Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PARTISIPASI PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL HADANG KELAS III DI SDN CINDAI ALUS MARTAPURA 1
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi setiap peserta didik, dalam megikuti kegiatan pembelajaran permainan tradisional hadang. Sampel atau subjek yang diteliti adalah peserta didik kelas III Cindai Alus Martapura 1.
Pengambilan Sampel menggunakan Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, jadi dalam penelitian ini setiap populasi berjumlah 92. Dari jumlah tersebut diambil 48 peserta didik laki-laki untuk dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa angket. Data yang terkumpul selama penelitian adalah data berupa angket di analisis menggunakan deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian : Pada indikator keikutsertaan berada pada kategori sangat tinggi 0%, kategori tinggi 10% atau 5 peserta didik, kategori sedang 80% dengan 38 peserta didik, kategori rendah 10% dengan 5 peserta didik dan sangat rendah 0%. Kemudian pada indikator Keterlibatan sangat tinggi 0%,kategori tinggi 6% dengan 3 peserta didik, kategori sedang 88% dengan 42 peserta didik, kategori rendah 6% dengan 3 peserta didik dan sangat rendah 0%. Pada indikator Kemauan kategori sangat tinggi 0%, kategori tinggi 17% dengan 8 peserta didik, kategori sedang 71% dengan 34 peserta didik, kategori rendah 12% dengan 6 peserta didik, dan kategori sangat rendah 0%. Dari 3 indikator tersebut didapat data generalasi dominan pada kategori “Sedang” 83%
INDEX PEMBANGUNAN OLAHRAGA DITINJAU DARI ASPEK KEBUGARAN JASMANI MASYARAKAT DI KOTA BANJARBARU TAHUN 2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebugaran jasmani masyarakat sebagai gambar pembangunan keolaharagaan pada Kota Banjarbaru. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan test kebugaran jasmani berupa Multistage Fitnes Test (MFT).
Metode penelitian ini kuantitatif. Digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik.Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Banjarbaru diambil dari 3 Kecamatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Banjarbaru Utara, dan Landasan Ulin. Sedangkan yang menjadi sampel pada penelitian ini berjumlah 100 individu yang dibagi kelompok per-umur yaitu, anak-anak, remaja, dan dewasa pria dan wanita. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Indeks kebugaran jasmani olahraga kecamatan Landasan Ulin 0.414 lebih tinggi daripada 2 kecamatan lainnya. Kecamatan Banjarbaru Utara dengan nilai 0,408 dan kecamatan Banjarbaru Selatan sebesar 0,314. Dari nilai indeks kebugaran jasmani ketiga kecamatan inilah kemudian dihitung dan didapatlah nilai Indeks pembangunan olahraga pada aspek kebugaran jasmani Kota Banjarbaru adalah 0.379. Nilai indeks ini termasuk kategori rendah karena indeksnya berada diantara nilai 0,000-0,499
INDEX PEMBAGUNAN OLAHRAGA DITINJAU DARI ASPEK RUANG TERBUKA OLAHRAGA DI KABUPATEN BANJAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan ruang terbuka olahraga di Kabupaten Banjar. Ketersediaan ruang terbuka olahraga yang seharusnya berukuran 3,5 m 2 untuk perorangnya. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 3 kecamatan yang diambil di Kabupaten Banjar. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa dokumentasi ketersediaan ruang terbuka olahraga dan jumlah penduduk dari 3 kecamatan di Kabupaten Banjar. Parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pembangunan ketersediaan ruang terbuka olahraga yaitu menggunakan sport development index sebagai parameter pembangunan sarana dan prasarananya, yaitu terkait pada aspek ruang terbuka olahraganya. Pada penelitian ini didapatkan data jumlah penduduk Kabupaten Banjar yang diambil dari 3 kecamatan dan ketersediaan ruang terbuka olahraga dari dispora. Yang kemudian dianalisis menggunakan rumus index dimensi ruang terbuka olahraga dari setiap kecamatan. Setelah dianalisis didapatkan hasil perbandingan dari tiap kecamatan sebagai berikut : kecamatan Martapura 0.139, Martapura Timur 0.335, Karang Intan 0.141 sehingga didapatkan hasil perbandingan ketersediaan ruang terbuka olahraga Kabupaten Banjar dengan standar ruang terbuka adalah 0.211. atau setara dengan 21%. Secara keseluruhan penelitian ini masuk dalam kategori kurang untuk ketersediaan ruang terbuka olahraga yang berada di Kabupaten Banjar)
KESIAPAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN LIANG ANGGANG DALAM MERENCANAAN PROSES PERANGKAT PEMBELAJARAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesiapan pendidik dalam merencanakan proses pembelajaran, terkhusus pada proses perencaan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Tujuan dalam hal ini ialah agar dapat diketahui apakah Kesiapan Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Sekolah Dasar Di Kecamatan Liang Anggang sesuai dengan kurikulum 2013 pembelajarannya.
