Dinamika Rekayasa (E-Journal - Engineering Departement Jenderal Soedirman University UNSOED)
Not a member yet
    192 research outputs found

    Perancangan Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) pada IKM Knalpot K4771NE Purbalingga

    Full text link
    Pengaturan tata letak fasilitas adalah menempatkan posisi fasilitas yang mempertimbangkan batasan ruang dalam menempatkan mesin, aliran pemindahan material, dsb. Umumnya desain tata letak yang optimal berperan dalam menentukan efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi. IKM MMS K4771NE adalah sebuah industri kecil menengah yang begerak di bidang produksi knalpot di kabupaten Purbalingga. Penambahan 10% kapasitas saat ini yang diharapkan pemilik menyebabkan perubahan tata letak pada fasilitas IKM. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan tata letak fasilitas produksi yang optimal, dengan menggunakan metode Systematic layout planning (SLP). Tahapan yang dilakukan dalam SLP antara lain mengetahui kapasitas produksi dan kebutuhan mesin, membuat Activity Relationship Chart (ARC) dan menyusun 3 alternatif tata letak. Tata letak fasilitas IKM yang optimal akan dipilih berdasarkan aliran materialnya dengan total jarak keci

    Kata Pengantar

    No full text

    Refleksi dan Run Up Gelombang Melalui Pemecah Gelombang Berlubang Tipe Box Culvert

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji refleksi dan tinggi run-up gelombang pada pemecah gelombang berlubang tipe box culvert, yaitu struktur pemecah gelombang dengan bagian atas berbentuk dinding kedap air dan bagian bawah berbentuk lubang tipe box culvert. Metode penelitian dilakukan dengan eksperimen model fisik di laboratorium. Parameter struktur lubang dan parameter gelombang divariasi untuk mengetahui unjuk kerja pemecah gelombang berdasarkan indikator nilai koefesien refleksi (KR) dan tinggi run-up (Ru). Parameter penelitian berdasarkan analisis non dimensional adalah tinggi lubang relatif (hL/d), panjang lubang relatif (B/L) dan kecuraman gelombang (H/L). Eksperimen model fisik di laboratorium menggunakan saluran gelombang dengan panjang 15,0 m, lebar 0,3 m dan tinggi 0,45 m. Simulasi gelombang menggunakan gelombang reguler dan tinggi gelombang diukur menggunakan alat wave probe yang ditempatkan di depan model. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai KR dan Ru akan meningkat dengan menurunnya nilai hL/d, meningkatnya nilai B/L dan meningkatnya nilai H/L

    Pemanfaatan Galar Bambu Pada Balok Komposit Sengon-Bambu Terhadap Kuat Lentur

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bambu pada balok komposit kayu-bambu terhadap perilaku mekanika lentur. Balok komposit sistem sisip (sandwich) dibentuk dari lapisan bambu apus (Gigantochloa apuz) bentuk galar dan lapisan kayu sengon (Paraserianthes falcataria) sebagai pengisi dengan teknik laminasi menggunakan perekat Urea Formaldehida. Benda uji balok komposit dibuat dengan variasi jumlah lapisan bambu terhadap struktur komposit sebesar 0%, 25%, 50%, dan 75%. Pengujian lentur dengan beban lateral statik tiga titik (third point loading) diberikan bertahap sampai batang runtuh. Hasil pengujian lentur balok komposit menunjukkan kekuatan yang meningkat secara signifikan dari rasio bambu 0% hingga 50%, sedangkan kekuatan balok dengan rasio bambu 75% lebih rendah dari balok rasio bambu 50%. Persentase peningkatan kekuatan balok berturut-turut dari rasio terendah hingga tertinggi adalah 0%; 62,23%; 100,65%; dan 92,28%. Nilai optimum kekuatan balok komposit dicapai pada rasio bambu 50% (RBB.50), yaitu MOR sebesar 21,46 MPa. Kerusakan yang terjadi pada balok komposit adalah rusak lentur murni untuk balok dengan rasio bambu 0%, 25%, dan 50%, sedangkan pada balok dengan rasio bambu 75% terjadi rusak gese

    Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Postural Ergonomic Risk Asessment (PERA) dan Key Indicator Method (KIM)

    Full text link
    Moulding Najwan Jaya merupakan UKM yang bergerak di bidang moulding kayu dengan hasil produk yaitu daun pintu. Berdasarkan observasi awal proses produksi pintu, terdapat risiko kelainan otot-rangka (MSDs) akibat postur yang membungkuk dalam waktu yang cukup lama. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian untuk menganalisis postur kerja menggunakan metode Postural Ergonomic Risk Assessment (PERA) dan metode Key Indicator Method (KIM). Berdasarkan metode PERA, diperoleh hasil klasifikasi tingkat risiko tertinggi yaitu pada sub-kegiatan pembuatan motif papan panel sebesar 18,3 atau masuk ke dalam kategori high risk. Sedangkan berdasarkan metode KIM, diperoleh hasil klasifikasi tingkat risiko berdasarkan hasil skor tertinggi adalah pada pembuatan motif papan panel sebesar 248 atau masuk ke dalam kategori high. Setelah dilakukan rekomendasi perbaikan yaitu perancangan fasilitas meja kerja yang disesuaikan pada antropometri karyawan menggunakan software CATIA V5. Berdasarkan metode PERA, skor klasifikasi tingkat risiko turun menjadi 6,33 atau sebesar 67% dan masuk ke dalam kategori possible risk, dan berdasarkan metode KIM skor klasifikasi tingkat risiko turun menjadi 200 atau sebesar 19,35% dan masih masuk dalam kategori hig

