Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PENGARUH HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN TERHADAP KANDUNGAN FOSPAT PADA PEMELIHARAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus L) DALAM AKUARIUM
Peningkatan kandungan fospat akan menjadi beban pencemaran bagi perairan, sehingga perlu melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa banyak kandungan fospat hasil kegiatan budidaya ikan yang dikeluarkan ikan sebagai feses untuk mengurangi beban pencemaran akibat kandungan fospat dalam pakan ikan. Penelitian ini menggunakan metode probability dengan rancangan penelitian acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan sehingga dihasilkan 12 unit percobaan. Hasil uji ANOVA menunjukkan pemberian hormon pertumbuhan rekombinan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan fospat dalam air pemeliharaan ikan nila. Kandungan fospat dalam air dapat menurunkan kandungan fospat sebesar 0,20-0,81 mg/l selama 30 hari. Nilai laju pertumbuhan berat relatif ikan nila yang diberi rGH mampu meningkatkan berat ikan dibanding kontrol dengan rerata tertinggi pada perlakuan A sebesar 53,91% dengan berat selama 30 hari. Analisa fospat dalam feses ikan menunjukkan bahwa pemberian rGH mengalami fluktuasi nilai sebesar 2,02-6,17% selama 15 hari. Pengukuran parameter kualitas air suhu, DO dan pH masih dalam kisaran optimal untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan nila. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian rGH menurunkan kandungan fospat 0,20-81 mg/l dibandingkan kontrol.
The improvement of phosphat substance would be a load of pollution for waters. Therefore, a research should have been conducted to examine the content of phosphate on the production of fish cultivation which left by fish as feces to reduce the load of pollution resulted from the content of phosphate in fish feed. This research used probability method on complete random design (RAL) with 4 treatments and 3 repetitions led to 12 experimental units. The result of ANOVA test showed that the distribution of recombinant growth hormone did not have significant effect toward the content of phosphate in the water of tilapia cultivation. The content of phosphate in the water could reduce the content of phosphate as much as 0,20-0,81 mg/l in 30 days. The growth rate value of the relative weight of tilapia which given rGH was able to increase the fish weight compared to the control group with the highest average on treatment A was 53,91% in 30 days. The analysis of phosphate in fish feces showed that the distribution of rGH had fluctuation as much as 2,02-6,17% in 15 days. The measurement of the parameter of water quality, temperature, DO, and pH, was still optimal for the biota and the growth of tilapia. As a result, it could be concluded that the distribution of rGH reduced the content of phosphate as much as 0,20-81 mg/l compared to the control group
PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR TINGKAT KESUBURAN KOLONG KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan yang dilaksanakan di kolong Kecamatan Cempaka Kotamadya Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan dan di Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Kelautan. Kesuburan perairan berdasarkan pada kelimpahan plankton serta indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi. Pengambilan sampel dilakukan terhadap 3 stasiun berdasarkan lama pascatambang yaitu selama 2 tahun (stasiun 1), 7 tahun (stasiun 2) dan 10 tahun (stasiun 3).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria kelimpahan plankton, perairan kolong pascatambang 2, 7 dan 10 tahun tergolong sebagai perairan dengan tingkat kesuburan sedang. Berdasarkan indeks keanekaragaman, stabilitas struktur komunitas plankton setiap stasiun tergolong sedang dan dengan kesuburan sedang. Indeks keseragaman, penyebaran struktur komunitas plankton pada stasiun 1 dan 2 adalah sangat merata dengan katagori sangat baik, sedangkan pada stasiun 3 tergolong lebih merata dengan kategori baik. Indeks dominasi plankton pada ketiga stasiun pengamatan adalah rendah
This Research aims to determine the level of water fertility conducted under the subdistrict Cempaka Kotamadya Banjarbaru South Kalimantan Province and the Water Quality Laboratory Faculty of Fisheries and Marine. Water fertility is based on plankton abundance as well as indices of diversity, uniformity and dominance. Sampling was conducted on 3 stations based on post-mining time ie for 2 years (station 1), 7 years (station 2) and 10 years (station 3).
