Petra Christian University, Surabaya, Indonesia: Peer-Reviewed Scientific e-Journal
Not a member yet
    3815 research outputs found

    Membangun Entrepreneur Muda di Kalangan Siswa Melalui Pelatihan Ideasi dan Pitching

    No full text
    Dalam menghadapi perubahan yang cepat di era teknologi yang semakin ketat, pengembangan keterampilan kewirausahaan menjadi suatu keharusan. Era digitalisasi membawa peluang baru dan tantangan kompleks dalam dunia bisnis dimana hal tersebut menuntut inovasi sebagai kunci untuk mengatasi masalah yang muncul. Oleh karena itu, keterampilan kewirausahaan menjadi semakin penting, bukan hanya sebagai tambahan, melainkan sebagai kebutuhan esensial bagi individu untuk berhasil beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Acara pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kewirausahaan siswa di Sekolah Citra Berkat Surabaya. Pelatihan ini membahas tentang proses ideasi dan prototyping yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan ide bisnis inovatif. Metode pelaksanaan acara mencakup sesi edukasi, diskusi kelompok dengan bimbingan mentor, serta presentasi ide bisnis kepada tim dosen sebagai calon investor. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diberikan pemahaman teoritis tentang kewirausahaan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata. Mereka diajak untuk merancang dan mengembangkan ide bisnis mereka sendiri, dengan dukungan dan bimbingan dari mentor yang berpengalaman. Proses presentasi ide bisnis kepada tim dosen sebagai calon investor menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah keterampilan komunikasi mereka, serta menerima umpan balik yang konstruktif dari para profesional dalam bidangnya. Hasil positif ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan kewira­usahaan di tingkat pendidikan menengah sebagai bekal siswa menghadapi tantangan bisnis di masa depan

    Pelaksanaan Imbal Jasa Lingkungan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Menjadi Produk Bernilai Lebih di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Pengelolaan Sumber Daya Alam berkelanjutan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat merupakan salah satu tantangan global dan membutuhkan soludi inovatif. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudakannya adalah dengan konsep imbal jasa lingkungan (Payment for Enviromental Service / PES), Implementasi PES dapat bervariasi, mulai dari skema lokal hingga internasional, dan mencakup berbagai jasa lingkungan seperti penyediaan air bersih, pemulihan ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, perbaikan unsur hara dan penyerapan karbon. Indonesia termasuk negara yang telah melakukan implementasi konsep Pembayaran Jasa Lingkungan, salah satunya yang telah dilakukan oleh PT. Tirta Investama Aqua Keboncandi berkolaborasi dengan Yayasan Sekola Konang Indonesia (YSKI) dalam rangka konservasi tanah dan air, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah program pendampingan pembuatan kompos untuk warga di kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, yang lokasinya berdekatan dengan pabrik Aqua Keboncandi. Kegiatan ini sejalan dan merupakan keberlanjutan dari program Taman Kehati Pabrik Aqua Keboncandi untuk kelestarian sumberdaya hayati dengan memanfaatkan sampah daun dan ranting di area Taman Kehati, kemudian diolah di rumah kompos dengan penambahan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dengan 75% peserta program melaporkan perubahan perilaku positif dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu juga diperoleh manfaat lingkungan berupa pengurangan limbah organik dan peningkatan kesuburan tanah; serta manfaat ekonomi dari pengurangan biaya produksi pertanian hingga 30% dan terciptanya sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Pupuk kompos yang telah dihasilkan tidak hanya dipergunakan sebagai pupuk untuk Taman Kehati, tetapi juga dimanfaatkan oleh kelompok tani di Winongan untuk budidaya padi ramah lingkungan dan sekolah dampingan program STOMATA

    Exploring the Potential of Blockchain Technology in Digital Tax Administration to Enhance Tax Compliance

