Journal of Nahdlatul Ulama Sidoarjo University
Not a member yet
1110 research outputs found
Sort by
Model HOT-Fit dalam Menilai Keberhasilan Implementasi ChatGPT untuk Layanan Pelanggan dan Dampaknya Terhadap Kepuasan Pengguna
Dalam penerapan teknologi ChatGPT, sangat penting untuk menilai sejauh mana pengguna menerima dan merespons aplikasi ini. ChatGPT, yang merupakan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan, semakin populer di kalangan perusahaan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan melalui percakapan berbasis teks. Model HOT-Fit (Human, Organization, Technology Fit) digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi seberapa efektif aplikasi ini dalam memberikan hasil yang diinginkan. Walaupun teknologi ini memiliki berbagai potensi besar, keberhasilannya dalam meningkatkan kepuasan pelanggan sangat dipengaruhi oleh kesesuaian tiga elemen utama dalam model HOT-Fit, yaitu manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kualitas layanan mempengaruhi kepuasan pengguna, bagaimana kepuasan pengguna berdampak pada manfaat yang diperoleh, serta bagaimana faktor-faktor organisasi dapat mempengaruhi manfaat tersebut. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel acak, sebanyak 100 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan melalui metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan koefisien sebesar 0,838 dan nilai C.R. sebesar 6,666. Selain itu, kepuasan pengguna juga memberikan dampak signifikan terhadap manfaat bersih, dengan koefisien sebesar 0,362 dan nilai C.R. sebesar 3,235. Tak kalah penting, faktor organisasi ternyata juga memengaruhi manfaat bersih dengan nilai koefisien 0,506 dan nilai C.R. sebesar 4,271
Implementasi Program Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Pemahaman dan Minat Belajar Peserta Didik
Program bimbingan belajar di RT 01 RW 13 Desa Waru dirancang untuk mengatasi rendahnya pemahaman dan minat belajar peserta didik akibat keterbatasan akses pendidikan tambahan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran sekolah dan memotivasi peserta didik agar lebih berminat dalam belajar. Program ini dilaksanakan secara tatap muka dengan metode pembelajaran berkelompok berdasarkan jenjang pendidikan, menggunakan LKPD sesuai kurikulum sekolah. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata pemahaman dari 65% menjadi 85% serta 90% peserta merasa lebih percaya diri dan termotivasi. Keunikan program ini terletak pada pendekatan personal dan keterlibatan aktif orang tua yang meningkat dari 50% menjadi 80%. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap strategi pembelajaran di tingkat komunitas dan menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah dan masyarakat untuk keberhasilan akademik siswa.
The RT 01 RW 13 Waru Village tutoring program was designed to address students\u27 low level of understanding and interest in learning due to limited access to additional education. The goal is to improve understanding of school subject matter and motivate students to be more interested in learning. This program is implemented face-to-face with a group learning method based on education level, using LKPD according to the school curriculum. The results showed a significant increase in average understanding from 65% to 85%, and 90% of participants felt more confident and motivated. The uniqueness of this program lies in the personal approach and active involvement of parents, which increased from 50% to 80%. This study contributes to learning strategies at the community level and highlights the importance of collaboration between schools and the community for student academic success.The RT 01 RW 13 Waru Village tutoring program was designed to address students\u27 low level of understanding and interest in learning due to limited access to additional education. The goal is to improve understanding of school subject matter and motivate students to be more interested in learning. This program is implemented face-to-face with a group learning method based on education level, using LKPD according to the school curriculum. The results showed a significant increase in average understanding from 65% to 85%, and 90% of participants felt more confident and motivated. The uniqueness of this program lies in the personal approach and active involvement of parents, which increased from 50% to 80%. This study contributes to learning strategies at the community level and highlights the importance of collaboration between schools and the community for student academic success
Strategi Peranan Mahasiswa dalam Meningkatkan Optimalisasi RT Sehat untuk Kesehatan Lingkungan
Pengabdian masyarakat ini membahas peranan sivitas akademika UNUSIDA dalam mendukung program RT Sehat di Desa Tebel RT 07 RW 03 untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan kesadaran pola hidup sehat masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa melakukan survei, wawancara, dan observasi langsung, serta melaksanakan kegiatan seperti senam pagi, edukasi hidroponik, pemanfaatan tanaman toga, dan pengolahan minyak jelantah. Hasilnya, terdapat peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan penerapan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Keunikan program ini terletak pada integrasi inovasi seperti hidroponik untuk lahan sempit dan kolaborasi mahasiswa lintas fakultas. Temuan ini menunjukkan potensi kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat sebagai model pengembangan program berbasis komunitas di masa depan.
