Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
1980 research outputs found
Sort by
The Effect Of Kno3 And Kieserite Fertilization On The Growth Of Palm Oil (Elaeis Guineensis Jacq.) Seeds That Attack Leaf Flot In Main Nursery
Quality seeds can be met if during their growth can take place well and produce healthy plants. One of the obstacles in maintenance activities is the recovery of seedling growth after a severe attack of leaf spot disease at the age of 5-6 months in the main nursery. The way that can be done is to test the effectiveness of nitrogen and magnesium fertilization on the recovery of seedling growth. This study aims to obtain the best concentration of nitrogen fertilizer and magnesium fertilizer in optimizing the growth of oil palm seedlings that have been attacked by diseases in the main nursery. The research will be carried out at the Lampung State Polytechnic's Oil Palm Nursery Unit. The experimental design used was a factorial randomized design (RAF) 2 x 3 with 5 replications. The first factor of treatment was KNO3 fertilization and the second factor was kieserite fertilization. The first factor is KNO3 fertilization with a concentration of 1% and 2%. The second factor is kieserite fertilization which consists of doses of 0 g, 5 g, and 10 g. The observed variables were seedling height, seedling diameter, number of midribs, level of greenness of leaves and leaf area of tillers. Observational data will be analyzed by F test at level = 5%. If the results of the analysis of variance are significant, it will be continued with the further test of the smallest significant difference (BNT) at the level of = 5%. The results showed that the application of 2% KNO3 fertilizer with the addition of 10 g of kieserite was able to produce the best growth recovery on all observed variables
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tambah produk kakao. Hilirisasi produk olahan berbasis kakao belum dilakukan masyarakat secara mandiri. Masyarakat menjual hasil panen biji kakao ke BUMD Aneka Usaha Laba Jaya Utama Pesawaran untuk mengolah biji kakao menjadi kakao bubuk. Persoalan yang terjadi adalah harga bubuk kakao yang tinggi, sehingga apabila KWT Mawar Indah ingin mengolah kembali bubuk kakao tersebut dibutuhkan biaya produksi yang lebih besar dan menjadi tidak ekonomis. Peningkatan ekonomi petani dapat dimulai meningkatkan nilai tambah dari produk kakao. Petani perlu ditingkatkan keterampilan dalam memproduksi kakao menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi. Tujuan kegiatan pendampingan kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan Kelompok Wanita Tani kakao mengenai peningkatan nilai tambah produk kakao dan peningkatan keterampilan Kelompok Wanita Tani membuat produk olahan kakao menjadi chocobar/milk chocolate. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan konsep PRA, branstroming, sistem pembelajaran dua arah (pedagogy), penyuluhan, praktik, simulasi dan pendampingan masyarakat secara intensif. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari : a) penyampaian materi peningkatan nilai tambah produk olahan sesuai dengan standar good manufacturing practise, b) bimbingan teknis produk olahan kakao berupa choco bar/milk chocolate, pendampingan intensif pada sisi packaging. Pada setiap pelaksanaan kegiatan dilakukan evaluasi yang fungsinya untuk menilai capaian kinerja. Evaluasi terdiri dari evaluasi awal, produk, dan akhir. Kegiatan dilaksanakan selama 6 (enam) bulan. Lokasi pelaksanaan kegiatan terpusat di desa sentra budidaya kakao Desa Sungai Langka Kabupaten Pesawaran. Jumlah peserta 14 orang yang terdiri dari 12 Kelompok Wanita Tani dan 2 tenaga PPL Desa Sungai Langka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) memberikan kesimpulan: pertama peningatan pengetahun kelompok wanita tani sangat signifikan setelah diberikan pelatihan mengenai peningkatan nilai tambah produk kakao menjadi 86%. Selanjutnya kemampuan kelompok wanita tani dalam memproduksi produk olahan kakao sangat baik yaitu mampu membuat produk choco bar/ milk chocolate sesuai dengan SOP
