Lembaga Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bosowa Makassa
Not a member yet
691 research outputs found
Sort by
HUMANISASI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA HUMANIZATION IN LEARNING PHYSICS
This research was pre-experimental. This study aimed to determine the achievement of learning outcomes for class X students of SMA Barrang Lompo by applying a humanistic science learning approach that is by students' hobbies and which is not by students' hobbies. The independent variable in this study is the humanistic science learning approach and the dependent variable is the result of learning physics in the cognitive domain. The subjects in this study were two students who each had different hobbies. The cognitive instrument by providing an assessment of the results of measurements carried out as a final test. The descriptive analysis provides conclusions about the achievement of learning outcomes of the research subject students whose hobbies are on the guitar achieve individual mastery with a minimum score of 65 while students whose hobbies are not on the guitar have not achieved individual mastery with a minimum score of 65.
Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik kelas X SMA Barrang Lompo dengan menerapkan pendekatan pembelajaran sains humanistik yang sesuai dengan hobi peserta didik dan yang tidak sesuai dengan hobi peserta didik. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran sains humanistik dan variabel tidak bebasnya adalah hasil belajar fisika dalam ranah kognitif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang peserta didik yang masing-masing memiliki hobi yang berbeda. Instrumen kognitif dengan memberikan penilaian terhadap hasil pengukuran yang dilakukan sebagai tes akhir. Analisis deskriptif memberikan kesimpulan pencapaian hasil belajar peserta didik subjek penelitian yang hobinya ada pada gitar mencapai ketuntasan individu dengan nilai minimal 65 sedangkan peserta didik yang hobinya tidak ada pada gitar belum mencapai ketuntasan individu dengan nilai minimal 65
PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 SOPPENG SULAWESI SELATAN
This study aims to determine the portrait of the implementation of Blended Learning-Based Learning learning consisting of planning, implementing, and evaluating knowledge. This research approach is qualitative with a type of description research—data collection techniques are in the form of interviews, observations, and documentation. The data analysis technique uses miles and Huberman models. They are checking the validity of the data using triangulation techniques. The results showed that: Learning planning There is no specific policy issued by schools regarding blended learning-based learning, preparation of human style resources in the form of In House Training (IHT) training to teacher teachers regarding procedures for using the Learning Management System called Google Classroom, Implementation of learning, teachers choosing methods and media to be used, the level of student activity in the blended learning process is greatly influenced by available networks, online learning strategies that are taking material from the internet, media used when learning blended laptops and cellphones, learning applications used by Google Classroom, Zoom Meeting, Google Meet, WhatsApp, and Telegram. Evaluation of realizing using a different learning system during online learning with face-to-face learning, the form of assessment given by the teacher online is in the form of quizzes and online tests through learning applications, while when offline, the teacher provides a direct evaluation in the form of hardcopy of questions to students.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potret pelaksananaan pembelajaran Pembelajaran Berbasis Blended Learning terdiri perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.Pendekatan Penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskripsi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perencanaan pembelajaran Tidak ada kebijakan khusus yang dikeluarkan oleh sekolah mengenai pembelajaran berbasis blended learning, penyiapan Sumber gaya manusia berupa pelatihan In House Training (IHT) kepada guru guru mengenai tata cara penggunaan Learning Managemen System bernama Google Classroom, Pelaksanaan pembelajaran, guru pemilihan metode dan media yang akan digunakan, tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran blended sangat dipengaruhi oleh jaringan yang tersedia, strategi pembelajaran yang online yaitu mengambil materi dari internet, Media yang digunakan pada saat pembelajaran blended laptop dan handphone, Aplikasi pembelajaran yang digunakan Google Classroom, Zoom Meeting, Google Meet, WhatsApp, dan Telegram. Evaluasi pembelajaran menggunakan sistem pembelajaran yang berbeda pada saat pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka,bentuk evaluasi yang diberikan guru pada saat daring berupa kuis dan test online lewat aplikasi pembelajaran, sementara pada saat luring guru memberi evaluasi secara langsung berupa hardcopy soal kepada siswa. 