This community service discusses the role of UNUSIDA academics in supporting the RT Sehat program in Tebel Village RT 07 RW 03 to improve environmental health and public awareness of healthy lifestyles. Through a participatory approach, students conducted surveys, interviews, and direct observations. They carried out activities such as morning exercise, hydroponic education, utilization of medicinal plants, and processing of used cooking oil. As a result, there was an increase in community participation in maintaining environmental cleanliness and sustainably implementing healthy lifestyles. The uniqueness of this program lies in integrating innovations such as hydroponics for narrow land and cross-faculty student collaboration. These findings show the potential for cooperation between higher education institutions and the community as a model for developing community-based programs in the future.This community service discusses the role of UNUSIDA academics in supporting the RT Sehat program in Tebel Village RT 07 RW 03 to improve environmental health and public awareness of healthy lifestyles. Through a participatory approach, students conducted surveys, interviews, and direct observations. They carried out activities such as morning exercise, hydroponic education, utilization of medicinal plants, and processing of used cooking oil. As a result, there was an increase in community participation in maintaining environmental cleanliness and sustainably implementing healthy lifestyles. The uniqueness of this program lies in integrating innovations such as hydroponics for narrow land and cross-faculty student collaboration. These findings show the potential for cooperation between higher education institutions and the community as a model for developing community-based programs in the future
Peran Kelompok Bermain dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak pada Usia Dini
Perkembangan ketangkasan tangan dan jari sebagian besar terjadi selama masa kanak-kanak. Anak-anak mengalami periode perkembangan pesat di mana kapasitas fisik, motorik, kognitif, sosial, emosional, dan bahasa mereka berkembang. Tujuan dari kerja sukarela ini adalah untuk menyelidiki cara-cara di mana kelompok bermain membantu anak-anak mengembangkan kemampuan motorik halus dan keterampilan hidup penting lainnya. Metode pengumpulan data meliputi bukti dokumenter, wawancara mendalam, dan observasi cermat. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk analisisnya. Berdasarkan temuan penelitian ini, kelompok bermain sangat penting untuk membantu anak-anak mengasah kemampuan motorik halus mereka. Anak-anak dapat meningkatkan koordinasi tangan-mata, ketepatan, ketangkasan, dan imajinasi mereka melalui berbagai kegiatan, termasuk menggambar dan menebalkan garis, menempel, merangkai manik-manik, melipat origami, dan belajar melalui permainan tradisional.
The development of dexterity with one\u27s hands and fingers takes place mostly throughout childhood. Young children undergo remarkable development in all areas of their being, including their bodies, minds, emotions, and linguistic skills. As part of my community service, I\u27ll be researching the benefits of playgroups for kids\u27 development and how they help them hone their fine motor skills. Methods for gathering data included documentary evidence, in-depth interviews, and careful observation. This study employed qualitative methodologies for its analysis. According to the findings of this study, playgroups are crucial for helping kids hone their fine motor abilities. Children can enhance their hand-eye coordination, precision, dexterity, and imagination through a variety of activities, including drawing and thickening lines, sticking, stringing beads, folding origami, and learning through traditional games
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat
Sampah rumah tangga, terutama limbah organik seperti nasi basi, menjadi masalah yang signifikan di RT 14 Desa Bluru Kidul, Sidoarjo, dengan meningkatnya volume limbah akibat pertumbuhan populasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menawarkan solusi alternatif pengolahan sampah yang ramah lingkungan melalui pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) berbasis limbah nasi basi untuk diolah menjadi pupuk organik cair. Metode yang digunakan adalah fermentasi sederhana menggunakan bahan-bahan organik seperti air kelapa dan gula merah, melibatkan warga setempat melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa MOL berhasil diproduksi, ditandai dengan perubahan bau menjadi fermentasi khas dan efektif digunakan sebagai dekomposer sampah. Temuan ini menonjol karena memberikan solusi praktis, murah, dan ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah rumah tangga.
