Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
    1980 research outputs found

    PRAKTIK PENCATATAN DAN PELAPORAN KEUANGAN MASJID PADA MASJID-MASJID DI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

    Get PDF
    Sebagai salah satu organisasi sektor publik, Masjid Babussalam memiliki kewajiban untukmempertanggungjawabkan dan menginformasikan atas dana yang dikelola kepada para jamaah danmasyarakat pada umumnya. Prosedur pencatatan keuangan Masjid Babussalam dilakukan secaramanual dalam buku mutasi kas masjid. Hal ini mengakibatkan catatan tidak dapat memproduksilaporan keuangan yang dibutuhkan oleh pengelola maupun laporan yang harus diinformasikankepada para jamaah secara efisien, akurat, dan tepat waktu. Selain itu, aset yang dimiliki oleh masjidjuga tidak tercatat secara sistematis. Hal ini mengakibatkan lemahnya perlindungan terhadap asetyang dimiliki oleh masjid. Pengabdian telah dilakukan dengan cara melakukan pelatihan dan pembimbingan tentang akuntansimasjid, pembuatan aplikasi akuntansi e-Masjid, dan implementasi aplikasi akuntansi E-masjid.Adapun materi-materi yang diberikan berupa: akuntansi masjid, prosedur keuangan masjid, prosedurpenggunaan aplikasi masjid. Kata kunci: akuntansi masjid; aplikasi e-masji

    TEKNOLOGI KONSERVASI LAHAN DAN TRANSPLANTING TANAMAN KAKAO TIDAK MENGHASILKAN MENJADI TANAMAN PALA PADA KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR, WAY RATAI, PESAWARAN

    Get PDF
    Sumber Jaya Village is one of the villages in the Way Ratai District, Pesawaran Regency. Most of the residents of Sumber Jaya Village (about 85%) depend on the agricultural sector. One of the main crops cultivated is cocoa. Geographically, Sumber Jaya Village is approximately 43 km from Bandar Lampung, 5 km from the district capital. The altitude is approximately 340 mm above sea level, with rainfall of 2650-3000 mm. The total area of ​​cocoa land is approximately 708 ha. Each farmer family head has a cocoa garden with an area of ​​around 0.5 to 2 ha. Based on the results of interviews with farmers and community leaders in Pesawaran Sumber Jaya Village, since 2017 cocoa productivity in the village has continued to decline and is very low. Production in the last 3 years has been around 600 kg ha-1 year-1, declining sharply every year until 2020. The decline and low productivity of cocoa plants in Sumber Jaya Village is caused by the fact that the plants are cultivated in hilly areas (sloping), the plants are old and are attacked by vascular-streak disease dieback (VSD). The information obtained is that the average cocoa plant is 20 years old. Therefore, it is necessary to carry out rorak technology and transplant unproductive cocoa plants with nutmeg plants. From the results of this activity, there was an increase in knowledge among farmer groups about the importance of land conservation by making waves between cocoa/nutmeg plants, knowing how to convert (plant replacement) from cocoa to nutmeg with the correct steps, planting and maintaining, harvesting in cultivation. nutmeg is correct and a pilot unit will be made for replanting the cacao plants which are no longer productive and replaced by nutmeg plants gradually &nbsp

    Strategi Pemasaran Pada Benih Jagung BISI 99

    Get PDF
    UD ABCD merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan sarana produksi pertanian.UD ABCD memiliki masalah pada pemasaran benih jagung BISI-99.Penulisan tugas akhir bertujuan untuk (1) menganalisis strategi bauran pemasaran benih jagung BISI-99 di UD ABCD Punggur Lampung Tengah dengan metode 4P (2) menganalisis strategi pemasaran dengan metode SWOT.Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Hasil analisis dan pembahasan menunjukan bahwa (1)strategi pemasaran benih jagung 4P yaitu(a) benih jagung BISI-99 memiliki keunggulan pada mudahnya penanganan pasca panen dan memiliki sertifikat benih unggul, (b) harga benih jagung BISI-99 adalah Rp80.000/kg, (c) UD ABCD melakukan promosi secara langsung, dan promosi secara online, (d) Lokasi UD ABCD berpusat di kecamatan Punggur. (2) Strategi pemasaran benih menggunakan analisis SWOT menghasilkan strategi progresif yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kualitas produk, menjalin hubungan yang baik dengan jaringan pemasaran yang sudah ada