Metode yang akan digunakan ialah sebagai berikut yaitu dengan penelitian kuantitatif yang akan dipakai dengan survei dilapangan yaitu dengan cara tekniknya berupa dokumentasi, RPP dan Wawancara. Sampel yang digunakan sebanyak 3 sekolahan yang bekerjasama dengan ULM yaitu di Kecamatan Liang Anggang.
Hasil dari Penelitian ini bahwa tidak semua guru olahraga akan selalu memekai dengan perangkat yang ada di sekolahan berupa RPP atau silabus tetapi sebagian juga menggunakan itu, maka dari itulah terkadang guru tidak siap dalam memberikan materi kepada peserta didik karna untuk metode/model bahan untuk mengajar belum tersusun dengan baik, sehingga cara mengajar apa yang guru berikan saja tidak mesti sesuai dengan Kurikulum 2013
Uji Efektivitas Pemberian Serbuk Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Mortalitas Kutu Beras (Sitophilus oryzae L.)
Salah satu masalah utama dalam penyimpanan beras adalah serangan hama Sitophilus oryzae. Sejauhini upaya pengendalian yang aman bagi manusia dan efektif untuk menghambat reproduksi kutu berasmasih terus diupayakan. Salah satunya adalah dengan menggunakan pestisida nabati, oleh karena ituperlu dilakukan pengendalian yang aman bagi manusia salah satunya adalah penggunaan pestisidanabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk daun sirih merah (Piper crocatum)terhadap mortalitas kutu beras (S. oryzae). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) satu faktor 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati yaitu mortalitas kutu beras,efikasi serbuk daun sirih merah dan persentase kerusakan beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian perlakuan serbuk daun sirih merah dengan berbagai dosis mampu menekan populasi S.oryzae namun serbuk daun sirih merah belum dapat dikatakan efektif, karena berdasarkanperhitunganrumus abbot (1925) rata-rata kematian tertinggi hanya mencapai 47,50%, sedangkankematian kutu beras harus mencapai 70% agar bisa dikatakan efektif. Persentase kerusakan berasterendah terdapat pada perlakuan dengan dosis 2,5 gram yaitu sebesar 0,18%. Beras yang dirusak olehS. oryzae sebagian menjadi bubuk dan ada sebagian yang masih utuh berbentuk beras namun memilikibanyak lubang akibat serangan S. oryzae
ANALISIS BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA MODEL PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) MATERI SEL VOLTA
Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui: (1) perbedaan berpikir kritis, (2) perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan, dan (3) respon peserta didik dengan model PjBL melalui pendekatan STEM dan dengan model Ekspositori. Penelitian quasy experiment melalui post-test only control group design ini mengambil peserta didik kelas X RPL B untuk kelas eksperimen dan kelas X KI untuk kelas kontrol di SMKN 2 Banjarmasin sebagai sampel penelitian. Kelas eksperimen menggunakan model Project Based Learning dengan pendekatan STEM, sementara kelas kontrol menerapkan model Ekspositori. Instrumen data menggunakan teknik tes dan non-tes yang dilanjutkan dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Diperoleh simpulan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan mengenai berpikir kritis antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol (2) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pengetahuan antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol (3) pembelajaran model PjBL melalui pendekatan STEM memperoleh respon lebih positif sebesar 88,06% dibandingkan model Ekspositori sebesar 70,00
ANALISIS SEBARAN MIKROPLASTIK DI KAWASAN SEPANJANG SUNGAI KUIN KOTA BANJARMASIN: ANALYSIS OF MICROPLASTIC DISTRIBUTION IN THE AREA ALONG KUIN RIVER, BANJARMASIN CITY
Banjarmasin merupakan Kota yang dikenal dengan sebutan seribu sungai yang terletak di Kalimantan Selatan. Sungai tersebut adalah Sungai Kuin. Aktivitas di sungai akan mempengaruhi kualitas air sungai. Pencemaran Sungai Kuin ini adalah akibat adanya banyaknya limbah plastik yang menumpuk secara langsung sehingga sungai tersebut menurun kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mikroplastik dan kelimpahan yang ada pada air dan sedimen. Data yang diambil sampelnya dibagi menjadi 10 titik. Setiap stasiun diambil 3 kali dari sisi kiri, tengah, dan sisi kanan sehingga diperoleh 60 sampel. Hasil penelitian adalah jenis film, fiber dan fragmen. Pada stasiun 1 dan 2 ditemukan film berkisaran 10,9 x 103 – 16,7 x 103 partikel/mL, fiber berkisaran 9,9 x 103 – 14,7 x 103, fragmen berkisaran 11,5 x 103 – 18,0 