Household waste, especially organic waste such as stale rice, is a significant problem in RT 14, Bluru Kidul Village, Sidoarjo, with increasing waste volume due to population growth. This community service aims to offer an alternative solution for environmentally friendly waste processing by creating Local Microorganisms (MOL) based on stale rice waste to be processed into liquid organic fertilizer. The method is simple fermentation using organic materials such as coconut water and brown sugar, involving residents through community service activities. The results showed that MOL was successfully produced, marked by a change in odour to a distinctive fermentation and was effectively used as a waste decomposer. This finding stands out because it provides a practical, cheap, and environmentally friendly solution for household waste management
Pemberdayaan UMKM Jamu melalui Branding dan Penanaman TOGA untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jamu di Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian ekonomi masayarakat. Jamu, sebagai produk herbal tradisional, tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi tetapi juga potensi ekonomi yang signifikan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi UMKM Jamu “Jurus Sehat” melalui penguatan branding dan penanaman TOGA. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman pelaku UMKM terkait pentingnya branding produk dan pemanfaatan lahan kosong menjadi area penanaman TOGA. Dengan demikian, diharapkan melalui kegiatan pengabdian ini dapat memastikan ketersediaan bahan baku jamu yang berkelanjutan dan memperluas jangkauan pasar.
The empowerment of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the herbal medicine sector in Indonesia has great potential to support the economic independence of the community. Jamu, as a traditional herbal product, not only holds high cultural value but also significant economic independence of the MSME “Jurus Sehat” through branding reinforcement and the cultivation of TOGA (Family Medicinal Plants). The methods used include socialization and mentoring. The outcome of this service is an increased understanding among MSME actors regarding the importance of product branding and the utilization of vacant land as TOGA cultivation areas. Thus, it is expected that through this community service activity, the sustainable availability of herbal medicine raw materials can be ensured, and the market reach can be expanded
Revitalisasi Dermaga sebagai Sarana Penunjang Wisata Religi Sidoarjo
Revitalisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali’ suatu hal yang kuang berdaya. Revitalisasi dilakukan pada dermaga yang ada di Depo pemasaran Ikan Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode kualitatif, yang dilaksanakan melalui dua teknik utama. Observasi langsung di lapangan, dilakukan untuk mengamati secara detail kondisi fisik dermaga serta kegiatan yang berlangsung di sekitarnya. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan revitalisasi dermaga sebagai sarana penunjang wisata religi Sidoarjo dapat dilakukan pada dermaga yang ada di Depo pemasaran Ikan Sidoarjo. Sehingga sarana yang ada pada didermaga Depo pemasaran Ikan Sidoarjo dapat terpenuhi dan terawat.
Revitalization in the Big Indonesian Dictionary is defined as the process, method, or act of reviving or reinvigorating a powerless thing. Revitalization is carried out on the dock at the Sidoarjo Fish Marketing Depot. The method used in this community service activity is a qualitative method, which is carried out through two main techniques. Direct observation in the field, carried out to observe in detail the physical condition of the dock and the activities that take place around it. Based on the results and discussion that have been presented, it can be concluded that the pier revitalization activities as a means of supporting Sidoarjo religious tourism can be carried out on the pier at the Sidoarjo Fish Marketing Depot. So that the existing facilities at the Sidoarjo Fish Marketing Depot dock can be fulfilled and maintained
Pelatihan Batik Tulis: Strategi Pengembangan Batik Sukma sebagai Ikon Budaya Lokal
Artikel ini menyajikan hasil pengabdian masyarakat melalui pelatihan batik tulis yang dirancang untuk mengembangkan Batik Sukma sebagai ikon budaya khas RT 23 RW 04 Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Program pelatihan batik tulis di Desa Suko bertujuan untuk mengembangkan Batik Sukma sebagai ikon budaya lokal, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode penelitian melibatkan ceramah, demonstrasi, dan pelatihan tahap demi tahap, mulai dari penggambaran motif hingga penghilangan lilin batik. Harapannya, brand "Batik Sukma" dapat menjadi simbol budaya yang dikenal secara luas, bukan hanya di tingkat lokal. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong ekonomi masyarakat dan memperluas pasar untuk produk batik tersebut.