    Pengukuran Kesadaran Konsumen Terhadap Merek Madu SUHITA

    Get PDF
    SUHITA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha budidaya lebah madu. Brand ini adalah produk pendatang baru dan memiliki kompetitor hal tersebut menjadi masalah yang dihadapi perusahaan. Pengukuran kesadaran konsumen terhadap merek madu berdasarkan piramida brand awareness diharapkan dapat mengetahui posisi kesadaran konsumen sehingga menjadi tolak ukur bagi perusahaan, apakah merek produk tersebut sudah dikenal oleh semua masyaraakat atau hanya kalangan tertentu saja. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk (1) Mengetahui karakteristik konsumen madu SUHITA, dan (2) Mengukur tingkat kesadaran konsumen terhadap merek madu SUHITA berdasarkan piramida brand awareness. Analisis data menggunakan metode deskriptif yang digunakan untuk menjelaskan karakteristik konsumen madu meliputi konsumen berdasarkan jenis kelamin, usia/umur, alamat tempat tinggal, dan jenis pekerjaan. Metode Kuantitatif digunakan untuk menghitung besarnya kesadaran konsumen terhadap merek berdasarkan tingkatan piramida brand awareness yaitu top of mind, brand recall, brand recognition, unware of brand

    Pengaruh Pretreatment Alkali Hidroksida Terhadap Produksi Gula Reduksi dari Limbah Kulit Kopi

    Get PDF
    Coffee husks are abundant agroindustrial lignocellulosic materials that can be used to produce reducing sugar. Coffee husks waste composition consist of cellulose, hemicellulose and lignin. However, its highly lignin content make the pretreatment step necessary. This study produced reducing sugars from coffee husks through chemical pretreatments using combined alkaline hydroxide (NaOH-H2O2). Hydrogen peroxide (H2O2) at various concentrations (2.5, 5, and 7.5% (v/v) was mixed into 1% (w/v) of NaOH solution with pH 11.5. The concentration of lignocellulosic content, crystallinity index and reducing sugar content were investigated. The results showed that the highest lignin removal was achieved at the addition of 2.5% H2O2 .The highest crystallinity index of coffee husks waste-treated was achieved 49,87% at variable of 7.5% (v/v) H2O2.  It can be concluded that alkaline hydroxide pretreatment useful for lignin removal and can be applied in reducing sugar.Limbah kulit kopi merupakan bahan lignoselulosa agroindustri yang melimpah yang dapat digunakan untuk menghasilkan gula reduksi. Komposisi limbah kulit kopi terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Namun, kandungan lignin yang tinggi diperlukan pretreatment. Penelitian ini menghasilkan gula reduksi dari limbah kulit kopi melalui pretreatment kimia menggunakan kombinasi alkali hidroksida (NaOH-H2O2). Hidrogen peroksida pada berbagai konsentrasi (2.5, 5 dan 7.5% v/v) dicampurkan ke dalam larutan NaOH 1% (m/v) dengan pH 11.5. konsentrasi kandungan lignoselulosa, indeks kristalinitas dan kandungan gula reduksi diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyisihan lignin tertinggi dicapai pada penambahan 2.5% hidrogen peroksida. Indeks kristalinitas tertinggi pada limbah kulit kopi yang telah diolah yaitu 49.87% pada variabel 7.5% (v/v). dapat disimpulkan bahwa pretreatment alkali hidroksida berguna untuk menghilangkan lignin dan dapat diterapkan untuk gula reduksi

    Kajian Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zeamays L): Study of the Concentration Liquid Organic Fertilizer on The Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays saccarata L.)

