Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
Aplikasi Pestisida Nabati dan Trichokompos terhadap Penyakit Bercak Daun (Cercospora oryzae) pada Padi Beras Merah di Lahan Basah
Cultivation of brown rice (Oryza nivara L.) in wetlands continues to expand because its consumers continue to increase. This study aims to determine the ability of Trichocompost and a solution of botanical pesticides from kalakai, babadotan and purun tikus in controlling brown spot disease caused by the fungus Cercospora oryzae on brown rice plants in wetlands. Based on the results of observations, the application of trichocompost and purunrat solution was able to reduce the incidence of leaf spot disease from 95.1% in controls to 76.5%. The results of disease intensity showed that the application of trichocompost and kalakai solution was able to reduce disease intensity from 19.55% in controls to 14.10%. The application of trichocompost and babadotan solution increased the number of grains of rice from 216.60 grains in the control to 243.20 grains. The application of Trichocompost and kalakai solution increased the weight of 100 grains from 1.79 g to 2.10 g. The application of only trichocompost, Trichocompost and kalakai solution, trichocompost and babadotan solution, and trichocompost and purunrat solution have the same ability to reduce the incidence and intensity of Cercospora disease. All treatments tested were unable to increase plant height growth.Penanaman padi beras merah (Oryza nivara L.) di lahan basah terus bertambah luas karena konsumennya terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Trichokompos dan larutan pestisida nabati dari tanaman kalakai, babadotan dan purun tikus dalam mengendalikan penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh jamur Cercospora oryzae pada tanaman padi beras merah di lahan basah. Berdasarkan hasil pengamatan aplikasi trichokompos dan larutan purun tikus mampu menekan kejadian penyakit bercak daun dari 95,1% pada kontrol menjadi 76,5%. Hasil intensitas penyakit menunjukan bahwa aplikasi trichokompos dan larutan kalakai mampu menekan intensitas penyakit dari 19,55% pada kontrol menjadi 14.10%. Aplikasi trichokompos dan larutan babadotan mampu meningkatkan jumlah bulir padi dari 216,60 bulir pada kontrol menjadi 243,20 bulir. Aplikasi Trichokompos dan larutan kalakai mampu meningkatkan berat 100 bulir dari 1,79 g menjadi 2,10 g. Aplikasi hanya trichokompos, Trichokompos dan larutan kalakai, trichokompos dan larutan babadotan, dan trichokompos dan larutan purun tikus mempunyai kemampuan yang sama dalam menekan kejadian dan intensitas penyakit Cercospora. Semua Perlakuan yang diuji tidak mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman
Pengaruh Eco-enzym dan Trichoderma sp. Terhadap Intensitas Serangan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) Pada Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Plant Pest Organisms (OPT) that often attack celery plants are root knot nematodes (NPA) caused by Meloidogyne spp. which usually attacks the roots of the celery plant, causing the roots of the celery plant to swell. One of the efforts in controlling Plant Pest Organisms (OPT), this study aims to determine the effect of eco-enzymes and Trichoderma sp. in suppressing the intensity of NPA attacks on celery plants. The treatments given in this study were control and four treatments Eco-enzym and Trichoderma sp. This research was conducted for 6 months from seeding to harvest. The results showed that each treatment showed various results in controlling attacks on celery plants. Eco-enzyme and Trichoderma sp. (one time) had the effect of being used as a control against NPA attacks on celery plants because the T4 Eco-enzym (10 ml) and Trichoderma sp. (20gr) with an attack intensity percentage of 2.12%, showed the best results in controlling the level of NPA damage in celery plants.Organisme Penggangu Tanaman (OPT) yang sering menyerang tanaman seledri adalah Nematoda Puru Akar (NPA) yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. yang biasanya menyerang akar tanaman seledri sehingga menyebabkan akar tanaman seledri menjadi bengkak. Salah satu upaya dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eco-enzym dan Trichoderma sp. dalam menekan intensitas serangan NPA pada tanaman seledri. Perlakuaan yang diberikan pada penelitian ini yaitu kontrol dan empat perlakuan Eco-enzym dan Trichoderma sp. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan dari penyemaian sampai panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap perlakuan memperlihatkan hasil yang beragam dalam mengendalikan serangan pada tanaman seledri. Perlakuan Eco-enzym dan Trichoderma sp. (satu waktu) mempunyai pengaruh untuk dijadikan sebagai pengendalian terhadap serangan NPA pada tanaman seledri karena pada perlakuan T4 Eco-enzym (10 ml) dan Trichoderma sp. (20gr) dengan persentase intensitas serangan 2,12%, menunjukkan hasil yang paling bagus dalam mengendalikan tingkat kerusakan NPA pada tanaman seledr