This article presents the results of community service through batik training designed to develop Batik Sukma as a cultural icon typical of RT 23 RW 04 Suko Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency. The batik training program in Suko Village aims to develop Batik Sukma as a local cultural icon, strengthen cultural identity, and improve the community\u27s economy. The research method involves lectures, demonstrations, and step-by-step training, from drawing motifs to removing batik wax. It is hoped that the "Batik Sukma" brand can become a widely known cultural symbol, not only at the local level. This training is expected to be able to boost the community\u27s economy and expand the market for these batik products
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban sebagai Optimalisasi Dana Corporate Social Responsibility untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sidoarjo
Masalah pencemaran air sungai yang disebabkan oleh pembuangan limbah dan sampah telah menurunkan kualitas air, daya dukung ekosistem, dan sumber daya alam, khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) dimanfaatkan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Metode yang digunakan melibatkan tahap perencanaan dan sosialisasi, pengalokasian dana CSR, pelaksanaan kegiatan, bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi, dan laporan pertanggungjawaban. Hasil menunjukkan bahwa bimbingan teknis memberikan pemahaman mendalam tentang transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan dalam pengelolaan dana CSR, yang meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola dana secara efektif. Pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi terhadap pengelolaan dana CSR yang lebih terarah untuk mendukung pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
The problem of river water pollution caused by waste and garbage disposal has reduced water quality, ecosystem carrying capacity, and natural resources, especially in Sidoarjo Regency. This study aims to ensure that Corporate Social Responsibility (CSR) funds are utilized by the principles of sustainable development so that they positively impact society and the environment. The methods used involve the planning and socialization stages, allocation of CSR funds, implementation of activities, technical guidance, monitoring and evaluation, and accountability reports. The results show that technical guidance provides an in-depth understanding of transparency, accountability, and sustainability in managing CSR funds, increasing villages\u27 capacity to manage funds effectively. This community service contributes to the management of CSR funds that are more focused on supporting environmental conservation and the welfare of local communities.The problem of river water pollution caused by waste and garbage disposal has reduced water quality, ecosystem carrying capacity, and natural resources, especially in Sidoarjo Regency. This study aims to ensure that Corporate Social Responsibility (CSR) funds are utilized by the principles of sustainable development so that they positively impact society and the environment. The methods used involve the planning and socialization stages, allocation of CSR funds, implementation of activities, technical guidance, monitoring and evaluation, and accountability reports. The results show that technical guidance provides an in-depth understanding of transparency, accountability, and sustainability in managing CSR funds, increasing villages\u27 capacity to manage funds effectively. This community service contributes to the management of CSR funds that are more focused on supporting environmental conservation and the welfare of local communities
Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Lingkungan Asri melalui Program Pengabdian Masyarakat Skala RT
Kegiatan pendampingan dan pemberdayaan di lingkungan masyarakat sebagai bentuk pengabdian mahasiswa diterapkan dalam penelitian ini pada skala lokal di RT 22 RW 10, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Melalui berbagai kegiatan berbasis partisipasi warga, program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan asri. Salah satu kegiatan utamanya adalah pembuatan lampu hias estetis dan pembibitan tanaman, yang tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas lingkungan RT 22. Hasil dari program ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi RT lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan estetis, serta mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.Mentoring and empowerment activities in the community as a form of student service are applied in this study on a local scale in RT 22 RW 10, Pepe Village, Sedati District, Sidoarjo Regency, East Java. Through various community participation-based activities, this program aims to create a green and beautiful environment. One of the main activities is the creation of aesthetic decorative lights and plant nurseries, which not only beautify the environment but also support efforts to improve the quality of the environment in RT 22. The results of this program are expected to be an example of good practice for other RTs in creating a clean, green, and aesthetic environment, as well as encouraging public awareness of the importance of environmental conservation