Jurnal Universitas Almuslim
Not a member yet
    1886 research outputs found

    ANALISIS DEFORESTASI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG PEUSANGAN TAHUN 2022-2023: Analysis of Deforestation in the Krueng Peusangan River Basin From 2022-2023

    Get PDF
    River Watersheds (DAS) in Indonesia have an important role in the hydrological cycle and ecosystem, but many are in critical condition due to high deforestation. This research focuses on the Peusangan watershed in Aceh Province, which has experienced significant levels of deforestation in recent years. The aim of the research is to analyze the rate of deforestation in the Peusangan watershed in 2022-2023 and understand its impact on the local ecosystem. The method used involves analyzing land cover data using Geographic Information System (GIS) technology with satellite image data. The research results show that there was forest loss of 1,066 hectares during this period, with a deforestation percentage of 1.49%. These findings provide a real picture of the forest damage that has occurred and the importance of conservation measures to maintain the sustainability of the Peusangan watershed ecosystem. It is also hoped that this information can increase public awareness about the negative impacts of deforestation and encourage active participation in forest conservation efforts.Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia memiliki peran penting dalam siklus hidrologi dan ekosistem, namun banyak yang berada dalam kondisi kritis akibat deforestasi yang tinggi. Penelitian ini berfokus pada DAS Peusangan di Provinsi Aceh, yang telah mengalami tingkat deforestasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis laju deforestasi di DAS Peusangan pada tahun 2022-2023 dan memahami dampaknya terhadap ekosistem lokal. Metode yang digunakan melibatkan analisis data penutupan lahan menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan data citra satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kehilangan hutan seluas 1.066 hektar selama periode ini, dengan persentase deforestasi sebesar 1.49%. Temuan ini memberikan gambaran nyata tentang kerusakan hutan yang terjadi dan pentingnya langkah-langkah konservasi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem DAS Peusangan. Informasi ini juga diharapkan  dapat meningkatkan kesadaran masyarakat  tentang dampak negatif deforestasi dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya konservasi hutan. &nbsp

    Analisis Ergonomi tempat wudhu Masjid di Kota Lhokseumawe berdasarkan Antropometri

    Get PDF
    Salah satu elemen penting yang menentukan tingkat kenyamanan Masjid adalah tempat berwudhu, yang meliputi akses ke tempat berwudhu, rambu-rambu dan prasarana, serta komponen aliran air wudhu itu sendiri. Penelitian tentang fasiltas wudhu belum banyak yang dilakukan, terlebih lagi pada fasilitas wudhu di Kota Lhokseumawe. Batasan penelitian ini hanya dilakukan pada 10 Masjid dengan kriteria yang sudah ditentukan dalam pemilihan objek penelitian yang merujuk pada ergonomi tempat wudhu khusus pria. Masjid-Masjid yang terpilih ini merupakan Masjid yang aktif digunakan oleh jama’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (kuesioner) dan kuantitatif (terukur) dengan analisa kajian perbandingan, yaitu membandingkan dengan standar ergonomi yang ada lalu menuangkan dalam bentuk tabulasi dan memberikan skala penilaian dan penjelasan dengan sumber data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka ditemukan 5 masjid yang sudah menggunakan standar ergonomi dan 5 lainnya belum menggunakan standar ergonomi ruang wudhu secara keseluruhan. Terdapat  2 masjid yang menggunakan fasilitas wudhu khusus duduk dan 8 masjid lainnya hanya menggunakan fasilitas wudhu khusus berdiri. Adapun rekomendasi desain yang diusulkan secara keseluruhan untuk jarak antar kran, ketinggian kran, kondisi dan material lantai dan juga disertakan rekomendasi desain secara keseluruhan untuk masjid yang terdapat di Kota Lhokseumawe

    Pengaruh Penggunaan Abu Bata Merah Sebagai Filler Pada Aspal Porus Terhadap Karakteristik Marshall

    Get PDF
    Roads are an important infrastructure for the community in mobilizing. Therefore, it needs special attention in terms of safety and comfort. In several parts of Indonesia, during the rainy season, especially in North Aceh District, Lhoksukon often experiences flooding and the water inundates the roads. This disrupts road users and mobilization. Porous asphalt is a flexible pavement which has excellent advantages for countries with tropical climates such as our country, Indonesia. The advantages of porous asphalt are planned to have large cavities so that they can absorb water freely. In this study the authors will examine the use of red brick ash as a filler obtained at a brick factory in Blang Panjoe Village, Peusangan District, Bireuen Regency. The varying levels of brick ash as filler in porous asphalt mixtures are 0%, 30% and 50%. Furthermore, the determination of KAO and the manufacture of porous asphalt mixing specimens were carried out with red rock ash as a filler substitute of 0%, 30% and 50%. The maximum percentage variation in brick ash content was obtained at 50% substitution with a stability value of 591 kg, a yield value of 3.27 mm, MQ 181.26 kg/mm and VIM 18.8%. The results of the research on the stability and flow values and the Marshall parameters meet the AAPA specifications

