Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Biourin Sapi dan Lama Inkubasi Terhadap Ketersediaan Hara Nitrogen dan Fosfor pada Tanah Podsolik
Podzolic soil is characterized by acidic condition, low base saturation, and low CEC and nutrient contents. The use of chemical fertilizers in agriculture may damages soil and environment and may eventually affect the health of humans. The objective of this study was to quantify the effect of cow urine on changes in pH, available N (NH4+ and NO3-), and available P of Podsolic soil. This study employed the completely randomized design two factors, in which first factor was the amounts of applied cow biourine: control (without biourine, 5.2, 10.4 and 15.6 mL of biourine), while the second factor was the incubation period: 2 and 4 weeks. Following the completion of each incubation period, soil pH, contents of ammonium, nitrate, and available phosphrous were determined for each treatment. Results of this study showed that the application of cow biourine with an incubation time of two and four weeks significantly influenced the ammonium and nitrate contents in soil. The higher amount of biourine applied, the higher ammonium and nitrate contents in the soil. The research results also showed that the application of cow biourine had an influence on available P content, but had no effect on changes in soil pH
PERPUSTAKAAN DENGAN KONSEP MAKERSPACE DI BANJARBARU
Libraries have an important role in society as places that support education, research, culture, access to information, as well as in maintaining and preserving cultural and intellectual heritage. Now we have entered an era of digital disruption caused by technological advances that provide easy access to search for information via the internet, but technological developments have an influence on visitors' interest in visiting libraries. One of the problems in Banjarbaru City is the lack of quality competitive human resources, such as the problem of not achieving the quality of public education according to standards, while educational support facilities such as libraries are still rarely visited. So far, the library is an unattractive place to visit because of the limited activities that can be done in the library. Efforts that can be made to increase interest in coming to the library are changing views about libraries by making libraries able to collaborate or combine activities within them by utilizing technology as support. The application of the makerspace concept in a library is effective for combining various activities or programs and can be carried out simultaneously. The collaborative space method is used as a problem solving process with the main aim of collaborative space design being to create an environment that supports various types of group activities. The concept of interactive architecture is used to support collaborative space methods so that building design can play a role in the variety of human activities accommodated in a building.Perpustakaan memiliki peran penting dalam masyarakat sebagai tempat yang mendukung pendidikan, penelitian, budaya, akses informasi, serta dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya dan intelektual. Sekarang ini sudah memasuki era disrupsi digital yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan akses untuk mencari informasi dengan melalui internet, namun perkembangan teknologi memberikan pengaruh terhadap minat datang pengunjung terhadap perpustakaan. Salah satu permasalahan yang ada di Kota Banjarbaru adalah kurangnya kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, seperti permasalahan belum tercapainya kualitas pendidikan masyarakat sesuai standar, sementara fasilitas pendukung pendidikan seperti perpustakaan masih jarang dikunjungi. Sejauh ini, perpustakaan merupakan tempat yang kurang menarik untuk dikunjungi karena keterbatasan aktivitas yang dapat dilakukan di perpustakaan. Upaya yang dapat dilakukan agar meningkatkan minat datang ke perpustakaan adalah merubah pandangan tentang perpustakaan dengan menjadikan perpustakaan agar dapat mengkolaborasikan atau menggabungkan aktivitas di dalamnya dengan memanfaatkan teknologi sebagai penunjang. Penerapan konsep makerspace dalam sebuah perpustakaan efektif untuk menggabungkan berbagai aktivitas atau program dan dapat dilakukan secara bersamaan. Metode collaborative space digunakan sebagai proses penyelesaian masalah dengan tujuan utama dari desain collaborative space adalah menciptakan lingkungan yang mendukung berbagai jenis aktivitas berkelompok. Konsep arsitektur interaktif digunakan untuk mendukung metode collaborative space agar desain bangunan dapat berperan dalam ragam aktivitas manusia yang diwadahi dalam sebuah bangunan. 