Kualitas Telur Ayam Ras Yang Beredar di Pasar Tradisional Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam ras yang beredar di pasar tradisional diKecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan sampel telur dari 15pedagang dan 1 peternakan sebagai kontrol. Sampel yang digunakan sebanyak 120 butir. Parameteryang diamati yaitu berat telur, indeks bentuk telur, berat kerabang, tebal kerabang, indeks putih telurdan haugh unit. Pelaksanaan pengujian kualitas dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan MakananTernak Program Studi Peternakan Universitas Lambung Mangkurat. Pengukuran sampelmenggunakan alat timbangan pocket, jangka sorong digital, mikrometer digital, height and depthgaugh digital, kaca persegi, egg tray dan spidol. Hasil analisis data didapati kualitas berat telur 64,159± 6,235 g, indeks bentuk telur (IBT) 77,390 ± 3,160 %, tebal kerabang 0,373 ± 0,023 mm, beratkerabang 6,220 ± 0,632 g, nilai indeks putih telur (IPT)0,086 ± 0,021 dan nilai haugh unit (HU) 56,600± 3,620 dan data yang didapat di peternakan berat telur 72,740 ± 3,831 g, indeks bentuk telur (IBT)76,930 ± 3,810 %, berat kerabang 7,030 ± 0,192 g, tebal kerabang 0,450 ± 0,024 mm, nilai indeks putihtelur (IPT) 0,135 ± 0,038 dan nilai haugh unit (HU) 72,240 ± 2,352. Data kualitas telur hasilperhitungan dianalisis secara deskriptif yaitu dengan cara mentabulasi data primerdan data sekunderyang telah dikumpulkan. Acuan dalam membandingkan hasil berdasarkan Standar Nasional Indonesia(SNI) 01-3926-2008 dan USDA tahun 2000
KUALITAS KIMIA SUSU SEGAR KAMBING SAPERA PADA WAKTU PEMERAHAN YANG BERBEDA
This study anime purpose of this study was to determine the differences in milking time on thechemical quality of Sapera goat fresh milk. Testing the chemical quality of milk was carried outat the Livestock Production Laboratory, Department of Animal Husbandry, Faculty ofAgriculture, University of Lambung Mangkurat, while the milk samples were taken from CV. Aseries of Ark Awards, Mandiangin, Banjar Regency, South Kalimantan. This study used acompletely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications where each replicationconsisted of 1 goat. The research treatment was the difference in milking time, namely P1 =Milking time at 08.00 WITA; P2 = Milking time at 12.00 WITA; P3 = Milking time at 16.00WITA. Based on the results of the study the difference in milking time did not affect the qualityof Sapera goat's milk, both protein content, fat content, BKTL, and lactose levels. The threetreatments produced milk with nutritional quality according to SNI 3141.1 2011 standards.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan waktu pemerahan terhadapkualitas kimia susu segar kambing Sapera. Pengujian kualitas kimia susu dilaksanakan diLaboratorium Produksi Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas LambungMangkurat, sedangkan sampel susu diambil dari Peternakan CV. Serangkai Anugerah Bahtera,Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metodeRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan dimana setiap ulanganterdiri dari 1 ekor kambing. Perlakuan penelitian adalah perbedaan waktu pemerahan, yakniP1=Waktu pemerahan jam 08.00 wita; P2= Waktu pemerahan jam 12.00 wita; P3= Waktupemerahan jam 16.00 wita. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaanwaktu pemerahan tidak mempengaruhi kualitas susu kambing Sapera baik kadar protein, kadarlemak, BKTL maupun kadar laktosa. Ketiga perlakuan menghasilkan susu dengan kualitasnutrisi sesuai dengan standar SNI 3141.1 Tahun 2011
PENGEMBANGAN MEDIA ELECTRONIC CHEMISTRY POCKET BOOK (E-CPB) TERINTEGRASI MIND MAPPING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI KOLOID BERKONTEN LAHAN BASAH
