Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
1401 research outputs found
Sort by
THE DYNAMICS OF ETHNIC ARAB THOUGHT ON WOMEN\u27S EDUCATION IN MALANG INDONESIA
Ideally, education should be accessible to everyone, both men and women, without discrimination against any group. However, in reality, educational inequality persists, especially among ethnic Arab women. This article aims to delve deeper into the perspective of the ethnic Arab community regarding women\u27s education and to explore young women\u27s responses to this view. This study uses a qualitative approach and case study method, with in-depth observation and interviews used for data collection. These findings reveal that educational restrictions and restrictions for ethnic Arab women are rooted in the interpretation of normative texts and binding cultural norms. Responses from ethnic Arab women to these restrictions ranged from acceptance to subtle resistance, and even active opposition. The implication of this research is that understanding how Arab ethnic thinking affects women\u27s educational patterns in Malang can help in designing educational programs that are more inclusive and in accordance with cultural values. Provide insight into how traditional and modern values interact in the Arab community in Malang, as well as their impact on educational opportunities for women. It can be the basis for educational institutions to develop a curriculum that takes into account cultural aspects, so that women\u27s education can be more widely accepted among ethnic Arab communities. Encourage more progressive and gender-equality-based education policies while respecting the cultural values embraced by the Arab community.Idealnya, pendidikan harus dapat diakses oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa diskriminasi terhadap salah satu kelompok. Namun, pada kenyataannya, ketimpangan pendidikan tetap ada, terutama di antara perempuan etnis Arab. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam perspektif komunitas etnis Arab mengenai pendidikan perempuan dan untuk mengeksplorasi tanggapan perempuan muda terhadap pandangan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, dengan observasi dan wawancara mendalam digunakan untuk pengumpulan data. Temuan ini mengungkapkan bahwa pembatasan dan pembatasan pendidikan bagi perempuan etnis Arab berakar pada interpretasi teks normatif dan norma-norma budaya yang mengikat. Tanggapan dari perempuan etnis Arab terhadap pembatasan ini berkisar dari penerimaan hingga perlawanan halus, dan bahkan oposisi aktif. Implikasi penelitian ini adalah Memahami bagaimana pemikiran etnis Arab memengaruhi pola pendidikan perempuan di Malang dapat membantu dalam merancang program pendidikan yang lebih inklusif dan sesuai dengan nilai budaya. Memberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai tradisional dan modern berinteraksi dalam komunitas Arab di Malang, serta dampaknya terhadap kesempatan pendidikan bagi perempuan. Dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan untuk menyusun kurikulum yang memperhitungkan aspek budaya, sehingga pendidikan perempuan dapat diterima lebih luas di kalangan komunitas etnis Arab. Mendorong kebijakan pendidikan yang lebih progresif dan berbasis kesetaraan gender dengan tetap menghormati nilai budaya yang dianut oleh komunitas Arab
THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN THE FORMATION OF MUSLIM PERSONALITY IN MTSS AT TAQWA SETU STUDENTS
The purpose of this article is to analyze the role of Islamic Religious Education in the formation of Muslim personality among MTsS At-Taqwa Setu students. Islamic religious education has a strategic role in shaping attitudes, behaviors, and religious understandings that are in accordance with Islamic values. The main focus of this research is how PAI can be an effective medium to build the character of students who have faith, piety, and noble character. In this study, a qualitative approach was used with a case study method, involving observation, interviews with PAI teachers, and documentation of learning activities at MTsS At-Taqwa Setu. The results of the study show that PAI plays an important role in shaping students\u27 personalities through the teaching of noble moral values, teacher examples, and extracurricular religious activities. Effective implementation of PAI is able to encourage students to develop resilient and adaptive Muslim personalities in daily life. This study suggests the improvement of innovative and experience-based teaching methods, as well as collaboration between schools, families, and the community in supporting the formation of students\u27 character. The implication of this research is that this research can enrich the study of Islamic religious education as the main factor in the formation of the character and personality of Muslim students. Adding references for academics and education practitioners in understanding the relationship between Islamic religious education and the formation of student morals and ethics. The results of the research can be used by schools to improve the teaching methods of Islamic religious education to be more effective in forming a strong Muslim personality.Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan kepribadian Muslim di kalangan siswa MTsS At-Taqwa Setu. Pendidikan Agama Islam mempunyai peran strategis dalam membentuk sikap, perilaku, dan pemahaman agama yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana PAI dapat menjadi media efektif untuk membangun karakter siswa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.Dalam Penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi, wawancara dengan guru PAI, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran di MTsS At-Taqwa Setu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI berperan penting dalam membentuk kepribadian siswa melalui pengajaran nilai-nilai akhlak mulia, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan ekstrakurikuler. Implementasi PAI yang efektif mampu mendorong siswa untuk mengembangkan kepribadian Muslim yang tangguh dan adaptif dalam kehidupan sehari-hari.Studi ini menyarankan peningkatan metode pengajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman, serta kolaborasi antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung terbentuknya karakter siswa. Implikasi penelitian ini adalah Penelitian ini dapat memperkaya kajian tentang pendidikan agama Islam sebagai faktor utama dalam pembentukan karakter dan kepribadian siswa Muslim. Menambah referensi bagi akademisi dan praktisi pendidikan dalam memahami hubungan antara pendidikan agama Islam dan pembentukan moral serta etika siswa. Hasil penelitian dapat digunakan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan metode pengajaran pendidikan agama Islam agar lebih efektif dalam membentuk kepribadian Muslim yang kuat
EFFORTS TO PREVENT MENTAL BLOCK AND INNER CHILD IN THE FAMILY WITH A MUB APPROACH IS THE CONCEPT OF ISLAMIC THOUGHT
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengeksplorasi konsep mubadalah dalam mencegah mental block dan innerchild dalam konteks keluarga. Mental block adalah keadaan dimana seseorang mengalami kebuntuan dalam berfikir maupun beraktifitas. Sedangkan innerchild adalah luka batin yang terjadi pada masa lalu sehingga menimbulkan perasaan tidak percaya diri. Mental block dan innerchild maka perlu bagi sebuah keluarga untuk membangun kesalingan untuk mengkokohkan bahtera rumah tangga. Karena keluarga adalah sarana wadah perkembangan bagi anggota keluarga. Keluarga dengan konsep mubadalah akan menerapkan kesalingan, kesetaraan dan menolak hegemoni. Konsep mubadalah menawarkan prinsip kesetaraan dan kesalingan dalam hubungan suami istri untuk membangun bahtera rumah tangga yang bernilai. Melalui konsep mubadalah akan membawa rumah tangga lebih konstruktif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga seperti pola pengasuhan, komunikasi, kasih sayang, merupakan factor penting untuk dilakukan. Implikasi penelitian ini adalah bagaimana keluarga teredukasi menjadi wadah positif untuk tumbuh kembang anak agar menjadi tunas bangsa yang memiliki nilai serta terbebas dari mental block dan innerchild. Strategi untuk mencegah mental block dan innerchild dalam keluarga diperlukan adanya kesaling dalam kehidupan rumah tangga. Seperti saling mengerti, saling bertukar pendapat, saling menghormati. Dampak negative dari pada mental block dan innerchild akan hilang dengan meng aplikasikan konsep mubadalah/kesalingan dalam keluarga.This study aims to study and explore the concept of mublah in preventing mental block and innerchild in the context of the family. Mental block is a condition where a person experiences a stalemate in thinking and activities. Meanwhile, innerchild is an inner wound that occurred in the past that causes feelings of insecurity. Mental block and innerchild are necessary for a family to build mutual support to strengthen the ark of the household. Because the family is a means of development for family members. Families with the concept of mub will apply reciprocity, equality and reject hegemony. The concept of mubadalah offers the principle of equality and reciprocity in the relationship between husband and wife to build a valuable household ark. Through the concept of mublah, it will bring a more constructive household. This study uses a qualitative descriptive method with observation data collection techniques, interviews and documentation analysis. The results of the study show that family roles such as parenting patterns, communication, and affection, are important factors to be done. The implication of this research is how the family is educated to become a positive forum for the growth and development of children so that they become the sprouts of the nation that have value and are free from mental blocks and innerchildren. Strategies to prevent mental block and innerchild in the family require mutual understanding in family life. Such as understanding each other, exchanging opinions, respecting each other. The negative impact of mental block and innerchild will disappear by applying the concept of mutuality in the family
THE CONCEPT OF A NEW PATH OF RELIGIOUS MODERATION ACCORDING TO HAEDAR NASHIR
This article discusses the concept of a new path of religious moderation developed by Haedar Nashir, a contemporary Muslim thinker. Haedar Nashir emphasized that religious moderation must be based on the universal values of Islam that are inclusive, humanist, and adaptive to the changing times. This concept is designed to answer the challenges of radicalism, intolerance, and secularism which are often obstacles in creating social harmony. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method, referring to the works of Haedar Nashir and a literature review related to religious moderation. The results of the study show that religious moderation according to Haedar Nashir not only serves as a theological strategy, but also as a practical approach to build a harmonious and productive religious life. This concept involves three main pillars: the strengthening of Islamic values that are rahmatan lil \u27alamin, the integration of local culture with Islamic values, and the active participation of the ummah in building civilization. With this approach, religious moderation can be an effective solution in creating a peaceful, inclusive, and just social order. The implication of this research is to enrich the study of religious moderation from the perspective of Haedar Nashir, who emphasizes the importance of making moderation a state of mind for the Indonesian nation. Then add references for academics in understanding the concept of Wasathiyah Islam applied in religious and national life.Artikel ini membahas konsep jalan baru moderasi beragama yang dikembangkan oleh Haedar Nashir, seorang pemikir Muslim kontemporer. Haedar Nashir menekankan bahwa moderasi beragama harus berlandaskan pada nilai-nilai universal Islam yang inklusif, humanis, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Konsep ini dirancang untuk menjawab tantangan radikalisme, intoleransi, dan sekularisme yang kerap menjadi hambatan dalam menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengacu pada karya-karya Haedar Nashir serta kajian literatur terkait moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama menurut Haedar Nashir tidak hanya berfungsi sebagai strategi teologis, tetapi juga sebagai pendekatan praktis untuk membangun kehidupan beragama yang harmonis dan produktif. Konsep ini melibatkan tiga pilar utama: penguatan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, integrasi budaya lokal dengan nilai-nilai Islam, dan partisipasi aktif umat dalam membangun peradaban. Dengan pendekatan ini, moderasi beragama dapat menjadi solusi efektif dalam menciptakan tatanan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan. Implikasi penelitian ini adalah untuk memperkaya kajian tentang moderasi beragama dalam perspektif Haedar Nashir, yang menekankan pentingnya menjadikan moderasi sebagai state of mind bagi bangsa Indonesia. Kemudian Menambah referensi bagi akademisi dalam memahami konsep Islam Wasathiyah yang diterapkan dalam kehidupan beragama dan berbangsa
TRANSMISSION TAGLINE BISMILLAH SERVES IN INCREASING THE HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) SUMENEP REGENCY EDUCATION POLICY PERSPECTIVE
Transmission of the Tagline Bismillah Serves in Improving the Human Development Index (HDI) of Sumenep Education Policy Perspective. The location of this study, the researcher took the location or object of research on Sapudi Island, Nonggunung District, Gayam, Sakala and Pagerungan Districts, Sapeken District, and Talango. The type of research used is a qualitative research method, this research seeks to obtain information in more depth on the focus of the research. A research approach is a research plan and procedure that consists of steps based on broad assumptions as the basis for determining methods in data collection, analysis or interpretation. This approach is descriptive. The results of this study in 2018 showed that the HDI of Sumenep Regency was 0.16 points lower than that of Pamekasan. However, in 2019, the HDI of Sumenep outperformed the HDI of Pamekasan by 0.28 points. The difference between the HDI achievement of the Sumenep Regency and the HDI of Pamekasan is relatively small, namely 0.88 points in 2022. Sumenep Regency\u27s policy can increase the level of welfare of GTT and teachers who are critical-constructive and strengthened by Education Regulations (Perbub/Perda), so that they can improve the welfare of education and get the Human Development Index. This study shows that the transmission of the tagline "Bismillah Melayani" contributes to Sumenep\u27s HDI through education policies that are oriented towards service, equal access, and learning quality.Transmisi tagline Bismillah berfungsi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Perspektif Kebijakan Pendidikan Sumenep. Lokasi penelitian ini, peneliti mengambil lokasi atau objek penelitian di Pulau Sapudi, Kecamatan Nonggunung, Kabupaten Gayam, Sakala dan Pagerungan, Kecamatan Sapeken, dan Talango. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, penelitian ini berupaya memperoleh informasi lebih mendalam tentang fokus penelitian. Pendekatan penelitian adalah rencana dan prosedur penelitian yang terdiri dari langkah-langkah berdasarkan asumsi yang luas sebagai dasar penentuan metode dalam pengumpulan, analisis atau interpretasi data. Pendekatan ini bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini pada tahun 2018 menunjukkan bahwa IPM Sumenep lebih rendah 0,16 poin dibandingkan Kabupaten Pamekasan. Namun, pada tahun 2019, IPM Sumenep mengungguli IPM Pamekasan sebesar 0,28 poin. Selisih capaian IPM Kabupaten Sumenep dengan IPM Kabupaten Pamekasan tergolong kecil, yakni 0,88 poin pada tahun 2022. Kebijakan Sumenep dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan GTT dan guru yang kritis-konstruktif dan diperkuat oleh Peraturan Pendidikan (Perbub/Perda), sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pendidikan dan mendapatkan Indeks Pembangunan Manusia. Studi ini menunjukkan bahwa transmisi tagline "Bismillah Melayani" berkontribusi pada IPM Sumenep melalui kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pelayanan, akses yang merata, dan kualitas pembelajaran
PENGARUH SENAM DISMENOREA TERHADAP INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 BATURITI
