Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PUSAT KEBUGARAN DENGAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK DI KOTA TANJUNG
The design of this fitness center is motivated by everyone's need for a balanced state of mind, body and soul. Through these needs, people are starting to realize that they need to come back and start a holistic lifestyle. The purpose of this design is to provide a place that facilitates wellness-based activities in one place by paying attention to the interaction between space and nature. By utilizing the connection between humans and nature, the wellness center is planned to use the concept of biophilic architecture because it is synonymous with good natural use patterns and the use of design methods by utilizing 5 natural elements as the design method.Perancangan pusat kebugaran ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan setiap individu terhadap bugarnya kondisi pikiran, tubuh, dan jiwa. Melalui kebutuhan tersebut, masyarakat mulai menyadari untuk kembali dan memulai suatu gaya hidup yang holistik. Tujuan perancangan ini adalah menyediakan suatu tempat yang memfasilitasi kegiatan berbasis kebugaran dalam satu tempat dengan memperhatikan interaksi antara ruang dengan alam. Melalui pemanfaatan koneksi antara manusia dengan alam, direncanakan pusat kebugaran menggunakan konsep arsitektur biofilik karena identik dengan pola pemanfaatan alam yang baik serta penggunaan metode perancangan dengan memanfaatkan 5 elemen alam sebagai metode perancangannya
DESAIN CLOUD KITCHEN BERORIENTASI KENYAMANAN
The Cloud Kitchens generally use buildings that are not designed to be used as intended. This has an impact on the occurrence of obstacles in use. Even though the kitchen plays an important role, it is necessary to design a good construction, equipment and supporting equipment.Cloud Kitchen is designed with the concept of Multi-Sensory Collective Kitchen which aims to make a kitchen that can support business owners in producing and developing their business. This design is oriented towards environmental comfort and can support users to use their five senses to produce good products.Cloud Kitchen pada umumnya menggunakan bangunan yang tidak dirancang untuk digunakan sebagaimana fungsinya. Hal ini berdampak terjadinya hambatan dalam penggunaan. Padahal dapur memegang peranan penting, maka perlu desain yang baik secara konstruksi, peralatan hingga perlengkapan pendukungnya. Cloud Kitchen dirancang dengan konsep Multi-Sensory Collective Kitchen bertujuan menjadikan dapur yang dapat mendukung pemilik usaha dalam berproduksi dan mengembangkan usahanya. Desain ini berorientasi terhadap kenyamanan lingkungan dan dapat mendukung pengguna menggunakan panca indra mereka agar menghasilkan produk yang baik
Pengendalian Penyakit Moler (Fusarium oxysporum) Pada Bawang Merah dengan Serbuk Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa) di Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat. Menurut BPS, produksi bawang merah Kalimantan Selatan sebanyak 1.143 ton. Dalam proses produksi tidak luput dari berbagai gangguan. Salah satunya adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman. Salah satu penyakit utama yang cukup membahayakan penyakit moler yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Tanaman yang terserang F. oxysporum menyebabkan 10-15% bibit tidak tumbuh sempurna, tunas klorosis dan tanaman rebah kemudian membusuk, hal ini menyebabkan kerugian. Para petani biasanya menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan penyakit moler. Banyaknya penggunaan pestisida kimia memberikan efek buruk lingkungan. Penelitian ini menggunakan serbuk kulit jengkol sebagai pestisida nabati untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan bahan yang ada dialam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas serbuk kulit jengkol terhadap penyakit moler pada bawang merah. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu in vitro dan in vivo. Metode yang dilakukan pada in vivo adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu Kontrol (inokulasi F.oxysporum), F.oxysporum + fungisida kimia Antracol, F.oxysporum + serbuk kulit jengkol 125g/petak, 250g/petak dan 375g/petak dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan secara in vitro serbuk kulit jengkol efektif menekan pertumbuhan cendawan F.oxysporum sedangkan secara in vivo pada perlakuan F.oxysporum + sebuk kulit jengkol 375g/petak dan perlakuan F.oxysporum + fungisida kimia Antracol mampu menurunkan persentase intensitas serangan. 
