Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
BARITO RIVERSIDE PUBLIC OPEN SPACE IN MUARA TEWEH CITY
The Regional Government of North Barito Regency carried out an image of Muara Teweh City with the titles "wonderful Barito" and "Muara Teweh Barito City" which resulted in the existence of a siring construction plan along the banks of the Barito river Muara Teweh City. The siring development plan along the Barito river, besides acting as a public open space, also acts as an effort to beautify the city's visuals, it is better to consider the lives of the local community. The design of the Barito riverside public open space with the cultural riverside concept can be an answer to the need for riverside public open space that not only accommodates recreational activities for visitors by utilizing the Barito river landscape, but can also accommodate the cultural activities of the local community without getting rid of the community's riverside life.Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara melakukan pencitraan Kota Muara Teweh dengan tajuk "wonderful Barito" dan "Muara Teweh Kota Barito" yang menghasilkan adanya rencana pembangunan siring di sepanjang tepi sungai Barito Kota Muara Teweh. Rencana pembangunan siring di sepanjang sungai Barito disamping berperan sebagai ruang terbuka publik juga berperan sebagai upaya percantikan visual kota sebaiknya perlu mempertimbangkan kehidupan masyarakat setempat. Rancangan ruang terbuka publik tepi sungai Barito dengan konsep tepi sungai kultural dapat menjadi jawaban akan kebutuhan ruang terbuka publik tepi sungai yang bukan hanya mewadahi aktivitas rekreasional bagi pengunjung dengan memanfaatkan lanskap sungai Barito, tetapi juga dapat mewadahi aktivitas kultural masyarakat setempat tanpa menyingkirkan kehidupan tepi sungai masyarakat tepi sungai Barito
PRARANCANGAN PABRIK GLISEROL DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DAN AIR MELALUI CONTINUOUS FAT SPLITTING PROCESS DENGAN KAPASITAS 53.000 TON/TAHUN
Indonesia sebagai negara berkembang sedang giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu bidang pembangunan yang paling diharapkan dapat memacu kemajuan bangsa adalah bidang ekonomi dan salah satu sector dalam bidang ekonomi adalah sector industri. Salah satu sub sector dalam industri adalah sub sektor industri kimia yang diharapkan dapat berkembang pesat untuk mengimbangi kebutuhan yang semakin berkembang dan meningkat sesuai dengan kemajuan perekonomian bangsa. Salah satu produk industri kimia yang dibutuhkan saat ini dan akan terus meningkat di masa yang akan datang adalah gliserol. Istilah gliserol digunakan untuk zat kimia yang murni, sedangkan gliserin digunakan untuk istilah hasil pemurnian secara komersial. Gliserol adalah salah satu bahan yang penting di dalam industry yang dibutuhkan pada berbagai industri, misalnya: obat-obatan, bahan makanan, kosmetik, pasta gigi, industri kimia, larutan anti beku dan tinta printer. Pemilihan CPO sebagai bahan baku dapat mengurangi pencemaran lingkunganz serta bernilai ekonomis. Gliserol berbahan baku CPO dan air diproduksi dengan kapasitas 53.000 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2026. Lokasi pabrik direncanakan di daerah Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan luas area 26.000 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 105 orang dan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan system organisasi garis dan staf. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat BEP sebesar 43,36% dan SDP sebesar 23,54% sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Kata Kunci: air, CPO, gliserol, industri
PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN
Kebutuhan biodiesel di Indonesia yang setiap tahunnya selalu naik mendorong untuk dilakukannya peningkatan produksi biodiesel. Hal tersebut mendorong untuk dilakukannya inovasi untuk meningkatkan produksi biodiesel. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan minyak jelantah yang menjadi limbah rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Minyak jelantah yang merupakan limbah dari rumah tangga yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Prarancangan pabrik biodiesel ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2026 dengan kapasitas 30.000 ton/tahun.
