Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    MARKAS SEKTOR PEMADAM KEBAKARAN DI BANJARMASIN

    Get PDF
    Beside being known as the City of Thousand Rivers, Banjarmasin is also known as the “City of a Thousand Fire Fighters. It has a large number of fire station, especially from the local community. However, this creates new problems of uncontrolled fire extinguishers and lack of efficiency and effectiveness in their work. According from this, it felt necessary  to encourage the government to improve their performances of the fire station. Design use universal architecture method to get a modular design and could be built in wherever place, especially at fire-prone area. The result is a fire department that can satisfy needs and provide of users in the aspects of service, education and controlling based on the area division.Selain dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, Banjarmasin juga dikenal sebagai Kota Seribu Pemadam Kebakaran. Hal ini dikarenakan mempunyai banyak armada pemadam kebakaran, terutama dari swadaya masyarakat. Namun, hal ini menimbulkan masalah baru berupa kurangnya efisiensi dan efektivitas pemadam kebakaran itu sendiri. Menanggapi hal ini, dirasa perlu agar mendorong pemerintah dalam meningkatkan kinerja markas pemadam kebakaran. Perancangan ini menggunakan metode arsitektur universal untuk mendapatkan rancangan yang modular dan dapat dibangun di mana saja, terutama pada titik rawan api. Hasil yang akan didapat adalah markas pemadam kebakaran yang dapat memenuhi dan mendukung kebutuhan pengguna dalam aspek pelayanan, pendidikan, dan pengawasan terhadap cakupan lingkungannya per kecamatan

    PRA RANCANGAN PABRIK 5-HYDROXYMETHYLFURFURAL (5-HMF) DARI ECENG GONDOK DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Perencanaan pabrik 5-HMF dengan kapasitas 2.000 ton/tahun akan didirikan di Kariangau, Kalimantan Timur dengan luas lahan 70 hektar. Pabrik beroperasi selama 330 hari/tahun dan akan dibangun pada tahun 2030. Pendirian pabrik didasarkan pada kebutuhan 5-HMF yang meningkat untuk menghasilkan sumber karbon dan energi alternatif. Produksi 5-HMF menggunakan proses dehidrasi. Bahan baku eceng memasuki proses steaming untuk menghilangkan kandungan lignin dan hemiselulosa yang ada pada eceng gondok, steamer dialiri dengan uap jenuh bertekanan tinggi 22 bar pada suhu 120oC selama 3 menit untuk memisahkan dengan selulosa yang akan dihidrolisis untuk memecah selulosa yang ada pada eceng gondok menjadi glukosa. Proses hidrolisis berlangsung selama 90 menit dengan suhu operasi 100oC.  Hidrolisat kemudian dipompa menuju filter untuk dilakukan penyaringan yang berfungsi memisahkan ampas eceng gondok dengan glukosa hasil hidrolisis. Glukosa dipompa menuju flash tank untuk meningkatkan kemurnian dengan memisahkan antara glukosa dan larutan H2SO4.  Glukosa hasil pemisahan dengan flash tank dialirkan menuju reaktor dehidrasi. Pada proses ini glukosa dikontakan dengan katalis berupa HY zeolite untuk membantu konversi menjadi 5-HMF, konversi yang terbentuk sebesar 82%. Produk 5-HMF yang terbentuk dialirkan menuju flash tank untuk dimurnikan dengan memisahkan 5-HMF dengan air. Produk yang didapatkan 5-HMF dengan kemurniar 98%. Bentuk perusahaan adalah persero terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 273. Menurut analisa ekonomi, didapat hasil TCI sebanyak Rp. 914.478.365.907,96 dengan pengembalian modal selama 4 tahun. Diperoleh BEP sebesar 44,39%. Dari hasil tersebut, pabrik layak didirikan. Kata kunci : 5-HMF, 5-Hydroxymethylfurfural, Eceng Gondo

    Pengaruh Limbah Padat Kelapa Sawit untuk Penyakit Antraknosa (Colletotrichum spp.) Pada Tanaman Cabai Rawit