PENGEMBANGAN E-LKPD INTERAKTIF BERBANTUAN LINKTREE PADA MATERI KOLOID DENGAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk E-LKPD interaktif berbantuan Linktree dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi koloid yang valid, praktis dan efektif sebagai bahan ajar dalam meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah model ADDIE. Sampel penelitian ini adalah 5 orang validator yang terdiri dari dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP ULM, ahli media, dan guru kimia di SMAN 3 Banjarmasin, serta subjek uji coba yang terdiri atas 5 orang peserta didik kelas XI MIPA 1 SMAN 3 Banjarmasin pada uji coba lapangan awal dan 30 orang peserta didik pada uji coba lapangan utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes kemampuan berpikir kritis, angket respon dan uji keterbacaan peserta didik, angket respon guru, angket motivasi belajar, lembar observasi, dan lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD interaktif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) Sangat valid dengan persentase 96,6% berdasarkan analisis aspek umum, isi, kebahasaan dan desain. (2) Sangat praktis dengan persentase 91,78% pada ujicoba lapangan awal, 88,75% pada ujicoba lapangan utama, serta hasil respon guru dengan persentase 92,86% dan aktivitas guru sebesar 80,55%. (3) Efektif, ditinjau dari peningkatan motivasi belajar dengan N-gain 0,40 (sedang) dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan N-gain 0,71 (tinggi). E-LKPD interaktif dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran khususnya pada materi koloid
EVALUASI DAN PENINGKATAN KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DI KOTA BANJARMASIN: EVALUATION AND INCREASING PERFORMANCE OF COMMUNAL WASTEWATER TREATMENT (WWTP) INSTALLATION IN BANJARMASIN CITY
Air limbah yang dibuang tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu dapat merusak ekosistem hingga menjadi racun yang membahayakan bagi organisme air dan juga membahayakan kesehatan manusia disekitarnya (Khair dkk, 2021). Sanimas adalah program yang murah dan memiliki peningkatan kualitas sanitasi dengan teknologi sederhana yang dikelola oleh masyarakat dan khususnya bagi kawasan padat, yang memiliki sanitasi buruk dan sanitasi yang miskin (Azizah dan Wibowo, 2013). Salah satu upaya memperbaiki sanitasi masyarakat yaitu dengan dibangunnya Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal atau IPAL Komunal berbasis masyarakat di Kota Banjarmasin. Berdasarkan hasil survei lapangan ditemukan beberapa IPAL Komunal yang sudah tidak beroperasi lagi, dan IPAL Komunal yang masih beroperasi namun belum maksimal. Selain tidak maksimal, adanya bangunan IPAL Komunal yang tidak beroperasi dengan baik justru membuat masyarakat menjadi terganggu dengan bau menyengat yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja IPAL Komunal serta memberikan rekomendasi guna peningkatan kinerja IPAL Komunal di Kel. Tanjung Pagar RT. 05 Kota Banjarmasin. Metode penelitian dilakukan pada penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder berupa data teknis observasi lapangan, sampling air limbah untuk mendapatkan nilai uji parameter, data non teknis serta melakukan wawancara dan kuesioner terhadap masyarakat pengguna. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil uji Lab parameter air limbah IPAL Komunal Kel. Tanjung Pagar RT. 05 menunjukan beberapa parameter yang tidak memenuhi baku mutu. Beberapa prameter yang tidak sesuai dengan baku mutu adalah BOD dengan nilai 31,2 mg/L, COD 109 mg/L, amoniak 284 mg/L, serta minyak dan lemak dengan nilai 59 mg/L.Selain itu bangunan IPAL Komunal juga tidak sesuai dengan kriteria desain, seperti waktu tinggal hingga 79 jam hingga rasio BOD COD yang masuk kategori non-biodegradableWastewater that is disposed of without going through a processing process first can damage the ecosystem to become toxic that is harmful to aquatic organisms and also endangers human health around it (Khair et al, 2021). Sanimas is a program that is cheap and has improved sanitation quality with simple technology that is managed by the community and especially for dense areas, which have poor sanitation and poor sanitation (Azizah and Wibowo, 2013). One of the efforts to improve community sanitation is the construction of a community-based Communal Wastewater Treatment Plant or Waste Water Treatment Plant (WWTP) in Banjarmasin City. Based on the results of the field survey, it was found that several communal Waste Water Treatment Plants (WWTP) were no longer operating, and Communal Waste Water Treatment Plants (WWTP) were still operating but not optimally. Apart from not being optimal, the existence of a Communal IPAL building that does not operate properly actually makes the community disturbed by the pungent odor it creates. This study aims to evaluate the performance of the Communal Waste Water Treatment Plant (WWTP) and provide recommendations to improve the performance of the Communal Waste Water Treatment Plant (WWTP) in Kel. Tanjung Pagar RT. 05 Banjarmasin City. The research method carried out in this research is the collection of primary and secondary data in the form of field observation technical data, wastewater sampling to obtain parameter test values, non-technical data as well as conducting interviews and questionnaires to the user community. Based on the results of the research and the results of the Lab test parameters for the Communal IPAL wastewater, Kel. Tanjung Pagar RT. 05 shows several parameters that do not meet the quality standards. Several parameters that are not in accordance with the quality standard are BOD with a value of 31.2 mg/L, COD 109 mg/L, ammonia 284 mg/L, and oils and fats with a value of 59 mg/L. with design criteria, such as residence time of up to 79 hours to the ratio of BOD to COD which is categorized as non-biodegradable. 