Proses yang digunakan dalam pembuatan biodiesel adalah dengan proses transesterifikasi. Langkah pertama dilakukan proses pretreatment pada bahan baku minyak jelantah untuk menurunkan kadar FFA nya dengan cara mencampurkannya dengan karbon aktif. Minyak jelantah dimasukkan ke dalam mixer dan ditambahkan karbon aktif dengan perbandingan 10:1, minyak jelantah dan karbon aktif di mixer selama 90 menit. Setelah itu dilakukan pemurnian dengan menggunakan metode filtrasi untuk memisahkan minyak jelantah dan karbon aktif kemudian dilanjutkan dengan pengukuran kadar FFA minyak jelantah. Bahan baku pembuatan biodiesel berupa minyak jelantah dengan kadar FFA <5%, metanol dan katalis NaOH disimpan sesuai kondisi operasi penyimpanan yang telah di rancang. Setelah melewati beberapa proses, minyak jelantah kemudian dimasukkan ke dalam reaktor sehingga bercampur dengan metanol dan NaOH. Perbandingan metanol dengan minyak jelantah adalah 6:1. Tujuan dari tahap pemisahan dan pemurnian produk ini adalah untuk memisahkan produk biodiesel dari impuritasnya. Produk yang keluar dari reaktor dialirkan menuju MD-01 untuk melakukan proses pemisahan pertama antara biodiesel dengan metanol, dan air. Untuk hasil atas MD-01 yang berupa metanol dan air dipompa menuju MD-03 untuk proses pemurnian metanol agar dapat digunakan kembali. Hasil untuk keluaran bawah MD-01 berupa campuran antara produk biodiesel dan gliserol kemudian dipompa MD-02 untuk memurnikan metil esternya. Produk yang keluar dari MD-02 dengan hasil atas berupa biodiesel dialirkan ke tangki penyimpanan biodiesel. Hasil produk akhir berupa biodiesel dengannkemurnian 98%.
Kata Kunci: Biodiesel, minyak jelantah, transesterifikas
Kemampuan Pseudomonas Kelompok fluorescens dan Bacillus spp. Menghambat Perkembangan Fusarium spp. Penyebab Penyakit Layu Tanaman Terung
Eggplant (Solanum melongena L.) The demand for eggplant was increasing, but the availability of eggplant is low so it cannot be fulfilled. One of the causes of low eggplant production is due to the attack of wilt disease on eggplant plants caused by Fusarium oxysporum. Symptoms include wilted leaves, yellowing leaves and brown root and stem tissue. Control that is often done is to use pesticides (fungicides) which can cause environmental pollution. One control of Fusarium spp. wilt disease. with microbial antagonists. This research was conducted to determine the ability of isolates of rhizobacteria Pseudomonas fluorescens group (PF) and Bacillus spp. from bamboo, chili and ferns inhibited the growth of Fusarium spp. in vitro. Completely Randomized Design (CRD) with isolates of Pseudomonas fluorescens group and Bacillus spp. each 4 treatments, control. Testing the inhibitory power of isolates of Pseudomonas fluorescens group and Bacillus spp. carried out by the challenge method and in vitro. Observations were made on the percentage of inhibition of rhizosphere bacteria (DH) after incubation for 7 days. All isolates of Pseudomonas fluorescens group and isolates of Bacillus spp. Has different inhibitory power on the fungus Fusarium spp. The isolates of Pseudomonas fluorescens group derived from bamboo roots from the Palem area (KPBP) (81.95%) were isolates that had the highest percentage of inhibition and Bacillus spp. derived from chili roots from the Guntung Manggis area (BGTP1) (70%) was the isolate that had the highest percentage of inhibition.Tanaman terong (Solanum melongena L.) Permintaan buah terong yang semakin meningkat, tetapi ketersediaan buah terong rendah sehingga tidak dapat terpenuhi. Salah satu penyebab rendahnya produksi terong disebabkan adanya serangan penyakit layu pada tanaman terung disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Gejala yang ditimbulkan berupa adanya daun yang layu, daun menguning dan jaringan akar dan batang berwarna coklat. Pengendalian yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan pestisida (fungisida) yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Satu pengendalian penyakit layu Fusarium spp. dengan mikroba antagonis. Penelitian ini dilakukan buat mengetahui kemampuan isolat rizobakteria Pseudomonas grup fluorescens(PF) dan Bacillus spp. dari bambu, cabai serta pakis menghambat perkembangan Fusarium spp. secara in vitro. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan isolat Pseudomonas kelompok fluorescens dan Bacillus spp. masing- masing 4 perlakuan, kontrol. Pengujian daya hambat isolat Pseudomonas kelompok fluorescens dan Bacillus spp. dilakukan dengan metode tantang dan.secara in vitro. Pengamatan dilakukan terhadap persentase daya hambat bakteri rizosfer (DH) setelah inkubasi selama 7 hari. Semua isolat Pseudomonas grup fluorescens dan isolat Bacillus spp. Mempunyai daya hambat yang berbeda-beda pada cendawan Fusarium spp. Isolat Pseudomonas kelompok flourescens berasal dari akar bambu dari daerah Palem (KPBP) (81.95%) merupakan isolat yang mempunyai persentase daya hambat yang tertinggi dan Isolat Bacillus spp. berasal dari akar cabai dari daerah Guntung Manggis (BGTP1) (70%) merupakan isolat yang mempunyai persentase daya hambat yang tertinggi
