Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
    1401 research outputs found

    ANALISIS KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN CADMIUM (CD) PADA IKAN DEMERSAL DI TEMPAT PELELANGAN IKAN KABUPATEN LAMONGAN

    Full text link
    Demersal fish live on the bottom of rocky, sandy, muddy, and craggy ocean with low mobility. Heavy metals settle to the bottom of waters since they have a greater specific gravity than seawater, resulting in a greater chance of entering the body of fish through the food chain process so that they can accumulate. This study aims to analyse the levels of heavy metals lead (Pb) and cadmium (Cd) in the liver, kidney, and meat organs of demersal fish in Lamongan Regency. Descriptive research with purposive sampling method is employed in this research. Analysis of heavy metal levels was conducted using a UV-Vis Spectrophotometer. The maximum limit of lead and cadmium in SNI 2729:2013 is 0.3 mg/kg and 0.1 mg/kg. Liver, kidney, and meat organs in 10 demersal fish species were positive for lead contamination, yet the levels did not exceed the limit. Liver, kidney, and meat organs in 10 types of demersal fish were positively contaminated with cadmium; in meat, there was 1 type of fish (10%) exceeding the limit, namely kuniran fish at 0.170 mg/kg; in the liver, there were 5 types of fish (50%) exceeding the limit, namely senangin fish at 0.124 mg/kg, swanggi fish at 0.129 mg/kg, spiny fish at 0.116 mg/kg, snapper fish at 0.103 mg/kg, and stingray at 0.101 mg/kg; and in the kidney, there were 4 fish species (40%) exceeding the limit, namely grouper at 0.169 mg/kg, kuniran fish at 0.129 mg/kg, kurisi fish at 0.117 mg/kg, and spiny fish at 0.109 mg/kgIkan demersal adalah ikan yang hidup di dasar perairan dengan lingkungan bebatuan, pasir, lumpur dan karang dengan mobilitas yang rendah. Logam berat memiliki berat jenis lebih besar dibanding air laut sehingga mengendap di dasar perairan dan berpeluang besar untuk masuk dalam tubuh ikan melalui proses rantai makanan sehingga dapat terakumulasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar logam berat timbal (Pb) dan cadmium (Cd) pada ikan demersal di Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kadar logam berat timbal dan cadmium pada organ hati, ginjal dan daging ikan demersal hasil tangkapan di Kabupaten Lamongan. Analisis kadar logam berat dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Batas aman timbal pada SNI 2729:2013 yaitu maks. 0,3 mg/kg. Organ hati, ginjal dan daging pada 10 jenis ikan demersal positif tercemar timbal, namun kadarnya tidak melebihi batas. Batas aman cadmium pada SNI 2729:2013 yaitu maks. 0,1 mg/kg. Organ hati, ginjal dan daging pada 10 jenis ikan demersal positif tercemar cadmium, pada daging 1 jenis ikan (10%) melebihi batas yaitu ikan kuniran sebesar 0,170 mg/kg, pada hati 5 jenis ikan (50%) melebihi batas yaitu ikan senangin sebesar 0,124 mg/kg, ikan swanggi sebesar 0,129 mg/kg, ikan cucut sebesar 0,116 mg/kg, ikan kakap sebesar 0,103 mg/kg dan ikan pari sebesar 0,101 mg/kg dan pada ginjal 4 jenis ikan (40%) melebihi batas yaitu ikan kerapu sebesar 0,169 mg/kg, ikan kuniran sebesar 0,129 mg/kg, ikan kurisi sebesar 0,117 mg/kg dan ikan cucut sebesar 0,109 mg/kg