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) pada Berbagai Konsentrasi Pupuk NPK dan Jenis Media Tanam Secara Hidroponik NFT
NFT hydroponic is a plant cultivation technology that allows plant roots to grow on a shallow nutrient layer on the narrow field. The goal of this study was to evaluate the best NPK 16-16-16 fertilizer concentration and planting media, as well as the combination of the best NPK 16-16-16 fertilizer concentration and planting media, on the growth and yield of pakchoy (Brassica rapa L). This study used a split plot in factorial randomized block design. The first factor is the concentration of AB mix fertilizer as a control at 1400 ppm (N1) and the concentration of NPK fertilizer, namely: 758 ppm (N2), 1000 ppm (N3). The second factor element is the type of planting medium, which consists of 6 media: rockwool (M1), cotton (M2), sponge (M3), fern (M4), charcoal husk (M5), and cocopeat (M6), with 2 repetitions and 18 treatment combinations. Plant height (cm), number of leaves (pieces), leaf width (cm), leaf length (cm), wet weight of sample plants (grams), and dried weight of plants (grams) were the observation variables. In comparison to an NPK nutrient concentration of 1000 ppm, providing an NPK fertilizer concentration of 758 ppm resulted in better growth and yield in the parameters of number of leaves, wet weight, and dry weight of pak choy plants. Using husk charcoal as a planting medium resulted in superior growth and results in the plant height, number of leaves, leaf width, leaf length, and wet weight of pakchoy plants
Kinerja Rantai Pasok Industri Kopi Bubuk di Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung
This study aims to analyze supply chain flow patterns and supply chain performance of ground coffee agro-industry in Kemiling District, Bandar Lampung City. The census method was used in this study, by taking all five ground coffee agroindustry in the Kemiling District, Bandar Lampung City. Respondents in this study were agro-industry owners, coffee farmers, collectors, wholesalers, retailers, and ground coffee consumers. The sampling technique for supply chain respondents uses the snowball sampling method. Research data collection was carried out from January to February 2022. The data analysis used was descriptive qualitative and quantitative methods. The results showed that overall, product flow, money flow, and information flow that occurred in the supply chain were running well. Several performance indicators for the supply chain of farmers are below the parity value, while the performance of the supply chain traders and agro-industry are all at the superior and advantage criteria.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola aliran rantai pasok dan kinerja rantai pasok agroindustri kopi bubuk di Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Metode sensus digunakan dalam penelitian ini, dengan mengambil semua agroindustri kopi bubuk di Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung yang berjumlah lima. Responden pada penelitian ini yaitu pemilik agroindustri, petani kopi, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan konsumen kopi bubuk. Teknik pengambilan sampel untuk responden rantai pasok menggunakan metode snowball sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada Bulan Januari sampai dengan Februari 2022. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, aliran produk, aliran uang, dan aliran informasi yang terjadi pada rantai pasok sudah berjalan dengan baik. Beberapa indikator kinerja rantai pasok petani berada di bawah nilai parity, sedangkan kinerja rantai pasok pedagang pengumpul dan agroindustri seluruhnya berada pada kriteria superior dan advantage
Forecasting Analysis of Production and Price of Red Chili (Capsicum annum L) in Southeast Sulawesi Province.