    Kontrol Struktur Geologi Terhadap Potensi Panas Bumi Daerah Danau Ranau, Sumatera Selatan dan Sekitarnya

    Full text link
    Reduksi ketersediaan energi konvensional menuntut pengembangan energi alternatif, salah satunya panas bumi. Danau Ranau memiliki potensi panas bumi direpresentasikan dengan manifestasi mata air panas di permukaan. Sasaran identifikasi awal potensi panas bumi terkait asosiasinya dengan struktur rekahan dan patahan. Observasi ini dikembangkan dengan studi pustaka, penginderaan jauh dengan pendekatan melalui satelit citra, survei manifestasi, dan analisis studio. Berdasarkan analisis ini didapati pola kelurusan dominan barat laut – tenggara dan dipengaruhi oleh gaya kompresi dengan arah relatif utara – selatan. Pola kelurusan ini berasosiasi dengan struktur geologi sebagai play zone dari reservoir geothermal. Tipe kelurusan juga diinterpretasikan bahwa Danau Ranau merupakan discharge zone yang dihasilkan oleh sesar mendatar yaitu Sesar Kumering dengan pola serupa Sesar Semangko. Hasil survei permukaan ditemukan dua lokasi manifestasi Air Panas Ranau (APR) dan Air Panas Lumbok (APL). Lokasi APR ditemukan dua titik manifestasi dengan suhu sekitar 54o C dan 60o C, kadar pH netral, dan litologi penyusun batuan sampingnya berupa endapan piroklastik yaitu welded tuff dan batuan beku andesit. Pada APL terdapat dua titik manifestasi air panas dengan suhu sekitar 45o C hingga 59o C dengan pH relatif netral. Potensi energi sekitar 37 Mwe diduga terdapat pada reservoir panas bumi pada daerah Danau Rana

    Kendali Kecepatan Putar Brushless DC Motor (BLDC) Hall Sensor Berbasis Mikrokontroler

    Full text link
    Brushless DC Motor (BLDC Motor) merupakan motor AC sinkron 3 fase menggunakan rotor magnet permanen dengan komutasi elektris bukan mekanis maka BLDC motor memiliki efisiensi, kecepatan, dan torsi yang lebih baik dibanding motor DC. Medan putar stator BLDC motor 3 fase dapat terjadi jika suplai tegangan yang tepat pada masing-masing belitan fasa. Suplai tegangan dapat diperoleh dari output inverter sehingga perlu kendali tegangan untuk memicu kerja gate pada inverter agar terjadi komutasi elektris yang tepat. Studi ini melakukan rancang bangun kendali putaran BLDC motor sensor hall. Sensor hall digunakan untuk mendeteksi posisi kutub magnet rotor untuk input pengatur tegangan pemicu gate inverter sehingga terjadi komutasi yang tepat.  Pengaturan kecepatan dilakukan dengan metode fuzzy.  Perbandingan perfoma pengaturan tegangan dengan dan tanpa FLC (Fuzzy Logic Control) berbasis Arduino dilakukan secara software dan hardware.  Pada pengujian simulasi menggunakan software, pada set point 1200 rpm output kecepatan tanpa FLC berada di kisaran 1400 rpm, sedangkan ketika menggunakan FLC berada di kisaran 1200 rpm. Rise time yang dihasilkan tanpa FLC yaitu 28,955 ms dan overshoot yang dihasilkan 1,531%, sedangkan ketika menggunakan FLC menghasilkan rise time 15,385 ms dan overshoot yang dihasilkan 0,471%. Pada pengujian hardware tanpa menggunakan FLC pada set point 1200 rpm output kecepatan yang dihasilkan yaitu berada dikisaran 1341 rpm, sedangkan menggunakan FLC menghasilkan output kecepatan berada di 1212 rpm. Rise time yang dihasilkan ketika tanpa menggunakan FLC adalah 100 ms dan ketika menggunakan FLC adalah 25 ms. Jadi, dapat disimpulkan sistem kendali kecepatan motor saat menggunakan FLC  menghasilkan output kecepatan dan respon sistem yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan FL

    Penentuan Jumlah Tenaga Kerja dengan Pendekatan Work Load dan Work Force Analysis sebagai Pertimbangan Insentif

    Full text link
    Empek-Empek Anda Kota Taman memproduksi sebesar 340kg/hari dengan urutan proses kerja yaitu Proses penggilingan (elemen 1), proses pencetak (elemen 2), proses perebusan (elemen 3), proses penimbangan (elemen 4), proses penyusunan produk (elemen 5), dan proses vakum (elemen 6). Dalam proses produksi masih menggunakan sumber daya manusia dengan performa dari tenaga kerja yang tidak optimal sehingga pemilik ingin mengetahui jumlah tenaga kerja optimal dan adanya peningkatan permintaan pada event tertentu yang menyebabkan penyesuaian-penyesuaian untuk memenuhi target produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan analisis beban kerja, penentuan jumlah tenaga kerja optimal, dan perhitungan insentif kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Work Load Analysis (WLA), Work Force Analysis (WFA), dan Straight Piecework Plan. Pada hasil perhitungan metode WLA dan WFA, didapatkan jumlah tenaga kerja optimal yaitu 6 tenaga kerja sehingga terdapat pengurangan 2 tenaga kerja. Pada hasil perhitungan insentif dengan kondisi 8 tenaga kerja untuk memproduksi 850 kg/hari didapatkan total insentif Rp284.731, dengan tujuan meningkatkan semangat dan performa dari pekerja untuk produksi diatas output standar

    Front Cover

    No full text
    Cove

    Kata Pengantar

    No full text

    166

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Dinamika Rekayasa (E-Journal - Engineering Departement Jenderal Soedirman University UNSOED)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