The Students’ Ability And Difficulties In Composing Narrative Paragraphs
A preliminary study conducted by the analyst has shown that composing narrative paragraphs is still considered difficult, which is in line with other studies that revealed that many students possessed low capability in composing a narrative paragraph. Hence, this study intended to discover the capability and describe their difficulties in writing a narrative paragraph, especially for the English Language Education Study Program students of ULM Banjarmasin Batch 2018. The analyst utilized a descriptive study with a quantitative along with qualitative approach with 98 students as population, and 51 students were chosen as a sample after implementing random cluster sampling, they were from Intermediate Writing Course. In contrast, a written test along with an interview was utilized as an instrument. The result showed that students’ capability in composing narrative paragraphs were 6 students (12%) in the excellent category, 8 students (16%) in the good category, 19 students (37.25%) in the fair category, and 18 students (35.29%) in the poor category, while the average score was 57.8 which classified as a fair category. Moreover, the difficulties faced by the students were due to possessing limited vocabulary, conducting grammatical errors (in prepositions, tenses, and articles), and also due to mechanics (i.e. spelling, capitalization, punctuation). Thus, it was suggested that they should improve their capability regarding vocabulary, mechanics, and grammar. This could be achieved by reading more books along with utilizing games as practice methods or techniques
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK BERBASIS HOTS MELALUI PENDEKATAN REALISTIK BERBANTUKAN LIVEWORKSHEET MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL TINGKAT SMP
Sistem pembelajaran yang diterapkan di Indonesia sekarang mengarah pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skill). Peserta didik diharapkan berpartisipasi secara aktif pada proses pembelajaran dan mampu berkompetisi dengan peserta didik dari negara lain. Adapun perangkat pembelajaran yang salah satunya dapat menunjang peserta didik untuk aktif saat kegiatan pembelajaran adalah LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Seiring dengan teknologi yang berkembang, LKPD dapat dimodifikasi menjadi bentuk elektronik sehingga peserta didik lebih mudah untuk mengakses melalui komputer dan smartphone. Selain itu, agar makna serta konsep dari suatu topik yang sedang dipelajari seperti sistem persamaan linear dua variabel lebih mudah untuk dipahami oleh peserta didik maka dikembangkan LKPD elektronik berbasis HOTS melalui pendekatan realistik. Penelitian ini memiliki 2 tujuan yakni: (i) untuk mendeskripsikan proses pengembangan lembar kerja peserta didik elektronik berbasis HOTS melalui pendekatan realistik berbantukan Liveworksheet materi sistem persamaan linear dua variabel tingkat SMP yang valid; dan (ii) untuk menghasilkan lembar kerja peserta didik elektronik berbasis HOTS melalui pendekatan realistik berbantukan Liveworksheet materi sistem persamaan linear dua variabel tingkat SMP. Penelitian yang diterapkan ini yaitu Research & Development dengan model Four-D tetapi terbatas hanya sampai 3 tahap saja yakni Define, Design, dan Develop. Adapun tahap Develop (Pengembangan) dalam penelitian ini dilakukan hanya sampai uji validitas oleh tiga orang validator. Skor rata-rata semua aspek yang dinilai ( ) pada LKPD elektronik yang dikembangkan yaitu sebesar 3,42. Sehingga, dihasilkan LKPD elektronik yang layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL
Kurangnya ketersediaan modul yang didesain khusus untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi menyebabkan rendahnya kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) peserta didik. Oleh karena itu diperlukan modul yang dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul yang berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) konteks lingkungan lahan basah pada materi aritmatika sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Development dan Disseminate). Subjek uji coba penelitian adalah peserta didik kelas VII MTs Siti Mariam Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi, angket respon peserta didik, dan tes. Validasi dilakukan oleh 3 validator. Uji coba dilakukan kepada 27 peserta didik. Berdasarkan lembar validasi yang diisi validator, dapat disimpulkan e-modul valid karena diperoleh skor rata-rata yaitu 3,31. Berdasarkan angket yang diisi guru dan peserta didik, dapat disimpulkan e-modul praktis karena diperoleh skor kepraktisan dari angket guru yaitu 92,31% dan skor kepraktisan dari angket peserta didik yaitu 82,57%. Berdasarkan uji coba, e-modul dikatakan efektif, karena berdasarkan 3 kali tes formatif, persentase hasil belajar peserta didik lebih dari 80%, yaitu 81,48%, 88,88% dan 88,88%. Berdasarkan hasil yang telah diuraikan, maka dengan demikian kriteria kevalidan dan keefektifan e-modul berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) konteks lingkungan lahan basah pada materi aritmatika telah terpenuhi
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN KOMERSIAL YANG BERBEDA PADA BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus Gouramy) DI AKUARIUM: EFFECT OF DIFFERENT COMMERCIAL FEEDING FREQUENCY ON GOURAMY (Osphronemus Gouramy) SEEDS IN AQUARIUM
Ikan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan produk utama budidaya ikan air tawar. Selain dapat berkembang biak secara alami dan mudah dipelihara, ikan ini juga merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomis, sehingga banyak pembudidaya ikan yang mencari nafkah dari beternak ikan. Selain keunggulannya, juga terdapat kendala dalam pemeliharaan ikan yaitu rendahnya produksi akibat suplai benih yang tidak mencukupi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pertumbuhan dan (FCR) pada benih gurami dengan frekuensi pemberian pakan yang berbeda. Metode pada penelitian ini menggunakaan percobaan dengan perlakuan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan dengan total yang dihasilkan 12 wadah akuarium. Perlakuan A Frekuensi Pemberian Pakan 1x, B Frekuensi Pemberian Pakan 2x, C Frekuensi Pemberian Pakan 3x dan D Frekuensi Pemberian Pakan 4x. Hasil penelitian yang diperoleh dari perlakuan pengaruh frekuensi pemberian pakan bahwa data panjang relatif, berat relatif dan rasio konfersi pakan pada ikan gurami yang dihitung secara statistik tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ikan gurami.