x 103 stasiun 3 dan 4 film berkisaran 10,9 x 103 – 12,2 x 103 partikel/mL, fiber berkisaran 9,6 x 103 – 11,3 x 103 partikel/mL, fragmen berkisaran 11,6 x 103 – 12,9 x 103 partikel/mL, stasiun 5 dan 6 film berkisaran 10,1 x 103 – 11,9 x 103 partikel/mL, fiber berkisaran 8,8 x 103 – 9,9 x 103 partikel/mL, fragmen berkisaran 11,2 x 103 – 12,5 x 103 partikel/mL, stasiun 7 dan 8 film berkisaran 10,3 x 103 – 14,2 x 103 partikel/mL, fiber berkisaran 8,8 x 103– 11,8 x 103 partikel/mL, fragmen berkisaran 10,5 x 103 – 15,5 x 103 partikel/mL, stasiun 9 dan 10 film berkisaran 10,0 x 103 – 15,1 x 103partikel/mL, fiber berkisaran 8,5 x 103 – 13,9 x 103 partikel/mL, fragmen berkisaran 11,0 x 103 – 16,3 x 103 partikel/m
AN ANALYSIS OF ENGLISH SUMMATIVE TEST OF TENTH GRADE STUDENTS AT A SENIOR HIGH SCHOOL IN INDONESIA
Evaluation is the activity to control and guarantee the education quality due to the teaching and learning process. A good test is known to have main characteristics, such as validity, reliability, level of difficulty, discriminating power, and administration. Item analysis is the answer. The research applied a descriptive quantitative and qualitative approach because it tries to describe content validity, reliability, level of difficulty, and discriminating power of the English summative test made by the teacher. The sample of was the English summative of the tenth-grade student at SMAN 9 Banjarmasin academic year 2019/2020. The findings show that the English summative test was in a low category of validity because test items were not relevant to the content of K-13. The reliability was in the medium category (0,554). The level of difficulty was in the easy class. Lastly, the discrimination power showed that 52% of the test items were in poor category and suggested to be revised. Based on the findings, the test maker should arrange the test item based on the learning objectives of the other English skills and more practice in making good test items to measure the students' ability in the teaching and learning process
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MEMBINA KARAKTER TOLERANSI DAN KOMUNIKATIF SISWA
Berdasarkan pengamatan di SMPN 14 Banjarmasin banyak siswa yang kurang toleran dan bersahabat terhadap teman. Model pembelajaran kooperatif tipe Group Invenstigation (GI) menekankan aktivitas saling tukar pikiran siswa melalui komunikasi yang terbuka sehingga mendorong untuk belajar menghargai satu sama lain. Tujuan penelitian ini untuk membina karakter toleransi dan komunikatif, memperbaiki hasil belajar siswa, serta menganalisis hubungan karakter toleransi dan komunikatif dengan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan time series design sebanyak enam kali pertemuan. Hasil penelitian: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dapat membina karakter toleransi dan komunikatif, memperbaiki hasil belajar, dan terdapat hubungan kuat antara karakter toleransi dan komunikatif dengan hasil belajar
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MATERI ARITMATIKA SOSIAL BERBASIS MASALAH MATEMATIKA KONTEKSTUAL DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KELAS VII
Masih kurangnya pengetahuan peserta didik tentang hubungan lingkungan lahan basah dengan matematika, maka diperlukan adanya suatu perubahan untuk menjadikan kegiatan belajar mengajar yang bermakna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengamatan peneliti, LKPD yang digunakan di sekolah materinya belum ada yang berkaitan dengan lingkungan lahan basah. Peserta didik hanya mengerjakan soal-soal latihan tanpa pemahaman konsep tentang penggunaan matematika secara kontekstual khususnya dalam konteks lingkungan lahan basah. Menyediakan LKPD yang dapat digunakan guru maupun peserta didik merupakan solusi dari permasalahan ini. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan LKPD materi aritmatika sosial berbasis masalah matematika kontekstual dengan konteks lingkungan lahan basah pada sekolah menengah pertama kelas VII yang valid. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yaitu fase investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi/kontruksi, dan fase tes, evaluasi dan revisi. Pada fase tes, evaluasi dan revisi dilakukan uji validitas oleh tiga validator. Hasil uji validitas pada LKPD yang dikembangkan mendapatkan kategori valid. Sehingga, dihasilkan LKPD materi aritmatika sosial berbasis masalah matematika kontekstual dengan konteks lingkungan lahan basah pada sekolah menengah pertama kelas VII yang valid