Pengembangan Electronic Chemistry Pocket Book (E-CPB) terintegrasi mind mapping pada materi koloid berbasis lahan basah bertujuan untuk mengetahui validitas, praktikalitas dan efektifitas. Metode penelitian yang digunakan adalah PPE yang terdiri dari (planning) (production), dan (evaluation). Subjek penelitian ini yaitu 32 orang peserta didik kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book yang dikembangkan dinyatakan valid dari aspek kelayakan isi 94,54%, penyajian 87,27%, bahasa 86,81% dan media 93,75% dengan kategori masing-masing sangat valid. E-book yang telah memenuhi memenuhi aspek praktikalitas dilihat dari angket keterbacaan e-book pada uji perorangan memperoleh rata-rata 3,44 dan kelompok kecil memperoleh rata-rata 3,4 dengan kategori sangat baik. Angket respon guru dan peserta didik memperoleh skor masing-masing 3,4 dengan ketegori sangat baik. Lembar praktikalitas menggunakan e-book rata rata 3,42 hari pertama, 3,60 hari kedua, 3,67 hari ketiga kategori sangat baik serta lembar praktikalitas guru mengelola kelas rata-rata 3,31 hari pertama, 3,64 hari kedua, 3,71 hari ketiga dengan ketegori sangat baik. E-book juga telah memenuhi aspek efektifitas yang dilihat berdasarkan N-gain 0,86 termasuk dalam kategori tinggi
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MASALAH DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL
Cabang ilmu yang diajarkan pada seluruh jenjang pendidikan diawali dari prasekolah sampai sekolah tinggi salah satunya ialah matematika. Pemakaian LKPD bisa membuat peserta didik ikut serta aktif dalam pembelajaran. Pengembangan LKPD berbasis masalah dilakukan untuk mengembangkan peserta didik aktif saat pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran materi pertidaksamaan linear satu variabel, peserta didik kesulitan ketika menentukan himpunan penyelesaian, belum mahir menyelesaikan pertidaksamaannya, dan kesulitan mengartikan soal cerita ke dalam model matematika. Maka dari itu, untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut digunakanlah permasalahan yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan konteks lingkungan lahan basah. Tujuan riset ini ialah guna memperoleh lembar kerja peserta didik berbasis masalah dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi pertidaksamaan linear satu variabel yang valid dan praktis. Metode riset yang digunakan ialah metode riset pengembangan dengan model pengembangan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (4-D). Tahapan yang dilaksanakan dalam riset ini ialah tahap define, design, serta develop. Kriteria kevalidan produk LKPD dievaluasi bersumber pada validitas pakar oleh dua orang validator pakar. Hasil uji validitas LKPD yang dikembangkan sebesar 3,45 dengan kriteria valid. Kriteria kepraktisan dievaluasi berdasarkan uji coba di sekolah, yaitu guru dan peserta didik. Hasil uji kepraktisan LKPD yang dikembangkan bersumber pada lembar respon guru sebesar 89,2% dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji kepraktisan LKPD yang dikembangkan bersumber pada lembar respon peserta didik sebesar 90,91% dengan kriteria sangat praktis. Atas dasar ini, dihasilkan LKPD berbasis masalah dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi pertidaksamaan linear satu variabel yang valid dan sangat praktis
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MATERI STATISTIKA BERBASIS KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK SISWA SMP KELAS VIII
Statistika adalah salah satu materi matematika yang harus diajarkan kepada peserta didik di setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Namun, peserta didik masih ada yang kesulitan dalam memahami materi yang disajikan pada bahan ajar yang digunakan secara langsung, peserta didik harus mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru terlebih dahulu agar bisa memahami materi tersebut. Alternatif solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menyediakan LKPD berbasis konteks lingkungan lahan basah. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan LKPD materi Statistika berbasis konteks lingkungan lahan basah untuk siswa SMP kelas VIII yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (Four-D) dari Thiagarajan et al. (1974) yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Namun, pada penelitian ini dibatasi pada tahap pengembangan (develop) sampai uji coba produk. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini berupa (1) lembar validasi yang diisi oleh tiga validator; (2) angket respon peserta didik yang diisi oleh 30 peserta didik; dan (3) soal pada LKPD materi Statistika. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa hasil penelitian ini adalah (1) LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase sebesar 86,3%; (2) LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat praktis dengan persentase sebesar 86,67%; dan (3) LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif dengan persentase sebesar 86,67%. Dengan demikian, LKPD materi Statistika berbasis konteks lingkungan lahan basah untuk siswa SMP kelas VIII memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS MATERI SPLDV
Rendahnya literasi matematis peserta didik tentang keterkaitan matematika dengan budaya serta kurangnya penerapan LKPD di sekolah merupakan hal yang mendasari alasan dikembangkannya LKPD untuk materi sistem persamaan linear dua variabel serta menghubungkannya dengan etnomatematika wadai khas Banjar dan kain Sasirangan. Tujuan dalam penelitian ini ialah agar dapat menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika sehingga mampu mendukung peserta didik dalam kemampuan literasi matematis kelas VIII SMP dalam materi sistem persamaan linear dua variable yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model 4D dengan dibatasi sampai tiga tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), serta tahap pengembangan (develop). Kriteria kevalidan dan kepraktisan produk didapat berdasarkan uji dari dua orang validator ahli, juga diuji cobakan terhadap 30 peserta didik. Hasil uji validitas LKPD yang dikembangkan tersebut ada dalam kategori valid dengan skor 3,74. Hasil uji kepraktisan berdasarkan hasil respon peserta didik ada dalam kategori praktis mencapai skor 3,33
KONSISTENSI NILAI MATEMATIKA SISWA DIUJI DENGAN PERANGKAT TES STANDAR SEKOLAH DAN PERANGKAT TES SETARA PISA LEVEL 4 MENGGUNAKAN KONTEKS LAHAN BASAH
Penilaian merupakan proses mengumpulkan dan memproses informasi dalam mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Perangkat penilaian yang digunakan oleh guru di sekolah berupa Perangkat tes standar sekolah yang dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Selain tes tersebut, terdapat pula penilaian kemampuan siswa yang dilaksanakan pada level internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA). Hasil dari penilaian tes standar sekolah seharusnya bisa memprediksi kemampuan siswa dalam literasi matematis yang sesuai standar internasional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsistensi nilai matematika siswa apabila diuji menggunakan perangkat tes yang berstandar sekolah dan menggunakan perangkat tes yang setara PISA level 4 dengan menggunakan konteks lahan basah. Penelitian ini dengan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat konsistensi nilai matematika siswa dengan koefisien korelasi adalah r = 0,348, nilai tersebut termasuk dalam kategori rendah. Selain itu, koefisien determinasinya adalah 0,121 atau yang berarti bahwa dari peserta tes 12,1% menyatakan konsistensi nilai bila diukur dengan tes standar sekolah atau dengan tes setara PISA level 4
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH SISWA KELAS VIII SMP/MTS
Kemampuan pemecahan masalah (KPM) adalah kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa, hal ini disebabkan KPM dapat diterapkan pada berbagai bidang dalam kehidupan nyata. Namun, pada kenyataanya siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika. Oleh karena itu, pada pelaksanaan pembelajaran perlu didukung dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat melatih KPM. Terdapat model pembelajaran yang dapat menjadi alternatif yaitu Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh model pembelajaran PBL dengan konteks lingkungan lahan basah terhadap KPM matematika siswa. Metode yang digunakan yaitu Quasi eksperiment, Populasi yang ditetapkan yaitu semua siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Banjarmasin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sebagai akibatnya diperoleh kelas VIII E sesi 1 menjadi kelas kontrol dan VIII E sesi dua menjadi kelas eksperimen. Teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data yaitu dokumentasi dan tes KPM matematika dengan data yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan konteks lingkungan lahan basah berpengaruh positif terhadap KPM matematika siswa