Gouramy (Osphronemus gouramy) is the main product of freshwater fish farming. Besides being able to breed naturally and easy to maintain, this fish is also a freshwater fish that has economic value, so that many fish cultivators make a living from raising fish. Apart from its advantages, There are also obstacles in maintaining fish, namely low production due to insufficient seed supply. The purpose of this study was to analyze the growth of gouramy fry in the aquarium with the effect of different feeding frequencies and analyzed the Feed Conversion Ratio (FCR) on gouramy fry on the effect of different feeding frequencies. The method in this study used an experiment with Completely Randomized Design (CRD) treatment with 4 treatments and 3 replications with a total of 12 aquarium containers. Treatment A Frequency of Feeding 1x, B Frequency of Feeding 2x, C Frequency of Feeding 3x and D Frequency of Feeding 4x. The results obtained from the treatment of the effect of feeding frequency that the data of relative length, relative weight and feed conversion ratio in gouramy which were calculated statistically did not significantly affect the growth of gouramy
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS BAKING SODA (Natrium Bikarbonat) YANG BERBEDA TERHADAP KADAR DO (Dissolved Oxygen) DENGAN TINGKAT KEMATIAN IKAN BUDIDAYA DI PERAIRAN BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN PT. GALUH CEMPAKA: THE EFFECT OF DIFFERENT DOSES OF BAKING SODA (Sodium Bicarbonate) ON DO (Dissolved Oxygen) LEVELS WITH THE MORTALITY RATE OF FARMED FISH IN THE WATERS OF THE FORMER DIAMOND MINE EXCAVATION PT. GALUH CEMPAKA
Galuh Cempaka terletak di desa Tambak Jariyah Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka. Penambangan Intan Alluvial dilakukan sendiri oleh PT. Galuh Cempaka. Dari kegiatan penambangan intan tersebut terjadilah 3 (tiga) buah danau bekas galian tambang (void). Penelitian dilakukan dengan penambahan dosis baking soda (Natrium bikarbonat) yang berbeda terhadap kadar DO(Dissolved oxygen) dengan tingkat kematian ikan budidaya di perairan bekas galian tambang intan. Hasil penelitian dari penambahan dosis baking soda tidak terlalu efektif terhadap kadar DO (Dissolved oxygen), akan tetapi pada perlakuan penambahan baking soda sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh ikan uji. Terbukti dengan menurunnya tingak kematian pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan ikan Mas (Cyprinus carpio). Hasil analisis data menggunakan metode RAK (rancangan acak kelompok) dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan.
Galuh Cempaka is located in the village of Tambak Jariyah, Palam Village, Cempaka District. Alluvial Diamond Mining is carried out by PT. Galuh Cempaka. From the diamond mining activities, there were 3 (three) lakes of former mining excavations (voids). The study was conducted by adding different doses of baking soda (Sodium bicarbonate) to DO(Dissolved oxygen) levels with the mortality rate of farmed fish in the waters of former diamond mine excavations. The results of the study from the addition of a dose of baking soda were not very effective on DO (Dissolved oxygen) levels, but the treatment of adding baking soda greatly affected the immune system of the test fish. Proven by the decrease in mortality rates in Tilapia (Oreochromis niloticus) and Goldfish(Cyprinus carpio). The results of data analysis used the RAK method (randomized group design) with 4 treatments and 3 repetitions.