    No full text
    Corn (Zea mays saccarata L.) is one of the food crops that has strategic value, the need for sweet corn in Indonesia continues to increase along with the increasing population and its use as a processed product. This study aims to compare the effect of Rabbit LOF, Goat LOF, and Cow LOF applications on sweet corn plants (Zea mays saccarata L). The method used was a single-factor Randomized Complete Group Design (RCBD), there were 10 experimental units, each experimental unit was repeated 3 (three) times. This study used the following treatments: without control treatment (K0), dose of Rabbit LOF 40 ml/L water (K1), Rabbit LOF 40 ml/L water (K2), Rabbit POC 60 ml/L water (K3), Goat POC 20 ml/L water (K4), Goat LOF 40 ml/L water (K5), Goat LOF 60 ml/L water (K6), Cow LOF 25 ml/L water (K7), Cow LOF 50 ml/L water (K8), Cow LOF 75 ml/L water (K9). Observation data were analyzed using ANOVA and continued using BNT test at 1% level. The results showed that giving the concentration of 20 ml/L LOF Rabbit gave the best results on the weight parameter of the cob weight of 256, 17 g/plant or 25, 62 tons/ha.Jagung (Zea mays saccarata L.) merupakan salah satu tanaman pangan yang mempunyai nilai strategis, kebutuhan jagung manis di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan penggunaannya sebagai produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh aplikasi POC Kelinci, POC Kambing, dan POC Sapi terhadap tanaman jagung manis (Zea mays saccarata L). Metode yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal, terdapat 10 satuan percobaan setiap satuan percobaan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Penelitian ini menggunakan perlakuan sebagai berikut: tanpa perlakuan kontrol (K0), dosis POC Kelinci 40 ml/L air (K1), POC Kelinci 40 ml/L air (K2), POC Kelinci 60 ml/L air (K3), POC Kambing 20 ml/L air (K4), POC Kambing 40 ml/L air (K5), POC Kambing 60 ml/L air (K6), POC Sapi 25 ml/L air (K7), POC Sapi 50 ml/L air (K8), POC Sapi 75 ml/L air (K9). Data pengamatan di analisis menggunakan ANOVA dan diteruskan menggunakan uji BNT dengan taraf 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 20 ml/L POC Kelinci memberikan hasil terbaik pada parameter berat tongkol berkelobotsebesar 256, 17 g/ tanaman atau 25, 62 ton/ ha.Kata Kunci: POC, urin, kambing, sapi, kelinci

    BAGLOG HASIL AGROINDUSTRI OLAHAN LIMBAH BAMBU SEBAGAI MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM PUTIH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar air, kadar lemak dan protein pada jamur tiram putih yang ditumbuhkan pada media baglog limbah bambu. Penelitian ini dilakukan di Kubung Jamur Politeknik Negeri Lampung yang terdiri dari tiga tahapan. Pertama proses pembuatan media baglog, kedua penanaman bibit jamur tiram putih, dan ketiga pemanenan jamur tiram putih. Hasil panen jamur tiram dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian kandungan jamur tiram pada media tumbuh limbah bambu untuk parameter kadar air sebesar 85,93%, kadar lemak sebesar 0,36%, dan protein 1,35%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selain serbuk gergaji kayu, limbah bambu dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif untuk media tumbuh jamur tiram putih

    Teknologi Produksi Dan Analisis Kelayakan Usahatani Benih Padi Di Provinsi Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Seed is an important component in increasing crop production and productivity. The availability of superior seeds of lowland rice nationally, including Central Sulawesi Province, is still very limited so that it becomes an obstacle in supporting the achievement of rice production. For this reason, an assessment of the seed supply model in the form of farmer groups is expected to be an alternative way to provide superior and quality rice seeds according to the wishes and preferences of farmers and available according to time. The research was carried out in three centers of lowland rice whose farmer groups have not been facilitated by the Department of Agriculture, both district and provincial. This study aims to 1. Determine the problem of fulfilling seeds at the field level and 2. To obtain a model of the seed production system at the level of farmers and farmer groups for the fulfillment of superior and quality seeds appropriately. The implementation of the activity consists of two stages: the first stage is the identification and characterization of seed potential and constraints and the second stage is the assessment of innovation and seed production technology at the level of breeder farmers and farmer groups. The results showed that farmers did not know about new high-yielding varieties including the procedures and requirements for plants to become seeds and difficulties in obtaining information related to seeds, so farmers planted existing varieties or expected for seed assistance. Yields and seed production at the three activity locations showed quite high yields, reaching 4.2 – 5.1 tons of seed/ha where in one ha production for seeds can supply seeds covering an area of ​​100 – 120 ha and can increase profits 2 to 3 times compared to grain production. In addition, the farmer group scale captive system can see the appearance of the plants that will be used as seedsBenih merupakan salah satu komponen penting dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman. Ketersediaan benih unggul dan bermutu padi sawah secara nasional termasuk Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat terbatas sehingga menjadi kendala dalam mendukung pencapaian produksi padi. Untuk itu, dilakukan pengkajian model penyediaan benih dalam bentuk berkelompok dan hamparan yang diharapkan dapat menjadi alternatif penyediaan benih padi unggul dan bermutu sesuai dengan preferensi petani serta tersedia tepat waktu. Penelitian dilaksanakan di tiga sentra padi sawah yang kelompok taninya belum terfasilitasi oleh dinas pertanian baik kabupaten maupun provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan pemenuhan benih ditingkat lapangan dan mendapatkan model sistem produksi benih di tingkat petani dan kelompok tani untuk pemenuhan benih unggul dan bermutu secara tepat. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas dua tahap yaitu identifikasi dan karakterisasi potensi dan kendala perbenihan dan tahap kedua pengkajian inovasi dan teknologi produksi benih tingkat petani penangkar dan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani belum mengetahui varietas unggul baru termasuk tata cara dan syarat tanaman untuk dapat menjadi benih serta kesulitan dalam mendapatkan informasi berkaitan dengan benih, sehingga petani menanam varietas yang ada atau mengharap benih bantuan. Hasil panen dan produksi benih di tiga lokasi kegiatan menunjukkan hasil cukup tinggi yaitu mencapai 4,2 – 5,1 ton benih/ha dimana dalam satu ha produksi untuk benih dapat menyuplai benih seluas 100 – 120 ha dan dapat meningkatan keuntungan 2-3 kali lipat dibandingkan dengan produksi gabah. Selain itu, sistem penangkaran skala kelompok petani dapat melihat penampilan tanaman yang akan digunakan menjadi beni

