Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
Pengaruh Ukuran Butir Kapur Berbeda terhadap pH, Fe-larut dan Al-tukar Tanah pada Lahan Pasang Surut
Swampland in Indonesia covers an area of 34.93 million ha spread over various islands such as Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, and Papua. One type of swamp land that is often used in agriculture is tidal lands. The problems faced in the development of tidal lands for agriculture include acidic soil pH, high levels of soluble Fe and Al. One of the efforts to overcome the problem of acidic soil pH, high levels of soluble Fe and Al-dd is liming. The finer grain level of lime may increase the effectiveness of liming. The purpose of this study was to quantify the effect of lime grain sizes on changes in pH, dissolved Fe, and exchangeable Al of tidal lands. This study employed a one-factor completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatments (Control; CaCO3 more than 1.00 mm (> 18 mesh); CaCO3 lime, 0.5-100 mm (18 -35mesh); CaCO3 measuring 0.21-0.50 mm (35-70 mesh); CaCO3 measuring 0.21 mm (<70 mesh); CaCO3 lime measuring 0.15-1.00 mm (18 -100 mesh)). The results showed that the difference in the size of the CaCO3 lime granules had a significant effect on changes in pH, soluble Fe and exchangeable Al. The application of CaCO3 lime granules 0.21 mm (<70 mesh) result in increases in soil pH and suppress soluble Fe and exchangeable Al.Swampland in Indonesia covers an area of 34.93 million ha spread over various islands such as Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, and Papua. One type of swamp land that is often used in agriculture is tidal lands. The problems faced in the development of tidal lands for agriculture include acidic soil pH, high levels of soluble Fe and Al. One of the efforts to overcome the problem of acidic soil pH, high levels of soluble Fe and Al-dd is liming. The finer grain level of lime may increase the effectiveness of liming. The purpose of this study was to quantify the effect of lime grain sizes on changes in pH, dissolved Fe, and exchangeable Al of tidal lands. This study employed a one-factor completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatments (Control; CaCO3 more than 1.00 mm (> 18 mesh); CaCO3 lime, 0.5-100 mm (18 -35mesh); CaCO3 measuring 0.21-0.50 mm (35-70 mesh); CaCO3 measuring 0.21 mm (<70 mesh); CaCO3 lime measuring 0.15-1.00 mm (18 -100 mesh)). The results showed that the difference in the size of the CaCO3 lime granules had a significant effect on changes in pH, soluble Fe and exchangeable Al. The application of CaCO3 lime granules 0.21 mm (<70 mesh) result in increases in soil pH and suppress soluble Fe and exchangeable Al
Jerapan Isotermal Fosfat Pada Tanah Ultisol
The distribution area of mineral soil in Indonesia reaches 148 million ha. The acid mineral soil in South Kalimantan for Ultisol reaches 886.186 ha. Ultisols have low fertility and P availability. The low availability of P in the soil is caused by P being absorbed. Isothermal absorption is very useful for measuring P adsorption in the soil due to strong P fixation by Fe and Al in Ultisol soils. Many researchers have suggested determining the amount of P required to reach an optimum level for maximum crop yield to quantitatively describe isothermal adsorption, the most popular of which are Langmuir, Freundlich, and the Brunauer-Emmett-Teller (BET) equations. The purpose of this study was to determine the isothermal adsorption limit of P and describe quantitatively the isothermal adsorption in Ultisols in Banjarbaru City using the Langmuir, Freundlich, and BET equations. From the research results, it can be concluded that P adsorption on Ultisols in Gunung Kupang Village, Cempaka District, Banjarbaru City follows the BET Equation. The high and low P adsorption indicated the availability of P. In other words, the fixation activity of acid mineral soils could result in a smaller amount of available P for plants.The distribution area of mineral soil in Indonesia reaches 148 million ha. The acid mineral soil in South Kalimantan for Ultisol reaches 886.186 ha. Ultisols have low fertility and P availability. The low availability of P in the soil is caused by P being absorbed. Isothermal absorption is very useful for measuring P adsorption in the soil due to strong P fixation by Fe and Al in Ultisol soils. Many researchers have suggested determining the amount of P required to reach an optimum level for maximum crop yield to quantitatively describe isothermal adsorption, the most popular of which are Langmuir, Freundlich, and the Brunauer-Emmett-Teller (BET) equations. The purpose of this study was to determine the isothermal adsorption limit of P and describe quantitatively the isothermal adsorption in Ultisols in Banjarbaru City using the Langmuir, Freundlich, and BET equations. From the research results, it can be concluded that P adsorption on Ultisols in Gunung Kupang Village, Cempaka District, Banjarbaru City follows the BET Equation. The high and low P adsorption indicated the availability of P. In other words, the fixation activity of acid mineral soils could result in a smaller amount of available P for plants
PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM KEGIATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU TAHUN 2023
Studi ini bermaksud untuk mendapatkan data sebaran peran guru PJOK dalam Kegiatan UKS di SMPN se- Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Dalam studi ini menggunakan deskriptifkuantitatif dan menggunakan teknik survey dan pengambiilan data memakai kuesiioner yang akan dibagikan. Populasi yaitu seluruh SMPN Di wilayah Kecamatan Liang Anggang, terdapat tiga sekolah yang ikut ambil bagian dalam penelitian ini. Untuk penelitian tersebut, peneliti memilih delapan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebagai sampel.Pada penelitian ini, terdapat 8 orang guru yang menjadi sampel di sekolah tersebut. Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini memanfaatkan metode sensus atau sampling total untuk mengumpulkan datanya. Hasil analisis dari penelitian tersebut menunjukkan peran penting guru PJOK dalam Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Banjarbaru Liang Anggang Kota Banjarbaru. Tahun 2023 berada pada “Sangat Rendah” sebesar 12,5% (1 guru), “Rendah” sebesar 12,5% (1 guru), “Sedang” sebesar 50% (4 guru), “Tinggi” sebesar 25% (2 guru), dan “Sangat Tinggi” sebesar 0% (0 guru).
