Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
    1980 research outputs found

    The Different Time Administration of Cherry Leaf Teabag (Muntingia calabura L.) to Broiler Immunity

    Get PDF
    This study purpose was to analyze the different time administration of cherry leaf teabag (Muntingia calabura L.) to broiler immunity.  This study used 2 treatment groups. The first group (T1) was given cherry leaf teabag (Muntingia calabura L.) every day in drinking water (T1), and the second group (T2) was given cherry leaf teabag (Muntingia calabura L.) every two days. The dosage of cherry leaf used in this study 420 mg/kg BW. Paired samples t-test was used to compare the results of the two treatment groups. To determine the effect of different time administration of cherry leaf teabag on the broiler immunity, the parameter observed was the antibody titer in response to Newcastle Disease vaccination, another parameter observed is the weight percentage of the lymphoid organs (Bursa of Fabricius and Spleen) to find out that the herbs with immunostimulatory activity do not cause lymphoid organs to work excessively does not cause the lymphoid organs to work excessively. Based on the results of this study, it was concluded that giving Cherry leaf teabag (Muntingia calabura L) every two days had almost the same effect in increasing broiler immunity as giving every day, and giving Cherry leaf teabag (Muntingia calabura L) every day also does not have a negative effect on the lymphoid organs which are responsible for immunityThis study purpose was to analyze the different time administration of cherry leaf teabag (Muntingia calabura L.) to broiler immunity.  This study used 2 treatment groups. The first group (T1) was given cherry leaf teabag (Muntingia calabura L.) every day in drinking water (T1), and the second group (T2) was given cherry leaf teabag (Muntingia calabura L.) every two days. The dosage of cherry leaf used in this study 420 mg/kg BW. Paired samples t-test was used to compare the results of the two treatment groups. To determine the effect of different time administration of cherry leaf teabag on the broiler immunity, the parameter observed was the antibody titer in response to Newcastle Disease vaccination, another parameter observed is the weight percentage of the lymphoid organs (Bursa of Fabricius and Spleen) to find out that the herbs with immunostimulatory activity do not cause lymphoid organs to work excessively does not cause the lymphoid organs to work excessively. Based on the results of this study, it was concluded that giving Cherry leaf teabag (Muntingia calabura L) every two days had almost the same effect in increasing broiler immunity as giving every day, and giving Cherry leaf teabag (Muntingia calabura L) every day also does not have a negative effect on the lymphoid organs which are responsible for immunit

    ANALISIS CATCH PER UNIT EFFORT POLE AND LINE CAKALANG (Katsuwonus Pelamis) di PERAIRAN KUPANG

    Get PDF
    Salah satu komoditas perikanan yang ada dikota Kupang adalah cakalang yang biasa ditangkap di perairan sekitar Kupang. Cakalang dimanfaatkan oleh para nelayan Kupang dengan pole and line. Tujuan utama dari kegiatan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis mendalam mengenai nilai CPUE serta untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang berpengaruh terhadap volume produksi ikan cakalang di wilayah Kupang. Penelitian ini dilaksankan pada pelabuhan perikanan pantai (PPP) Oeba dan Pelabuhan Pendaratan Ikan Tenau. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis nilai CPUE dan regresi linier berganda menurut model Cobb-Douglas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan penting: (1) Nilai CPUE untuk ikan cakalang yang didaratkan di Kupang mengalami fluktuasi selama lima tahun terakhir (2014-2018), dengan rata-rata 3,318 ton per trip. Puncak nilai CPUE tercatat pada tahun 2016 dengan 6,03 ton per trip, sementara nilai terendah terjadi pada tahun 2014, yaitu 2,56 ton per trip. (2) Faktor-faktor seperti usia, pengalaman, dan posisi pemancing terbukti secara signifikan mempengaruhi produktivitas pemancing yang menggunakan metode pole and line untuk menangkap ikan cakalang, ketiga faktor tersebut, posisi pemancing adalah yang paling dominan dan memberikan pengaruh kuat terhadap hasil tangkapa