Red chili is a horticultural commodity that has high economic value and attractive market prospects for farmers but the production and price of chili peppers continue to fluctuate. The purpose of this research is to: Analyze Forecasting the production and price of red chili (Capsicum Annum L.) in Southeast Sulawesi in 2022-2026 using the Double Exponential Smoothing method. The method of determining the research area used is purposively where the production and price of red chili in Southeast Sulawesi Province fluctuates and the data used is secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics of Southeast Sulawesi Province from 2012 to 2021. The data analysis technique used in this research is Double Exponential Smoothing. The highest predicted red chili production forecasting results are in 2022 amounting to 16,683 Quintals and the lowest is in 2026 amounting to 16,002 Quintals. The results of the analysis of forecasting the production and price of red chili in 2022-2026, namely the production of red chili in Southeast Sulawesi Province has decreased production every year while the price of red chili has increased in price every year.Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta prospek pasar yang menarik bagi petani akan tetapi produksi dan Harga cabai yang terus mengalami fluktuasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: Menganalisis Forecasting (meramalkan) produksi dan harga cabai merah (Capsicum Annum L.) di Sulawesi Tenggara tahun 2022-2026 dengan menggunakan metode Double Exponential Smoothing. Metode penentuan daerah penelitian yang digunakan adalah secara purposive dimana produksi dan harga cabai merah di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami fluktuasi dan data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2012 hingga tahun 2021. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Double Exponential Smoothing. Hasil penelitian ini adalah Forecasting produksi dan harga cabai menggunakan parameter α=0,5. Hasil MAPE produksi cabai merah sebesar 4%, produksi cabai merah pada tahun 2022-2026 cenderung mengalami penurunan. Hasil peramalan produksi cabai merah diprediksi tertinggi yaitu tahun 2022 sebesar 16.683 Kuintal dan terendah yaitu tahun 2026 sebesar 16.002 Kuintal. Hasil MAPE harga cabai merah sebesar 0%, harga cabai merah pada tahun 2022-2026 cenderung mengalami kenaikan. Hasil peramalan harga cabai merah diprediksi tertinggi yaitu tahun tahun 2026 sebesar Rp 3.408.180/ Kuintal atau sebesar Rp 34.081,80/Kg, harga terendah berada pada tahun pertama peramalan yaitu pada tahun 2022 sebesar 2.678.630/Kuintal atau Rp 26.786,30/Kg. 
Motivasi Pembelajaran Ketrampilan Agribisnis Terhadap Santri Darul Iman Sebagai Kecakapan Hidup
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi santri terhadap penguasaan ketrampilan bidang agribisnis di pondok pesantren Darul Iman Lampung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi lapang. Obyek penelitiannya adalah santri pondok pesantren Darul Iman Lampung. Data diperoleh melalui wawancara, pengamatan langsung dan wawancara. Hasil yang didapatkan dari responden menunjukkan bahwa santri merasa menikmati proses dan termotivasi, sebagian kedua sekedar mengikuti program saja, sebagian ketiga merasa bukan hobbi dan tidak terlalu termotivasi. Kesimpulan yang didapatkan adalah motivasi santri terhadap ketrampilan bidang agribisnis masih perlu ditingkatkan
Competitiveness and Policy of Soybean Farming in Jeneponto Regency
The demand for local soybean commodities is very low compared to imported soybeans, which affects the decline in soybean planting area, and farmers are also less willing to farm soybeans because they are less profitable. Government policies related to soybean self-sufficiency are widely carried out, but imported soybean commodities still have stronger competitiveness. This study aims to analyze the competitiveness and government policies on soybean farming in Tamalatea District, Jeneponto Regency. This study used a survey method. Data collection techniques are observation and interviews. The sampling technique using purposive sampling is to choose soybean farmers who are more productive in their farming, so that the number of samples obtained is 48 farmers. The data analysis technique is quantitative descriptive analysis with the Policy Matrix Analysis method. The results of this study indicate that soybean farming has strong competitiveness, because it has a Private Cost Ratio value of 0.2077 and a Domestic Resource Cost Ratio of 0.1628, with a private profit of Rp 5,752,342.42 per hectare and social profit of Rp 7,682,461.16 per hectare. The input policy on soybean farming resulted in values including: input transfer (IT) of -184,240.32, transfer factor (TF) of Rp 14,365.87, and