Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
Pengaruh Konsentrasi Dan Frekuensi Pupuk Organic Cair Kirinyuh Pertumbuhan Dan Hasil Kailan Hidroponik Sistem Sumbu
Tanaman kailan (Brassica oleraceae) merupakan salah satu jenis sayuran daun yang memiliki kandungan gizi tinggi, seperti protein, mineral dan vitamin, sehingga mempunyai potensi serta nilai komersial tinggi, Dalam usaha meningkatkan produksi tanaman sayuran serta dapat diusahakan diberbagai tempat bahkan dimasyarakat perkotaan. Inovasi tepat guna ini bernama hidroponik. Kendala utama pertanian hidroponik yaitu biaya instalasi yang mahal dan juga harga jual larutan AB Mix yang tinggi membuat biaya produksi juga tinggi Dimana bahan larutan tersebut terbuat dari kimia sintetis hampir 100%. Pilihan yang mungkin dapat diterapkan adalah memanfaatkan pupuk organik cair, yaitu memanfaatkan gulma seperti alang-alang, lamtoro dan kirinyuh. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi POC kirinyuh terhadap tanaman kailan teknik hidroponik sistem sumbu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 2 faktor yang terdiri dari konsentrasi dengan tiga taraf, t1 = 500 ml POC kirinyuh, t2 = 1000 ml POC kirinyuh dan t3 = 1500 ml POC kirinyuh, dan frekuensi terdiri dari tiga taraf, f1 = satu kali pemberian POC kirinyuh, f2 = dua kali pemberian POC kirinyuh, f3 = tiga kali pemberian POC kirinyuh. Variabel yang diamati yaitu, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, rasio tajuk akar, berat segar kailan dan diameter batang. Hasil penelitian ini menunjukan Interaksi konsentrasi dengan frekuensi pemberian terbaik pupuk organik cair kirinyuh tidak memberikan pengaruh nyata di semua variable pengamatan. sedangkan Faktor tunggal konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair kirinyuh masing-masing juga tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua variabel pengamata
Pengaruh Media Semai Dan Kerapatan Populasi Benih Semaian Benih Padi Di Dapog Terhadap Kinerja Rice Transplanter Pada Lahan Sawah Pasang Surut Kabupaten Banjar
Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja rice transplanter di lahan rawa pasang surut dengan perlakuan media tanam dan kerapatan populasi benih telah dilaksanakan pada bulan Januari – April 2020 di lahan pasang surut tipe C Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah media tanam (tanah sawah, tanah sawah + pupuk kandang ayam, tanah sawah + pupuk kandang sapi), faktor kedua adalah kerapatan populasi (150, 200, 250 g). Kombinasi media dapog dan kerapatan populasi berpengaruh nyata terdapat pada kombinasi perlakuan kecepatan kerja, kapasitas kerja efektif, dan kapasitas kerja teoritis. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi kerja penanaman, waktu hilang saat belok, bibit tidak tertanam saat pengoperasian, kerusakan bibit saat penanaman, dan efektivitas penanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat variasi kinerja rice transplanter di lahan pasang surut sebagai akibat perlakuan jenis media dapog dan kerapatan populasi benih padi. Terdapat variasi kinerja rice transplanter di lahan pasang surut sebagai akibat perlakuan jenis media dapog dan kerapatan populasi benih padi, terdapat pengaruh interaksi media dapog dan kerapatan populasi terbaik pada kecepatan kerja, kapasitas kerja efektif, dan kapasitas kerja teoritis pada kombinasi tanah sawah dan kerapatan populasi 150 g, dan terdapat pengaruh faktor tunggal terhadap media tanam terbaik yaitu tanah sawah terhadap bibit tidak tertanam, kerusakan bibit (patah/mengambang), dan efektivitas penanaman
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF MATERI KELILING BANGUN DATAR BERBASIS SELF-DIRECTED LEARNING ORIENTED ASSESSMENT (SLOA) DI KELAS V SD/MI
Pembelajaran materi keliling bangun datar di kelas V Sekolah Dasar penting menerapkan asesmen formatif guna meningkatkan keaktifan dan kemandirian belajar siswa. Keaktifan dan kemandirian penting dikembangkan agar siswa mampu berpikir kritis, berani mengemukakan pendapat, serta terbiasa mencari solusi secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan asesmen formatif yang valid, praktis dan efektif berbasis Self-Directed Learning Oriented Assessment (SLOA). Pengembangan asesmen formatif menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin dengan subjek 17 siswa, dan guru wali kelas. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi asesmen formatif, lembar validasi dan lembar kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) asesmen formatif berbasis SLOA dengan rata-rata nilai 4,245 memenuhi kriteria sangat valid, (2) asesmen formatif berbasis SLOA dengan rata-rata nilai praktikalitas sebesar 96% memenuhi kriteria sangat praktis, dan (3) asesmen formatif berbasis SLOA menunjukkan adanya peningkatan pada rata-rata hasil asesmen formatif siswa sehingga memenuhi kriteria efektif. Dengan demikian, asesmen formatif berbasis SLOA pada materi keliling bangun datar di SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin valid, praktis, dan efektif