Hasil dari penelitian data memperlihatkan bahwa partisipasi guru PJOK dalam kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah sangatlah signifikan. Maka, hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi guru PjOK dalam kegiatan UKS di Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru berada pada kategori “Sedang”
PERANCANGAN MADRASAH ALIYAH RAUDHATUL AMININ DI KECAMATAN SAMPANAHAN KABUPATEN KOTABARU
Education is one of the basic needs for humans. As the population increases, the need for education will also continue to increase. Madrasah Aliyah is one of the secondary education levels in formal education in Indonesia which is equivalent to Senior High School managed by the Ministry of Religious Affairs. The equalization and quality of Islamic education services is very important to do, especially in remote areas that may not have it at all, one of which is the Sampanahan District area of Kotabaru Regency. The problem raised from the design of this Madrasah Aliyah is how the concept of designing Madrasah Aliyah can optimize its function as an Islamic Education building. Architectural Programming method is used to optimize the function of Islamic education. The design concept applied to support the Islamic Education area is the concept of Islamic Architecture. The application on the design is with the division and arrangement of building masses in the area which is sorted according to the function and the culprit. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar bagi manusia. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan pendidikan pun akan terus meningkat. Madrasah Aliyah adalah salah satu jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia yang setara dengan Sekolah Menengah Atas yang dikelola oleh Kementerian Agama. Pemerataan dan mutu layanan Pendidikan agama Islam sangat penting untuk dilakukan, khususnya di wilayah-wilayah pelosok yang mungkin belum memilikinya sama sekali, salah satunya yaitu wilayah Kecamatan Sampanahan Kabupaten Kotabaru. Permasalahan yang diangkat dari perancangan Madrasah Aliyah ini yaitu Bagaimana konsep perancangan Madrasah Aliyah yang dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai bangunan Pendidikan yang Islami?. Metode Architectural Programming digunakan untuk mengoptimalkan fungsi pendidikan yang islami. Konsep desain yang diterapkan untuk mendukung kawasan Pendidikan yang Islami adalah konsep Arsitektur Islam. Penerapan pada desain adalah dengan pembagian dan penataan massa bangunan dalam kawasan yang diurutkan sesuai dengan fungsi dan pelakunya
PRARANCANGAN PABRIK ASAM BENZOAT DARI TOLUEN DAN OKSIGEN DENGAN PROSES OKSIDASI KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Pabrik asam benzoat kapasitas 20.000 ton/tahun direncanakan didirikan di Desa Gombolharjo, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan luas 30.000 m2. Pabrik bekerja 330 hari setahun dan mempekerjakan 160 orang. Pabrik asam benzoat ini menggunakan bahan toluen dan oksigen serta dibantu dengan katalis cobalt stearate. Proses reaksi pada pabrik ini dilakukan dengan menggunakan reaktor bubble yang dilengkapi pengaduk dengan konversi reaksi sebesar 48,35% menggunakan suhu proses 160 ℃ dan tekanan sebesar 4 atm, serta proses reaksi selama 2 jam. Untuk kebutuhan utilitas digunakan air, air pendingin uap steam, listrik, bahan bakar dan pengelolaan limbah. Kebutuhan utilitas ini diperoleh dari Sungai Serayu yang berada di dekat wilayah pabrik, dan kebutuhan listrik dipenuhi oleh PLTU Cilacap serta generator dengan kapasitas 1500 kW yang membutuhkan minyak solar sebanyak 208 90,78 liter/bulan. Hasil analisis keuangan menunjukkan bahwa return on invesment (ROI) adalah 33,881% sebelum pajak dan 22,023% setelah pajak. Untuk pay-out time (POT) adalah 2,28 tahun sebelum pajak dan 3,12 tahun setelah pajak. Break-even point (BEP) diperoleh 42,64% dengan shut down-point (SDP) sebesar 23,43%. Berdasarkan data analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa pabrik asam benzoat dari toluen dan oksigen kapasitas 20.000 ton/tahun layak didirikan.