Pengaruh Tanaman Refugia Kenikir (Cosmos caudatus) dan Marigold (Tagetes erecta L.) terhadap Serangan Lalat Buah (Bactrocera spp.) pada Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) di Lahan Gambut
Big red chili (Capsicum annuum L.) is a commodity that is very much needed, especially in the food industry and its needs are often increasing. The increasing demand is inversely proportional to the availability of chili that cannot be fulfilled. The causes include the constraints of fruit fly (Bactrocera spp.) attacks that always occur on chili plants. Symptoms caused by the presence of small holes in the chili fruit, the fruit falls out and there are larvae in the fruit. Control that is often done is to use chemical insecticides which can cause environmental pollution. One solution is to use refugia plants. This study was conducted to determine the effect of refugia plants on fruit fly attacks on chili plants and the effectiveness of kenikir (Cosmos caudatus) and marigold (Tagetes erecta L.) plants in suppressing fruit fly attacks on chili plants. The design used was a randomized block design (RAK) with 4 treatments, control (T0), kenikir and marigold plants planted with chili (T1), kenikir plants planted with chili (T2), marigold plants planted with chili (T3) and repeated as many as six times. The results of observations, refugia plants affect fruit fly attacks. Refugia marigold plant, the intensity of attack of fruit flies reached 6.01% and 19.30%, while the intensity of attack of kenikir was 13.61% and 33.61%, respectivelyCabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan, khususnya dalam industri makanan dan kebutuhannya sering meningkat. Kebutuhannya yang meningkat tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan cabai yang tidak dapat terpenuhi. Penyebabnya antara lain adanya kendala serangan lalat buah (Bactrocera spp.) yang selalu terjadi pada tanaman cabai. Gejala yang ditimbulkan berupa adanya lubang kecil pada buah cabai, buah rontok dan terdapat larva di dalam buah. Pengendalian yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan insektisida kimia yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu solusinya adalah dengan pemanfaatan tanaman refugia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tanaman refugia terhadap serangan lalat buah pada tanaman cabai dan efektifitasnya tanaman kenikir (Cosmos caudatus) dan marigold (Tagetes erecta L.) dalam menekan serangan lalat buah pada tanaman cabai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, kontrol (T0), tanaman kenikir dan marigold ditanam bersama cabai (T1), tanaman kenikir ditanam bersama cabai (T2), tanaman marigold ditanam bersama cabai (T3) dan diulang sebanyak enam kali. Hasil pengamatan, tanaman refugia berpengaruh terhadap serangan lalat buah. Tanaman refugia jenis marigold, intensitas serangan lalat buah mencapai 6,01% dan 19,30%, sedangkan jenis kenikir intensitas serangannya mencapai 13,61% dan 33,61%
Pengaruh Beberapa Pestisida Nabati Dalam Menekan Kejadian Penyakit Antraknosa Pada Cabai Rawit Hiyung Di Desa Tajau Landung
Research on the use of several botanical pesticides from karamunting leaves, kramai leaves and rhizomes (turmeric, sand ginger and galangal) on cayenne pepper hiyung in Tajau Landung Village. Cayenne pepper (Capsicum frustescens L.) is a typical commodity of South Kalimantan, and one of the local varieties is known as hiyung chili. One of the causes of the decrease in chili production both in quality and quantity is anthracnose disease caused by Colletotrichum sp. This study aims to determine the effect of several vegetable pesticides in suppressing the incidence of anthracnose disease in Hiyung cayenne pepper in the swamp land of Tajau Landung Village. A total of 20 separate experiments were carried out, all of which followed a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications each. The growth parameters measured were chili plant height, number of chilies, chili fruit weight and the incidence of anthracnose disease in chilies. The results of this study were the application of biologicalpesticides, karamunting and rhizomes (turmeric, sand ginger and galangal) were able to suppress anthracnose disease compared to the control treatment. However, in each treatment, karamunting and rhizomes (turmeric, kencur and galangal) had the same effect in reducing the spread of anthracnose in Hiyung cayenne pepper as grown in Tajau Landung.Penelitian tentang penggunaan beberapa pestisida nabati dari daun Karamunting, daun Kelakai dan Rimpang-rimpangan (kunyit, kencur dan lengkuas) pada cabai rawit hiyung di Desa Tajau Landung. Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan komoditas khas Kalimantan Selatan, dan salah satu varietas lokal dikenal dengan cabai hiyung. Salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi cabai baik secara kualitas maupun kuantitas adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh colletotrichum sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa pestisida nabati dalam menekan kejadian penyakit antraknosa pada buah cabai rawit Hiyung di lahan rawa Desa Tajau Landung. Sebanyak 20 percobaan terpisah dilakukan, semuanya mengikuti Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan masingmasing 4 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter pertumbuhan yang diukur yaitu tinggi tanaman cabai, jumlah buah cabai, berat buah cabai dan kejadian penyakit antraknosa pada buah cabai. Hasil dari penelitian ini yaitu pemberian pestisida nabati kelakai, karamunting dan rimpangan (kunyit, kencur dan lengkuas) mampu menekan penyakit antraknosa dibandingkan perlakuan kontrol. Tetapi, pada setiap perlakuan kelakai, karamunting dan rimpangan (kunyit, kencur dan lengkuas) memiliki efek yang sama dalam mengurangi penyebaran penyakit antraknosa pada cabai rawit Hiyung seperti yang ditanam di Tajau Landun
Uji Beberapa Pestisida Nabati Terh¬adap Kejadian Penyakit Antraknosa Pada Cabai Rawit Hiyung Di Desa Tajau Landung
Cayenne pepper is one of the most important vegetables in Indonesia. There are several varieties of cayenne pepper, one of which is hiyung cayenne pepper which is grown in Hiyung village. Hiyung chili is the hottest chili in South Kalimantan, one of the hiyung chili plant diseases that causes a decrease in yield is anthracnose caused by the fungus Colletotrichum sp. Chili planting continues throughout the season, chemical pesticides used continuously have a negative impact on consumers, the environment and pathogens. The solution is environmentally friendly control, some environmentally friendly vegetable pesticides, namely karamunting, harmai, and rhizomes (lemongrass, snd ginger and turmeric). developed as a biopesticide that is environmentally friendly and beneficial for farmers. This study aims to determine the effect of the application of several vegetable pesticides in inhibiting the incidence of anthracnose in chili hiyung. This research was conducted in Tajau Landung Village, Sungai Tabuk District, Banjar Regency, in June – November 2021. The study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments were control (sterile water), administration of biopesticides from karamunting leaves, administration of pesticides from kaloi leaves and administration of botanical pesticides from rhizomes (lemongrass, sand ginger and turmeric). The results showed that the application of several vegetable pesticides had an effect on the incidence of anthracnose.Cabai rawit adalah salah satu jenis sayuran yang penting di Indonesia. Cabai rawit memiliki beberapa varietas salah satunya adalah cabai rawit hiyung yang di tanam di desa Hiyung. Cabai hiyung merupakan cabai terpedas yang ada di Kalimantan Selatan, salah satu penyakit tanaman cabai hiyung yang mengakibatkan penurunan hasil adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penanaman cabai terus dilakukan sepanjang musim, pestisida kimia yang dipakai secara terus menerus menimbulkan dampak negatif bagi konsumen, lingkungan dan patogennya. Solusinya yaitu pengendalian yang ramah lingkungan, beberapa pestisida nabati yang ramah lingkungan yaitu, karamunting, kelakai, dan rimpangan (serai, kencur dan kunyit) .Tanaman karamunting dan kelakai tumbuh liar dan mudah di dapatkan sehingga punya prosfek bila terbukti efektif mampu menghambat terjadinya penyakit, untuk dikembangkan sebagai biopestisida yang ramah lingkungan dan bermanfaat untuk petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa pestisida nabati dapat menghambat kejadian penyakit antraknosa pada cabai hiyung. Penelitian ini dilakukan Di Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dari bulan juni – November 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga ada 20 satuan percobaan. Perlakuannya adalah kontrol (air steril), pemberian pestisida nabati dari daun karamunting, pemberian pestisida dari daun kelakai dan pemberian pestisida nabati dari rimpangan (serai, kencur dan kunyit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa pestisida nabati berpengaruh terhadap kejadian penyakit antraknosa