Effect of Rice Storage Packaging with Basil Leaf Powder (Ocimum sanctum L.) Against Rice Weevil (Sitophilus oryzae L.) Attacks
South Kalimantan BPS data (2022) shows that there has been a decline in rice production of 79.28 thousand tons (11.65%) so it is necessary to have rice suppliers from outside South Kalimantan to meet the rice demand target. Sitophilus oryzae is the main pest during the shelf life of rice. Controlling rice aphids can be done in various ways, including using appropriate storage media and applying vegetable pesticides to plants that are believed to be able to control them, one of which is basil. This research uses the factorial RAL method with 2 factors, namely packaging (W) and dose (D). The doses given are 0g, 10g, 14g, 18g. The packaging used is in the form of plastic containers and plastic sacks. Obtained 8 combinations, each repeated 3 times. So a total of 24 experimental units. The results of statistical analysis show that the combination of 18g of basil leaf powder in plastic packaging is the best treatment in suppressing the S. oryzae population with a mortality rate of 60%. During 30 days of observation, no new population growth was found and showed the lowest level of rice damage of 1.0% compared to other treatments.Data BPS Kalsel (2022) menunjukan bahwa terjadi penurunan produksi beras sebesar 79,28 ribu ton (11,65%) sehingga perlu adanya pemasok beras dari luar Kalimantan Selatan demi memenuhi target kebutuhan beras. Sitophilus oryzae merupakan hama utama pada masa simpan beras. Pengendalian kutu beras dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya menggunakan media simpan yang tepat dan pemberian pestisida nabati dengan tanaman yang dipercaya mampu untuk mengendalikan salah satunya yaitu kemangi. Penelitian ini menggunakan metode RAL faktorial dengan 2 faktor yaitu kemasan (W) dan dosis (D). Dosis yang diberikan sebanyak 0g, 10g, 14g, 18g. Kemasan yang digunakan berupa wadah plastik dan karung plastik. Didapatkan 8 kombinasi masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Sehingga total 24 satuan percobaan. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa kombinasi antara 18g serbuk daun kemangi dalam kemasan plastik merupakan perlakuan terbaik dalam menekan populasi S. oryzae dengan tingkat mortalitas sebesar 60%. Selama 30 hari pengamatan tidak ditemui adanya pertumbuhan populasi baru serta menunjukan tingkat kerusakan beras terendah sebanyak 1,0% dibanding perlakuan lainnya
IMPLEMENTASI MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING (SCT) MELALUI PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF REGULATION PESERTA DIDIK PADA MATERI HIDROLISIS GARAM
Telah dilakukan penelitian tentang implementasi model SCT melalui pembelajaran daring terhadap keterampilan berpikir kritis dan self regulation peserta didik SMAN 4 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik, (2) perbedaan self-regulation peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model SCT dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran daring pada materi hidrolisis garam. Metode dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian non equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol di SMAN 4 Banjarmasin. Variabel bebas adalah model pembelajaran, sedangkan variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis dan self-regulation. Pengumpulan data menggunakan teknik test dan non-test. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik antara kelas eksperimen dan kontrol (2) terdapat perbedaan self-regulation peserta didik antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran SCT lebih baik dibanding kelas kontrol dengan penerapan model pembelajaran kovensional untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan self-regulation peserta didik pada materi hidrolisis garam