The results showed that based on the criteria of plankton abundance, the waters of the post-mined colonies 2, 7 and 10 years were classified as waters with moderate fertility levels. Based on the index of diversity, the stability of the plankton community structure of each station is moderate and with moderate fertility. Uniformity index, the distribution of plankton community structure at stations 1 and 2 is very uniformly with a very good category, while at station 3 is more evenly distributed with the good category. The plankton dominance index at the three observation stations is low
APLIKASI DATA CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI-TIRS DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGETAHUI SEBARAN KUALITAS AIR DI WADUK RIAM KANAN KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: LANDSAT 8 OLI-TIRS SATELLITE IMAGE DATA APPLICATION AND GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM TO KNOW THE DISTRIBUTION OF WATER QUALITY IN RIAM KANAN RESERVATION, ARANIO DISTRICT, BANJAR REGENCY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan Landsat 8 OLI-TIRS, hubungan kualitas air hasil pengukuran lapangan dengan algoritma Landsat 8 OLI-TIRS berdasarkan metode uji beda (t-test) dan sebaran spasial kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan metode STORET. Waduk Riam Kanan adalah ekosistem perairan buatan yang salah satu fungsinya adalah untuk kegiatan perikanan, yaitu kegiatan budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Penginderaan jauh adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan tanpa melakukan kontak langsung. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengestimasi nilai dari variabel kualitas air, diantaranya adalah suhu, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS) dan kecerahan. Estimasi nilai variabel kualitas air dilakukan dengan menggunakan algoritma pada citra Landsat 8 OLI-TIRS. Nilai hasil pengolahan algoritma kemudian dihubungkan dengan hasil pengukuran lapangan menggunakan metode uji t. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh sebaran suhu berkisar antara 26,575-27,216°C, DO berkisar antara 8,6576-8,7503 mg/L TSS berkisar antara 11,263-18,064 mg/L dan kecerahan berkisar antara 174,879-213,370 cm. Hasil ujit t pada suhu, DO dan TSS menunjukkan hasil terdapat perbedaan antara hasil pengukuran lapangan dengan citra Landsat 8 OLI-TIRS, sedangkan hasil uji t hitung pada kecerahan menujukkan hasil tidak terdapat perbedaan antara hasil pengukuran lapangan dengan citra Landsat 8 OLI-TIRS. Sebaran spasial kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan metode STORET menunjukkan hasil bahwa air di Waduk Riam Kanan berada pada kondisi tercemar sedang.
This research aims to determine the distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on Landsat 8 OLI-TIRS, the relationship of water quality between field measurements and the Landsat 8 OLI-TIRS algorithm based on paired simple t-test method and the spatial distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on STORET method. Riam Kanan Reservoir is an artificial aquatic ecosystem which one of its functions is fish farming activities in floating net cages (KJA).
Remote sensing is a technique to collect data without making direct contact. Remote sensing can be used to estimate the value of water quality variables like temperature, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS) and brightness. Estimation of the value of water quality variables use an algorithm on Landsat 8 OLI-TIRS. The value of the results of processing the algorithm is then linked to the results of field measurements using the t-test method. Based on data processing, the temperature distribution is ranged between 26.575-27.216°C, DO ranged between 8.6576-8.7503 mg/LL TSS ranged between 11.263-18.064 mg/L and brightness ranged between 174.887-213.370 cm. The t-test results at temperature, DO and TSS show that there are differences between the results of field measurements with Landsat 8 OLI-TIRS images, while the results of t-test on brightness show the results there is no difference between the results of field measurements with Landsat 8 OLI-TIRS images. The spatial distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on the STORET method show that the water in the Riam Kanan Reservoir is in a fairly polluted conditio
Viral Hama Invasif Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Ancam Panen Jagung di Kabupaten Tanah Laut Kalsel
Tanaman Jagung di Tanah Laut tengah mengalami ancaman serangan Hama invasif Ulat grayak Spodoptera frugiperda. spesies yang bukan spesies asli tempat tersebut (hewan ataupun tumbuhan), yang secara luas memengaruhi habitat yang mereka invasi. Makna lain dari spesies invasif adalah spesies, baik spesies asli maupun bukan, yang mengkolonisasi suatu habitat secara masif. Pada 2018 pengembangan jagung di Kabupaten Tanah Laut sudah mencapai 82.481,5 hektare dengan produksi sebesar 402.860 ton. Serangan hama ini, muncul sejak musim tanam jagung di bulan Desember 201
PENGARUH VARIASI AKTIVATOR TERHADAP KUALITAS KOMPOS DARI KULIT TELUR ITIK DENGAN UNSUR HARA MAKRO N, P, K