PENERAPAN METODE DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA DI SMK
The aims of this study to determine the ability to write poetry through the direct instruction method in SMK students. The approach used in this study uses a qualitative approach using classroom action research methods. This research was conducted at SMKS Yapmi Makassar with a total population of 125 people. With a total sample of 36 students consisting of 4 boys and 32 girls. Sampling was carried out by means of clustering simple random sampling, namely a random draw. This research was conducted in two cycles, namely cycle I and cycle II. Each cycle is carried out in accordance with the changes to be achieved between cycle I and cycle II which are interrelated components. Data collection through the format of observation and ability to write poetry, then analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that learning using the direct instruction method could improve students' ability to write poetry at SMK Makassar. This is indicated by an increase in the average score of the ability to write poetry based on the building blocks of poetry consisting of diction, imagination, typography and message from cycle I, namely 52.50, then it increased very significantly in cycle II, namely to 83.61. While the achievement of learning completeness in the first cycle was 8.3% and increased in the second cycle, which was 100%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi melalui metode direct instruction pada siswa SMK. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendelatan kulaitatif denfan menggunakan metedoe penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan SMKS Yapmi Makassar dengan jumlah populasi sebanyak 125 orang. Dengan jumlah sampel sebanyak 36 siswa orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 32 perempuan. Penarikan sampel dilakukan dengan cara klastering random sampling sederhana yaitu dilakukan pengundian secara acak. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai antara siklus I dan siklus II yang merupakan komponen yang saling berkaitan. Pengumpulan data melalui format observasi dan kemampuan menulis puisi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode direct instruction dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa di SMK kota Makassar. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan skor rata-rata kemampuan menulis puisi berdasarkan unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri dari diksi, pengimajinasian, tipografi dan amanat dari siklus I yakni 52,50 kemudian meningkat sangat signifikan pada siklus II yakni menjadi 83,61. Sedangkan pencapaian ketuntas belajar pada siklus I sebesar 8,3% dan meningkat pada siklus II yakni sebesar 100%
Analisis Kesesuaian Kompetensi Manajerial Dosen Perguruan Tinggi X
Competent human resources will support the achievement of the university's vision and mission, while incompetent human resources will hinder the achievement of short, medium and long-term work targets, so that in the end it will hinder universities from developing and may even experience a decline. Lecturers as the spearhead of academic activities are faced with high job demands, apart from carrying out teaching, community service, and research, some lecturers also occupy structural positions which of course require managerial competence in order to carry out their duties optimally. This study aims to see the suitability of the competencies possessed by lecturers as structural position holders with the competencies required for the position. This study uses a competency assessment method consisting of tests and non-tests. The test form of assessment uses the CFIT, DISC, Kraeplin, Graphic and Warteg tests, while the non-test form uses interviews, observation, case studies and Leaderless Group Discussion. The subject of this study was a lecturer who served as head of the study program, male, 50 years old. The research results show that Mr. M has competencies that meet the requirements, namely integrity, interpersonal skills, customer focus, building business partnerships and driving execution. Meanwhile, the 4 competencies that still need to be improved to fulfill the position requirements as chair of the study program, namely change leadership, achievement orientation, empowering and innovation creativity. Steps that can be taken to improve these competencies include job assignment and mentoring methods.Sumber daya manusia yang kompeten akan mendukung pencapaian visi misi perguruan tinggi, sedangkan sumber daya manusia yang kurang kompeten akan menghambat pencapaian target kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang, sehingga pada akhirnya menghambat perguruan tinggi untuk berkembang bahkan dapat mengalami penurunan. Dosen sebagai