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL FLIPPED CLASSROOM DENGAN METODE MIND MAPPING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Telah dilakukan penelitian menggunakan model flipped classroom dengan metode mind mapping pada materi larutan penyangga. Tujuan penelitian meningkatkan kemandirian belajar peserta didik kelas XI MIPA 4 MAN 2 Banjarmasin sebanyak 35 peserta didik Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Variabel yang diteliti yaitu (1) kemandirian belajar, (2) aktivitas guru, (3) aktivitas peserta didik, (4) hasil belajar pengetahuan dan (5) respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemandirian belajar peserta didik mengalami peningkatan dari 66,45 kategori cukup mandiri pada siklus I menjadi 73,62 dengan kategori mandiri pada siklus II, (2) aktivitas guru mengalami peningkatan dari 45 kategori aktif menjadi 52 dengan kategori sangat aktif, (3) aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari 27,82 kategori cukup aktif menjadi 37,08 dengan kategori sangat aktif, (4) hasil belajar pengetahuan peserta didik mengalami peningkatan dari 76,96 kategori cukup menjadi 82,83 dengan kategori baik, (5) respon peserta didik menunjukkan kategori baik. Penggunaan model flipped classroom dengan metode mind mapping pada materi larutan penyangga dapat meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar pengetahuan peserta didik
EVALUASI DAN PERENCANAAN SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN DI JALAN H. MISTAR COKROKUSUMO KELURAHAN SUNGAI TIUNG CEMPAKA BANJARBARU
Because the capacity of natural or man-made channels can no longer support the flow of incoming rains, inundation may happen. Nearly every puddle in Cempaka District, with an average height of 20 cm and an inundation time of 6 hours or until the rain stops, is in a residential area, a rice field, or a plantation, according to the final report of the 2021 Banjarbaru City Environmental Road Drainage Masterplan. The goal of this plan is to study the anticipated flood flow, assess the drainage channel's capacity, suggest infiltration well proportions, and create a three-dimensional layout of the infiltration wells. With maximum daily rainfall data for 10 years (2012-2021), hydrological and hydraulic analysis was conducted for this design. According to the findings of the anticipated flood discharge calculation, segment 1 will experience a minimum discharge of 0.06 m3/s and a maximum discharge of 0.19 m3/s. This planning makes use of the Storm Water Management Model (SWMM) software, which enables modeling of the field's current drainage conditions by adding metrics collected under real circumstances. It is advised to include infiltration wells with a 1 m diameter and a 3 m well depth. To avoid flooding, infiltration wells will be installed to each section to lessen the projected flood flow that will enter the drainage canal and reach the water body.Karena daya tampung saluran alam atau buatan sudah tidak mampu lagi menampung aliran air hujan yang masuk, maka genangan bisa saja terjadi. Hampir setiap genangan air di Kecamatan Cempaka dengan tinggi rata-rata 20 cm dan lama genangan 6 jam atau hingga hujan berhenti, berada di pemukiman warga, persawahan, atau perkebunan, menurut laporan akhir Banjarbaru 2021. Masterplan Drainase Jalan Lingkungan Kota. Tujuan dari rencana ini adalah untuk mempelajari aliran banjir yang diantisipasi, menilai kapasitas saluran drainase, menyarankan proporsi sumur resapan, dan membuat tata letak tiga dimensi dari sumur resapan. Dengan data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun (2012-2021), analisis hidrologi dan hidrolik dilakukan untuk desain ini. Berdasarkan temuan perhitungan debit banjir antisipasi, segmen 1 akan mengalami debit minimum sebesar 0,06 m3/s dan debit maksimum sebesar 0,19 m3/s. Perencanaan ini memanfaatkan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM), yang memungkinkan pemodelan kondisi drainase lapangan saat ini dengan menambahkan metrik yang dikumpulkan dalam kondisi nyata. Disarankan untuk memasukkan sumur resapan dengan diameter 1 m dan kedalaman sumur 3 m. Untuk menghindari banjir, sumur resapan akan dipasang di setiap bagian untuk mengurangi aliran banjir yang diproyeksikan akan masuk ke saluran drainase dan mencapai badan air. 
