Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PERANCANGAN MUSEUM VAN DER PIJL DI BANJARBARU

    Get PDF
    The City of Banjarbaru has one of the important figures in the process of regional development, namely Van der Pijl. He was a Dutch architect who designed a master plan of Banjarbaru city and several government buildings that until today were still in use. Van der Pijl role in the construction of Banjarbaru city is very important, but nowadays many people do not know the development of the city of Banjarbaru (early found) about the figure of Van der Pijl itself. So the need for a container to reintroduce and give an understanding of Van der Pijl in the process of building Banjarbaru city.Kota Banjarbaru memiliki salah satu tokoh penting dalam proses pembangunan daerah, yaitu Van der Pijl. Beliau adalah seorang arsitek keturunan Belanda yang merancang master plan Kota Banjarbaru dan beberapa bangunan pemerintah yang sampai saat ini sebagian besarnya masih digunakan. Peran Van der Pijl dalam proses pembangunan Kota Banjarbaru sangatlah penting, tetapi saat ini banyak masyarakat tidak mengetahui perkembangan kota Banjarbaru (awal ditemukan) terlebih tentang sosok Van der Pijl itu sendiri. Sehingga perlu adanya wadah untuk mengenalkan kembali dan memberikan pemahaman tentang Van der Pijl dalam proses pembangunan Kota Banjarbaru

    SEKOLAH MODE ESMOD DI BANJARMASIN

    Get PDF
    The Design of Fashion Schools in Banjarmasin is in the background by the rapid increase of fashion needs. Some potential young designers in Indonesia also show that fashion products in Indonesia have a great potential. However, in South Kalimantan, especially Banjarmasin, does not yet have a Fashion Design high school, it makes the local people who want to become a fashion designer must study outside the island of Kalimantan. With the existence of a fashion school in Banjarmasin, it is expected that Banjarmasin and the surrounding communities who have aspirations to become a Fashion Designer or want to know about what is Fashion Design. So, the fashion design school in Banjarmasin can give birth to new designers who can trigger the fashion industry in Indonesia, especially in Banjarmasin. In this design, the researcher uses the concept of Expressionist Architecture as an answer to the research problems in the design of this school.Perancangan Sekolah Fashion di Banjarmasin di latar belakangi oleh pesatnya peningkatan kebutuhan fashion. Banyak potensi perancang-perancang muda di Indonesia juga menunjukkan bahwa produk fashion di Indonesia memiliki potensi yang besar. Namun, di Kalimantan Selatan khususnya kota Banjarmasin, belum mempunyai Sekolah Tinggi Fashion Design sehingga masyarakat setempat yang ingin menjadi seorang  fashion designer harus menimba ilmu di luar pulau Kalimantan. Dengan adanya sekolah mode di Banjarmasin, diharapkan  masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya yang memiliki cita cita menjadi Fashion Designer ataupun ingin tahu tentang apa itu Fashion Design. Sehingga Sekolah mode fashion design di Banjarmasin dapat melahirkan designer-designer baru yang dapat menjadi pemicu industri fashion di Indonesia, khususnya di Banjarmasin. Dalam Perancangan ini, penulis menggunakan konsep Arsitektur Ekspresionisme sebagai jawaban atas permasalahan pada perancangan sekolah ini