ujung tombak kegiatan akademik dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang tinggi, selain melaksanakan pengajaran, pengabdian masyarakat, dan penelitian, sebagian dosen juga menduduki jabatan struktural yang tentu saja membutuhkan kompetensi manajerial agar dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian kompetensi yang dimiliki dosen sebagai pemangku jabatan struktural dengan kompetensi yang dipersyaratkan jabatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode asessment kompetensi yang terdiri atas bentuk tes dan non tes. Asessment bentuk tes menggunakan tes CFIT, DISC, Kraeplin, Grafis dan Warteg, sedangkan bentuk non tes menggunakan wawancara, observasi, studi kasus dan Leaderless Group Discussion. Subjek penelitian ini adalah salah seorang dosen yang menjabat sebagai Ketua Program Studi, berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sdr. M memiliki kompetensi yang sudah memenuhi persyaratan yaitu integritas, interpersonal skill, costumer focus, building business pernertship dan driving execution. Sedangkan 4 kompetensi yang masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi persyaratan jabatan sebagai ketua program studi, yaitu change leadership, achievement orientation, empowering dan innovation creativity. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi tersebut diantaranya adalah metode penugasan pekerjaan dan mentoring
ANALISIS PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT PESERTA DIDIK DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
This study aims to determine: 1) the effect of giving rewards and punishment partially and simultaneously on improving the quality of education and 2) the variables that have a dominant influence on improving the quality of education. The variables in this study are reward as the first independent variable (X1), punishment as the second independent variable (X2) and quality of education as the dependent variable (Y). The population in this study were all students at SMK Negeri 1 Makassar, totaling 1400 students consisting of 415 male students and 985 female students with a total of 40 groups. The sampling technique used purposive sampling technique, the sample was based on interests and limitations so that it takes 5% of the entire population, namely 70 students. The data collection technique used was a questionnaire and relevant school document data. Data analysis techniques used qualitative descriptive analysis with percentages, instrument tests, classical assumption tests and hypothesis testing. Instrument test consists of validity test and reliability test. The classic assumption test consists of a normality test, multicollinearity test, autocorrelation test and heteroscedasticity test. The hypothesis test consists of multiple linear regression, simultaneous test (F test), multiple determination coefficient (R2), partial test (t test) and partial determination coefficient ( r2). The results of this study indicate that giving rewards partially has a significant effect on improving the quality of education with a significant level <0.05 and punishment partially has a significant effect on the quality of education with a significant level <0.05. Giving reward and punishment simultaneously has a significant effect on the quality of education with a significant level of <0.05, and the coefficient of determination (R2) is 0.547 (54.7%) which means that the effect of reward and punishment on the quality of education is 54. 7% while the remaining 45.3 is influenced by factors that have not been studied.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian reward dan punishment secara parsial dan secara simultan terhadap peningkatan mutu pendidikan dan 2) variabel yang pengaruhnya dominan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Variabel dalam penelitian ini adalah reward sebagai variabel bebas pertama (X1), punishment sebagai variabel bebas kedua (X2) dan mutu pendidikan sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik di SMK Negeri 1 Makassar yang berjumlah 1400 peserta didik yang terdiri atas 415 peserta didik laki-laki dan 985 peserta didik perempuan dengan jumlah rombel sebanyak 40. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel berdasar kepentingan dan keterbatasan sehingga mengambil 5% dari keseluruhan populasi yaitu 70 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan kuesioner dan data dokumen sekolah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuliatatif dengan persentase, uji instrumen, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji instrumen terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi dan uji heteroskadastisitas.Uji hipotesis terdiri dari regresi linear berganda, uji simultan (uji F), koefisien determinasi ganda (R2), uji parsial (uji t) dan koefisien determinasi parsial (r2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian reward secara parsial berpengaruh signifikan terhadap terhadapa peningkatan mutu pendidikan dengan tingkat signifikan <0,05 dan punishment secara parsial berpengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan dengan tingkat signifikan <0,05. Pemberian reward dan punishment secara simultan berpengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan dengan tingkat signifikan <0,05, dan koefisien determinasi (R^2) yaitu sebesar 0,547 (54,7%) yang berarti bahwa pengaruh reward dan punishment terhadap mutu pendidikan adalah sebesar 54,7% sedangkan sisanya 45,3 dipengaruhi oleh faktor yang belum diteliti
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG KEBERAGAMAN SUKU BANGSA SISWA KELAS V UPTD SD NEGERI 33 PAREPARE
This research is motivated by the learning outcomes of students who have not yet reached the SKBM in Class V UPTD SD Negeri 33 Parepare. The purpose of this research was to find out the process of using audio-visual media for fifth grade UPTD SD Negeri 33 Parepare students. The subjects in this study were all students of class V UPTD SD Negeri 33 Parepare, totaling 16 students consisting of 9 boys and 7 girls. The approach and type of research used is a qualitative approach and the type of research used is classroom action research. The data collection techniques used are observation, tests and documentation. The focus of the research is the focus on the process and the focus on student learning outcomes on ethnic diversity material by applying learning video media. In cycle I the results of research on the learning process are in good qualification (B) and the results of learning tests are in sufficient qualification (C), while in cycle II the results of research on the learning process are in good qualification (B) and the results of learning tests are in qualification good (B). The conclusion in this study is that the use of learning video media can improve the process and learning outcomes about ethnic diversity in class V UPTD SD Negeri 33 Parepare.Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa yang belum mencapai SKBM di Kelas V UPTD SD Negeri 33 Parepare. Tujuan dilakukannya Penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penggunaan media audio visual siswa kelas V UPTD SD Negeri 33 Parepare. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V UPTD SD Negeri 33 Parepare yang berjumlah 16 siswa terdiri dari 9 laki-laki dan 7 perempuan. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah fokus proses dan fokus hasil belajar siswa materi keberagaman suku bangsa.dengan menerapkan media video pembelajara . Pada siklus I hasil penelitian pada proses pembelajaran berada pada kualifikasi baik (B) dan hasil tes belajar berada pada kualifikasi cukup (C), sedangkan pada siklus II hasil penelitian pada proses pembelajaran berada pada kualifikasi baik (B) dan hasil tes belajar berada pada kualifikasi baik (B). Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan media video pembelajaran dapat meningkatkan proses dan hasil belajar tentang keberagaman suku bangsa siswa kelas V UPTD SD Negeri 33 Parepar
UJI PRAKTIKALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS GIM EDUKASI MENGGUNAKAN GDEVELOP PADA MATA PELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR
This research was conducted to find out how to practice science learning for elementary school students using educational games that have been developed with the Gdevelop application. This goal is based on the stigma in the form of public perception that games have a negative impact on learning, as well as a lack of knowledge about using games or other digital learning tools in the classroom, which causes students to become more accustomed to learning using conventional teaching techniques. This research was conducted using a qualitative descriptive method, and the instruments used were questionnaires and interviews using the data analysis technique of Miles and Huberman's model (Analysis Interactive Model). This research was conducted at SDN Lariang Bangi I, the number of respondents in this study were 23 students. The practicality of educational games is determined based on product trials and the responses of teachers and students to educational games. The results of this study indicate that there are (83%) students who agree that the use of educational games as learning media can make it easier for them to understand science learning material. In addition, based on the validation results, it shows that the teacher's assessment of the product is above 80% which indicates that the product is suitable for use in learning. From the results of the research that has been done, it can be concluded that the use of educational games based on Gdevelop is considered very practical in its use.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana praktikalisasi pembelajaran IPA bagi peserta didik di sekolah dasar dalam menggunakan gim edukasi yang telah dikembangkan dengan aplikasi Gdevelop. Tujuan ini didasari oleh stigma berupa persepsi masyarakat bahwa gim berdampak buruk pada pembelajaran, serta kurangnya pengetahuan tentang penggunaan gim atau perangkat pembelajaran digital lainnya di dalam kelas, yang menyebabkan peserta didik menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran menggunakan teknik pengajaran secara konvensional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan instrument yang digunakan adalah angket dan wawancara dengan menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman (Analysis Interactive Model). Penelitian ini dilaksanakan di SDN Lariang Bangi I, jumlah responden dalam penelitian ini adalah 23 peserta didik. Praktikalitas gim edukasi ditentukan berdasarkan uji coba produk serta respon guru dan peserta didik terhadap gim edukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat (83%) peserta didik yang setuju bahwa penggunaan gim edukasi sebagai media pembelajaran dapat mempermudah mereka dalam memahami materi pembelajaran IPA. Selain itu, berdasarkan hasil validasi menunjukkan penilaian guru terhadap produk diatas 80% yang menunjukkan bahwa produk layak digunakan dalam pembelajaran. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan Gim Edukasi berbasis Gdevelop dinilai sangat praktis dalam penggunaanny
REVIEW OF RELATED LITERATURE ON RESEARCH METHODS APPLIED IN TEACHING GRAMMAR USING EDUCATIONAL TECHNOLOGY
This paper involves researching, reading, analyzing, evaluating, and summarizing related scholarly literature about research methods used in teaching grammar, utilizing educational technology as one of the research learning sources for future related research. First, the reviewed scholarly article describes how the writers conducted their research. Then, using descriptive analysis, varieties of research methods in teaching grammar utilizing educational technology are investigated. Among the investigated research methods are quasi-experimental, phenomenology, ethnography, true experimental, pre-experimental, descriptive, mixed method of an exploratory study, mixed method of explanatory study, case study, survey method, classroom action research, and collaboration research. However, due to the limited space, the paper only describes popular methods of quantitative approach, including quasi-experimental, pre-experimental, true-experimental, survey studies. Besides, the qualitative approach involves case study, descriptive study, and phenomenology. Also, one of the most popular mixed-method used is explanatory study. The description of each method is supported by examples found in international and national journal articles published worldwide. This paper is expected to be beneficial to readers and researchers in English language teaching (ELT) worldwide
AKTUALISASI KONSEP DAGANG SUKU TRANSMIGRASI JAWA DAN AKULTURASI BUDAYA DI TANAH MANDAR YANG DIADAPTASIKAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN
The success of social doctrine and philosophy of life the Javanese, which is used to run entrepreneurs oh the land where they migrate that is, Polewali Mandar (land of Mandar) made researchers interested in the study the commercial concept (entrepreneurship) in addition is the predominantly tribal entrepeneurship profession Java became a symbol of success. Teachings social and life philosophy apply humanity, relationships in interactions include indigo patience, rila, nrima, perseverance, temen, and tepa slira and the trade ethic “Tuna Sathak Bathi Sanakâ€are adapted to everyday life in entrepeneurship for the same principles as Ngedulur (family/interaction ). This study aims to make allowances of the traditional trade concepts inherent in Java transmigration tribe and in the field of entrepeneurship.The method used is the qualitative method through the approach symbolic interaction with data gathering techniques through an ob interview, observation, and literature studies. The results of the research are, 1. Learning resources of the concept of trade of Javanese transmigration tribes in mandar land which are adapted to entrepeneurship which are very dynamic and relevant to the development of entrepenurship education. 2, The teachings of social values and the philosophy of life in Javanese trade are seen as appropriate in cultivating the true character of entrepreneurs and. 3, The Javanese who are successful in improving the economy and living in harmony in their transmigration places are seen as representative as role models in the environment of economic ectivity.