RUMAH TERAPI ADIKSI VIDEO GAME DI BANJARBARU
Addiction can affect both physically and psychologically, causing personality problems and behavioral changes in the social environment. Special facilities are needed that have a planned recovery program, handling dependencies that do not have a planned recovery program will have further impacts. Therapeutic houses must pay attention to the comfort and safety of its users which can help restore the sufferer's physical and psychological condition. The environment influences the recovery process. By using environmental healing methods, the three approaches used combine natural, sensory and psychological elements. Elements of nature can be felt through the five senses. The senses can help see, hear and feel the natural beauty that is designed. This affects the psychology of the patient. Psychologically, patients will feel comfortable and safe within themselves.Ketergantungan dapat mempengaruhi fisik dan psikologis, menimbulkan masalah kepribadian dan perubahan perilaku dalam lingkungan sosialnya. Diperlukan fasilitas khusus yang mempunyai program pemulihan terencana, penanganan ketergantungan yang tidak mempunyai program pemulihan terencana akan menimbulkan dampak lanjutan. Rumah terapi harus memperhatikan kenyamanan dan keamanan penggunanya yang dapat membantu memulihkan kondisi fisik dan psikologi penderitanya. Lingkungan berpengaruh dalam proses pemulihan. Dengan menggunakan metode healing environment, tiga pendekatan digunakan yang menggabungkan antara unsur alam, indra dan psikologis. Unsur alam dapat dirasakan melalui panca indra. Indra dapat membantu melihat, mendengar dan merasakan keindahan alam yang didesain. Hal tersebut mempengaruhi psikologis pasien. Secara psikologis, pasien akan merasa nyaman dan aman dalam diri mereka
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBASIS ICARE PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT
Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Problem Solving berbasis ICARE pada materi larutan elektrolit dan non- elektrolit yang bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah; (2) peningkatan hasil belajar peserta didik; (3) respon peserta didik terhadap pembelajaran. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian tindakan kelas bersiklus dengan model Kemmis & Mc.Taggart melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA 1 SMAN 12 Banjarmasin dengan jumlah 35 peserta didik. Instrumen penelitian berupa instrumen tes dan non tes. Data dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah peserta didik meningkat dari kategori kurang berkembang menjadi sudah berkembang baik; (2) hasil belajar pengetahuan meningkat dari 68,09 kategori rendah menjadi 84,54 kategori baik, hasil belajar sikap meningkat dari kategori cukup baik menjadi baik, hasil belajar keterampilan meningkat dari cukup terampil menjadi terampil; (3) respon peserta didik dalam pembelajaran dengan kategori sangat baik. Kesimpulan pada penelitian yaitu: pembelajaran dengan model Problem Solving berbasis ICARE dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar peserta didik
THE DIFFICULTIES IN READING COMPREHENSION OF THE FIRST GRADE STUDENTS OF SMAN 11 BANJARMASIN
Reading comprehension is the readers’ ability to understand, evaluate, and utilize text to find information according to the readers’ purpose. When reading a text, students may find many factors contribute to the cause of students difficulties in comprehending text. . Some of these factors are language knowledge, learner’s background knowledge, motivation, lack of reading strategies, and reading process. This research aimed to describe the students' difficulties in reading comprehension at the first grade of SMAN 11 Banjarmasin. The research method used in this study is a descriptive design used in this research with a qualitative approach. The researcher took the research subjects from one class that was X MIPA 3 and one English teacher. This research used a questionnaire consisting of 16 items divided into five types of questions which were linguistic aspects, reading strategies, psychological factors, and external factors. The researcher used the questionnaire to confirm the interview. The findings revealed that the students face the difficulties of vocabulary, grammar, and making inferences. These difficulties were caused by some factors: lack of knowledge about strategies in reading, lack of practice in reading English texts, lack of practices to find main ideas, explanatory ideas, and relationships between ideas, as well as lack of practices to make inferences and references from reading texts. The other factors were the students did not want to bring a dictionary to school, lack of support and motivation from parents, inadequate learning facilities, and difficulty in adapting in class. Therefore, it is suggested to other researchers to conduct further studies to investigate deeply about the factors which affect students in reading comprehension and how to overcome the difficulties