PERENCANAAN BANK SAMPAH DI DESA SUNGAI SIPAI KABUPATEN BANJAR: WASTE BANK PLANNING IN SUNGAI SIPAI VILLAGE, BANJAR REGENCY
Bank Sampah merupakan satu upaya dalam memanfaatkan potensi timbulan sampah yang bernilai ekonomi di Desa Sungai Sipai, Kabupaten Banjar. Bank sampah dinilai merupakan fasilitas pengelolaan sampah dengan konsep 3R yang efektif menyelesaikan masalah persampahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi potensi timbulan sampah yang bernilai ekonomi dan merencanakan bank sampah di Desa Sungai Sipai. Diketahuinya potensi timbulan sampah yang ada di Desa Sungai Sipai, khususnya sampah yang memiliki nilai ekonomi. Desa Sungai Sipai memiliki potensi timbulan sampah yang bernilai ekonomi sebesar 1.704,7 kg/hari dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1.474.774/hari. Hal tersebut menunjukan perlu adanya pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi di Desa Sungai Sipai melalui perencanaan bank sampah. Perencanaan Bank Sampah yang dilakukan di Desa Sungai Sipai meliputi pengelolaan sampah, fasilitas bank sampah dan tata kelola bank sampah. Selain itu disertakan pula rancangan bangunan bank sampah dan rencana anggaran biaya perencanaan bank sampah sebagai upaya realisasi perencanaan ini.The Waste Bank is one of the efforts to take advantage of the potential for waste generation that has economic value in Sungai Sipai Village, Banjar Regency. The waste bank is considered a waste management facility with the 3R concept that is effective in overcoming the waste problem. This study was conducted to identify the potential for waste generation with economic value and to plan a waste bank in Sungai Sipai Village. Knowing the potential for waste generation in Sungai Sipai Village, especially waste that has economic value. Sungai Sipai Village has the potential for waste generation with an economic value of 1.704,7 kg/day with an economic value of Rp. Rp1.474.774/day. This shows the need for waste management that has economic value in Sungai Sipai Village through waste bank planning. Waste Bank planning carried out in Sungai Sipai Village includes waste management, waste bank facilities and waste bank management.In Addition, this waste bank planning also include a waste bank design and waste bank cost planning
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PADA MATERI LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK PESERTA DIDIK SMP/MTs
Ilmu pengetahuan yang paling umum digunakan salah satunya adalah matematika. Akan tetapi, kebanyakan dari peserta didik menganggap matematika sulit untuk dipahami karena mereka belum memahami konsep-konsepnya. Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) menjadi salah satu solusi untuk membina penguasaan konsep matematika. Penilitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk berupa LKPD pada materi lingkaran dengan pendekatan PBL untuk peserta didik SMP/MTs yang valid. Adapun model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu Borg and Gall. Data diperoleh dari 3 validator menggunakan lembar validasi. LKPD yang dikempangkan memperoleh hasil skor rata-rata 3,19 dengan kategori valid. Sehingga LKPD pada materi lingkaran dengan pendekatan PBL untuk peserta didik SMP/MTs yang dihasilkan adalah valid
PENGEMBANGAN LKPD PADA MATERI LINGKARAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA NYIRU KELAS VIII SMP/MTs
Matematika merupakan mata pelajaran wajib pada setiap tingkat pendidikan sekolah dasar sampai sekolah menengah. Kenyataannya, pelajaran matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang rumit dan merupakan pelajaran yang banyak tidak disenangi oleh peserta didik. Salah satu upaya untuk menangani permasalahan tersebut melalui pengembangan LKPD berbasis etnomatematika. Pengembangan LKPD berbasis etnomatematika nyiru ini bertujuan untuk mendekatkan matematika dengan lingkungan peserta didik. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu menghasilkan LKPD materi lingkaran berbasis etnomatematika nyiru kelas VIII SMP yang valid serta praktis. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development melalui model 4-D yang dibatasi hanya sampai tiga tahapan antara lain tahap define, design, dan develop. Tahap develop dilaksanakan dengan uji validasi oleh dua orang ahli materi serta uji kepraktisan kepada 22 orang peserta didik. Uji validasi LKPD yang dikembangkan dianalisis berdasarkan data hasil lembar validasi dengan hasil memenuhi kriteria valid. Uji kepraktisan dianalisis melalui data angket respon peserta didik memperoleh validitas kepraktisan dengan hasil memenuhi kriteria praktis. Sehingga, dihasilkan LKPD pada materi lingkaran berbasis etnomatematika nyiru yang valid dan praktis