Masa remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang pesat, terutama masa pubertas. Salah satu perubahan biologis yang dialami oleh anak perempuan pada masa ini adalah menstruasi, yang sering kali disertai dengan rasa tidak nyaman saat menstruasi atau dismenorea. Menstruasi merupakan proses alamiah di mana lapisan endometrium rahim dilepaskan secara berkala saat tidak terjadi pembuahan. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk meredakan nyeri haid adalah melalui latihan dismenorea. Jenis latihan ini menekankan peregangan otot perut, panggul, punggung bawah dan secara bertahap dapat meningkatkan relaksasi. Bila dilakukan secara konsisten, latihan ini dapat meredakan ketidaknyamanan dengan memicu pelepasan hormon alami endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri sehingga meningkatkan kenyamanan, suasana hati, dan sirkulasi oksigen ke otot.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan dismenorea terhadap intensitas nyeri haid primer pada remaja putri di SMP Negeri 1 Baturiti. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 48 orang remaja putri. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah uji (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa latihan dismenorea efektif dalam meredakan nyeri haid. Berdasarkan hasil ini, diharapkan remaja putri dapat menerapkan bentuk latihan ini sebagai strategi alternatif untuk mengatasi ketidaknyamanan saat haid
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN PRODUK TERBAIK MENGGUNAKAN METODE MOORA PADA PT GLOBAL ASIA SINERGI
Proses pemilihan produk terbaik menjadi elemen penting dalam strategi bisnis PT Global Asia Sinergi dalam peningkatan daya saing di pasar yang kompetitif. Proyeksi ini berfokus pada pengembangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menilai produk terbaik dengan menerapkan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA), dalam menghasilkan seleksi produk secara lebih objektif dan sistematis. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi yang melibatkan pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta kajian literatur. Sementara itu, pengembangan sistem dilakukan dengan metode Waterfall, yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu perencanaan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode MOORA dalam SPK mampu meningkatkan akurasi serta efisiensi dalam proses penilaian produk, sehingga mendukung manajemen dalam mengambil keputusan secara lebih cepat, terukur, dan berbasis data. Implementasi sistem ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi produk terbaik dengan lebih optimal serta memperkuat efektivitas dalam mengambil keputusan bisnis perusahaan
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata dan Konservasi Sumber Mata Air Desa Bendolo Kabupaten Nganjuk Sebagai Upaya Pengembangan Clean Water and Sanitation
Desa Bendolo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk dengan potensi sumber daya air yang melimpah. Potensi yang dimiliki oleh Desa Bendolo kurang dapat diimbangi oleh peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan kawasan potensial tersebut. Program SWASITA merupakan program yang dibentuk guna memberdayakan kelompok sadar wisata yang berfokus pada pengembangan potensi sumber mata air sebagai kawasan konservasi sekaligus wisata yang menarik. Program SWASITA telah dijalankan oleh kelompok sadar wisata Desa Bendolo yang mana anggota dari kelompok tersebut merupakan karang taruna dan masyarakat Desa Bendolo. Melalui Program SWASITA yang telah dijalankan, kelompok sadar wisata berhasil memetakan 6 sumber mata air dikawasan Desa Bendolo, melakukan rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon, serta pelatihan pemetaan sebagai penerapan aplikasi teknologi kepada kelompok sadar wisata. Terdapat buku panduan mitra sebagai media keberlanjutan program
Workshop Penguatan Penerapan Model Project Based Learning Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Inpres Lewidewa
Model project based learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk diterapkan dalam implementasi kurikulum merdeka. Namun kenyataannya, penerapan model tersebut masih minim diterapkan oleh guru di sekolah mitra. Penyebabnya adalah minimnya keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL yang sesuai dengan sintaks pembelajaran dan prinsip-prinsip kurikulum merdeka. Sekolah yang menjadi mitra sasaran dalam kegiatan ini yaitu SDN inpres Lewidewa dengan jumlah guru yang mengikuti kegiatan sebanyak 16 guru. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu metode workshop. Hasil kegiatan menunjukkan secara keseluruhan terdapat peningkatan keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL sesuai tahapan sintaks pembelajaran sebesar ±75 % pada kategori “Baik”, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah mitra
Peningkatan Keterampilan Guru SDN Sondosia Dalam Menyusun LKPD Berbasis Model Project Based Learning
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL). Model PjBL dipilih karena dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui proyek nyata yang menstimulasi kreativitas, keterampilan problem solving, dan kerja sama. Sekolah yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini yaitu SDN Sondosia dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 14 guru. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam serta teknik penyusunan LKPD yang sesuai dengan sintaks model PjBL. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan keterampilan guru dalam menyusun LKPD berbasis PjBL yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kemampuan yang diperoleh guru sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan dengan persentase peningkatan sebesar 62,50% pada kategori cukup. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dan diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar