Journal Universitas Tridinanti Palembang
Not a member yet
697 research outputs found
Sort by
ANALISIS MAKNA DAN FUNGSI MITOS DI DESA PULAU BERINGIN KECAMATAN KIKIM SELATAN KABUPATEN LAHAT
Penelitian ini membahas tentang makna dan fungsi mitos pantangan yang terdapat di Desa Pulau Beringin, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mencari makna dan fungsi mitos pantangan yang terdapat di desa Pulau Beringin, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi mitos yang terdapat di Desa Pulau Beringin, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari empat orang informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, rekam, dan catat. Adapun objek yang digunakan adalah masyarakat yang benar-benar mengetahui mitos yang terdapat di Desa Pulau Beringin, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Pulau Beringin, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat diperoleh 32 mitos pantangan. Terdapat makna semiotik Roland Barthes yaitu makna denotasi, konotasi, dan mitos. Selain makna dalam mitos pantangan juga terdapat fungsi. Fungsinya jika mengikuti aturan-aturan yang terdapat di dalam mitos maka akan berfungsi sebagai penata kehidupan sosial, dan pengontrol perilaku masyarakat. Mitos pantangan memiliki arti yang menceritakan tentang larangan bagi masyarakat Desa Pulau beringin, Kecamatan Kikim selatan, Kabupaten Lahat.Kata Kunci: makna, fungsi, mito
PEMBUATAN DAN PERANCANGAN ALAT PENGURAI SABUT KELAPA SECARA MANUAL
Abstrak: Alat pengurai sabut kelapa ini adalah suatu alat untuk mengurai sabut kelapa menjadi serat panjang-panjang dari pengikatnya yaitu cocopeat, dimana cara kerja alat ini mula-mula jepitkan sabut kelapa pada dudukan di bagian samping silinder, lalu dorong dudukan sabut kelapa ke arah depan sampai menyentuh mata pengurai. Selanjutnya putar tuas pemutar yang menggerakkan poros (pada poros terdapat paku-paku yang berpungsih untuk mengurai sabut kelapa) searah jarum jam sampai sabut kelapa bersih sampai menjadi helaian-helaian serat sabut yang panjang dan bersih. Pembuatan alat pengurai sabut kelapa ini melalui beberapa proses, mulai dari proses pembuatan rangka, pembubutan poros yang terbuat dari kayu, dan pemasangan paku-paku yang tertanam merata pada poros (pinising). Dari proses pembuatan alat pengurai sabut kelapa ini di lakukan juga pengujian dengan penguraian sabut kelapa dengan menggunakan tiga jenis sabut kelapa. Hasil yang diproleh dari pengujian penguraian sabut kelapa, dari hasil pengujian sabut muda diperoleh berat sabut rata-rata 15 gram dengan kondisi kurang bersih. Untuk sabut kelapa yang sedang diperoleh berat sabut rata-rata 10 gram dengan kondisi sabut yang cukup bersih, dan untuk sabut kelapa tua berat sabut yang dihasilkan rata-rata 5 gram dengan kondisi sabut yang telah bersih dan siap digunakan. Kata kunci: alat pengurai. sabut. putaran (RPM
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH DI BANK SAMPAH INDUK SEBIMBING SEKUNDANG DI DESA TANJUNG BARU KEC. BATURAJA TIMUR KAB. OKU (Studi Kasus Masyarakat Desa Tanjung Baru Kec. Baturaja Timur Kab. OKU)
Abstrak: Timbunan sampah yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, tidak hanya segi kuantitas tetapi juga dari segi kualitas akibat dari perubahan pola hidup masyarakat. Bank Sampah Induk Sebimbing Sekundang Kab. OKU adalah salah satu tempat dikumpulkannya sampah organik dan anorganik warga Desa Tanjung Baru Kec. Baturaja Timur Kab. OKU. Bank Sampah Induk Sebimbing Sekundang Kab. OKU dikelola dengan menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Masyarakat dalam pengelolaan sampah di bank sampah, maka dapat ditarik kesimpulan : Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Terhadap Pengelolaan Sampah Di Bank Sampah Hipotesis 3 (ketiga) diterima, dengan membandingkan nilai F.hitung dan F.tabel diketahui bahwa F.hitung > F.tabel yaitu 709,304 > 2,36, maka untuk variabel independen (X1 dan X2) terhadap variabel dependen (Y) berlaku hipotesis (H0) ditolak dan hipotesis (H1) diterima, artinya bahwa secara simultan variabel Pengetahuan (X1) dan Sikap (X2) secara statistik berpengaruh terhadap Pengelolaan Sampah Di Bank Sampah (Y). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Tanjung Baru memiliki pengetahuan yang baik terhadap pengelolaan sampah di bank sampah namun sikap masyarakat Desa Tanjung Baru yang masih kurang baik terhadap pengelolaan sampah seperti membuang sampah di sembarang tempat dan membakar sampah.Kata kunci: sampah, pengelolahan sampah, sikap masyaraka
PEMODELAN UMUR FATIK ALAT PENGANGKAT ROKET KAPASITAS 20 TON MENGGUNAKAN ANSYS WORKBENCH
A rocket lifting device is a tool designed to facilitate the rocket assembly process. The device is mounted on a crane and is equipped with two webbing slings placed at the bottom. The study examines the fatigue life prediction of rocket lifting device using the finite element method. The design of rocket lifting device using Autodesk Inventor Professional 2017, while finite element analysis using Ansys Workbench. It is subjected to a 20-ton load with a fully-reserved type of loading. The fatigue life prediction using the Gerber mean stress theory. The material for the rocket lifting device is Aluminum alloy. The simulation results show that the rocket lifting device has a minimum fatigue life of up to 4.17 x 107 cycles with a minimum safety factor of 1.14. Keywords: aluminum alloy, ansys, rocket lifting defice, finite element method, fatigue life predictio
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN KARBON DAN PROSES HARDENING UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS RODA GIGI MESIN BUBUT
In many industrial components which made of steel such as lathe gears, most of its were usually use medium carbon steel. Because this kind of steel has high wear resistance and shock resistance, but its cost more expensive than low carbon steel. Because of this reason, the author try to use low carbon steel as a base material (raw material) for lathe gear in order to to decrease production costs. However, low carbon steel material has a carbon content of less than 0,3%, so it has poor tensile, less hardness and less friction resistance. But it strength can be increased by adding carbon, namely by means of solid carburizing and hardening process. In this study the Pack Carburizing was done at a temperature of 950oC with 1 hour holding time, and used carburizing media such as coal charcoal and Calcium Carbonat (CaCO3) as catalyst with composition of 80% + 20%. Hardening is carried out at 670oC, 760oC and 850oC. The cooling method used direct cooling method and the cooling media was used oil..And then followed by material composition test, hardness test, and micro structure test. After heat treatment, there were 0.3%, increase value in hardness. The highest harness value was at 112.66 HRB and at carburizing temperature of 850oC, Phases formed were Ferrite, Perlite and Martensite. Keywords: Pack Carburizing, Hardening, Gea
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) PADA PT. DUTA ABADI PRIMANTARA PALEMBANG
PT. Duta Abadi Primantara Palembang is one of the companies engaged in manufacturing. Which is where the company is serving the market demand for high quality bedding. Thus, the company tries to carry out its operational activities effectively and efficiently, although in practice there are still weaknesses in the control system used by the company. This study uses quantitative analysis techniques in which the data obtained from the field are processed in such a way as to provide systematic, factual, and accurate data regarding the problems studied at the company PT. Duta Abadi Primantara Palembang with the EOQ (Economic Order Quantity) method. So that a conclusion can be drawn.The results showed that based on the determination of raw material control using the Economic Order Quantity (EOQ) method is more optimal and more efficient than the conventional methods set by the company. This can be proven by the availability of optimal raw material purchases and TIC (Total Inventory Cost) savings. In anticipating the shortage of raw material inventory companies should consider using EOQ in raw material procurement policies because by using EOQ, companies can purchase optimal raw materials at a lower cost than company policy. Keywords: Raw Material Inventory Control, Economic Order Quantity
ANALISIS PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA BERDASARKAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) DALAM KONSTRUKSI BANGUNAN (Studi Kasus Pembangunan Rumah Keluarga Deta Itzala)
Abstrak: Perencanaan tenaga kerja dalam konstruksi bangunan memiliki peran yang sangat penting untuk memperoleh jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga penggunaan tenaga kerja lebih efisien. Perencanaan tenaga kerja pada proyek konstruksi pembangunan rumah keluarga Deta Itzala dibuat berdasarkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI ICS 91.010.20,) untuk konstruksi bangunan. SNI ini merupakan pembaharuan atau revisi dari analisa BOW. Analisa SNI adalah sistem koefisien analisa harga satuan bangunan yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman. Prinsip yang mendasar pada metode SNI ini adalah penentuan jumlah tenaga kerja pertiap kegiatan atau unit kerja. Waktu pekerjaan pelaksanaan Rumah Tempat Tinggal Keluarga Deta Itzala dianalisis menggunakan Activity On Arrow (AOA), yang kegiatan digambarkan pada garis panah (arrow) dalam hal ini node merupakan suatu peristiwa (event). Dari hasil network tersebut didapat waktu tercepat pada kegiatan B – C – D – H – P – M – Q dengan waktu 21 Minggu, sedangkan waktu kritis terdapat pada lintasan B – C – D – I – J – L – M – Q dengan lama kegiatan selama 32 minggu. Estimasi jumlah sumber daya manusia dihitung dengan perkiraan Koefisien Analisa Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk konstruksi bangunan. Perhitungan jumlah tenaga kerja selama 224 hari kalender atau 32 minggu. Pekerja = 8 orang, Tukang = 2 orang, Kepala Tukang = 1 orang. Sedangkan perhitungan jumlah tenaga kerja selama 147 hari kalender atau 21 minggu. Pekerja = 12 orang, Tukang = 3 orang, Kepala Tukang = 1 orang. Aplikasi pelaksanaan berada di lintasan kritis dengan waktu terlama selama 32 minggu atau 224 hari Kalender.Kata kunci: SNI ICS 91.010.20, activity on arrow, lintasan kriti
PEMANFAATAN LIMBAH TISU SEBAGAI PENGISI POLIMER RESIN DENGAN METODE SEDERHANA
Abstrak: Pada perkembangan zaman saat ini banyak penemuan-penemuan yang terjadi dengan penambahan limbah yang yang terdaapat disekitar kita. Limbah tersebut bias meningkatkan kekuatan dan bias juga mengurangi kekuatan. Pada penelitian ini belum optimal, untuk itu diharapkan dilakukan penelitian ulang dengan harapan limbah tersebut mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Penelitian ini juga bertujuan untuk memanfaatkan limbah tisu sebagai filler beton polimer. Limbah tersebut dikompositkan dengan memvariasikan persentase berat masing-masing filler. Kemudian dilakukan pengamatan secara fisik. Dari hasil pengamatan resin, hardener dan limbah yang dilakukan menunjukkan polimer dapat menyatu dengan baik. Sehingga didapat material baru dengan sifat fisik kuat dan ringan hal ini merupakan peluang untuk mendapatkan material pengganti jenis baru. Dari percobaan material terdapat udara yang terjebak sehingga mengakibatkan material dapat mengalami penurunan kekuatan. Untuk menghilangkan udara yang terjebak harus dilakukan pemanasan kembali agar udara yang terjebak dapat keluar dari benda uji.Kata kunci: polimer resi
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN LOYALITAS KERJATERHADAP KINERJA PEGAWAI PT PLN (PERSERO) UNITINDUK PEMBANGKITAN SUMATERA BAGIAN SELATAN
The purpose of this study was to determine the influence of Organizational Culture and Job Loyalty as independent variables to be examined for their effects on employee performance either jointly or simultaneously or partially. After conducting a literature review and hypotheses, data was obtained from the distribution of questionnaires for 60 employees of PT PLN (Persero) South Sumatra Main Generation Unit, and then analyzed the data obtained using quantitative data analysis.The results of this study showed that the influence of Organizational Culture and Job Loyalty simultaneously obtained a significant value of F of 0.000 which is smaller than α of 0.05 (0.000 <0.05) so that Ho is rejected and H1 is accepted, meaning that there is an influence. significantly between Organizational Culture and Job Loyalty together on Employee Performance at PT PLN (Persero) South Sumatra Generation Main Unit. The partial test for the Organizational Culture variable obtained a significant t value of 0.000 which is smaller than α of 0.05 (0.000 <0.05) meaning that partially Organizational Culture has an effect on Employee Performance and the results of the Work Loyalty variable) has a significant value of 0.000 which is smaller than α of 0.05 (0.000 <0.05) which means that partially there is a significant influence between commitment to employee performance.Keywords :Employee Performance, Organizational Culture and Work Loyalty