Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
1980 research outputs found
Sort by
TRANSFER TEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG HIBRIDA KEPADA KELOMPOK TANI WILAYAH BINAAN BPP SEKAMPUNG, KECAMATAN SEKAMPUNG, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
Kabupaten Lampung Timur merupakan penghasil jagung utama di Provinsi Lampung dengan luas areal tanam mencapai 187.450 hektar, dengan total produksi mencapai 950.234 ton. Sentra utama jagung di Lampung Timur yaitu di Kecamatan Bandarsribawono, Sekampung Udik, Margasekampung, dan Kecamatan Metro Kibang. Produktivitas jagung di wilayah kerja BPP Sekampung masih rendah, yaitu hanya mencapai 41,9 ku.ha-1. Penyebabnya antara lain Teknologi budidaya jagung yang diterapkan oleh petani masih sederhana; banyak petani yang menggunakan benih berkualitas rendah; sumber dayaa manusia yang akhli di bidang tanaman jagung hibrida sangat kurang atau belum ada. Tujuan PKM adalah untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi budidaya jagung secara intensif dan memberikan keterampilan tentang bagaimana menghasilkan benih jagung yang berkualitas tinggi. Metode PKM adalah (1) ceramah, tayangan gambar, video, slide foto, yang berhubungan dengan materi budidaya dan teknik seleksi pemurnian varietas; (2) Pembuatan demplot tentang budidaya jagung hibrida secara intensif di lahan milik BPP yang akan dikelola oleh khalayak sasaran sebagai petani binaan BPP. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan anggota kelompok tani mengalami perubahan tingkat penguasaan teknologi budidaya, dan terjadi perubahan pengetahuan dan keterampilan cara memnghasilkan benih berkualitas secara mandiri kearah yang lebih baik. 
Prosedur Pengadaan Dan Distribusi Pupuk SP Fertiphos di UD ABCD
UD ABCD merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi sarana produksi pertanian. Sistem pengadaan UD ABCD adalah sistem sentralisasi. Penulisan tugas akhir bertujuan: (1) Menjelaskan prosedur pengadaan Pupuk SP Fertiphos di UD ABCD (2) Menjelaskan prosedur pendistribusian Pupuk SP Fertiphos ke toko cabang. Metode analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan flowchart 1) Sistem pengadaan Pupuk SP Fertiphos yang dilakukan UD ABCD yaitu dengan menggunakan metode Flowchart dengan tahapan permintaan barang, Purchases Order (PO), lalu penerimaan barang. 2) Proses pendistribusian Pupuk SP Fertiphos di UD ABCD yaitu pendistribusian tidak langsung atau melalui perantara toko cabang dengan melakukan permintaan pesanan penjualan sampai proses pengiriman Pupuk SP Fertiphos secara langsung ke toko cabang dengan tahapan dari Sales Order (pesanan penjualan), Pembuatan Delivery Order (DO), pembuatan faktur, pengiriman barang serta pesanan sampai ke toko cabang
Kajian Internal dan Eksternal Koperasi SPK
Koperasi SPK merupakan koperasi yang bergerak di bidang pembibitan sapi potong dan hasil turunan lainnya. Koperasi SPK dalam pengembangan koperasi masih terdapat beberapa kendala, seperti rendahnya minat peternak untuk beraliansi ke koperasi, rendahnya kapasitas Sumber Daya Manusia anggota, dan manajemen koperasi yang belum optimal. Tujuan penulisan akhir ini adalah untuk (1) Menganalisis kondisi kekuatan dan kelemahan Koperasi SPK. (2) Menganalisis kondisi peluang dan ancaman KPT SPK. Penulis menggunakan metode kualitatif dalam bentuk deskriptif. Metode ini mendeskripsikan gambaran umum koperasi secara internal dan eksternal. Hasil analisis dan pembahasan (1) Secara internal, kekuatan utama yang dimiliki Koperasi SPK adalah koperasi menjalin kemitraan dengan badan hukum lain dalam pengembangan usahanya, dan kelemahan utamanya adalah rendahnya partisipasi anggota dalam menggunakan layanan unit usaha koperasi. (2) Secara eksternal, peluang utama yang dimiliki Koperasi SPK adalah tingginya minat masyarakat luar daerah untuk melakukan kunjungan wisata edukasi ke koperasi, dan ancaman utamanya adalah rendahnya minat peternak non-anggota untuk bergabung sebagai anggota tetap koperas
ANALISIS POTENSI LESTARI PERIKANAN TANGKAP UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) DI PERAIRAN SORONG
Aktivitas perikanan tangkap udang putih yang ditelaah berlangsung di kawasan perairan Sorong dan sekitarnya berdasarkan data PPP Kota Sorong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai stok dan Maximum Sustainable Yield (MSY) udang putih di perairan Sorong berdasarkan pendekatan model produksi surplus (Model Schaefer). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder berbentuk dokumen. Data yang diambil adalah data tangkapan udang putih dan upaya penangkapan udang putih atau effort (trip), dari tahun 2014-2018 (5 Tahun). Hasil penelitian menunjukkan nilai produksi berbanding terbalik dengan nilai effort, di mana nilai produksi dari tahun 2014-2018 mengalami penurunan setiap tahunnya, sedangkan nilai effort dari tahun 2014-2018 mengalami peningkatan. Kondisi yang terjadi ini mengindikasikan bahwa keberadaan stok udang putih di perairan Sorong dan sekitarnya telah dan sedang mengalami penurunan yang berdampak pada penurunan produksi setiap tahun dengan persentase yang cukup besar di mana kondisi ini mengindikasikan terjadinya overfishing. Nilai MSY pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap di perairan Sorong berdasarkan data PPP Kota Sorong sebesar 493.335 kg/tahun untuk HMSY dan 880 trip/tahun untuk EMSY dengan TAC sebesar 394.668,3 kg/tahun.