nominal protection coeficient input (NPCI) of 0.61104. Meanwhile, the output policy resulted in an output transfer (OT) value of Rp -2,099,993.19 and a nominal protection coefficient input (NPCO) of 0.7824. Input-output policies have values including: effectivity policy coeficient (EPC) of 0.7912, subsidy ratio for producer (SRP) of -0.20001, profitability coeficient (PC) of 0.7488, and net transfer (NT) of -1,930,118.73. Government policies that are protective of tradable inputs have a positive impact on soybean farming, so farmers pay lower prices than they should. Government protection policies against tradable output have not been effective, so soybean farmers get output prices that are lower than the price they should. Government policy on tradable inputs simultaneously has not been effective in protecting soybean farming, so it has not been able to provide incentives for increased production.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan kebijakan pemerintah terhadap usahatani kedelai di Kabupaten Jeneponto. Lokasi penelitian ini adalah wilayah Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei, observasi, dan wawancara terstruktur. Teknik pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling yakni memilih petani kedelai yang relatif lebih produktif dalam usahataninya, dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 48 petani. Teknik analisis data digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode Policy Matrix Analisis (PAM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keuntungan privat usahatani kedelai setiap musim tanam sebesar Rp 5.752.342,42 per hektar, sedangkan keuntungan sosial sebanyak Rp 7.682.461,16 per hektar. Usahatani kedelai tersebut telah efisien secara finansial dan ekonomis, serta berdaya saing kuat (Private Cost Ratio = 0,2077 dan Domestic Resource Cost Ratio = 0,1628). Kebijakan usahatani kedelai meliputi (a) kebijakan input (input transfer/IT = -184.240,32, transfer factor/TF = Rp 14.365,87, dan nominal protection coeficient input/NPCI = 0,61104); (b) kebijakan output (nilai output transfer/OT = Rp -2.099.993,19, nominal protection coeficient input/NPCO = 0,7824); dan (c) kebijakan input-output (effectivity policy coeficient/EPC = 0,7912, subsidy ratio for producer/SRP = -0,20001, profitability coeficient/PC = 0,7488), Net Transfer/NT = -1.930.118,73).
Kata kunci : daya saing, kebijakan, kedelai, usahatan
STRATEGI ADAPTASI PETANI DALAM MENGAPLIKASIKAN MEKANISASI PERTANIAN PADA LAHAN BASAH DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
Increasing food production, which is currently difficult to do on productive land with an extensification pattern due to limited land availability, causes the exploitation of wetlands with the category of lebak land (marginal land) to be an option for expanding food crops to increase food production in South Sumatra which has a lot of wetlands. Technological engineering is an option in overcoming the constraints of processing lebak land, especially in the use of agricultural tools and machinery which are still low in interest and adoption rates among farmers. This study aims to; (1) formulate strategies so that farmers are interested in cultivating lebak land into productive land, (2) formulate farmer adaptation strategies in cultivating lebak land by applying relevant technology. The survey method was used in this study with two layers of samples (farmers who used Alsintan and farmers who worked on the land manually), as many as 50 respondents in each layer (a total of 100 respondents) were taken using a simple disproportionate random method. Primary and secondary data obtained, processed to calculate income, tested for differences using paired sample t tests, the results of which became the basis for strategies to increase farmers' interest. Formulation of adaptation strategies using the SWOT method with the results of the study: (1) farmers who apply mechanization technology in cultivating rice in lebak land can do their farming with IP 200, incur lower production costs, and higher production and income than farmers who cultivate it manually; (2) The use of mechanization technology is still not efficient in the use of seeds, fertilizers, pesticides, so it must be optimized, (3) The adaptation strategy that must be carried out by farmers is an aggressive strategy because it is in quadrant I, which shows that rice farming in lebak land is in a strong position and has great opportunities to do. This strategy is the main strategy because the strength factors (S) and opportunities (O) owned by farmers in cultivating rice on lebak land have a value greater than the weakness factors (W) and threats (T) that will be encountered.Peningkatan produksi pangan yang saat ini sudah sulit dilakukan pada lahan