    PELATIHAN FOTOGRAFI DAN FOTO EDITING PRODUK MENGGUNAKAN KAMERA SMARTPHONE UNTUK UMKM LAMPUNG

    Get PDF
    Pertumbuhan ekonomi digital yang pesat di Indonesia telah mengubah paradigma bisnis dengan penyebaran internet yang semakin merata di kalangan masyarakat. Lonjakan penggunaan internet dan media sosial, terutama selama pandemi COVID-19, mencapai lebih dari 202 juta individu, di mana sekitar 170 juta di antaranya aktif menggunakan media sosial. Dalam konteks ekonomi digital yang berkembang pesat, peran smartphone menjadi sangat vital. Kualitas kamera smartphone yang semakin baik, fitur pengeditan gambar yang canggih, dan harganya yang terjangkau menjadikannya solusi ideal bagi pelaku bisnis, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang ingin mempertahankan dan meningkatkan kinerja bisnis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan fotografi produk menggunakan smartphone, khususnya untuk UMKM Binaan Polinela. Kami mengidentifikasi bahwa pelatihan teknik fotografi produk dengan smartphone menjadi kunci untuk membantu UMKM menciptakan foto produk yang lebih estetik dan profesional. Dengan smartphone yang semakin merakyat, pelatihan semacam itu mengurangi risiko pasar dan menyediakan kualitas gambar yang bersaing dengan kamera profesional. Hasil dari pelatihan teknik fotografi produk menggunakan smartphone berdampak positif pada kualitas gambar produk UMKM. Perubahan ini juga berkaitan dengan peningkatan daya tarik produk dan merek, yang tercermin dalam peningkatan penjualan dan kesadaran merek. Hal ini memberikan bukti bahwa pelatihan semacam ini memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM di era ekonomi digital yang berkembang pesat di Indonesia

    Pengaruh Pupuk Hayati Cair BRE4 dan Pupuk Organik Terhadap Keragaman Nematoda Tanah Pada Lahan Kopi Arabika: Pengaruh Pupuk Hayati Cair BRE4 dan Pupuk Organik Terhadap Keragaman Nematoda Tanah Pada Lahan Kopi Arabika

    No full text
    This research aims to determine the influence of liquid biofertilizer BRE4 and organic fertilizer on soil nematode diversity in Arabica coffee plantations. The study was conducted in smallholder Arabica coffee farms in the Ijen Bondowoso region, Indonesia. The research utilized a Randomized Complete Block Design with the following treatments: P1= 30 ml of liquid biofertilizer BRE4 per ton of manure, P2= 60 ml of liquid biofertilizer BRE4 per ton of manure, P3= 90 ml of liquid biofertilizer BRE4 per ton of manure, P4= 120 ml of liquid biofertilizer BRE4 per ton of manure, K- = Without liquid biofertilizer and manure, K+1= 60 ml of liquid biofertilizer, and K+2= 5L of manure without liquid biofertilizer. The results showed that the P4 treatment reduced the population of parasitic nematodes and increased the diversity of free-living nematodes better than other treatments. A total of 18 genera of soil nematodes were identified, with the bacterial-feeding nematode genus (bacteriovore) being the most abundant compared to other trophic groups. The application of BRE4 and manure improved the soil ecosystem based on the nematode diversity level.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati cair BRE4 dan pupuk organik terhadap keragaman nematoda tanah pada lahan kopi arabika. Penelitian dilaksanakan di lahan kebun kopi arabika rakyat di Kawasan Ijen Bondowoso, Indonesia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan yaitu P1= 30 ml pupuk hayati cair BRE4 per ton pupuk kandang, P2= 60 ml pupuk hayati cair pupuk hayati cair BRE4 per ton pupuk kandang, P3= 90 ml pupuk hayati cair pupuk hayati cair BRE4 per ton pupuk kandang, P4= 120 ml pupuk hayati cair BRE4 per ton pupuk kandang, K-= Tanpa pupuk hayati cair dan pupuk kandang, K+1= 60 ml pupuk hayati cair, dan K+2= 5L pupuk kandang tanpa pupuk hayati cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 mampu menurukan populasi nematoda parasit dan meningkatkan keragaman nematoda free living yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya. Nematoda tanah yang berhasil teridentifikasi sebanyak 18 genus, dan genus nematoda kelompok pemakan bakteri (bakteriovora) paling banyak ditemukan dibandingkan genus dari grup tropik lainnya. Pemberian BRE4 dan pupuk kandang mampu memperbaiki ekosistem tanah berdasarkan tingkat keragaman nematoda