    KEPEDULIAN DAN KESADARAN KONSUMEN MENGONSUMSI PRODUK SAYUR/BUAH ORGANIK DI PASAR MODERN, SURABAYA

    Full text link
    In today’s modern era, public awareness of healthy living is steadily increasing. One of the key aspects of maintaining health is the consumption of fruits and vegetables, which serve as vital sources of essential nutrients. The growing demand reflects an increasing societal awareness of the importance of incorporating fruits and vegetables into a healthy diet. However, consumers\u27 purchasing decisions regarding organic products are influenced by specific factors. This study aims to analyze the level of consumer awareness and the determinants influencing the purchase decisions of organic fruits and vegetables in modern markets across Surabaya City. Data were collected from 385 respondents using accidental sampling at eight modern markets. Consumer awareness was measured using a Likert Scale based on five key indicators: knowledge, attitude, consumption behavior, willingness to pay, and accessibility. Factor analysis was conducted using PLS-SEM. The results show that 39.74% of respondents had a very high level of awareness and 60.26% had a high level of awareness regarding organic products, particularly among individuals aged over 55 and those with an income above IDR 6,000,000. This awareness is reflected in consumers’ understanding of the health and environmental benefits of organic products. Path analysis revealed that personal preference, health knowledge, price, availability, income, and location significantly influenced purchasing decisions. In contrast, product quality and taste were not significant, likely due to the limited variety of organic products available in modern markets. These findings highlight the dominance of practical and contextual factors in purchasing decisions, indicating that accessibility and affordability play a more decisive role than intrinsic product attributes in markets with limited options.   Keyword: Consumer Awareness; Fruit; Vegetable; Organic; Modern Market.Dalam era modern ini, kesadaran masyarakat tentang hidup sehat semakin meningkat. Salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan adalah melalui konsumsi buah dan sayur, yang merupakan sumber gizi dan nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. Permintaan yang meningkat menandakan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya mengonsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan sehat. Meskipun begitu, keputusan pembelian konsumen terhadap produk organik dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran konsumen dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian produk sayur/buah organik di pasar modern Kota Surabaya. Data dikumpulkan dari 385 responden melalui metode accidental sampling di delapan pasar modern. Tingkat kesadaran konsumen diukur menggunakan Skala Likert berdasarkan lima indikator utama: pengetahuan, sikap, perilaku konsumsi, kesiapan membayar, dan aksesibilitas. Analisis faktor dilakukan menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39,74% responden memiliki tingkat kesadaran sangat tinggi dan 60,26% memiliki kesadaran tinggi terhadap produk organik, terutama dari kelompok usia di atas 55 tahun dan berpendapatan lebih dari Rp6.000.000. Kesadaran ini tercermin dalam pemahaman konsumen tentang manfaat kesehatan dan lingkungan dari produk organik. Hasil path analysis menunjukkan preferensi pribadi, pengetahuan kesehatan, harga, ketersediaan, pendapatan, dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, variabel kualitas dan rasa tidak berpengaruh signifikan, yang diduga akibat keterbatasan pilihan produk organik di pasar modern. Temuan ini mencerminkan dominasi faktor praktis dan kontekstual dalam pengambilan keputusan, dimana aksesibilitas dan keterjangkauan lebih menentukan dibanding atribut intrinsik produk dalam pasar dengan pilihan terbatas.   Kata kunci: Kesadaran Konsumen; Buah; Sayur; Organik; Pasar Modern

    Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penyusunan Asesmen bagi Guru Bahasa Inggris Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Malang

    Full text link
    Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi guru Bahasa Inggris Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Malang dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dan penyusunan asesmen dengan menggunakan metode Partisipatory Action Research (PAR). Tahap perencanaan meliputi observasi dan wawancara dengan guru Bahasa Inggris, dimana hasil observasi mengindikasikan kebutuhan mendesak dalam pendampingan implementasi kurikulum merdeka dan penyusunan asesmen. Tahap pelaksanaan yaitu memberikan pelatihan dengan mengundang narasumber yang ahli di bidang kurikulum dan asesmen, dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan praktik penyusunan asesmen. Tahap evaluasi melibatkan refleksi dan angket yang dibagikan kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendampingan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka dan pembuatan asesmen. Namun, ditemukan beberapa kendala dalam penyusunan asesmen diantaranya pemilihan soal dan penentuan rubrik yang sesuai dengan kemampuan siswa yang beragam. Implikasi dari kegiatan ini adalah perlunya pelatihan lanjutan untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam menyusun asesmen yang relevan dan efektif

    Penyuluhan Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil di Desa Linggalaksana Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya

    Full text link
    Stunting merupakan keadaan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak. Malnutrisi atau kekurangan gizi jangka panjang (kronis) adalah penyebab utama stunting. Kekurangan gizi bisa terjadi saat bayi masih dalam kandungan yang diakibatkan kurangnya asupan nutrisi dari ibunya.  Kasus stunting di Desa Linggalaksana Kecamatan Cikatomas menempati peringkat ke-empat tertinggi. Penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang stunting termasuk penyebab dan cara mencegahnya terhadap ibu hamil di Desa Linggalaksana, Cikatomas.  Kegiatan penyuluhan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan presentasi, dan diakhiri dengan post-test sebagai tolak ukur pemahaman masyarakat terhadap materi yang disampaikan. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting dengan nilai rata-rata sebelum penyuluhan adalah 41,67±9,85 dan meningkat signifikan menjadi 80,00±9,83 (p<0.05) setelah penyuluhan dilaksanakan. Peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait stunting diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi kejadian stunting di Desa Linggalaksana. &nbsp

    Edukasi Pernikahan Dini dan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri SMKS Ar Rizqi Bina Insani Cijuhung dalam Upaya Pencegahan Stunting

    Full text link
    Penyebab tingginya jumlah anak yang mengalami stunting di Indonesia adalah pernikahan dini dan anemia akibat rendahnya konsumsi tablet tambah darah (TTD).  Remaja putri merupakan calon ibu masa depan yang sangat penting untuk memutus siklus stunting dengan meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan mereka sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting dengan mengedukasi mereka tentang bahaya pernikahan dini dan pentingnya konsumsi TTD secara rutin. Kegiatan ini berlangsung di SMKS Ar Rizqi Bina Insani Cijuhung, Tasikmalaya, dan diikuti oleh 26 peserta. Intervensi dilakukan melalui presentasi edukatif berbasis media leaflet yang membahas risiko pernikahan dini, dan manfaat TTD. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan setelah intervensi (p<0,05), dengan 92,3% responden berada pada kategori baik. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis leaflet yang dikombinasikan dengan pemberian TTD efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk mencegah stunting

    MANGOSTIN PADA KANKER PAYUDARA DAN POTENSI TERAPEUTIK

    Full text link
    Mangostin, the main bioactive compound found in mangosteen rind (Garcinia mangostana), has shown great potential as a therapeutic agent in the treatment of breast cancer. Breast cancer is the most common type of cancer in the world, causing millions of deaths each year. This study aims to activate the mechanism and therapeutic potential of mangostin in inhibiting the growth and spread of breast cancer cells through systematic literature review. The research method involved a literature search using the PubMed database with keywords such as "mangostin", "breast cancer", "mechanism", and "therapeutic potential". Articles selected based on inclusion criteria included in vitro and in vivo studies discussing the effects of mangostin on breast cancer cells and their molecular mechanisms. The results of the literature review showed that α-mangostin has various mechanisms in killing cancer cells, including inhibiting the cell cycle in the G1 phase, inducing apoptosis through the PI3K/AKT and MOAP-1/BAX signaling pathways, and inhibiting migration and metastasis by increasing cellular ROS levels and suppressing CXCR4 mRNA expression. In addition, α-mangostin inhibits kinase activity that is important for cancer cell development and induces endoplasmic reticulum stress and autophagy, which contribute to the apoptotic effect. In conclusion, α-mangostin shows great potential as an effective therapeutic agent in the treatment of breast cancer through various molecular mechanisms

    KARAKTERISTIK SUPERVISI AKADEMIK HUMANIS: Transformasi Pendampingan Guru Menuju Pembelajaran Bermutu