    Perancangan Rumah Sakit Pendidikan Kelas B Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau

    Get PDF
    Rumah sakit merupakan bangunan yang membutuhkan energi terbesar kedua setelah perkantoran, penggunaan energi buatan yang banyak dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan para penghuninya. Green Architecture atau arsitektur hijau menjadi konsep pendekatan yang dipilih dalam perancangan rumah sakit pendidikan ini. Penerapan arsitektur hijau memiliki pengaruh baik dalam kelestarian lingkungan seperti penghematan penggunaan energi pada bangunan dengan memanfaatkan kondisi alam dan iklim. Lokasi tapak terletak di Jl. Rumah Sakit Unimal, Reuleut Timur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh utara, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan survei lapangan, mencari studi literatur, studi banding dengan objek sejenis dan studi kasus dengan melihat standar fasilitas yang telah ditetapkan untuk rumah sakit pendidikan kelas B. Pendekatan Arsitektur Hijau dengan pengunaan konsep Vertical Garden pada bangunan rumah sakit pendidikan kelas B ini bisa menjadikan rumah sakit pendidikan Kelas B ini sebagai rumah sakit pendidikan yang hemat energi yang dapat menjadi idenditas Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Vertical Garden memiliki beberapa fungsi lainnya seperti menjaga suhu ruang didalam bangunan, mengurangi sinar matahari berlebih masuk kedalam bangunan, menjaga privasi bangunan, dan mengurangi pengunaan energi pada banguna

    Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini Melalui Pemanfaatan Buah Alpukat di Desa Wih Bersih, Kecamatan Silih Nara

    Get PDF
    Stunting is a condition of abnormal growth and development process of toddlers due to malnutrition in the womb, so it is necessary to improve nutrition through the intake of food ingredients such as avocados. The aimed of this service activity was to increase the insight of pregnant women and expectant mothers about the importance of balanced nutrition for preventing stunting from an early age and skills in preparing healthy food. The service activities were carried out at the Wih Bersih Village Maternity Center (Polindes), Silih Nara sub-district, Central Aceh Regency using the method of socializing and demonstration. The results of this activity showed increasing knowledge of mothers and expectant mothers about stunting prevention and the community\u27s ability to process avocados into pudding as additional nutritional intake for pregnant women. This knowledge and skills can be used as a business start-up to meet people\u27s living needs, so that cases of stunting that occur can be minimized.Stunting adalah kondisi gagal pada proses pertumbuhan dan perkembangan balita akibat kekurangan gizi sejak dalam kandungan sehingga diperlukan perbaikan gizi melalui asupan bahan makanan seperti buah alpukat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan wawasan ibu hamil maupun calon ibu tentang pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting sejak dini dan keterampilan dalam mengolah makanan sehat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan di Pondok Bersalin Desa (Polindes) Wih Bersih, kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah dengan menggunakan metode sosialisasi cara pencegahan stunting dan gizi seimbang serta demonstrasi pengolahan buah lokal alpukat menjadi puding. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu dan calon ibu tentang pencegahan stunting dan kemampuan masyarakat dalam mengolah buah alpukat mejadi puding sebagai tambahan asupan gizi bagi ibu hamil. Pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat dijadikan sebagai rintisan usaha dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, sehingga kasus stunting yang terjadi dapat diminimalisir. Kata Kunci: Stunting, Pencegahan, Alpukat, Des

    Implementasi Pelatihan Sadar Wisata Bahari Berbasis Karakter di Pantai Cemara Kabupaten Bireuen

    No full text
    Bireuen Regency has many tourist attractions that are worth visiting by the public. The tourist attractions in Bireuen are very good and worth visiting by tourists, but tourists and visitors are reluctant to visit several tourist attractions in Bireuen for several reasons. One aspect of tourism development is tourism awareness. Tourism awareness is community participation in creating tourist areas in accordance with the seven charms of tourist attractions. Lecturers and students of Almuslim University tried to carry out community service activities at the Cemara Beach tourist attraction in the form of community service activities, namely "Implementation of Tourism Awareness Education for Character-Based Marine Tourism Visitors". Training was also provided to provide an understanding of tourism awareness to the community and visitors at Cemara Beach. As a result, the community can increase tourism awareness and this community service activity can improve the ability of tourist attraction managers to manage the tourist attractions

