Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
690 research outputs found
Sort by
Evaluasi Pola Distribusi Stasiun Hujan Kota Medan
Stasiun hujan merupakan aspek penting dalam Analisa hidrologi yang berfungsi sebagai tempat didirikannya alat pengukur curah hujan yang mana dapat memberikan informasi mengenai besaran jumlah hujan yang jatuh pada suatu Kawasan. Banyaknya stasiun hujan dalam sistem kawasan harus direncanakan dan didistribusikan dengan optimal agar hasil yang diperoleh efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun hujan Medan yaitu Stamar Belawan, Helvetia dan BBMKG Wil 1 dengan tujuan evaluasi pola distribusi atau kerapatan stasiun hujan Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluative kemudian dianalisis dengan Kagan Rodda. Hasil evaluasi luas total daerah pengaruh sebesar 39.85 km2 dengan menggunakan Poligon Thiessen dan ArcGIS 10.82. Dalam hal ini stasiun helvetia merupakan stasiun dengan luas daerah pengaruh terbesar yaitu 28.30 Km2 atau sama dengan 71% dari luas total. Rasionalisasi dengan Kagan-Rodda menghasilkan panjang sisi segitiga (L) adalah 3.02 Km. Kebutuhan stasiun hujan Kota Medan dianggap telah mampu mewakili seluruh kawasan Kota Medan dengan nilai kesalahan pemerataan <5% adalah 4.83%
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTAR DAN JENIS PAHAT TERHADAP NILAI KEKASARAN HASIL PEMBUBUTAN BAJA ST 42
Prosedur pemesinan yang baik sangat penting untuk produksi barang berkualitas tinggi. Setiap jenis pemesinan menghasilkan permukaan rabat dengan sifat unik, di antaranya adalah kekasaran atas. Ini karena prosedur pemotongan bervariasi. Dalam penyelidikan kuantitatif ini, menggunakan alat potong HSS dan material diputar pada 330 rpm dan 660 rpm. dan 900rpm. Selanjutnya, kekasaran dievaluasi menggunakan pemotong karbida kompatibel bubut yang digunakan untuk membandingkan pengaruh kecepatan mesin terhadap kekasaran atas baja ST 42. Subyek penelitian adalah baja ST 42 yang nilai bakunya dipengaruhi oleh proses pembubutan yang menggunakan pahat HSS dan karbida serta putaran mesin. Prosedur pemesinan yang baik untuk produksi material berkualitas tinggi. Setiap jenis pemesinan menghasilkan permukaan rabat dengan sifat unik, di antaranya adalah kekasaran atas. Ini karena prosedur pemotongan bervariasi. Dalam penyelidikan kuantitatif ini, alat pemotong HSS diputar dengan kecepatan 330 rpm, 600 rpm, dan 900 rpm. Selanjutnya kekasaran dievaluasi dengan menggunakan roughness tester (TR220) yang kemudian digunakan untuk mengukur kekasaran. Melalui penggunaan metode observasi, bahan penelitian dikumpulkan. Dengan pendekatan ini, subjek penelitian diperiksa secara langsung mulai dari tahap awal pembuatan alat dan bahan hingga tahap pengujian. Hasil analisis menunjukkan kekasaran R-curve (Ra) homogen, yang kemudian dilakukan uji foto makro untuk menguji pengaruh kekasaran terhadap visual dan struktur material pada berbagai alat pada kecepatan putaran mesin 330 rpm, 660 rpm, dan 900 rpm pada penelitian ini
Peran Penting Model Pelatihan Maximizing 15-Minutes (M1ME) Pada Departemen Host Service di Alila Seminyak: Perspektif Manajer
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi dari Maximizing 15-Minutes (M1ME) Training pada Host Service Department Alila Seminyak dari Perspektif Manager. Data penelitian ini dikumpulkan dari kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 23. Hasilnya menunjukkan bahwa Pelatihan Maximizing 15-Minutes (M1ME) berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kualitas, persepsi biaya, persepsi volume/produksi, persepsi efisiensi, persepsi kepatuhan, keamanan yang dirasakan, kepuasan karyawan yang dirasakan, kepuasan pelanggan yang dirasakan, respon pelanggan yang dirasakan dan respon pasar di Alila Seminyak
Work-Life Balance, Take Home Pay and Workplace Environment: Which One has the Most Influence toward Employee Performance on Gen Z?