    PONDOK PESANTREN MODERN PUTRA DI MARTAPURA

    Get PDF
    The design of the Modern Putra Islamic Boarding School in Martapura, South Kalimantan was based on the background of a lot of public interest today and the awareness of the importance of quality education so that the morals of every individual human being can be better and also from a general scientific perspective. Also, boarding school educators such as this pesantren can avoid most of the covid-19 virus because students do not leave the pesantren area so the need for Islamic boarding schools. The design problem raised is to create a comfortable and quiet Islamic boarding school. The problem-solving method used to create a comfortable and quiet Putra Islamic boarding school is the William M. Pena model of architectural programming. With the architectural programming method, the design will be adjusted to the needs and activity patterns of the students so that the design can help support the students' learning achievement. The design concept used is space as a learning medium by applying mass and spatial planning, comfort and tranquility, quality education, and educational concepts. Modern Islamic boarding schools are closely related to school classrooms in general. So that the classroom becomes one of the spaces that must be considered and designed according to the needs to create high-quality education. Apart from school areas, mosques (places of worship) and dormitories (rest areas) are areas that should be prioritized in this design.Perancangan Pondok Pesantren Modern Putra di Martapura, Kalimantan Selatan dilatarbelakangi oleh banyaknya animo masyarakat sekarang ini dan sadarnya akan pentingnya pendidikan yang berkualitas agar akhlak setiap individu manusia dapat semakin membaik dan juga dari segi keilmuan umumnya. Selain itu, pendidikan asrama seperti pesantren ini dapat menghindari sebagian besar virus covid-19 karena santri tidak keluar area pesantren sehingga perlunya pondok pesantren. Permasalahan desain yang diangkat adalah agar terwujud pondok pesantren yang nyaman dan tenang. Metode penyelesaian masalah yang digunakan untuk mewujudkan Pondok Pesantren Putra yang nyaman dan tenang adalah metode arsitektur pemrograman model William M. Pena. Perancangan ini akan disesuaikan dengan pola aktivitas dan kebutuhan santri sehingga rancangan ini dapat menunjang prestasi belajar santri. Konsep rancangan yang digunakan ialah ruang sebagai media pembelajaran dengan cara menerapkan tata massa dan tata ruang, kenyamanan dan ketenangan, pendidikan yang bermutu, dan konsep edukatif. Pondok Pesantren Modern erat kaitannya dengan ruang-ruang kelas sekolah pada umumnya. Sehingga ruang kelas menjadi salah satu ruang yang harus diperhatikan dan dirancang sesuai kebutuhan agar tercipta pendidikan yang bermutu tinggi. Selain area sekolah, Masjid (tempat ibadah) dan Asrama (tempat istirahat) merupakan area yang harus diutamakan dalam rancangan ini. &nbsp

    KAWASAN WISATA RIVERFRONT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI LOK BAINTAN

    Get PDF
    Lok Baintan Tourism Area is one of the plans for the development of tourist areas by the local government. Lok Baintan Village is located in Sungai Tabuk District, South Borneo. The purpose of the development of Lok Baintan Village as a tourist area is the potential of the area that has a floating market activity center as an international tourist attraction. The attraction of floating market tourism is categorized as a cultural tourism based on local wisdom considering the richness of culture in this village. But the weakness of this tourist area is the lack of tourist facilities that accommodate tourism needs. Therefore, the purpose of this design is to obtain the design of Lok Baintan Riverfront Tourist Area that accommodates tourist facilities that present cultural value and local wisdom of the region. The concept formulated is Culture Heritage Tourism based on cultural tourism that presents local values, while the method used is through Vernacular Architecture Thinking Kawasan Wisata Lok Baintan merupakan salah satu rencana pengembangan kawasan wisata oleh pemerintah setempat. Desa Lok Baintan terletak di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Tujuan pengembangan Desa Lok Baintan sebagai kawasan wisata adalah potensi kawasan yang memiliki pusat kegiatan pasar terapung sebagai daya tarik atraksi wisata internasional. Daya tarik wisata pasar terapung dikategorikan sebagai wisata budaya yang berbasis kearifan lokal mengingat kekayaan budaya di desa ini. Namun kelemahan dari kawasan wisata ini adalah belum adanya fasilitas wisata yang mengakomodasi kebutuhan pariwisata. Sehingga tujuan dari perancangan ini adalah memperoleh desain Kawasan Wisata Riverfront Lok Baintan yang mewadahi fasilitas wisatawan yang menghadirkan nilai budaya dan kearifan lokal daerah. Adapun konsep yang dirumuskan adalah Culture Heritage Tourism yang berbasis wisata budaya yang menghadirkan nilai lokal, sedangkan metode yang digunakan adalah melalui Vernacular Architecture Thinking

    GALERI SEPEDA DI PELAIHARI

    Get PDF
    Pelaihari’s high interest in bicycles is not comparable to the number of bicycle providers. This is evidenced by an increase in bicycle sales up to two times, while the number of providers of bicycles is limited and bicycle sold are not accompanied by explanatory information. There is also no designated place for cycling in Pelaihari. Responding to these problems, the need for a place that serve as a sales center and bicycle information along with supporting facilities in the form of a gallery. The design of the Bicycle Gallery in Pelaihari applies a commercial approach according to Wungow to solve the problem. The commercial approach is applied to the design through 9 aspects of commercial building design.Tingginya minat masyarakat Pelaihari terhadap sepeda tidak sebanding dengan jumlah penyedia sepeda. Hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya peningkatan penjualan sepeda hingga dua kali lipat, sedangkan jumlah penyedia sepeda terbatas dan sepeda yang dijual tidak disertai dengan informasi penjelas. Di Pelaihari juga tidak terdapat tempat khusus untuk bersepeda. Merespons dari permasalahan tersebut, perlunya sebuah tempat yang berfungsi sebagai pusat penjualan dan informasi sepeda beserta fasilitas penunjangnya berupa sebuah galeri. Perancangan Galeri Sepeda di Pelaihari menerapkan pendekatan komersial menurut Wungow untuk menyelesaikan permasalahan. Pendekatan komersial tersebut diterapkan pada rancangan melalui 9 aspek perancangan bangunan komersial