    APLIKASI PUPUK KNO3 PUTIH DAN NPK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KUALITAS BUAH PADA POKTAN KARYA MAKMUR 1

    Get PDF
    Desa Wiyono terletak di Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran.  Sekitar 80%  penduduknya  bermata  pencaharian  sebagai  petani  di  perkebunan,  sebagian menjadi pedagang, dan juga buruh.  Secara geografis, Desa Wiyono berjarak sekitar 16 km dari Kampus Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Bandar Lampung. Desa Wiyono memiliki beberapa kelompok tani, salah satunya Kelompok Tani Karya Makmur 1 yang beranggotakan 23 orang. Kelompok tani ini   memiliki areal perkebunan rakyat sekitar 60 ha. Tetapi, produktivitas tanaman perkebunan kakao yang dibudidayakan menurun karena jarang dilakukan pemupukan. Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu kawasan centra atau penghasil kakao terbesar di Provinsi Lampung. Kabupaten Pesawaran memiliki luas areal kakao sebesar 27.411 ha dengan total produksi pada tahun 2021 mencapai 30 ribu ton, dengan rata-rata produksi per hektarnya kurang lebih adalah 1 ton biji kakao kering.  Hal ini dinilai masih cukup rendah mengingat potensi produksi kakao yaitu mencapai 2 ton per hektar biji kering. Terdapat banyak aspek yang mengakibatkan rendahnya produksi kakao di Kabupaten Pesawaran. Rendahnya produktivitas kakao dipengaruhi sebagai beriku: tanaman sudah tua, minimnya pengadaan bibit unggul, kurang intensif pemupukan,  serangan  hama  penggerek  buah  kakao  (PBK),  penyakit  busuk  buah kakao, dan minimnya sanitasi di kebun masyarakat. Rendahnya produktivitas kakao karena pada umumnya petani kakao belum intensif melakukan pemupukan sehingga produksinya rendah dan rentan serangan hama dan penyakit. Untuk meminimalkan kerugian  yang  dapat  menurunkan  produktivitas  tanaman  kakao  dapat  dilakukan dengan teknologi pemupukan. Dengan melihat potensi tersebut, penerapan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang teknologi pemupukan yang diharapkan dapat mengoptimalkan produktivitas kakao dan meningkatkan hasil pendapatan warga Desa Wiyono. Bertolak pada kondisi di atas, tim PKM beserta mahasiswa Politeknik Negeri Lampung bermaksud menyalurkan pengetahuan dan keterampilannya kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan penyuluhan dalam rangka tercapainya tujuan meningkatkan produksi kakao dan pendapatan petani. &nbsp