The business landscape is changing significantly and increasing the intensity of competition among companies around the world. Under these conditions, companies need to focus on improving the performance of their employees so that they have a better competitive advantage than their competitors. Various strategies that can be considered, for example, are through a work-life balance, take home pay, and workplace environment. This study aimed to analyze and determine the effect of work-life balance, take home pay, and workplace environment toward employee performance of Gen Z in Indonesia. The approach used was a quantitative approach, with data obtained from Gen Z who worked in private companies in Indonesia from March to July 2023. During the data collection period, a sample of 202 respondents was obtained through an online survey mechanism. The data collected was then analyzed using multiple linear regression analysis involving control variables in the form of gender and marital status, so that five different analysis models were obtained. The results of the study showed that: a) work-life balance has a positive and significant effect on employee performance; b) take home pay has a positive and significant effect on employee performance; c) workplace environment has a positive but not significant effect on employee performance; d) collectively, work-life balance, take home pay, and workplace environment have a positive and significant effect on employee performance, and; e) take home pay was proven to be the dominant variable in influencing employee performance of Gen Z in Indonesia who are chosen as the research sample
ANALISIS BEBAN PENDINGIN PADA RESTORASI KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG CR400AF UKURAN 25 x 3,36 x 2,05 M KAPASITAS 75 ORANG
Beban pendinginan pada kereta di pengaruhi oleh suhu lingkungan dan struktur ruang penumpang kereta tersebut. EMU KCIC 400AF dilengkapi dengan kereta restorasi, dimana terdapat berbagai perlengkapan yang mebutuhkan daya, serta beberapa jenis makanan. Sehingga, penumpang harus tetap merasa nyaman dengan sirkulasi sistem pengondisian udara Air Conditioning (AC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban pendingin dengan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference) dan mengetahui beban pendingin dengan metode OTTV (Overall Thermal Transfer Value) pada kereta restorasi EMU CR400AF. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung beban pendingin pada kereta restorasi EMU CR400AF. Pengambilan data dan spesifikasi melalaui Dokumen Spesifikasi Teknis CR400AF (China Railway Rollingstock Corporation) dan dokumen pendukung lainnya. Penelitian dilanjutkan dengan menghitung nilai OTTV dari kereta makan EMU CR400AF dan nilai OTTV yang didapat diteruskan dengan menghitung beban pendingin dengan metode CLTD. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengondisian udara kereta makan EMU CR400AF menggunakan AC paket dimana komponennya terletak di salah satu ujung atas kereta. Nilai OTTV pada kereta makan sebesar 11, 626 Watt/m. Nilai total beban pendingin dengan metode CLTD meliputi beban internal dan beban eksternal yaitu sebesar 40.238, 04 W, serta faktor keamanan minimal 10% dari total beban pendingin, sehingga total beban pendingin kereta makan EMU CR400AF yaitu sebesar 44.261, 844 W atau 44, 26 kW. Spesifikasi dari sistem Air Conditioning kereta makan EMU CR400AF memiliki kapasitas sebesar 45 kW, sehingga dapat disimpulkan bahwa satu unit Air Conditioning yang terpasang pada kereta dapat memenuhi beban pendingin pada kereta makan yang berada di kereta nomor 5. Nilai daya kompresor yang digunakan pada AC kereta makan EMU CR400AF yaitu sebesar 9 kW.Kata kunci: Sistem Pengkondisian Udara, Beban pendingin, Kereta Makan CR400AF, OTTV, CLTD ABSTRACTThe cooling load on the train is affected by the ambient temperature and the structure of the passenger compartment of the train. The EMU CR400AF is equipped with a restoration car, where there are various equipment that require power, as well as several types of food. So, passengers must still feel comfortable with the circulation of