Keywords:social teachings, trade ethos, Javanese transmigration, entrepreneurial characterKeberhasilan ajaran sosial dan filosofi hidup yang dianut suku Jawa untuk menjalankan wirausaha di tanah tempat transmigrasinya yaitu Polewali Mandar (tanah Mandar) menjadikan peneliti tertarik dalam mempelajari konsep dagang (kewirausahaan) di samping itu profesi wirausaha yang didominasi suku Jawa dijadikan sebagai sebagai suatu simbol dari keberhasilan dan kesuksesan. Ajaran sosial dan filosofi hidup menerapkan kemanusiaan, hubungan dalam interaksi meliputi nilai sabar, rila, nrima, tekun, temen dan tepa slira serta etos dagang “Tuna Sathak Bathi Sanak†diadaptasikan pada kehidupan sehari-harinya dalam berwirausaha sekaligus sebagai prinsip Ngedulur (bersaudara/berinteraksi). Penelitian ini bertujuan menjadikan ajaran dari konsep dagang yang beretos yang melekat pada suku transmigrasi Jawa dalam bidang wirausaha dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pendidikan karakter kewirausahaan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui pendekatan interaksi simbolik dengan teknik pengumpulan data melalui interview, observasi lapangan, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian yakni mengenai 1) Sumber pembelajaran ajaran konsep dagang suku transmigrasi Jawa di tanah Mandar yang diadaptasikan sangat dinamis dan relevan terhadap perkembangan pendidikan kewirausahaan, 2) Ajaran nilai sosial dan filosofi hidup dalam berdagang suku Jawa dipandang sesuai dalam menumbuhkan karakter sejati entrepreneur dan 3) Suku Jawa yang sukses meningkatkan perekonomian dan hidup rukun di tempat transmigrasinya dipandang repersentatif sebagai teladaan dalam lingkungan aktivitas ekonomi.
Kata Kunci:ajaran sosial, etos dagang, suku transmigrasi Jawa, karakter wirausah
Pengaruh Bullying Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas X dan XI di SMA Trisoko Jakarta Timur
The purpose of the study was to determine whether there was an effect of bullying on the learning interest of class X and XI students. The research method used is a survey method with a correlational approach. That is a study to determine the effect of the independent variable (bullying) with related variables (student learning interest). The population in this study were students of class X and XI SMA Trisoko Jakarta, totaling 89 people. The sample was determined by 89 people, carried out with a saturated sampling technique. Through calculations obtained rxy of 0.251 which means that there is a low influence between bullying on the learning interest of students in class X and XI at Trisoko High School Jakarta. Analysis of the coefficient of determination obtained 6.3001%. This shows that the contribution of variable X (bullying) to variable Y (student learning interest) is 6,3001%, and the remaining 93,6999% is determined by other factors not examined in the study. this. This effect was tested using statistical hypothesis testing (T test) which obtained tcount > t table or 2,418 > 1,991, indicating that there was a positive and significant influence between the X variable (bullying) on ​​the Y variable (student learning interest) in class X and XI.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui adakah pengaruh bullying terhadap minat belajar peserta didik kelas X dan XI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan korelasional. Yaitu penelitian untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (bullying) dengan variabel terkait (minat belajar peserta didik) Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X dan XI SMA Trisoko Jakarta yang berjumlah 89 orang. Sampel ditentukan 89 orang dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Melalui perhitungan diperoleh rxy sebesar 0,251 yang berarti terdapat pengaruh yang rendah antara bullying terhadap minat belajar peserta didik kelas X dan XI di SMA Trisoko Jakarta. Analisis koefisien determinasi diperoleh 6,3001% ini menunjukan bahwa kontriusi variabel X (bullying) terhadap variabel Y (minat belajar peserta didik) sebesar 6,3001%, dan sisanya sebesar 93,6999% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pengaruh tersebut diuji menggunakan pengujian hipotesis statistik (Uji T) yang memperoleh thitung>ttabel atau 2,418>1,991, menunjukan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara variabel X (bullying) terhadap variabel Y (minat belajar peserta didik) pada kelas X dan XI.