    Full text link
    Academic supervision is one of the strategic instruments in education management to improve teachers\u27 professional competence and the quality of learning in schools. In contrast to conventional supervisory patterns that are authoritarian, academic supervision emphasizes a democratic, collaborative, and constructive approach that positions teachers as partners in the coaching process. This study aims to outline the characteristics of effective academic supervision and its relevance to improving teacher performance in madrasas. The research method used is library research by examining various sources of literature, educational regulations, and relevant previous research results. The results of the study show that effective academic supervision has main characteristics, including based on a scientific approach, based on humanist relationships, oriented towards teacher professional development, and constructive and sustainable. In addition, the clinical supervision model is one of the prominent forms of academic supervision, with stages of planning, observation, and feedback carried out dialogically. The implementation of these characteristics has an impact on increasing teachers\u27 pedagogic competence, optimizing learning management, and forming a quality culture in the school environment. Thus, the implementation of planned, collaborative, and continuous academic supervision is the key to developing teacher professionalism and improving the quality of education in madrasas.Supervisi akademik merupakan salah satu instrumen strategis dalam manajemen pendidikan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dan kualitas pembelajaran di sekolah. Berbeda dengan pola pengawasan konvensional yang bersifat otoriter, supervisi akademik menekankan pendekatan demokratis, kolaboratif, dan konstruktif yang memposisikan guru sebagai mitra dalam proses pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan karakteristik supervisi akademik yang efektif serta relevansinya terhadap peningkatan kinerja guru di madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur, regulasi pendidikan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang efektif memiliki karakteristik utama, antara lain berbasis pendekatan ilmiah, berlandaskan hubungan humanis, berorientasi pada pengembangan profesional guru, serta bersifat konstruktif dan berkelanjutan. Selain itu, model supervisi klinis menjadi salah satu bentuk supervisi akademik yang menonjol, dengan tahapan perencanaan, observasi, dan umpan balik yang dilakukan secara dialogis. Implementasi karakteristik tersebut berdampak pada meningkatnya kompetensi pedagogik guru, optimalisasi pengelolaan pembelajaran, serta terbentuknya budaya mutu di lingkungan sekolah. Dengan demikian, penerapan supervisi akademik yang terencana, kolaboratif, dan berkesinambungan menjadi kunci dalam mengembangkan profesionalisme guru dan meningkatkan mutu pendidikan di madrasah

    CONTEMPORARY ISLAMIC THOUGHT: Challenges and Solutions in Da\u27wah in the Digital Era

    Full text link
    Contemporary Islamic thought in da\u27wah faces major challenges in the digital era, including the rapid development of information technology that affects people\u27s understanding of Islamic teachings and the increasing flow of secular and liberal thought. On the one hand, the digital era provides a great opportunity to spread Islamic values more widely and effectively. This research aims to examine the challenges faced by contemporary Islamic da\u27wah in the digital era and offer relevant solutions. The research method used is a literature study with a qualitative approach, which analyzes various sources related to Islamic thought, da\u27wah, and digital technology. The results of the study show that the first challenge faced by Islamic da\u27wah in the digital era is the shift in communication media. The second challenge is the issue of religious authority in digital da\u27wah. Digital platforms allow anyone to express their views on religion, including those who do not have an adequate religious education background. To overcome these challenges, contemporary Islamic thought offers several solutions in the context of da\u27wah in the digital era. The first solution is to develop a more creative and adaptive da\u27wah approach to technology. The second is the importance of verifying and curating da\u27wah information in digital media. The implication of this research is that contemporary Islamic thought faces the challenges of digitalization, but also offers innovative da\u27wah solutions. The wise use of technology can increase the effectiveness of the spread of moderate and relevant Islamic teachings for modern society.Pemikiran Islam kontemporer dalam dakwah menghadapi tantangan besar di era digital, termasuk pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam dan meningkatnya arus pemikiran sekuler dan liberal. Di satu sisi, era digital memberikan peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai Islam secara lebih luas dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan yang dihadapi dakwah Islam kontemporer di era digital dan menawarkan solusi yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang menganalisis berbagai sumber terkait pemikiran Islam, dakwah, dan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan pertama yang dihadapi dakwah Islam di era digital adalah pergeseran media komunikasi. Tantangan kedua adalah isu otoritas agama dalam dakwah digital. Platform digital memungkinkan siapa saja untuk mengungkapkan pandangan mereka tentang agama, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang memadai. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemikiran Islam kontemporer menawarkan beberapa solusi dalam konteks dakwah di era digital. Solusi pertama adalah mengembangkan pendekatan dakwah yang lebih kreatif dan adaptif terhadap teknologi. Kedua adalah pentingnya verifikasi dan kurasi informasi dakwah di media digital. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pemikiran Islam kontemporer menghadapi tantangan digitalisasi, tetapi juga menawarkan solusi dakwah yang inovatif. Penggunaan teknologi yang bijak dapat meningkatkan efektivitas penyebaran ajaran Islam yang moderat dan relevan bagi masyarakat modern

    THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN REALIZING RELIGIOUS MODERATION AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan Islam dalam mewujudkan moderasi beragama di kalangan siswa sekolah dasar. Dalam konteks global yang semakin plural, moderasi beragama menjadi penting untuk diajarkan sejak usia dini agar generasi muda memiliki pemahaman yang seimbang, toleran, dan tidak terjebak dalam sikap ekstremis. Pendidikan agama Islam di SDIT Insan Kamil 2 dianggap sebagai sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, yang mencakup sikap terbuka, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDIT Insan Kamil 2. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, observasi pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum dan program kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam memiliki peran yang signifikan dalam membentuk sikap moderat pada siswa. Pembelajaran agama Islam yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemahaman teks-teks agama, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai toleransi, dialog antaragama, dan penghindaran sikap intoleransi serta kekerasan. Pendidikan agama Islam juga mencakup kegiatan praktis, seperti dialog lintas agama, pembelajaran tentang sejarah Islam yang mengajarkan keberagaman, serta proyek sosial yang memperkenalkan siswa pada berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, sekolah ini berhasil menanamkan prinsip-prinsip moderasi beragama melalui pendekatan yang kontekstual dan berbasis nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil-‘alamin.This study aims to examine the role of Islamic education in realizing religious moderation among elementary school students. In an increasingly plural global context, religious moderation is important to be taught from an early age so that the younger generation has a balanced, tolerant, and not trapped in extremist attitudes. Islamic religious education at SDIT Insan Kamil 2 is considered an effective means of instilling the values of religious moderation, which include openness, tolerance, and respect for differences. This research uses a qualitative approach with a case study method at SDIT Insan Kamil 2. Data were collected through interviews with teachers, learning observations, and analysis of curriculum documents and extracurricular activity programs related to religious moderation. The results of the study show that Islamic religious education has a significant role in shaping a moderate attitude in students. Islamic religious learning is carried out not only on understanding religious texts, but also on instilling the values of tolerance, interreligious dialogue, and avoiding intolerance and violence. Islamic religious education also includes practical activities, such as interfaith dialogue, learning about Islamic history that teaches diversity, as well as social projects that introduce students to different walks of life. Thus, this school has succeeded in instilling the principles of religious moderation through a contextual approach and based on Islamic values that are rahmatan lil-\u27alamin

    JOB ANALYSIS AS A TEACHER RECRUITMENT AND DEVELOPMENT STRATEGY IN ISLAMIC EDUCATION

    Full text link
    Job analysis is a fundamental aspect in the recruitment and development process of teaching staff in Islamic educational institutions. This study aims to identify and analyze effective strategies in the application of job analysis to improve the quality of teacher recruitment and professional development. This study uses a qualitative approach with a case study method. The data was collected through in-depth interviews with principals and teachers at one of the private Islamic schools who have implemented the practice of job analysis systematically. The results of the study show that work analysis carried out in a structured manner is able to provide detailed information about the duties, responsibilities, and competencies required of a teacher. The findings also revealed that clear job descriptions simplify the selection process for prospective teachers and become an important basis for the preparation of training programs and sustainable teacher career development. The conclusion of this study confirms that an integrated job analysis strategy in the human resource management of Islamic education can increase the effectiveness of the recruitment process as well as the quality of teacher development. The practical implications of these findings suggest that Islamic educational institutions need to develop a systematic, institutional needs-based work analysis system as an integral part of educational strategic planning.Analisis pekerjaan merupakan aspek fundamental dalam proses rekrutmen dan pengembangan tenaga pengajar di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi efektif dalam penerapan analisis pekerjaan guna meningkatkan mutu rekrutmen dan pengembangan profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru di salah satu sekolah Islam swasta yang telah menerapkan praktik analisis pekerjaan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pekerjaan yang dilakukan secara terstruktur mampu memberikan informasi rinci mengenai tugas, tanggung jawab, serta kompetensi yang dibutuhkan dari seorang guru. Temuan juga mengungkap bahwa deskripsi pekerjaan yang jelas mempermudah proses seleksi calon guru dan menjadi dasar penting dalam penyusunan program pelatihan serta pengembangan karier guru secara berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa strategi analisis pekerjaan yang terintegrasi dalam manajemen sumber daya manusia pendidikan Islam dapat meningkatkan efektivitas proses rekrutmen sekaligus kualitas pengembangan guru. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam perlu mengembangkan sistem analisis pekerjaan yang sistematis dan berbasis kebutuhan institusional sebagai bagian integral dari perencanaan strategis pendidikan

    1,211

    full texts

    1,401

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