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan Batubara terhadap Ketersediaan Fosfor pada Lahan Pasang Surut
Problems faced in tidal swamp land include low soil pH, low nutrient content, and high levels of Al and Fe. The aim of this research was to determine the effect of the combination of NPK fertilizer and Futura coal fertilizer on the availability of P and to determine the relationship between the solubility of Al and Fe, pH and organic C on the availability of P in tidal swamp land. This research was carried out at the Chemistry Laboratory, Soil Department, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University from October-December 2023 using a single factor in Randomized Block Design with five treatments and three replications to obtain 15 experimental units. The combination of NPK and Futura increased the availability of P, organic-C, and soil pH and reduced the solubility of Al and Fe. A relationship was found between Al and soil pH, C-organic and Al, C-organic and soil pH, organic-C and soluble-Fe, soluble-Fe and soil pH.Problems faced in tidal swamp land include low soil pH, low nutrient content, and high levels of Al and Fe. The aim of this research was to determine the effect of the combination of NPK fertilizer and Futura coal fertilizer on the availability of P and to determine the relationship between the solubility of Al and Fe, pH and organic C on the availability of P in tidal swamp land. This research was carried out at the Chemistry Laboratory, Soil Department, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University from October-December 2023 using a single factor in Randomized Block Design with five treatments and three replications to obtain 15 experimental units. The combination of NPK and Futura increased the availability of P, organic-C, and soil pH and reduced the solubility of Al and Fe. A relationship was found between Al and soil pH, C-organic and Al, C-organic and soil pH, organic-C and soluble-Fe, soluble-Fe and soil pH
PENENTUAN INDEKS KUALITAS AIR (IKA) SUNGAI BARITO MENGGUNAKAN SOFTWARE QUAL2KW DI KAWASAN PULAU CURIAK, KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: DETERMINATION OF BARITO RIVER WATER QUALITY INDEX (IKA) USING QUAL2KW SOFTWARE IN CURIAK ISLAND AREA, BARITO DISTRICT KUALA PROVINCE SOUTH KALIMANTAN
Penelitian ini dilakukan pada kawasan Pulau Curiak, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang bertujuan untuk mengetahui standar mutu air berdasarkan indeks kualitas air, serta mengetahui kualitas air sungai barito berdasarkan kondisi eksitingnya. Metode yang dipakai metode Indeks Kualitas Air dan menggunakan proram Qual2Kw. Standar mutu air Sungai Barito berada dalam kategori sedang dengan nilai Indeks Pencemaran (IP) antara 1,115 hingga 3,935. Setelah ditransformasikan menjadi Indeks Kualitas Air (IKA), evaluasi menunjukkan nilai antara 50 hingga kurang dari 70. Kualitas air Sungai Barito dalam kondisi eksisting memenuhi standar mutu kelas II untuk suhu, TSS, dan Nitrat (NO3). Namun, hanya beberapa segmen yang memenuhi standar mutu kelas II untuk pH, DO, BOD, Fosfat (PO4), dan Amoniak (NH3)
WILLINGNESS TO PAY PENGUNJUNG DALAM UPAYA PELESTARIAN EKOWISATA RIAM BIDADARI DI KABUPATEN TABALONG KALIMANTAN SELATAN: WILLINGNESS TO PAY VISITORS IN EFFORTS TO PRESERVE RIAM BIDADARI ECOTOURISM IN TABALONG REGENCY, SOUTH KALIMANTAN
Tabalong adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki luas hutan sebesar 396.000 Ha dengan sumberdaya hutan seluas 237.610,8 Ha. Hutan Tabalong yang cukup luas menjadikannya memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan ekowisata. Hal tersebut diperkuat dengan adanya 35 objek wisata di Kabupaten Tabalong yang terdiri dari wisata pemandian, wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya. Riam Bidadari adalah sebuah objek wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya dengan mendayagunakan potensi sumberdaya alam berupa sungai yang bersumber dari Pegunungan Purui yang berada di ujung Kecamatan Jaro dengan jarak ± 20 km. Willingness to Pay (WTP) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui kesediaan membayar individu dalam upaya pelestarian atau perbaikan kualitas lingkungan. Metode WTP bertujuan untuk mengajak pengunjung agar bisa lebih menghargai lingkungan dengan cara menikmati alam sekaligus berperan aktif dalam menjaga kelestarian sungai Riam Bidadari. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi pengunjung Riam Bidadari, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar (Willingness to Pay) pengunjung sebagai upaya pelestarian Riam Bidadari, dan mengestimasi besarnya nilai kesediaan membayar (Willingness to Pay) pengunjung sebagai upaya pelestarian Riam Bidadari. Nilai WTP pengunjung didapatkan melalui pendekatan Contingent Valuation Method (CVM). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengunjung Riam Bidadari didominasi oleh pengunjung dari Dalam Tabalong 89%, jenis kelamin perempuan 70%, usia 21-30 tahun 56%, pendidikan SMA/SLTA 57%, belum berpendapatan 35%, tidak memiliki biaya travelling 68%, frekuensi kunjungan 1 kali 58%, dan tidak memiliki tanggungan keluarga 76%. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesediaan pengunjung dalam membayar adalah asal tempat tinggal, jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, frekuensi kunjungan, dan tanggungan keluarga. Nilai WTP yang bersedia pengunjung berikan berada pada rata-rata Rp 7.918,60 (Rp 8.000,00)
PERANCANGAN PALANG MERAH INDONESIA KOTA MUARA TEWEH
The Indonesian Red Cross, which is often known by the abbreviation PMI, is a national association organization located in Indonesia and engaged in the humanitarian field. The activity that was first carried out by PMI was to help victims of the Indonesian Revolutionary War of Independence and return victims of Allied and Japanese prisoners of war so that the Indonesian Red Cross has gained international recognition. The purpose of the design this time is "How to design the Muara Teweh Indonesian Red Cross (PMI) building which is able to fulfill the activities of the volunteers and their working staff by providing assistance and blood services to the people in the city of Muara Teweh which are appropriate and make rooms with adequate facilities?”. By using the concept of "Local Wisdom" by prioritizing the function of building the PMI building and using the Symbolism Method in the design.Palang Merah Indonesia yang sering dikenal dengan singkatan PMI merupakan sebuah organisasi perhimpunan nasional yang berada di Indonesia dan bergerak di bidang kemanusiaan. Kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh PMI yaitu membantu korban perang revolusi Kemerdekaan RI dan mengembalikan korban tawanan perang sekutu maupun Jepang sehingga Palang Merah Indonesia telah mendapatkan pengakuan secara Internasional. Tujuan perancangan kali ini adalah “Bagaimana cara merancang gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Muara Teweh yang mampu memenuhi aktifitas-aktifitas para relawan dan staff pekerjanya dengan memberikan bantuan serta pelayanan darah pada masyarakat di kota Muara Teweh yang layak dan membuat ruangan dengan fasilitas yang memadai?”. Dengan digunakannya konsep “Kearifan Lokal” dengan mengutamakan fungsi pembangunan gedung PMI dan menggunakan Metode Simbolisme pada perancangan
PRA RANCANGAN PABRIK SODIUM THIOSULFATE PENTAHYDRATE DARI SODIUM SULFITE DAN SULFUR DENGAN KAPASITAS 35.000 TON/TAHUN
Pabrik sodium thiosulfate pentahydrate dari sodium sulfite dan sulfur dirancang dengan kapasitas produksi 35.000 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan sodium thiosulfate pentahydrate dalam negeri yang sepenuhnya bergantung pada sektor impor. Bahan baku yang digunakan adalah sodium sulfite dan sulfur. Pabrik ini akan dibangun di Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC), Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan waktu operasional 330 hari/tahun. Proses produksi terdiri dari proses penyiapan bahan baku dan pembentukan produk. Persiapan bahan baku terdiri dari dua yaitu sodium sulfite dan sulfur. Bahan baku sodium sulfite diencerkan dengan perbandingan sodium sulfite dan air 1:22 dalam tangki pelarut pada suhu 80⁰C dan tekanan 1 atm. Proses pembentukan produk diawali dengan reaksi pembentukan larutan sodium thiosulfate dari larutan sodium sulfite dan sulfur dengan perbandingan 1:4 dalam reaktor alir tangki berpengaduk pada suhu 80⁰C dan tekanan 1 atm. Larutan sodium thiosulfate selanjutnya akan mengalami proses kristalisasi dalam crystallizer pada kondisi operasi 44⁰C dan tekanan 1 atm sehingga diperoleh kristal sodium thiosulfate pentahydrate dengan kemurnian 99%. Terdapat produk recycle berupa sulfur yang digunakan kembali dalam proses pembentukan larutan sodium thiosulfate di dalam reaktor. Unit pendukung proses terdiri dari unit penyedia air yang berasal dari waduk Curug Parungkadali dan sungai Cikao, unit penyedia steam dari boiler, unit penyedia listrik dari PT. PLN, PLTGU Jawa Satu Power dan generator, unit pengadaan bahan bakar berupa solar dan diesel fuel, serta unit pengolahan limbah. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dan mempekerjakan 200 orang karyawan yang terdiri dari karyawan shift, non-shift, dan borongan. Berdasarkan evaluasi ekonomi, persentase Annual Cash Flow (ACF) sebesar 36,72%, Pay Out Time (POT) sebesar 2,45 tahun, dan persentase Break Event Point sebesar 58%. Berdasarkan parameter tersebut maka pabrik ini layak untuk didirikan.