the Air Conditioning (AC) system. This study aims to determine the cooling load using the CLTD (Cooling Load Temperature Difference) method and determine the cooling load using the OTTV (Overall Thermal Transfer Value) method on the EMU CR400AF restoration car. The approach in this research is a quantitative approach. The research was conducted by calculating the cooling load on the EMU CR400AF restoration carriage. Retrieval of data and specifications through CRRC (China Railway Rollingstock Corporation) documents and other supporting documents. The research was continued by calculating the OTTV value of the EMU CR400AF dining car and the OTTV value obtained was continued by calculating the cooling load using the CLTD method. The results obtained from this study indicate that the EMU CR400AF dining car air conditioning system uses an AC package where the components are located at one end of the train. The OTTV value for the dining car is 11.626 Watt/m. The total value of the cooling load using the CLTD method includes internal load and external load which is equal to 40,238.04 W, as well as a minimum safety factor of 10% of the total cooling load, so that the total cooling load for the EMU CR400AF train is 44,261.844 W or 44.26 kW. The specifications of the EMU CR400AF dining car Air Conditioning system have a capacity of 45 kW, so it can be concluded that one Air Conditioning unit installed on the train can meet the cooling load on the dining car which is on train number 5. The value of the compressor power used in the EMU CR400AF dining car air conditioner is 9 kW.Keywords: Air Conditioning System, Cooling Load, CR400AF dinning car, OTTV, CLT
Mind Mapping and Positive Mental Attitude to Enhance Secretarial Duties
Mind mapping is a powerful graphic technique that provides universal keys to unlocking the brain's potential. It has been proven through studies that work performance, including secretarial duties, are affected significantly by how an individual manage their thinking. Hypothetically, mind-mapping, one of the techniques to organize thoughts and produce creative ideas, could help enhance desired mental attitude (one of our mind’s product) which in turn direct the secretarial duties completion with the desired result. The study is observing and finding patterns of how mind-mapping affects one’s mental attitude and enhance her secretarial duties performance. The findings show that the mind mapping skills support the functions of an office administration personnel in planning and executing plans. The respondents showed they used graphs, figures, and symbols in planning and executing the plan. The findings regarding mental attitude supporting Secretarial Skills also indicate that most of the mental attitude aspects support secretarial skills
Implementasi Kebijakan Kesejahteraan Sosial Pada Adaptasi Sosial Mahasiswa Difabel dalam Proses Pembelajaran
This study focuses on the implementation of Social Welfare policies on social adaptation in the learning process of students with disabilities in the Sociology Study Program of UIN Sunan Kalijaga. Efforts to fulfill accessibility have been carried out by the Difabel Service Center of UIN Sunan Kalijaga to make the learning process easier. However, these efforts do not deny that there are still obstacles for students with disabilities in participating in the learning process. This study uses a qualitative method. Collecting data through observation, interviews, and documentation. The interviews involved 8 disabled students, 7 non-disabled students, and 4 lecturers. The results showed that there was an adaptation stage in the learning process of students with disabilities in the Sociology Study Program, namely 1) Honeymoon, students with disabilities felt happy when accepted at UIN Sunan Kalijaga, 2) Culture Shock, various obstacles appeared in the learning process, 3) Recovery, program students Sociology Studies with disabilities try to overcome obstacles and apply them continuously, 4) Adjustments, students with disabilities in the Sociology Study Program are getting used to the learning process at UIN Sunan Kalijaga.