    PRARANCANGAN PABRIK SODIUM STIRENA SULFONAT DARI 2-BROMO ETIL BENZENA DAN ETILEN BROMIDA DENGAN PROSES SULFONASI DAN DEHIDROGENASI DENGAN KAPASITAS 17.000 TON/TAHUN

    No full text
    Sodium stirena sulfonat merupakan senyawa kristal padat berwarna putih dengan rumus kimia C8H7SO3Na. Senyawa ini dihasilkan dari proses sulfonasi dan hidrogenasi dengan bahan baku yaitu C8H9Br dan CH2Cl2. Sodium stirena sulfonat berfungsi sebagai resin penukar ion dan bahan untuk meningkatan kualitas warna untuk acrylic. Pabrik sodium stirena sulfonat berkapasitas 17,000 ton / tahun dan rencana akan berdiri tahun 2025 di Modern Cikande, Serang, Banten. C8H7SO3Na dibuat dengan 2 tahapan proses yaitu tahap sulfonasi pada suhu 50 oC, 1 atm, dilanjutkan dengan dehidrogenasi pada suhu 75 oC, tekanan 1 atm. Bahan baku C8H9Br dan CH2Cl2 dipompa masuk ke dalam tangki pencampur 1. Setelah itu campuran 2-bromo etil benzena dan metilen klorida akan dimasukkan ke Reaktorr Alir Tangkii Berpengaduk (RATB) bersama dengan SO3. Di RATB 1 terjadi reaksis sulfonasi. Setelah itu larutan dimasukkan ke dalam RATB 2 tempat terjadinya reaksi dehidrogenasi. Hasil RATB 2 akan dipompa ke dalam filter press menyaring NaBr padat. Setelah itu, hasil bawah dari filter press berupa filtrat akan dimasukkan ke dalam dekanter untuk memisahkan 2-bromo etil benzena dari komponen sodium stirena sulfonat dan air. Kemudian aliran atas berupa sodium stirena sulfonat dan H2O akan masuk ke dalam evaporator untuk menguapkan air. Sodium stirena sulfonat pekat hasil dari evaporator dikristalkan dengan kristalizer. Hasil dari kristalizer berupa kristal berbentuk amorph didinginkan di dalam cooler conveyor dengan bentuk padatan dengan kemurnian 98% kemudian disimpan pada tangki penyimpanan. Pemasaran sodium stirena sulfonat dikonsumsi di dalam negeri dan dipasarkan keluar negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line dan staff. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 161 orang. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasi modal total (TCI) adalah sebesar Rp 2.046.246.845.504,24 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 5.838.649.782.794,91. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 50,9% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 33,06%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1,64 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,32 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 47,60% dan Shut down point (SDP) sebesar 34,94%.  Kataakunci: sodium stirena sulfonat, sulfonasi, dehidrogenasi, 2-bromo etil benzen

    PRARANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT DARI NATRIUM NITRAT DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES RETORT KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Prarancangan pabrik asam nitrat dari natrium nitrat dan asam sulfat dengan proses retort kapasitas 20.000 ton/tahun dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan asam nitrat yang semakin meningkat. Asam nitrat digunakan sebagai salah satu bahan untuk memproduksi amonium nitrat sebagai bahan peledak, pembuatan bahan organik sintesis seperti zat warna, obat-obatan dan juga dapat digunakan dalam proses pemurnian logam. Pabrik asam nitrat direncanakan akan didirikan di daerah Purwakarta, Jawa Barat dengan mempertimbangkan dekat dengan lokasi bahan baku, pemasaran dan pelabuhan.  Proses pembuatan asam nitrat dapat dilakukan dengan cara proses oksidasi dan retort. Pada iproses retort dalam pembuatan asam nitrat menggunakan bahan baku asam sullfat dan natrium nitrat. Seleksi operasi pada proses retort dengan suhu 150 °C dan tekanan 1 atm. Untuk menunjang proses produksi didirikan unit proses yang terdiri dari unit pengadaan air,  steam, tenaga listrik, bahan bakar serta unit pengolahan limbah. Direncanakan bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasin line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non shift. Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 121 orang. Pabrik asam nitrat direncanakan beroperasi 330 hari selama 1 tahun. Hasil analisa ekonomi terhadap perancangan pabrik asam nitrat diperoleh besarnya Percent Return On Invesment (ROI) sebelum dan sesudah pajak 45,37% dan 29,55%. Pay Out Time (POT) sebelum dan sesudah pajak 1,81 tahun dan 2,53 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 42,76% dan Shut Down Point. (SDP) sebesar 7,55%.  Berdasarkan perhitungan ekonomi, maka dapat disimpulkan pabrik asam nitrat layak untuk didirikan. Kata kunci: Asam Nitrat, BEP, Retort, SD

    PENERAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH DAN SELF-EFFICACY

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk melatih keterampilan argumentasi ilmiah dan self-efficacy siswa dengan penerapan pembelajaran ­e-learning model Scientific Critical Thinking (SCT) pada materi larutan penyangga serta mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran e-learning model SCT. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen semu atau quasy experiment dengan menggunakan desain one group pretest–posttest design. Sampel pada penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 8 Banjarmasin. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian berupa pembelajaran e-learning model SCT, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan argumentasi ilmiah dan self efficacy. Instrumen penelitian terdiri dari soal tes keterampilan argumentasi ilmiah, angket self-efficacy dan respon siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non-tes. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Penelitian menunjukkan hasil bahwa: (1) keterampilan argumentasi ilmiah siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran e-learning model SCT memiliki perbedaan yang signifikan, (2) self efficacy yang dimiliki siswa antara sebelum dengan sesudah pembelajaran e-learning model SCT memiliki perbedaan yang signifikan, dan (3) respon positif diberikan siswa terhadap penerapan pembelajaran e-learning­ model SC

    APLIKASI KARBON AKTIF KAYU ULIN SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR SUNGAI

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengidentifikasi karakteristik karbon aktif dari kayu ulin dan pengaplikasiannya dalam menurunkan kandungan COD (Chemical Oxygen Demand) air sungai. Penelitian ini dilakukan secara ekperimental di Laboratorium Rekayasa Teknik Lingkungan, Universitas Lambung Mangkurat. Beberapa variabel bebas yang digunakan meliputi pH (3, 5, 7, dan 9), waktu kontak (5, 10, 15, 60, 120, 180, dan 240 menit), dan dosis adsorben (0,4; 0,6; 0,8 dan 1,0 gr)., sedangkan variabel terikat berupa kandungan COD pada air sungai. Uji karakteristik adsorben karbon aktif kayu ulin, menghasilkan nilai kadar air sebesar 5 %, daya serap iodin sebesar 190,350 mg/g, dan kadar abu sebesar 89%. Kondisi operasi terbaik adsorpsi COD (Chemical Oxygen Demand) pada air sungai terhadap karbon aktif kayu ulin terjadi pada kondisi pH 5  dengan kapasitas adsorpsi 34,73 mg/g dan efesiensi adsorpsi 40% ; waktu kesetimbangan 120 menit dengan kapasitas adsorpsi 43,41 mg/g dan efesiensi adsorpsi 50%: dan dosis adsorben sebanyak 1 gram dengan kapasitas adsorpsi 31,25 mg/g dan efesiensi adsorpsi 45%

    STUDI ISOTEM DAN KINETIKA ADSORPSI BAHAN ORGANIK ALAMI (BOA) PADA AIR GAMBUT TERHADAP KARBON AKTIF KAYU ULIN DENGAN SISTEM BATCH: ISOTHERM AND KINETICS STUDY OF NATURAL ORGANIC MATTER (NOM) ADSORPTION IN PEAT WATER TOWARD ULINWOOD ACTIVATED CARBON USING A BATCH SYSTEM

    Get PDF
    Air gambut di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan sangat berlimpah dan memiliki potensi untuk dijadikan sebagai sumber air bersih. Keberadaan bahan organik yang tinggi di dalam air gambut  membuat air gambut perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu pengolahan yang dapat dilakukan yaitu dengan proses adsorpsi. Adsorpsi suatu zat pada permukaan adsorben bergantung pada beberapa faktor dan memiliki pola isoterm dan kinetika tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model isoterm, dan model kinetika yang sesuai pada adsorpsi bahan organik alami (BOA) terhadap karbon aktif kayu ulin. Metode dalam penelitian ini menggunakan proses adsorpsi dengan adsorben karbon aktif kayu ulin. Model isoterm yang digunakan yaitu model Langmuir, model Freundlich, dan model Redlich-Peterson, sedangkan model kinetika yang digunakan ialah model Pseudo Orde Satu, Pseudo Orde Dua, dan Freundlich Modifikasi. Model isoterm Redlich-Peterson merupakan model yang sesuai untuk adsorpsi BOA air gambut terhadap karbon aktif kayu ulin dan model kinetika yang sesuai untuk adsorpsi BOA air gambut terhadap karbon aktif kayu ulin adalah model Pseudo Orde Dua

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