    Get PDF
    Tanaman cabai adalah tanaman yang sangat umum dibudidayakan di Indonesia untuk dikonsumsi. Produksi tanaman cabai setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dengan hal ini upaya untuk meningkatkan produksi tanaman cabai terus ditingkatkan. Salah satu permasalahan tanaman cabai yang dapat mempengaruhi hasil produksi tanaman cabai, yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur (Colletotrichum spp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap cair dari limbah padat kelapa sawit untuk menekan penyakit antraknosa pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan limbah padat kelapa sawit sebagai bahan utama pembuatan asap cair. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata untuk kejadian penyakit, berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada perlakukan TF (Fiber/serabut) dan TJ (janjang kosong).Chili plants are plants that are very commonly cultivated in Indonesia for consumption. Chili plant production has increased every year. With this, efforts to increase the production of chili plants continue to be increased. One of the chili plant problems that can affect chili production is anthracnose disease caused by a fungus (Colletotrichum spp.). This study aims to determine the effect of liquid smoke from palm oil solid waste to suppress anthracnose disease in cayenne pepper plants. This study uses palm oil solid waste as the main ingredient for making liquid smoke. This study used a one-factor Completely Randomized Design (CRD). The results showed that the treatment had no significant effect on disease incidence, significantly affected plant height in the TF (fiber) and TJ (empty bunch) treatments

    Pengujian Beberapa Varietas Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Terhadap Lama Periode Inkubasi dan Tingkat Ketahanannya Terhadap Layu Bakteri Ralstonia solanacearum

    Get PDF
    Large chilies (Capsicum annuum L.) are one of the important vegetable commodities. One of the Plant Pest Organisms that causes large chili production to decline is bacterial wilt disease. Bacterial wilt disease in chili cultivation is usually caused by the bacteria Ralstonia solanacearum. Ralstonia solanacearum is a soil-borne pathogen that is able to live in soil without a host. This bacterium has a relatively large number of hosts in the form of horticultural plants, ornamental plants and weeds. This study aims to test five varieties of large chili plants (Capsicum annuum L.) against bacterial wilt disease (Ralstonia solanacearum). Research was carried out at the Phytopathology Laboratory and at the Banjarbaru Agricultural Faculty Experimental Farm. This research used 5 varieties, namely Limosin, Beton F1, Pilar F1, Darmais F1 and Gada Mk F1 with 4 replications. The Limosin variety has the longest incubation period, namely 39 days, while the Pilar F1 and Gada Mk F1 varieties have the fastest incubation period, namely 30 days. The varieties Beton F1, Pilar F1 and Gada Mk F1 show resistant varieties with percentages of 15%, 10% and 5%, while the Limosin variety shows slightly susceptible varieties with a percentage of 50%.Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran penting. Salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyebabkan produksi cabai besar mengalami penurunan yaitu terserang penyakit layu bakteri. Penyakit layu bakteri pada budidaya tanaman cabai biasanya disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Ralstonia solanacearum merupakan patogen tular tanah yang mampu hidup dalam tanah tanpa adanya inang. Bakteri ini memiliki jumlah inang yang relatif banyak berupa tanaman hortikultura, tanaman hias dan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk menguji lima varietas tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi dan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan 5 varietas yaitu Limosin, Beton F1, Pilar F1, Darmais F1 dan Gada Mk F1 dengan 4 kali ulangan. Varietas Limosin masa inkubasinya paling lama yaitu 39 hari sedangkan varietas Pilar F1 dan Gada Mk F1 masa inkubasinya paling cepat yaitu 30 hari. Varietas Beton F1, Pilar F1 dan Gada Mk F1 menunjukkan varietas tahan dengan persentase 15 %, 10% dan 5% sedangkan varietas Limosin menunjukkan varietas agak rentan dengan persentase 50%

    Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Pakan Alami Ternak Kerbau Rawa Hasil Budidaya di Lahan Kering

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi hijauan pakan alami ternakkerbau rawa yang dibudidayakan, melalui pendekatan budidaya rumput unggul di lahan kering.Penelitian ini dilakukan pada musim penghujan yaitu bulan Agustus sampai dengan Nopember2013 di Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Metode penelitian yangdigunakan adalah pengamatan jumlah anakan, tinggi anakan, lebar daun, panjang daun, diameterdaun dan produksi hijauan (padi hiang, kumpai mining, kumpai minyak dan purun tikus) yangdibudidayakan sebagaimana rumput unggul. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa padi hiang,kumpai mining, kumpai minyak, dan purun tikus direkomendasikan dapat dibudidayakan

    Analisis Hijauan Rumput Rawa dan Kapasitas Tampung Padang Penggembalaan Kerbau Rawa di Desa Bajayau Tengah, Kecamatan Daha Barat, Hulu Sungai Selatan (HSS)

