The research results show that MAN 2 Kudus\u27s strategy as a research madrasah in developing the research potential that students already have is by: 1) providing an introduction to research to students when they first enter the madrasah, 2) providing research material during extracurricular hours, 3) implementing 5 sub-divisions research field and 4) has collaboration with national research institutions and well-known research laboratories. The implications of this research are: 1) Increasing Awareness of the Importance of Research, 2) Developing Research Skills, 3) Integrating Research in the Curriculum, 4) Encouraging Collaboration and Innovation, 5) Establishing a Research Community
Influence Implementation Human Resource Management Against Power Sell Madura Batik Msmes Products
The purpose of this study is to evaluate how human resource management (HR) adoption affects Madura Batik MSME product sales. Six out of the eighteen batik centres in Pamekasan were the sites of in-depth interviews with owners, managers, and staff of Batik MSMEs in Madura, using a qualitative descriptive research methodology. Thirty people made up the study\u27s subjects: six batik MSMEs\u27 owners, eight managers, and fifteen employees. To ascertain the successes of business development and assess the company, a SWOT analysis is required. The analysis\u27s findings demonstrate that putting in place efficient HR management practices—like employee empowerment and training—helps firms adapt to changing market conditions and boosts output and quality of work. The effect is that the product\u27s selling power will rise with optimal HR management implementation and vice versa