Kata Kunci : asam benzoat, toluen, oksigen, oksidasi, reaktor bubble
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK DI RSUD ULIN
Konsentrasi senyawa organik dan kimianya yang tinggi, air limbah rumah sakit berisiko mencemari badan air dan menampung mikroorganisme patogen yang menyebarkan penyakit ke seluruh masyarakat. Karakteristik limbah rumah sakit mempunyai karakteristik hampir sama dengan limbah domestik yaitu memiliki komposisi bahan buangan dari polutan penyakit infeksi yang adalah bahan buangan dari kamar pasien yang keberadaannya sangat berdampak negatif baik manusia maupun makhluk hidup lainnya apabila tidak ditangani dengan tepat. Tujuan dari perencanaan ini yaitu, menganalisa karakteristik serta debit air limbah pada RSUD Ulin, merekomendasikan teknologi pengolahan air limbah, serta menggambarkan desain IPAL domestic di RSUD Ulin. Analisis yang dilakukan pada perencanaan ini adalah analisis karakteristik air limbah, serta analisis debit perencanaan, yang mana didapatkan dari data yang telah di kumpulkan. hasil analisis karakteristik di dapatkan kadar BOD 186 mg/l, COD 589,01 mg/l, TSS 326 mg/l, Total Coliform 1.297,60 mg/l, amoniak 0,314 mg/l, dan lemak sebanyak 44 mg/l. hasil perhitungan debit pere ncanaan ialah 574,5 m3/hari. di perencanaan ini teknologi alternatif pengolahan yg dipergunakan artinya Anaerobic Baffled Reactor (ABR), Pemilihan ABR karna, ABR tidak memerlukan huma yang luas, karna lahan yang terdapat pada RSUD Ulin pula terbatas.
Kata Kunci : Karakteristik Air Limbah, Rumah Sakit, ABR, RSUD Uli
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM ASETAT DARI METANOL DAN KARBON MONOKSIDA MENGGUNAKAN METODE KARBONILASI METANOL (CATIVA PROCESS) DENGAN KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN
Sektor industri berperan sebagai faktor penggerak dalam perekonomian nasional. Salah satunya yaitu industri kimia dasar (petrokimia) seperti industri asam asetat yang perlu dikembangkan, hal ini dikarenakan asam asetat sebagai bahan dasar dalam industri kimia memiliki pasar yang luas. Asam asetat banyak diaplikasikan dalam industri cat, karet, plastik, farmasi, industri Purified Terepthalic Acid (PTA), dan lain sebagainya. Produksi asam asetat menggunakan karbonilasi metanol (cativa process) dilakukan melalui beberapa tahapan proses, yaitu persiapan bahan baku, proses reaksi antara metanol dan karbon monoksida, proses pemisahan dan pemurnian sehingga menghasilkan produk asam asetat. Pabrik ini dirancang akan dibangun pada tahun 2027 yang berlokasi di Kawasan PIER (Pasuruan Industrial Real Estate Rembang), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 25.000 ton/tahun, beroperasi selama 330 hari/tahun. Dalam operasinya, pabrik ini membutuhkan bahan baku berupa metanol sebanyak 17.305 ton/tahun dan karbon monoksida sebesar 13.844 ton/tahun. Pabrik ini beroperasi 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Pabrik ini memiliki pay out time (POT) selama 2,04 tahun, laju pengembalian modal (ROR) 44 %, dan titik impas (BEP) 49,9 %.