produktif dengan pola ekstensifikasi, menyebabkan optimalisasi lahan basah dengan kategori lahan lebak menjadi pilihan untuk dilakukan di Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Ogan Ilir yang wilayahnya didominasi lahan basah. Rekayasa teknologi menjadi pilihan dalam mengatasi kendala dalam pengolahan lahan lebak, khususnya dalam penggunaan alat dan mesin pertanian yang masih rendah tingkat adopsinya di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang harus dilakukan agar petani berminat dan dapat beradaptasi dalam mengusahakan lahan lebak dengan mengaplikasikan teknologi yang relevan berbasis perhitungan produktifitas dan pendapatan serta tingkat efisiensi yang akan didapat. Metode survei digunakan dalam penelitian ini dengan sampel sebanyak 70 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan data primer dan sekunder, yang diolah dengan menggunakan perhitungan matematis dan uji statistik yang relevan, dan perumusan strategi dengan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) petani yang mengaplikasikan teknologi mekanisasi dalam mengusahakan padi di lahan lebak dapat melakukan usahataninya dengan IP 200, mengeluarkan biaya produksi yang lebih rendah, serta produksi dan pendapatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan petani yang mengusahakannya secara manual, (2) efisiensi usahatani padi yang menggunakan teknologi mekanisasi masih belum efisien pada penggunaan benih, pupuk, pestisida, sehingga harus ditingkatkan jika ingin hasil yang optimal, (3) Hasil analisis matriks strategy menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang harus dilakukan petani adalah strategi SO karena telah berada pada kuadran I, yang menunjukkan usahatani padi di lahan lebak berada posisi yang kuat dan memiliki peluang yang besar untuk dilakukan
Penerapan Pengungkapan Sustainability Reporting Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
This study aims to examine the effect of information value in terms of financial statement disclosure as measured using the GRI index and divide it into two main categories, namely hard environmental disclosure and soft environmental disclosure and sustainability reporting on company stock prices. The research was conducted on ISRA participants in 2020-2022. The company's stock price is measured using the price model developed by Ohlson (1995). Data were analyzed using multiple linear analysis
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PENGAYAK BAHAN BAKU TEPUNG DAN PELLET DALAM PRAKTIKUM PAKAN BUATAN IKAN
Produksi pakan ikan buatan setiap saat mengalami perkembangan hingga saat ini sebagai dampak dari perkembangan budidaya perikanan di Indonesia. Peningkatan ini terlihat dari jumlah para pembudiaya baik skala kecil hingga menengah yang telah mampu membuat pakan buatan ikan untuk kebutuhan dirinya sendiri bahkan hingga mampu menjual produknya tersebut. Masalah yang dapat terjadi yaitu kondisi bahan baku tepung yang kurang berkualitas akibat proses penepungan yang kurang optimal. Sehingga dapat membuat pellet yang dibuat nutrisinya tidak homogen dan bentukpellet tidak kompak. Masalah lainya yaitu ukuran pellet hasil pencetakan terampur dengan remahanpellet. Masalah tersebut dapat diatasi dengan pengayakan, namun membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup lama jika menggunakan alat pengayak konvensional. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengajukan judul Efektivitas Penggunaan Alat Pengayak Bahan Baku Tepung dan Pellet dalam Praktikum Pakan Buatan Ikan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2020 bertempat di sarana Teaching Factory, Laboratorium Budidaya Perikanan Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. Alat pengayak hasil penelitian bersifat semi otomatis dengan seorang operator mahasiswa untuk mengoperasikannya. Penggunaan alat pengayak menghasilkan waktu yang lebih singkat untuk pengayakan setiap jenis bahan baku dengan jumlah yang sama,yaitu dengan waktu 5 s.d 29 menit tergantung jenis bahan baku pakan. Jumlah bahan hasil ayakan juga lebih banyak dengan penggunaan alat pengayak diakibatkan luasan bidang pengayak yang lebih besar dangerakan mesin yang konstan. Kapasitas aktual alat juga didapatkan nilai yang tinggi pada alat engayak hingga sebesar 60 kg/jam untuk tepung gaplek. Sedangkan kapasitas actual alat untuk pellet mencapai 57 kg/jam. Penggunaan alat pengayak dinilai efektif dalam proses pengayakan bahan baku pada praktik pembuatan pakan buatan ikan dimana waktu kerja menjadi lebih singkat, efisien, serta hasil ayakan tepung bahan baku yang halus dan homogen , untuk menghasilkan pellet dengan ukuran yang seragam dan bersih dari remahan sehingga pakan yang dibuat berkualitas baik.
Kata kunci : pakan ikan, budidaya perikanan, pengayak konvensiona