    Rumput Brachiaria decumbens : antara Manfaat dan Risiko untuk Pakan Ruminansia

    Get PDF
    Brachiaria decumbens grass is one of the grazing grasses with better production than field grass. It has high nutritional value, is more resistant in the dry season, and is suitabel for tropical areas. Brachiaria decumbens grass, called Signal Grass, is usually planted for pastures—permanent grazing, but also planted or conserved in limited quantities by smallholder farmers. The general nutritional content of Brachiaria decumbens natural grass is 10.08% water content, 14.11% ash, 3.21% crude protein, 47.39% crude fiber, 2.25% crude fat, 33.04% BETN, TDN 42.14%. Even though it has high nutritional value, Brachiaria decumbens contains anti-nutritional steroid saponin factors such as protodioscin, diosgenin, and yamogenin, which can interfere with growth and are toxic to ruminants. This article reviews the benefits and risks of using Brachiaria decumbens grass as forage for ruminant livestock.Brachiaria decumbens grass is one of the grazing grasses with better production than field grass. It has high nutritional value, is more resistant in the dry season, and is suitabel for tropical areas. Brachiaria decumbens grass, called Signal Grass, is usually planted for pastures—permanent grazing, but also planted or conserved in limited quantities by smallholder farmers. The general nutritional content of Brachiaria decumbens natural grass is 10.08% water content, 14.11% ash, 3.21% crude protein, 47.39% crude fiber, 2.25% crude fat, 33.04% BETN, TDN 42.14%. Even though it has high nutritional value, Brachiaria decumbens contains anti-nutritional steroid saponin factors such as protodioscin, diosgenin, and yamogenin, which can interfere with growth and are toxic to ruminants. This article reviews the benefits and risks of using Brachiaria decumbens grass as forage for ruminant livestock

    Maskulinisasi Ikan Nila Merah (Oreochromis sp) Melalui Perendaman Air Kelapa

    Get PDF
    Ikan nila jantan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. Untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan maskulinisasi ikan nila. Maskulinisasi merupakan metode sex reversal yang dapat mengarahkan perkembangan kelamin ikan nila betina menjadi ikan nila jantan. Pada penelitian ini digunakan air kelapa untuk mengetahui persentase peningkatan kelamin jantan pada ikan nila.  Metode ini menggunakan perbandingan dosis A (0%/L) dan B (30%/L) dengan kepadatan larva ikan nila saat perendaman sebanyak 30 ekor/L. Dari penelitian tersebut menghasilkan persentase kelamin jantan sebesar 65,55% dengan kelangsungan hidup 90%

    Differences in Growth and Yield of Moringa Oleifera Leaves by Immersing Seeds and Variations of Planting Medium

    Get PDF
    Seeds are generally used for moringa cultivation. However, the seeds produced have a fairly hard seed coat, thus affecting germination and seed vigor. The research by immersing seeds with plant growth regulators (PGR) and a comparison of the composition of planting medium need experimentation to get the maximum PGR concentration and the right composition of the planting medium to grow. The study was conducted using a Split Plot Design with the main plots PGR consisting of Z1 (freshwater), Z2 (Coconut liquid), and Z3 (GA3). The subplot is Plant Medium consisting of M1 (soil: sand: manure-1:1:2); M2 (soil: sand: manure-1:2:1); M3 (soil: sand: manure-2:1:1). Data were examined by Analysis of Variance and continued by DMRT at α 5%. The results of the analysis showed that PGR had a significant effect on plant height, stem diameter, and root length. The composition of the planting medium caused significant differences in plant height, stem diameter, number of leaves, and fresh and dry leaf weight. The interaction between the planting medium and PGR caused differences in stem diameter at 2 and 8 weeks after planting. The recommended PGR treatment is freshwater for longer roots and taller plants. M1 planting media produced the most number and weight of leaves. The combination treatment of Z3M2 produces the largest stem diameter

    Front Matter Jurnal Agro Industri Perkebunan Volume 12 Nomor 3 Tahun 2024

    No full text
    -

    Pendampingan Pengisian dan Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan dengan Menggunakan E-Filling dan E-Form

    Get PDF
    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wajib pajak mengenai SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan khususnya pengisian dan pelaporan SPT Tahunan melalui e-filling dan e-form. Peserta pendampingan terdiri dari berbagai latar belakang, seperti dosen, pengusaha, staff accounting, pelaku UMKM, dll. Pendampingan pengisian dan pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan ini dilakukan secara offline di Politeknik Negeri Lampung.  Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa Wajib Pajak dapat memahami tata cara pengisian dan pelaporan SPT Tahunan setelah adanya pemaparan materi maupun asistensi maupun konsultasi pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan. Kegiatan ini bermitra dengan TEFA Klinik Akuntansi Perpajakan serta Tax Centre Politeknik Negeri Lampung untuk pengisian dan pelaporan  SPT Tahunan

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