Kata kunci : Perikanan Tangkap, MSY, Udang Putih, Model Produksi Surplus, Soron
Aplications of Vesicular Arbuscular Mycorrhizes (Vam) and Trichoderma Sp: Aplikasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) dan Trichoderma Sp Dengan Umur Pindah Tanam Benih Jagung Ungu (Zea mays var Ceratina Kulesh).
Vesicular Arbuscular Mycorrhizae and Trichoderma sp are biological agents of microorganisms to assist in nutrient uptake, suppress pathogen populations, accelerate growth and increase crop yields. This research aimed to determine the effect of age transplanting seeds with the application of Mycorrhizal Arbuscula Vesicular and a dose of Trichoderma sp., which could increase the production of Purple Corn (Zea mays var Ceratina Kulesh). This research was carried out in an experiment using Split Plot Design. The Main Plot was the age of transplanting (m) with the application of Vesicular Arbuscular Mycorrhizae as much as 10 g.tan-1, which were: m1 (transplanting age 0 days), m2 (transplanting age 7 days), m3 (age of transplanting 10 days). The Sub-Plot (SP) was The Trichoderma sp. (t), which were: t0 (without Trichoderma sp.), t1 (Trichoderma sp. 100 g.tan-1), t2 (Trichoderma sp. 200 g.tan-1). Each treatment in the main plot and sub-plot was combined to create nine treatment combinations. Each treatment combination was repeated three times so that a total of 27 plot units. The results showed that the treatment of 10 days of transplanting with the application of Mycorrhizal Vesicular Arbuscula as much as 10 g.tan-1 gave the best results on cob diameter and Phosphorus uptake. Dosage of Trichoderma sp. 200 g.tan-1 gave the best results on planting crown weight, cob diameter, The combination of 10 days of transplanting, while the application of Vesicular Arbuscular Mycorrhizae and a dose of Trichoderma sp. 200 g.tan-1 gave the best results on cob weight per plant, Nitrogen and Potassium uptake.ABSTRAK
Mikoriza Vesicular Arbuskular (MVA) dan Trichoderma sp. adalah mikroorganisme agen hayati untuk membantu dalam pengambilan unsur hara, menekan populasi patogen, mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui umur pindah tanam dengan aplikasi Mikoriza Vesikular Arbuskula (MVA) dan dosis Trichoderma sp yang dapat meningkatkan produksi tanaman jagung Ungu (Zea mays var Ceratina Kulesh). Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen (true experiment) yang disusun berdasarkan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Percobaan ini terdiri atas petak utama yaitu umur pindah tanaman (m) dengan aplikasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) sebanyak 10 g.tan-1 : m1(umur pindah tanam 0 hari), m2(umur pindah tanam 7 hari), m3 (umur pindah tanam 10 hari). Anak petak yaitu dosis Trichoderma sp(t), terdiri dari: t0 (tanpa Trichoderma sp), t1(Trichoderma sp. 100 g.tan-1, t2 (Trichoderma sp. 200 g.tan-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur 10 hari pindah tanam dengan aplikasi mikoriza sebanyak 10 g.tan-1 memberikan hasil terbaik pada diameter tongkol, dan serapan Fosfor. Dosis Trichoderma sp 200 g.tan-1 memberikan hasil terbaik pada bobot tajuk pertanaman, diameter tongkol, Kombinasi umur 10 hari pindah tanam dengan aplikasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) dan dosis Trichoderma sp 200 g.tan-1 memberikan hasil terbaik pada bobot tongkol per tanaman, serapan Nitrogen dan Kalium.