The English Education Students’ Ability In Using Gerund And Infinitive
In learning a language, we often find some words that have the same meaning but different functions. In English and Indonesian grammar, we also find verbs that occupy the function of nouns. It is a gerund. Gerund and infinitive are materials that have to be learned in grammar to make good sentences. Broukal (2005) states that "Gerund is a base verb -ing that works like a noun, a gerund can be a subject or an object in a sentence". Besides, Warriner (1982) also states that "an infinitive is a verb form, usually preceded by to, that is used as a noun, adjective, or adverb”. Gerunds and infinitives persist in being a major problem for students i n l e a r n i n g English because most of languages have infinitives but not gerunds. Students often find it difficult to distinguish either they should use gerund or infinitive in a certain context. One of the problems for learners is to know which verbs in English are followed by the infinitive and which verbs take the –ing form. The problem is complicated by the fact that there are some verbs that can take both forms, but with a different meaning. This research had purpose to reveal the ability of students of English Language Education Study Program batch 2018 of Lambung Mangkurat University in using gerund and infinitive. The method of this research was a descriptive quantitative method. The research found out that the ability of students in using gerund and infinitive was average 69.47, in using gerund was average 75.04, and in using the infinitive was average 63.90. As conclusion, their ability in using gerund and infinitive was in average to good category
The Ability Of Students In Using Simple Past Tense And Past Continuous Tense
The simple past tense and past continuous tense are the common tenses of past tense that the students still find hard to learn. Thus, the analyst attempted to discover the ability of students in using simple past tense and past continuous tense at English Language Education Study Program of Lambung Mangkurat University who already took Basic Grammar class. This research used descriptive-qualitative method by using test. There were 95 students in the population, and the sample is 32 students who already took Basic Grammar. As the result, the research discovered that the ability of students of Language Education Study Program was in poor category with the mean score was 46. It was suggested that the students learn more about vocabularies of verb II and the structures of past continuous tense
Teaching Writing Strategies at The English Language Education Study Program
Mastering writing is very important for college students because writing has many functions such as if the students want to get a scholarship overseas and if the college students favor to work in global company, and for other writing activities. Writing is still considered difficult for some students. The aim of this research is to find out the lecturers’ strategies in teaching writing at the English Language Education Study Program of Lambung Mangkurat University.
The research used a descriptive quantitative design. The subject of this research were the lecturers in English Language Education Study Program of Lambung Mangkurat University who are teach writing. The data collected through questionnaire using google form with 14 indicator items and 5 liker scale. The researcher used the percentage procedure for conducting the data analysis procedure. The total number of the subject in this study is 3 lecturers in intermediate writing.
Based on the result of the researcher showed that brainstorming, free writing, use sentence starter and review simple sentence structures are the most used strategies. In additional, the lecturers also using media like picture or video and using real word to develop ideas and improve students’ writing skills, but with a small percentage or use it occasionally. The researcher suggested the lecturer should use different strategies that have never been used in the class that may possible to improve the students’ writing skill