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan-bahan organik dan mikroorganisme perombak terhadap fermentasi kulit telur itik dan mengetahui komposisi terbaik terhadap SNI Kompos. Penelitian ini menggunakan bahan pengomposan kulit telur itik, dedak, serbuk gergaji, gula, serta aktivator yang terdiri dari EM-4, Stardec, dan Mol kulit pisang dengan metode rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan termasuk 1 kontrol dan 5 kali ulangan, sehingga diperoleh 20 satuan percobaan.. Parameter yang diuji adalah N, P, K. Penelitian ini membuktikan kandungan N tertinggi ditunjukan pada activator stardec 2.40%. Kandungan rata–rata P tertinggi ditunjukan Mol kulit pisang 2,29%. Kandungan rata–rata K tertinggi ditunjukan aktivator Mol kulit pisang yaitu 0,12
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK TERPUSAT UNTUK KAWASAN ULM BANJARBARU
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar dan tertua yang berada di Kalimantan. Pada tahun 2018 jumlah mahasiswa baru yang terdata oleh kampus ini sebesar 2.255 mahasiswa di Banjarbaru dan 4.156 mahasiswa di Banjarmasin. ULM sebagai institusi pendidikan wajib melakukan pengelolaan air limbah kegiatan domestik yang dihasilkannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2016 No.P.68 menyatakan bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan air limbah domestik wajib melakukan pengolahan air limbah domestik yang dihasilkannya. Berdasarkan hasil pemantauan kondisi eksisting terdapat beberapa fakultas memiliki kondisi tangki septik yang ada sudah tidak sesuai standar dan jarang dilakukan pengurasan. Selain itu pada beberapa tangki septik tidak ditemukan bak kontrol yang menyebabkan sukar dilakukan pemantauan dan pengelolaan. Tujuan dari perencanaan dan perancangan ini adalah menentukan teknologi pengolahan air limbah yang sesuai dengan karakteristik air limbah domestik, merencanakan dan merancang unit pengolahan air limbah serta memperkirakan rencana anggaran biaya diperlukan. Metode yang diperlukan dalam perencanaan ini ialah pengumpulan informasi berupa data primer dan data sekunder. Berdasarkan data analisis kualitas dan kuantitas air limbah dan pertimbangan dengan metode skoring, maka teknologi biofilter anaerob aerob ditetapkan sebagai teknologi pengolahan air limbah domestik dengan nilai total sebesar 2.85. Adapun unit-unit yang direncanakan pada instalasi pengolahan air limbah ini ialah bak ekualisasi, bak pengendapan awal, bak biofilter anaerob, bak biofilter aerob dan bak pengendapan akhir. Rencana Anggaran biaya yang diperlukan dalam pembangunan IPAL ialah sebesar Rp.1.323.618.000- (Satu Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Tiga Juta Enam Ratus Delapan Belas Ribu Rupiah
Indonesian EFL Students’ Problems In Writing Recount Text
Writing is the way to express an idea or thought in words to transfer informationfor readers. Commonly, writing is the hardest thing for EFL learners becausethey have to practice more and through a long process to create good writing. Inthis research, the researcher is interested to discover the EFL learners’ problemin constructing written recount text at tenth grade of SMK Muhammadiyah 1Banjarmasin academic year 2017/2018. Therefore, the researcher employed adescriptive qualitative study and used purposive sampling as the samplingtechnique. The participants were 32 EFL learners of X- B Accountancy class.The researcher used test, interview, and documentation to gather the data. Theoutcome of the study revealed that the EFL learners faced two main problems,namely grammar and vocabulary aspect. Besides, there are still other problemsfaced by some of the EFL learners in terms of content, organization, as well asmechanics. Those problems came from the EFL learners’ lack of practice inwriting during the class session. Therefore, the researcher suggests the EFLteacher help the EFL learners to overcome the problems based on this research.The teacher also has to discover the solution to enhance the EFL learners’capability in constructing written recount text
The Utilization Of Coordinating Conjunctions, Conjunctive Adverbs And Semicolon In Compound Sentences
Writing is a skill used when one has difficulties with the ideas they have through verbal means. Nowadays, where there are uncountable means to communicate in writing, such as in social media. In Writing, L2 learners must master how to compose sentences, such as simple, compound, complex, and compound-complex sentences. This study aims to discover the English Department's capability in implementing coordinating conjunctions, conjunctive adverbs, and semicolons in sentences with the type of compound. The study used a descriptive quantitative design where the samples are 65 chosen L2 learners from batch 2017. The crucial data was collected through the test and analyzed using the raw score formula from Darmadi. The result showed that their capabilities in implementing coordinating conjunctions, conjunctive adverbs, and Semicolons in sentences with the type of compound categorized as fair level with an average score of 61.6. The L2 learners had a low capability in implementing coordinating conjunctions with an average score of 58%. Meanwhile, sentences with the type of compound using semicolons are classified as a fair category with an average score of 63%. However, in implementing conjunctive adverbs categorized as very low, the average score was 44%, which is the lowest category among the other two.
 
VARIASI BIOMASSA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) TERHADAP DERAJAT KEASAMAN (pH) PADA AIR LIMBAH SASIRANGAN: VARIATIONS OF BIOMASS OF Hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) TOWARDS ACIDITY (pH) IN SASIRANGAN WASTE WATER
Tujuan penelitian ”Variasi Biomassa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) Terhadap Derajat Keasaman (pH) Pada Air Limbah Sasirangan” adalah untuk mengetahui pengaruh variasi biomassa gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) sebagai fitoremidiator terhadap pH pada air limbah sasirangan dan untuk mengetahui pengaruh waktu pengamatan khususnya perbandingan antara sesi pagi dan petang terhadap keefektifitasan eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) dalam menstabilkan pH pada air limbah sasirangan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh varian biomassa eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) berpotensi dalam proses penurunan nilai derajat keasaman (pH) pada limbah cair industri pembuatan kain sasirangan meski tidak mencapai titik netral namun telah sesuai dengan batas yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta berdasarkan waktu penelitian yang dilakukan selama 3 pekan dengan membandingkan hasil pengamatan sesi pagi (6 WITA) dan sesi petang (18 WITA) didapat berupa persentase penurunan pH untuk perlakuan A1 sebesar 4,09 %, A2 sebesar 4,20 % dan A3 sebesar 4,85 % dari rerata kontrol sebesar 9,28. Sedangkan persentase penurunan nilai pH pada pengamatan sesi petang yaitu untuk perlakuan A1 sebesar 4,49 %, A2 sebesar 4,70% dan A3 sebesar 5,24% dari rerata kontrol sebesar 9,36.
The research “Variation Of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) Biomass Against The Degree Of Acidity (pH) On Sasirangan Wastewater” aims to determine the effect of variation in the water hyacinth biomass (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) as a phytoremidiator on pH in Sasirangan wastewater and to determine the effect of observation time, specifically the comparison between dawn and dusk sessions on the effectiveness of water hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) in stabilizing the pH of Sasirangan wastewater. The results showed that all variants of water hyacinth biomass (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) have the potential to decrease the acidity (pH) value of liquid waste in Sasirangan fabric manufacturing industry. Although it does not reach a neutral point, but later in accordance with the limits determined by Provincial Government of South Kalimantan and based on the time of the research carried out for 3 weeks by comparing the observations of the dawn session (6 A.M) and dusk session (6 P.M) obtained the percentage form of pH decrease for A1 treatment value of 4.09%, A2 by 4.20% and A3 by 4.85% from the average control value of 9.28. While the results obtained in the percentage form of pH decrease within dusk session observation shown A1 treatment value of 4,49%, A2 by 4,70% and A3 by 5,24% from the average control value of 9,36
ANALISIS KUALITAS AIR KOLAM PEMBESARAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus Burchell) DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT KARANG INTAN KALIMANTAN SELATAN: ANALYSIS OF THE WATER QUALITY OF THE SANGKURIANG CATFISH (Clarias Gariepinus Burchell) IN THE TECHNICAL ENFORCEMENT UNITS OF THE PUYAU WATER RESOURCES FISHERIES AREA AND THE DIAMOND SEA OF SOUTH KALIMANTAN
Kualitas air menjadi faktor penunjang dalam pembesaran ikan budidaya. Ikan yang dapat hidup dalam kondisi air yang terbatas yaitu ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell). Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Karang Intan, Jl. Irigasi BRK. III Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kualitas air pada kolam pemijahan dan pendederan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) berdasarkan Standar Nasional Indonesia dan mengetahui persentase mortalitas benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) pada kolam pendederan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia pada kolam pendederan adalah parameter suhu yang terlalu tinggi dan Dissolved Oxygen terlalu rendah. Tingkat mortalitas benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) pada kolam pendederan sangat drastis kematiannya dikarenakan tidak sesuai padat tebar dengan ukuran hapa maka ikan tidak bisa aktif bergerak
Water quality is a supporting factor in the enlargement of cultivated fish. Fish that can live in limited water conditions are sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell). Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) is a freshwater fishery commodity that is widely cultivated and consumed by the community. This research was conducted at the Regional Technical Implementation Unit for Brackish Water and Karang Intan Marine Aquaculture, Jl. BRK irrigation. III Jingah Habang Village, Karang Intan District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. This study aims to determine the suitability of water quality in the spawning and nursery ponds of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) based on Indonesian National Standards and to determine the percentage of mortality of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) seeds in nursery ponds. The results showed that the parameters which did not comply with the Indonesian National Standard in the nursery pond were the temperature parameters that were too high and Dissolved Oxygen was too low. The mortality rate of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) seeds in the nursery pond is very drastic, the death rate is not suitable for the stocking density with the hapa size, so the fish cannot actively mov