Kata Kunci : Jagung ungu, Kalium, Mikoriza, Trichoderma sp., Umur Pindah tana
Pendugaan Bobot Badan Melalui Ukuran Shank pada Ayam Kampung yang Dipelihara Secara Tradisional di Manokwari
This study aims to find an estimator of body weight by means of shank length and shank circumference in adult Kampung chickens reared traditionally. A total of 173 adult Kampung chickens (79 males and 94 females), aged 1 year belonging to several breeders in Prafi District, Manokwari Regency, were used as material for this study. Best Subsets Regression analysis was used to find the best body weight estimation model for this research chicken. The results showed that shank length (PSJ) was the best estimator of body weight (BBJ) for adult male Kampung chickens through the formula: BBJ = 0.363 PSJ – 1.67, because it had the best accuracy rate (highest R2 and lowest C-p and s) compared to the formula others available. For adult female Kampung chickens, shank length (PSB) and shank circumference (LSB) are the best estimators of body weight (BBB) for adult female Kampung chickens using the formula: BBB = 0.205 PSB + 0.127 LSB - 0.864, because it has the best level of accuracy (R2 highest and C-p and lowest s) compared to other available formulas. These formulas are very well applied to Kampung chicken farms that are kept traditionally in an area in order to choose good male candidates and prospective brooders for that area.This study aims to find an estimator of body weight by means of shank length and shank circumference in adult Kampung chickens reared traditionally. A total of 173 adult Kampung chickens (79 males and 94 females), aged 1 year belonging to several breeders in Prafi District, Manokwari Regency, were used as material for this study. Best Subsets Regression analysis was used to find the best body weight estimation model for this research chicken. The results showed that shank length (PSJ) was the best estimator of body weight (BBJ) for adult male Kampung chickens through the formula: BBJ = 0.363 PSJ – 1.67, because it had the best accuracy rate (highest R2 and lowest C-p and s) compared to the formula others available. For adult female Kampung chickens, shank length (PSB) and shank circumference (LSB) are the best estimators of body weight (BBB) for adult female Kampung chickens using the formula: BBB = 0.205 PSB + 0.127 LSB - 0.864, because it has the best level of accuracy (R2 highest and C-p and lowest s) compared to other available formulas. These formulas are very well applied to Kampung chicken farms that are kept traditionally in an area in order to choose good male candidates and prospective brooders for that area
Tingkat Pengetahuan Panitia Kurban Tentang Penyakit Lumpy Skin Disease di Kota Bandar Lampung
Lumpy Skin Disease (LSD) is transboundary disease and characterized by the presence of nodules on the skin This Study is aimed to assess the level of knowledge of the sacrificial committee towards Lumpy Skin Disease (LSD) in Bandar Lampung City. The data were taken by using research instruments (questionnaire) with 100 respondents. The Research subjects in this study were sacrificial committees in 20 districts around Bandar Lampung City. Sacrificial committees were dominated by 50-60 years old, level of education Senior High School, and 1-10 years experienced in becoming sacrificial committee. Results showed that the average level of respondents’ knowledge regarding the LSD symptoms is high (80), whereas the knowledge towards LSD transmission, and control are in the medium level (72.06 and 64.3)Lumpy Skin Disease (LSD) is transboundary disease and characterized by the presence of nodules on the skin This Study is aimed to assess the level of knowledge of the sacrificial committee towards Lumpy Skin Disease (LSD) in Bandar Lampung City. The data were taken by using research instruments (questionnaire) with 100 respondents. The Research subjects in this study were sacrificial committees in 20 districts around Bandar Lampung City. Sacrificial committees were dominated by 50-60 years old, level of education Senior High School, and 1-10 years experienced in becoming sacrificial committee. Results showed that the average level of respondents’ knowledge regarding the LSD symptoms is high (80), whereas the knowledge towards LSD transmission, and control are in the medium level (72.06 and 64.3
EKSPLORASI KARAKTER SEKUNDER UNTUK SELEKSI TIDAK LANGSUNG PADA JAGUNG DI KONDISI KEKERINGAN
Yield maize direct selection at drought conditions sometimes is inefficient. Indirect selection through secondary characters can increase selection efficiency. This study aims to obtain secondary characters that can be used for indirect selection. This research was conducted at IP2TP Bajeng, Indonesia Cereal Research Institute, Gowa Regency, South Sulawesi Province from July to November 2020. The research was arranged in a randomized Alpha Lattice group design with three replications. The genotypes used were 36 hybrid maize candidates and four comparison varieties. Characters that have high diversity are determined by a loading factor value of more than 0.7. The correlation between secondary characters and yield was using Pearson correlation and heritability are derived from the analysis of variance. The results showed that the characters of day to anthesis, day to silk, number of harvested ears and ear diameter were secondary characters that could be used as the indirect selection of maize in drought conditions.