Kata Kunci : Asam Asetat, Cativa Process, Karbonilasi Metano
PRARANCANGAN PABRIK DINATRIUM FOSFAT DARI ASAM FOSFAT DAN NATRIUM KARBONAT DENGAN PROSES NETRALISASI KAPASITAS 5.000 TON/ TAHUN
Dinatrium fosfat (Na2HPO4) merupakan suatu senyawa fosfat yang banyak digunakan di dunia industry, diantaranya sebagai bahan penunjang pembuatan deterjen, bahan pengolahan air dan pewarnaan tekstil. Didirikannya pabrik dinatrium fosfat akan mengurangi impor produk dari negara lain. Dari data impor, pabrik akan dioperasikan dengan kapasitas 5.000 ton/tahun di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dengan sumber air dari sungai berantas. Dinatrium fosfat dibuat dari natrium karbonat dan asam fosfat melalui proses netralisasi. Proses terjadi dalam reaktor alir tangki berpengaduk. Proses pemurnian produk selanjutnya yaitu pemisahan bahan baku dengan larutan menggunakan evaporator, selanjutnya dipisahkan mother liquor dengan padatan dinatrium fosfat dengan centrifuge. Kemudian produk dialirkan ke rotary dryer untuk mengurangi kadar air agar sesuai spesifikasi produk. Selanjutnya produk didinginkan dalam cooling conveyor. Kemudian produk dinatrium fosfat dikecilkan ukurannya dalam ball mill lalu diayak menggunakan screen sampai ukuran 100 mesh. Produk akhir berupa dinatrium fosfat dengan kemurnian 98% disimpan di gudang penyimpanan dinatrium fosfat. Produk yang tidak terpakai berupa karbon dioksida dibakar menggunakan flare. Diperlukan unit utilitas untuk menunjang proses produksi serta laboratorium agar produk dinatrium fosfat serta bahan baku yang digunakan sesuai sehingga kebutuhan produksi dan pabrik mendapatkan keuntungan. Pemasaran dinatrium fosfat untuk menunjang produksi dalam negeri yang membutuhkan bahan baku dinatrium fosfat untuk proses selanjutnya. Digunakan sistem organisasi garis dan staff pada pada pabrik ini dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT). Pabrik ini memerlukan karyawan shift dan non-shift yang terdiri dari 124 orang yang dibagi berdasarkan jam kerja. Analisa ekonomi yang dilakukan pada pabrik ini menghasilkan sebesar Rp 101.989.820.057 sebagai investasi modal total (TCI),- sebesar Rp 108.627.475.000 sebagai hasil penjualan. Dari analisa kelayakan ekonomi didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak sebesar 18,84% dan 14,13%. Nilai Pay Out Time (POT) sebelum dan sesudah pajak yaitu 3,73 tahun dan 4,52 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 47,55% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 27,95%. Oleh karena itu pabrik dinatrium fosfat dengan kapasitas 5.000 tom/ tahun ini layak didirikan berdasarkan analisa kelayakan ekonomi yang dilakukan.
Kata Kunci: asam fosfat, natrium karbonat dan dinatrium fosfa
MANAJEMEN PENDAYAGUNAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI 2 AMUNTAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah manajemen pendayagunaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 2 Amuntai berfungsi dengan baik. Metode yang digunakan adalah ex post facto dengan teknik pengambilan data menggunakan angketr. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 14 orang dan sampelnya adalah 1 kepala sekolah, 1 guru penjas dan 12 pelatih yang totalnya adalah 14 orang. Teknik sampel dalam penelitian sampel sensus (total sampling). Hasil Penelitian manajemen pendayagunaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 2 Amuntai pada kategori sangat baik 14,28%, pada kategori baik 50%, kategori sedang 21,43%, kategori kurang 7,14% dan kategori sangat kurang 7,14%. Kesimpulan manajemen pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 2 Amuntai berada pada kategori Baik
ANALISIS KEBUGARAN JASMANI PASCA PANDEMI COVID-19 PESERTA DIDIDK SDN 1 LANDASAN ULIN UTARA KELAS V USIA 10-12 TAHUN
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V yang berusia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara pasca pandemi Covid-19. Metode yang dipergunakan pada penelitian ini ialah metode survey menggunakan teknik pengambilan data lewat alat tes serta pengukuran. Penelitian ini menggunakan segenap siswa yang berusia 10-12 tahun yang duduk di kelas V di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara sejumlah 127 siswa dari 69 orang putra dan 58 orang putri. Sampel dalam penelitian proses pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik sistematis Purposive sampling, Sampel yang digunakan dalam penelitian cukup dari satu unit saja. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 20 peserta didik putra. Hasil penelitian memerlihatkan bahwasanya tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V yang berusia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara berada di kategori “kurang sekali” sejumlah 10% (2 siswa), “kurang” sejumlah 45% (9 siswa), “sedang” sejumlah 40% (8 siswa), “baik” sejumlah 5% (1 siswa), dan “baik sekali” sejumlah 0%. Berlandaskan nilai rerata yakni, maka tingkat kebugaran jasamani ssiwa kelas V yang berusia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara ada di kategori “kurang”