    Get PDF
    Untuk mengetahui beberapa faktor lokal pendukung dalam produksi kerbau rawa di Kecamatan DahaBarat, HSS dilakukan penelitian. Penelitian dilakukan melalui metode survei meliputi pengamatanarea, pengambilan dan analisis sampel rumput rawa dan daya dukungnya terhadap kerbau rawa. Hasilmenunjukkan bahwa kerbau rawa yang dipelihara secara ekstensif di daerah rawa sekitar 1200 hadengan pengelolaan yang minim. Area persebaran memiliki masa kering relatif panjang (JuliOktober), area persebaran rawa memiliki beberapa jenis rumput rawa yang spesifik seperti padi hiang,tambang kumpai, minyak kumpai, sempilang, purun tikus dengan nutrisi yang baik dan daya dukungsekitar 3000 ekor kerbau. Ketahanan area penggembalaan kerbau rawa perlu dipertahankan gunamendukung produksi kerbau rawa di Kecamatan Daha Barat, HS

    Kualitas Nutrisi dan Uji Daya Cerna Kulit Singkong Hasil Fermentasi Beberapa Inokulan

    Get PDF
    The objective of this research was to study the effect of fermentation using different inoculans onthe quality of nutrient and digestibility of cassava peels, namely: crude protein (CP), metabolismenergy (ME), dry matter digestibility (DMD), and retention of nitrogen of male Alabio duck on 8weeks of age. This research used completely randomized design with four treatments and fivereplications. Treatment of this research was difference of inoculans as fermentation starter, i.e.P0 (non fermented cassava peels as a control), P1 (fermentation with EM4 for animal feed), P2(fermentation with tapai yeast), and P3 (fermentation with Starbio). Results of this researchshowed that fermentation was significantly affect on CP and ME (P<0.05), and could increaseDMD and nitrogen retention of cassava peels for male Alabio duck on 8 weeks of age. Inconclusion, fermentation using tapai yeast (P2) is the best inoculant in increasing nutrient qualityof fermented-cassava peels those were 9.36% of CP and 2,790.40 kkal/kg of ME. The bestinoculant for increasing DMD of cassava peels was Starbio (68.27%), whereas tapai yeast wasthe best inoculant for increasing nitrogen digestibility (80.53%)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi menggunakan beberapa inokulanterhadap kualitas nutrisi dan daya cerna kulit singkong yang meliputi : kandungan protein kasar,energi metabolis, kecernaan bahan kering dan retensi nitrogen. Metode yang digunakan adalahrancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuanpenelitian ini adalah perbedaan jenis inokulan yang digunakan yaitu P0 (kulit singkong tanpafermentasi sebagai kontrol), P1 (Fermentasi dengan EM4 Peternakan), P2 (Fermentasi denganragi tape) dan P3 (Fermentasi dengan Starbio). Kemudian setiap perwakilan masing-masingperlakuan fermentasi dilakukan uji daya cerna secara individual pada itik alabio jantan umur 8minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi berpengaruh nyata terhadapkandungan protein kasar dan energi metabolis (P<0,05) dan mampu meningkatkan kecernaanbahan kering dan retensi nitrogen kulit singkong pada itik alabio jantan. Disimpulkan bahwafermentasi dengan ragi tape (P2) merupakan inokulan yang terbaik dalam meningkatkan kualitasnutrisi kulit singkong fermentasi dengan dengan capaian protein kasar sebesar 9,36% dan energimetabolis sebesar 2.790,40 kkal/kg, sedangkan inokulan terbaik dalam meningkatkan kecernaanbahan kering kulit singkong fermentasi adalah Starbio (P3) dengan capaian sebesar 68,27% danuntuk kecernaan nitrogen adalah ragi tape (P2) sebesar 80,53%

    Identifikasi Mikroba pada Karkas Ayam Potong Berasal dari RPA Tradisional di Kota Pelaihari

    Get PDF
    The research objectives to microbial identification in broiler carcasses sourced fromtraditional chicken slaughterhouse in Pelaihari. Samples were taken from four traditionalchicken slaughterhouses in Pelaihari. Laboratory test result indicated that 45% samplesshowed total microbial analysis was 1.0x106 - 8.0x107cfu/g. Microbial identification tocarcass contaminated consist of Bacillus sp and Micrococcus sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mikroba pada karkas ayam broileryang berasal dari rumah potong ayam tradisional. Sampel berasal empat rumah potongayam tradisional di Kota Pelaihari. Hasil pengujian laboratorium karkas ayam yangberasal dari empat (4) rumah potong ayam (RPA) tradisional menunjukkan sebanyak 45%sampel yang diperiksa tercemar bakteri dengan rentangan nilai 1.0 x 106 sampai dengan8,0 x 107 CFU/gram. Hasil identifikasi mikroba yang mengkonaminasi karkasayam adalah Bacillus sp dan Micrococcus Sp

    KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR AMPAS TEBU YANG DI AMONIASI MENGGUNAKAN UREA DENGAN DOSIS YANG BERBEDA

    Get PDF
    This research was conducted to determine bagasse's crude protein and fibre content, which wasammoniated using urea at different doses. This research method used a completely randomizeddesign (CRD) with four treatments and five replications totalling 20 trials consisting of (P0)bagasse + 5% bran + 0% urea, (P1) bagasse + 5% bran + 2.5 % urea, (P2) bagasse + 5% rice bran+ 5% urea and (P3) bagasse + 5% rice bran + 7.5% urea. Analysis of crude protein and crude fibrewas carried out for seven days. Data were analyzed whit by Analysis of Variance (ANOVA)followed by Duncan's multiple range test assisted by IBM's SPSS Ver 26 software. The resultsshowed that the addition of urea at different doses had a significant effect (p<0.05) on increasingcrude protein content and decreasing crude fibre content. The use of 7.5% urea resulted in thehighest crude protein content of 22.53% and the lowest crude fibre content of 31.36%. Thisresearch needs to be continued to determine in vitro digestibility before being applied to ruminantsas animal feed ingredients.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan protein kasar dan serat kasar ampas tebuyang diamoniasi menggunakan urea dengan dosis yang berbeda. Metode penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan yangberjumlah 20 percobaan terdiri dari: (P0) ampas tebu + 5% dedak + 0% urea, (P1) ampas tebu +5% dedak + 2,5% urea, (P2) ampas tebu + 5% dedak + 5% urea dan (P3) ampas tebu + 5% dedak+ 7,5% urea. Analisis terhadap protein kasar dan serat kasar dilakukan selama tujuh hari. Datadianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncandibantu menggunakan software SPSS Ver 26 IBM. Hasil penelitian menunjukan bahwapenambahan urea dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap peningkatakankandungan protein kasar dan penurunan kandungan serat kasar. Penggunaan urea 7,5% dipeolehkandungan protein kasar tertinggi sebesar 22,53% dan kandungan serat kasar terendah sebesar31,36%. Penelitian ini perlu dilanjutkan untuk mengetahui kecernaan in vitro sebelum diterapkanke ternak ruminansia sebagai bahan pakan ternak

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF BERBASIS ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR PADA MATERI SEGIEMPAT UNTUK SISWA SMP/MTS

    No full text
    Matematika adalah salah satu ilmu dasar yang memegang kontribusi bermakna atas kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan bagi seluruh tingkat pendidikan namun, matematika dianggap sulit dipahami dan membosankan serta metode pembelajaran yang dipakai kurang bervariasi dan bahan ajar yang kurang lengkap dan menarik. Salah satu solusi agar menanggulangi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis etnomatematika budaya Banjar. Penelitian ini memiliki tujuan agar menghasilkan media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis etnomatematika budaya Banjar pada materi segiempat untuk siswa SMP/MTs yang valid dan praktis. Research and Development (R&D) adalah metode yang dipakai pada penelitian ini dengan model yang digunakan adalah model 4D yang dibatasi yaitu pendefinisian (Define), perancangan (Design), dan pengembangan (Develop). Pada tahap pengembangan (Develop) dilakukan uji validitas dan uji kepraktisan. Uji validasi dilakukan oleh tiga orang ahli yaitu satu ahli media dan dua ahli materi. Data yang didapat kemudian dianalsis secara kualitatif menurut kritik dan saran validator, dan secara kuantitatif yaitu skor yang diperoleh atas lembar validasi yang diisi oleh validator dan hasil lembar respon siswa. Hasil uji validitas terhadap media pembelajaran powerpoint interaktif yang dikembangkan dihasilkan skor rata-rata seluruh aspek sebesar 3,70 berada pada kriteria valid dan hasil uji kepraktisan terhadap media pembelajaran powerpoint interaktif yang dikembangkan diperoleh sebesar 89,2 % yaitu ada pada kriteria sangat praktis

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