    Analisis Struktur Biaya, Titik Impas, dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah di Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran

    Get PDF
    This study aimed to analyze the cost structure, break-even point, and income level in red chilli farming in Trimulyo Village.  The research method used in this study was a survey.  The research location was chosen purposively with the consideration that Trimulyo Village was one of the red chili-producing centers in Tegineneng District.  This study collected data in November – December 2021.  The method of determining the sample used in this study was a simple random sampling method by selecting 45 red chilli farmers as respondents.  The data analysis method used was cost structure analysis, break-even point, and red chilli farming income.  The results were that red chilli production's cost structure was dominated by labour costs originating from outside of the family, land use costs (rent), and llabourcosts originating from within the family.  The value of revenue, price, and production BEPs were lower than the revenue, price, and production of red chili farming in Trimulyo Villag, sot red chilli farming was profitable.  The R/C of red chili farming was greater than 1, so it could be concluded that red chilli farming, with a focus on research locations in Trimulyo Village, was profitable and deserved to be continued.Penelitian ini berguna untuk menganalisis struktur biaya, titik impas, dan tingkat pendapatan pada usahatani cabai merah di Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei.  Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan November – Desember 2021.  Responden sebanyak 45 petani cabai merah yang dipilih menggunakan metode acak sederhana.  Analisis tujuan satu adalah analisis struktur biaya, analisis tujuan kedua dengan analisis titik impas, dan analisis tujuan ketiga adalah analisis pendapatan usahatani  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar dari struktur biaya usahatani cabai merah adalah biaya sewa lahan (23,16%), biaya tenaga kerja luar keluarga (18,16%), kemudian biaya tenaga kerja dalam keluarga (15,21%), dan biaya pupuk kandang (10,81%).  Nilai dari BEP penerimaan yaitu sebesar Rp22.346.586,75/ha, BEP harga sebesar Rp6.828,68/kg/ha, dan BEP produksi sebesar 2.146,33 kg/ha.  Pendapatan total yang diperoleh dalam usahatani cabai merah yaitu Rp22.557.080,48/ha dengan R/C rasio sebesar 1,52 sehingga usahatani cabai merah di Desa Trimulyo menguntungkan dan layak untuk dilajutkan

    Analisis Risiko Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi di Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur: Analisis Risiko Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi di Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur

    No full text
    Effective resource allocation is one way to meet food needs, especially rice. So it is necessary to increase production so that farmers income increases, but in farming there are farming risks such as production risk and income risk. This research aims to 1) analyze rice farming income in Hargomulyo village Sekampung district east Lampung regency; 2) analyze the level of production risk and income risk of rice farming in Hargomulyo village Sekampung district east Lampung regency. The research method uses a survey method with sampling using the simple random sampling technique with a sample size of 28 rich farmers. The above research objectives were analyzed using income analysis (R/C ratio) and coefficient of variation (CV). The research results showed that: 1) rice farming income was Rp. 7.707.271/0,53 Ha with r/c analysis of 2,46 > 1 which means profitable; 2) production risk level with a CV value of 0,48 < 0,5 which means it has a low risk and income risk with a CV value of 0,57 > 0,5 which means it has a high risk due to reduced production due to pest attacks, shortages irrigation water, as well as selling the products to middlemen.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi dan pendapatan usahatani padi di Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode survei yang dilakukan pada bulan September 2022. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan  simple random sampling dengan sampel sebanyak 28 orang petani pada kelompok tani peserta budidaya padi di Desa Hargomulyo. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis pendapatan (R/C Ratio) dengan nilai R/C sebesar 2,46 dan analisis risiko menggunakan Koefisien Variasi dengan nilai CV Produksi sebesar 0,48 dan pendapatan  CV sebesar 0,52. Kata kunci: Produksi, risiko, pendapatan &nbsp

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