    PENGARUH MODEL KOLABORASI ANTAR MAPEL TERHADAP MATHEMATICS CRITICAL THINKING SKILLS DITINJAU DARI SELF-EFFICACY DAN PRIOR KNOWLEDGE BERBASIS AKM DI SMK NEGERI KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  Pengaruh Model Kolaborasi antar Mapel terhadap Mathematics Critical Thinking Skills yang ditinjau dari Self Efficacy dan Prior Knowledge sehingga adanya interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel, Self-Efficacy, dan Prior Knowledge. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMKN 2 Boyolangu dan sampel yang digunakan adalah kelas Busana-1 dan Busana-3 dengan jumlah 70 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kan kuisioner. Analisis data meliputi uji kesetimbangan, uji normalitas, ui homogenitas, uji hipotesis dan uji komparasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Terdapat perbedaan MCTS dengan diterapkannya Model Kolaborasi Antar Mapel dimana  Fhitung=1.948,6>254,3. (2)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari self-efficacy  Fhitung=1.948,5>254,3. (3)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari PK Fhitung=603,552>19,50.  (4)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-4.872,529<254,3, (5)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-6.579,946<254,3. (6)Tidak terdapat pengaruh interaksi interaksi antara Self-Efficacy dan PK Fhitung=-3.294,342<19,50. (7)Terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel Self-Efficacy dan  PK Fhitung=-64,0002<91,50.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1)perbedaan MCTS dengan diterapkannya Model KolaborasiAntar Mapel dan Konvensional, (2)perbedaan MCTS ditinjau dari Self-Efficacy, (3)perbedaan MCTS ditinjau dari  PK, (4)pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel dan Self-Efficacy siswa, (5)pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel dan PK siswa (6)pengaruh natara Self-Efficacy dan PK, (7)pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel, Self-Efficacy, dan Prior Knowledge. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMKN 2 Boyolangu dan sampel yang digunakan adalah kelas Busana-1 dan Busana-3 dengan jumlah 70 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kan kuisioner. Analisis data meliputi uji kesetimbangan, uji normalitas, ui homogenitas, uji hipotesis dan uji komparasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Terdapat perbedaan MCTS dengan diterapkannya Model Kolaborasi Antar Mapel dimana  Fhitung=1.948,6>254,3. (2)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari self-efficacy  Fhitung=1.948,5>254,3. (3)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari PK Fhitung=603,552>19,50.  (4)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-4.872,529<254,3, (5)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-6.579,946<254,3. (6)Tidak terdapat pengaruh interaksi interaksi antara Self-Efficacy dan PK Fhitung=-3.294,342<19,50. (7)Terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel Self-Efficacy dan  PK Fhitung=-64,0002<91,50

    Keanekaragaman Serangga Predator Pada Tanaman Bawang Merah (Studi Kasus Di Kecamatan Grong Grong Kabupaten Pidie)

    Get PDF
    The exploration of predator insects in productive and non-productive shallots. Predator insects are one of the biological control agents that can suppress pest populations in shallot fields. This study aims to determine the diversity of predator insects in productive shallot fields compared to non-productive shallot fields. The determination of insect locations was conducted using a line transect method divided into three plots. Insect sampling was performed using yellow-plate traps, sweep nets, and pitfall traps. The results showed a total of 8 and 10 families of predator insects. However, the number of morpho-species of predator insects was generally higher in productive fields compared to non-productive fields, with 14 and 20 morpho-species, respectively. The results indicate that the richness, diversity, and evenness of predators in non-productive shallot fields are higher than in productive fields.

    Analisis Pemasaran Usaha Tahu (Studi Kasus : Usaha Pak Dahri di Desa Pante Gajah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran tahu di Desa Pante Gajah Kabupaten Bireuen dan untuk mengetahui efisiensi pemasaran tahu di Desa Pante Gajah Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan   menggunakan metode kualitatif dikombinasikan dengan kuantitatif.  Sumber Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.  Informan dalam penelitian ini adalah pemilik industri tahu yaitu pak Dahri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dokumentasi, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saluran Pemasaran Tahu di Desa Pante Gajah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Sebanyak dua Saluran yaitu: saluran pemasaran I (produsen - pedagang pengecer - konsumen akhir), dan saluran II (produsen - Agen - pedagang pengecer - konsumen akhir). Saluran pemasaran Tahu yang memiliki tingkat nilai efisiensi yang sama antara saluran I dan saluran II yaitu saluran pemasaran I sebesar 10% dengan biaya pemasaran sebesar Rp.150/ptg dan nilai efisiensi saluran pemasaran II sebesar 10% dengan biaya pemasaran sebesar Rp.200/pt

    Pemberdayaan Kelompok Tani Ara Rezeki untuk Memanfaatkan Limbah Kulit Kopi Arabika menjadi Produk Minuman Teh

    Get PDF
    Bener Meriah Regency is one of the central coffee production areas in Aceh Province, especially in Taman Firdaus Village. Coffee bean processing generates waste in the form of coffee husks, which account for approximately 50-60% of the harvest. Therefore, there is a need for innovation to process coffee husks into a delicious coffee husk tea product with high economic value. Consequently, socialization and training activities are required to process coffee husks for target partners who are direct farmers. It is expected that these activities will: 1) increase the income of the community, especially partner groups, 2) become an alternative for partner groups to utilize coffee husks as a product with high economic value, and 3) cultivate an entrepreneurial spirit among partner groups for products produced through the utilization of Arabica coffee husks

    1,626

    full texts

    1,886

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Almuslim
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