drought;; indirect selection, maize; secondary charactersSeleksi langsung untuk karakter hasil biji jagung di kondisi kekeringan seringkali tidak sangkil. Penggunaan karakter skunder dalam seleksi tidak langsung diharapkan dapat meningkatkan kesangkilan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karakter sekunder yang dapat digunakan untuk seleksi tidak langsung. Penelitian ini akan dilaksanakan di IP2TP Bajeng Balai Penelitian Tanaman Serealia Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan pada bulan Juli sampai November 2020. Penelitian disusun dalam rancangan Acak kelompok Alpha Lattice dengan 3 ulangan. Genotipe yang digunakan adalah 36 calon jagung hibrida dan 4 varietas pembanding. Karakter yang memiliki keragaman tinggi ditentukan dengan karakter yang memiliki nilai loading factor lebih dari 0,7 korelasi antara karakter sekunder dengan hasil menggunakan korelasi pearson serta nilai heritabiitas diturunkan dari analisis ragam. Hasil penelitian menunjukka bahwa karakter umur berbunga jantan, umur berbunga betina, jumlah tongkol panen dan diameter tongkol merupakan karakter skunder yang bisa digunakan sebagai seleksi tidak langsung jagung pada kondisi kekeringan.
Kata kunci: jagung, kekeringan, seleksi tidak langsun
Dampak perubahan iklim terhadap produksi tanaman pangan di indonesia: DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI INDONESIA
Climate change posed serious challenge for Indonesia to fullfil demand. One of the climate change phenomena that affects the agricultural sector, especially food crops, is the El Nino Southern Oscillation (ENSO) which consists of El Nino and La Nina. ENSO causes rainfall variability that adversely affects the production of food crops such as rice, corn and soybeans This research aims (1) to identify provinces affected by ENSO in Indonesia and (2) to analyze the impact of ENSO and other determinants on food crop production (rice, corn, soybeans) in the affected provinces. The study used secondary panel data 2010-2017 period from 16 provinces affected by ENSO. Pearson correlation and static panel regression are used to answer research objectives. Rainfall was used as a proxy for the ENSO phenomenon The results showed that most provinces in Indonesia were affected by ENSO, as indicated by negative and significant correlation between the Oceanic Nino Index (ONI) and rainfall. Static panel regression showed that ENSO had a significant impact on rice and soybean production as indicated by rainfall indicators. El Nino that resulted ina significant decrease in rainfall has a greater impact on rice and soybean production, while La Nina that resulted in a significant increase in rainfall had a greater impact on soybean production. In general, El Nino has a greater impact on food crop production than La Nina
Keywords: El Nino, Food Crops, La Nina, Rainfall, Static PanelPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satu fenomena perubahan iklim yang berpengaruh terhadap sektor pertanian khususnya tanaman pangan adalah El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang terdiri dari El Nino dan La Nina. ENSO menyebabkan variabilitas curah hujan sehingga berdampak buruk bagi produksi tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi provinsi terdampak ENSO di Indonesia dan (2) menganalisis dampak ENSO dan determinan lainnya terhadap produksi tanaman pangan (padi, jagung, kedelai) di provinsi yang terdampak. Penelitian ini menggunakan panel data sekunder tahun 2010-2017 dari 16 provinsi terdampak ENSO. Korelasi Pearson dan regresi panel statis digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Fenomena ENSO diproksi melalui curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar provinsi di Indonesia terdampak ENSO, yang terlihat dari korelasi negatif dan signifikan antara Oceanic Nino Index (ONI) dan curah hujan. Regresi panel statis menunjukkan ENSO berpengaruh signifikan terhadap produksi padi dan kedelai melalui indikator curah hujan. El Nino yang disertai penurunan curah hujan signifikan berdampak lebih besar terhadap produksi padi dan kedelai, sedangkan La Nina yang disertai peningkatan curah hujan signifikan memiliki dampak lebih besar terhadap produksi kedelai. Secara umum, El Nino memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap produksi tanaman pangan