Analisa Aerodinamika Airfoil NACA 4412 Bentuk SemiInverse-Tapper Tipe HAWT (Horizontal Axis Wind Turbine)
Wind turbine blades are using to drive generator, in the blades there are airfoils that can produce lift force. One that affects the airfoil performance is angle of attack (AOA). This study was conducted to analyze the aerodynamics of the NACA 4412 semi inverse-tapper airfoil. The material is using PVC with an airfoil size (length 20 cm, a base chord 13.26 cm and a tip chord 12 cm) at wind speed 3 m/s, 5 m/s, 7 m/s, 9 m/s and 12 m/s. The test was performed by experimental method by using wind tunnel and simulation with solidwork application, the results of two methods are compared for analysis. The results of research show that more fast the wind speed that strikes the airfoil, more greater the value of lift force and drag force, this is directly proportional to the value of lift coefficient and drag coefficient, the best angle of attack for airfoil type NACA 4412 semi inverse-tapper form angular position angle of attack 5 ° at wind speed 3 m/s. Keywords : angel of attack, HAWT, NACA 4412, semi inverse-tappe
Potret Tentang Layanan Pendidikan Tinggi Di Malang Raya
This study aims to determine the perceptions of external and internal customers (lecturers, education staff) on the services received from educational institutions. This research is included in the type of descriptive research using qualitative methods. The research locations selected in this study were in three areas in Malang Raya. Conceptually, higher education services are good enough, but some field findings indicate that there are things that need to be improved. However, there are efforts to increase income from the education service sector. While education is an obligation of the State and the rights of citizens. Unfortunately, then there are donations for education from the community. The process, stages, methods, allocations and policies related to educational contributions from the community need to be considered for evaluation. The miscalculation between donations from the public and reported contributions needs to be taken into account. In addition to these problems, the rights of education service users have not been fully fulfilled by universities. This educational service is considered a failure by the community if the community feels they are still getting a different (i.e. lower) standard of service than the public service received by the community in other countries.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelanggan eksternal dan internal (dosen, tenaga kependidikan) terhadap layanan yang diterima dari satuan lembaga Pendidikan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian diskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah di tiga daerah di Malang Raya. Secara konseptual, layanan perguruan tinggi sudah cukup baik akan tetapi beberapa temuan lapangan menunjukkan adanya hal-hal yang perlu ditingkatkan. Meskipun demikian, ada upaya meningkatkan pendapatan dari sektor layanan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah kewajiban Negara dan hak warga Negara. Sayangnya, kemudian ada sumbangan untuk pendidikan dari masyarakat. Proses, tahapan, cara, peruntukan dan kebijakan terkait sumbangan pendidikan dari masyarakat perlu menjadi perhatian untuk evaluasi. Perhitungan yang tidak sesuai antara sumbangan dari masyarakat dengan sumbangan yang dilaporkan perlu menjadi perhatian. Selain adanya permasalahan tersebut, hak pengguna layanan pendidikan belum sepenuhnya dipenuhi oleh perguruan tinggi. Layanan pendidikan ini dinilai gagal oleh masyarakat jika masyarakat merasa masih memperoleh standar layanan yang berbeda (yaitu lebih rendah) daripada layanan publik yang diterima oleh masyarakat di Negara lainnya
Analisis Tahanan dan Biaya Material Kapal Perikanan Fiberglass Pada Perairan Kabupaten Buton Selatan
Pembuatan kapal nelayan berbahan fiberglass saat ini sedang mengalami perkembangan yang besar. Beberapa faktor yang menjadi keunggulannya adalah karena biaya yang dikeluarkan lebih murah, bahan material yang digunakan kuat dan awet, serta material yang digunakan dapat dengan mudah dijangkau. Saat ini, beberapa pengrajin kapal kayu lebih memilih untuk membuat kapal berbahan fiberglass sehingga produksi tetap bisa dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain dan kapasitas kapal yang cocok digunakan para kelompok nelayan pada skala kecil khususnya didaerah Kabupaten Buton Selatan dengan mempertimbangkan biaya pembuatan kapal dan penggunaan material fiberglass yang digunakan untuk membuat kapal nelayan yang diinginkan. Tersedianya data ukuran geometri kapal yang berasal dari rancangan desain kapal nelayan berdasarkan persepsi masyarakat setempat, kebutuhan masyarakat sertagambaran dan perhitungan tahanan kapal desain. Selain itu penelitian ini digunakan untuk mengetahui data kebutuhan material yang digunakan dalam membuat kapal rancangan tersebut ketika kedepannya akan diproduksi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai tahanan desain kapal dengan menggunakan Aplikasi Maxsurf khususnya Metode Holtrop didapatkan sebesar 1,13 kN, metode Van Oortmerse 2,14 kN, dan metode Fung sebesar 1,79 kN masing-masing pada kecepatan 10 Knot. Ukuran utama kapal yang direncanakan yakni Panjang = 9,1 m, Lebar = 1,2 m, Tinggi 0,9 m dan sarat = 0,4 m dengan biaya pembuatan sebesar Rp 24.566.500,00