    No full text
    This research seeks to enhance the technology acceptance model (TAM) by examining cognitive belief factors, specifically the influence of perceived usefulness and perceived ease of use, on taxpayers' intentions to utilize blockchain technology. This investigation explores both the direct and indirect effects of perceived enjoyment. This research also examined the impact of behaviour, specifically the trust factor, on perceived usefulness and perceived ease of use. We extended the TAM by assessing the mediating influences of the perceived enjoyment factor. The research employs a survey methodology. We collected data from 213 individual taxpayers. However, we were only able to process the data of 155 respondents. Questionnaires serve as a valuable tool for gathering data through Google Forms. We analysed the data using PLS-SEM. The research findings indicate that there is a form of mediation where the perceived usefulness of blockchain technology has a notable impact on taxpayers' intentions to use it, either directly or through the perceived enjoyment it brings. Perceived enjoyment also mediates the influence of perceived ease of use on taxpayers' intentions to use blockchain. Moreover, taxpayer trust has effectively influenced taxpayers' perceptions that technology is user-friendly and advantageous. To improve the level of service provided to taxpayers, tax authorities must leverage the advancements of the information technology era. The research findings make a valuable contribution to the tax authorities' readiness to adopt a blockchain-based tax administration system. The results highlight the significance of the authority's efforts to enhance taxpayers' intrinsic motivation when using tax information technology. Creating a user-friendly and enjoyable experience that brings joy, excitement, and comfort can achieve this

    Front Matter (Cover, Note from the Editor, Table of Content)

    No full text

    The Effect of Ramadan Intermittent Fasting on Cognitive Work Performance: A Natural Experimental Approach

    No full text
    This study aims to investigate the effect of Ramadan intermittent fasting on cognitive work performance using a more natural approach. To achieve the objective of this study, a natural experimental approach was employed by incorporating a pretest-posttest control group design. A forward-type Digit Span Test (DST) was utilized as the measure of the cognitive work performance and was administered to participants twice, before and during Ramadan, with one-month gap between the tests. Two hundred and sixty-seven participants were naturally grouped into fasting and non-fasting groups according to their report during Ramadan session and into morning and afternoon periods, or AM and PM hours, according to their module scheduling. The results of the analyses suggest that the cognitive work performance of the fasting participants during the PM hours is better, after controlling the DST scores before Ramadan. The study also concludes that the cognitive work performance of the fasting participants between AM and PM hours does not differ. This result could be explained using the perspectives of post-lunch performance dip and the beneficial effect of breakfast. Methodological limitations and potential practical implementation of this study are also discussed

    Cover, Hal Redaksi, Daftar Isi

    No full text

    Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content)

    No full text

    Digital-Based Tourism Village Management with The Concept of Green Economy and Harmonization as Tourism Forces

    No full text
    Digital Village is a program concept that implements government service systems, community services, and community empowerment based on information technology. Blimbingsari is a Tourism Village where the management of tourism is community-based. The type of research used in this research is qualitative research. This study aimed to determine the management of digital-based tourism villages with the concept of green economy in increasing the tourist attraction of Blimbingsari village. Blimbingsari Tourism Village also has its website, which anyone can access anywhere. On the website, the profile of Blimbingsari Village is listed, followed by what tourist attractions are offered and many more things we can access. From several aspects related to the implementation of the green economy, several things have not been able to be implemented by the Blimbingsari Tourism Village to uphold the concept of the Green Economy and harmonization. It needs further attention from related parties so that all these aspects can be fulfilled, and Blimbingsari Tourism Village can fully become a digital-based tourism village with a green economy concept, attract more tourists, and harmonize as a tourism force

    Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content)

    No full text

    Komodifikasi dalam Tayangan Anak di YouTube: Studi Kasus Ryan's World dan Super Duper Ziyan

    No full text
    Perkembangan dunia digital telah berkembang dengan pesat, termasuk perkembangan pada tayangan digital pada platform sosial media. Media sosial digunakan oleh setiap orang untuk memenuhi kebutuhannya yang berbeda-beda, seperti pemenuhan kebutuhan untuk hiburan dan informasi melalui tayangan yang ditontonnya. Berbagai jenis tayangan digital diproduksi oleh konten kreator pada berbagai platform sosial untuk memenuhi kebutuhan dan minat tiap orang yang menyaksikannya. Salah satu jenis konten yang dibuat adalah konten untuk anak-anak pada berbagai platform sosial media digital, salah satunya adalah pada platform YouTube. Beberapa konten untuk anak ini menampilkan seorang anak sebagai Kid Influencer di dalam kontennya. Beberapa channel dengan konten untuk anak ini memiliki banyak viewers maupun subscribers yang memiliki potensi untuk mendapatkan pendapatan yang besar kepada pemilik channel atau akun tersebut. Dibalik kesuksesan beberapa channel dengan target audience anak yang seorang anak sebagai Kid Influencers bisa saja dikategorikan sebagai sebuah bentuk komodifikasi anak sebagai pekerja. Dalam manuskrip ini akan dibahas praktik komodifikasi anak sebagai pekerja dalam industri budaya media digital

    0

    full texts

    3,815

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Petra Christian University, Surabaya, Indonesia: Peer-Reviewed Scientific e-Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